cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Peran harga diri dan efikasi diri terhadap social loafing pada mahasiswa preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Narotama, Ida Bagus Indra; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.243 KB)

Abstract

Social loafing merupakan pengurangan motivasi dan usaha ketika individu bekerja secara bersama-sama dibandingkan dengan ketika mereka bekerja secara individual. Social loafing memberikan dampak buruk bagi sebuah kelompok. Social loafing dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat memengaruhi social loafing adalah penilaian individu tentang diri dan keyakinan individu untuk mencapai suatu tujuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran harga diri dan efikasi diri terhadap social loafing. Subjek dalam penelitian ini adalah 85 orang Mahasiswa Preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala social loafing, skala harga diri dan skala efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,757, nilai koefisien determinasi sebesar 0,572 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel harga diri sebesar -0,520 dan efikasi diri sebesar -0,308. Hasil tersebut menunjukkan bahwa harga diri dan efikasi diri secara bersama-sama berperan menurunkan taraf social loafing pada Mahasiswa Preklinik Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Kata Kunci: Efikasi diri, harga diri, mahasiswa, social loafing
SIBLING RIVALRY ANTARA ANAK DENGAN MILD INTELLECTUAL DISABILITY DAN SAUDARA KANDUNG Tejena, Nago; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.608 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p02

Abstract

Human grow and develop throughout their life. There are several factors that influence human development. When there is an interference on these factors, it will cause developmental delays in children, such as intellectual disability. Children with intellectual disability require extra attention from the family. This will trigger a fight for resources between children with intellectual disability and their siblings. This situation will create conflict between them, which leads to sibling rivalry. The aim of this study is to determine the dynamics of sibling rivalry between child with mild intellectual disability and her siblings. This qualitative research is designed with case study approach. Sampling technique used is purposive sampling. Subject of this study is an 11 years old child with mild intellectual disability, who has two siblings. Data collecting techniques used are observation, interview, field note and audio- visual recording. The data were analyzed using data organization technique for qualitative study with case study approach according to Cresswell (1998). Based on the results from data organization,  this study found 33 categories that can be grouped into 6 patterns. The patterns are 1) sibling rivalry factors; 2) fight’s trigger; 3) types of sibling rivalry; 4) problem solving method when there is a conflict; 5) situation after the fight finished; and 6) the differences of point of view between subject and her siblings.   Keywords : sibling rivalry, mild intellectual disability, child.
PERAN KONTROL DIRI DAN ASERTIVITAS PADA SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA AKHIR PEREMPUAN DI BANGLI Karniyanti, Ni Kadek; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 01 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.245 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i01.p07

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak ke masa dewasa yang melibatkan banyak perubahan seperti perubahan biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Salah satu perubahan biologis yang terjadi pada remaja yaitu produksi hormon seksual dari tubuh yang menyebabkan timbulnya dorongan emosi dan seksual. Beberapa penelitian menunjukkan tingginya masalah seksualitas pada remaja yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut menandakan bahwa sikap positif (permisif) terhadap perilaku seksual pranikah sudah semakin meluas. Banyak faktor yang menyebabkan perilaku seksual pranikah di kalangan remaja, antara lain tingkat kontrol diri dan asertivitas yang dimiliki remaja. Santrock mengatakan bahwa kenakalan yang dilakukan oleh remaja merupakan akibat dari kegagalan remaja dalam mengembangkan kontrol diri yang cukup dalam hal tingkah laku. Sementara itu, menurut Lazarus remaja yang asertif lebih mampu mengatakan “tidak” untuk hal-hal yang bersifat negatif dan tidak diinginkan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kontrol diri dan asertivitas berperan pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja perempuan di Bangli. Subjek dalam penelitian ini adalah 106 orang remaja perempuan di Kabupaten Bangli yang berusia 17-21 tahun dan belum menikah. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik cluster sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap perilaku seksual pranikah, skala kontrol diri dan skala asertivitas. Hipotesis penelitian diuji dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang berarti kontrol diri dan asertivitas secara bersama-sama berperan terhadap sikap terhadap perilaku seksual pranikah. Kata kunci: sikap terhadap perilaku seksual pranikah, kontrol diri, asertivitas, remaja perempuan
PEREMPUAN HINDU-BALI YANG NYEROD DALAM MELAKUKAN PENYESUAIAN DIRI Mahardini, Ni Made Dwi; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.126 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p14

