cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
PERAN POLA ASUH AUTORITATIF, EFIKASI DIRI, DAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA AKHIR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putri, Putu Novia Arya; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.674 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p16

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting yang menentukan kualitas hidup individu. Taraf kesejahteraan psikologis dapat ditentukan oleh faktor internal dan eksternal. Dua dari faktor internal adalah efikasi diri dan perilaku prososial, sedangkan salah satu faktor eksternal adalah pola asuh autoritatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial terhadap kesejahteraan psikologis pada remaja akhir. Subjek pada penelitian ini adalah 129 remaja akhir di Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Instrumen pada penelitian ini adalah skala kesejahteraan psikologis, skala pola asuh autoritatif, skala efikasi diri, dan skala perilaku prososial. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial secara bersama-sama berperan terhadap kesejahteraan psikologis. Sumbangan efektif pola asuh autoritatif, efikasi diri, dan perilaku prososial terhadap kesejahteraan psikologis sebesar 66,6%. Koefisien beta terstandarisasi efikasi diri sebesar 0,669 (p<0,05), menunjukkan bahwa efikasi diri berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Koefisien beta terstandarisasi perilaku prososial sebesar 0,178 (p<0,05), menunjukkan bahwa perilaku prososial berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Koefisien beta terstandarisasi pola asuh autoritatif sebesar 0,104 (p>0,05), menunjukkan bahwa pola asuh autoritatif tidak berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis.   Kata Kunci: kesejahteraan psikologis, pola asuh autoritatif, efikasi diri, perilaku prososial
Perbedaan Kemandirian Berdasarkan Tipe Pola Asuh Orang Tua pada Siswa SMP Negeri di Denpasar santosa, Ayu Winda Utami; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.49 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p06

Abstract

In the developmental process, a child begins to form his personality through the family. The first environment that have most responsible on parenting children is the parents, then it has main influence on establishment of self-autonomy.  The parenting style is one of the factor that frequently mentioned as cause for the development of self-autonomy. Every parent using different parenting style, therefore it will obtain different self-autonomy on every child also. The aim of this research is to investigate the difference of self-autonomy based on parenting style of the junior high school students in Denpasar.   This research is a quantitative comparisons research. The subject of this research were 360 VII grade students  of Junior High School in Denpasar. The sample were selected using proportionate stratified random sampling method.  The data was collected through scales of parenting style that have been tested with reliability 0,886 and scales of self-autonomy that have been tested with reliability 0,876. Distribution of data obtained showed normal data and homogeneous data. Data obtained in this research is processed by comparisons of one way anova technique. Obtained results F = 9,998; p = 0.000 and Post Hoc analysis results showed that the Authoritative Parenting with Authoritarian Parenting  have significance of 0.000, Authoritative Parenting and Permissive Parenting  of 0,023, Permissive parenting with Authoritarian parenting of 0.002. The result indicate that there are significant differences between self-autonomy based on the type of Authoritative Parenting with Authoritarian Parenting, self-autonomy based on the type of Authoritative Parenting with Permissive parenting, and self-autonomy based on the type of Permissive Parenting and Authoritarian Parenting on Junior High School Students in Denpasar. Authoritative parenting is the type of parenting that obtain children with the best self autonomy.   Keywords      : parenting style, self-autonomy, junior high school students
PERBEDAAN MOTIVASI KERJA ANTARA ORANG BALI YANG BEKERJA DI BALI DENGAN ORANG BALI YANG MERANTAU DI SULAWESI TENGAH Putra, A.A Ngr. Agung Adi Pratama Wicaksana; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.216 KB)

Abstract

This research aims to find out wheter there is a difference between the work motivation of Balinese whose are working in Bali with Balinese whose migrated in Central Sulawesi. The research method used was quantitative research approach using comparative study. Primary data obtained from questionnaire drawn up based on work motivation theory of McClelland. Independent variables in this study are the Balinese whose work in Bali and The Balinese whose migrated to Central Sulawesi. The dependent variable is the work motivation. The sampling method used was cluster random sampling. The subject of this research is 90 Balinese whose working in Bali that domiciled in Banjar Benet, Mengwi and 90 Balinese who migrated to Central Sulawesi, who domiciled in South Palu. The criteria of the sample are at least 30 years old, at least have worked for 5 years, and for the Balinese that migrated to Central Sulawesi at least already migrated for 5 years. Research analysis using comparison test with independent sample t-test in SPSS 17. Result of the data analysis showed that the value P from comparison test is 0.009 so P<0.05, which mean there is difference between the work motivation of Balinese whose working in Bali and Balinese who migrated in Central Sulawesi. Other than that obtained from t value, revealed that the work motivation of Balinese who migrated to Central Sulawesi is higher than the Balinese whose work in Bali. Keywords: Work Motivation, Balinese, Migrant, MClelland, Comparative studies
Motivasi Berprestasi Remaja Tunanetra Perolehan Di Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar Mahadewi Sukawati, Cokorda Istri Ratna Prapti; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.967 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p12

