cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Dinamika Perencanaan Karir Remaja Perempuan Bali Pradnyadari, Ni Made Dyah Sathya; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.601 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p03

Abstract

Remaja memiliki tugas perkembangan diantaranya adalah melakukan perencanaan karir dan berperan dalam lingkungan sosial. Masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki adat istiadat dan budaya yang kental yang disosialisasikan kepada perempuan Bali sehingga perempuan Bali memiliki tanggung jawab adat yang semakin ditekankan ketika remaja. Meskipun remaja perempuan Bali berhak untuk mengembangkan karir tetapi remaja perempuan Bali tidak dapat meninggalkan budayanya, sementara remaja perempuan Bali yang sangat mementingkan budaya juga tidak dapat meninggalkan dorongan dari dalam diri untuk berkarir sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika perencanaan karir remaja perempuan Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang dengan kriteria remaja perempuan berusia 18-21 tahun, bersuku Bali, sejak lahir tinggal di Bali, beragama Hindu, berstatus sebagai mahasiswa dan telah mengisi angket online pada studi pendahuluan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi terstruktur dan analisis data yang digunakan adalah theoretical coding. Penelitian ini menghasilkan suatu model dinamika perencanaan karir remaja perempuan Bali yang bergerak pada pertimbangan karir, persiapan karir dan penetapan tujuan karir dengan internalisasi budaya Bali dalam setiap proses tersebut, serta faktor internal dan eksternal sebagai faktor evaluatif dinamika. Kata kunci: Perencanaan Karir, Remaja Perempuan Bali, Budaya Bali
Peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi Mayasari, Made Pramesti; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.268 KB)

Abstract

Proses penyusunan skripsi dapat menyebabkan stres bagi mahasiswa. Stres merupakan suatu situasi yang mengancam dan menuntut individu untuk melakukan penyesuaian dan adaptasi terhadap kondisi tersebut. Komunikasi interpersonal yang terjalin antara mahasiswa dan dosen pembimbing dapat memengaruhi stres mahasiswa. Stres dapat dikelola dengan penggunaan strategi koping yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal dan problem focused coping terhadap stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 83 orang Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres, skala komunikasi interpersonal dan skala problem focused coping. Penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini ialah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,754, nilai koefisien determinasi sebesar 0,568 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel komunikasi interpersonal -0,747 dan problem focused coping sebesar -0,010. Hasil tersebut menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan problem focused coping secara bersama-sama berperan menurunkan taraf stres Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Kata Kunci: Komunikasi interpersonal, mahasiswa, problem focused coping, skripsi, stres
HUBUNGAN KETIDAKAMANAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN KONTRAK PADA PT. BANK CIMB NIAGA TBK, WILAYAH BALI Manuaba, Ida Ayu Ananda Mahadewi; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.499 KB)

Abstract

Contract labor system is one of internal changes phenomena in structure and work system that is done by almost every organization including banking industry. The example is Bank CIMB Niaga that uses contract employees in its banking activities. In its development, there are problems in hiring employees by contract system namely the emergence of job insecurity perceived by employees due to career uncertainty at the company. Another problem that arises related to organizational commitment of contract employees. Job insecurity and organizational commitment problem may affect performance of contract employees. This study aims to examine the relationship between job insecurity and organizational commitment with performance of contract employees in PT. Bank CIMB Niaga Tbk, Bali Region. This research is quantitative study using multiple regression data analysis. The population in this study are all contract employees in PT. Bank CIMB Niaga, Bali Region with minimum 1 year working period. The used sampling method is cluster sampling. Respondents in this study are contract employees working in teller and micro division. The number of respondents is 43. Data in this study were obtained by questionnaires and employee performance appraisal data. The result found significant relationship between job insecurity and organizational commitment with performance of contract employees. Job insecurity is negatively related to performance of contract employees. Organizational commitment is positively related to performance of contracts employees. Keywords: employee performance, job insecurity, organizational commitment, contract employee
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DALAM PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA TRIWANGSA DEWASA AWAL DI BALI YANG DITINJAU BERDASARKAN POLA ASUH OTORITARIAN Adi, Ida Ayu Ratih Purnama; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.416 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p09