Abstract

Bali merupakan pulau yang memiliki warisan budaya leluhur yang beragam, salah satu warisan leluhur yang saat ini masih menjadi fenomena tersendiri dalam masyarakat Hindu di Bali adalah adanya sistem kasta, kasta adalah stratifikasi masyarakat India pada jaman dahulu, kasta di India membeda-bedakan harkat dan martabat manusia berdasarkan keturunan (Wiana & Santeri, 1993). Kasta hingga saat ini menjadi beban tersediri bagi perempuan Bali yang menyandang kasta tinggi dalam memilih pasangan, ketika perempuan dari kasta tinggi atau triwangsa menikah dengan laki-laki dari kasta yang paling rendah atau sudra wangsa atau yang disebut dengan perkawinan nyerod, beban dan diskriminasi yang dialami akan tampak beragam (Karmini, 2013). Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melihat bagaimana penyesuaian yang dilakukan perempuan Hindu di masyarakat Bali dalam menjalani peran sebagai perempuan nyerod. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi, dengan responden sebanyak 3 orang perempuan Hindu-Bali yang menjalani perkawinan nyerod, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah in depth-interview. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam melakukan penyesuaian diri para perempuan Hindu-Bali yang nyerod dibagi menjadi lima aspek penyesuaian diri, antara lain: penyesuaian diri pribadi dilakukan dalam konteks hubungan dengan suami, pnyesuaian sosial dengan keluarga responden dilakukan dengan tetap berusaha menjalin hubungan baik, penyesuaian sosial dengan keluarga suami dilakukan dengan berusaha menerima dan bersikap baik, penyesuaian sosial dengan masyarakat dengan melakukan rasionalisasi, dan harapan yang masih ingin dicapai tidak ada karena sudah merasa bahagia dan tidak merasakan diskriminasi lagi. Kata kunci: Kasta, Nyerod, Penyesuaian diri, Perempuan Bali
Hubungan Kelekatan Orangtua-Remaja dengan Kemandirian pada Remaja di Smkn 1 Denpasar Dewi, Audy Ayu Arisha; Valentina, Tience Debora
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.795 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2013.v01.i01.p18

Abstract

In adolescence, there are several developmental tasks that must be faced, one of which is the development of autonomy. Role of parents can’t be separated on the formation of adolescent autonomy because of an emotional connection between parents and adolescence. Emotional connection that persists for long periods is called attachment. This study aimed to determine the relationship between parent-adolescent attachment with adolescent autonomy in SMKN 1 Denpasar.   The sampling technique used in this study is simple random sampling. Subjects of this research are 330 students in SMKN 1 Denpasar, from age 15-18 years old. Researcher deploy two scales, the parent-adolescent attachment scale adapted from the Inventory Parent and Peer Attachment (Armsden & Greenberg, 1987) and autonomy scale is based on aspects that proposed by Steinberg (2009). The data obtained in this study were analyzed by simple regression analysis to examine the relationship between parent-adolescent attachment and autonomy.   Regression analysis results t value 3,652 and P = 0.000 (P < 0.05). It means attachment to parents and adolescent autonomy are significantly and positively correlated, when parent-adolescent’s attachment is high they will have a high score on autonomy too. Coefficient of determination equal to 0.039 indicates the attachment contribution to the autonomy is 3,9%, and  96,1% was contributed by other factors such as gender, birth order, school activities and community activities.   Keywords: attachment, autonomy, adolescence.
TUAH KETO DADI NAK LUH BALI: MEMAHAMI RESILIENSI PADA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KDRT DAN TINGGAL DI PEDESAAN Wedaningtyas, Putu Ayu Meirina Pradnya Paramitha; Herdiyanto, Yohanes K.
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.43 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p02

