cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN BALI PENGIDAP HIV-AIDS Putri, Ida Ayu Karina; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.703 KB)

Abstract

Recent years, development of the epidemic disease of AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has become quite frightening for the people of the world (Zarpatista, 2012). In Indonesia there are currently 75 regencies/cities which have a very high prevalence of HIV-AIDS, among others due to the increasing of transmission from husband to wife (Wardah, 2013). The province of Bali including is one of the six provinces that has status of epidemic HIV-AIDS besides Papua, Riau, Jakarta, Jawa Barat, and Jawa Timur (Suriyani, 2006). In many cases, women infected with HIV from her partner/husband because women did not have power of both socially and economically to protect herself (Nainggolan, 2004). Based on pre eliminary study that conducted by researchers in Yayasan Citra Usadha (YCUI) on the three regencies area program that is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, discrimination recognized did occur in some cases of ODHA in Bali especially women. One of the problem in ODHA’s life is not only related to the stigma and discrimination from the around environment, but also with their self condition acceptance (Rasyida, 2008). This situation attracts researcher to find out the self acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS. This study use qualitative method with phenomenological approach and 5 Balinese women who lives with HIV-AIDS as the respondents, the data collected with observation and in depth-interview conducted during 7 months. The result shows that there 9 representation of self-acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS which are be grateful, optimistic and always trying to do the optimum, have the right and feel equal with others, do not want to treated differently, want to help and sharing with others, self introspection, being closer with God. Keywords: HIV-AIDS, Self-Acceptance, Balinese Woman
Stressor dan Coping Stress Guru yang Dimutasi dari Sekolah Reguler ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Wiragita, Gede Angga; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.82 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p14

Abstract

Menentukan profesi yang diinginkan individu cenderung memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki agar tidak terjadi ketidak sesuaian dalam bekerja. Semua profesi memiliki tingkat stress masing-masing. Profesi guru dilaporkan memiliki tingkat stress yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan profesi lainnya. Guru yang ditugaskan di sebuah sekolah harus memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pengajaran yang baik kepada siswa. Guru pada sekolah luar biasa (SLB) sebelum bertugas di SLB harus memiliki kemampuan dasar pendidikan luar biasa (PLB). Stress yang muncul pada individu dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah ketidak sesuaian antara kemampuan yang dimiliki oleh individu dengan pekerjaan yang harus dikerjakan. Dalam menghadapi pemicu stress (stressor) individu melakukan coping stress guna meredam stress yang ditimbulkan oleh setiap pemicu stress (stressor). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stressor yang dihadapi oleh guru yang dimutasi dari sekolah reguler ke sekolah luar biasa (SLB) serta coping stress yang dilakukan guna meredam stress yang ditimbulkan oleh stressor tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kasus tunggal. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden penelitian ini adalah seorang guru yang dimutasi dari sekolah reguler ke sekolah luar biasa (SLB). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden menghadapi permasalahan pada awal penugasan di SLB dan permasalahan ketika mengajar di SLB. Coping stress yang dilakukan responden untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi selama menjadi guru adalah dengan mencoba mencari solusi terbaik dari setiap permasalahan yang dihadapi responden. Kata kunci: stress, stressor, coping stress, guru SLB
Perbedaan motivasi berpretasi dan dukungan sosial teman sebaya antara mahasiswa perantau dan non perantau di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Choirunisa, Nurul Lady; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.804 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p03

