cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
PENERIMAAN DIRI DIFABEL (DIFFERENT ABILITIES PEOPLE): STUDI TENTANG REMAJA TUNANETRA PEROLEHAN Gultom, Son Three Nauli; Budisetyani, I.G.A Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.148 KB)

Abstract

Difabel (Different abilities people) merupakan kata yang digunakan untuk memperhalus istilah penyandang cacat, dan salah satu bagian dari difabel ini ialah penyandang tunanetra. Tunanetra merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kondisi individu dengan indera penglihatan yang tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kehidupan sehari-hari seperti orang awas (Somantri, 2006). Kondisi tunanetra berpengaruh pada aspek kehidupan individu yang salah satunya adalah aspek sosial dan emosional. Sebagian tunanetra pada akhirnya mampu untuk berdamai dan menerima kondisi yang dimiliki dan berusaha untuk mengembangkan diri. Penerimaan terhadap diri ini merupakan sikap individu yang mampu merasa puas terhadap diri sendiri, kualitas, serta bakat sendiri serta adanya pengakuan terhadap keterbatasan diri sendiri (Chaplin, 2011). Havighurst (dalam Hurlock, 2006) juga menyatakan bahwa menerima keadaan fisik dan menggunakan tubuh secara efektif merupakan salah satu tugas dalam perkembangan remaja. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui penerimaan diri remaja difabel dengan fokus tunanetra perolehan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi terhadap dua orang remaja tunanentra perolehan. Peneliti juga melakukan wawancara terhadap significant other remaja tunanetra untuk memperkuat data yang telah ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penerimaan diri remaja tunanetra terjadi melalui tiga fase. Fase tersebut adalah fase awal, fase konflik, dan juga fase menerima. Dinamika yang terjadi berbeda pada setiap individu dan akan dibahas lebih detail sesuai dengan pengalaman hidup remaja tunanentra tersebut hingga mampu menerima kondisi diri. Kata Kunci: penerimaan diri, difabel, tunanetra, perolehan.
Peran intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua terhadap tingkat agresivitas pada remaja awal di Kota Denpasar Permana, I Made Dian; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.924 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p14

Abstract

Kebiasan bermain game online diminati tidak hanya oleh anak-anak, remaja, bahkan juga dewasa. Remaja memiliki keinginan yang tinggi untuk menghabiskan waktu bersama teman sebayanya. Keinginan ini dapat mengakibatkan remaja memiliki intensitas yang tinggi pada game online, serta memungkinkan lebih banyak terpapar konten kekerasan yang dapat memicu timbulnya agresivitas. Perilaku agresif bisa dikurangi dengan melibatkan peran keluarga dalam mendidik anak. Pendidikan berkaitan dengan pola asuh. Pola asuh yang kurang memiliki kendali dan kurangnya aspek hukuman dalam kejelasan komunikasi orangtua dengan anak disebut pola asuh permisif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua berperan terhadap meningkatnya agresivitas pada remaja awal di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pemilihan subjek menggunakan cluster sampling. Subjek berjumlah 80 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 19 perempuan dengan rentang 15-18 tahun yang rata-rata usia 15,85 tahun dan mayoritas berusia 16 tahun. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji regresi ganda. Penelitian menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Intensitas Bermain Game Online berdasarkan pengertian Chaplin, Nashori, Blinka dan Smahel dengan reliabilitas 0,872, Skala Pola Asuh Permisif berdasarkan aspek Baumrind dengan reliabilitas 0,866, dan Skala Agresivitas berdasarkan bentuk agresivitas menurut Johnson dan Medinnus dengan reliabilitas 0,941. Signifikansi hasil uji regresi ganda sebesar 0,000 (p<0,05), berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif berperan terhadap agresivitas. Koefisien regresi sebesar 0,566 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif cukup berperan terhadap tingkat agresivitas. Koefisien determinasi sebesar 0,320 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif menentukan 32% taraf agresivitas. Kata kunci: Agresivitas, game online, intensitas bermain game online, pola asuh permisif.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup pada Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) Di Yayasan Spirit Paramacitta Diatmi, Komang; Fridari, I Gusti Ayu Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.286 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p14

