cover
Contact Name
Binar Winantaka
Contact Email
jurnalwuny@uny.ac.id
Phone
+62274586168
Journal Mail Official
jurnalwuny@uny.ac.id
Editorial Address
Gedung LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Kolombo 1, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah WUNY
ISSN : 01263854     EISSN : 27470547     DOI : https://doi.org/10.21831/jwuny.v1i3
Jurnal Ilmiah WUNY mempublikasikan berbagai hasil penelitian dan atau hasil pemikiran di bidang pendidikan, teknologi, kesehatan, dan budaya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 212 Documents
DAMPAK LAIN CARA BELAJAR TANPA TATAP MUKA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SD Purnami Purnami
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.574 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v2i2.34683

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dampak atau pengaruh lain dari belajar tanpa tatap muka terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas VI pada SD Negeri Karangtengah IV. Pemahaman siswa dapat meningkat apabila siswa paham terhadap materi yang diberikan. Pembelajaran yang dilaksanakan terkait dengan model belajar tanpa tatap muka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian dijaring menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, displai data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tanpa tatap muka (daring), sebagai akibat berlangsungnya pandemi covid 19 yang dirasakan sebagai penderitaan masyarakat dunia, di satu sisi, justru berdampak positif di sisi lain, yakni dapat meningkatkan pemahaman siswa atas ilmu pengetahuan. Pengetahuan siswa dapat meningkat karena siswa menjadi terlatih atau terampil menggunakan berbagai media pembelajaran, satu hal yang sulit terlaksana ketika pembelajaran selalu dilaksanakan secara tatap muka (luring). Kata Kunci: peningkatan pemahaman, ilmu pengetahuan,  belajar tanpa tatap muka 
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN DIRI MELALUI TEKNIK SHAPING PADA SISWA TUNAGRAHITA RINGAN Elsy Dwiandriani
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v3i1.40712

Abstract

Tulisan yang berbasis Penelitian Tindakan Kelas (PTK, Classroom Action Research) yang dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sungailiat Bangka Belitung ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengembangan diri dalam menyetrika pakaian bagi siswa tunagrahita, khususnya tunagrahita ringan. Sebagai kolaborator adalah teman sejawat. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita ringan kelas 5 sebanyak 5 orang. PTK ini dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri atas 4 kali pertemuan. Data program khusus pengembangan diri diperoleh melalui observasi, tes, dan catatan lapangan. Setelah diberikan tindakan melalui teknik shaping pada siklus I, nilai siswa mengalami peningkatan, meskipun belum maksimal. Maka, dilakukanlah siklus II. Hasilnya, teknik shaping dapat meningkatkan kemampuan pengembangan diri secara optimal dalam menyetrika pakaian. Kriteria keberhasilan ditetapkan berdasarkan ketercapaian minimal pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa teknik shaping dapat meningkatkan kemampuan pengembangan diri menyetrika pakaian pada siswa tunagrahita ringan.
KENDALA PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI BAGI SISWA SD, GURU, DAN ORANGTUA Endah Retno Hutami
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.186 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v3i1.40706

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kendala pelaksanaaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa SD pada masa pandemi COVID-19 dan sisi-sisi positifnya sebagai penyeimbang analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dijaring dengan teknik eksploratif, dengan mewawancarai perwakilan dari guru-guru dan wali murid. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala yang dialami oleh murid, guru, dan orang tua, yaitu keterbatasan media, penguasaan teknologi yang masih kurang, penambahan biaya kuota internet, tambahan pekerjan orang tua dalam pendampingan belajar anak, komunikasi dan sosialisasi antara siswa, guru, dan orang tua menjadi berkurang, dan durasi kerja guru menjadi tidak terbatas. Walaupun demikian, fenomena ini memiliki sisi-sisi positif, yakni siswa menjadi semakin mandiri, serta kekompakkan diantara siswa, orangtua, dan guru semakin terbentuk.
PENERAPAN TEKNIK LATIHAN TERPUSAT DENGAN METODE BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS KEGIATAN PASSING ATAS DAN BAWAH BOLA VOLI Sunarmi Triningsih
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.098 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v2i2.34689

