cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Proses Penyesuaian Diri pada Perempuan Usia Dewasa Madya yang berada pada Fase Sarang Kosong Darmayanthi, Ni Km. Peby; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.039 KB)

Abstract

Fase sarang kosong merupakan suatu peristiwa saat anak mulai meninggalkan rumah untuk menjalankan kehidupan yang lebih mandiri. Dalam fase sarang kosong orangtua biasanya mengalami sindrom sarang kosong, sindrom ini merujuk pada perasaan sedih atau kehilangan yang dialami oleh orangtua. Kondisi ini lebih memungkinkan terjadi pada ibu sebab hampir sebagian besar waktu ibu dihabiskan untuk pengasuhan anak. Penyesuaian diri yang baik dalam menghadapi fase sarang kosong akan membantu individu mengatasi perasaan-perasaan negatif yang muncul sehingga individu akan mampu menghadapi fase sarang kosong dengan lebih positif dan mampu melanjutkan ke tahap perkembangan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses penyesuaian diri pada perempuan usia dewasa madya yang berada pada fase sarang kosong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Responden dalam penelitian ini adalah tiga orang ibu usia dewasa madya yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Pengambilan data terhadap kedua responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi, dengan teknik analisis theoritical coding yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Didapatkan beberapa hasil dari penelitian ini yaitu penyebab sarang kosong, sindrom sarang kosong pada perempuan usia dewasa madya, faktor yang mendukung dalam menghadapi fase sarang kosong, faktor yang menghambat dalam menghadapi fase sarang kosong, tindakan yang dilakukan untuk mencapai penyesuaian diri pada fase sarang kosong serta kondisi setelah mencapai penyesuaian diri pada fase sarang kosong. Kata kunci: Penyesuaian diri, sarang kosong, sindrom sarang kosong
DINAMIKA HARAPAN IBU TUNGGAL YANG MEMILIKI ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISME PADA FASE DEWASA AWAL Pratiwi, Putu Ika; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.583 KB)

Abstract

Menjadi ibu tunggal yang memiliki anak dengan gangguan autisme dapat menyebabkan cemas dan depresi maternal(Orsmond dkk., 2007). Seiring bertambahnya usia, stresor ibu tunggal juga meningkat. Hal tersebut dapat memengaruhikesejahteraan hidup ibu tunggal dan kualitas pengasuhan. Kondisi patologis yang berlanjut dapat mengarah padapemikiran kematian dan kecenderungan pengabaian pengasuhan (Cox dkk., 2015). Salah satu cara yang dapat dilakukanibu tunggal untuk meminimalisir kondisi patologis adalah dengan mengembangkan harapan (Monsson, 2010). Harapandidefinisikan sebagai kondisi mental yang positif tentang kemampuan untuk mencapai tujuan di masa mendatang (Lopez& Snyder, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk melihat dinamika harapan ibu tunggal yang memiliki anak dengangangguan autisme pada fase dewasa awal.Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Teknikpengambilan sampel adalah sampel bertujuan. Responden merupakan ibu tunggal, memiliki anak dengan gangguanautisme pada fase dewasa awal. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan penghimpunandokumen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan sistem koding, terdiri dari koding terbuka, aksial, dan selektif(Strauss, 2003). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika harapan terdiri dari fase penurunan level harapan,fase membangun harapan, dan proses harapan. Kondisi anteseden dan faktor harapan memengaruhi dinamika harapandalam penelitian ini. Kata kunci: dinamika harapan, ibu tunggal, gangguan autisme pada fase dewasa awal
Peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar Katleyana, Putu Avril; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.92 KB)