Abstract

The people who were infected by HIV would be very susceptible from illness, cause by the damage of the immune system. In the daily life, those people must be able to cope complex problems. Not only coping the physiological problems, but also coping the stigma and discrimination which can increase the psychological problems of people with HIV and AIDS. These complex problems will affect to the decrease of quality of life. One of the factor which has important role in quality of life is social support. Based on the background above, this research is aimed to determine the correlation between social support and quality of life on people with HIV and AIDS at Spirit Paramacitta Foundation.   This research was a quantitatif research with correlation method. The sample of this research were 76 people which were choosed by cluster sampling technique. Two kind of scales, there were social support scale and quality of life scale were used to gathered the data. The data were analyzed by correlation product moment with SPSS version 17.0. The research finding showed that the value of correlation coefficient (r) was 0,666 with the significance (p) 0,000. It meant that there was a positif correlation between social support and quality of life on people with HIV and AIDS at Spirit Paramacitta Foundation.   Keywords: social support, quality of life, people with HIV and AIDS  
GAMBARAN KEPERCAYAAN, KOMITMEN PERNIKAHAN DAN KEPUASAN HUBUNGAN SEKSUAL PADA ISTRI DENGAN SUAMI YANG BEKERJA DI KAPAL PESIAR Maharupa Asmarina, Ni Luh Putu Gede; Lestari, Made Dia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.458 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p02

Abstract

Menikah adalah tugas perkembangan manusia pada usia dewasa awal. Meningkatnya kebutuhan hidup dan keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik untuk kehidupan rumah tangga membuat suami bekerja di Kapal Pesiar. Banyak isu seputar kehidupan kapal pesiar yang mempengruhi pasangan pernikahan jarak jauh. Kepercayaan, komitmen pernikahan, dan kepuasan hubungan seksual menjadi hal penting untuk mempertahankan pernikahan jarak jauh ini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana gambaran kepercayaan, komitmen pernikahan dan kepuasan hubungan seksual pada istri dengan suami yang bekerja di kapal pesiar.Metode penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi yang mewawancarai tiga subjek ibu rumah tangga yang bersuami pekerja di kapal pesiar, usia pernikahan minimal tiga tahun, dan minimal telah menjalani pernikahan jarak jauh minimal satu tahun. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kepercayaan dipengaruhi oleh dua hal besar hal yang pertama adalah memercayai, dipercayai dan karakteristik tujuan orang lain dimana jaminan kepercayaan, pengingkaran janji dan prasangka dan pandangan positif istri menjadi fakor yang memengaruhi. Hal kedua adalah hubungan kekuasaan dan komunikasi yang dipengaruhi oleh komunikasi itu sendiri dan pengambilan keputusan. Komitmen pernikahan di pengaruhi oleh dua faktor besar yaitu level kepuasan dan investasi serta kualitas alternatif. Kepuasan hubungan seksual sendiri dipengaruhi oleh komunikasi dan keseimbangan kedudukan serta afeksi. Dari ketiga hal tersebut komunikasi menjadi hal yang sangat penting dan berpengaruh dalam kelangsungan kehidupan pernikahan jarak jauh khususnya suami yang bekerja di kapal pesiar. Kata kunci: Istri, pernikahan jarak jauh, kepercayaan, komitmen pernikahan, kepuasan hubungan seksual, kapal pesiar
Hubungan Intensitas Latihan Musik Gamelan Bali dan Kecerdasan Emosional Ariani, Nyoman Wiraadi Tria; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.018 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p15

