cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 422 Documents
Gambaran coming out pada perempuan lesbian dan biseksual dewasa awal Haryati, Tuningsih; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) kerap dipandang sebagai suatu penyakit sosial di masyarakat, karena dianggap melanggar nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kelompok LGBT yang telah menjadi dewasa awal membutuhkan coming out untuk memenuhi tugas perkembangannya, sehingga menimbulkan konflik tersendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Kriteria responden penelitian ini adalah perempuan, lesbian atau biseksual, berusia 18-30 tahun, dan belum menikah. Melalui analisis koding, ditemukan beberapa hal yang menggambarkan coming out, seperti awal mula menyadari orientasi seksual, hubungan berpacaran yang pernah dijalani, opini mengenai orientasi seksual, coming out menurut responden, cara melakukan coming out, orang-orang yang telah mengetahui orientasi seksual para responden, coming out dan kaitannya dengan agama, tujuan melakukan coming out, dampak positif dan dampak negatif yang dirasakan karena melakukan coming out, prioritas kedepannya untuk melakukan coming out, kriteria target coming out, pandangan responden terhadap kemungkinan coming out di lingkungannya, orang yang menginspirasi responden untuk coming out, tiga kata yang menggambarkan proses coming out, harapan kedepannya, pandangan responden mengenai penelitian ini, serta coming out dan intimasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai coming out, khususnya pada perempuan lesbian dan biseksual, dan mengurangi stigma terhadap lesbian dan biseksual.
Peran religiositas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas remaja madya di SMA Negeri Denpasar Swantara, Made Satria; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agresivitas adalah suatu kecenderungan untuk menyakiti maupun melukai orang lain baik secara fisik maupun nonfisik yang disengaja dan dapat menimbulkan dampak kerugian bagi orang lain. Perbedaan individu dalam berperilaku agresif dapat mengacu pada jenis kelamin, latar belakang sosial, maupun usia. Usia Remaja cenderung memiliki agresivitas tinggi karena transisi pembentukan kepribadian kanak-kanak ke remaja. Religiusitas dapat berperan dalam membentuk sikap individu di masyarakat. Pengelolaan emosi yang baik juga diperlukan untuk menghindari perilaku agresif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran antara religiositas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas pada remaja madya di SMA Negeri Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 123 siswa SMA Negeri 8 Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala agresivitas, skala religiositas dan skala kecerdasan emosional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,651, nilai koefisien determinasi sebesar 0,424 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P <0,05) dengan nilai koefisien B tidak terstandarisasi pada variabel religiositas -0,516 dan kecerdasan emosional sebesar -0,298. Hasil tersebut menunjukkan bahwa religiositas dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berperan menurunkan agresivitas remaja madya di SMA Negeri Denpasar. Semakin tinggi religiositas dan semakin tinggi kecerdasan emosional siswa maka akan semakin rendah dorongan agresivitasnya.
Peran konformitas dan gaya hidup brand minded terhadap perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar Windayani, Sri; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku konsumtif pada mahasiswi salah satunya disebabkan oleh gaya hidup brand minded. Gaya hidup brand minded adalah kecenderungan individu untuk selalu menggunakan barang bermerek dengan tujuan mendapatkan pengakuan dari lingkungan. Selain itu, konformitas juga dapat memengaruhi perilaku konsumtif seperti individu secara sukarela menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat diterima oleh kelompok sosial. Hal ini bisa dilihat melalui perubahan mahasiswi dalam berpakaian dan bergaya yang didukung oleh teman sebaya. Perilaku konsumtif pada mahasiswi dapat dipahami melihat usia mahasiswi yang mengalami usia peralihan dalam mencari identitas diri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran antara konformitas dan gaya hidup brand minded dengan perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 130 orang mahasiswi angkatan 2016 dan 2017 di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala konformitas, skala gaya hidup brand minded, dan skala perilaku konsumtif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,717, nilai koefisien determinasi sebesar 0,513 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan nilai koefisien B terstandarisasi pada variabel konformitas sebesar 0,464 dan gaya hidup brand minded sebesar 0,387. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konformitas dan gaya hidup brand minded secara bersama-sama berperan meningkatkan perilaku konsumtif mahasiswi di Kota Denpasar.
Pengaruh gaya kepemimpinan Laissez Faire terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi) Bali Redityani, A.A Ayu Prami; Astiti, Dewi Puri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komitmen karyawan merupakan salah satu kunci yang turut menentukan suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi dapat terwujud apabila pemimpin dapat mengarahkan karyawan dengan baik, tetapi yang terjadi di BPPT Bali pemimpin memberikan segala keputusan kepada bawahan dan pemimpin kurang berpartisipasi pada proses kerja dalam organisasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses kerja karyawan yang menjadi kurang optimal. Maka dalam penelitian ini peniliti berfokus pada gaya pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan laissez faire yang dapat mempengaruhi dan menurunkan komitmen organisasi pada karyawan terhadap perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan yang bekerja lebih dari lima tahun di BPPT Bali, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan uji hipotesis regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepemimpinan laissez faire dan skala komitmen organisasi. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kepemimpinan laissez faire berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT Bali.