Abstract

Motivasi belajar diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri individu yang menimbulkan, menjamin kelangsungan, serta memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan tertentu. Terwujudnya motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru terhadap motivasi belajar siswa SMA di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dari SMA Negeri 1 Denpasar dan SMA Dwijendra berjumlah 266 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Belajar, Skala Dukungan Sosial Orangtua, dan Skala Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,540 dan koefisien determinasi sebesar 0,292, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru secara bersama-sama berperan terhadap motivasi belajar dengan memberikan pengaruh sebesar 29,2%. Dukungan sosial orangtua berperan terhadap motivasi belajar, begitu pula persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru berperan terhadap motivasi belajar. Kata kunci: Dukungan sosial orangtua, motivasi belajar, persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru
KUALITAS HIDUP MANTAN PECANDU NARKOBA YANG SEDANG MENJALANI TERAPI METADON Lasmawan, Gede Indra Surya; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.308 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p01

Abstract

Over time, drugs abuse in various parts of the world increase widely. Similarly in Indonesia, the results of a survey conducted by the National Narcotics Agency revealed that there are 3.8 million people in Indonesia are drugs user in 2013. Various cases showed that the impact of drugs abuse seen in the loss of materials and non-materials, and can even cause death. Therefore, people who addicted to drugs should immediately stop consuming and required to undergo a recovery process. Therapeutic method with medical approaches recognized until now are diversion programs to substitute drugs or other substance called methadone therapy (Puspita, 2008). Although there are many positive benefits that make the patient to function normally, but methadone therapy also cause side effects and dependence that can psychologically affect the quality of life of patients (Maeyer, 2011). This makes the researcher interested in studying the quality of life of former drugs addicts undergo methadone treatment.   This study used a qualitative method with a phenomenological design with interview and observation as data collection techniques. Respondents were four patients who involve in methadone therapy. Results of the study shows that methadone helps individuals in various aspects of quality of life such as physical health aspect, where the individual can return to normal activities. In the psychological aspects, the individual has motivation to reach higher accomplishment and not mired in regret. Relate to aspects of social relations, family members give support and motivation. Furthermore, environmental aspect showed that individuals have their own work to fulfill their necessary.   Keywords: quality of life, former drugs addicts, methadone therapy  
PERAN KEMANDIRIAN DAN EFIKASI DIRI TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA KELAS UNGGULAN SMA DWIJENDRA DENPASAR Dharma Putri, Kadek Ayu Ratih; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.886 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p02

Abstract

Motivasi berprestasi sangatlah penting pada siswa yang menduduki kelas unggulan. Siswa pada kelas unggulan memiliki kurikulum pelajaran yang sedikit berbeda dari kelas reguler pada umumnya, baik jam pelajaran yang lebih panjang maupun tuntutan wajib agar lebih unggul dibandingkan dengan kelas reguler. Motivasi berprestasi bukanlah aspek mental yang dibawa sejak lahir. Motivasi berprestasi sangat dipengaruhi oleh aspek mental yang memacu penggunaan potensi diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari kemandirian dan efikasi diri terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Subjek pada penelitian ini berjumlah 376 siswa kelas kelas unggulan SMA Dwijendra Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala motivasi berprestasi, skala kemandirian dan skala efikasi diri. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan nilai R=0,576 (p<0,05) dan R2=0,331 sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian dan efikasi diri secara bersama-sama berperan sebesar 33,1% terhadap motivasi berprestasi pada siswa kelas unggulan. Koefisien beta terstandarisasi dari kemandirian menunjukkan nilai sebesar 0,053 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,310 (p>0,05) yang berarti bahwa kemandirian tidak berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Koefisien beta terstandarisasi dari efikasi diri menunjukkan nilai sebesar 0,543 dan memiliki taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa efikasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kemandirian, efikasi diri, motivasi berprestasi, dan siswa kelas unggulan
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKIF PADA WANITA YANG MENGALAMI INVOLUNTARY CHILDLESSNESS Sari, Ni Luh Krishna Ratna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.47 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p11