Abstract

KDRT merupakan permasalahan sosial yang identik dengan perempuan, utamanya pada daerah yang dinaungi budaya patriarki, seperti Bali salah satunya. Melalui penerapan konsep purusa-pradana, para perempuan dituntut untuk mampu mempertahankan eksistensinya dalam keluarga sebagaimanapun menekannya suatu keadaan, tidak terkecuali pada kasus KDRT. Perempuan masih ditabukan untuk bercerai ,. Individu yang demikian, dapat diistilahkan sebagai individu yang resilien. Resiliensi merupakan suatu proses aktif untuk mampu memutuskan bangkit, menghadapi, mampu memperkuat diri dan tetap melaksanakan perubahan sehubungan dengan cobaan yang sedang dialaminya (Grotberg dalam Dewi, Djoenaina, & Melisa., 2004). Pada penelitian yang melibatkan satu orang perempuan sebagai responden, didapatkan bahwa resiliensi pada Perempuan Bali terbentuk dari adanya nilai-nilai keyakinan pada dirinya yang mendorong individu untuk bersedia belajar dan beradaptasi selama menjalani kehidupan berumah tangga.   Kata Kunci: KDRT, Perempuan Bali, Resiliensi
Pengaruh Pelatihan Efikasi Diri terhadap Tingkat Kecemasan Berkomunikasi pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Denpasar Fitriyanti, Kadek; Wilani, Ni Made Ari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.474 KB)

Abstract

Salah satu keterampilan yang ditetapkan oleh perusahaan dalam merekrut karyawan adalah memiliki kemampuan berkomunikasi efektif dalam tim kerja. Sejalan dengan hal tersebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah menyusun kurikulum yang sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan siswa di dunia kerja. Data di lapangan dan hasil penelitian awal yang telah dilakukan menunjukkan bahwa masih banyak siswa SMK mengalami kecemasan berkomunikasi. Dampak yang ditimbulkan adalah siswa menjadi pasif dan menghindari situasi berkomunikasi. Semakin banyak kasus kecemasan berkomunikasi yang terjadi, maka semakin dibutuhkan program intervensi yang dapat mengurangi tingkat kecemasan berkomunikasi yang dirasakan. Tujuan dari penelitian eksperimen ini adalah menguji pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap tingkat kecemasan berkomunikasi pada siswa SMK di Denpasar. Desain penelitian yakni kuasi-eksperimen non-equivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yakni menggunakan two-stages cluster sampling. Sebanyak 12 orang subjek yang dipilih memiliki skor kecemasan berkomunikasi sedang hingga tinggi. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok eksperimen sebanyak enam orang dan kelompok kontrol sebanyak enam orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala kecemasan berkomunikasi untuk mengetahui kategori kecemasan berkomunikasi yang dirasakan oleh siswa. Perlakuan yang diberikan adalah pelatihan efikasi diri yang disusun berdasarkan sumber-sumber efikasi diri dari Bandura (1997). Hipotesis penelitian diuji dengan statistik non-parametrik Mann Whitney test. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pelatihan efikasi diri terhadap tingkat kecemasan berkomunikasi pada siswa SMK di Denpasar. Kata kunci: pelatihan efikasi diri, kecemasan berkomunikasi, siswa SMK
Perbedaan Emotional Abuse pada Remaja Akhir yang Berpacaran Berdasarkan Pola Komunikasi dalam Keluarga Pemayun, Cokorda Istri Indraswari; Widiasavitri, Putu Nugrahaeni
Jurnal Psikologi Udayana Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.709 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2015.v02.i02.p18

