cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Mindfulness kurang efektif untuk meningkatkan kepuasan hidup Putri, Stefani Devina Arie; Yudiarso, Ananta
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur efektivitas dari pemberian intervensi mindfulness untuk meningkatkan kepuasan hidup. Pada penelitian ini digunakan 14 jurnal penelitian internasional tentang mindfulness dan kepuasan hidup, serta 1239 partisipan (485 kelompok intervensi dan 457 kelompok kontrol) yang digunakan sebagai sumber data meta-analisis ini. Berdasarkan pengolahan data jumlah partisipan (N), rata-rata (M) dan standar deviasi (SD) didapatkan nilai effect size hedges’g dengan menggunakan model fix effect adalah 0.25 ± 0.07 (95% Cl= 0.12 sampai 0.38) dan nilai inconsistency (I2) = 0%. Berdasarkan hasil meta-analisis dapat disimpulkan bahwa mindfulness memberikan efek yang kecil terhadap kepuasan hidup seseorang
Peranan kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional pada kebahagiaan remaja Lana, Cherista Dinda; Indrawati, Komang Rahayu
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p10

Abstract

Remaja mengalami berbagai tantangan dalam menjalani fase perkembangannya sebagai seorang remaja, dengan adanya perubahan pada aspek biologis, kognitif, dan sosio-emosionalnya. Remaja yang memiliki kesehatan mental yang baik dapat menghadapi masa remaja dengan adaptif, dimana kesehatan mental merupakan anteseden dari kebahagiaan. Kebahagiaan yang dimiliki remaja dapat membantu remaja dalam melewati masa transisinya ini. Studi pendahuluan yang dilaksanakan oleh peneliti menemukan bahwa kebahagiaan remaja dapat berasal dari hubungan dengan orang terdekat seperti sahabat, keluarga, dan pacar serta remaja membutuhkan regulasi emosi yang baik untuk menstimulasi munculnya emosi positif. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif guna melihat peran kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional terhadap kebahagiaan remaja di Indonesia. Subjek penelitian sebanyak 265 remaja berusia 12-30 tahun yang dipilih secara acak melalui media online (google form). Alat ukur penelitian ini meliputi skala kualitas persahabatan dengan reliabilitas 0,918, skala kecerdasan emosional dengan reliabilitas 0,859 dan skala kebahagiaan dengan reliabilitas 0,925. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa kualitas persahabatan dan kecerdasan emosional secara bersamaan memiliki peranan sebesar 50,9% terhadap kebahagiaan remaja. Penelitian ini juga mngindikasikan remaja pada usia 18-20 tahun memiliki tingkat kualitas persahabatan yang lebih tinggi daripada remaja pada usia 12-15 tahun.
Peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumintang, Aldilla; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p08

Abstract

Pada setiap peningkatan jenjang pendidikan akan ada perubahan lingkungan, sehingga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi. Adanya tuntutan untuk lebih mandiri, tuntutan dari orangtua, serta perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan, terlebih pada dokter muda yang harus menerapkan langsung kepada pasien ilmu yang telah didapatkan selama pre klinik. Banyak faktor yang dapat berperan dalam menurunkan taraf kecemasan dokter muda diantaranya adalah kemampuan mengendalikan emosi dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian ini berjumlah 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sedang menjalankan tahap profesi pada tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil uji regresi ganda menunjukkan nilai koefisien regresi 0,743 dengan nilai koefisien determinasi 0,533 dan signifikansi 0,000 dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional -0,389 dan kecerdasan adversitas -0,407. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Dinamika psikologis warga binaan pelaku perampokan minimarket dengan gangguan kepribadian antisosial di lembaga pemasyarakatan Nugraha, Aussie Safitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p01

Abstract

Perampokan merupakan salah satu tindakan kriminal yang ada di Indonesia. Pada umumnya, para pelaku membawa alat benda yang dapat menjadi senjata, seperti pisau atau celurit ketika melakukan aksi perampokan tersebut. Setiap tindakan kriminal tentu disertai oleh berbagai faktor yang melatarbelakangi pelaku yang dalam hal ini melakukan perampokan di minimarket. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dinamika psikologis yang dimiliki Abu (nama samaran), seorang warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman di sebuah lembaga pemasyarakatan karena beberapa kali melakukan aksi perampokan pada tahun 2015. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi dan menggunakan rangkaian asesmen psikologi, meliputi Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (WBIS), tes grafis (DAP, BAUM, dan HTP), SSCT (Sack’s Sentence Completion Test), dan Hare Self-Report Psychopathy Scale. Hasil asesmen menunjukkan bahwa Abu mengalami gangguan kepribadian antisosial yang ditegakkan berdasarkan kriteria pada DSM-5. Sementara itu, faktor utama yang mendorong Abu dalam melakukan aksi perampokan adalah karena kesulitan ekonomi dan permasalahan terkait self-control.
Dinamika Psikologis Individu dengan Gangguan Kepribadian Ambang Sari, Ni Luh Krishna Ratna; Hamidah, Hamidah; Marheni, Adijanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p02

