cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
PENGARUH MENARI TARI BALIH-BALIHAN TERHADAP HARGA DIRI REMAJA TUNARUNGU DI SLB B BALI Swandi, Ni Luh Indah Desira; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.296 KB)

Abstract

Deaf adolescent has different characteristics in speech and language (Effendi, 2009). These differences cause difficulties in interacting and dealing with adolescent developmental tasks so that adolescent feels isolated and has low self-esteem (Halimah & Elcamila, 2010). One way to improve self-esteem is by dancing, as a form of self-expression and development of confidence in the self competence (Branden, 2005). This study aimed to determine the effect of dancing Balih-balihan toward self esteem of deaf adolescent in Bali. The sampling technique used in this study is two stages cluster sampling. Subjects of this research are 40 deaf students of SLB B in Bali, from age 11-24 years old. The research method that used is ex post facto. Data is collected by using scale of self-esteem based on aspects by Coopersmith. The dance variable is divided into two groups named the control and the experimental group, in this case the experimental group has been doing dance activity as a compulsory activity in schools. Data were analyzed by using Independent Sample T-Test. The validity test shows there are 20 valid items with a reliability coefficient of 0.384. The result of data analysis shows data distribution is normal and homogeneous. Independent Sample T-Test results t values 1.542 with a probability value 0.131 (p> 0.05). It means there is no significant effect of dancing Balih-balihan toward self-esteem of deaf adolescent in Bali. Keywords: Dancing Balih-balihan, self-esteem, deaf adolescent
PROSES PENYESUAIAN DIRI DAN SOSIAL PADA PEREMPUAN USIA DEWASA MADYA YANG HIDUP MELAJANG Primanita, Ni Made Diah; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.86 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p08

Abstract

Abstrak Menikah pada umumnya dilakukan pada usia dewasa awal yaitu sekitar usia 18 sampai dengan 40 tahun, namun di sisi lain ditemukan fakta bahwa terdapat beberapa orang yang tetap berstatus lajang bahkan di usia dewasa madya. Menurut beberapa penelitian, melajang pada usia dewasa madya cenderung membuat perempuan dilekatkan dengan stereotip dari masyarakat atau yang disebut dengan istilsh singlism, dan tuntutan dari orangtua untuk segera menikah. Kedua hal tersebut dapat memicu timbulnya perasaan tertekan dan kesepian pada perempuan lajang. Bertentangan dengan hal tersebut, studi pendahuluan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa tidak semua perempuan lajang mendapatkan stigma, tuntutan orangtua, serta mengalami perasaan tertekan dengan kehidupan melajang, dan orang-orang usia madya bahkan cenderung sudah dapat menerima dan bahagia dengan kehidupan lajangnya (Hurlock, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses penyesuaian diri dan sosial pada perempuan dewasa madya yang hidup melajang serta faktor-faktor yang memengaruhi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden yang terlibat berjumlah 3 orang yang didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan karakteristik perempuan, lajang, dan berusia 40 sampai dengan 60 tahun. Penelitian ini menggunakan teknik penggalian data dengan wawancara, observasi, serta alat tes psikologi, dengan teknik analisis theoritical coding yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa proses penyesuaian diri perempuan lajang meliputi terjadinya perubahan kondisi internal perempuan lajang sebagai hasil dari tindakan-tindakan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, sedangkan proses penyesuaian sosial perempuan lajang meliputi perubahan kondisi perempuan lajang secara eksternal sebagai hasil dari tindakan-tindakan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang memengaruhi proses penyesuaian diri dan sosial tersebut yaitu dukungan keluarga, keinginan menikah, serta pandangan bahwa perempuan tidak harus menikah atau memiliki anak. Kata kunci : penyesuaian diri, penyesuaian sosial, perempuan lajang, dewasa madya
Hubungan antara Komparasi Sosial dengan Citra Tubuh pada Remaja Laki-Laki di Denpasar Wahyuni, Gusti Ayu Komang Tri Eka; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.252 KB)

