cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edutech
ISSN : 08521190     EISSN : 25020781     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech adalah jurnal majalah ilmiah di Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang terbit sebanyak tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua artikel yang dikirim melalui proses peer review double blind dan ulasan editor sebelum di publikasikan.Jurnal Edutech atau kepanjangan dari Educational Technology ini menerima artikel tentang pendidikan, teknologi pendidikan dan komunikasi
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
THE IMPLEMENTATION OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MODEL IN ENVIRONMENT EDUCATION IN KINDERGARTEN Djoehaeni, Heny
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2233

Abstract

Abstract. This research is encouraged by environmental issues that occurred recently, so these require a full concern from various fields, including the education field. Environmental education taught from early age will foster young learner's positive attitude towards the environment. Therefore, to deal with these issues, it is required an environmental education learning model that can be used as guidelines by teacher. This research used Contextual-Inquiry Based Learning Model that oriented to child's daily environment. Environmental education should be introduced at an early age, so it is very important to implement Contextual-Inquiry Based Learning Model in kindergarten's Environmental Education. In conducting this research, the planning of Environment Education learning using Contextual-Inquiry Based Learning Modelthe implementation of the Environment Education learning using Contextual-Inquiry Based Learning Model the evaluation of Environment Education using Contextual-Inquiry Based Learning Model The method used is descriptive analytical method. The results in this research revealed that the plan developed by teachers in the implementation of Contextual-Inquiry Based Learning Model in teaching environmental education refers to Regulation of Ministry of  National Education No. 58 of 2009 as well as the local content of environmental education. Implementation of learning was conducted through three main stages, namely the introduction, core and closing. While the assessment was carried out using  techniques and procedures to the characteristics of early childhood and learning needs.Keywords: Contextual-Inquiry Based Learning Model, environmental education, early childhood.Abstrak. Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan hidup yang terjadi dewasa ini, yang memerlukan perhatian dari berbagai sektor termasuk sektor pendidikan. Pendidikan lingkungan yang ditanamkan sejak usia dini akan menumbuhkan sikap positif anak terhadap lingkungan hidup. Untuk itu diperlukan sebuah model pembelajaran pendidikan lingkungan hidup yang dapat dijadikan pedoman oleh guru. Model yang dikembangkan adalah Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) yang berorientasi pada keseharian anak. Mengingat bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup sejatinya ditanamkan sejak usia dini, maka sangat penting kiranya untuk mengimplementasikan model pembelajaran CTL dalam pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup di Taman Kanak Kanak. Secara lebih khusus  perencanaan pembelajaran Pendidikan lingkungan Hidup dengan menggunakan model  pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) pelaksanaan pembelajaran Pendidikan lingkungan Hidup dengan menggunakan model  pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL)bagaimana penilaian pembelajaran Pendidikan lingkungan Hidup dengan menggunakan model  pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan yang dikembangkan oleh guru dalam implementasi model pembelajaran CTL dalam pembelajaran pendidikan lingkungan hidup mengacu pada Permendiknas No 58 tahun 2009 serta Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup. Pelaksanaan ditempuh melalui tiga tahapan utama yaitu pendahuluan, inti dan penutup. Sementara penilaian dilakukan menggunakan teknik dan prosedur yang relevan dengan karakteristik anak usia dini,  serta kebutuhan pembelajaran. Kata Kunci : pembelajaran Contextual Teaching Learning, pendidikan lingkungan hidup, anak usia dini.
PEMBELAJARAN BINA DIRI DALAM MEMBANTU PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI TUNAGRAHITA Tjasmini, Mimin
EDUTECH Vol 13, No 2 (2014): KURIKULUM 2013 DAN INOVASI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i2.3100

