cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Peran Self-Compassion terhadap Psychological Well-Being Pengajar Muda di Indonesia Mengajar Renggani, Atikah Fairuz; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.901 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p13

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerah pedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion. Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiri ketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagian dari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran self compassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar 0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassion memiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassion sebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self-compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Hubungan Antara Tindakan Bullying dengan Prestasi Belajar Anak Korban Bullying pada Tingkat Sekolah Dasar Dwipayanti, Ida Ayu Surya; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.972 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p04

Abstract

Violence action in school is getting widespreadly happened nowadays as can be seen from the growing number of news coverage about the acts of violence in newspaper or television. One example of acts of violence occurring in school is bullying. Bullying victim have a bad social adjustment so that it makes victim feel afraid to go to school even worse they don’t want to go at all, secede their selves out from the society, therefore later will be impact to academic achievement of the bullying victim. The aim of this study is to understand whether there is any correlation between bullying action and academic achievement.   This study is a quantitative research located in Badung Regency, Gianyar Regency and Denpasar City. Samples used in this study are 176 within clusion criteria those are elementary school students on grade 4th, 5th, and 6th, and are bullying victim. The sampling method is cluster sampling. Data collection method is questionnaire which measure bullying action that happened to bullying victim (validity is around 0.204 to 0.646 and its reliability is 0.926)  and the report score of uneven semester from bullying victim.   The analysis method is simple linear regression. From the statistic result the score of r = -0.779 and p = 0.000 (p less than 0.05) which means there is a negative correlation between bullying action and academic achievement of bullying victim at the elementary school level. The bullying victims will have trouble in social activities, feeling afraid of school that causes a high frequency of absent and can’t studying well, and have a trouble in concentration of study. It will impact to the academic achievement. The result of this study is show that there is a difference of bullying action to boys and girls.   Keywords      : bullying action, academic achievement, elementary school student
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERSEPSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN WANITA KETIKA MASA PRAMENSTRUASI PADA PERUSAHAAN GARMEN DI BALI Suhartati, Sri; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.473 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p08

Abstract

Hampir secara keseluruhan pekerjaan dalam industri garmen dikerjakan oleh manusia. Sebagian besar karyawan dalam industri garmen adalah wanita, namun karakteristik dan kebutuhannya berbeda dibandingkan dengan karyawan pria. Setiap bulan pekerja wanita secara rutin dihadapkan dengan siklus menstruasi. Satu siklus menstruasi memiliki tiga masa, yaitu pramenstruasi, menstruasi, dan pasca menstruasi. Pada masa pramenstruasi umumnya wanita mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikologis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon dan faktor psikologis. Hal tersebut menyebabkan wanita mengalami kondisi yang tidak nyaman. Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka akan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah penurunan persepsi terhadap kinerja. Penurunan persepsi diri terhadap kinerja akan berimbas pada penurunan kinerja secara nyata. Guna mengatasi penurunan kinerja karyawan yang disebabkan oleh keadaan pramenstruasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan lebih memerhatikan kecerdasan emosional dalam diri karyawan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan persepsi terhadap kinerja ketika masa pramenstruasi pada perusahaan garmen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 127 karyawan wanita pada perusahaan garmen di Provinsi Bali, Indonesia. Data penelitian mengikuti distribusi normal dan linear. Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,703 dan probabilitas 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan persepsi terhadap kinerja karyawan wanita ketika masa pramenstruasi pada perusahaan garmen. Sumbangan dari variabel kecerdasan emosional terhadap persepsi terhadap kinerja adalah sebesar 49,5%. Kata kunci: kecerdasan emosional, persepsi terhadap kinerja, masa pramenstruasi, perusahaan garmen.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PRIA DEWASA AWAL DI DENPASAR Dewi, Putu Yunita Trisna; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.772 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p11

Abstract

Getting married and starting a new family are one of the developing tasks in the early adulthood. In the first 2 years of marriage, couples need to do a marital adjustment. One of the factors that support the successful of marital adjustment is the ability to express feelings to your partner. Men find it difficult to express their feelings for their traditional views about gender roles in society oriented men and Denpasar most people still follow this view. The traditional view emphasizes men as breadwinners, a figure that is strong, not easy to complain and suppress his feelings. The ability to express emotions have a strong relationship with the marital adjustment so that it takes emotional intelligence in the marriage relationship. The aim of this study is to find out the relation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men in Denpasar.This study is a quantitative correlation study. The amount of the subject in the study is 66 young adult men with the criteria of the age limit is 20 – 40 years old, have been married with the age of marriage is not more than 2 years. The technique of collecting data used was purposive sampling. The measuring instrument used in the study was emotional intelligence scale with the reliability 0,885 and the scale of marital adjustment with the reliability 0,882. The result after examining the hypotheses by using the method of correlation data analysis by Spearman shows that the significance level is 0,008 (sig<0,05). The value is showing that there is a significant correlation between emotional intelligence and marital adjustment among early adulthood men. The correlation coefficient between emotional intelligence and marital adjustment is 0,323 that means 32,3% variations in marital adjustment are determined by emotional intelligence, meanwhile the other 67,7% are determined by other variables which are not analyzed in this study.Keywords : Emotional Intelligence, Marital Adjustment, Early Adulthood Men
Dukungan Sosial Keluarga terhadap Pemulihan Orang dengan Skizofrenia (ODS) di Bali Eni, Kadek Yah; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.755 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p04