Abstract

Nowdays, more teenagers have a tendency of experiencing emotional difficulties that needed a way to overcome them, such as by developing the adolescent's emotional intelligence. The development of adolescent's emotional intelligence can be done through music, one of them with the traditional Indonesian gamelan music of Bali. Exercise at Balinese gamelan is played by a group of individuals together with the rules or certain grip. At the time of practicing gamelan, besides having a duty to beat his own gamelan instrument, the individual must also consider the gamelan instruments played by colleagues in the ensemble, so can produce a harmonious sound of gamelan (Donder, 2005). This study aims to determine the relationship between exercise intensity Balinese gamelan music and emotional intelligence.   This study uses quantitative correlation with the number of subjects 135 students of ISI Denpasar. The sampling method used purposive sampling and data collection tool using Exercise Intensity Scale Gamelan Music of Bali (r = 0.848) and Emotional Intelligence Scale (r = 0.772). Methods of data analysis using Product-Moment correlation, which then obtained yield was 0,550. The results showed a positive relationship between exercise intensity of Balinese gamelan music and emotional intelligence are the higher intensity of exercise at Balinese gamelan music, the higher the emotional intelligence will be. Intensity exercise Balinese gamelan music's variable can contribute 30,25% to the variables of emotional intelligence, while 69.75% was influenced by other factors than the variable of intensity exercise Balinese gamelan music. Other factors beyond the intensity exercise Balinese gamelan music's variable by Goleman (1997) is a family environment, environmental non-family, physical, and psychological.   Keywords: Intensity of exercise to music, Balinese gamelan, emotional intelligence
Faktor-Faktor Jasa Pelayanan yang Memengaruhi Kepuasan Konsumen di Bank Pembangunan daerah Bali Berata, Dewa Ayu Novitasari; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.939 KB)

Abstract

This research had been done in Bank Pembangunan Daerah Bali which is in the several branches have reduction of consumers saving percentage. In early of 2014, the asset position of BPD Bali was Rp. 14.763.000.000.000,00. But in facts said that the quantity of consumers saving have a significant reduction. It means, there are many consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali are not satisfied with the services of the bank. The research goal is to find the empirical data about how much factors of service’s contribution to the consumers satisfaction of Bank Pembangunan Daerah Bali. This research used quantitative research method. The analysis method used discriminant analysis. The subject of the research is the consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali, which have been chosen from 3 branches, those are Mangupura branch, Denpasar (Gajah Mada) branch, and Klungkung branch. Criterias of the subject are the consumers which in 20 until 60 years old and had been the consumers of Bank Pembangunan Daerah Bali more than a year. The technique of data collection is giving the questionaire of the consumers satisfaction scale to the consumers who are qualified. The result or the research show that there are three factors of services which has contribution to the satisfaction of Bank Pembangunan Daerah Bali consumers. Those factors are the physical evidence of service, responsiveness of service, and perception factor. The service factors that has the biggest contribution to the consumers satisfaction is physical evidence of service with relative contribution in the mount of 87,6%, it followed by the perception factors with relative contributin as big as 38,6%, and responsiveness of service with relative contribution in the mount of 30.8%. Believed that three aspects could predict the satisfaction level of the consumer together, with the same effective contribution as big as 52,6%. Satisfaction, Banking Services, Saving Clients Of Bank Pemerintah Daerah Bali.
Gambaran Kebutuhan Psikologis pada Anak dengan Gangguan Emosi dan Perilaku (Tinjauan Kualitatif dengan Art Therapy sebagai Metode Penggalian Data) Anggaswari, A.A.Ayu Wulan Dwi; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.911 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p09

Abstract

In the process of child development, Children have needs and it’s has to be filled. One of these needs called psychological needs. Psychological needs are a very important role which can give an impact to the growth and development of physical, cognitive, and socio-emotional. When children are not able to obtain their needs, it would cause adjustment problems and one of the problems is emotional and behavioral disorders. There are so many way to detect children with emotional and behavioral disorders, one of these is art therapy. Art therapy can be used as a communication media for children with emotional and behavioral disorders which have difficulty to express or recognize emotions. The purpose of this study is for knowing the psychological needs of children with emotional and behavioral disorders through interview and observation with art therapy.This qualitative study uses a case study approach. The sampling technique of the study was purposive sampling. Subject in this study was a 12-year-old girl with emotional and behavioral disorders. The data was collected with observation, filed note and interview by using art therapy as a media. The collected data are analyzed according to Cresswell’s theory (2007).Based on the results of data analysis, it was found that there are 23 categories which can be classified into three patterns. These patterns are 1. the causes of children with emotional and behavioral disorders; 2. psychological characteristics; and 3. the psychological needs of children with emotional and behavioral disorders.Keywords: Art therapy, Psychological needs, Child, Emotional and Behavioral Disorders
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI BALI MANDARA Pramana, A.A. Gede Krisna; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.167 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p17