Abstract

Abstract. mentally disabled adolescents besides experiencing barriers to the aspect of intelligence, they also have a drag on the aspect of social adaptation. They are less favored by other adolescents because of their behaviors that do not comply with the norms of society such as masturbating in any place, kissing anyone without shame, even having sexual intercourse, which in turn lead to pregnancy. Other conditions that make people in general dislike them because they look slouchy at the time of menstruation. Mentally disabled girls often do not realize if their shirt had been red by blood because her underwear is wet. The learning that leads to solving the above problem is the lesson of Self-Development. Self-Development means training skills for mentally disabled children to enable them to take care for themselves such as dressing, bathing, to the toilet (urinating, defecating) and to skillfully perform Vulva Hygiene. The obstacles faced in the Self-Development learning is in the lack of facilities and equipment to train the activity and the ability of teachers to find strategies, media and task analysis of the issues.Keywords: mentally disabled, female adolescents, Self-DevelopmentAbstrak, remaja tunagrahita selain mengalami hambatan pada aspek kecerdasan, mereka pun memiliki hambatan pada aspek adaptasi sosial. Mereka kurang disukai oleh remaja seusianya berkaitan dengan perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat seperti melakukan masturbasi disembarang tempat, tanpa rasa malu mencium siapa saja, bahkan melakukan hubungan seksual yang pada akhirnya menyebabkan kehamilan. Kondisi lain yang membuat orang pada umumnya kurang menyukai karena mereka berpenampilan jorok pada saat mengalami menstruasi. Anak tunagrahita tidak menyadari bajunya sudah merah oleh darah karena pakaian dalamnya sudah basah. Pembelajaran yang mengarah pada pemecahan masalah diatas yaitu pelajaran Bina Diri. Bina Diri berarti melatih keterampilan anak tunagrahita untuk mampu merawat diri seperti berpakaian, mandi, ke toilet (BAK, BAB) dan terampil melakukan Vulva Hygiene. Kendala – kendala yang dihadapi dalam pembelajaran Bina Diri berupa sarana dan alat untuk melatih kegiatan itu serta kemampuan guru dalam mencari strategi, media dan analisis tugas dari berbagai persoalan itu.Kata kunci : Anak Tunagrahita, Bina Diri.
POTENSI KEKUATAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BAGI PEMBANGUNAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rahmat, Agus
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. For Bandung Barat Regency (KBB), industries sector is the economy main pillar, shown by its contribution to regional income that reached 41.76%. This contribution is twice larg-er than the contribution of trading and agricultural sectors. The next issue is what should be done so that this power continues to develop and give benefits to the people of Bandung Barat Regency? This study was conducted to answer the proposed issues. Therefore, to obtain the data in order to answer the research problem, the method used is qualitative, with data collection techniques are interviews and literature reviews. Discussion of the data is done by comparison to the theories and concepts of Corporate Social Responsibility (CSR) as well as what has been done by the govern-ment in some countries who are already doing CSR management. The results from this study showed that based on the geographical location of Bandung Barat Regency, the number and com-position and distribution of the population shows that Bandung Barat Regency has a high-potential districts to be a developed and prosperous regency. However, this potential has not well coordinated. One of the fundamental of this condition is that the Bandung Barat Regency govern-ment has not created the formulation and dissemination on what was to become the main focus for CSR activities of the companies in the region of Bandung Barat Regency.Abstrak. Sektor indutri merupakan penopang utama perkonomian di Bandung Barat (KBB), hal ini ditunjukan dengan kontribusinya yang mencapai 41,76 % . Kontribusi ini mencapai dua kali kontribusi sektor perdagangan maupun pertanian. Persoalan selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan agar kekuatan ini tetap berkembang dan memberi kebaikan pada masyarakat disekitar (Kabupaten Bandung Barat) ? Penelitian ini dilakukan guna menjawab persoalan yang diajukan. Oleh karena itu. Untuk memperoleh data guna menjawab permasalahan penelitian, maka metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya wawancara dan kajian pustaka. Pembahasan atas data dilakukan melalui komparasi pada teori dan konsep Corporate So-cial Responsibility (CSR) serta apa yang sudah dilakukan pemerintah pada beberapa negara yang sudah lebih dulu melakukan pengelolaan CSR. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ber-dasar letak geografis Kabupaten Bandung Barat, jumlah dan komposisi serta sebaran penduduk menunjukan bahwa Kabupaten Bandung Barat merupakan kabupaten yang berpotensi tinggi men-jadi kabupaten yang maju dan sejahtera, hanya saja potensi ini belum terkoordir secara baik. Salah satu yang mendasar dari kondisi ini adalah Pemerintah Daerah Kabupaten bandung Barat belum melakukan perumusan dan penyebaran atas apa yang menjadi main focus bagi kegiatan CSR pe-rusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGA-NEGARAAN Susilawati, Evi
EDUTECH Vol 16, No 3 (2017): PERGESERAN DAN PERAN MEDIA DIGITAL
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v16i3.8181

