cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECERDASAN SOSIAL REMAJA AWAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI DENPASAR Pratiwi, Kadek Indah; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.031 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p19

Abstract

Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk menjalin hubungan dan kerjasama, mengorganisir, peka membaca reaksi dan perasaan orang lain, serta mampu menangani perselisihan yang muncul. Kecerdasan sosial merupakan aspek mental yang berkembang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola asuh dan konsep diri. Pola asuh autoritatif berperan dalam meningkatkan kecerdasan sosial karena orangtua lebih hangat, menunjukkan penerimaan yang positif, menerapkan komunikasi dua arah, dan tanggap terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial pada remaja awal. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja awal yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Denpasar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,559 dan koefisien determinasi sebesar 0,312, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan demikian terdapat peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh autoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,388, dan signifikansi 0,001 (p<0,05), sehingga pola asuh autoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri menunjukkan nilai sebesar 0,223, dan signifikansi 0,047 (p<0,05), sehingga konsep diri berperan secara signifikan terhadap kecerdasan sosial remaja awal. Kata Kunci: Kecerdasan sosial, pola asuh autoritatif, konsep diri, remaja awal.
PERAN KOMPONEN CINTA PADA SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH REMAJA AKHIR YANG BERPACARAN DI KABUPATEN BANGLI Premaswari, Chitta Dhyana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.192 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p07

Abstract

Sikap terhadap hubungan seksual pranikah adalah serangkaian evaluasi dan respon individu yang meliputi kognitif, afektif, dan konatif yang menggambarkan sejauhmana individu menerima atau setuju dan menolak atau tidak setuju terhadap hubungan seksual yang dilakukan pasangan yang belum terikat tali pernikahan. Sikap terhadap hubungan seksual pranikah dipengaruhi oleh faktor cinta yang terdiri dari komponen intimacy, passion, dan commitment. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran komponen cinta (intimacy, passion, commitment) pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah remaja akhir yang berpacaran di Kabupaten Bangli. Subjek penelitian ini adalah remaja akhir di Kabupaten Bangli yang memiliki pacar dan berusia 18-22 tahun sejumlah 115 orang subjek. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Hasil yang diperoleh dari analisis regresi berganda menunjukkan nilai R2= 0,359 (p<0,05), hal ini berarti bahwa intimacy, passion, commitment secara bersama-sama berperan sebesar 35,9% dalam menjelaskan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi intimacy sebesar -0,138 dan signifikansi 0,227 (p>0,05) menunjukkan bahwa intimacy tidak berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi passion sebesar 0,787 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa passion berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Koefisien beta terstandarisasi commitment sebesar -0,213 dan signifikansi 0,080 (p>0,05) menunjukkan bahwa commitment tidak berperan pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Hal ini menunjukkan bahwa hanya komponen passion yang berperan secara parsial pada sikap terhadap hubungan seksual pranikah remaja akhir yang berpacaran di Kabupaten Bangli. Kata kunci: sikap terhadap hubungan seksual pranikah, intimacy, passion, commitment, remaja akhir yang berpacaran
Perbedaan Tingkat Stres Pada Ibu Rumah Tangga yang Menggunakan dan Tidak Menggunakan Pembantu Rumah Tangga Putri, Ketut Ariyani Kartika; Sudhana, Hilda
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.289 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p10

Abstract

Household chores is a non formal complex task and its not an easy thing to do. To finish the house work needs a lot of time and energy, also most of it must be done in the house every day, especially if no one help to finish it. It creates an isolated condition and may potentially cause stress. Some housewives prefer to hire a housekeeper to help to complete house works daily. This study is aiming to see the difference level of stress between housewives who use and does not use a housekeeper.   Subjects in this research are 180 housewives aged between 30-55 years old who are not working and lives in the Denpasar area. Sampling technique in this study are incidental sampling. The scale used is the scale of the stress on housewives. From the 54 available items, 28 items declared valid with reliability values  0, 901 and 26 items fall. Method of analyzing data used in this research is the analysis of non parametric Two Independent Sampel. Results from test data analysis is that there is a significant value of p= 0.000 which indicates a significant difference between both group of housewives, so that the conclusions in this research is that there are significant difference levels of stress in housewives who use and does not use a housekeeper. Thus the alternative hypothesis (Ha) in this study is accepted.   Keywords : Housewives, housekeeper, stress.
PERBEDAAN STRATEGI KOPING PADA PEREMPUAN HINDU BALI YANG BEKERJA DAN YANG TIDAK BEKERJA Angligan, I G. A. Intan Kinanti; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.424 KB)