Abstract

Indonesia yang memiliki beragam tradisi, budaya dan adat istiadat masih mengganggap pemilihan pasangan merupakan hal yang penting, khususnya bagi masyarakat Bali. Secara tidak langsung, orangtua akan ikut berperan dalam menentukan kriteria pasangan hidup untuk anak-anaknya, terutama terhadap anak perempuan. Peran tersebut dapat tercermin melalui pola asuh yang diterapkan. Orangtua dari kategori triwangsa yaitu wangsa Brahmana, Ksatrya, dan Waisya meyakini bahwa dengan menerapkan pola asuh otoritarian dapat membuat anak patuh dan mampu menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk melestarikan wangsa. Anak dengan penerapan pola asuh otoritarian cenderung menggambarkan kecemasan yang disebabkan oleh kontrol yang tinggi dari orangtua agar anak perempuannya mencari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang ditinjau berdasarkan pola asuh otoritarian. Subjek dalam penelitian ini adalah 105 wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang belum menikah. Subjek dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kecemasan dalam pemilihan pasangan dan skala pola asuh otoritarian. Hipotesis penelitian diuji dengan analisis kovarian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoritarian dan triwangsa memberikan kontribusi terhadap tingkat kecemasan dalam pemilihan pasangan pada wanita triwangsa. Hal tersebut terjadi karena sistem masyarakat Hindu di Bali terkait dengan wangsa masih memiliki pengaruh yang signifikan, sehingga wanita triwangsa akan mendapatkan kontrol dan tuntutan dari keluarga untuk mencari pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi. Kecemasan dalam memilih pasangan akan timbul ketika wanita triwangsa tidak memenuhi tuntutan dari orangtua untuk memilih pasangan dari wangsa yang sepadan atau lebih tinggi, dalam penelitian ini yang lebih berpengaruh terhadap kecemasan dalam pemilihan pasangan adalah pola asuh otoritarian. Kata kunci: Wanita triwangsa, kecemasan dalam pemilihan pasangan, pola asuh otoritarian.
Penyesuaian Diri Pasangan dengan Perkawinan Pada Gelahang di Masyarakat Hindu Bali Puspitasari, Ni Putu Eka Yulias; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.35 KB)

Abstract

Perkawinan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan yang menjadi alternatif bagi masyarakat Hindu Bali yang tidak bisa melaksanakan bentuk perkawinan biasa maupun Nyentana. Setiap bentuk perkawinan memiliki tantangan yang memerlukan penyesuaian diri sehingga dapat tercapai sebuah kepuasan dalam perkawinan. Membahas secara langsung proses penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali merupakan sebuah cara yang tepat, unik, dan realistis dalam memahami penyesuaian diri sekaligus memelajari budaya perkawinan dalam masyarakat Hindu Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview, joint interview dan observasi pada tiga pasangan responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak laki-laki memiliki hambatan yang lebih besar ketika memutuskan untuk melakukan perkawinan Pada Gelahang. Hasil berikutnya adalah ketiga pasangan melakukan strategi personal dan social coping dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya. Personal coping meliputi strategi being a good person, problem delay, self control, ignore the problem, being assertive, dan pray then try. Social coping meliputi strategi looking for social support, planful problem solving, dan using kids as a glue. Berdasarkan strategi yang ada, ditemukan bahwa penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang belum optimal karena masih melibatkan strategi yang mengarah pada represi. Kata kunci: Penyesuaian diri, penyesuaian personal, penyesuaian sosial, perkawinan Hindu Bali, perkawinan Pada Gelahang
Perbedaan agresivitas pada anak usia dini yang dibacakan dongeng dengan yang tidak dibacakan dongeng sebelum tidur oleh ibu Hedo, Dian Jayantari Putri K; Sudhana, Hilda
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p01

