cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional remaja madya di SMA Negeri 1 Tabanan Putri, Ni Luh Putu Nina Idelia Aryantha; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.959 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p06

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Kecerdasan emosional dapat berkembang karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya adalah pola asuh. Disamping pengaruh lingkungan, kecerdasan emosional juga dipengaruhi oleh cara individu memandang penyebab kejadian dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh otoritatif dan internal locus of control terhadap kecerdasan emosional pada remaja madya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja madya yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tabanan berjumlah 107 orang. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R sebesar 0,617 (p<0,05), dengan demikian koefisien determinasi adalah 0,381 yang berarti pola asuh otoritatif dan internal locus of control secara bersama-sama memiliki sumbangan efektif sebesar 38,1% terhadap kecerdasan emosional. Koefisien beta terstandarisasi dari pola asuh otoritatif menunjukkan nilai sebesar 0,167 (p<0,05), sehingga pola asuh otoritatif berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Koefisien beta terstandarisasi dari internal locus of control menunjukkan nilai sebesar 0,537 (p<0,05), sehingga internal locus of control berperan secara signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja madya. Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola asuh otoritatif, internal locus of control, remaja madya.
Hubungan Antara Regulasi Diri dan Perencanaan Karir pada Remaja Putri Bali Istriyanti, Ni Luh Arick; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.184 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p09

Abstract

  Adolescences have many developmental tasks. Some of them are getting involved into social role and capable of doing a proper career planning. When adolescences are faced by the strict culture, like Balinese Teenage Girls who involved into sekaa teruna organization, they have to actively participate in every cultural activity as a part of social role, and also doing career planning for their future’s preparation. In doing career planning, adolescences need the ability to manage their potential and retrieved information without ignoring their social roles. Therefore, Balinese Teenage Girls need to find the right way to do career planning and fulfill their social roles that are have a good self-regulation. Because of that researcher assumed that there is a positive relationship between self-regulation and career planning of Balinese Teenage Girls.   This research method is quantitative-correlation, using 135 subjects that are Balinese Teenage Girls who joined sekaa teruna organization in Badung and their age ranges from 15-20 years old. Method used for collecting the data is questionnaire which is self-regulation scale and career planning scale. The reliability of self-regulation variable is 0.916 and for the career planning variable is 0.911. The normality of self-regulation variable is 0.098 and for the career planning variable is 0.269. The linearity between self-regulation variable and career planning variable is 0.000. The determination coefficient is 0.354. The analysis method is Pearson product moment correlation techniques. The correlation coefficient is 0.595 with 0.000 probabilities. It is proved there is a positive relationship between self-regulation and career planning of Balinese Teenage Girls.   Keywords: Self-Regulation, Career Planning, Balinese Teenage Girls  
PERBEDAAN KUALITAS KOMUNIKASI ANTARA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG BERPACARAN JARAK JAUH DAN JARAK DEKAT DI DENPASAR Pratiwi, Ni Made Ayu Yuli; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.775 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p14

Abstract

Masa dewasa awal merupakan masa ketika individu berada dalam tahap hubungan yang hangat dengan lawan jenis atau yang dikenal dengan berpacaran. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam hubungan berpacaran adalah komunikasi. Komunikasi yang baik dan berkualitas dapat membantu meningkatkan hubungan, sedangkan komunikasi yang buruk justru akan mengganggu hubungan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas komunikasi antara dewasa awal yang berpacaran jarak jauh dan jarak dekat di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 120 dewasa awal di Denpasar (p=60, l=60). Metode pengambilan data menggunakan skala Kualitas Komunikasi dengan koefisien Cronbach's Alpha (?=0.887). Analisis statistik yang digunakan adalah Independent Sample T-test. Diperoleh koefisien T-test untuk kualitas komunikasi adalah 7.021 dengan probabilitas 0.00 (p<0.05). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kualitas komunikasi antara dewasa awal yang berpacaran jarak jauh dan jarak dekat di Denpasar.   Kata Kunci: Dewasa Awal, Berpacaran Jarak Jauh, Berpacaran Jarak Dekat, Kualitas Komunikasi.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MASA PENSIUN PEJABAT STRUKTURAL DI PEMERINTAHAN PROVINSI BALI Biya, Cokorda Istri Mirah Jayanti; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.434 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p17

