EDUSAINS
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Articles
303 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BRAIN BASED LEARNING MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED DAN CONNECTED PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KPS
Yesi Nofla Meri;
Ana Ratna Wulan
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.719 KB)
|
DOI: 10.15408/es.v8i2.1811
Abstract The aims of the research are analyze the improvement of students’ concept mastery and science process skills through the implementation of Brain based Learning using integrated instruction of webbed and connected types on the topic of Global Warming. The method adopted was quasi experiment with the pretest-posttest control group design. The research instruments employed consisted of written tests of concept mastery and science process skills in the forms of multiple choice questions, observation sheets of the implementation of instruction for teachers and students, and response questionnaires for teachers and students. Research results show that there was not significant difference between the use of Brain based Learning model of connected compare to webbed types in improving students’ science process skills and concept mastery, with mean N-Gain scores for students’ both of them in the webbed-integrated and connected-integrated classes were both categorized as moderate. In addition, results of teachers’ and students’ response questionnaires reveal good responses to the learning model. Keywords: discovery learning; concept mastery; science process skills; shared-integrated; webbedintegrated Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains (KPS) peserta didik melalui penerapan Brain based Learning dengan menggunakan pembelajaran terpadu tipe webbed dan connected pada materi Pemanasan Global. Menggunakan metode penelitian Quasi Experiment dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Instrumen penelitian menggunakan tes penguasaan konsep dan tes KPS berbentuk tes tertulis jenis pilihan ganda, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran bagi guru dan peserta didik, serta angket tanggapan guru dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan Brain based Learning tipe keterpaduan webbed dibandingkan dengan tipe keterpaduan connected untuk meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik dan penguasaan konsep dimana rerata N-Gain baik untuk KPS maupun penguasaan konsep pada kelas keterpaduan connected dan kelas keterpaduan webbed berada pada kriteria sedang. Hasil angket tanggapan guru dan peserta didik memberikan tanggapan baik terhadap model pembelajaran. Kata Kunci: brain based learning; penguasaan konsep; keterampilan proses sains; keterpaduan connected; keterpaduan webbed Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1811
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK PENGETAHUAN DAN KOMPETENSI SAINS SISWA SMP PADA MATERI KALOR
Nisa Wulandari;
Nisa Wulandari
EDUSAINS Vol 8, No 1 (2016): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (391.082 KB)
|
DOI: 10.15408/es.v8i1.1762
Abstract The purpose of this study was to determine students achievement of scientific literacy in the aspect of knowledge and science competence. This research used a quantitative descriptive method. Sample was 31 second grade students from one of middle schools in Bandung in academic year of 2014/2015. The instrument used was a scientific literacy test where multiple choice items of knowledge and competence aspects of heat transfer concept were constructed. The knowledge aspect consisted of five indicators in the heat transfer concept, and the competence aspect consisted of three indicators (i.e. identifying scientific isue, explaining scientific phenomena, and using scientific evidence). The result of this study showed that the average achievement of scientific literacy ability in knowledge aspect was 66.45%. This value was considered to be good which means that students had a good ability in mastery of the knowledge aspect of scientific literacy in heat transfer concept. With regards to the achievement of competence aspect of scientific literacy, data showed that two indicators, namely, identifying scientific isue and using scientific evidence, were considered to be good while the indicator of explaining scientific phenomena was sufficient. An overall conclusion was students had a good scientific literacy ability in the aspects of knowledge and science competence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian kemampuan literasi sains pada aspek pengetahuan dan kompetensi sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 31 orang siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung pada tahun ajaran 2014/2015. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes literasi sains berbentuk soal pilihan ganda yang terdiri dari aspek pengetahuan dan kompetensi sains yang tercakup pada konsep kalor dan perpindahannya. Aspek pengetahuan terdiri dari lima indikator pada konsep kalor dan perpindahannya, dan aspek kompetensi terdiri dari tiga indikator (mengidentifikasi isu ilmiah, menjelaskan fenomena ilmiah, dan menggunakan bukti ilmiah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ketercapaian kemampuan literasi sains pada aspek pengetahuan sebesar 66,45%. Kategori ketercapaian cenderung baik yang mengindikasikan bahwa penguasaan aspek pengetahuan kemampuan literasi sains siswa pada materi kalor tergolong baik. Sedangkan ketercapaian aspek kompetensi kemampuan literasi sains pada dua indikator, yakni mengidentifikasi isu ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah tergolong baik, sedangkan pada indikator menjelaskan fenomena ilmiah tergolong cukup. Jadi, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP memiliki kemampuan literasi sains yang baik pada aspek pengetahuan dan kompetensi sains. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.1762
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI SISWA PADA KONSEP ASAM BASA MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
R. Ahmad Zaky El Islami;
Nahadi Nahadi;
Anna Permanasari
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v7i1.1299
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kepercayaan diri siswa.Penelitian ini dilakukan di SMAN 24 Kabupaten Tangerang pada bulan Januari-Juni 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, subyek dalam penelitian ini terdiri dari 77 siswa, dibagi menjadi 2 kelompok: yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design.Instrumen yang digunakan adalah angket kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan kepercayaan diri siswa untuk kelompok eksperimen (rata-rata N-Gain = 0,07) lebih rendah daripada kelompok kontrol (rata-rata N-Gain= 0,15). Setelah dilakukan uji Mann-Whitney (pada taraf signifikansi 95%) diperoleh nilai α sebesar 0,212> 0,05. Maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kepercayaan diri siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa pada konsep asam basa, tetapi tidak signifikan secara statistik.
