cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang Di kabupaten Bangli Cempaka, Ni Luh Mas Ristha; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.934 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p20

Abstract

Abstrak Bali sangat terkenal dengan kebudayaan dan upacara-upacara adat yang hingga saat ini masih dilestarikan. Salah satu upacara adat yaitu ngerawang merupakan upacara agama yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat salah satu desa di Kabupaten Bangli. Individu yang telah melaksanakan upacara ngerawang memiliki sebutan sebagai seorang jero dan harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin upacara. Seorang jero juga memiliki peran-peran lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun peran sebagai seorang jero tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Individu yang tidak dapat menjalankan peran-peran yang dimiliki dengan baik, dapat menimbulkan permasalahan yang memicu timbulnya konflik antar peran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden pada penelitian ini adalah dua orang. Responden pertama berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun dengan pekerjaan utama sebagai seorang guru dan responden kedua berjenis kelamin perempuan berusia 24 tahun yang bekerja sebagai bidan. Kedua responden penelitian ini menjalankan prosesi ngerawang dan memiliki peran sebagai jero. Penelitian ini menghasilkan dua tema temuan, yaitu tema pertama adalah pengalaman awal responden sebelum melaksanakan prosesi ngerawang dan tema kedua adalah konflik peran yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini. Kata kunci: Jero, konflik, konflik peran, ngerawang
Peran Persepsi Individu Terhadap Asuransi dan Model Kepercayaan Kesehatan dalam Pengambilan Keputusan Menggunakan Asuransi Jiwa Ari, Ida Ayu Gede Rat Praba; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.098 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p17

Abstract

The use of health insurance is highly related with a person’s life depending on the perception of an individual and health belief model they own. Perception and health belief model bear an important role in determining how a person percieve their future especially related to health and older age well-being. One alternative in promising older age well being and health is through health insurance. This research was aimed to determine the role of individual perception upon insurance and health belief model in decision making process using life insurance. The method of this research is using quantitative method. The subjects of this research were the individuals using life insurance. The total subject in this research is 90 whom were selected using cluster random sampling.   For hypothesis, the data was analyzed using multiple regression. The result of multiple regression analysis in this study is 0.764. Relative contribution of perception variable is 98.38% and the health belief model variable is 1.61%. Effective contribution of perception variable is 57.45% and the health belief model variable is 0.94%. This results show that there is a relation between the role of individual perception upon insurance and health belief model in decision making process using life insurance. However, when the data was analyzed using partial correlation, only individual perception of insurance variable has a relation with decision making variable.   Keyword        : Perception, Health Belief Model, Life Insurance
PENGARUH YOGA TERHADAP KEMAMPUAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SD NEGERI DI DENPASAR Wirmayani, Putu; Supriyadi, Drs.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.189 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p20

Abstract

Pendidikan memegang peran yang penting untuk dapat membantu anak untuk mengembangkan potensinya. Ketika belajar di sekolah, konsentrasi belajar menjadi salah satu faktor penentu prestasi belajar anak (Nisa, 2008 & Kintari, 2014). Kemampuan konsentrasi belajar anak pada usia Sekolah Dasar menjadi lebih selektif, beradaptasi, dan terencana ketika berhadapan dengan system pendidikan yang baik. Menurut Margolis (1990), relaksasi dapat mempengaruhi konsentrasi belajar. Yoga adalah aktivitas yang berfokus pada penyatuan tubuh dan pikiran melalui gerakan da nrelaksasi. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pengaruh Yoga terhadap kemampuan konsentrasi belajar anak SD Negeri di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Sampel diambil secara acak melalui teknik two stages cluster sampling hingga didapat subyek yang berada di kelas IV SD N 1 Padangsambian sebanyak 73 siswa. Tahap penelitian terdiri dari pre-test, perlakuan yoga (untuk kelompok eksperimen), dan post-test. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner kemampuan konsentrasi belajar yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas 0.859. Yoga diberikan selama dua kali seminggu selama 8 sesi dengan durasi 1 jam. Analisis uji beda Independent Sample T-Test menunjukkan hasil yang signifikan (t = 2.390; p = 0.011 ? 0.05), yang artinya Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Yoga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan konsentrasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri di Denpasar. Kata kunci: Yoga, Kemampuan Konsentrasi Belajar, Siswa SD Negeri
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN KONSEP DIRI TERHADAP PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH PADA SISWA SMP KELAS VII DI KECAMATAN TABANAN Sukasari, Putu Indah; Ari Wilani, Ni Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.711 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p08

