cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Sasmita, Ida Ayu Gede Hutri Dhara; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.289 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p16

Abstract

Adjustment is an important mental aspects that determine a person's success in dealing with various problems in his life. The mental aspect is related to one's belief in the ability to control various obstacles and use your own potential. In addition, the mental aspect is also strongly associated with a positive response from the environment.The purpose of this research is to find out the role of self efficacy and peers social support toward personal adjustment in Medical School Udayana University. Subjects in this research were 137 first-year students Medical School Udayana University. The instruments in this research were self-efficacy scale, peers social support scale and personal adjustment scale. The result of multiple regression analysis shows R=0,605 (F=38,776; p<0,05) thus it can be stated that both self-efficacy and peers social support together contributes to personal adjustment. Determination coefficient = 0,367, which means the effective contribution of self-efficacy and peers social support to personal adjustment is 36,7%. Standardized beta coefficient of self-efficacy is 0,457 (t=5,935; p<0,05) thus it can be stated self-efficacy contribute to personal adjustment. Standardized beta coefficient of peers social support is 0,242 (t=3,141; p<0,05) thus it can be stated peers social support contribute to personal adjustment.   Keywords: self-efficacy, peers social support, personal adjustment, first-year student.
GAMBARAN RESILIENSI PADA PEREMPUAN DENGAN KANKER PAYUDARA Saputri, Andini; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.489 KB)

Abstract

Kanker payudara memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia dan dialami sebagian besar oleh perempuan. Penegekan diagnosa dan pengobatan kanker payudara menghadirkan berbagai dampak yang memengaruhi keseluruhan aspek hidup perempuan dengan kanker payudara. Perempuan memiliki kemampuan pada diri masing-masing dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dan menangani beban emosional yang disebut dengan resiliensi. Terdapat keterkaitan antara resiliensi dengan kesehatan fisik dan mental perempuan yang mengalami kanker payudara dan hal tersebut membantu perempuan untuk beradaptasi dengan kondisi sakit yang dialami. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dengan kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara dan observasi dengan melibatkan empat orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat responden menunjukkan gambaran resiliensi yang baik. Hal ini dapat terjadi karena keempat responden mampu mengembangkan karakteristik resiliensi dengan baik dan memenuhi sebagian besar dari aspek-aspek pembentukan resiliensi. Regulasi emosi, mampu mengendalikan tekanan, memiliki harapan masa depan, dan mampu mengidentifikasi masalah merupakan aspek yang paling berperan dalam pembentukan resiliensi. Hal tersebut membuat keempat responden memiliki pandangan hidup yang lebih positif dengan bersyukur atas kondisi yang dialami dan menerima kanker payudara sebagai bagian dari hidup saat ini. Kata Kunci: resiliensi, kanker payudara, fenomenologi.
Kreativitas pada pelukis di Bali Galah, A.A Gd Gita; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.554 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p15

Abstract

Abstrak Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata terbaik di dunia menawarkan beragam keindahan alam dan budayanya. Pariwisata Bali yang berkembang pesat membuat adanya lapangan kerja untuk para seniman dengan menjual jasa pada wisatawan yang datang ke Bali, khususnya pelukis. Pelukis memiliki kecenderungan untuk berkarya tanpa adanya batasan tertentu, namun dengan menjadikan melukis sebagai profesi, mengharuskan pelukis untuk menuruti permintaan pemesan maupun tren lukisan yang laku di pasaran, hal ini tentu berdampak dengan kreativitas yang dimiliki oleh pelukis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas pada pelukis di Bali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang tergabung dalam penelitian payung dengan tema “proses kreatif pada seniman di Bali” yang diinisiasi oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Peneliti menggunakan 7 responden laki-laki berusia 20 hingga 60 tahun yang berdomisili di Bali dan mempunyai profesi sebagai pelukis. Hasil penelitian yang didapatkan adalah faktor penghambat dan pendukung kreativitas secara internal maupun eksternal. Pelukis mengembangkan kreativitas melalui proses merenung, pengamatan hingga mengubah stres untuk menjadi sumber inspirasi, serta adanya pengaruh pariwisata terhadap kreativitas. Kata kunci: Kreativitas, pariwisata Bali, pelukis.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA PEREMPUAN USIA PRAMENOPAUSE DI DENPASAR SELATAN Darsitawati, I Gusti Ayu Putri; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.426 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p01