Abstract

Every individual is entitled to get the highest education, one of them by taking lectures in college. The main goal of becoming a student is to achieve academic achievement. There are several factors that influence, among others, achievement motivation and peer social support. Achievement motivation as individual desire to undergo the process of lecturing well, while the social support of peers as a help from friends in various forms. Students of immigrants and non-immigrants have different conditions, so this study aims to see the difference between achievement motivation and peer social support owned by students. This study uses quantitative methods with the subject of 238 students who are studying at Faculty of Medicine Udayana University selected using cluster random sampling technique. The research instrument used achievement motivation scale and peer social support. Data analysis using Independent Sample T-Test with result of significance equal to 0,001 (p <0,05) on achievement motivation with higher immigrants empirical mean that is 110,38 and empirical mean of non- immigrants 106,98. Results of social support significance of 0.047 (p <0.05) with the higher immigrants empirical mean of 173.70 and non-immigrant empirical mean of 170.95. The results of this study indicate there are differences in achievement motivation and social support of peers between immigrants and non immigrant students at the Faculty of Medicine Udayana University. Overseas students have higher achievement motivation and social support than non migrant students. Keywords: Achievement motivation, immigrants, non-immigrants, peers social support.
Hubungan Konsep Diri Akademik dengan Motivasi Berprestasi pada Remaja Awal yang Tinggal di Panti Asuhan di Denpasar Prabadewi, Komang Diah Laxmy; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.493 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p05

Abstract

Early adolescence is a period for self-concept formation. The self concept is a set of beliefs and feelings of the individual about their own, including physical characteristics, social, emotional, aspiration and achievement (Hurlock, 1999). Concerned with the need of achievement, adolescents need to develop their self-concept specially their academic self-concept as a particular provision in order to face a competition in the work world later. The self concept is not an innate factor, but it is learned and shaped by individual experience in dealing with others. That is equal with the academic self-concept. When a person living in a different situation with the general one, such as live in an orphanage, it can affect early adolescents in shaping their self-concept, at last it can affect their desire to achieve their achievement. According to these conditions, the researchers wanted to see whether there are relationships between academic self-concept and achievement motivation in early adolescents who lives in an orphanage. This study uses quantitative research methods which is correlation analysis method using product moment that involving 120 early adolescents orphanages as subjects that obtained by using sample taking technique simple random sampling . The result found in this research, there is a positive and significant relationship between academic self-concept and achievement motivation in early adolescents who lives in orphanages in Denpasar, which is indicated by the correlation coefficient (r) between the variables of self-concept and achievement motivation is 0.588 with p value 0.000 (p< 0.05), which means that the variable of academic self-concept and achievement motivation variables correlated significantly and positively and both of those are at moderate intensity Keywords: self concept, academic self-concept, achievement motivation, orphanages, early adolescents
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS KOMUNIKASI DENGAN KOMITMEN PADA PASANGAN YANG MENJALANI HUBUNGAN BERPACARAN Liana, Jessica Ayu; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.676 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p09

Abstract

Pada masa dewasa awal, individu akan dihadapi dengan tugas perkembangan. Salah satunya yakni pencarian pasangan hidup dan pembentukan keluarga baru. Tugas perkembangan inilah yang mengharuskan individu untuk belajar membangun sebuah komitmen pada suatu hubungan yang sedang dijalaninya. Komunikasi menjadi salah satu cara dalam pembangunan rasa komitmen. Komunikasi tersebut terkait dengan tingkat kedalaman dan keluasan pesan yang terjadi saat proses komunikasi. Namun komunikasi itu sendiri tidak selamanya dapat berjalan secara lancar dan baik. Hal ini dapat memberikan dampak yang baik maupun dampak yang buruk ke dalam suatu hubungan berpacaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi, teknik sampling yang digunakan yakni cluster sampling, populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Udayana dengan responden sebanyak 80 orang, yang terdiri dari beberapa mahasiswa fakultas kedokteran, hukum, teknik, fisip, ekonomi dan bisnis, serta pariwisata. Karakteristik sampel pada penelitian ini adalah berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan, sedang menjalani hubungan berpacaran, dan berusia 18 sampai dengan 30 tahun. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif antara intensitas komunikasi dengan komitmen pada pasangan yang menjalani hubungan berpacaran, hal tersebut berarti semakin tinggi intensitas komunikasi maka semakin tinggi pula komitmen terhadap pasangan, begitu juga sebaliknya semakin rendah intensitas komunikasi maka semakin rendah pula komitmen terhadap pasangan. Kata kunci: Intensitas komunikasi, komitmen, pasangan, dan pacaran.
Perbedaan Prestasi Belajar ditinjau dari Sociometric Status di SMPN 1 Bangli Batuh, A.A. Gede Raka Narayana; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.093 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p12