Peran kepercayaan diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan komunikasi pada orang tuli di Denpasar Indirawisadi, Ni Kadek Cintya; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaum penyandang tuli memiliki perbedaan budaya komunikasi sehingga sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang menimbulkan kecemasan saat melakukan komunikasi. Kecemasan komunikasi merupakan suatu reaksi negatif yang dialami individu saat dihadapkan dalam situasi komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepercayaan diri yang dimiliki orang tuli dapat memengaruhi kecemasan komunikasi. Taraf kecemasan komunikasi dapat diatasi dengan cara menambah pengalaman, berlatih, dan berpikir positif. Hal kecil seperti dukungan terkadang disepelekan, karena dianggap bukan suatu hal yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan seseorang dalam suatu pencapaian. Dukungan sosial merupakan hal yang berperan penting bagi perkembangan individu dan memiliki banyak efek positif untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kepercayaan diri dan dukungan sosial terhadap kecemasan komunikasi pada orang tuli di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 orang yang tergabung pada Bali Deaf Community. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan komunikasi, kepercayaan diri, dan dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,618, nilai koefisien determinasi sebesar 0,381 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta unstandarisasi pada variabel kepercayaan diri -0,609 dan dukungan sosial sebesar -0,038. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan komunikasi pada orang tuli.
Peran intensitas komunikasi di Instagram dan perbandingan sosial terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan remaja akhir Maurilla, Talitha; Suarya, Luh Made Karisma Sukmayanti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpuasan tubuh merupakan pikiran dan perasaan tidak puas akan kondisi tubuh individu. Hal ini banyak ditemui di kalangan remaja perempuan karena adanya beragam perubahan, termasuk fisik. Walaupun usianya akan memasuki usia dewasa, perempuan remaja akhir tetap memiliki ketidakpuasan tubuh yang cukup tinggi, salah satunya karena Instagram. Popularitasnya di kalangan remaja membuat banyak individu memilih untuk berkomunikasi di media sosial tersebut dengan beragam isu, seperti adanya risiko kesehatan dan munculnya perbandingan sosial. Perbandingan sosial dilakukan karena motivasi individu untuk mengevaluasi diri melalui atribut yang dimiliki dengan individu lainnya. Perbandingan sosial dapat ditemui ketika remaja menggunakan Instagram, yang dapat mengarah pada ketidakpuasan tubuh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran intensitas komunikasi di Instagram terhadap ketidakpuasan tubuh pada perempuan remaja akhir dengan perbandingan sosial sebagai variabel moderasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling. Subjek penelitian ini adalah 110 perempuan usia 17-22 tahun yang berdomisili di Denpasar. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Ketidakpuasan Tubuh, Skala Perbandingan Sosial, dan Skala Intensitas Komunikasi di Instagram. Hasil uji Moderated Regression Analysis (MRA) menunjukkan nilai koefisien tidak terstandarisasi sebesar -2,635 dengan signifikansi 0,003, yang berarti intensitas komunikasi di Instagram berperan terhadap ketidakpuasan tubuh, serta nilai koefisien tidak terstandarisasi moderasi perbandingan sosial sebesar 0,026 dengan signifikansi 0,005, yang berarti perbandingan sosial berperan dalam memperkuat hubungan antara intensitas komunikasi di Instagram dengan ketidakpuasan tubuh. Koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini sebesar 0,436, yang berarti intensitas komunikasi di Instagram dan perbandingan sosial berperan sebesar 43,6% pada ketidakpuasan tubuh.
Subjective well-being pada waria Drag Queen di Bali Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan pada kelompok gay dan waria di Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan LGBT, khususnya kaum waria, masih belum dapat diterima seutuhnya oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Bali adalah salah satu daerah yang masih banyak ditemukan kelompok waria yang salah satunya yaitu Drag queen, sebagai penghibur wisatawan yang berkunjung ke bar atau club malam Bali. Drag queen menampilkan diri sebagai seorang wanita lengkap dengan pakaian dan atribut yang glamour untuk menghibur penonton, secara langsung harus coming out dimasyarakat, sehingga diasumsikan memiliki subjective well-being yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden penelitian adalah lima orang waria yang berprofesi sebagai drag queen dan dua significant other, dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi terstruktur dan observasi. Analisis data dilakukan dengan theoretical coding yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam temuan yang menggambarkan subjective well-being pada drag queen yaitu kepuasan hidup, harga diri, pengalaman hidup, hubungan romantis dengan pasangan, keluarga, dan agama.
Peran Resiliensi dan Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Redityani, Ni Luh Putu Asri; Susilawati, Luh Kadek Pande Ary
Jurnal Psikologi Udayana Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2021.v08.i01.p09