Abstract

Persoalan yang dihadapi selama proses pembelajaran permainan bola voli adalah rendahnya minat siswa pada pelajaran olah raga sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa khususnya pada kemampuan melakukan passing atas dan bawah bola voli.Pada umumnya siswa belum bisa melakukan passing atas dan bawah dengan benar dilihat dari beberapa faktor yaitu masih adanya rasa takut pada diri anak jika mengalami cedera saat melakukan passing, siswa kurang berani manakala bola mengarah ke arah dahi saat melambungkan bola voli, serta pembelajaran yang guru berikan kurang menarik dan kurang kreatif dalam mengembangkan pelaksanaan pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka digunakan pembelajaran dengan metode bermain. Metode bermain merupakan bentuk pembelajaran yang mengaplikasikan teknik ke dalam suatu permainan dengan penekanan proses latihan yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian yaitu berjumlah 28 orang siswa kelas XII SMA. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan menggunakan Instrumen berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Indikator keberhasilan peningkatan pemahaman belajar siswa pada penelitian ini dilihat dari 75% siswa tuntas KKM (dengan nilai 76). Hasil penelitian yang didapat memperlihatkan kenaikan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan minimal di setiap siklus. Pada siklus 1 terdapat 61% (17) siswa tuntas KKM. Pada siklus 2 terdapat 75% (21) siswa tuntas KKM. Data tersebut memperlihatkan terjadi peningkatan dari prasiklus sampai siklus 2. Keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus 2, yaitu lebih dari 75% siswa tuntas KKM. Kata kunci: metode bermain, Penjasorkes, passing atas dan bawah bola voli. 
Kurikulum yang Mencerdaskan Isniatun Munawaroh
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVIII, Nomor 3, September 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v18i4.44384

Abstract

Perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia hampir dipastikan diiringi dengan “kegaduhan” dan kegelisahan para guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum. Beragam pelatihan dan sosialisasi seakan belum mampu memahamkan kemana arah perubahan dari kurikulum baru yang dimaksud sehingga yang banyak terjadi adalah resistansi terhadap suatu perubahan kurikulum. Hal ini disebabkan setiap perubahan tidak atau belum membawa perubahan dalam implementasi kurikulum yang sesungguhnya.
APPLICATION OF THE PEER TEACHING METHOD TO INCREASE LEARNING OUTCOMES OF BASIC ELECTRICITY AND ELECTRONICS Widi Astuti
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.694 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v3i2.42575