KREATIVITAS GURU BIOLOGI DALAM MEMETAKAN KOMODITAS HAYATI UNGGULAN LOKAL KE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SMA
Asep Agus Sulaeman
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.152 KB)
|
DOI: 10.15408/es.v6i1.1104
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kreativitas guru Biologi SMA dalam memetakan topik-topik dari berbagai aspek komoditas hayati unggulan lokal melalui penggunaan metode mind map dan mengetahui kemampuan guru dalam memetakan topik-topik komoditas hayati unggulan lokal ke dalam pembelajaran Biologi di SMA. Analisis data kreativitas guru Biologi SMA dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap mind map dengan menggunakan kriteria sesuai instrumen yang dikembangkan. Adapun analisis data tentang jumlah topik-topik Biologi dan jenis kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan lokal dilakukan secara deskriptif kuantatif dan kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan nilai aspek-aspek kreativitas guru Biologi yang tinggi, yaitu kemampuan berpikir asli (91,67), peka terhadap masalah (91,67), kemampuan berpikir lancar (90), kemampuan berpikir luwes (88,33), dan kemampuan berpikir terperinci (86,67). Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan guru, dapat diidentifikasi 15 topik Biologi SMA yang berkaitan dengan komoditas hayati unggulan lokal di Kabupaten Majalengka. Adapun kegiatan pembelajaran berbasis komoditas hayati unggulan yang diusulkan oleh guru tersebar di masing-masing tingkatan kelas dan semesternya dengan jumlah yang berbeda-beda.
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA
Irma Suryani;
Yuke Mardiati;
Yanti Herlanti
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.112 KB)
|
DOI: 10.15408/es.v8i2.1823
Abstract This research aimed to know the influence of using contextual based student worksheet towards student learning outcomes on human movement system concept. This research was conducted at SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. The research method used quasi experiment with pretest-posttest control group design. The sampling method was simple random sampling. The research sample were 37 students for experiment class by using contextual based student worksheet and 35 students for control class by using non contextual student worksheet. The instrument of this research consist of 20 multiple choice test and non test as activity observation sheet of teacher, student responses, attitude and performance assessment. The data analysis used t-test, obtained tarithmetic 2,17 and using ttable on a significant level α = 0,05 amounted 1,99, then tarithmetic > ttable. There was influence of using contextual based student worksheet towards student learning outcomes on human movement system concept. Contextual based student worksheet to facilitate the students to constructed knowledge and have the retention on human movement system concept. Keywords: student worksheet; contextual; learning outcomes Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan lembar kerja siswa (LKS) berbasis kontekstual terhadap hasil belajar siswa pada konsep sistem gerak manusia. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian untuk kelas eksperimen berjumlah 37 orang dengan menggunakan LKS berbasis kontekstual dan kelas kontrol berjumlah 35 orang dengan menggunakan LKS non kontekstual. Instrumen penilaian yang digunakan yaitu tes dan non tes. Tes yang diberikan berupa tes pilihan ganda sebanyak 20 butir soal dan instrumen non tes berupa lembar observasi aktivitas guru, respon siswa, penilaian sikap dan kinerja. Teknik analisis data menggunakan uji-t, diperoleh hasil thitung 2,17 dan ttabel pada taraf signifikansi α = 0,05 sebesar 1,99, maka thitung > ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh LKS berbasis kontekstual terhadap hasil belajar pada konsep sistem gerak manusia. LKS berbasis kontekstual dapat mempermudah siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan dan memiliki retensi terhadap konsep sistem gerak. Kata Kunci: lembar kerja siswa; kontekstual; hasil belajar Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1823
PENGARUH METODE PRAKTIKUM BERBASIS PBL TERHADAP KEMAMPUAN ARGUMENTASI TERTULIS SISWA PADA MATERI INTERAKSI MAHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA
Enda Amelia Tarigan;