Abstract

Slameto (2003) explains that one of the factors that influence learning achievement is a relation peers or position of the student relationship with friends around. The position of the student relationship with a friend in the class can be described by Sociometrics Status. Sociometric status means a reflection of the general acceptance of individuals by peers (Finch, 1998) The purpose of this study was to determine differences in learning achievement in terms of sociometric status in SMPN 1 Bangli.This research is a mixed-method. The sampling technique used was cluster random sampling. Subjects in this study amounted to 189 students who attend school at SMPN 1 Bangli. Data mining techniques used in this study begins with interviews and the interviews made in the questionnaire and subsequent sociometric status sociometric status questionnaire distributed to the study subjects. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test. Based on the results of data analysis, showed that there is a significant difference in learning achievement in terms of sociometric status in SMPN 1 Bangli. If students want to get high academic achievement, the students can improve their relationships with friends around.Keyword: Learning Achievement, Sociometric Status.
Peran Pola Asuh Autoritatif dan Konsep Diri terhadap Self regulated learning Siswa Remaja SMA di Kabupaten Gianyar Purwarini, Putu Deasytha; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.747 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p05

Abstract

Self-regulated learning merupakan aspek mental yang sangat penting dalam kehidupan remaja yang sedang menuntut ilmu karena pada masa remaja terjadi banyak gejolak, seperti emosi, teman sebaya, identitas diri, dan kognitif. Self-regulated learning merupakan sebuah konsep bagaimana individu menjadi pengatur bagi belajarnya sendiri. Self regulated learning bukan aspek mental yang dibawa sejak lahir melainkan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Bagaimana seseorang memandang dirinya serta bagaimana lingkungan memperlakukan seseorang sejak usia dini akan memengaruhi perkembangan Self regulated learning. Konsep diri merupakan salah satu faktor internal dan pola asuh autoritatif merupakan salah satu faktor eksternal yang memengaruhi Self regulated learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif dan konsep diri terhadap Self-regulated learning. Subjek penelitian berjumlah 220 siswa SMA yang terpilih melalui two stage cluster sampling. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,587 dan R Square sebesar 0,344, yang berarti bahwa pola asuh autoritatif dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 34,4% terhadap Self regulated learning. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh autoritatif sebesar 0,100 dan taraf signifikansi 0,107 (p>0,05) menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif tidak berperan secara signifikan terhadap Self regulated learning. Koefisien beta terstandarisasi dari konsep diri sebesar 0,535 dan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa konsep diri berperan secara signifikan terhadap Self regulated learning. Kata kunci : pola asuh autoritatif, konsep diri, Self regulated learning, remaja.
Peran harga diri dan kecerdasan emosional terhadap perilaku asertif mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Mahadewi, Desak Putu Sinta; Fridari, I Gusti Ayu Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.552 KB)