Abstract

SMA Negeri Bali Mandara merupakan sekolah dengan sistem asrama yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi bagi generasi muda. Sekolah berasrama merupakan model sekolah yang memiliki tuntutan yang lebih tinggi jika dibanding sekolah reguler karena memiliki standar yang ketat dalam hal pendidikan dan disiplin. Motivasi belajar sangat diperlukan untuk dapat mendasari dan mengarahkan aktivitas belajar agar tercapai prestasi yang baik di sekolah berasrama. Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Dukungan sosial sangat diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan semangat atau motivasi belajar agar dapat sukses di sekolah berasrama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dengan motivasi belajar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 262 siswa SMA Negeri Bali Mandara. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala dukungan sosial dan skala motivasi belajar. Hasil uji korelasi Product Moment menunjukan nilai 0,719 (p<0,05) dan R^2=0,517, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial memiliki hubungan dengan motivasi belajar dan 51,7% variasi dalam motivasi belajar ditentukan oleh variabel dukungan sosial. Hubungan dukungan sosial dengan motivasi belajar juga positif dan searah, artinya semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga motivasi belajar. Kata Kunci : dukungan sosial, motivasi belajar, siswa SMA Negeri Bali Mandara
Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar Raviyoga, Tarate Timur; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.476 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p05

Abstract

Menurut survei, SMAN 3 Denpasar merupakan salah satu sekolah yang dipilih sebagai sekolah dengan tingkat agresivitas siswa rendah. Namun, ditemukan perbedaan fakta di lapangan yang menjelaskan kasus-kasus agresivitas yang dilakukan oleh siswa SMAN 3 Denpasar yang tidak diketahui oleh pihak luar sekolah. Agresivitas pada remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal penyebab agresivitas pada remaja adalah pelampiasan dari emosi marah dan frustrasi yang tidak tepat yang disebabkan oleh rendahnya kematangan emosi remaja. Emosi yang tidak stabil mendorong remaja bertndak tanpa berpikir kritis. Sedangkan faktor eksternal yakni adanya pengaruh serta tekanan dari lingkungan pergaulan remaja yang muncul dalam bentuk konformitas teman sebaya. Ketika remaja konform, maka remaja rela melakukan berbagai hal sekalipun melanggar normal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat agresivitas siswa dan melihat hubungan antara kematangan emosi dan konformitas teman sebaya dengan agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan subjek sejumlah 258 siswa SMAN 3 Denpasar, berusia 15-18 tahun, serta berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode klaster. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas, kematangan emosi, dan konformitas yang sudah diuji validitasnya. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan signifikansi 0.00 (p<0.05) yang menjelaskan agresivitas siswa dipengaruhi oleh kematangan emosi dan konformitas teman sebaya. Nilai R Square sebersar 0,140 artinya kematangan emosi dan konformitas teman sebaya menjelaskan 14% dari agresivitas siswa. Sebanyak 10,46% subjek yang memiliki skor diatas mean teoritis. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa tingkat agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar dapat dikatakan rendah.. Kata kunci: Agresivitas, kematangan emosi, konformitas teman sebaya, remaja.
Kebermaknaan Hidup pada Anak Pidana di Bali Dewi, A.A. Sagung Suari; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.188 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p11

Abstract

In recent years, cases about juvenile deliquency in Indonesia has increased with the most cases are sexual harassment, drugs, murdering, and stealing (Hasinta, 2010). According to Indonesian regulation nomor 12 tahun 1995, if a juvenile deliquency case has been done by an 18 year old adolescent or less and it has been proved by the court, the adolescent will be called anak pidana and they will be educated in a prison for adolescent but more like education centre, such as in Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Karangasem, Bali. Living in a lembaga pemasyarakatan will be much different from common life outside, such as experiencing the loss of freedom (Dewi, 2012). In surviving to this situation, adolescent needs to know the meaning of their life and this issue attracts the researcher to find out what is the meaning of life of anak pidana who lives in Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Karangasem.   This study use qualitative method with phenomenological approach, with 6 anak pidana as the subject. The result shows that there are 6 aspect of the meaning of life of anak pidana who lives in Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Karangasem, which are the most valuable thing in life, satisfaction in life, freedom, right to live, personal change, and life-acceptance in Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas II B Karangasem. Detailed result will be discussed in the context of intergroup process.   Keywords: meaning of life, adolescent, prison, Bali