Abstract

In general, women have two roles in life, there are domestic roles and public roles. In terms of Balinese culture, women have three roles or triple roles in life, which are reproductive roles, productive roles, and social roles. Being Balinese Hindu women which is inseparable from the customary of traditional bonds, of course, requires a balance in running are three roles or triple roles in life. There are still many Balinese women imprisoned in a state of dilemma to do a job search for a career, while on the other hand must be a housewife and social activities that unwittingly has its own demands. If this condition is not communicated properly, it can interfere with the psychological condition or stress. To deal with stress and to prevent the negative effects of stress continues to occur, then the individual conduct coping strategies. However, coping strategies do vary considerably between one individual with another individual. This study aims to determine differences in coping strategies in Bali Hindu woman who works and what does not work. This research is a quantitative study using chi-square analysis techniques. The sampling technique used is purposive sampling, on the subject of Balinese Hindu women who worked (being employee) as many as 100 people and who are not working (unemployee) as many as 100 people who live in Denpasar with an age range of 20 years to 40 years. A parametric in this study using a scale of coping strategies as much as 31 item with reliability coefficient of 0,917. The results of this study obtained significance value of 0,406 or is above 0,05 (p>0,05). Based on these results it can be said that there is no difference in coping strategies in employee and unemployee Balinese Hindu woman ( who works and what does not work). A total of 164 subjects in this study belongs to the category of subjects who have combine coping strategies. Keywords: Balinese Hindu Women, Being Employee, Being Unemployee, Coping Strategies
Proses Penerimaan Diri Pada Remaja Tunadaksa Berprestasi Yang Bersekolah Di Sekolah Umum Dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Indra, A.A.Istri Pritha Anindita; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.498 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p11

Abstract

Quadriplegic is a term that is used as the identification of individual who have difficulty in optimizing the function of the body. Various obstacles faced by raising various negative reactions from the quadriplegic. Types of schools chosen by the individual quadriplegic as a means to get an education can bring out difference in environmental conditions encountered, which will certainly affect the learning performance of the individual. Outside of the phenomenon, uniquely, researcher found that there were cases of quadriplegic who attended public school and extraordinary school, which are able to accept the condition of themselves to be able to achieve the achievement in adolescence. Self-acceptance is an individual consciousness to accept the conditions of self as it is, which self-acceptance is one of the individual development task that are in the age range in adolescence. Based on this thing, the researcher is interested to find out about the process of self-acceptance on meritorious quadriplegic adolescent. This study used a qualitative research method with case study research design. Respondents in this study can be divided into two categories based on gender that is male and female, which in each category used each number one respondent. The result of this study indicates that there are three phases passed by quadriplegic adolescents in the process of self-acceptance, which is the initial phase, conflict phase, and the receiving phase. There are some differences in the dynamics at each phase that passed between male and female quadriplegic adolescents.   Keywords: self-acceptance process, quadriplegic adolescent, meritorious, public school, extraordinary school.
RELAKSASI MEDITASI DAN KECEMASAN BERTANDING PADA ATLET MENEMBAK DI DENPASAR Adiputra, Gede Bagus Ananda; Budisetyani, I.G.A Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.958 KB)

