cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
Gambaran dinamika self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan Wijaya, Agnes Christy; Shanti, Theresia Indira
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.002 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p04

Abstract

Perselingkuhan dalam pernikahan adalah kondisi di mana ketika salah satu pasangan melanggar komitmen dalam hubungan pernikahan, meliputi satu atau lebih elemen yaitu kerahasiaan, aktivitas seksual, dan keterlibatan emosional, berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Perselingkuhan merupakan alasan utama perceraian di Jabodetabek. Namun, tidak semua perselingkuhan berakhir dengan perceraian. Self-forgiveness dijelaskan sebagai proses yang membuat pelaku perselingkuhan mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas dampak pada korban padahal pelaku juga mengalaminya, seperti dikucilkan, malu dan bersalah. Untuk dapat menghadapi dampak tersebut, self-forgiveness merupakan kunci bagi pelaku yang ingin mempertahankan rumah tangganya dengan cara mengakhiri perselingkuhan. Hal tersebut menjadi tanda bahwa dia mempertimbangkan makna hidup (meaning in life) yang dimiliki terutama tujuan menikah sehingga mampu memaknai perselingkuhan sebagai masa lalu yang dijadikan pelajaran untuk memperbaiki pernikahan. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran dinamika self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian dilakukan pada pelaku perselingkuhan yang tetap pada ikatan pernikahan, kedua pihak saling mengetahui perselingkuhan, sudah mengakhiri perselingkuhannya dan memiliki orientasi seksual heteroseksual. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods. Sebanyak 27 partisipan diperoleh menggunakan teknik sampling non-probabilty. Uji korelasi dilakukan dalam penelitian ini dan hasilnya terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan. Sebanyak empat partisipan diperoleh melalui teknik purposeful sampling. Hasil analisis data kualitatif mampu menjelaskan gambaran self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan.
Pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator Amanda, Anak Agung Ayu Nisha; Handoyo, Seger
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.102 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator. Definisi leader-member exchange dalam penelitian ini menggunakan teori Graen & Uhl-Bien (1995), perilaku kerja kontraproduktif menggunakan teori Fox & Spector (2005), dan budaya organisasi menggunakan teori Schein (1992). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 192 karyawan yang bekerja di Rumah Sakit X. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Leader-Member Exchange 7 (LMX7) untuk mengukur leader-member exchange, skala Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) untuk mengukur perilaku kerja kontraproduktif dan Denison Organizational Culture Survey (DOCS) untuk mengukur budaya organisasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) leader-member exchange berpengaruh langsung dan signifikan terhadap budaya organisasi, (2) budaya Organisasi berpengaruh langsung dan signifikan terhadap perilaku kerja kontraproduktif, (3) leader-member exchange tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja kontraproduktif, dan (4) leader-member exchange memiliki pengaruh terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai mediator penuh. Kata kunci: Leader-member exchange, Perilaku kerja kontraproduktif, Budaya organisasi
Peran intensitas komunikasi dan regulasi emosi terhadap konflik interpersonal pada dewasa awal yang menjalani hubungan berpacaran jarak jauh Aryaningsih, Putu Indira Ayu; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.285 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p03

Abstract

Courtship is a relationship that involves a greater and deeper intimacy and romantic feelings between two individuals who know each other. During the process, courtship cannot always be done closely due to education and careers in different areas that causes long distance relationship. The distance becomes an obstacle which triggers several conflicts. The situation of conflict always involves the communication process and emotional aspects. The influent communication tends to cause misunderstanding that lead to conflict. Uncontrolled emotion causes a dangerous conflict. This study applied quantitative method that discussed the role of communication intensity and emotion regulation toward interpersonal conflict at early adulthood undergoing long distance relationships. The subjects of study involved 307 adults who had long distance relationships. In this study, the scale of interpersonal conflict, communication intensity, and emotional regulation were applied as measuring instruments. Multiple regression technique was use to do data analysis. The results of multiple regression tests showed that a regression coefficient was 0,596; a coefficient value of determination was 0,355; and a significance value was 0,000 (p<0,05) with a standardized beta coefficient on the variable of communication intensity about -0,373 and emotion regulation about -0,348. These results indicate that communication intensity and emotion regulation take a role to decrease interpersonal conflict at early adulthood who have long distance relationships.
Peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Universitas Udayana Arrixavier, Adixie Axell; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.402 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p09

