cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
RUANG merupakan jurnal penelitian ilmiah yang memberikan kontribusi pengetahuan terkait perencanaan wilayah dan kota. Jurnal ini dipublikasikan oleh Perencanaan Wilayah dan Kota.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
HUBUNGAN KUALITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DENGAN TINGKAT KENYAMANAN PENGUNJUNG PADA PENGEMBANGAN AREA D DI BANJIR KANAL BARAT SEMARANG Yella Risa Lestari; Nurini .
Ruang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.422 KB)

Abstract

Abstrak: Pembangunan di kota-kota besar yang semakin lama semakin berkembang lebih mengutamakan pada pembangunan ruang terbangun yang tidak diimbangi dengan ruang terbuka. Dalam pembangunan, ruang terbuka sendiri memiliki proporsi sebesar 30% dari pembangunan dalam suatu kawasan. Semakin sedikitnya ruang terbuka dalam suatu kawasan, maka semakin berkurangnya tempat yang tersedia bagi masyarakat untuk dijadikan sebagai tempat interaksi. Berkurangnya ketersediaan tempat interaksi tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam penyediaan ruang terbuka hijau di Kota Semarang adalah normalisasi Sungai Banjir Kanal Barat. Dalam normalisasi Sungai Banjir Kanal Barat, juga terdapat pembangunan river amenity atau area kenyamanan yang terbagi menjadi 7 area. Salah satu area yang sudah banyak dikunjungi oleh masyarakat adalah area D yang difungsikan sebagai kelestarian lanskap sungai, tempat bersejarah, dan olahraga & rekreasi. Meskipun proyek belum selesai dan masyarakat sudah mulai banyak yang mengunjungi, maka perlu mengeidentifikasi mengenai kualitas ruang terbuka publik yang sesuai dengan tingkat kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas ruang terbuka publik dengan tingkat kenyamanan pengunjung pada pengembangan area D di Banjir Kanal Barat Semarang. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis yaitu analisis crosstab. Dari hasil analisis yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa secara keseluruhan kualitas ruang terbuka publik memiliki hubungan yang cukup erat dan saling berkaitan dengan tingkat kenyamanan pengunjung area D. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ruang terbuka publik yang berkualitas merupakan ruang terbuka publik yang mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya, dan juga semakin tinggi tingkat kenyamanan pengunjung, maka semakin berkualitas pula ruang terbuka publik tersebut. Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Kualitas Ruang Publik, Tingkat Kenyamanan Pengunjung Abstract: The development in a big city, prioritize on the development of the built-area that’s not accompanied by the developmentan open space. In the development, an open space itself has a proportion of 30 % of its development in an area. Less of an open space in an area, so the place for society to be used as a place of interaction will decrease. A reduction in the availability of interaction place can affect the social lives of the people. One of the efforts made in the provision of green open space in the city of semarang is normalization of Banjir Kanal Barat river. In the normalization of Banjir Kanal Barat river, there is also the development of river amenity that is divided into 7 area. One of area that many people visited is D area, functioned as the preservation of river landscapes, historic place, and sports & recreation. Although the projects of normalization have not completed, many people visit there, we need to identify about the quality of public open space in accordance with the level of comfort visitors. Therefore, need to do a research aimed at to know the relationship between the quality of public open with the level of comfort visitors in the development of D area in the Banjir Kanal Barat River Semarang. The research methods and analysis used in this research is a quantitative method and crosstab analysis. From the results of the analysis, can be known that the overall of quality of public open space having the closely and related relationship with  the level of comfort visitors in D area. Therefore can be concluded that public open space which has a quality is a public open space being able to provide comfort for visitors, and also due to increasing the level of comfort visitors, so, the pblic open space mure qualified. Keywords: Public Open Space, Quality Of Public Space, Visitor's Comfort Level
PERENCANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN BARU DAN STRATEGI PENGADAAN TANAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN BANYUMANIK Handayani Hutapea; Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.646 KB)