Diana Rochintaniawati
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v7i2.1648
Abstract The purpose of this study is to analyze the effect of the implementation of practical methods based on Problem Based Learning (PBL) in Integrated Science learning to improve the ability of junior high school students' science written arguments. This study uses Quasi Experiment with study design The NonEquivalent pretest-posttest design. The study sample consisted of 61 students of class VII of one of the secondary schools in the city of Bandung. The sampling technique used was simple random sampling in the classroom. Data collection techniques are using the test essay written arguments against the implementation of PBL based method. Data were analyzed using normality test, test N-Gain, and test t 'tested using IBM SPSS 22 and Microsoft Excel. The results showed the Sig 2-tailed t-test 'of 0,034 <0,05 hence Ho refused and H1 accepted. These results were obtained from data on the increase in a written argument to the students who use the lab-based methods PBL of 0.19 with a lower category and students using practical methods of verification of 0.37 with the medium category. Based on these results it can be concluded that there is significant influence on the practical methods of implementing PBL based on the Integrated science teaching to improve student's written arguments. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi metode praktikum berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan kemampuan argumentasi tertulis sains siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non-Equivalent Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 61 orang siswa kelas VII dari salah satu SMPN di Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan tes esai argumentasi tertulis terhadap implementasi metode berbasis PBL. Teknik analisis data menggunakan uji Normalitas, uji NGain, dan uji t’ yang diuji menggunakan IBM SPSS 22 dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig 2-Tailed Uji t’ sebesar 0,034 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil ini diperoleh dari data peningkatan argumentasi tertulis untuk siswa yang menggunakan metode praktikum berbasis PBL sebesar 0,19 dengan kategori rendah dan siswa yang menggunakan metode praktikum verifikasi sebesar 0,37 dengan kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi metode praktikum berbasis PBL pada pembelajaran IPA Terpadu untuk meningkatkan kemampuan argumentasi tertulis siswa.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1648
PEMANFAATAN PETA KONSEP (CONCEPT MAPPING) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP SENYAWA HIDROKARBON
Luki Yunita
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.647 KB)
|
DOI: 10.15408/es.v6i1.1094
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang senyawa hidrokarbon dengan pemanfaatan peta konsep. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat-Tangerang Selatan pada bulan April sampai dengan Juni 2007. Metode yang digunakan berupa Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan dua siklus. Siklus I dilakukan dua kali pertemuan dengan bahasan komposisi hidrokarbon dan kekhasan atom karbon. Siklus II dilakukan lima kali pertemuan pada bahasan penggolongan hidrokarbon, reaksi dan kegunaannya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan siklus I soal dibatasi pada jenjang pengetahuan dan pemahaman, sedangkan siklus II mencapai jenjang aplikasi dan analisis. Instrumen lainnya berupa angket tanggapan siswa terhadap peta konsep, lembar observasi, serta wawancara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian indikator keberhasilan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa siklus I sebesar 70,3 menjadi 80,8 pada siklus II. Pada siklus II tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang dari 60,0. Angket tanggapan siswa terhadap peta konsep dalam pembelajaran terjadi peningkatan prosentase pada seluruh pernyataan dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan peta konsep memberikan dampak positif bagi siswa dalam proses belajar mengajar dan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukkan bagi para pendidik dalam memilih strategi mengajar yang tepat untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar yang diharapkan.