Abstract

Mahasiswa umumnya memiliki berbagai tuntutan yang dapat menyebabkan burnout. Burnout dapat disebabkan oleh adanya kontrol diri yang rendah, hal ini berkaitan dengan kemampuan resiliensi. Burnout juga bisa disebabkan oleh kurangnya dukungan yang diterima individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran resiliensi dan dukungan sosial terhadap burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala burnout, skala resiliensi dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa resiliensi dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan terhadap burnout pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pada penelitian ini resiliensi dapat berperan sebagai kompensasi terhadap dampak negatif terjadinya burnout, sedangkan dukungan sosial dapat membuat mahasiswa menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi masalah sehingga terhindar dari burnout.
Apakah Emotional Intelligence dipengaruhi gender?: Analisis perbedaan kecerdasan emosi kaitannya dengan manajemen konflik suami-isteri dalam masa kritis perkawinan Hidayah, Bidayatul; Ariyanto, Amarina Ashar; Hariyadi, Sugeng
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p05

Abstract

Abstrak Kecerdasan emosi/emotional intelligence menjadi menarik dibahas karena selalu bersangktan dengan aspek kehidupan seperti membina hubungan sampai dengan penyelesaian konflik. Studi gender konvensional menyebutkan terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan terutama dalam emosi keduanya. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan jenis kelamin secara fisiologis dan peran gender secara sosial. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional intelligence laki-laki dan perempuan dalam konteks usia kritis perkawinan dimana konflik perkawinan seringkali terjadi. Sebanyak 91 pasangan suami istri (N=182) berpartisipasi dalam studi ini untuk mengetahui emotional intelligence yang dimiliki dan kaitan emotional intelligence terhadap manajemen konflik perkawinan. Temuan mengenai hasil korelasi dan komparasi serta pembahasan akan dibahas lebih lanjut dalam diskusi.
Peranan Self-efficacy dan Intelegensi terhadap Prestasi Belajar pada Mahasiswa Lidiawati, Krishervina Rani; Sinaga, Nurtaty; Rebecca, Ivone
Jurnal Psikologi Udayana Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p10

Abstract

Efikasi diri merupakan keyakinan individu untuk dapat bertahan dan mencapi tujuan tertentu. Efikasi diri dapat mempengaruhi usaha dan ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan tujuan belajarnya. Dalam konteks perguruan tinggi, salah satu indikasi dari keberhasilan tujuan belajar melalui nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa. Selain itu, diperlukan faktor lain yaitu intelegensi individu yang merupakan faktor kognitif, mencakup kemampuan proses berpikir dalam mencari pemecahan masalah serta beradaptasi dengan lingkungan. Untuk mengukur intelegensi dalam penelitian ini menggunakan alat tes Intelegensi yang terstandart yaitu Culture Fair Intelligence Test (CFIT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan efikasi diri dan intelegensi terhadap prestasi belajar pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 155 mahasiswa aktif di Universitas XYZ dengan rentang usia 18 – 21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh efikasi diri dan intelegensi sebesar 12,4% terhadap prestasi belajar mahasiswa (R=.352, = .124).