Abstract

Penyesuaian diri di sekolah adalah kemampuan individu dalam menghadapi perubahan pada lingkungan sekolah yang baru dan di dalamnya terdapat usaha untuk mencapai hubungan harmonis antara tuntutan lingkungan sekolah yang baru dengan tuntutan yang berasal dari dalam diri individu. Penyesuaian diri di sekolah dipengaruhi oleh faktor lingkungan teman sebaya dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah pada siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas VII di Kecamatan Tabanan yang diwakili oleh SMP Negeri 1 Tabanan sebanyak 308 subjek. Metode pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial teman sebaya, skala konsep diri, dan skala penyesuaian diri di sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan two stage cluster sampling. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan F=77,030; dengan signifikansi 0,000 (p<0,05) hal ini berarti bahwa dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri di sekolah. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,336 artinya sumbangan efektif dukungan sosial teman sebaya dan konsep diri terhadap penyesuaian diri di sekolah sebesar 33,6% sedangkan sisanya sebesar 66,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: dukungan sosial teman sebaya, konsep diri, penyesuaian diri di sekolah, siswa SMP kelas VII
Dinamika Kontrol Diri pada Ibu Bekerja yang Menjalani Latihan Yoga Widyasari, Kadek Anindita; Fridari, I Gusti Ayu Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.358 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p09

Abstract

Nowadays, the number of mother worked increasingly increased either as a part-time or full time worker. In Encyclopedia of Children’s Health, working mother is a situation where a mother working outside the home to earn income in addition to taking care of children at home. The classification of working mother is a woman who has children ranging in age from 0-18 years and a workforce (Lerner, 2001). On 2001, number of working mothers in the world reached 54,3% (OECD, 2001), which is the dual role required along with current technological advances. Beside economic factors, the mother’s participation in employment is also influenced by social, political and demographic (Bower, on Reynolds et. al, 2003). In this case, self-control is important because the decision of a mother to act in the face of variety of circumstances few would least affect the atmosphere of the household itself. Awareness of the importance of self-control will make the mother trying to raise her self-control, one of which is doing Yoga exercises. This study use qualitative method and phenomenological approach, with 3 of working mother. The result show that there is an increase in the quality of self-control on working moms who do Yoga exercises seen from the aspect of behavioral control, cognitive control, decisional control and the process of Yoga asana, pranayama and meditation in the Yoga session Keywords: self-control, working mother, yoga
PERAN PENERIMAAN DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KONSEP DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN DI BALI Wulandari, Ayu Ratih; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.886 KB)

Abstract

Adolescence is known as an important period in the formation of self-concept. However, not all adolescents can pass through these phases in the family circle. Adolescents who live in orphanages have certain background which could affect the formation of self-concept. This study aims to determine the role of self-acceptance and social support against self-concept of adolescents living in an orphanage in Bali. This study is expected to provide benefits in the formation of self-concept of adolescents living in the orphanage through the role of self-acceptance and social support. The subjects were 98 adolescents who lived in the orphanage. The sampling technique used a two stage cluster sampling. The results of multiple regression analysis showed (R) of 0.703 (F = 46 318; p < 0.05), which means that self-acceptance and social support jointly contribute to the self concept. The coefficient of determination was 0.494, meaning that effective contribution of self-acceptance and social support in explaining the variant of self-concept as much as 49.4%, and from the value of standardized beta was found that self-acceptance is more a role of self-concept with a value of 0.506 instead of 0.278 social support. It concluded that the role of self acceptance and social support were significantly important against self-concept adolescents living in an orphanage in Bali. Keywords: Self acceptance, Social Support, Adolescents living in an orphanage.
GAMBARAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM BERBELANJA ONLINE DI FJB KASKUS Sutrisna, Putu Beny; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.86 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p12

Abstract

As one of the sites used for marketing products, FJB Kaskus cannot be separated from the scams that a common in e-commerce business. Nevertheless, the velocity of money in FJB Kaskus has reached 100 billion dollars each month in which the figure has even beat omzet of Amazon.com for sale to the Regional Indonesian (Hartanto, 2009). This shows the importance of trust as a major factor that must be built in order to be able to attract consumers to buying. Trust not just be recognized by the other party or e-tailers due to the trust must be created from scratch and can be proven (Rofiq, 2007). Trust cannot be easily recognized by other party or e-tailers because trust must be created from beginning and can be proven (Rofiq, 2007). This research was aimed to determine the overview of consumer trust in online shopping at FJB Kaskus. This research used qualitative methods and phenomenology design. Data were collected by using interview and observation technique with 5 respondents with experience in online shopping repeatedly at FJB Kaskus. The result of this research shows that consumer trust can be described using trusting belief and trusting intention. Besides that, website information and seller information may affect consumer trust in online shopping at FJB Kaskus.   Key words: consumer trust, online shopping, FJB Kaskus.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN EKSPRESI EMOSI TERHADAP KEPUASAN PERKAWINAN PADA PEREMPUAN DI USIA DEWASA MADYA Paramita, Ni Kadek Pradnya; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.306 KB)

