cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Perbedaan motivasi belajar siswa ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran di SMAN 1 Tabanan dengan sistem full day school Malini, Gusti Ayu Nyoman Dyah; Fridari, I Gusti Ayu Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.363 KB)

Abstract

Motivasi adalah suatu dorongan yang menyebabkan individu bergerak untuk mencapai suatu hal yang diinginkan. Pendidikan SMA saat ini menggunakan sistem full day school dengan durasi waktu yang lebih lama menekankan pentingnya motivasi belajar siswa. Motivasi setiap individu berbeda-beda dilihat dari tingkat prestasi yang dimiliki masing-masing siswa, baik laki-laki dan perempuan. Pengalaman pada awal tahun kehidupan dan adanya harapan dari orangtua merupakan faktor yang memengaruhi motivasi siswa. Urutan kelahiran yang dianggap sebagai sistem sosial pertama bagi anak dalam lingkungan keluarga menyebabkan adanya perbedaan masing-masing karakter yang dimiliki oleh anak dan memengaruhi motivasi belajarnya sesuai dengan bagaimana perbedaan harapan yang diberikan oleh orangtua kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan dan pengaruh jenis kelamin dan urutan kelahiran terhadap motivasi belajar siswa dengan sistem full day school. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 240 remaja pada rentang usia 15– 18 tahun dan tengah menempuh pendidikan di SMAN 1 Tabanan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini adalah skala motivasi belajar yang telah diuji validitasnya, dengan reliabilitas 0,917. Metode analisis data menggunakan analisis two way anova menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,032 (p<0,05) artinya terdapat perbedaan motivasi ditinjau dari jenis kelamin dan urutan kelahiran. Kata kunci: Full day school, jenis kelamin, motivasi belajar, urutan kelahiran
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA PELAJAR PUTERI DI KOTA DENPASAR Wiranatha, Febian Dwiduonova; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.619 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i01.p04

Abstract

Adolescence is a transition  from childhood to adulthood. Physical, cognitive, social and emotional changes are happening in this stage. These changes make adolescents become aware about physical attractiveness on social interaction and develop some ideas about their body. Their body growth which not conform to their cultural standard and social reaction to a variety of body form, make girl adolecents become dissatisfied of their body and make a negative value about their body. A negative value about body also makes these girl adolescents become restless and have a low self-confidence. The aim of this study is to know relationship between body image and self confidence on girl adolescents. Cluster sampling is used in this study. Respondents are 492 students of some SMAN Denpasar, and it carried out in each selected SMAN Denpasar. This study use a body image scale by 38 items (reliability : 0,859) and a self confidence scale by 24 items (reliability : 0,881). Product moment is used to test hypothesis in this study and a simple regression is used to determine models of relationship and value of body image variable in explaining self-confidence variable. The results showed that there was a positive but relatively weak relationship between body image and self-confidence on girl adolescents students in Denpasar (r = 0,350; p < 0,05). The result is suitable with Centi’s idea (1997) that person who does not accept and does not satisfied to her body and appearance has low self confidence. The coefficient of determination (R2) obtained in the study was 0.122, which means the contribution of body image variable in explaining the self-confidence variable is 12.2 %, and it is a causal relationship.   Keywords: body image, self confidence, girl adolescents  
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN SELF EFFICACY DENGAN TINGKAT STRES PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH Putra, Putu Surya Parama; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.24 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p14

Abstract

Stres merupakan hal yang dapat terjadi pada setiap manusia termasuk perawat. Stres berkaitan dengan pemberian dukungan yang dapat menjadikan individu yang menerima merasa diterima dalam kelompok dan dicintai. Disamping itu, stres juga berkaitan dengan keyakinan individu pada kemampuannya sendiri dalam melaksanakan serangakaian kegiatan untuk mendapatkan hasil yang ingin dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan self efficacy dengan tingkat stres pada perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Sedangkan subyek penelitiannya adalah 341 orang perawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Pengambilan data dilakukan dengan skala tingkat stres, skala dukungan sosial, dan skala self efficacy. Hasil penelitian memperlihatkan nilai F = 86,426 dengan sig = 0,000. Terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial dengan tingkat stres, serta terdapat hubungan negatif antara self efficacy dengan tingkat stres. Berdasarkan hasil regresi berganda didapatkan hasil, bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan self efficacy, maka semakin rendah tingkat stres yang dialami. Kata kunci: Dukungan Sosial, Self Efficacy, Tingkat Stres, Perawat
PENGARUH MOTIVASI HEDONIS DAN ATMOSFER TOKO TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF PADA REMAJA PUTRI DI DENPASAR Ratih, Ida Ayu Tryastiti; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.99 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2016.v03.i02.p04