Abstract

Proses pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS) tidak terlepas dari peran keluarga. Keluarga merupakan bagian yang penting dalam proses pengobatan ODS. Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh ODS dalam memotivasi selama perawatan dan pengobatan. Di sisi lain, terdapat tindakan-tindakan yang dilakukan oleh keluarga yang dapat menghambat pemulihan ODS, seperti penelantaran, pengucilan dan pemasungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan dukungan sosial keluarga pada orang dengan skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi tersruktur, wawancara kelompok dan observasi. Subyek penelitian ini adalah 32 responden yang merupakan keluarga ODS dan 10 significant others yang merupakan ODS dan keluarga besar. Data dianalisis dengan theoretical coding yang terdiri dari open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga kepada ODS terdiri dari dukungan pendampingan, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan kelompok atau persahabatan, dan dukungan informasi. Dukungan sosial keluarga memiliki pengaruh kepada keluarga yang meliputi pekerjaan/ aktivitas, emosi dan sosial serta pengaruh terhadap ODS meliputi kemandirian, keterampilan sosial, aktivitas dan emosi. Faktor-faktor yang dapat mendukung keluarga dalam memberikan dukungan sosial kepada ODS dan berperan dalam pemulihan ODS, antara lain strategi koping keluarga, motivasi, dan pengetahuan. Selain dukungan keluarga, terdapat dua faktor utama dalam proses pemulihan ODS, yaitu peran pengobatan dan peran sosial. Kata kunci: Dukungan Sosial, peran pengobatan, peran sosial, keluarga, dan ODS.
Peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja siswa SMK di Bali Pertiwi, Ni Putu Angelina Nanda Devi; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.694 KB)

Abstract

Kesiapan kerja merupakan keinginan dan kemampuan individu untuk melakukan suatu pekerjaan yang didasari oleh keserasian antara keterampilan dan pengetahuan untuk mendapatkan serta mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh data dari Badan Pusat Statistik (2018) yang menyebutkan angka pengangguran SMK merupakan yang tertinggi yaitu sebesar 8,92%. Angka ini menandakan terdapat ketidaksesuaian kompetensi lulusan siswa SMK padahal lulusan SMK merupakan lulusan yang dirancang untuk siap kerja. Hal ini membuat penelitian terkait kesiapan kerja perlu untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan sosial dan orientasi masa depan terhadap kesiapan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 463 siswa SMK di Bali yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan kerja, skala kecerdasan sosial, dan skala orientasi masa depan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,605, nilai koefisien determinasi sebesar 0,366 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan sosial sebesar 0,448 dan orientasi masa depan sebesar 0,232. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan sosial dan orientasi masa depan secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kesiapan kerja siswa SMK di Bali. Kata Kunci: kecerdasan sosial, kesiapan kerja, orientasi masa depan, siswa SMK
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN AMAN PADA ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA AKHIR DI DENPASAR Natalia, Christian; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.354 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p08

Abstract

It is need a special attention to understand the development of adolescence. There is so many changes happened in adolescence, like emotional change. Adolescents need emotional maturity to help them deal with crisis situations. Emotional maturity can be attained through parent secure attachment, because parent secure attachment provide fine condition for emotional development. Secure attachment means the lasting bond which formed as a result of the quality relationship between child and primary caregiver (parent) troughout the human life span (Bowlby, 1988). This study aimed to examine the relationship between parent secure attachment and emotional maturity, also to find out the amount of parent secure attachment influence emotional maturity.   The sampling technique used in this study was area probability random sampling. Subjects of this research were 419 late adolescents, age 16–21 years old in Denpasar. The scales used in this study were the parent security attachment scale adapted from the Inventory Parent and Peer, Indonesian version  by Dewi (2013) and emotional maturity scale based on dimensions proposed by Walgito (2010). The data were analyzed by simple regression.   Through regression analysis, found that parent secure attachment and emotional maturity were significantly and positively correlated, which the increase of parent secure attachment score will be followed by excalation of emotional maturity score (B=0,406; p=0,000). Coefficient of determination equal to 1,19 indicates the parent secure attachment contribution to the emotional maturity was 19,1%, and  80,9% was contributed by other factors.   Keywords: parent secure attachment, emotional maturity, late adolescent.
GAMBARAN COPING GAY MUSLIM TERKAIT KONFLIK IDENTITAS Faradina, Made Dwi; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.483 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p12