Abstract

Abstrak: Tingginya intensitas pembangunan, jumlah penduduk yang terus meningkat, harga rumah di pasar sangat mahal dan tanah merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui membuat MBR sulit menjangkau rumah yang layak huni dan murah. Penelitian bertujuan untuk membantu MBR terutama yang bekerja dan bertempat tinggal di Kecamatan Banyumanik dapat mengakses rumah yang layak huni. Penelitian ini menggunakan  pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan perpaduan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik MBR,dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan sumber data dengan cara penyebaran kuesioner dan observasi. Untuk pendekatan metode kualitatif digunakan untuk mengkaji kebutuhan ruang, fasilitas dan desain tapak, mengkaji peluang dari program lembaga yang sesuai. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini berupa penyusunan perencanaan pembangunan perumahan baru dan merumuskan strategi pengadaan tanah untuk pengadaan perumahan bagi MBR. Pembangunan perumahan murah dan layak huni memerlukan waktu yang cukup lama dikarenakan pengadaan tanah dilakukan MBR secara swadaya dan belum ada bantuan untuk pengadaan tanah.  Rekomendasi diusulkan kepada Pemerintah untuk membuat kebijakan terkait ketersediaan tanah, mengajak investor bekerja sama untuk membantu MBR dalam menyediakan tanah terkait pengadaan rumah secara swadaya. Kata Kunci : Pembangunan Perumahan Baru, Pengadaan Tanah , Masyarakat Berpenghasilan Rendah Abstract : The high intensity of development, the population increase, houses prices are very expensive and land is a resource that can not be updated make the low-income communities difficult to access the low-cost housing and livable. This research was aim to help the low-income communities that working and live in Kecamatan Banyumanik. This study used a survey method and analysis data using mixed method combination of qualitative methods and quantitative methods. Quantitative methods are used to identify the characteristics of low-income people and analyzed using descriptive analysis techniques and data sources by questionnaires and observation. Qualitative methods to assess the needs of space, facilities and design for a site, assesses the opportunities of the program agencies. Data collection is by in-depth interviews and document review. The results is a new housing development planning and formulating strategies of land acquisition to housing development for low-income communities. Construction of housing development takes a long time due to land acquisition is the low-income communities independently and there is no help for land acquisition. Recommendations proposed to the Government to make policies related to land availability, invites investors collaborate to assist in providing land acquisition for the low-income communities independently.Keywords: New Housing Development, Land Acquisition, Low-Income Communities
PENILAIAN MASYARAKAT TERHADAP KONDISI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KAWASAN ALUN-ALUN SIMPANG TUJUH KABUPATEN KUDUS Mariana J Cintiyadewi; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.846 KB)

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan dan perkembangan alun-alun Simpang Tujuh Kota Kudus dengan lokasinya yang strategis, aksesibilitasnya yang tinggi dan fungsinya sebagai CBD, menjadikan daya tarik yang kuat sehingga meningkatkan jumlah pelaku aktivitas di kawasan pusat kota Kudus. Hal ini berdampak pada tumbuhnya sektor informal (PKL) yang terdapat pada sudut alun-alun Kota Kudus. Keberadaan aktivitas PKL dapat mendukung fungsi ruang terbuka publik sebagai ruang yang mewadahi aktivitas sosial masyarakat di sisi lain menimbulkan berbagai permasalahan karena menempati lokasi yang tidak sesuai peruntukannyasehinggamengurangi kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Dari latar belakang dan indentifikasi perumusan masalah di atas maka dapat ditarik suatu pertanyaan studi “bagaimana opini masyarakat terhadap keberadaan PKL di Kawasan Simpang Tujuh?” Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui opini masyarakat terhadap keberadaan PKL di Kawasan Simpang Tujuh, Kabupaten Kudus.Analisis yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah evaluasi keberadaan PKL berdasarkan tata ruang, identifikasi opini masyarakat terhadap keberadaan PKL, dan analisis alasan hasil opini masyarakat terhadap keberadaan PKL. Berdasarkan temuan studi dan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa, keberadaan aktivitas PKL di kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus menjadi pendukung bagi aktivitas pengunjung di Alun-Alun. Namun disisi lain, keberadaan aktivitas PKL yang tidak tertata di sekitar Alun-Alun menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemacetan lalu lintas, menimbulkan kekumuhan, dan mengurangi kenyamanan pejalan kaki. Oleh sebab itu perlu adanya penataan aktivitas PKL agar lebih tertib dan menunjang fungsi kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh sebagai ruang terbuka publik di pusat Kota Kudus.  Kata kunci: pedagang kaki lima (PKL), alun-alun, ruang terbuka publik Abstraction: The existence of alun-alun Simpang Tujuh Kudus city is represent one of the one public space in Kudus district. Growth And plaza evolution  with its location is strategic, high accessibility and  its function as CBD, making high appeal so that improve the amount of activity performance in Kudus downtown area. This Matter affect growing of informal sector ( PKL) that  found  in Kudus Town plaza angle corner.The existence of Activity PKL can support the public space  function as room  that accommodate social activity  of society but on the other side, PKL activity also generate various problems because occupying inappropriate location.It will lessen the freshment and consumer security walk.From background and identification formula of its problem can be pulled by a study question " how  the public assessment against PKL existence  in alun-alun Simpang Tujuh?" On that account this research aim to to know thepublic assesstmen to PKL existence  Simpang Tujuh Kudus.The analysis that used to reach the the target is evaluation of existence PKL based  on urban spatial , identify the public assessment  to existence PKL, and analyse the reason of result public assessment  to existence PKL. Based on study finding and result of analysis, can conclude thah  existence of activity alun-alun  become the supporter to visitor activity but on the other side, existence of activity PKL which is not arranged around  alun-alun generate various problems like traffic jam, generating dirty, and lessen the pedestrian freshment. Therefore need an activity regulation to regulate the settlement of PKL activity so that more orderly and support the function of alun-alun area as a public space in holy downtown. Keyword : informal sector( PKL), alun-alun, public space
KAJIAN KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) YANG MEMPENGARUHI TERGANGGUNYA SIRKULASI LALULINTAS DI JALAN UTAMA PERUMAHAN BUMI TLOGOSARI SEMARANG Ummi Hanifah Marshush; Wakhidah Kurniawati
Ruang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.848 KB)