Abstract

Pada masa remaja konsep tubuh negatif dan tidak realistis terjadi karena bentuk tubuh yang dilihat tidak sesuai dengan bentuk tubuh yang diharapkan. Tidak hanya remaja perempuan yang memerhatikan citra tubuh, akan tetapi remaja laki-laki juga sebenarnya memerhatikan citra tubuh. Penilaian tentang kondisi fisik dalam ilmu psikologi sering dihubungkan dengan konsep citra tubuh. Remaja yang mengalami perubahan fisik akan cenderung melakukan perbandingan diri dengan orang lain. Perilaku membandingkan diri sendiri dan orang lain dalam ilmu psikologi berkaitan dengan istilah komparasi sosial. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling, dengan responden merupakan remaja laki-laki di Denpasar yang memiliki rentang usia 12 tahun sampai dengan 22 tahun dengan total responden sebanyak 100 remaja laki-laki. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala komparasi sosial dan skala citra tubuh. Metode analisis data untuk menguji hubungan korelasi dengan pearson product moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS 20.0 for Window untuk mengetahui hubungan variabel komparasi sosial dan variabel citra tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang searah antara komparasi sosial dengan citra tubuh pada remaja laki-laki di Denpasar (r=0,589; p=0,000< 0,05). Hubungan yang positif pada nilai r menunjukkan bahwa hubungan antara variabel komparasi sosial dengan citra tubuh searah, yang berarti semakin tinggi komparasi sosial maka semakin tinggi citra tubuh pada remaja laki-laki, sebaliknya jika komparasi sosial rendah maka citra tubuh pada remaja laki-laki rendah. Kata kunci: komparasi sosial, citra tubuh, remaja laki-laki
Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Kecemasan pada Siswa Kelas Vi Sekolah Dasar di Denpasar Menjelang Ujian Nasional Suardana, Anak Agung Putu Chintya Putri; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.405 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p20

Abstract

Problems arise where elementary school student’s anxiety increased with the grade level when faced with the evaluation or examination. The problems were most often experienced by students when they will face the exam is a matter of anxiety. Lack of preparation when facing national exam can be overcome by increasing students studying motivation .This study aimed to determine the relationship between studying motivation and anxiety at sixth grade student’s elementary schools in Denpasar ahead national exam . This research is a quantitative correlation research. The subjects were 100 sixth grade elementary school students in Denpasar. Method of sample collection is by cluster random sampling method. Methods of data collection are Studying Motivation Scale which its reliability is 0.804 and Anxiety Scale which its reliability is 0.908. Normality of studying motivation variable is 0.148 and anxiety variable is 0.671. Linearity of variable studying motivation and anxiety variable is 0.002. Data analysis method is Pearson product moment correlation technique. The results show that there is a significant negative relationship between studying motivation and anxiety at Sixth Grade Students Elementary School in Denpasar Ahead of National Exam which its coefficient correlation is -0.303 with its probability value is 0.001. Key words: Studying Motivation, Anxiety, National Exam, Sixth Grade Students, Elementary SchoolProgram Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Dunia Sukarelawan Remaja: Frekuensi Aktivitas Kerelawanan dan Psychological Well-Being Sukarelawan Remaja di Bali Natalya, Ni Putu; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.896 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p14