Abstract

Premenopausal-aged women are susceptible to self-adjustment problems against changes experienced such as physical and psychological changes. Emotional intelligence plays an important role in addressing various issues, especially self-adjustment problems in premenopausal-aged women. This quantitative research with the correlational approach aims to determine the relationship between emotional intelligence and self-adjustment in premenopausal-aged women in South Denpasar District.   The research samples are premenopausal-aged women in Sanur Village, South Denpasar District as many as 336 women using the one-stage cluster sampling technique. This study uses two scales of measurement namely the emotional intelligence scale and the self-adjustment scale. The emotional intelligence scale consists of 30 items with the reliability value = 0.974; and the self-adjustment scale consists of 29 items with the reliability value = 0.954. The data in this study show normal distribution with p = 0.111 for emotional intelligence and p = 0.224 for self-adjustment, and have a linear relationship (p = 0.000).   The technique for the analysis used by the researcher in this study is Pearson’s product moment correlation. The analysis shows that there is a relationship between emotional intelligence and self-adjustment (p = 0.000, p <0.05). Emotional intelligence also has a direct and positive relationship with self-adjustment, in which the value of r = 0.913; there is no negative sign, and it can be said that emotional intelligence and self-adjustment have a very strong relationship (r = 0.913).   Keywords: emotional intelligence, self-adjustment  
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KONFLIK PERAN TERHADAP INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN BANK DI DENPASAR Dewi, Nyoman Ayu Trisa Mustika; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.559 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p15

Abstract

Intensi turnover adalah keinginan dan pemikiran karyawan untuk menarik diri dari perusahaan secara sukarela dengan tujuan untuk mencari alternatif pekerjaan lain dan belum terwujud dalam bentuk perilaku nyata. Faktor yang dapat memengaruhi intensi turnover karyawan adalah kepuasan kerja dan konflik peran. Kepuasan kerja adalah keadaan dan emosi positif yang merupakan hasil dari evaluasi atau penilaian mengenai pekerjaannya yang menyangkut penyesuaian diri yang sehat dari para karyawan terhadap kondisi dan situasi kerja. Konflik peran adalah kondisi dimana terdapat tekanan peran berasal dari keluarga dan pekerjaan yang dapat menyebabkan kesulitan dalam menjalankan salah satu peran dan memengaruhi peran yang lain. Turnover karyawan dapat terjadi pada daerah-daerah yang permintaan tenaga kerjanya tinggi seperti di kota-kota besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari kepuasan kerja, dan konflik peran terhadap intensi turnover pada karyawan bank di Denpasar. Subjek pada penelitian ini berjumlah 111 karyawan. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala intensi turnover, skala kepuasan kerja dan skala konflik peran. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukan bahwa kepuasan kerja dan konflik peran bersama-sama berpengaruh sebesar 51,9% terhadap intensi turnover karyawan bank di Denpasar (R=0,721). Kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=-0,168). Konflik peran berpengaruh secara signifikan terhadap intensi turnover (?=0,562). Kata Kunci: Intensi turnover, kepuasan kerja, konflik peran, karyawan bank.
PROSES PEMILIHAN PASANGAN PADA WANITA BISEKSUAL Mahathanaya, Sayu P.; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.3 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p03