Abstract

Abstrak: Pertumbuhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di perkotaan merupakan fenomena sosial yang tidak dapat dihindari. Pertumbuhan PKL ini menyebar di seluruh fungsional kota, salah satunya pada kawasan perumahan. Di dalam Perumahan Bumi Tlogosari Semarang, PKL yang berjumlah 126 unit tersebar secara linier pada bahu jalan di sepanjang Jalan Tlogosari Raya 1 dan Jalan Tlogosari Raya 2. Aktivitas PKL yang menggunakan ruang bahu jalan tentu saja akan berimplikasi terhadap terganggunya sirkulasi lalulintas. Hal ini disebabkan karena pada kedua ruas jalan tersebut merupakan jalan utama perumahandengan volume lalulintas yang tinggi. Namun, tiap jenis PKL yang ada pada ruas jalan tersebut yaitu meliputi PKL unprocessed, PKL prepared food, PKL semiprocessed, PKL non food dan PKL service memiliki tingkat pengaruh yang berbeda terhadap terganggunya sirkulasi lalulintas tergantung pada karakteristik yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji tingkat pengaruh tiap jenis PKL terhadap terganggunya sirkulasi lalulintas berdasarkan pada karakteristik yang dimiliki di Jalan Utama Perumahan Bumi Tlogosari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan teknik analisis distribusi frekuensi, sirkulasi lalulintas dan pembobotan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu PKL semiprocessed sangat mempengaruhi sirkulasi lalulintas. Hal ini disebabkan karena membutuhkan ruang aktivitas yang besar untuk meletakkan peralatan memasak, meja, kursi dan peralatan makan lainnya. Sarana aktivitas tersebut diletakkan tepat memenuhi bahu jalan, sehingga ruang parkir yang tersedia untuk konsumen hanyalah pada jalur lalulintas. Hal ini tentu saja akan mengurangi lebar efektif jalur lalulintas. Selain itu, sarana aktivitas tersebut tergolong dalam tipe unit static dimana terdapat perkerasan sehingga tidak mudah dipindahkan dan dibongkar. Kondisi ini menyebabkan sarana aktivitas PKL semiprocessed setiap saat akan mengurangi ruang sirkulasi lalulintas. Kata Kunci: Karakteristik Pedagang Kaki Lima, Sirkulasi Lalulintas, Pengaruh Abstract: The growth of street vendors in urban areas is a social phenomenon that can not be avoided. The growth of these street vendors spread across the functional city, one of them in residential areas. In Bumi Tlogosari Semarang residance, street vendors totaling 126 units spread linearly on Tlogosari Raya 1 and Jalan Tlogosari Tlogosari Raya 2 street. Activities of street vendors who use the road shoulder space will certainly have implications for the disruption of traffic circulation. This is because on both sides of the road is the residential main road with high traffic volume. However, each type of street vendors on the road section which includes unprocessed vendors, prepared food vendors, semiprocessed vendors, non-food vendors and service vendors have different levels of influence on the disruption of traffic circulation that depends on the characteristics. The purpose of this study is to assess the effect of each type of street vendors that disruption to traffic circulation based on their characteristics in the Bumi Tlogosari Residance main street. The study was conducted using quantitative methods that are supported by frequency distribution statistic analysis, traffic circulation and scoring. The results from this research that semiprocessed vendors the most affecting traffic circulation. This is because the activity requires a large space to put cooking utensils, tables, chairs and other tableware. Means the activity is put right shoulder meets the road, so the parking spaces are available only on the traffic lane. This of course will reduce the effective width of the traffic lane. In addition, the activity means belonging to the static type of unit where there is pavement that is not easily removed. This condition causes semiprocessed vendors activity means any time will reduce traffic circulation space. Keyword: Characteristics of Street Vendors, Traffic Circulation, Influence
DAMPAK PERKEMBANGAN PARIWISATA TERHADAP LINGKUNGAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA Ferncius Limbong; Sugiono Soetomo
Ruang Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.813 KB)