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Program beasiswa bidikmisi membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi namun terkendala oleh faktor ekonomi. Beasiswa bidikmisi mengharuskan mahasiswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu motivasi belajar dan faktor eksternal yaitu fasilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian adalah 112 orang mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Pengumpulan data menggunakan skala fasilitas belajar, skala motivasi belajar, dan nilai IPK sampai semester terakhir. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,240 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,058, dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa fasilitas belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama berperan terhadap prestasi belajar yaitu sebesar 5,8%, dan 94,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteiti. Nilai koefisien beta tidak terstandarisasi pada variabel fasilitas belajar sebesar -0,160 dengan signifikansi 0,368 (p>0,05) dan motivasi belajar sebesar 0,342 dengan signifikansi 0,011 (p<0,05). Motivasi belajar berperan signifikan terhadap prestasi belajar namun fasilitas belajar saja tidak berperan signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan demikian untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan beasiswa bidikmisi diperlukan dukungan fasilitas belajar dan motivasi belajar, bukan hanya fasilitas belajar saja. Bidikmisi scholarship is one of the government programs for students who have a problem with their economic. The Bidikmisi scholarship requires the students to get good learning achievements. Learning achievement is the main indicator of a successful educational, especially for teens. Learning achievements are influenced by internal factor namely learning motivation and external factor which is learning facilities. This study aims at finding out the role of learning facilities and learning motivation toward learning achievement in Bidikmisi Students at Udayana University. The subjects in the study were 112 Bidikmisi students at Udayana University. The data was collected through a scale of learning facilities, a scale of learning motivation, and GPA scores until the last semester. The technique used to analyzed data was a multiple regression test. The results showed a regression coefficient of 0.240 and a coefficient of determination of 0.058, with a significance value of 0.040 (p <0.05). These results indicate that learning facilities and learning motivation contribute to learning achievement in the amount of 5,8%, and 94,2% are influenced by other variables that are not examined. The coefficient value of beta unstandardized in the learning facilities variable of -0.160 with a significance of 0.368 (p> 0.05) and learning motivation of 0.342 with a significance of 0.011 (p <0.05). Learning motivation influence to the learning achievement, however learning facilities play a not significant role in learning achievement. Thus to improve student learning achievement with Bidikmisi scholarships it is necessary to support learning facilities and learning motivation, not just learning facilities.
Dinamika psikologis individu yang mengalami trikotilomania Dewi, Putu Yunita Trisna; Kurniawan, Afif
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.851 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p05

Abstract

Trikotilomania merupakan gangguan perilaku menarik rambut secara berulang yang bersifat kronis dan mengakibatkan terjadinya kerontokan rambut. Pada individu dewasa, Trikotilomania lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut hasil asesmen, diagnosis, serta dinamika psikologis yang mendasari munculnya gangguan perilaku menarik rambut pada subjek NR selama kurang lebih 10 tahun. Subjek dalam penilitian ini berjumlah satu orang dan berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Teknik pengambilan data atau kegiatan asesmen dalam penelitian ini terdiri dari wawancara semi terstruktur, observasi, tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), Sack’s Sentence Completion Test (SSCT), tes inteligensi menggunakan Weschler Adult Intelegence Scale (WAIS), serta Thematic Apperception Test (TAT). Berdasarkan pada rangkaian hasil asesmen psikologi yang telah dilakukan, subjek NR terdiagnosa mengalami Trikotilomania. Perilaku menarik rambut merupakan refleksi dari kecemasan NR terhadap berbagai hal yang sulit ia ekspresikan. Kecemasan tersebut berawal dari kondisi self esteem NR yang cenderung rendah, sehingga perilaku menarik rambut menjadi sebuah kebiasaan yang dapat muncul tidak hanya pada situasi yang menekan dan sulit untuk dihentikan. Akibat perilaku menarik rambut tersebut, subjek NR mengalami kerontokan rambut dan iritasi pada area kulit rambut.
Gambaran pencarian identitas agama remaja dengan orang tua beda agama di Bali Priskila, Donna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.643 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p10

Abstract

Perkawinan antar individu yang berbeda agama masih dan akan terus terjadi sebagai akibat interaksi sosial antar warga negara Indonesia. Tujuan sebuah perkawinan salah satunya adalah untuk melanjutkan keturunan. Anak yang lahir dari pasangan yang berbeda agama akan menghadapi berbagai permasalahan salah satunya adalah penentuan identitas agama. Penelitian ini menggambarkan proses pencarian identitas agama pada remaja dengan orangtua beda agama untuk membantu memahami proses tersebut terlebih dalam lingkup masyarakat Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi pada lima responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa keadaan yang dialami oleh remaja dengan orangtua beda agama yang tidak dihadapi oleh remaja dengan orangtua yang memiliki agama yang sama. Keadaan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu keadaan positif yaitu perasaan bangga akan perbedaan agama dalam keluarga remaja, yang kemudian membuat remaja merasa keluarganya merupakan keluarga yang istimewa, dan keadaan negatif yaitu remaja mengalami konflik terkait dengan prioritas menjalankan kegiatan agama yang membuat keluarga remaja menjadi tidak harmonis. Hasil berikutnya adalah faktor yang memengaruhi pemilihan agama yang dilakukan oleh remaja dibagi menjadi dua yaitu faktor internal yaitu keyakinan terhadap agama dan faktor eksternal yaitu ada tidaknya pembimbing dan role model. Remaja dalam penelitian ini juga sudah melakukan eksplorasi dan komitmen namun belum maksimal.
Kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT X di Kabupaten Kampar, Riau Farradinna, Syarifah; Widya, Widya; Herawati, Yulia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.046 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p02