Abstract

Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Pada proses pencarian jati diri ini, remaja membutuhkan motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah usaha untuk mencapai sukses atau berhasil dalam kompetensi dengan suatu ukuran keunggulan yang dapat berupa prestasi orang lain maupun prestasi sendiri. Hal yang sama berlaku pada remaja tunanetra. Tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti halnya individu yang dapat melihat dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi berprestasi remaja tunanetra perolehan di Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah dua orang remaja yang mengalami tunanetra perolehan dan memiliki prestasi. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa motivasi berprestasi kedua responden bergerak pada bidang akademis dan non akademis serta adanya riwayat tunanetra, faktor-faktor motivasi berprestasi, dan ciri-ciri motivasi berprestasi yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi remaja tunanetra perolehan. Kata kunci: Remaja, Tunanetra, Motivasi Berprestasi
Pengaruh problematic internet use dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Aditiantoro, Muhammad; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.432 KB)

Abstract

Permasalahan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam menempuh studinya adalah disiplin waktu yang kurang baik. Disiplin waktu yang kurang baik tercermin dalam penundaan atau dalam istilah psikologi adalah prokrastinasi. Pada era digital ini, penggunaan internet menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu faktor yang kuat memengaruhi perilaku penundaan. Problematic internet use (PIU) dapat menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal individu yaitu regulasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PIU dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Problematic Internet Use Scale 2yang dibuat oleh Caplan (2010) dan telah di translasi ke Bahasa Indonesia, Skala Regulasi Diri, dan Skala Prokrastinasi Akademik(Verdiwati, 2012) yang telah dimodifikasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).Hasil ini menunjukkan bahwa PIU dan regulasi diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa.Koefisien beta terstandarisasi variabel PIU sebesar 0,267dan signifikansi 0,002 (p<0,05) menunjukan PIU berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi variabelregulasi diri sebesar -0,420 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan regulasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: mahasiswa, problematic internet use, prokrastinasi akademik, regulasi diri
Peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar Dharmasatya, Adjie; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan karier merupakan keselarasan antara perilaku dan sikap karier nyata dengan perilaku dan sikap karier yang diharapkan pada rentang usia tertentu di tiap fase perkembangan. Bentuk kematangan karier pada fase remaja khususnya remaja siswa kelas XII adalah kemampuan menentukan jurusan studi lanjut. Kematangan karier dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu determinasi diri dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran determinasi diri dan dukungan sosial terhadap kematangan karier. Subjek dalam penelitian ini adalah 173 remaja siswa kelas XII di Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan karier, skala determinasi diri, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,561, nilai koefisien determinasi sebesar 0,315 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel determinasi diri 0,179 dan dukungan sosial sebesar 0,464. Hasil ini menunjukkan determinasi diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan meningkatkan kematangan karier pada remaja siswa SMA kelas XII di Denpasar.
Peran kekuatan karakter harapan, spiritualitas dan kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman kumuh di Denpasar Barat Sari, Made Ayu Dyah Indriana; Wulanyani, Ni Made Swasti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa salah satu faktor psikologis yang dimiliki oleh penduduk di pemukiman kumuh Denpasar Barat untuk bertahan hidup adalah resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk mengatasi dan meningkatkan ketahanan diri terhadap situasi yang menekan dan traumatis dalam kehidupannya. Karakteristik personal yang membentuk resiliensi adalah kekuatan karakter. Kekuatan karakter adalah proses dan mekanisme yang mendasari dan menggambarkan nilai kebajikan dalam diri manusia yang memungkinkan individu berkembang dan memiliki kehidupan yang baik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada peran Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas dan Kebaikan terhadap resiliensi penduduk di pemukiman di Denpasar Barat. Subjek penelitian adalah 110 penduduk pemukiman kumuh yang berusia 25-60 tahun. Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan diukur dengan skala VIA-Character Strength milik Peterson dan Seligman. Metode regresi berganda digunakan untuk menganalisa data penelitian. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa Kekuatan karakter Harapan, Spiritualitas, dan Kebaikan secara bersama-sama berperan terhadap resiliensi . Artinya secara bersama-sama ketiga variabel memberikan pengaruh sebesar 56%. Kekuatan karakter Harapan dan Spiritualitas masing-masing berperan terhadap resiliensi secara signifikan (p<0.05) namun tidak demikian halnya dengan Kekuatan karakter Kebaikan (p>0.05). Temuan ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan resiliensi penduduk dalam berbagai komunitas.