Abstract

lmpulse buying is other type from consumer buying model which is done spontaneously, in which it is happened when the consumer suddenly have a strong desire to buy something fast and ignore all consideration of the consequences. The act of impulse buying mostly happened on nowadays adolescent, in which their existence in order to be claimed in their social environment by following the new trend in their community. This research is aimed to show the influence of hedonic motive and store atmosphere towards the impulse buying on the adolescence girls. The population of the research is female students at Denpasar by using incidental sampling technique. The measuring instrument used in the research is the scale of hedonic motive, store atmosphere, and impulse buying. The result of multiple regression analysis shows that hedonic motive and store atmosphere are 42,8% simultaneously influential towards impulse buying on the adolescence girls at Denpasar. The result of standardized beta coefficient of hedonic motive and store atmosphere shows that the hedonic motive and store atmosphere is significantly influential towards the impulse buying.Keywords : hedonic motive, store atmosphere, impulse buying, adolescent girls
Proses Penerimaan Anggota Keluarga Orang dengan Skizofrenia Laksmi, Ida Ayu Winda Candra; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.345 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik dalam proses berpikir, berbicara, dan berperilaku. Tak hanya memengaruhi orang dengan skizofrenia (ODS) saja, skizofrenia juga memengaruhi orang-orang disekitar ODS, termasuk anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan ODS. Stigma yang dibentuk oleh masyarakat membuat anggota keluarga menutup diri dan enggan bersosialisasi. Permasalahan fisik dan psikis juga dialami oleh anggota keluarga dengan keadaan ODS, maka dibutuhkan proses untuk dapat menerima keadaan diri, dengan melewati tahapan-tahapan dalam proses penerimaan. Penanganan yang tepat juga dibutuhkan untuk membantu pemulihan ODS, dengan mendapatkan pengobatan teratur dan pendampingan dari keluarga juga merupakan faktor yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja permasalahan yang dihadapi anggota keluarga ODS, proses penerimaan anggota keluarga ODS (beserta strategi kopingnya), penanganan yang dilakukan, dan faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan anggota keluarga ODS. Menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengambilan data observasi dan wawancara pada 6 orang responden yaitu anggota keluarga ODS yang tinggal satu rumah dengan ODS dan menggunakan analisis data theoretical coding. Hasil penelitian ini menunjukkan kurangnya pengetahuan keluarga mengenai skizofrenia, emosi, sikap ODS, dan penilaian lingkungan yang menjadi permasalahan anggota keluarga ODS. Proses penerimaan anggota keluarga ODS melalui tahap penolakan, marah, tawar-menawar, depresi, dan tahap penerimaan, walaupun terdapat perbedaan pada kasus-kasus yang spesifik. Penanganan pada ODS yang memberikan efek pemulihan lebih cepat adalah membawa ODS ke rumah sakit, memberikan obat dan perawatan keluarga. dorongan dari dalam diri, dukungan sosial, pandangan diri, pandangan sosial dan status ekonomi merupakan faktor penerimaan anggota keluarga ODS. Kata kunci: Proses penerimaan, anggota keluarga ODS, skizofrenia.
PERAN SELF COMPASSION TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PENGAJAR MUDA DI INDONESIA MENGAJAR Renggani, Atikah Fairuz; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.712 KB)

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerahpedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion.Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiriketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagiandari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran selfcompassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian iniberjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simplerandom sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhanamenunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassionmemiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassionsebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadappsychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja Asari, Putu Cahya Gita; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.544 KB)

Abstract

Motivasi berprestasi adalah keinginan mengalami keberhasilan dan berpartisipasi ke dalam kegiatan, dengan keberhasilan yang bergantung pada upaya dan kemampuan pribadi. Motivasi berprestasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara. Individu yang memiliki kecerdasan emosional yang baik cenderung akan dapat memotivasi diri untuk lebih berprestasi. Begitu pula dengan persaingan antar saudara berperan terhadap motivasi berprestasi, apabila terjadi persaingan antar saudara kandung karena adanya, rasa cemburu sebagai akibat dari perilaku membandingkan oleh orangtua. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara terhadap motivasi berprestasi pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 12 tahun hingga 21 tahun, sebanyak 137 orang yang dipilih dengan simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Motivasi Berprestasi dengan reliabilitas 0.950, Skala Kecerdasan Emosional dengan reliabilitas 0.931, dan Skala persaingan antar saudara dengan reliabilitas 0.946. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,727 dan koefisien determinasi sebesar 0,528. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kecerdasan emosional dan persaingan antar saudara memberikan hubungan yang positif terhadap motivasi berprestasi dan memberikan pengaruh sebesar 52,8% terhadap motivasi berprestasi. Berdasarkan hal tersebut remaja hendaknya belajar mengelola emosi dengan berlatih introspeksi diri beinteraksi ataupun beradaptasi dengan kehidupan sosialnya, serta orangtua dan masyarakat mampu membuat suasana lingkungan yang positif dengan harapan dapat terciptanya motivasi berprestasi. Kata Kunci: Kecerdasan emosi, motivasi berprestasi, persaingan antar saudara, remaja
PROSES PENERIMAAN DIRI REMAJA TUNARUNGU BERPRESTASI Evitasari, Ida Ayu Gede Sri; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni; Herdiyanto, Yohanes Kartika
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.574 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p03