Abstract

Abstract. This study aimed to develop a blended learning model in the course of Civic Education and gained a blended learning model which was a learning model that combines face-to-face learning with online learning on Civic Education course. This research was a mixed methods research that combines qualitative and quantitative approach in one study. The approach of this study was based on data which had been collected, that is quantitative and qualitative data.The object of this study was blended learning model of Civic Education Course and the subject was students of Education and Science Education Faculty, Islamic University of North Sumatera. The sample was selected based on the mastery computer and previous experience on online lectures so that the students would not face some technical problems in following the learning activities The implementation of this research was only up to the third step of the research development step that was recommended by Borg and Gall and by using Dick and Carey ‘s learning design model as main reference , which involved collecting data, planning, and developing product. The result of this study was in the form of online learning programs that was packaged in Learning Management System (LMS) by using an application called Edmodo. This learning product is expected to provide alternative solu-tions to students’ learning problems and provide learning resources for students and lecturers of Civic Education at the Faculty of Education and Science Education, Islamic University of North Sumatera.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran blend-ed learning pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraa (PKn) dan diperolehnya suatu mod-el pembelajaran blended learning, yaitu suatu model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran tatap-muka dengan pembelajaran online learning pada mata kuliah PKn. Penelitian pengembangan ini termasuk pada mixed methods research, yaitu pendekatan penelitian yang menggabungkan penelitian secara kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian. Penggunaan pendekatan ini didasarkan pada data yang dikumpulkan, yaitu data kuantitatif dan kualitatif. Obyek dari penelitian pengembangan ini adalah model pembelajaran blended learning pada mata kuliah PKn. Sedangkan subyek penelitiannya adalah para maha-siswa Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera Utara. Pemilihan subyek peneitian didasarkan pada penguasaan komputer dan sudah pernah mengikuti perkulia-han online, sehingga mahasiswa tidak akan menghadapi permasalahan teknis dalam mengikuti pembelajaran blended learning. Pelaksanaan penelitian penelitian pengembangan ini hanya sampai pada langkah ke 3 (tiga) dari pengembangan penelitian yang direkomendasikan oleh Borg and Gall dan dengan menggunakan rujukan utama model desain pembelajaran Dick and Carey yaitu pengumpulan data, perencanaan, dan pengembangan produk. Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa produk pembelajaran dalam bentuk program pembelajaran online yang yang dikemas dalam sistem manajemen pembelajaran (LMS) dengan menggunakan aplikasi program Edmodo. Produk pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan alternatif terhadap masalah belajar mahasiswa dan menyediakan sumber-sumber belajar bagi mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera Utara.
MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL DAN KEPRIBADIAN GURU MELALUI PROGRAM PENGAJIAN DI SEKOLAH, KENAPA TIDAK? Mustaqim, Mujahidil
EDUTECH Vol 17, No 2 (2018): DINAMIKA DALAM KERANGKA ADAPTASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v17i2.12639

Abstract

Abstract. This article would like to address a number of issues that indicate the need for increased social competence and teacher personality as the spearhead of education managers in the field. However, this enormous role is not matched by a mature debriefing of these two compe-tencies for the preparation of a professional teacher candidate. Of the 163 SKSs studied, only 26 credits were granted to form social competence and personality. Means only 16% of the propor-tion of courses for these two competencies. So on this, it needs an independent but planned effort to improve the social competence and personality of teachers, such as through pengajian pro-grams for teachers in schools. This article is formulated by using the reseacrh library approach. There are two main subjects that are studied first, the analysis of the needs of the study program on improving social competence and teacher personality. Second, the objective formulation and content of the study program on improving the social competence and teacher's personality. Abstract. This article would like to address a number of issues that indicate the need for increased social competence and teacher personality as the spearhead of education managers in the field. However, this enormous role is not matched by a mature debriefing of these two compe-tencies for the preparation of a professional teacher candidate. Of the 163 SKSs studied, only 26 credits were granted to form social competence and personality. Means only 16% of the propor-tion of courses for these two competencies. So on this, it needs an independent but planned effort to improve the social competence and personality of teachers, such as through pengajian pro-grams for teachers in schools. This article is formulated by using the reseacrh library approach. There are two main subjects that are studied first, the analysis of the needs of the study program on improving social competence and teacher personality. Second, the objective formulation and content of the study program on improving the social competence and teacher's personality.
STRATEGI PEMBANGUNAN KETAHANAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN TINGKAT LOKAL NUSA TENGGARA TIMUR DI TENGAH PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENDIDIKAN DI SMK-PP NEGERI KUPANG Trigutomo, Wahyu Hadi
EDUTECH Vol 18, No 1 (2019): PEMBELAJARAN DI DIGITAL ERA
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v18i1.4081