Abstract

Abstrak: Karimunjawa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan pariwisata, khususnya wisata bahari yang sekarang terus berkembang pesat. Adanya perkembangan pariwisata sejalan dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan wisata di wilayah pesisir, bagi berbagai peruntukan (pemukiman, perikanan, pelabuhan, obyek wisata dan sebagainya), maka tekanan ekologis terhadap ekosistem dan sumberdaya laut itu semakin meningkat. Meningkatnya tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem dan sumberdaya pesisir, laut dan pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, dapat memunculkan sebuah pertanyaan penelitian yakni “Bagaimana dampak positif dan negatif perkembangan pariwisata terhadap lingkungan Taman Nasional Karimunjawa?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak positif dan negatif dari perkembangan pariwisata terhadap lingkungan di darat dan perairan laut Taman Nasional Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah metode campuran kuantatif dan kualitatif (Mixed-Method) dengan Model Concurrent. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan pola fikir positifistik dan deduktif. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan random sampling dengan cara menyebarkan kuisioner dengan responden wisatawan, sedangkan dalam pengumpulan data kualitatif menggunakan purposive sampling pada individu yang dipilih. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif spasial mengenai Taman Nasional dan Pariwisata Karimunjawa. Hasil akhir penelitian ini adalah dampak positif dan negatif perkembangan pariwisata terhadap lingkungan Taman Nasional Karimunjawa. Kata Kunci: Taman Nasional Karimunjawa, Dampak Perkembangan Pariwisata. Lingkungan Taman Nasional Karimunjawa. Abstract: Karimunjawa be used as a center of tourism, especially maritime tourism is now growing rapidly. The development of tourism in line with the increasing population and the rapid growth of tourism development activities in coastal areas, for a variety of allocation (residential, fishing, ports, tourism and others). Then pressure of ecological on the ecosystems and marine resources is increasing. Increased pressure is certainly going to be able threaten the existence and survival of ecosystems and coastal resources, marine and small islands are nearby. Based on the problems, can be raises a research question of "How can positive and negative impacts of tourism development for the environment Karimunjawa National Park?". The purpose of this study is to look at positive and negative impacts from tourism development for the environment on land and sea waters of Karimunjawa National Park. The methods used is a mixed quantitative and qualitative methods (Mixed-Method) with the Concurrent Model. The research approach positivistic approach and deductive thought pattern.Quantitative data collection using random sampling by distributing questionnaires with tourist respondents, while the qualitative data collection using purposive sampling to individuals who are chosen. The analysis in this study used a descriptive spatial analysis of the National Parks and Tourism Karimunjawa. The final results of this study is a positive and negative impacts of tourism development for the environment Karimunjawa National Park. Keyword: Karimunjawa National Park, Impacts of Tourism Development. The Environment Karimunjawa National Park.
PENGARUH KEBERADAAN ALUN-ALUN MINI SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK TERHADAP PERUBAHAN AKTIVITAS DI KORIDOR JALAN AHMAD YANI UNGARAN Frientha Henda Pradipta; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.082 KB)