Abstract

This research is aimed to describe the application of the Peer Teaching Method to improve the learning outcomes of Basic Electrical and Electronics in class X AV-B SMKN 1 Saptosari, Gunungkidul. This research is a classroom action research that begins with a pretest to determine the basic score after learning is carried out before using the Peer Teaching method. This research consists of two cycles. The research was conducted at SMKN 1 Saptosari, the research subjects were 34 students of class X AV-B Audio Video. Methods of data collection using observation sheets, performance sheets / short description questions, and student response questionnaire sheets off the Peer Teaching method. Data analysis used descriptive qualitative analysis technique. The results showed that the Peer Teaching method could improve student learning outcomes. Improved results can be seen from the increase in the achievement of student learning completeness in each cycle. The achievement of student learning completeness in the pre-cycle is 41.17% (15 students complete). After being subjected to action in the first cycle with the peer tutor method, the student's mastery achievement increased to 85.29% or 29 students had met the KKM. Student learning activities also increase, because active students can easily ask questions in detail with their tutor friends. Especially when the teacher gives questions to work on, students scramble to be able to do it in front of the class. Furthermore, in the second cycle, the achievement of student learning completeness reached 91.18% or increased to 31 students who had reached the KKM. Three students who have not KKM are almost close to the value of 7.5 (KKM) with the lowest score of 7.00. Keywords: peer teaching method, learning outcomes, basic electricity and electronics 
PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN MUATAN PELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD marwani marwani
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.823 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v3i2.43494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan hasil pemanfaatan video pembelajaran muatan pelajaran IPS melalui pembelajaran jarak jauh pada siswa kelas VI C SD Negeri Wonosari I, Gunungkidul. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatatif berdasarkan fakta dan keadaan selama guru melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Pada penelitian ini, data-data dikumpulkan melalui observasi, assessment, teknik dokumentasi terhadap data-data yang berkaitan dengan permasalahan motivasi dan hasil belajar siswa selama pembelajaran jarak jauh. Data-data yang dianalisis adalah keadaan awal, pelaksanaan pembelajaran dengan video pembelajaran, hambatan dan strategi pemecahan masalah, dampak serta tindak lanjutnya. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis angket yang diberikan diperoleh bahwa dalam proses pembelajaran tematik terpadu muatan pelajaran IPS dengan video pembelajaran, lebih dari 80% siswa merasa senang dan tertarik mengikuti pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan pula oleh meningkatnya ketepatan kehadiran siswa di kelas maya dan pengumpulan tugas tepat waktu. Perolehan hasil belajar dapat dideskripsikan bahwa 26 dari 28 siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal atau sebesar 92,86%. Rata-rata nilai yang diperoleh siswa 85,18. Dari indikator tersebut kemudian dijadikan penulis untuk menarik kesimpulan bahwa pemanfaatan video pembelajaran melalui pembelajaran jarak jauh dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
KIAT MENANGGULANGI BAHAYA ROKOK TERHADAP PELAJAR Mujiyo .
Jurnal Ilmiah WUNY Majalah WUNY XVI Nomor 1, Januari 2014
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v16i5.4212

Abstract

Masalah merokok di kalangan pelajar semakin merajalela sulit untuk ditangani oleh guru di sekolah, lebih-lebih anak yang sudah kecanduan merokok. Walaupun di sekolah ada aturan tidak boleh merokok , tetapi secara sembunyi-sembunyi dan berkelompok anak-anak masih ada yang merokok. Penulis menyadari bahwa anak yang perokok gampang terpengaruh minum minuman keras dan narkoba. Pertanyaan mendasar sesungguhnya adalah bagaimana menghadapi perilaku kebiasaan anak merokok di lingkungan pendidikan? Bagaimana cara menanggulangi anak perokok berat, khususnya di sekolah? Apakah perilaku kebiasaan merokok akan berdampak pada anak yang tidak biasa merokok? Jika satu batang rokok mengandung nikotin 2,3 mg, dalam satu tahun nikotin bersarang ke dalam tubuh 814,8 mg racun. Sebagai contoh jika seseorang telah merokok selama 10 tahun tentunya berbagai penyakit akan muncul akibat 4000 bahan kimia beracun dalam satu batang rokok. Satu tetes nikotin dapat membunuh seekor ayam. Mari kita mencoba menghitung kerugiann uang yang dibakar dengan sia-sia selama 10 tahun. Harga sebungkus rokok sekarang Rp 11.000,00, berapa uang yang hangus? Coba kita kalikan Rp 11.000,00 X 366 X 10 hasilnya Rp 40.260.000,00. Jumlah ini cukup untuk membiayai anak dari SD sampai SMA semester 2. Bila 10 juta orang dari sekian ratus juta penduduk dalam 10 tahun, uang yang terbakar percuma dan menimbulkan berbagi penyakit Rp 260 trirliun lebih. Saat ini, terdapat 1.100 juta penghisap rokok di dunia. Tahun 2025 diperkirakan akan bertambah hingga mencapai 1.640 juta orang. Setiap tahunnya, 4 juta orang meninggal dunia karena kasus yang berhubungan dengan tembakau. Tahun 2030, gambaran ini akan meningkat mencapai angka 10 juta. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1999, sekitar 250 juta anak-anak di dunia akan meninggal karena tembakau apabila mengkonsumsi tembakau tidak dihilangkan atau dihentikan Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan, karena rokok sendiri terdapat rubuan unsur zat kimia yang terkandung. Dengan merokok, sama saja menggunakan zat kimia, secara tidak langsung menghancurkan organ-organ tubuh. Secara garis besar, merokok dapat membahayakan kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian dokter berbagai penyakit dan jenis kerugian sebagai berikut: (1) timbulnya penyakit kanker (kanker darah, kanker otak, kanker kulit), (2) terjangkitnya penyakit jantung (kelainan jantung), (3) timbulnya bercak-bercak di paru-paru (paru-paru berlubang), (4) penyakit ginjal (karena tidak fungsinya ginjal).
PEMBELAJARAN BERBASIS STEM MATERI ELEKTROPLATING MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA Triastuti, Eny
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.654 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v3i2.38660