Abstract

Availability of national food these days can not accom-modate all the food needs of citizens khususunya in each - each area, this is due to the absence of structuring effective and lack of synchro-nization between state institutions, especially between institutions of agriculture, commerce and housing as well as the existence of climate change extreme enough today. Besides this, the problem of generation of farmers who started to cut off in the younger generation led to a change in lifestyle of the people in the area. See above problems pur-pose of this paper to find out how development policies and strategies of food in the availability of local food in the midst of climate change today can be circumvented by changing the mindset consumptive to productive youth through agricultural education, utilizing vacant land that is arable crops, empower farmer groups, socializing potential of local food NTT, to enable the creation of food security and reliance on staple food other areas. To the authors tried to draw up a development strategy of food security from the aspect of education through the de-velopment strategy of Dick Carey. Food is a commodity of strategic importance to the nation given the area of food is a basic human need that must be met by the government and the community together as mandated by Law No. 7 of 1996 concerning food. In Law No. 7 of 1996 on Food stated that the Government organized setting, guidance, control and supervision of the community, organizing the process of production and supply, trading, distribution and function as consum-ers are entitled to obtain sufficient food in quantity and quality, safe, nutritious, diverse, equitable, and affordable by purchasing power masyarakat.Ketersediaan national food can be provided when starting from food sufficiency level of families, local area characterized by the existence of each individual food consumption is met can enjoy a bal-anced nutritional adequacy of the impact on food sufficiency and a better nutritional status Indonesian society are met locally NTT.ketersediaan food in sufficient quantity and types for the entire community locally NTT, the current food distribution, food prices are cheap and affordable by society locally NTT, evenly throughout the family in the area.Ketersediaan bahan pangan nasional dewasa ini belum bisa mengakomodir semua kebutuhan pangan warga negaranya khususunya di masing – masing daerah,  hal ini disebabkan belum adanya penataan yang efektif serta tidak adanya sinkronisasi antar lembaga negara, terutama antara instansi pertanian, perdagangan dan perumahan serta adanya perubahan iklim yang cukup ekstrim dewasa ini. Selain hal tersebut, permasalahan regenerasi petani yang mulai terputus di generasi muda menyebabkan terjadi perubahan pola hidup masyarakat di daerah. Melihat permasalahan di atas tujuan tulisan ini untuk mengetahui bagaimana strategi dan kebijakan pembangunan pangan  dalam ketersediaan pangan lokal di tengah perubahan iklim dewasa ini dapat disiasati dengan perubahan pola pikir konsumtif ke produktif  generasi muda melalui pendidikan pertanian, mendayagunakan lahan kosong yang ada untuk ditanami tanaman pangan, memberdayakan kelompok tani, mensosialisasikan potensi pangan lokal NTT, sehingga dapat terwujud ketahanan pangan dan tidak ketergantungan pada pangan pokok daerah lain. Untuk itu penulis berusaha menyusun strategi pembangunan ketahanan pangan dari aspek pendidikan melalui strategi pengembangan Dick Carey. Pangan merupakan komoditas penting dan strategis bagi bangsa daerah mengingat pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama seperti diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang pangan. Dalam Undang Undang Nomor 7 tahun 1996 tentang  pangan dinyatakan bahwa Pemerintah  menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, pengendalian dan pengawasan masyarakat, menyelenggarakan  proses produksi dan penyediaan,perdagangan, distribusi serta berperan sebagai konsumen yang berhak memperoleh pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu, aman, bergizi, beragam, merata, dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.Ketersediaan bahan pangan nasional dapat tercukupi bila dimulai dari ketercukupan pangan tingkat keluarga, lokal daerah ditandai dengan adanya konsumsi pangan setiap individu terpenuhi kecukupan gizi seimbang dapat menikmati yang berdampak pada kecukupan pangan dengan baik dan status gizi masyarakat Indonesia terpenuhi secara lokal NTT.ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh masyarakat secara lokal NTT, distribusi pangan yang lancar, harga pangan murah dan terjangkau oleh lapisan masyarakat secara lokal NTT, merata keseluruh keluarga di daerah.
DEVELOPMENT OF E-DESA POLICY MODEL IN BANDUNG REGENCY (EDUCATION QUALIFICATION TECHNOLOGY OF PERANGKAT DESA) Purnawingwulan, dkk, Melly Maulin
EDUTECH Vol 14, No 2 (2015): INOVASI DAN APLIKASI PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v14i2.1376