Abstract

Abstrak Gangguan kepribadian ambang merupakan salah satu gangguan kepribadian yang banyak ditemui dalam praktik layanan psikiatri maupun psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan dinamika psikologis individu dengan kepribadian ambang berdasarkan hasil asesmen yang akan dilakukan. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang laki-laki usia dewasa awal yaitu 24 tahun yang menunjukkan gejala-gejala dari gangguan kepribadian ambang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui asesmen psikologi mencakup wawancara, observasi, dan pemberian tes psikologi yaitu tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), SPM (Standart Progressive Matrices), SSCT (Sack’s Sentence Completion Test), dan Drawing Completion Test (DCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki aspek-aspek kepribadian seperti ketidakstabilan emosi, kontrol yang rendah terhadap dorongan, dan kebutuhan untuk tergantung pada orang lain. Subjek memiliki pengalaman traumatis seperti kekerasan dan perpisahan dini dengan figur orangtua, disfungsi keluarga serta faktor lingkungan tidak suportif. Interaksi antara kedua kondisi tersebut menggambarkan dinamika psikologis dari gejala-gejala gangguan kepribadian ambang pada subjek. Kata kunci : Dewasa awal, gangguan kepribadian ambang, pengalaman traumatis. Abstract Borderline personality disorder is one of the personality disorders that is widely encountered in psychiatric and psychological practices. This research aims to explore the psychological dynamics of individuals with borderline personality disorder based on the results of the assessment. The subject in this study is a 24-years-old man that showed the symptoms of borderline personality disorder. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through psychological assessment including interviews, observations, and some psychological tests such as graphic tests (BAUM, DAP, and HTP), SPM (Standart Progressive Matrices), SSCT (Sack's Sentence Completion Test), and Drawing Completion Test (DCT). The results showed that the subject had personality aspects such as emotional instability, low control of psychological drive, and the need to depend on others. Subjects have traumatic experiences such as abuse and early separation with parental figures, family dysfunction as well as unsupportive environmental factors. Interactions between these two conditions illustrate the psychological dynamics of the symptoms of borderline personality disorders addresses by subject. Keywords : Borderline personality disorder, traumatic experiences, young adulthood.
Terapi musik sangat efektif untuk menurunkan perilaku atau gangguan kecemasan (anxiety disorder): Studi meta analisis Novianti, Abigail Christine; Yudiarso, Ananta
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p06

Abstract

Perilaku atau gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan kejiwaan, yang bila tidak diatasi dan ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai efek negatif pada seseorang hingga berakibat kematian. Berbagai penelitian intervensi dilakukan untuk mengatasi perilaku atau gangguan kecemasan, salah satunya adalah terapi musik yang dapat diterapkan secara klasikal atau kelompok. Berbagai penelitian mengatakan bahwa terapi musik dapat mengurangi kecemasan individu. Meskipun begitu, terdapat berbagai teori dan hasil penelitian yang berbeda-beda mengenai pengaruhnya dalam menurunkan kecemasan individu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi meta-analisis dengan merevieu 14 jurnal penelitian internasional yang relevan dengan variabel penelitian dan melibatkan 1445 orang subjek. Hasil penelitian diperoleh adanya effect size (random effect) yang besar, dengan tidak ada bias. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa music therapy merupakan intervensi yang sangat efektif secara signifikan untuk menurunkan kecemasan individu.
Gambaran Konsep Diri Istri Pecandu Narkotika Sari, Ni Made Kristi Dwinitha; Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p03

Abstract

Pada tahun 2015 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendata bahwa terjadi 200 ribu kasus perceraian per tahun. Suami yang dalam pengaruh alkohol atau narkotika menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian. Keberhasilan maupun kegagalan seseorang istri menghadapi suami pecandu narkotika berkaitan dengan konsep diri istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri serta faktor-faktor yang memengaruhi konsep diri istri pecandu sehingga mampu bertahan dalam pernikahannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden pada penelitian ini sebanyak satu orang istri seorang pecandu narkotika yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri responden cenderung positif karena telah memenuhi lima dari enam ciri-ciri konsep diri positif, yakni mengenal dirinya dengan baik, dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang beragam tentang dirinya sendiri, merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, mampu menghadapi masa depan serta menganggap hidup adalah proses penemuan. Konsep diri responden terdiri dari beberapa aspek, antara lain aspek fisiologis, aspek psikologis, aspek psiko-sosial, aspek psiko-spiritual, serta aspek psiko-etika dan moral. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa konsep diri responden dipengaruhi oleh faktor kemampuan dan penampilan fisik, faktor keluarga, faktor kelompok sebaya, dan faktor peranan harga diri.
Peran Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang Sedang Menyusun Skripsi Mahesti, Ni Putu Ridha Eka; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p06