Abstract

Abstrak: Alun-Alun Mini Ungaran yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Ungaran. Pada awalnya dibangun sebagai ruang terbuka hijau publik yang diperuntukkan dengan kegiatan utama olahraga dan ruang terbuka. Dengan fungsinya yang mampu mewadahi interaksi masyarakat, aktivitas di Alun-Alun Mini mulai meningkat sehingga tumbuh adanya perdagangan. Perdagangan yang ada di Alun-Alun Mini pun menyeruak hingga Koridor Jalan Ahmad Yani Ungaran. Sehingga yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah “Apakah Alun-Alun Mini yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau publik mampu mempengaruhi aktivitas di Koridor Jalan Ahmad Yani Ungaran yang berubah fungsi menjadi kawasan komersial?” Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan superimpose. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Alun-Alun Mini memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan aktivitas di Koridor Jalan Ahmad Yani Ungaran. Pengaruh tersebut dilihat dari faktor lokasi dan jenis kegiatan usaha perdagangan. Pengaruh langsung didapatkan dari perdagangan kuliner, pengaruh tidak langsung didapatkan dari perdagangan kebutuhan sekunder, tersier, dan jasa. Alun-Alun Mini sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik mampu menjadi embrio perkembangan kota dan dapat mempercepat pertumbuhan perdagangan di Koridor Jalan Ahmad Yani Ungaran. Kata kunci: Alun-Alun Mini, Ruang Terbuka Hijau Publik, Perubahan Aktivitas  Abstract: Alun-Alun Mini Ungaran located in Ahmad Yani, Ungaran Street, originally built as public green open space allocated with the main activities of sports and open spaces. With the function that are able to embody the community interaction, activity in Alun-Alun Mini began to increase and now growing in to a commercial area. The commercial area in Alun-Alun Mini also extends to Ahmad Yani, Ungaran Street Corridor. So, the research question is, “Does the Alun-Alun Mini as public green open space is able to affect activity at Ahmad Yani, Ungaran Street Corridor has changed into a commercial area?” The methods used in this research is quantitative methods with quantitative descriptive analysis method and superimpose. From the results of the analysis that has been done, then it can be inferred that Alun-Alun Mini gives a direct and indirect influence of the change of activity in Ahmad Yani, Ungaran Street Corridor. Its influence can be seen from the location factor and the type of business activities of trade factors. The direct influence resulted from culinary trade, indirect influence resulted from secondary needs trade, tertiary, and services. Alun-Alun Mini as a public green open space able to be embryo development and can accelerate the growth of commercial area in Ahmad Yani, Ungaran Street Corridor. Keywords: Alun-Alun Mini, Public Green Open Space, Change of Activity
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP AKTIVITAS RUANG TERBUKA PUBLIK DI LAPANGAN PANCASILA SIMPANG LIMA, SEMARANG Muhammad Ridha Azzaki; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.955 KB)