Abstract

Salah satu tujuan penting dari menikah adalah untuk mendapatkan keturunan. Hasil penelitian Blackmore, Lawton, dan Vartanian (2005) menunjukkan wanita memiliki keinginan yang besar untuk segera memenuhi tuntutan tradisionalnya untuk menjadi seorang istri dan seorang ibu. Tidak semua wanita dapat memenuhi keinginan untuk dapat memiliki anak setelah menikah. Ada yang ingin memiliki anak namun mengalami kerusakan fisik yang menyebabkan peluang untuk hamil menjadi berkurang seperti infertilitas, hal ini disebut dengan involuntary childlessness. Mengalami involuntary childlessness membuat wanita merasakan berbagai penderitaan psikologis sehingga akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan melibatkan tiga orang responden yang mengalami involuntary childlessness. Metode pengambilan data menggunakan wawancara dan observasi yang dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan theoretical coding (open coding, axial coding, dan selective coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness pada awalnya mengalami banyak afek negatif, namun melalui proses penyempitan atensi dengan afek negatif yang proporsinal dan dengan melakukan emotion-focused coping responden mampu membangun afek positif seperti merasa bersyukur dan rasa senang. Mengalami involuntary childlessness tidak lantas membuat wanita menjadi tidak puas dengan hidupnya, kepuasan diperoleh dari pekerjaan yang dimiliki dan kualitas hubungan pernikahan yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif pada wanita yang mengalami involuntary childlessness adalah kepribadian, kualitas hubungan pernikahan, dukungan sosial, dan lingkungan sosial-budaya. Kata kunci: involuntary childlessness, kesejahteraan subjektif
Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keadilan Kompensasi dengan Komitmen Organisasi di Hospitality Industry Oktarini, Kadek Ratih Dwi; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.118 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p08

Abstract

The increase number of turnover each year in hospitality industry causes by inappropriate commission. The employee’s perception of inappropriate compensation’s issue will decrease a commitment of employee to the organization that will affect to the discharge of organization. This study aiming to see the relationship between perception of compensation’s justice with organizational commitment in hospitality industry. Methodology this study is a quantitative research that used linier regression technique and two stage cluster sampling technique to collect the sampels. The respondents are an employee at 6 hotels, 3 motels, 1 resort, 3 bars, 2 restaurants, 2 hospitals, and 4 travel agents with 189 employees. Acting as the measuring device in this research is 26 valid items on scale of perception of compensation’s justice ranging between 0,385 to 0,743 and the coefficient reliability is 0,945. While in scale of organizational commitment there were 37 valid items with validity items ranging from 0,247 to 0,688 and the coefficient reliability is 0,939. The statistic analysis result showed that there a positive relationship and significant between perception of compensation’s justice with organizational commitment (r = 0,826, p = 0,000). The aspects perception of compensation’s justice were employee’s is a thought, feelings, and behavior about the justice in giving the compensation. The effective contribution to perception of compensation’s justice with organizational commitment is 68, 2 percent. Futher analysis showed that was a very strongly relationship between perception of compensation’s justice with affective commitment component (r=0,802). Keywords : Perception of compensation’s justice, organizational commitment, and  hospitality indust
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA AWAL DI PANTI ASUHAN KOTA DENPASAR Tricahyani, Ida Ayu Ratih; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.815 KB)