Abstract

Abstract. Electronic Desa (e-Desa) is a system that based on cloud computing technology, then the government shouldn't bothered by infrastructure suplly such as server, aplication, and system tendance. The hope with the introduction of this e- Desa system are village government is able to self-financed in the information management and administrative conducted. The aims of developing e-Desa are specificly for getting a management information model and administrative conducted by village government to increase service in apropriate with vission and mission Bandung Regency in regional autonomy spirit. This research has for giving basic contribution in government science esspecially to new concept about e-Government. This research used description method with qualitative approach then the determination technique of informants using purposive (taking informants based on the aims). Collecting data technique that used in this research is library studies and range studies long data validity in this research using triangulation. Result of the research showed that development of e-Desa policy model can be successful if it's supported by adequate technology educational qualifications of the village government. In fact, there was still lacking in the village government of bandung district government environment.Keywords: Policy, e-Desa, e-Government.Abstrak. Electronic Desa (e-Desa) merupakan sistem yang dapat didasarkan pada teknologi cloud computing. Dengan e-Desa maka pemerintah desa tidak perlu direpotkan dengan penyediaan infrastruktur sistem seperti server, aplikasi dan perawatan sistem. Harapan dengan adanya sistem e-Desa ini adalah pemerintah desa dapat mandiri dalam pengelolaan informasi dan administrasi yang dilakukan. Pembangunan e-Desa ini ditujukan khusus untuk mendapatkan model pengelolaan informasi dan administrasi yang dilakukan pemerintahan desa guna meningkatkan pelayanan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bandung dalam semangat otonomi daerah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan kontribusi mendasar pada Ilmu Pemerintahan khususnya tentang konsep baru tentang e-Government. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan teknik penentuan informan yang digunakan purposive (pengambilan informan berdasarkan tujuan). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan studi lapangan serta validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model kebijakan pembangunan e-Desa dapat berhasil bilamana ditunjang oleh kualifikasi pendidikan teknologi perangkat desa yang memadai. Kenyatannya, hal ini masih kurang di kalangan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung.Kata Kunci : Kebijakan, E-desa, E goverment
EFFECT OF PROBLEM BASED LEARNING APLLICATION IN INCREASING CREATIVITY AND ABILITY-YOUNG LEARNERS Muharromi, Dewi Sukma
EDUTECH Vol 15, No 1 (2016): MEDIA DAN MODEL PEMBELAJARAN TERBARU
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i1.2228