Abstract

Indonesia memiliki beragam cabang olahraga yang berpotensi untuk meraih prestasi di segala ajang kompetisi, baik kompetisi yang bersifat nasional maupun internasional. Salah satunya adalah menembak. Pengertian olahraga menembak adalah melepaskan peluru dari senapan api lalu mengarahkan kepada sesuatu atau target. Kedua hal tersebut akan memunculkan tiga arti penting dalam olahraga ini, yang pertama adalah kebendaan atau alat untuk menembak, kedua adalah manusia yang merupakan subjek dari pemakaian alat menembak, ketiga sasaran sebagai aktivitas objek dari menembak melalui senapan yang digunakan. Dalam menembak diperlukan konsentrasi tinggi untuk membidik dan menembak target, namun saat bertanding atlet sering merasakan kecemasan. Kecemasan adalah perasaan efektif yang tidak menyenangkan, disertai dengan sensasi fisik yang mengikuti seseorang terhadap bahaya yang akan datang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani kecemasan adalah meditasi. Meditasi adalah teknik relaksasi dengan mengatur nafas, memusatkan pikiran dan memberikan sugesti untuk dimasukkan kedalam pikiran. Penelitian ini berfokus pada pengaruh meditasi terhadap kecemasan bertanding pada atlet menembak di Denpasar. Penelitian ini menggunakan 10 subjek, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapatkan perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Analisis uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Mann-Whitney yang menunjukkan signifikansi 0,382 (p > 0.05) maka tidak terdapat pengaruh meditasi terhadap kecemasan bertanding atlet menembak di Denpasar. Kata Kunci: Atlet, Menembak, Kecemasan, Relaksasi Meditasi.
Hubungan antara citra tubuh dan konformitas terhadap perilaku konsumtif pada remaja putri di Universitas Udayana Windayanti, Ni Luh Ayu Putri; Supriyadi, Drs
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.934 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p10

Abstract

Perilaku konsumtif adalah tindakan yang dilakukan individu untuk membeli barang atau jasa yang berlebihan dan tanpa pertimbangan yang rasional, demi kepuasan fisik dan dorongan untuk memuaskan keinginan. Munculnya perilaku konsumtif tidak terlepas dari adanya faktor-faktor yang mempengaruhi seperti konformitas dan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan konformitas pada remaja putri di Universitas Udayana. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswi di Universitas Udayana yang berjumlah 227 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Perilaku Konsumtif, Skala Konformitas, dan Skala Citra tubuh yang sudah diuji reliabilitas dan validitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,335 dan koefisien determinasi sebesar 0,113, dengan signifikasi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti citra tubuh dan konformitas secara bersama-sama berperan sebesar 11,3% dalam menjelaskan varian perilaku konsumtif. Konformitas secara mandiri diyakini dapat beperan dalam mempengaruhi perilaku konsumtif dan citra tubuh secara mandiri tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Citra tubuh hanya dapat berperan ketika bersama-sama dengan variabel konformitas. Kata kunci: Perilaku konsumtif, konformitas, citra tubuh.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA KARYAWAN DI PERUSAHAAN RITEL Laksmi, Putu Aninditha Veera; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.585 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p03

Abstract

The improvement of house needs which is added by modern life style, it creates the modern shop pattern in society when fulfilling their needs. Retail Company tries to fulfill society needs by selling products and service that is done by its employees. Therefore, the employees have an important role and they are hoped to emerge extra behavior for the company effectiveness. The company needs employees who do an extra behavior more than their formal job description and they perform to support with company’s hope (Robbins, 2001). In another words, employee does Organizational Citizenship Behavior (OCB). When employees work, they will always connect with their work environment. OCB on employees will be high if they present in a positive organization climate. This research aims to know the relationship between organization climate and organization citizenship behavior in Retail Company employee. Respondents of this research are 95 employees working in 4 Retail Companies. The sampling method is cluster random sampling. The data collecting method is organization climate scale and organization citizenship behavior scale. This research uses content validity and Alpha Cronbach reliability. The reliability of organization climate scale is 0,937 and organization citizenship behavior scale is 0,965. The data distribution of organization climate and organization citizenship behavior is normal (z=0,327; z=0,058; p>0,05). The relationship between organization climate and organization citizenship behavior variable is linear (F=0,000; p<0,01). This research is a quantitative research which its data analysis is simple regression. The result of this research shows that the coefficient regression is 0.720 and the coefficient correlation is 0.568 with its significance 0,000 (p<0.01). This result proves that there is a positive relationship between organization climate and organization citizenship behavior in retail company employee. The contribution of organization climate variable toward organization citizenship behavior variable is 32.2%.   Keywords: organization climate, organizational citizenship behavior, employee, retail company
HUBUNGAN KONFLIK KERJA KELUARGA TERHADAP MOTIVASI KERJA DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERAWAT WANITA BALI DI RUMAH SAKIT DI BALI Adityawira, I Ketut Yoga; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.202 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p18