Abstract

Voluntary activities are positive activities to facilitating the youth energy for psychologically health and have positive identity formation and predictors of psychological well-being (Bruns, 2012). These are appeal activities for youth. In fact, so much youth activity made a lot of volunteers who have been trained doesn?t participate in voluntary activities. However, there are some youth volunteers who have many years of volunteering spend some time to doing voluntary activities (Dewiyanti, 26 Oktober 2014). The amount of contributed time to voluntary activities may be related with self-acceptance, personal growth, positive relationship with others, environmental mastery, autonomy and purpose of life, there are part of psychological well-being. Purpose of this research are to know the correlation between the frequency of voluntary activities and psychological well-being and factors of that results in youth volunteers in Bali, also want to know the meaning of voluntary activities for youth volunteers in Bali.Methods of this research is quantitative combination in compelementary method (n = 398; age 13-22 years) and qualitative (n = 19 of 398). Spearman's test of quantitative data showed no significant correlation between the frequency of voluntary activities and psychological well-being of youth volunteers in Bali (Men rxy= 0,022;P=0,844, Women rxy= 0,033;P=0,556) because of early adolescence and frequency of voluntary activities can?t describe quality of voluntary activities. The meaning of voluntary activities by youth volunteer in Bali are a social identity, role and self esteem. Results of this research about factors of psychological well-being youth volunteer such as ages, quality voluntary activities, non-voluntary activities and meaning of voluntary activities will be discussed later.Keywords: volunteer, youth, psychological well-being
Peran Kontrol Diri dan Intensitas Mengakses Pornomedia terhadap Perilaku Seksual Pranikah Remaja Madya di SMK N 1 Denpasar Ginting, Dara Dagita; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.471 KB)

Abstract

Perilaku seksual pranikah diartikan sebagai tingkah laku yang berhubungan dengan dorongan seksual dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya tali perkawinan yang sah baik secara hukum maupun agama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku seksual pranikah remaja yang akhir-akhir menjadi isu yang sering diperbincangkan. Perilaku seksual pranikah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang berperan adalah kontrol diri. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh eksternal. Hal ini memperlihatkan bahwa kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri berperan penting menurunkan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual pranikah juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti media yang menyajikan hal-hal yang berbau seksualitas atau disebut juga dengan pornomedia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya SMK N 1 Denpasar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kontrol diri, skala intensitas mengakses pornomedia, dan skala perilaku seksual pranikah. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan R=0,789 (p<0,05) dan R²=0,623 sehingga dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dan intensitas mengakses pornomedia bersama-sama berperan sebesar 62,3% terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja madya SMK N 1 Denpasar. Koefisien beta terstandarisasi dari kontrol diri menunjukkan nilai sebesar -0,349 (p<0,05) yang berarti bahwa kontrol diri berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi dari intensitas mengakses pornomedia menunjukkan nilai sebesar 0,484 (p<0,05) yang berarti bahwa intensitas mengakses pornomedia berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: Kontrol diri, mengakses pornomedia, perilaku seksual pranikah, remaja madya.
Hubungan Antara Trust dengan Konflik Interpersonal Pada Dewasa Awal yang Menjalani Hubungan Pacaran Jarak Jauh Winayanti, Ratna Devy; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.395 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p02

Abstract

Long-distance relationship has now become a social trend among the community because of the increase in educational attainment of men and women. Trust is a prerequisite of success in a long-distance relationship, and it is important to minimize conflict. This study aims to determine the correlation between trust and interpersonal conflict among early adulthood initial long-distance relationship.Subjects in this study were 100 student of Udayana University. Measuring instruments used are the trust scale (34 items; rxx` = 0.913) and interpersonal conflict scale (33 items; rxx` = 0.878). Data were processed using Pearson Product Moment analysis and simple linear regression. Statistical analysis show, there is significant correlation between trust and interpersonal conflict, with a negative direction (r = -0.325 ; p = 0.001). The coefficient of determination obtained for 0.106 which means that 10.6% of trust variable can explaine variance that occurs in conflict interpersonal variable.Keywords: trust, interpersonal conflict, long-distance relationship, early adulthood
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP AYAHAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN HINDU BALI DI DESA ADAT LEGIAN Jayanti, Ni Luh Christina Prapmika; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.518 KB)