Abstract

Early adolescence is a transition from childhood to adulthood. In this period, early adolescence experienced many changes both physically and psychologically. Same with the case of early adolescents who lived in the orphanage, besides the fulfillment of physiological, early adolescents in the orphanage also need a healthy psychological development, one of them is the process of personal adjustment. Personal sdjustment aiming to get harmony between the demands of the self and the environment in which the individual resides. Personal adjustment is a form of behavior that is intended to respond to the needs that exist within the individual. In order to get a good adjustment in early adolescents orphanage, it needs social support. Social support refers to the provision of comfort, care and respect. This study aimed to determine the relationship between social support and personal adjustment to early adolescents orphanage in Denpasar.This research is a quantitative method with simple regression analysis. Subjects in this study are early adolescents orphanages in Denpasar, age range is 12 to 17 years. Sample of this study is 100 persons. The sampling method using simple random sampling. Data is collected through social support scale and the scale of the adjustment of early adolescence in the orphanage. Social support scale reliability is 0.735 and the reliability of scale adjustment in early adolescence in the orphanage is 0.744. The research data shows a normal distribution and linear. The results of this research shows the correlation coefficient is 0.558 with a significance at 0.000 (p <0.05). It means that there is a positive relationship between social support and personal adjustment in early adolescents orphanage. Contribution of social support to the personal adjustment in early adolescents orphanage is 31,2%. Key words : social support, personal adjustment, early adolescents, orphanage
Gambaran Kelekatan pada Remaja Akhir Putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar Paramitha, Heydi; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.211 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p19

Abstract

Kelekatan merupakan suatu hubungan emosional yang kuat, spesifik, dan terjalin dalam kurun waktu yang lama, serta saling terikat antara individu dengan figur lekat. Secara alamiah, remaja diasuh dan dibesarkan dalam keluarga yang memiliki orangtua lengkap sebagai figur lekat utama, namun faktanya kondisi keluarga yang tidak utuh, ataupun kondisi ekonomi yang kurang, menyebabkan beberapa remaja harus tinggal di panti asuhan dan terpisah dari orangtua bahkan sejak kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelekatan yang dialami oleh remaja akhir putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi.Responden penelitian ini sebanyak 3 orang remaja akhir putri yang tinggal di Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua responden mengalami pola kelekatan aman (secure attachment), dan satu responden mengalami pola kelekatan lepas (dismissing attachment). Kelekatan aman pada penelitianini dilatar belakangi oleh pola kelekatan yang sama pada masa awal kehidupan, cara pandang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, serta mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kelekatan lepas dilatar belakangi oleh pola kelekatan menghindar (avoidant attachment) pada masa awal kehidupan, memiliki cara pandang positif terhadap diri sendiri, namun negatif terhadap orang lain, sehingga tidak mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kata kunci: Kelekatan, Remaja akhir putri, Panti asuhan, Denpasar
Perbedaan Tingkat Kecemasan Siswa Kelas III SMA di Denpasar Ditinjau dari Efikasi Diri dan Keikutsertaan dalam Bimbingan Belajar Menjelang Ujian Nasional Dharmapatni, Putu Winda Yuliantari Gunapriya; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.455 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p15

Abstract

Anxiety before the National Exam often perceived by third grade high school students. Anxiety not only affect physical condition, but also student learning activities in school when preparing the National Exam. This study aims to find level differences of third grade high school student’s anxiety in Denpasar in terms of self-efficacy and participation in tutoring before the National Exam Subjects are 266 third grade high school students in Denpasar which consists of students who join and not join tutoring. The instrument of this research are anxiety and self-efficacy scale that has been tested the validity and reliability of the scale, with Cronbach's alpha values anxiety scale=0.807 and Cronbach's alpha values of self-efficacy scale=0.758. Results of analysis covariance showed F=66.953;p<0.05, which means participation in tutoring and self-efficacy contributes to third grade high school students’s anxiety in Denpasar towards the National Exam. Differences in student’s anxiety based on participation in tutoring significantly indicates p=0.000 (p<0.05;F=17.578), which means that there’s differences in the level of anxiety among students who participate and didn’t participate tutoring. While the interaction of self-efficacy as covariance with anxiety has a significance of p=0.000 (p<0.05;F=116.123) this showed that self-efficacy significantly interact with anxiety. The contribution of self-efficacy and participation in tutoring to anxiety showed the adjusted R square 0.332 which means that self-efficacy and participation in tutoring can explain the varians anxiety of student by 33.2%. Results also showed that participation in the tutoring does not guarantee lower levels of student’s anxiety. Keywords: Anxiety, Third Grade High School Students, Self Efficacy, Opt in Tutoring