Abstract

Personal adjustment is an important factor for retirees. Adjustment is kind of behavior that aims to respond the individual needs. The purpose of personal adjustment is to obtain well becoming between personal demand and the environment where the individual lives. In order to get better personal adjustment in retirement, it really needs social support. Social support refers to provide comfort, taking care and appreciating. The structural officer is identical with adequate service facility, the presence of assistants, the relations and high income, which is cause the relationship between social support and personal adjustment in retirement is highly visible on the structural officer of Civil Servants (PNS) in Bali Province Government who has retired already. This research aims to determine the relationship between social support and personal adjustment in the retirement of structural officer. The subject of this research is structural officer who has retired already and worked in Bali Province, age range is 57-58 years old. Total subjects in this study is 105 persons. Reliability of social support scale is 0.910 and the reliability of retirement personal adjustment scale is 0.894. Normality of social support is 0.200 and normality of personal adjustment in retirement variable is 0.052. Linearity test is 0.000. Analysis methods in this research is pearson product moment correlation . The result of correlation test is 0.717(p=0.000). Based on the result, it shows that there is relationship between social support and personal adjustment in the sstructural civil servants of government in Bali Province. Its mean the higher the sosial support, the higher the adjustment to retirement.Keywords: social support, personal adjustment, retirement
Penyesuaian Diri dan Penyesuaian Sosial Penata Rambut Laki-Laki Virgadewi K, Ida Ayu Adi Wulan; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.503 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p10

Abstract

Gender dipersoalkan karena secara sosial telah melahirkan perbedaan peran, tanggung jawab, hak dan fungsi serta ruang aktivitas laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Gender merupakan pelabelan yang pada kenyataannya bisa dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan. Ketika seorang laki-laki mengadopsi sifat-sifat maskulin dan seorang perempuan mengadopsi sifat feminin dapat disebut sebagai istilah gender conformity. Ciri-ciri ini tidak selamanya tetap, tetapi dapat berubah yang artinya tidak semua laki-laki atau perempuan memiliki ciri-ciri seperti itu. Ciri-ciri tersebut bisa saja saling dipertukarkan, bisa jadi ada seorang perempuan yang kuat dan rasional, tetapi ada juga seorang laki-laki yang lemah lembut dan emosional yang istilah ini sering disebut gender non conformity. Bekerja di salon bagi laki-laki adalah bentuk dari gender non conformity dan disinilah pekerja laki-laki harus bisa menyesuaikan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana proses penyesuaian diri dan sosial pada penata rambut laki-laki yang bekerja di sebuah salon kecantikan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden penelitian berjumlah tiga orang laki-laki sebagai penata rambut di salon kecantikan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pada proses penyesuaian diri dan penyesuaian sosial lebih mengarah pada pekerjaannya, bagaimana meningkatkan kemampuan dan keterampilan sehingga tidak lagi berbicara terkait pandangan masyarakat ataupun keraguan yang ada pada dirinya, namun terdapat perubahan yang dirasakan responden dari segi ekonomi, kemampuan menata rambut, keterampilan, dan juga perubahan penampilan yang berdampak pada tingkah laku responden yang merasa dirinya lebih feminin oleh karena lingkungan responden yang lebih dominan dengan perempuan. Kata kunci: Penyesuaian diri dan penyesuaian sosial, Penata rambut, Gender.
Peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Krisnadhi, Made Ardhy Dharma; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.249 KB)

Abstract

Mahasiswa sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tentu berharap dapat lulus tepat waktu dan dengan indeks prestasi yang membanggakan. Pada saat dan selama masa perkuliahan, mahasiswa memiliki kewajiban menyelesaikan tugas-tugas akademik. Mahasiswa yang memiliki kecenderungan menunda penyelesaian tugas-tugas akademik sesuai batas waktu yang ditentukan, diindikasikan telah melakukan prokrastinasi akademik. Konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua dinyatakan dapat berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Prokrastinasi dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar maupun terhadap rentang waktu penyelesaian studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian kuantitatif ini ditentukan berdasarkan stratified random sampling dengan jumlah responden 80 mahasiswa aktif dalam tahun akademik 2018/2019. Instrumen sebagai alat ukur berupa skala prokrastinasi akademik, skala konformitas teman sebaya dan skala dukungan sosial orangtua. Hipotesis penelitian yang diuji dengan teknik analisis regresi berganda, menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar 0,755, nilai koefisien determinasi sebesar 0,570 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konformitas teman sebaya -0,014 dan dukungan sosial orangtua sebesar -0,745,- menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua secara bersama-sama berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial orangtua, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik
PENYESUAIAN PSIKOLOGIS ORANGTUA DENGAN ANAK DOWN SYNDROME Anggreni, Ni Made Diah Ayu; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.366 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p07