Abstract

Setiap perempuan yang menikah dengan laki-laki Hindu Bali dan beragama Hindu, akan secara langsung melaksanakan social roles (peran sosial) dengan tanggung jawab melaksanakan ayahan, selain melaksanakan peran sebagai ibu rumah tangga dan bekerja. Ayahan adalah wajib kerja atau tugas yang harus dilaksanakan oleh krama banjar atau krama desa, baik kegiatan adat, kegiatan agama maupun kegiatan sosial kemasyarakatan. Frekuensi pelaksanaan ayahan di Desa Adat Legian yang cenderung tinggi, dengan penerapan yang cukup kompleks dan diasumsikan menyebabkan ketidakseimbangan dalam peran yang dimiliki perempuan Hindu Bali, dapat memunculkan sikap yang negatif terhadap ayahan pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dan diyakini berhubungan dengan kesejahteraan psikologis perempuan Hindu Bali. Sebaliknya, ketika perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dengan ikhlas dan merasa bahagia melaksanakan ayahan yang cukup kompleks, akan memunculkan sikap positif terhadap ayahan yang dapat berhubungan dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan postif antara sikap terhadap ayahan dengan kesejahteraan psikologis pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian dan seberapa besar sikap terhadap ayahan berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis pada perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis regresi sederhana. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala penelitian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya kepada 221 perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Data penelitian mengikuti distribusi normal dan linear. Hasil dari penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.180 dan probabilitas 0.007 (p<0.05). Hal ini berarti ada hubungan positif antara sikap terhadap ayahan dengan kesejahteraan psikologis perempuan Hindu Bali di Desa Adat Legian. Sumbangan dari variabel sikap terhadap ayahan terhadap kesejahteraan psikologis adalah sebesar 3.2%. Kata Kunci: sikap, ayahan, kesejahteraan psikologis, perempuan Hindu Bali, Legian.
Resiliensi ibu dengan anak autisme Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.721 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p19

Abstract

Abstrak Kehadiran anak dengan gangguan autisme di tengah-tengah keluarga menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak dengan autisme, yang dapat menimbulkan perubahan besar dan krisis bagi ibu. Ketidakmampuan ibu dalam mengatasi krisis yang dialami dapat mengganggu fungsi dan peran ibu terkait pengasuhan. Resiliensi menjadi salah satu faktor yang membantu ibu dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi ibu dengan anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden yang terlibat di dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan gangguan autisme. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan laporan diri responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu melakukan mekanisme penyesuaian diri dan mekanisme koping dalam usaha mencapai resiliensi. Mekanisme penyesuaian diri yang dikembangkan oleh ibu dengan anak autisme dibagi menjadi dua yaitu mekanisme penyesuaian terhadap karakteristik anak dan mekanisme penyesuaian terhadap respon lingkungan sekitar. Sedangkan mekanisme koping yang dikembangkan berupa kontrol diri, berpasrah, melakukan pengalihan, mencari informasi, mencari bantuan, dan pemecahan masalah bersama. Kata Kunci: Ibu dengan anak autisme, Resiliensi
Hubungan Antara Rasa Komunitas dengan Motivasi Kerja Pengurus Subak Prayoga, Yande; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.313 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p16

Abstract

Subak is a traditional organization of irrigation that have been known as one of the world heritages. However, it recognition should be done with the way to accomplish real problems that happened in itself, which supposed to have particular concerns. One thing that could be done is increasing the sense of community among subak's committee so that they will have job motivation to run subak. Based on that fact, the aim of this study is to know the relationship between sense of community with job motivation among subak's committee.   Methods used in this study was quantitative research methods with product-moment correlation to do data analysis. The subjects were choosen with cluster sampling technique for the total number of 58 subjects. The measurements used were sense of community modified scales from McMillan and Chavis (1986) with 34 items (cronbach's alpha is 0,898 and validity coefficient ranged from 0,314-0,637) and job motivation modified scales from Dewi (2008) with 27 items (cronbach's alpha is 0,885 and validity coefficient ranged from 0,308-0,617).   The result of this study indicates that the correlation values of sense of community and job motivation is 0,696 with 0,00 probability (p<0,05). It explained that Ho rejected and Ha accepted. Those values indicates that there are positive and significant relationship between sense of community and job motivation of subak's comittee. In addition, determinant coefficient result is 0,484 that pointed the relative contribution among sense of community with job motivation is 48,4%. This result is similiar with the theory from Hughey, et.al. (1999) which reveals that sense of community will encouraged maningful results for organization.   Keywords: sense of community, job motivation, work motivation and subak’s committee