Abstract

Setiap individu memiliki kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang dan penerimaan, oleh karena itu, manusia tidak terlepas dari keinginan untuk mencari pasangan hidup (Atwater, 1983). Dalam melakukan interaksi untuk mencari pasangan hidup, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi penilaian individu terhadap orang lain, salah satunya adalah orientasi seksual. Orientasi seksual adalah pola yang unik dari dorongan seksual dan romantis, perilaku, dan identitas yang diekspresikan oleh individu (Lehmiller, 2014). Perbedaan orientasi seksual pada tiap individu dapat mengarahkan individu pada proses pemilihan pasangan yang berbeda, demikian halnya pada biseksual (Lehmiller, 2014). Hasil penelitian Rosario, dkk. (2007) mengungkapkan bahwa biseksual sejati seringkali ditemui pada wanita, khususnya dengan peran sebagai femme. Berbagai konflik yang dialami oleh biseksual akan mengarahkan biseksual pada proses pemilihan pasangan yang cukup kompleks. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai proses pemilihan pasangan pada wanita biseksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan desain penelitian studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tiga orang wanita biseksual dengan taraf biseksualitas yang berbeda, yakni bi-heteroseksual, bi-biseksual, dan bi-homoseksual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga fase dalam proses pemilihan pasangan oleh wanita bi-heteroseksual dan bi-homoseksual. Fase tersebut mencakup fase rapport, fase intimacy, dan fase committed relationship. Berbeda dengan kedua tipe wanita tersebut, wanita bi-biseksual hanya melalui dua fase, yaitu fase rapport dan intimacy. Tahapan proses yang terjadi pada tiap fase akan dijelaskan melalui proses pemilihan pasangan yang dijalani oleh wanita biseksual secara lengkap dalam kehidupannya. Kata kunci: proses pemilihan pasangan, wanita, biseksual
Hubungan antara Gaya Hidup Sehat dengan Tingkat Stres Siswa Kelas XII SMA Negeri di Denpasar Menjelang Ujian Nasional Berdasarkan Strategi Coping Stres Wibawa, Nyoman Adi Krisna; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.139 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p14

Abstract

National examination is a standard passing score that has been set by the government to meet national educational competencies. Students who implant the positive values to healthy lifestyle in their daily lives, it will be able to manage themselves with appropriate coping strategies to get out of stressful situations that push. Quantitative research with regression analysis method aimed to see the relationship between healthy lifestyle with stress level of twelfth grade students of high school in Denpasar towards final examination based on stress coping strategy, like problem focused coping and emotion focused coping. Sampling technique uses cluster random sampling with 317 subjects of twelfth grade students in Denpasar. Measuring instrument in this study is the healthy lifestyle scale (reliability 0.846), stress level scale (reliability 0.913), and stress coping strategies scale (reliability 0.868).   Z-score test and regression analysis were used to divide into groups with 143 subjects coping strategies in problem focused coping (p<0.05) with a regression equation Y=75.018-0.556X while on emotion focused coping were 112 subjects (p<0.05) the regression equation Y=88.748-.440X, then there is a relationship between a healthy lifestyle in problem focused coping strategies group and emotion focused coping with stress levels at high school students especially for twelfth grade before the National examination.   Score of R correlation on group problem focused coping is 0.876 and the group emotion focused coping is 0.844. Then the relationship between a healthy lifestyle and stress levels in group problem focused coping strategies and emotion focused coping belong to strongest relationship between the two groups (problem and emotion focused coping). Uses problem focused coping more efecctive than emotion focused coping to see the relationship between healthy lifestyle with stress level of twelfth grade students of high school in Denpasar towards final examination.   Keywords: stress levels, a healthy lifestyle, coping strategies, the National examination
PROSES PENERIMAAN DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA PADA LAKI-LAKI DALAM PERKAWINAN NYENTANA Puspani, Ni Luh Koman Desi; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.088 KB)

Abstract

Sacred vows in a marriage generally requires consent from parents. Likewise in Bali on nyentana marriage, which makes the parents of the men sometimes reject and do not approve of her son who wish to nyentana to the woman's family. Psychologically, the role of parents who participated in the affairs of his marriage is a form of social support from parents. This study was conducted to determine how the acceptance of social support from parents in men which is nyentana marriage, and what are the social support received and needed by men in nyentana marriage from his parents. This research is a qualitative research with a case study approach. Collecting data in this research using observation and interviews on the two Balinese men who do the nyentana marriage with category one person divorced and one person who is not divorced. The results of this research indicate that both mens were nyentana both divorced an non-divorced get the same social support from their parents like information support, instrumental support, emotional support, and esteem support. Based on the acceptance of social support from parents, mens who divorced get the esteem support during the courtship process and get a support again when his wife is pregnant because their parents forbid their wedding before. It’s different with mens who are not divorced get te social support from his parents when their having a baby. Keywords: social support, parents, men, marriage, nyentana
Efikasi Diri dan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Kewargaan Organisasi pada Pramugari Pramugara Maskapai X Prasetyaningrum, Ketut Ayumas; Simarmata, Nicholas
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.197 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i01.p10