Abstract

Karyawan merupakan hal terpenting dalam organisasi. Menentukan keberhasilan organisasi manajemen harus memperhatikan karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang baik dapat dilihat dari kohesivitas kelompok dan efikasi diri yang baik pada karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Sei Garo. Penelitian ini melibatkan 136 karyawan, berdasarkan teknik pengambilan sampel cluster random sampling yang diperoleh sebanyak 102. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran kohesivitas kelompok, efikasi diri dan kepuasan kerja. Metode analisis statistik yang digunakan adalah Regresi. Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,120 (0,230, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis pertama ditolak. Sebaliknya terdapat pengaruh efikasi diri terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,289 (0,003, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis kedua diterima. Begitu juga kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja dengan diketahui F = 6,081; p?0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga diterima dan ditemukan bahwa kohesivitas kelompok dan efikasi diri menunjukkan kontribusi 10,9 persen terhadap kepuasan kerja. Oleh sebab itu, organisasi perlu lebih aktif memperhatikan kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama untuk meningkatkan kepuasan kerja pada karyawan.
Pengaruh family supportive supervisor behavior terhadap subjective well-being dengan work family enrichment sebagai mediator Yuliana, Ida Ayu Intan; Handoyo, Seger
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.68 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara family supportive supervisor behavior terhadap subjective well-being dengan work family enrichment sebagai mediator. Definisi family supportive supervisor behavior dalam penelitian ini menggunakan teori dari Hammer, Kossek, Zimmerman & Daniels (2007), work family enrichment menggunakan Carlson, Wayne, Kacmar, dan Grzywacz (2006) dan teori subjective well-being menggunakan Hills dan Argyle (2002). Penelitian ini dilakukan pada 196 perawat yang bekerja di Rumah Sakit X. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkaan skala family supportive supervisor behavior milik Hammer, Kossek, Zimmerman & Daniels (2007), work family enrichment milik Carlson, Wayne, Kacmar, dan Grzywacz (2006) dan skala subjective well-being milik Hills dan Argyle (2002). Pada penelitian ini analisis data menggunakan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Family supportive supervisor behavior memiliki hubungan yang signifikan terhadap work family enrichment, (2) Work family enrichment memiliki hubungan yang signifikan terhadap subjective well-being, (3) Family supportive supervisor behavior memiliki hubungan yang signifikan terhadap subjective well-being, (4) Family supportive supervisor behavior secara tidak langsung mempengaruhi subjective well-being melalui work family enrichment Kata Kunci: Family Supportive Supervisor Behavior, Work Family Enrichment, Subjective Well-Being
Dinamika psikologis remaja dengan oppositional defiant disorder yang tinggal panti asuhan Sanjiwani, Anak Agung Sri; Ambarini, Tri Kurniati; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.914 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p01

Abstract

Oppositional defiant disorder (ODD) atau gangguan perilaku menentang merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada remaja. Remaja yang tinggal di panti asuhan dapat menjadi rentan terhadap permasalahan perilaku yang terkait dengan penyesuaian lingkungan, aturan dan teman-teman baru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut mengenai permasalahan perilaku, diagnosis serta dinamika psikologis dari perilaku menentang yang ditampilkan oleh KPS. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yang merupakan remaja putri berusia 14 tahun. Teknik pengambilan data yang dilakukan terdiri dari wawancara semi terstruktur, observasi serta rangkaian tes psikologi mencakup tes grafis (DAP, BAUM & HTP), Children Behavior Checklist (CBCL), Forer’s Sentence Completion Test (FSCT) dan Weschler Intelligence Scale for Children (WISC). Hasil menunjukkan bahwa KPS memenuhi kriteria gangguan perilaku menentang (ODD) berdasarkan DSM-IV TR. Faktor-faktor terkait perilaku kasar dari ibu kandung dan perpindahan pengasuhan pada beberapa pihak mendasari kesulitan KPS untuk mengembangkan rasa aman dalam hubungannya sehingga ditunjukkan dalam perilaku tidak adaptif. Hal ini kemudian mempengaruhi terbentuknya insecure attachment pada KPS yang kemudian membuat KPS menentang figur otoritasnya, sering marah dan menyalahkan orang lain.
Pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres pada narapidana di Lapas Kelas I Makassar Rizky, Alifia Ainun; Widyastuti, Widyastuti; Ridfah, Ahmad
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.505 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p07

Abstract

Narapidana di Lapas Kelas I Makassar memiliki permasalahan baik secara fisik maupun psikis yang kompleks selama menjalani masa tahanan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor narapidana mengalami stres di dalam Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres yang dialami oleh narapidana di Lapas Kelas I Makassar. Subjek penelitian berjumlah 11 (N=11) narapidana yang memiliki tingkat stres yang berat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala stres yang disusun oleh Lovibond dan Lovibond dan telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Damanik dengan nilai reliabilitas 0,878. Analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,002, sehingga 0,002 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa mewarnai mandala berpengaruh dalam mengurangi stres pada narapidana. Implikasi dari penelitian ini adalah mewarnai mandala dapat digunakan sebagai salah satu metode intervensi dalam mengurangi stres yang dialami khususnya pada narapidana. Kata kunci: mewarnai mandala, narapidana, stres.

Page 1 of 1 | Total Record : 10