Abstract

Abstrak: Kawasan Simpang lima mempunyai fungsi kawasan sebagai central business district dengan kepadatan aktivitas tinggi oleh masyarakat yang berkunjung. Karena tingginya aktivitas yang terjadi di kawasan ini Pemerintah Kota Semarang mengeluarkan kebijakan dalam merevitalisasi ruang terbuka publik di kawasan Simpng lima pada akhir tahun 2010-2011 berguna untuk menyeimbangkan aktivitas tinggi dan mengoptimalkan fungsi ruang terbuka publik yang diperuntukan untuk masyarakat secara umum. Fenomena tersebut mengarahkan pertanyaan penelitian yaitu Bagaimana persepsi masyarakat terhadap aktivitas ruang terbuka publik di lapangan Pancasila Simpang lima, Semarang?. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persepsi masyarakat terhadap aktivitas ruang terbuka publik di lapangan Pancasila Simpang lima Semarang. Dengan tujuan tersebut maka sasaran yang dilakukan adalah identifikasi karakteristik dan fungsi ruang terbuka publik, identifikasi kondisi fisik fasilitas umum, identifikasi karakteristik pengguna, dan identifikasi karakteristik aktivitas. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pada aspek karakteristik dan fungsi ruang terbuka publik yaitu fungsi sebagai wadah interaksi sosial, tipologi sebagai lapangan pusat kota (Central Square), aksesbilitas kawasan adalah cukup baik mudah dijangkau, kenyamanan adalah baik untuk beraktivitas, keamanan adalah cukup baik dari tindakan kejahatan, kebersihan adalah cukup baik kebersihan lingkungan, dan jangkauan pelayanan adalah pelayanan skala kota. Pada aspek kondisi fisik fasilitas umum yang tidak berfungsi dengan optimal adalah toilet umum, penerangan jalan dan tempat parkir, selain itu diantaranya berfungsi dengan baik. Pada aspek karakteristik pengguna yaitu alasan pemilihan lokasi untuk menghabiskan waktu luang, waktu berkunjung lebih banyak terjadi di malam hari, intensitas berkunjung dilakukan 1 minggu sekali, rekan berkunjung bersama dengan teman, dan moda transportasi menggunakan kendaraan pribadi. Pada aspek karakteristik aktivitas yaitu aktivitas sosial, rekreatif dan olah raga yang diantaranya lebih dominan aktivitas rekeatif yang dilakukan oleh pengunjung.Kunci  : Ruang Terbuka Publik, Fasilitas Umum, Persepsi Masyarakat Abstract: The region of Simpang lima has the function of the area as central business district with a high density of activity by people who visited. because of the high activity in this region of Semarang city government  developing policies for the revitalization of open space in the area of Simpang lima at the end of the year 2010-2011 useful to balance high activity and optimize the function of open space that is intended for the general public. This phenomenon leads to a research question, How do community perception of public open space activity in Pancasila field, Semarang?. The purpose of this research is to identify of characteristics and functions of open space, identify of physical condition of public facilities, identify of user characteristics, and identify of characteristics of the activity. The Results of the analysis that is on aspects of characteristics and functions of open space that functions as a place of social interaction, typology as a central square, accessibility is quite easy to reach, comfort is good to do activity, safety is pretty good from crime, environmental hygiene is maintained, and city-wide outreach. On aspects of physical condition of public facilities are not functioning optimally are toilets, street lighting and parking area, but it serves them well. on aspects of user characteristics are reasons for selecting the location for spending free time, time visited more dominant in the evenings, intensity to visited once in a week, more hanging out with friends, and transportation by private vehicle.on aspects of characteristics of the activity are social activity, recreation and sport are among more dominant rekeatif activities undertaken by visitors.Keywords: Open Space, Public Facilities, Community Perception
PENENTUAN TIPOLOGI KDB DAN KDH PADA PERUMAHAN DENGAN TOPOGRAFI PERBUKITAN (Studi Kasus: Kelurahan Gedawang Kota Semarang) Wahyu Kristian; Mussadun .
Ruang Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.582 KB)