Abstract

Perilaku asertif merupakan perilaku individu dalam mengekspresikan perasaan yang ada dalam pikirannya secara tegas dan jujur namun tanpa menyakiti perasaan orang lain. Perilaku asertif penting bagi individu dalam berkomunikasi guna tercapainya hubungan interpersonal yang harmonis. Faktor internal yang dapat memengaruhi munculnya perilaku asertif pada individu adalah harga diri yaitu penilaian terhadap diri serta kemampuan untuk mengelola emosi secara adaptif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran harga diri dan kecerdasan emosional terhadap perilaku asertif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 orang yang merupakan mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perilaku asertif, skala harga diri, dan skala kecerdasan emosional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,536, nilai koefisien determinasi sebesar 0,287 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel harga diri sebesar 0,390 dan kecerdasan emosional sebesar 0,267. Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga diri dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berperan dalam meningkatkan perilaku asertif pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Harga diri, kecerdasan emosional, mahasiswa, perilaku asertif
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITATIF DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA TUNARUNGU KATEGORI TULI KELAS VI SD DI BALI Sanjiwani, Ida Ayu Maitry; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently mass media publish more about psychomotor achievement than academic achievement of students with hearing impairments, while in fact students with hearing impairments have the same intellectual capabilities as normal students. The difference lies in their intellectual development that tends to be sluggish due to limitations in hearing, communicating and using languages. Parenting styles adopted by parents have an important role in developing a child’s intellectual capability so as to achieve high academic achievement. When parents send their children in SLB B or State SLB show that parents applying authoritative parenting style in raising their children. This study aims to determine the relationship between authoritative parenting styles and the academic achievement of sixth grade elementary school students in Bali with hearing impairments in the deafness category. The subjects used in this study were sixth grade elementary school students with hearing impairments in the deafness category, who are attending SLB B (special school for hearing impaired children) or State SLB and living with their parents. The number of subjects used was as many as 28 students, which are the whole of the population. The authoritative parenting style scale reliability was 0.940. The result of the normality test on the authoritative parenting style was 0.426. The normality test result on academic achievement was 0.658. The linearity test result on the authoritative parenting style has probability (p) 0.000. The analytical method used was the product moment correlation analysis. The correlation result in this study was 0.836 with probability (p) was 0,000. Based on the results it is seen that there is a positive relationship between authoritative parenting styles and academic achievement of sixth grade elementary school students in Bali with hearing impairments in the deafness category. This means that the stronger authoritative parenting style that are accepted, then there is increase academic achievement of sixth grade elementary school students in Bali with hearing impairments in the deafness category. Keywords: authoritative parenting styles, academic achievement, students with hearing impairments
HUBUNGAN FANATISME DAN KONFORMITAS TERHADAP AGRESIVITAS VERBAL ANGGOTA KOMUNITAS SUPORTER SEPAK BOLA DI KOTA DENPASAR Anam, Hendra Choirul; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.11 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p13

Abstract

Fanatisme merupakan perilaku individu yang identik dan mengutamakan tujuan tertentu tanpa melihat dan memperdulikan akibat yang akan timbulkan. Dalam mengekspresikan fanatisme dan kecintaan kepada tim kesayangan, suporter sepak bola melakukannya dengan cara bersama-sama hal ini terlihat dari sikap dan perilakunya termasuk melakukan perilaku agresivitas verbal di dalam stadion maupun di luar stadion untuk mendukung tim kesayangan saat bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Subjek penelitian ini adalah anggota komunitas suporter sepak bola yang berada di kota Denpasar yang berjumlah 115 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan wawancara untuk pengambilan datanya. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan (R) sebesar 0.323 (F=6.511; p<0,05), yang memiliki arti bahwa fanatisme dan konformitas secara bersama-sama memengaruhi munculnya agresivitas verbal. Koefisien determinasi sebesar 0.104, memiliki arti bahwa sumbangan efektif fanatisme dan konformitas dalam menjelaskan varian agresivitas verbal sebanyak 10,4%, dan dari nilai beta terstandarisasi didapatkan bahwa fanatisme lebih berperan terhadap agresivitas verbal dengan nilai sebesar -2.546 daripada konformitas sebesar -1.040. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang negatif signifikan dari fanatisme dan konformitas terhadap agresivitas verbal anggota komunitas suporter sepak bola di kota Denpasar. Hasil dari kualitatif menunjukkan bahwa: Jenis-jenis nyanyian atau Chant yang dihasilkan dari peniruan suporter luar negeri dan Chant/nyanyian yang dibuat oleh komunitas dari kretivitas sendiri. Faktor-faktor munculnya agresivitas verbal diantaranya adalah rivalitas, tindakan komunitas lain, norma etika budaya timur, sedangkan yang dirasakan adalah dampak positif : mempunyai teman baru, saling bantu satu sama lain atau gotong royong, belajar mengenai bersosialisasi dan sebagai wadah pemersatu serta terciptanya perdamaian. Dampak negatifnya adalah banyaknya waktu yang terbuang. Harapan terkait hubungan dengan komunitas lain adalah sebagai wadah pemersatu dan terciptanya perdamaian. Kata kunci: fanatisme, konformitas, agresivitas verbal komunitas suporter sepak bola.