Abstract

Aim of this research is to know about difference of aggression in young children that get fairytales reading and in young children that don’t get fairytales reading before sleep from their mother. Aggression has been a problem many people talk about, especially about its cause, or its intervention. Every people has aggression, including young children. People believe that young children’s aggression isn’t dangerous, so they only focus doing interventions in adult or adolescence aggression and disregard interventions in childhood aggression. Actually, it’s better to do intervention in young children, for it prevents long term negative impact of aggression. One of the interventions in controlling aggression is read fairytales to children. Fairytales give children good impacts that related to the aggression’s causes. Fairytales-reading is familiar thing in Indonesian culture. According to that, researcher formulates a research’s problem, that is, is there difference of aggression in young children that get fairytales reading and in young children that don’t get fairytales reading before sleep from their mother. Research’s subjects are 92 mothers of young children from kindergartens in Denpasar. Research’s method is comparation research. Data are collected by questionnaire (aggression scale and fairytale reading’s categorization). Validity test of aggression scale find 6 invalid items and 68 valid items from 74 items, with reliability coefficient’s score is 0,989. Data are analyzed with independent sample t-test. Data analysis’s result shows that data are normal and homogen. Score of significant in t-test is 0,000 (p=0,05). It means that research’s hypothesis who state there is difference of aggression in young children that get fairytales reading and in young children that don’t get fairytales reading before sleep from their mother, is accepted. Categorization of aggression’s score shows that children who receive fairytales reading have lower score than children who don’t receive fairytales reading. Keywords: aggression, fairytales, early childhood, mother
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP DISIPLIN DIRI SISWA KELAS XI IPA SMA SANTO YOSEPH DENPASAR Aitama, Yolanda Budi; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.583 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p15

Abstract

Self discipline is important for students. Students who have high self discipline will take action based on social norms or rules that have been created. Self discipline is influenced by external factors and internal factors. Authoritative parenting style is one of external factors that influence to change of behavior, while one of internal factors can be drive human behavior is emotional intelligence. This study aims to determine whether there is the role of authoritative parenting style and emotional intelligence to self discipline students. Subjects in this study were student of senior high school grade XI science at Santo Yoseph Denpasar. Instruments in this study is authoritative parenting scale, emotional intelligence scale, and self discipline scale. The results of this study showed a regression coefficient (R) of 0.507 (F=29.538,P<0.05), this means that authoritative parenting style and emotional intelligence contribute to self discipline. The coefficient of determination (R2) of 0.325, which means that the authoritative parenting style and emotional intelligence have effective contribution of 32.5% to self discipline. Emotional intelligence have standardized beta coefficient of 0.508 (P<0.05) and authoritative parenting style have standardized beta coefficient of 0.196 (P<0.05). Emotional intelligence have more contribute than authoritative parenting style to self discipline.Keywords : Authoritative Parenting Style, Emotional Intelligence, Self Discipline
Gambaran komitmen dalam pernikahan pasangan remaja yang mengalami KTD Adi, Wayan Mirah; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.312 KB)

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan (KTD) terutama pada remaja di Bali merupakan salah satu masalah yang menjadi sorotan dikarenakan jumlah kasus KTD di Bali mengalami peningkatan. Pada kasus tersebut, menikah menjadi solusi yang terpaksa dipilih. Salah satu kunci yang diperlukan untuk mempertahankan pernikahan adalah komitmen. Pernikahan dan pembentukan komitmen seringkali dilekatkan pada tugas masa dewasa. Remaja yang terpaksa menikah akan dibebani tugas-tugas yang harusnya ditanggung pada masa dewasa sehingga pernikahan mereka sangat rentan terhadap berbagai permasalahan. Ketidaksiapan remaja untuk membangun komitmen menjadi landasan dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komitmen pada pasangan yang menikah di usia remaja dan hal yang dapat mempertahankan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan responden sejumlah 3 pasangan remaja yang menikah pada usia 15-19 tahun akibat KTD dengan teknik pusposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara individu, joint interview dan observasi. Ditemukan hasil bahwa komitmen selama pacaran terdiri dari komitmen berdasarkan perasaan sementara terdapat dua bentuk komitmen tambahan dalam pernikahan, yaitu komitmen berdasarkan pemikiran dan perilaku. Penelitian juga menemukan bahwa pasangan menunjukkan ambivalen untuk mempertahankan komitmen. Komitmen dapat dipertahankan jika suami dapat menunjukkan tanggung jawab kepada keluarga sebagai pembuktian kepada masyarakat dan istri mendapat dukungan keluarga serta mampu mengatasi konflik dengan mertua dan tuntutan terhadap peran. Kata kunci: Kehamilan tidak diinginkan, komitmen, pernikahan di usia remaja.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT COMING OUT PADA LESBI FEMME DI BALI Dewi, I Gst Ayu Puspasari; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.441 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p03