Abstract

Kepuasan perkawinan merujuk pada suatu perasaan positif yang dimiliki pasangan dalam perkawinan yang memiliki makna lebih luas daripada kenikmatan, kesenangan dan kesukaan. Terdapat beberapa faktor-faktor memengaruhi kepuasan dalam perkawinan antara lain adalah gender, tahapan usia, komunikasi yang terjalin antara pasangan, serta pengungkapan emosi terhadap pasangan. Perempuan cenderung lebih rendah merasakan kepuasan perkawinan dibandingkan laki-laki serta perempuan dewasa madya cenderung lebih merasakan kepuan perkawinan dibandingkan dewasa awal karena perempuan dewasa madya telah memasuki masa sarang kosong sehingga dapat menghabiskan waktu bersama dengan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran komunikasi interpersonal dan ekspresi emosi terhadap kepuasan perkawinan pada perempuan di usia dewasa madya. Subjek penelitian ini adalah perempuan yang berada pada usia dewasa madya yang telah memiliki anak yang beranjak dewasa dan telah melangsungkan perkawinan serta berdomisili di Kota Denpasar. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala kepuasan perkawinan, skala komunikasi interpersonal, serta skala ekspresi emosi. Hasil dari uji regresi berganda menunjukkan nilai regresi R=0,424 dengan taraf sigifikansi 0,000 (p<0,05) serta R Square=0,180 sehingga dapat disimpulkan komunikasi interpersonal dan ekspresi emosi sama-sama berperan sebesar 18% terhadap kepuasan perkawinan pada perempuan di usia dewasa madya. Koefisien beta terstandarisasi menunjukkan nilai 0,344 dengan taraf signifikansi 0,012 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan. Koefisien beta terstandarisasi menunjukkan nilai 0,100 dengan taraf signifikansi 0,454 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa ekspresi emosi tidak berperan secara signifikan terhadap kepuasan perkawinan. Kata kunci: Komunikasi interpersonal, ekspresi emosi, kepuasan perkawinan, perempuan, dewasa madya
Kontribusi intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar Brahmini, Ida Ayu Budha; Supriyadi, Drs
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1182.759 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p11

Abstract

Citra tubuh adalah persepsi individu secara menyeluruh terhadap tubuhnya, yang meliputi pikiran, perasaan, dan perilaku terhadap tubuh yang dimilikinya. Penilaian tersebut tidak dapat dipisahkan dari faktor sosial, khususnya media. Melalui media remaja perempuan mengetahui informasi mengenai standar tubuh yang dianggap ideal di masyarakat. Beberapa tahun belakangan, media sosial berbasis gambar seperti Instagram menjadi alat komunikasi yang banyak digunakan oleh kalangan remaja perempuan. Penggunaan media sosial Instagram dapat ditinjau dari intensitas komunikasi antara pengguna media sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan dalam rentang usia 15-18 tahun di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik one stage cluster sampling. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja perempuan yang merupakan pengguna media sosial Instagram dari tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Denpasar berjumlah 311 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensitas komunikasi di media sosial Instagram dan skala citra tubuh. Hipotesis penelitian diuji dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berlawanan arah dan tingkat hubungan sedang antara intensitas komunikasi di media sosial Instagram terhadap citra tubuh remaja perempuan pelajar SMA di Denpasar (R= 0,473; p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas remaja perempuan dalam berkomunikasi di media sosial Instagram maka mengakibatkan semakin rendah citra tubuh yang dimilikinya. Koefisien determinasi (R2) yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,224 dapat dimaknai bahwa sumbangan variabel intensitas komunikasi di media sosial Instagram dalam menjelaskan varian citra tubuh sebesar 22,4%. Kata kunci: Citra tubuh, Instagram, intensitas komunikasi, media sosial.
HUBUNGAN KEBUTUHAN AFILIASI DENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL TWITTER PADA REMAJA AKHIR Putra, I Putu Galang Dharma; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.502 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p05

Abstract

McClelland said that one of three major human needs is the need for affiliation, or the need to establish relationships with other people who are generally at its peak when someone is at the stage of adolescence. One way to establish a relationship with another individuals is by communicate. One medium that people uses to communicate is internet. Twitter is one of many internet-based social media that often used by the adolescence. Various things communicated by teenagers on Twitter, from positive tweets, or even the controversial one. Thus, makes their intensity of adolescence’s tweets, because adolescence wants to established a communication with other people in order to satisfy their need for affiliation. Therefore, it can be assumed that adolescence’s need for affiliation is related to their intensity of Twitter usage A total of 415 adolescence aged between 18-21 years old were becoming subjects of this research. This study uses quantitative method with correlational approach. The sampling technique was multistage cluster sampling. The instruments that used in this research are the need for affiliation scale (21 items), and the intensity of twitter usage scale (2 items), with the need for affiliation scale’s reliability coefficient of 0.815 The main data in this research were processed by using the nonparametric Spearman correlation analysis with a correlation value of 0.342 and a probability value of 0.000. The supporting data were also processed using the nonparametric analysis to see the difference between subjects’ demographic data. The results indicate that the needs for affiliation variable and intensity of Twitter usage variable did not differ significantly by gender of respondents, however, it differ significantly based on age and length of ownership of the subjects’ Twitter account.   Keywords: Need for affiliation, intensity, Twitter, adolescence.