Abstract

Problems in dating relationship may lead to violence such as emotional abuse that usually can lead to physical abuse and sexual abuse. The need for the role of parents in control and give examples of behaviour to adolescents directly or indirectly. Children will bring exemplified parents into the social environment as communication patterns. Family communication patterns is divided into four, namely Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, and Protective. Communication patterns are different in every family will indirectly establish a different personality for each adolescents. Based on the exposure, this study has the objective to determine differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Subjects in this study were 75 people late adolescents who are dating and live with parents at Udayana University. Instruments in this research is the Emotional Abuse scale and Revised Family Communication Pattern (RFCP) scale. One Way ANOVA analysis results showed p=0,031 (F=3,138; p<0,05) can thus be noted that there are differences in emotional abuse in adolescents who are dating is based on communication patterns within the family. Differences are also evident from the pattern of Pluralistic group communication and Laissez-Faire contained probability value p=0,043 (p<0,05), which means that Ho is rejected or there is a difference between communication patterns within the family group pluralistic and Laissez-Faire. Adolescents who grew up with communication patterns Laissez-Faire has a higher tendency to do emotional abuse in couples than adolescents who grew up with pluralistic communication patterns.   Keywords: emotional abuse, family communication pattern, late adolescents, RFCP, Pluralistic, Consensual, Laissez-Faire, Protective
PENGARUH PENERIMAAN DIRI PADA KONDISI PENSIUN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BADUNG Wulandari, Putu Diana; Lestari, Made Diah
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.454 KB)

Abstract

Kecemasan menghadapi masa pensiun adalah suatu keadaan khawatir yang dialami oleh individu yang akan memasuki masa pensiun. Individu yang memiliki penerimaan diri yang baik dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi masa pensiun. Dukungan sosial yang berasal dari keluarga, pasangan, dan teman juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan menghadapi masa pensiun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil (PNS). Subjek dalam penelitian ini adalah PNS eselon IIb, eselon IIIa, eselon IIIb dan eselon IVa di Kabupaten Badung yang akan memasuki masa pensiun pada tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020, yang dipilih dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 88 orang. Alat ukur dalam penelitian ini adalah skala kecemasan menghadapi masa pensiun dengan reliabilitas 0,888, skala penerimaan diri pada kondisi pensiun dengan reliabilitas 0,904, dan skala dukungan sosial dengan reliabilitas 0,935. Metode analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan R=0,430 dan adjusted R square sebesar 0,165. Hal ini menunjukkan bahwa variabel penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial memiliki hubungan terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dan memberikan pengaruh sebesar 16,5% terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan penerimaan diri pada kondisi pensiun dan dukungan sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun. Kata kunci: kecemasan menghadapi masa pensiun, penerimaan diri pada kondisi pensiun, dukungan sosial
Peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah dan bekerja paruh waktu di Denpasar dan Badung Rastafary, Ni Luh Kade Nadia; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.309 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p17

Abstract

Prestasi akademik merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Manfaat prestasi akademik yang tinggi bagi remaja yaitu mempermudah dalam mendapatkan pekerjaan yang layak, meningkatkan kematangan karier, meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan karier secara optimal, mempercepat masa studi dan membuka kesempatan penerimaan beasiswa. Namun tidak semua remaja mampu meraih prestasi akademik tinggi, salah satunya disebabkan oleh rutinitas lain di luar jam perkuliahan yakni bekerja. Keberhasilan remaja yang menjalankan perkuliahan sambil bekerja dalam meraih prestasi akademik tinggi tidak terlepas dari pengaturan strategi belajar yang baik dan komitmen yang tinggi terhadap tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self regulated learning dan task commitment terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 185 orang mahasiswa yang sedang menjalankan kegiatan perkuliahan sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Pengumpulan data dilakukan dengan arsip Indeks Prestasi Kumulatif, skala Self Regulated Learning dan skala Task Commitment. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,353, nilai koefisien determinasi sebesar 0,125 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel self regulated learning sebesar 0,354 dan task commitment sebesar -0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa self regulated learning dan task commitment secara bersama-sama berperan terhadap prestasi akademik remaja akhir yang kuliah sambil bekerja di Denpasar dan Badung. Kata kunci: remaja akhir, self regulated learning, task commitment, prestasi akademik