Abstract

Resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk bangkit dari permasalahan atau kesulitan yang dihadapi dengan berbagai cara yang produktif. Resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengendalikan diri sehingga individu dapat bersikap tenang dan fokus menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Resiliensi juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 149 orang Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi, skala kecerdasan emosional, dan skala efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,552, nilai koefisien determinasi sebesar 0,305 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,362 dan efikasi diri sebesar 0,355. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi.
Peran Hardiness dan Kecerdasan Emosional terhadap Burnout pada Penyidik Direktorat Reserse Polda Bali Tias Sastia, I Gusti Ayu Putu; Rustika, I Made
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p02

Abstract

Setiap individu pernah mengalami tantangan dalam pekerjaannya, yang tak jarang menyebabkan stres kerja. Jika stres berlangsung dalam jangka waktu lama dan menetap akan menyebabkan burnout. Burnout dipengaruhi oleh kemampuan mengelola emosi dan mengendalikan diri sehingga individu dapat mengelola stres yang dialami. Burnout juga dipengaruhi oleh ketangguhan individu untuk bertahan dalam kondisi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran hardiness dan kecerdasan emosional terhadap burnout. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 orang penyidik Direktorat Reserse Polda Bali. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala burnout, skala hardiness dan skala kecerdasan emosional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,791 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel hardiness sebesar -0,404 dan kecerdasan emosional sebesar -0,455. Hasil tersebut menunjukan bahwa hardiness dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berperan menurunkan taraf burnout pada penyidik Direktorat Reserse Polda Bali.
Penelitian Aksi Terhadap Guru PAUD dan TK: Meningkatkan Pengetahuan Pendidik Tentang Bullying di Sekolah melalui Kegiatan Psikoedukasi Puspita, Syntia Agung Liana; Herdiana, Ike
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p01

Abstract

Abstrak Perundungan (bullying) kini menjadi permasalahan sosial yang mengkhawatirkan di bidang pendidikan karena memberikan beragam dampak negatif secara fisik maupun psikologis pada korban, pelaku dan saksi. Perundungan juga menjadi perhatian pihak Puskesmas Dupak Surabaya karena banyak pasien dengan permasalahan psikologis memiliki riwayat menjadi korban perundungan di sekolah. Salah satu penyebab perundungan di sekolah adalah kurangnya keterlibatan dan pemahaman guru mengenai perundungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai perundungan, sehingga guru dapat berperan lebih efektif dalam mencegah kejadian perundungan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian aksi dengan metode psikoedukasi, diskusi kasus dan pre-post test. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan guru-guru PAUD/TK yang berada di kawasan Dupak Surabaya dan dilaksanakan di Puskesmas Dupak Surabaya. Hasil analisis pre-post test dengan uji Wilcoxon menunjukkan angka signifikansi 0.000 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil observasi dan diskusi kasus menunjukkan peserta mengetahui langkah-langkah awal yang dapat dilakukan apabila berhadapan dengan kasus perundungan di sekolah. Abstract Bullying is a social phenomenon that increasingly worrisome cases especially in the field of education because give various negative physical and psychological impacts to bullies, victim, and bystanders especially in early age. Topic of bullying is also a concern of the Dupak Surabaya Community-Health-Center because many patients with psychological problems were victims of bullying at school. One of the causes of bullying in schools is the lack of involvement and knowledge of teachers regarding bullying in early age. This study aims to improve teacher’s knowledge of bullying, so that teachers can play a more effective role in preventing incidence of bullying in school. This study is action-research with lecture, case-discussion (focused group discussion), and pre-post test. Participants in this activity were representatives of early childhood education program’s teachers who were in the Dupak area of Surabaya and carried out at the Dupak Health-Center in Surabaya. Wilcoxon analysis results show a significance number of 0.000 (p<0.05) which means there is a significant difference between the knowledge of participants before and after being given education. The results of observations and case discussions indicate that participants know the initial steps that can be taken when dealing with cases of bullying at school.