Abstract

Abstrak: Wilayah studi memilih Kelurahan Gedawang yang berfokus pada perumahan terencana di RW IV/ RT 02, 03 ,04 (Perumahan Gedawang Permai 1-3) dan perumahan tidak terencana di RW II/ RT 01, 02, 03, 04, 06, obyek penelitian adalah masyarakat yang bertempat tinggal pada hunian dengan status pemilik/kontrak dengan waktu tinggal >5 tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui tipologi Koefisien Dasar Bangunan(KDB) dan Koefisien Dasar Hijau(KDH) pada perumahan dengan topografi perbukitan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis secara kuantitatif digabungkan dengan deskriptif kualitatif. Analisis utama adalah analisis tipologi KDB-KDH dengan topografi perbukitan, analisis tersebut menghasilkan tipologi KDB-KDH yang menunjukkan bahwa perumahan terencana memiliki 1 jenis tipologi dan perumahan tidak terencana memiliki 2 jenis tipologi. Tipologi yang berkembang pada perumahan terencana dipengaruhi oleh faktor fisik berupa topografi berbukit, faktor sosial budaya masyarakat pendatang yang cenderung menghabiskan lahannya untuk bangunan. Sedangkan, tipologi yang berkembang pada perumahan tidak terencana dipengaruhi faktor fisik berupa topografi berbukit-bergunung, faktor sosial budaya penduduk asli yang memiliki lahan yang luas untuk pekarangan/kebun, dan faktor ekonomi masyarakat. Tipologi KDB-KDH perumahan terencana memberikan kemudahan dalam pengembangan infrastruktur perkotaan karena hasil perencanaan, sedangkan tipologi pada perumahan tidak terencana kurang memberikan kemudahan dalam pengembangan infrastruktur karena berkembang spontan sehingga kurang memberikan kenyamanan pada penghuni.   Kata Kunci: Perumahan, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Dasar Hijau (KDH) Abstract: Location study is at Gedawang Villages which focused on planned housing in RW IV/RT 02, 03, 04 (Perumahan Gedawang Permai 1-3) and unplanned housing in RW II/ RT 01, 02, 03, 04, 06 with the research object is the society/ people that has been living/ renting for >5 years. This research aims to determine the Building Coverage (BC) and Green Neighborhood (GN) on settlement area on hills. This research method uses quantitative approach with quantitative analysis that is combined with qualitative descriptive. Quantitative analysis carried out in stages in accordance to the goals. Main analysis in this research is the typology analysis of Building Coverage and Green Neighborhood on hills. The results of the analysis were the Building Coverage and Green Neighborhood typology shows that planned housing has one type of typology and unplanned housing has 2 types of typologies. The typology that developed in planned housing is affected by physical factor such as hills/ mountains topographic, socio-culture factors of modern society that tends to spends its land for coverage building. Typology that developed in unplanned housing is affected by physical factor such as hills/ mountains topographic, socio-culture factors of native people that has a wide land for garden, and economical factors. BC and GN typology on planned housing provides convenience in urban infrastructure development, because the BC and GN typology is the planning result, while the unplanned housing typology provides less convenience in infrastructure development because of the spontaneous development  provides less convenience to the settler. Keywords: Housing, Building Coverage, Green Neigbourhood
KAJIAN PENGEMBANGAN PENINGGALAN SEJARAH SEBAGAI OBJEK WISATA DI KECAMATAN LASEM Bagas Satria Anggriawan; Sugiono Soetomo
Ruang Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang yang terletak diantara dua kota besar yaitu Semarang dengan Surabaya. Lasem memiliki potensi pariwisata terutama peninggalan sejarahnya, mulai dari peninggalan budaya tiongkok sampai peninggalan tokoh – tokoh agama yang ada di Lasem. Banyak peninggalan budaya tiongkok di Lasem yang dipengaruhi oleh  masyarakat tionghoa sehingga pada jaman dulu Lasem dikenal sebagai Tiongkok Kecil. Bentuk bangunan khas tiongkok yang jumlahnya ratusan dapat dijumpai di daerah pecinan, serta klenteng – klenteng yang masih terawat sampai sekarang. Terdapat juga pasujudan tokoh agama yang sering dikunjungi peziarah yang lewat di Lasem. Selain itu, atraksi budaya sering diadakan di Lasem pada hari besar keagamaan masyarakat pecinan maupun festival yang diadakan setiap tahunnya yang menampilkan berbagai kebudayaan yang ada di Lasem. Letaknya yang strategis berada di sepanjang jalur utama pantura merupakan kelebihan dalam mengembangkan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sebagai objek wisata di Kecamatan Lasem. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, serta dokumen. Teknik sampling dilakukan dengan snowball sampling. Kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis kondisi peninggalan sejarah baik fisik maupun non fisik, menganalisis pelaku yang terkait dalam pariwisata di Lasem, serta menganalisis pasar wisata Lasem. Output yang dicapai yaitu kajian dalam mengembangkan peninggalan sejarah sebagai objek wisata di Kecamatan Lasem, agar perekonomian masyarakat meningkat dengan kegiatan pariwisata yang akan dikembangkan tersebut. Kata Kunci : Peninggalan Sejarah, Pariwisata, Pelaku Pariwisata Abstract Lasem is a sub-district of Rembang located between two major cities: Semarang with Surabaya.Lasem having tourism potential especially relics of history, starting from a relic chinese culture to a relic figure. Many a relic chinese culture in lasem influenced by chinese society so that in earlier times lasem known as china small town. A building form peculiar to the chinese numbering hundreds of pecinan, could be found in the region of and pagoda still manicured until now.There are also pasujudan religious leaders frequented pilgrims to pass on lasem.In addition, attraction culture often held in lasem on the great society pecinan and religious festival held annually featuring a variety of culture, which is in lasem.Its strategic location are located along the main line pantura is an edge in developing tourism. The aim of this research is to find a relic of history can be made as an object of tourism in sub-district lasem.A method of research used that is a method of qualitative with the technique of collecting data in observation, interview as well as a document.The technique of sampling done with snowball of sampling.Then analyzed using analysis descriptive qualitative to analyze the condition of a relic the history of either physical or non-physical, analyzing the doer that related in tourism in lasem, and analyzing market wisata lasem.Output to be achieved: study in developing a relic of its history as tourism objects in sub-district lasem, so that the economy is increased by tourism are community will be developed.Keywords : Heritage, Actors Tourism, Tourism Development
DAMPAK PROSES PEMBANGUNAN WADUK JATIBARANG TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI KECAMATAN MIJEN DAN KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Erfandy Yoga Prarasta; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ruang
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.945 KB)