Penyesuaian diri orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Putri, Ida Ayu Devi; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan yang diketahui sebelum usia 4 tahun, ditandai dengan ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian dan berada pada tingkat maladatif dengan aktivitas yang berlebihan dan impulsif. Penyesuaian diri orangtua yang memiliki anak ADHD diperlukan agar anak dapat betumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran penyesuaian diri orangtua terhadap anak yang mengalami gangguan ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah dua pasang orangtua yang belum mempunyai pengalaman dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dengan gangguan ADHD dan dipilih dengan teknik snowball sampling. Proses pengambilan data terhadap kedua pasang responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD telah mampu melakukan penyesuaian diri. Proses penyesuaian diri yang dilakukan adalah penyesuaian diri pribadi seperti menerima kondisi dengan apa adanya melalui tingkah laku yang ditunjukkan anak dan memutuskan untuk tidak menarik diri dari lingkungan sosial serta penyesuaian diri sosial seperti tidak peduli dengan perkataan orang lain mengenai kondisi anak.
Peran self esteem dan kecenderungan narsisme terhadap presentasi diri pada perempuan pengguna facebook usia dewasa awal di Denpasar Pramesti, Ni Kadek Sinta Ayu; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna Facebook di Indonesia didominasi oleh para pengguna dengan usia rata-rata berkisar 18-24 tahun diposisi pertama dan pengguna dengan rata-rata berusia 25-34 tahun diurutan kedua. Pew Research Center pada tahun 2013 mencatat 81% pengguna Facebook adalah kaum ibu dengan berbagai varian usia. Facebook digunakan individu sebagai media untuk penggambaran diri individu yang memiliki keinginan untuk membuat kesan yang sempurna dan sesuai dengan orang lain yang disebut presentasi diri. Pembentukan presentasi diri ini pastinya memunculkan hal yang baik. Namun, ketika presentasi diri yang ditunjukkan memiliki motivasi yang berbeda dengan kepribadian individu, maka akan berdampak negatif. Self esteem dan kecenderungan narsisisme berkaitan dengan meningkatnya presentasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peran self esteem dan kecenderungan narsisisme terhadap presentasi diri pada perempuan usia dewasa awal di Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sejumlah subjek 106 perempuan usia dewasa awal dan berdomisili di Denpasar, yang dipilih dengan menggunakan teknik area probability random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala presentasi diri, skala self esteem, dan skala kecenderungan narsisisme. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis regresi berganda. Hasil menunjukkan nilai koefisien regresi (R) sebesar 0,354 dengan taraf signifikansi 0,001 (p<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,125 yang menunjukkan bahwa variabel self esteem dan kecenderungan narsisisme memberikan peran sebesar 12,5% terhadap variabel presentasi diri. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa self esteem dan kecenderungan narsisisme berperan dalam meningkatkan presentasi diri di Facebook pada perempuan dewasa awal.
Penerimaan ibu terhadap kondisi anak down syndrome Paramita, Kadek Pradnya; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Down syndrome merupakan merupakan suatu kumpulan gejala dari abnormalitas kromosom, biasanya kromosom 21 yang tidak dapat memisahkan diri selama periode pembelahan sel (meiosis) sehingga anak akan mempunyai kromosom 21 yang berlebih atau sering disebut dengan trisomi 21. Penerimaan ibu penting karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak agar lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses ibu menerima bahwa telah melahirkan anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah seorang ibu yang memiliki anak down syndrome yang berjenis kelamin laki-laki dan merupakan anak laki-laki satu-satunya dikeluraga. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses menuju penerimaan yang dialami oleh ibu dengan anak down syndrome yaitu shock (terkejut), menyangkal (denial), anger (perasaan marah), bargaining (tawar-menawar), depresi, dan penerimaan diri (acceptance). Gambaran penerimaan ibu terhadap kondisi anak diantaranya mampu menerima anaknya secara utuh, membimbing anak menjadi lebih mandiri, dan mengarahkan anak pada potensi yang dimiliki. Faktor yang mendukung penerimaan ibu yaitu dukungan pasangan, kesadaran akan karma, religiusitas, merasa tidak berjuang sendirian, dan menyadari usia ibu merupakan salah satu faktor penyebab down syndrome.