Abstract

Deaf is a term that used to explained condition of individual who losing or disability to catch audio sensory through their hearing sense (Musyarrafah & Djalal, 2011). This condition contributes to some development aspect of human being, which is, social aspect and emotional aspect. Some of them successfully reconciled with themselves and accept their condition with a lot of great achievement. One of the others factor that drive deaf situation who shows an achievement is family assistance, however, uniquely there is a case in deaf who were not get physical assistance by their family and also can get great achievement. Aritama (2010) told that acceptance in any condition in self is the most basic thing if individual want to success and reconciled with state. Havighurst (in Sarwono, 2013) also adding that accept physical condition is one of the task in adolescence development. According that fact, this study would like to know self-acceptance in deaf adolescent who had achievement without physical assistance by their family.   This study using qualitative method and case study design. Collecting data in this study using interview, observation, and projective test to two deaf adolescence who had achievement without family assistance with different deaf history, that is, congenitally deaf and adventitiously deaf. To strengthened data study, this study used interview and observation to significant other of deaf adolescence.   Result in this study shows that deaf adolescent passing three phases in the process of self-acceptance, which proximal phase, conflict phase and accepting phase. The dynamics in every phase completely will be discussed based to the chronology of the life journey adolescence until they can accept their condition.   Keyword: self-acceptance process, deaf, achievement.
PERAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA BARU UNIVERSITAS UDAYANA YANG BERASAL DARI LUAR PULAU BALI Widihapsari, Ida Ayu Gede Kusumaastuti; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.725 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p05

Abstract

Mahasiswa baru yang memutuskan untuk menjalani perkuliahan di luar daerah asalnya sebagian besar akan mengalami tekanan akibat lingkungan perkuliahan yang berbeda dengan masa SMA, serta adanya perbedaan norma, budaya dan kebiasaan dengan daerah asalnya. Mahasiswa baru yang merantau perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan dan kebudayaan setempat untuk mengurangi tekanan yang dirasakan agar proses perkuliahan berjalan dengan baik dan dapat mencapai prestasi akademik yang diinginkan. Kecerdasan emosional yang terdiri dari kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri, memahami emosi orang lain, memotivasi diri dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain dinyatakan dapat membantu individu dalam mengatasi tekanan yang dihadapi, sehingga dapat mempermudah proses penyesuaian diri. Taraf dukungan sosial yang tinggi juga dapat meningkatkan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri. Dukungan sosial dapat berasal dari keluarga, teman sebaya, maupun staf pengajar di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Universitas Udayana yang berasal dari luar Pulau Bali. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 orang mahasiswa Universitas Udayana yang berasal dari luar Bali dan tidak sedang tinggal dengan keluarga atau saudara, yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional dan skala dukungan sosial. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan kecerdasan emosional dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan terhadap penyesuaian diri. Kata kunci: penyesuaian diri, kecerdasan emosional, dukungan sosial
GAMBARAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN REMAJA PUTRI DALAM PERILAKU BELANJA ONLINE Mustika, Winda Febri; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.004 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p13

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar pada masyarakat dewasa ini. Hanya dengan akses internet, melalui media web ataupun telepon genggam individu sudah dapat melakukan pembelanjaan dimana saja. Hal ini menjadikan para pelaku pasar memilih media internet sebagai media yang baik. Jumlah pengunjung toko online di Indonesia dapat mencapai 73% per hari, dengan masing-masing konsumen 65% wanita dan 35% kaum pria. Ini membuktikan bahwa belanja online mendapat perhatian yang lebih oleh masyarakat khususnya perempuan. Terkait dengan remaja putri, perilaku belanja online menjadi hal yang menarik karena perdagangan melalui media online tidak hanya berupa toko online melainkan merambah pada jejaring sosial. Mengingat sebagian besar remaja putri merupakan pengguna aktif jejaring sosial, menjadikan remaja putri terbiasa melakukan perilaku belanja online. Hal ini tidak terlepas dari adanya kasus penipuan yang marak terjadi berkedok toko online. Tidak sedikit remaja yang pernah mengalami kasus penipuan pada belanja online. Akan tetapi perilaku belanja online pada remaja putri tidak menurun dan semakin meingkat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melihat gambaran pengambilan keputusan dalam perilaku belanja online pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian melibatkan lima orang remaja putri yang memiliki pengalaman buruk terhadap pembelanjaan secara online. Penggalian data dilakukan dengan teknik wawancara dengan preliminary study sebelumnya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gambaran pengambilan keputusan membeli remaja putri melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut berupa pengenalan masalah akan kebutuhan, pencarian informasi terkait toko serta barang yang akan di beli, mengevaluasi berbagai alternatif pilihan dalam pembelian, keputusan akhir untuk membeli dan perilaku pasca pembelian. Temuan lain yang didapat dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi remaja putri dalam memilih media online sebagai media belanja adalah adanya kesenangan. Remaja putri yang melakukan belanja online merupakan konsumen dengan tipe recreation buyer, yang mana perilaku membeli yang terjadi lebih kepada proses dari pada barang yang akan dibeli. Kata kunci: Remaja putri, pengambilan keputusan, perilaku konsumen, belanja online