Abstract

In psychology, lesbian has not regarded as a psychiatric disorder since 1973 until now based on guidebook of the DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder). But until now presence of lesbians on the society are still faced with a denial and violation of religion, norms, and values prevailing in society. In Indonesia, especially in Bali, lesbian being as individual mostly "down" due to two main things, there are strong patriarchy culture that makes women as a minority and then because lesbians are still considered a disease and deviant. This makes the lesbian increasingly difficulty in adjusting to society that makes lesbian experience barriers to self-disclosure (coming out). Doing coming out in lesbian is not easy, especially in the lesbian femme which recognized very good at hiding his identity as a lesbian, because other people cannot just interpret a feminine woman is a lesbian. This makes the researchers want to determine the factors that hinder the coming out on lesbian femme in Bali.This study uses qualitative research methods with phenomenology approach. Respondents this study were four people who have an identity as a lesbian femme in Bali and have not done of coming out phase as a lesbian. The results of this study indicate that all respondents have not been able to reach the final stage of coming out as known as integration stage. The respondents only can reach the stage of awareness, exploration and acceptance. There are two limiting factor which inhibit of coming out phase, factors that originate from within the individual (internal limiting factor) and the factors that come from outside the individual (external limiting factor). Internal limiting factor obtained in the research that is the hope of re-heterosexual, guilt, and love, while the external limiting factor is influenced by family, social pressures, norms and culture.Keywords: Inhibit, Self-disclosure, Coming Out, Lesbian, Bali
GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI ANAK BUAH KAPAL (ABK) Erlangga, I Gusti Made Surya; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.598 KB)

Abstract

Pernikahan merupakan tahap selanjutnya dari suatu hubungan. Idealnya setiap pasangan menginginkan tercapainya kebahagiaan dan tercapainya kepuasan di dalam suatu hubungan pernikahan. Kepuasan pernikahan adalah evaluasi suami istri terhadap hubungan pernikahan yang cenderung berubah sepanjang perjalanan pernikahan itu sendiri. Tuntutan ekonomi merupakan tantangan terbesar di dalam suatu pernikahan karena tuntutan serta kebutuhan yang tentunya semakin beragam pada zaman ini. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut banyak dari pasangan suami istri mencari sumber penghasilan yang lebih baik dari sebelumnya, salah satunya adalah dengan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal pesiar dan menjalani commuter marriage. Commuter marriage adalah pasangan suami istri yang tinggal terpisah dan berada pada dua wilayah geografis yang berbeda karena pekerjaan masing-masing. Commuter marriage memiliki dampak positif dan juga negatif di dalam suatu hubungan, namun dampak negatif yang ada tentunya sangat dirasakan oleh istri yang harus melakukan segala sesuatunya sendiri. Hubungan pernikahan tersebut tidak dapat dikatakan baik maupun buruk karena hal tersebut terrgantung dari bagaimana pasangan suami istri mengevaluasi hubungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri Anak Buah Kapal (ABK). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sampel penelitian ini berjumlah 4 orang perempuan yang diperoleh dari purposive sampling dengan karakteristik menikah dengan suami yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal dengan usia usia 26-35 tahun serta berdomisili di Denpasar dan Badung, Bali. Penggalian data dilakuan dengan wawancara dan observasi mendalam dan dianalisis dengan teknik analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian adalah yakni faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan pada istri ABK. Faktor tersebut terdiri atas hal-hal yang mendasari tercapainya kepuasan pernikahan, hal-hal yang meningkatkan, dan menurunkan kepuasan pernikahan. Kata kunci : kepuasan pernikahan, commuter marriage, anak buah kapal, kapal pesiar