Abstract

Parents wish to have a healthy child, both physically and mentally, but in fact not all couples blessed with healthy children and actually get a child with early developmental disorder, such as down syndrome (Mawardah, Siswati, & Hidayati, 2012). Ravindranadan dan Raju (2008) represent that parents with special needs face a stressor and different stress reactions related to their child disability. To face the stressor and stress resctions, Pozzo, Sarria and Brioso (2011) revealed that parents with disabilities need to make psychological adjustments. This situation attracts researcher to find out the experiences and psychological adjustments of parents with down syndrome child.   This study use qualitative method with phenomenological approach. Respondents in this study were eight people, consisting of four fathers and four mothers who lived in Denpasar and Tabanan. The result of this study indicates that parents with down syndrome children are able to make psychological adjustment. There are five factors that influenced parents to make psychological adjustment, there are characteristics of down syndrome child are capable of independent, support and encouragement from the surrounding environment, has a positive perception of the child with down syndrome, using adaptive coping strategies and individual characteristics such as high education.   Keywords: psychological adjustment, parent, down syndrome child.  
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF REMAJA DI KOTA DENPASAR Wijayanti, Astuti; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p05

Abstract

Perilaku konsumtif remaja merupakan tindakan yang terlihat secara nyata dalam mendapatkan, mengkomsumsi, dan menghabiskan barang hasil industri dan jasa tanpa batas dan lepas kendali yang ditandai dengan kehidupan mewah dan berlebihan. Perilaku konsumtif dipengaruhi oleh faktor intermal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang dimaksud adalah konsep diri, sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif remaja di Kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan remaja di Kota Denpasar yang berjumlah 318 orang dengan rentang usia 15 – 18 tahun, yang dipilih berdasarkan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala pengukuran. Skala yang pertama yaitu skala konsep diri (r : 0,895) dan skala kedua yaitu skala perilaku konsumtif (r : 0,905) Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil rxy = -0,633. Hasil tersebut berarti bahwa terdapat hubungan negatif antara konsep diri dengan perilaku konsumtif, yang berarti bahwa semakin rendah konsep diri remaja, semakin tinggi perilaku konsumtif remaja dan begitu pula sebaliknya. Konsep diri berpengaruh sebesar 40% terhadap perilaku konsutif, sedangkan sisanya sebesar 60% dipengeruhi oleh faktor lain. Faktor lain yang dimaksud adalah yaitu kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan keluarga (Sumartono, 2002).   Kata Kunci : Konsep Diri, Perilaku Konsumtif dan Remaja
HUBUNGAN BERSYUKUR DAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP EFIKASI DIRI PADA PELAKU USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) KOTA DENPASAR Wirama, I Nyoman Angga; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.166 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p08

Abstract

Indonesia has 248 million people, with the unemployment rate continues to rise each year (BPS, 2014). Business actor is a figure capable of promoting the country's economy and is able to open up job vacancy. Many successful entrepreneurs start micro, small and medium enterprises (UMKM). UMKM is the basis for the country's economy due to the fact that from the 52.76 million business units, 99% of which are UMKM. Business actor is a tough profession and friends with uncertainty. High self-efficacy is required to be a successful business operators. Grateful and prosocial behavior influence and form a self-efficacy into a more positive. Grateful can make someone have positive information about himself, positive psychological state, physically healthy, and a sense of optimism. Prosocial behavior creates life satisfaction, sense of accomplishment in a person, and improve the quality of self. This research was conducted in the city of Denpasar by using snow ball sampling. This research is a quantitative research using multiple regression analysis to test the hypothesis. A total of 243 UMKMs of Denpasar become respondents in this study. Measuring instrument used is the scale of Gratitude with a reliability coefficient of 0871, Prosocial Behavior scale with reliability coefficient of 0914, and Self-Efficacy scale with reliability coefficient of 0918. The results of data processing indicate that the value of F test = 87 370 (p <0.05), so it can be concluded that there is a relationship between gratitude and prosocial behavior toward self-efficacy on UMKM in Denpasar. The correlation coefficient of 0.507 indicates grateful and prosocial behavior influence amounting to 50.3% on the efficacy. The higher grateful and prosocial behavior owned by UMKM businessmen of Denpasar , the higher their self efficacy.Keywords: Grateful, Prosocial, Self Efficacy, UMKM
Peran Efikasi Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah pada Siswa SMA yang menjadi Anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di Denpasar Pawitri, Ni Made Abi; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.812 KB)

Abstract

Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah adalah kecenderungan individu untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang bermakna yang bersifat unik, baru, tidak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, orisinal, dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Terwujudnya kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah tidak terlepas dari faktor-faktor internal yang memengaruhinya seperti efikasi diri dan motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan motivasi berprestasi terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah pada siswa SMA yang menjadi anggota KIR di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa yang menjadi anggota KIR dari SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, dan SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar berjumlah 150 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah, Skala Efikasi Diri, dan Skala Motivasi Berprestasi. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,825 dan koefisien determinasi sebesar 0,681, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti efikasi diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan memberikan pengaruh sebesar 68,1%. Efikasi diri memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan motivasi berprestasi memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah. Kata kunci: Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah, efikasi diri, motivasi berprestasi