Abstract

Abstract: The development of creativity and speaking ability of young learners should be improved because creativity and speaking ability are crucial skills for children further development. This study aims to see an increase on young learners' creativity and speaking ability after the application of problem based learning approach. This study used quasi-experiment method with non-equivalent group pretest-posttest design. The sample was children aged 5 to 6 years old of B Class at Siti Khadijah playschool. The data was in the form N-gain scores and were analysed using t-test. The results showed that there were differences in the increase of creativity and speaking ability between young learners taught using problem based learning in the experimental group and those in the control group. At first, both experimental and control groups had low creativity and speaking ability. After the application of problem based learning, the creativity and speaking ability of the experimental group increased significantly compared to the control group that used conventional instruction. Therefore, it can be concluded that the application of problem based learning has a significant influence in developing the creativity and speaking ability of young learners. Keywords: problem based learning, creativity, speaking abilityAbstrak: Pengembangan kreativitas dan kemampuan berbicara pada anak usia dini  seharusnya dapat lebih dikembangkan karena kreativitas dan kemampuan berbicara merupakan kemampuan yang krusial bagi perkembangan anak selanjutnya. Adapun tujuan dari penelitian ini secara umum untuk melihat peningkatan kreativitas dan kemampuan berbicara anak usia dini setelah menerapkan pendekatan problem based learning. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan jenis equivalent group pretest-postes design. Sampel dalam penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berada pada kelompok B di RA Siti khadijah. Data hasil penelitian berupa skor N-gain dianalisis dengan menggunakan uji t -tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kreativitas dan kemampuan berbicara pada anak usia dini pada pembelajaran yang menerapkan pendekatan problem based learning (kelompok eksperimen) dengan anak usia dini yang pembelajarannya menerapkan pendekatan konvensional (kelompok kontrol). Ditinjau dari kemampuan awal, kreativitas dan kemampuan berbicara anak pada kelompok yang eksperimen dan kelompok kontrol berada pada tingkat rendah. Tetapi, setelah penerapan pembelajaran problem based learning kreativitas dan kemampuan berbicara kelompok eksperimen meningkat secara signifikan dibanding dengan dengan kelompok kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan problem based learning memiliki pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Kata kunci : problem based learning, kreativitas, kemampuan berbicara
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) MODEL TUTORIAL TERHADAP MOTIVASI SERTA HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM POKOK BAHASAN SISTEM PERNAPASAN MANUSIA Sobarna, Endang
EDUTECH Vol 13, No 3 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i3.3092

Abstract

Abstract, Learning today is still done in the Direct Instructional (Conventional) allteachers and learners as an object, this is due to the ability and knowledge of teachers inthe use of instructional media is still not optimal, so that the learning model used is stilllimited .Looking at the phenomenon and the problems researchers interested in conductingresearch experiments using Interactive Multimedia Tutorials Model assuming motivatedlearners and increase their learning outcomes. The approach used in this research isquantitative method Quasi- experimental .The result showed that the use of Interactive Multimedia Tutorials model providesgood value for motivation and effectiveness of student learning outcomes than learning touse the Direct Instructional. Result of T-test obtained at -5.029 and table = t ( 44 ) =0.2705, based on testing criteria , thitung are outside -ttabel tcount ttable , this means thatthere are significant difference . The other result of this researh there ia differencesbetween the learning outcomes of students who use the model of interactive multimediatutorials on subjects of Natural Sciences subject of human respiratory system in class V MINegeri Cibatu Academic Year 2014/2015 by using Direct Instructional (conventional) .Keywords : Interactive Multimedia, Motivation, learning outcomesAbstrak, Pembelajaran selama ini masih dilakukan secara Direct Instructional(Konvensional) guru segalanya dan peserta didik sebagai objek, hal ini disebabkankemampuan serta pemahaman guru dalam menggunakan media pembelajaran masih belumoptimal, sehingga model pembelajaran yang digunakan masih terbatas. Melihat fenomenadan permasalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian eksperimen denganmenggunakan Multimedia Interaktif Model Tutorial dengan asumsi peserta didik akantermotivasi serta meningkat hasil belajar mereka.Pendekatan penelitian yang digunakanadalah kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Penggunaan Multimedia InteraktifModel Tutorial memberikan nilai efektifitas baik terhadap motivasi dan hasil belajar pesertadidik dibandingkan dengan pembelajaran dengan penggunaan Direct Instructional. T-hitungdiperoleh sebesar -5,029 dan ttabel = t(44) = 0,2705, maka berdasarkan kriteria pengujian,thitung berada di luar –ttabelthitungttabel, hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan.Sedangkan berdasarkan rata-rata N Gain kelas eksperimen sebesar 0,469 dengan kategoritinggi, sedangkan untuk kelas kontrol nilai rata-rata N Gain adalah 0,227 dengan kategorirendah. Hasil Penelitian lainnya dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatperbedaan hasil belajar peserta didik antara yang menggunakan multimedia interaktif modeltutorial pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pokok bahasan sistem pernapasanmanusia di kelas V MI Negeri Cibatu Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan yangmenggunakan Direct Instructional (konvensional).Kata Kunci : Multimedia Interaktif, Motivasi, Hasil Belajar
OPTIMALISASI FUNGSI HUMAS PEMERINTAH THE OPTIMIZATION OF GOVERNMENT PUBLIC RELATIONS FUNCTION Sani, Anwar
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3223