Abstract

Abstrak: Pembangunan sebuah proyek pasti memberikan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitarnya. Dampak tersebut dapat berupa hal yang positif bahkan juga negatif. Di Kota Semarang terdapat proyek pembangunan Waduk Jatibarang. Waduk ini dibangun dengan tujuan untuk mengendalikan banjir dan mengembangkan sumberdaya air di Kota Semarang. Pembangunan Waduk ini menimbulkan beberapa masalah seperti  perubahan fungsi lahan pertanian, yang mengakibatkan peralihan profesi warga yang semula petani menjadi profesi lainnya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan  dari proses pembangunan Waduk Jatibarang terhadap kondisi lingkungan hingga, sehingga dapat teridentifikasi  seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari pembangunan ini dan dapat dijadikan sebagai informasi yang bermanfaat bagi semua pihak atau kalangan. Dari tujuan tersebut maka timbul pertanyaan bagaimanakah dampak dari proses pembangunan konstruksi Waduk Jatibarang dilihat dari aspek fisik dan sosial sekitar.Pembangunan Waduk Jatibarang selain diharapkan dapat mengatasi permasalahan terkait limpasan volume air hujan dan mempunyai manfaat bagi warga sekitar. Penggunaan lahan untuk pembangunan Waduk Jatibarang tidak mengakibatkan pemindahan rumah-rumah warga hanya lahan kosong seperti sawah, ladang, dan tegalan. Pada empat kelurahantersebut(Kedungpane, Jatibarang, Jatirejo, dan Kandri ) terjadi penurunan luas lahan sawah, ladang, dan tegalan yang digunakan pembangunan Waduk Jatibarang. Dampak fisik yang dirasakan warga dari pembangunan waduk yaitu kerusakan jalan akibat dari aktifitas mobilitas kendaraan pembawa material namun telah diselesaikan oleh pihak penyelenggara pembangunan. Manfaat yang dapat dirasakan oleh warga sekitar dari pembangunan waduk yaitu tersedianya lapangan pekerjaan bagi warga yang tingkat pendidikannya menengah kebawah sebagai pekerja bangunan.Selain itu uang ganti rugi dapat digunakan membuat usaha atau kegiatan yang mendatangkan keuntungan demi pemenuhan kebutuhan, yang terpenting untuk biaya pendidikan. Kata kunci : dampak, lingkungan, fisik, sosial, pembangunan                Abstract: The development of a project must give impact to the environment and the surrounding community. These impacts can be both positive and even negative. In the Semarang City there are development project Waduk Jatibarang.This reservoir was development for the purpose of flood control and water resources in Semarang City.The development of this reservoirraise some problems as change of function of agricultural land, resulting transition profession citizen originally farmers into other professions.The purpose of this reaserch is to identify the impact of the development process Waduk Jatibarang to environmental conditions, so it can be identified how much the impact of this development and can be used as useful information for all parties or circles. The purpose of the question then arises how the impact of the development process Waduk Jatibarang viewed from the physical and social aspects around.In the four villages (Kedungpane, Jatibarang, Jatirejo, and Kandri) wide decline in wetland, fields, and moor are used Waduk Jatibarangdevelopment.Residents perceived physical impact of the development of reservoir that damage as a result of road vehicle activity carrier mobility of the material, however has been resolved by the organizers of development.The adventage that can be felt by residents around the reservoir development is the availability of jobs for residents of middle level education as a construction workers.Additionally compensation can be used to make an effort or activity that generates revenue for the fulfillment of needs, which is important for education expenses.Keywords:impact, environmental, physical, social, development