Abstract

Menurut Erickson (dalam Papalia & Old, 2001) identitas diri adalah proses menjadi seseorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup. Terdapat berbagai jenis identitas diri yang terbentuk pada diri seseorang seperti identitas gender, identitas agama, identitas seksual dan masih banyak lagi. Identitas homoseksual dan identitas keagamaan merupakan identitas yang saling bertentangan yang dibuktikan dengan adanya nilai-nilai dalam agama yang menentang keberadaan dari kaum homoseksual sehingga individu yang memiliki kedua jenis identitas tersebut akan mengalami suatu konflik identitas. Untuk dapat mengatasi konflik identitas tersebut kemudian dibutuhkan suatu strategi coping yang tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana gambaran bentuk coping pada gay Muslim terkait konflik identitas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang mewawancarai tiga subjek laki-laki yang memiliki orientasi seksual sebagai homoseksual gay dan beragama Islam. Penelitian ini menggunakan analisis theoretical coding. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah jenis coping yang dipilih oleh homoseksual untuk menghadapi konflik identitas adalah dengan menggunakan problem-focused coping dengan strategi playful problem solving dengan mengurangi aktivitas seks bersama pasangan homoseksual. Selain itu homoseksual juga menggunakan jenis emotional-focused coping dengan strategi seeking social support dengan bercerita dan menerima nasehat dari teman, positive repraisal dengan kembali rajin beribadah, self-control dengan mengontrol diri agar tidak terlalu jauh terjerumus ke dalam dunia negatif homoseksual dan accepting responsibility dengan mengakui kesalahan menjadi homoseksual dan bertanggung jawab dengan keputusan menjadi homoseksual. Kata kunci: Gay, konflik identitas, coping.
Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring Terhadap Impulsive Buying pada Remaja Madya Putri di Denpasar Ernayanti, Ni Made Desi; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.584 KB)

Abstract

Remaja madya kerap melakukan pembelian secara impulsive pada suatu barang yang dikarenakan barang tersebut terlihat menarik baginya, namun faktanya remaja madya putri membeli barang karena terlalu memantau dirinya (self monitoring) hingga berpengaruh pada perilaku sosial remaja madya, karena mengikuti konformitas teman sebaya dalam prilaku berbelanja dan self monitoring yang berlebih pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan self monitoring terhadap impulsive buying pada remaja madya putri di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 230 siswa perempuan yang masih bersekolah SMA di Denpasar. Penelitian ini diukur menggunakan tiga skala yaitu skala konformitas teman sebaya, skala self monitoring, dan skala impulsive buying. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cluster sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda yang hasilnya menunjukkan R=0,289 dan adjusted R square sebesar 0,083. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel konformitas teman sebaya dan self monitoring memberikan peran terhadap impulsive buying pada remaja putri di Denpasar sebesar 8,3%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konformitas teman sebaya dan self monitoring secara bersama-sama berperan terhadap impulsive buying. Kata kunci: Konformitas teman sebaya, self monitoring, impulsive buying pada remaja madya putri.
HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA YANG MENGIKUTI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA Wisesa, Dwitya; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.096 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p02

Abstract

PMW is one of the government initiative to support alumnus of university to be a job creator, but when college students choose to be entrepreneur surely there will be obstacles that must be overcome. Therefore need entrepreneur motivation to be up against that obstacles. One of factor which raises motivation is adversity quotient. Peoples who has adversity quotient are someone who had self motivation. College students need to have adversity quotient inside of their mind to motivate them in entrepreneurship. This research aims to know the relation between adversity quotient with entrepreneurship motivation in student of Udayana University who join PMW.This research using surfeited sample technique. The respondent in this research are students of Udayana University who join PMW with total 70 persons. Scales in this research are adversity quotient scale with total 42 items and entrepreneur motivation with total 38 items. Reliability coefficient of adversity quotient scale is 0.924 and entrepreneurship motivation is 0.941. This research used simple linear regression as additional. The result from this research showed correlation coefficient is 0.682 with probability score between variable is 0.000 which mean there are significant relation between entrepreneurship motivation variable. The coefficient determination R square is 0.465 which mean 46.5% entrepreneurship satisfaction can be explain by adversity quotient variable, however the rest 53.5% can be explain by another factor.Keywords: PMW, adversity quotient, entrepreneurship motivation