Abstract

Abstract, world democratization forces many organizations including the government in this case, of all types in many regions of the world, to consider giving more attention to the government public relations activities. The role will include contributing to good governance and respect for human rights. That would mean public relations in Indonesia, as elsewhere in Asia, will be involved in the development of public diplomacy. Aware of the problems as well as the demands of optimization and revitalization of the role of public relations in the era of reform, democratization and transparency of public information, Indonesian Ministry of Home Affairs issued the Regulation of the Minister of the Home Affairs (Permendagri ) No. 13 of 2011, in which it sets the Implementation Guidelines for PR Tasks in the milieu of Ministry of Home Affairs and Local Government. The regulation represents the desire of the Ministry of Home Affairs to fix the government's role and functions of public relations in its internal milieu. The research question of this study concerns how the understanding of the public relations officer in the Ministry of Home Affairs of the Permendagri 13/2011 and how the implementation of Permendagri 13/2011 by public relations officials of Ministry of Home Affairs. The method used was qualitative method using the theory of social constructs of reality and symbolic interaction. The results showed that public relations officials in the Ministry of Home Affairs understood that the regulation was to improve the professionalism of Public Relations of the Ministry of Internal Affairs and as an effort to encourage the active participation of the public. While the background history of the regulation discovered in the implementation, there were efforts to socialize the regulation; its impacts, constraints and solutions related to its implementation and other four main public relations activities of the Ministry of Home Affairs which include public information services, public affairs, content analysis of media and crisis management.Key words : government public relations, Regulation of the Minister of the Home Affairs 13/2011Abstrak, demokratisasi dunia memaksa organisasi, termasuk juga pemerintah dalam hal ini, dari semua jenis di banyak wilayah di dunia untuk mempertimbangkan memberikan perhatian lebih pada aktivitas kehumasan pemerintah. Peran yang akan mencakup kontribusi bagi pemerintahan yang baik dan menghormati hak asasi manusia. Itu akan berarti hubungan masyarakat di Indonesia, seperti di tempat lain di Asia, akan terlibat dalam upaya pengembangan diplomasi publik.Sadar akan persoalan sekaligus tuntutan optimalisasi serta revitalisasi peran humas pemerintah di era reformasi, demokratisasi dan transparansi informasi publik, Kementerian Dalam Negeri Indonesia (Kemendagri) mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2011, yang di dalamnya mengatur Pedoman Pelaksanaan Tugas Kehumasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah. Permendagri 13/2011 merepresentasikan keinginan Kementerian Dalam NegePertanyaan penelitian ini adalah bagaimana pemahaman para pejabat kehumasan di lingkungan Kemendagri terhadap Permendagri No.13 Tahun 2011 dan bagaimana implementasi Permendagri No.13 Tahun 2011 oleh pejabat kehumasan Kemendagri.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan teori kostruksi sosial atas realitas dan interaksi simbolik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pejabat humas Kemendagri memahami Permendagri 13/2011 sebagai regulasi yang mendorong Humas Kemendagri untuk meningkatkan profesionalismenya dan merupakan upaya untuk mendorong partisipasi aktif publik. Sementara dalam implementasi Permendagri 13/2011 ditemukan beberapa latar belakang lahirnya Permendagri 13/2011, terdapat upaya sosialisasi Permendagri 13/2011, dampak, kendala serta solusi terkait implementasi Permendagri 13/2011 dan 4 aktivitas kehumasan utama Kemendagri yaitu layanan public information, public affairs, analisis isi media dan manajemen krisis.Kata Kunci : government public relations, humas pemerintahan, indonesia, permendagri 13/2011