Abstract

Tujuan  penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis STEM pada materi pokok elektroplating terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berfikir kritis siswa. Penelitian pendahuluan menemukan bahwa pembelajaran yang digunakan di SMA Negeri 1 Yogyakarta belum berorientasi pada keterampilan abad ke-21 yaitu melatihkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kerjasama, dan komunikasi. Siswa dipersiapkan tidak hanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi harus bisa menyelesaikan tantangan dan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah penelitian pre-Experimen Design dengan metode One-Group Pretest Posttest Design menurut Sugiyono (2018:74). Desain penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design yaitu diberi perlakuan pretest sebelum diberi perlakuan agar hasil perlakuan dapat diketahui. Uji validitas isi (content validity) untuk instrumen penelitian berupa angket variabel diperoleh melalui pendapat ahli (expert judgment) yaitu pakar ahli dari Widya Iswara PPPPTK IPA sebagai pakar ahli model pembelajaran dan materi instrumen untuk menelaah instrumen penilaian berfikir kritis siswa. Implementasi pembelajaran berbasis STEM pada materi pokok elektroplating dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran STEM PJBL pada topik materi  electroplating  dapat meningkatan keterampilan berfikir kritis siswa melalui lima tahapan belajar yaitu refleksion, reseach, discovery, aplication, dan communication serta meningkatkan pemahaman konsep siswa  dengan nilai rata-rata pre-posttest  61,19 menjadi 90 dengan skor N gain sebesar 0,74 dengan kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif pembelajaran berbasis STEM materi elektroplating  terhadap keterampilan berfikir kritis dengan skor nilai 2,66 dari rentang 1-3  atau  88,50. 
UPAYA MENGEMBANGKAN MINAT MENULIS SISWA MELALUI GAWAI MENUJU NEW NORMAL Purnami, Purnami
Jurnal Ilmiah WUNY Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.761 KB) | DOI: 10.21831/jwuny.v3i2.42634

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gawai terhadap minat menulis siswa kelas VI, SDN Karangtengah IV menuju persiapan new normal. Dalam Penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah melalui pemanfaatan gawai dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan menulis terutama pada saat pembelajaran dari rumah, siswa kelas VI SDN Karangtengah IV masih rendah. Namun, dalam penggunaan  gawai dalam berkomunikasi sangat lancar. Hal tersebut yang mendorong untuk meneliti seberapa besar pengaruh gawai dalam menumbuhkan minat menulis siswa menuju persiapan new normal. Tahapan berupa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan gawai dalam menumbuhkan minat menulis siswa. Siswa mendapatkan tugas melalui pembelajaran luring dan daring. Tugas tersebut berupa pemanfaatan video dan gambar melalui gawai yang mereka miliki, kemudian dikembangkan menjadi tugas tertulis. Kendala yang terjadi di lapangan adalah ada beberapa siswa yang tidak memiliki gawai sendiri, sehingga pengerjaan tugas menjadi tidak tepat waktu. Disamping itu, terkadang sulit mendapatkan sinyal. Efektifitas pemanfaatan gawai pada kegiatan pembelajaran adalah adanya peningkatan minat menulis pada siswa. Minat menulis tumbuh karena adanya rasa senang dengan media gawai tersebut. Dari rasa senang itulah timbul minat yang lebih terhadap tugas yang diberikan. Hasil akhir menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan gawai dalam kegiatan pembelajaran, minat menulis di kelas VI pada SDN Karangtengah IV mengalami peningkatan.