Abstract

Flight attendant is one of occupations that engages on service industry in airline sector. X Airlines is one of the airlines in Indonesia. Flight attendants’ duty includes giving service and ensuring the safety of passengers during an airline flight. With such high risk job, flight attendants are expected to fully commit to their work, in specifically to work voluntary. The voluntary behaviour is labelled as Organizational Citizenship Behaviour (OCB), which is performed outside the flight attendant job description, for instance helping out fellow co-workers and keeping their responsibility well. Flight attendants should possess Self-Efficacy and Emotional Intelligence, in order to develop Organizational Citizenship Behaviour (OCB). Therefore, this study aims to examine the correlation between Self-Efficacy and Emotional Intelligence with Organizational Citizenship Behaviour of Flight Attendants of X Airlines.This study was a quantitative correlational research. The subjects of the study were 81 senior and junior flight attendants of X Airlines, aged 18 at the least, possessing as a minimum a high school/vocational school diploma or equivalent, working for minimum 6 months, and the employment status must be permanent employee, contract employee, and outsourcing employee. The reliability scale of efficacy was 0,881, the reliability scale of emotional intelligence was 0,873, and the reliability scale of Organizational Citizenship Behaviour was 0,901. According to the hypothesis testing with multiple regression analysis, the significance level resulted in 0,000 (p<0,01). The level meant there was a correlation between Self-Efficacy and Emotional Intelligence with Organizational Citizenship Behaviour of Flight Attendants of X Airlines. The effective variable of Self-Efficacy and Emotional Intelligence contributing to Organizational Citizenship Behaviour was 20,7%, meanwhile, the 79,3% ones derived from other factors except Self-Efficacy and Emotional Intelligence.Keywords: Self-Efficacy, Emotional Intelligence, Organizational Citizenship Behaviour, Flight Attendants of X Airline.
PENGARUH KUANTITAS, KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL, DAN PERILAKU ALTRUISME ANGGOTA KELOMPOK TERHADAP SOCIAL LOAFING DALAM PROSES DISKUSI KELOMPOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Pratama, Putu Yoga Sukma; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.528 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p18

Abstract

Social loafing merupakan kecenderungan individu untuk memberikan usaha minimal terhadap pencapaian kelompok. Adanya Social loafing dapat merugikan anggota kelompok lain, karena tidak seimbangnya kontribusi yang diberikan individu dan hasil yang diperoleh individu tersebut. Diperlukan pertimbangan tepat agar Social loafing dalam kelompok dapat ditekan kemunculannya. Faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut diantaranya ukuran kelompok, komunikasi interpersonal, dan perilaku altruisme. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui pengaruh kuantitas, kemampuan komunikasi interpersonal, dan perilaku altruisme anggota kelompok terhadap Social loafing pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan menggunakan simple random sampling. Sebanyak 139 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter dan Ilmu Keperawatan yang menjadi responden dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Social loafing dengan reliabilitas 0.918, Skala Komunikasi Interpersonal dengan reliabilitas 0.914, dan Skala Altruisme dengan reliabilitas 0.850. Hasil uji regresi berganda menunjukkan R=0.440 dan adjusted R square sebesar 0.176. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kuantitas, kemampuan komunikasi interpersonal, dan perilaku altruisme anggota kelompok memiliki hubungan yang positif terhadap Social loafing dan memberikan pengaruh sebesar 17.6% terhadap Social loafing. Berdasarkan hal tersebut, mahasiswa sangat disarankan untuk mempertahankan hubungan dengan sesama anggota kelompok melalui komunikasi interpersonal dan perilaku altruisme terutama saat melakukan diskusi kelompok, serta mempertahankan keaktifan dalam proses diskusi kelompok, karena diskusi kelompok merupakan salah satu media yang dapat mengasah kemampuan interpersonal dan mempertajam clinical/soft skill mahasiswa. Kata kunci: Kuantitas, komunikasi interpersonal, altruisme, Social loafing