Abstract

Wanita Bali saat ini dihadapkan dengan berbagai macam pemenuhan peran yang kompleks. Disamping harus bekerja dan mengurus keluarga, wanita Bali juga berperan dalam mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan yang ada di Bali. Sehingga hal ini memunculkan konflik peran tersendiri bagi wanita Bali, salah satu konflik tersebut yaitu konflik kerja keluarga. Dampak dari konflik kerja keluarga yang dapat terjadi pada wanita Bali yaitu menurunkan motivasi kerja wanita Bali. Ketika wanita Bali mengalami konflik, maka individu tersebut akan mencari sumber-sumber positif yang ada disekitarnya untuk mengatasi dampak konflik yang dihadapinya. Salah satu sumber positif adalah dukungan sosial. Tujuan dari penelitian yaitu untuk melihat hubungan konflik kerja keluarga terhadap motivasi kerja dengan dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi pada perawat wanita Bali di rumah sakit di Bali. Data dianalisis menggunakan model Moderated Regression Analysis (MRA) dengan teknik uji residual melalui SPSS 17.0 for windows. Jumlah subjek pada penelitian ini 112 dengan kriteria wanita Bali yang bekerja sebagai perawat minimal satu tahun pada rumah sakit di Bali, telah menikah dan memiliki anak, serta berpendidikan minimal Sekolah Pendidikan Perawat (SPK) atau sederajat. Sampling menggunakan teknik sampling two stage cluster sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan konflik kerja keluarga dengan dukungan sosial sebagai variabel pemoderasi dengan informasi nilai koefisisen variabel motivasi kerja parameter beta standardized negatif yaitu -0,143, akan tetapi nilai probabilitasnya tidak signifikan p = 0,134 (p>0,05). Dari hasil analisis diketahui bahwa dukungan sosial bukanlah variabel moderator, tetapi sebagai variabel prediktor yang mandiri.   Kata Kunci: Dukungan Sosial, Konflik Kerja Keluarga, Motivasi Kerja, Perawat wanita Bali
Kepatuhan Mengonsumsi Obat Pasien Hipertensi Di Denpasar Ditinjau Dari Kepribadian Tipe A Dan Tipe B Evadewi, Putu Kenny Rani; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.185 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p04

Abstract

The changes of life style in today’ such as reductions in physical activity led to the emergence of a variety of chronic diseases such for instance hypertension. Hypertensive patients are required to take medication on a regular basis, so that the necessary compliance in taking the drug. There are various factors that affect adherence taking the drug, one of which is personality. Personality type A and type B is said to have a close relationship with chronic disease. This study aims to determine the compliance of hypertensive patients taking the drug in Denpasar in terms of personality type A and type B.   This research is quantitative comparative method. Sampling technique used is purposive random sampling. The population in this study were hypertensive patients in Denpasar with the number of respondents 267 subjects. Number of samples with type A personalities are 135 subjects and type B personality as much as 132 subjects. Data analysis methods used are independent samples t test (p<0,05).   The results indicate there are differences in medication adherence among hypertensive patients taking personality types A and B (significance p=0.001). More respondents overall had a bad drug taking compliance (189 subjects) compared to subjects who had good adherence (78 subjects). Moreover, taking medication compliance analysis based on age, sex, duration of hypertension showed more male subjects, ages 52 to 59 years, with hypertension 6 to 10 years which may had a role in adherence patients taking medication.   Keywords: Compliance of medication consumption, type A and type B personalities, hypertension