HUBUNGAN TINGKAT PEMAHAMAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI HEWAN DENGAN KEMAMPUAN MENGHAFAL NAMA LATIN HEWAN PADA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 3 JEMBER
Hasan, M Ubaidilah;
Nurmawati, Ira
EDUSAINS Vol 12, No 1 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v12i1.13132
THE RELATIONSHIP OF STUDENTS' UNDERSTANDING LEVEL OF ANIMAL MORPHOLOGY CHARACTERISTICS WITH THE ABILITY TO MEMORIZE ANIMAL LATIN NAMES IN GRADE 10 IPAAbstractAnimal taxonomy subjects often use animal's Latin names. Many students think that this subject is annoying because it is dominated by memorizing animal's Latin names, even though memorizing becomes a prerequisite for understanding. Meanwhile, most of the language materials memorized need an understanding before the memorizing process. This study aimed to find a relationship between the level of students' understanding of an animal's morphological characteristics and the ability to memorize animal's Latin names at the Xth grade of IPA students in SMAN 3 Jember. This study used a quantitative approach with a type of ex post facto. The test obtained the data. Then it was descriptively and inferentially analyzed by Kendall correlation. This research indicated that 56 students who answered test of the level of understanding animal's morphological characteristics and the ability to memorize animal's Latin names resulted in a correlation coefficient of score 0.673, and significance 0,000 < 0.05. Therefore, if the level of students’ understanding of an animal's morphological characteristics increased, the ability to memorize animal's Latin names at the Xth grade of IPA students in SMAN 3 Jember also increased, conversely. AbstrakNama latin hewan sering digunakan dalam materi taksonomi hewan. Banyak siswa beranggapan bahwa materi tersebut membosankan karena didominasi oleh menghafal nama latin hewan, padahal menghafal menjadi prasyarat pemahaman. Sementara itu, sebagian besar materi bahasa yang dihafal membutuhkan pemahaman sebelum proses menghafal berlangsung. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui hubungan tingkat pemahaman karakteristik morfologi hewan dengan kemampuan menghafal nama latin hewan pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eks post facto. Data didapatkan menggunakan instrumen tes. Kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Kendall. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 56 siswa yang menjawab tes tingkat pemahaman karakteristik morfologi hewan dan kemampuan menghafal nama latin hewan menghasilkan koefisien korelasi 0,673 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, jika tingkat pemahaman karakteristik morfologi hewan meningkat, kemampuan menghafal nama latin hewan pada siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Jember juga meningkat, begitupula sebaliknya.Â
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI DAN KONFLIK KOGNITIF FISIKA: KASUS TERKAIT PERUBAHAN KONSEPTUAL
Hidayatullah, Zul;
Jumadi, Jumadi;
Nadhiroh, Nuraini;
Kartika, Endah;
Nuha, Azizah Ainun;
Erlangga, Sony Yunior
EDUSAINS Vol 12, No 1 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v12i1.13504
IDENTIFICATION OF MISCONCEPTION AND COGNITIVE CONFLICT OF PHYSICS: A CASE RELATED TO CONCEPTUAL CHANGEAbstractMisconceptions still often occur when learning physics. This study aims to identify students' misconceptions and their relationship with cognitive conflict in terms of conceptual change. This research used mixed methods explanatory design methods. The subjects in this study were three students from SahabatQu High School, Yogyakarta. The students studied were categorized into three, namely low, medium, and high ability students. Information related to student abilities is obtained from physics teachers and student learning test results. A conceptual change interview guide, conceptual change observation sheet, cognitive conflict questionnaire, and parabolic motion material misconceptions tests were used as supporting instruments to obtain the desired results in research. The learning process uses a PhET simulation. The results showed that high, medium and low ability students still had misconceptions when learning parabolic motion material. Cognitive conflict in high, medium and low ability students is included in the low and moderate categories with a percentage of 8.33% - 41.67%. All students have not been able to experience the four thought processes so that there are still misconceptions on some topics such as the highest point and the farthest distance based on the projectile motion's elevation angle. AbstrakMiskonsepsi masih sering terjadi pada saat pembelajaran fisika. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi miskonsepsi siswa dan hubungannya dengan konflik kognitif ditinjau dari perubahan konseptual. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods explanatory design. Subjek pada penelitian ini adalah 3 siswa yang berasal dari SMA Sahabatqu, Yogyakarta. Siswa yang diteliti dikategorikan menjadi 3 yaitu siswa berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi. Informasi terkait kemampuan siswa diperoleh dari guru fisika dan hasil tes belajar siswa. Pedoman wawancara perubahan konseptual, lembar observasi perubahan konseptual, angket konflik kognitif, dan tes miskonsepsi materi gerak parabola dijadikan instrumen pendukung untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dalam penelitian. Proses pembelajaran menggunakan simulasi PhET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah masih memiliki miskonsepsi pada saat pembelajaran materi gerak parabola. Konflik kognitif pada siswa berkemampuan sedang dan rendah termasuk dalam kategori rendah dan siswa berkemampuan tinggi termasuk dalam kategori sedang. Seluruh siswa belum mampu mengalami empat proses berpikir sehingga masih menyisakan miskonsepsi pada beberapa submateri seperti titik tertinggi dan jarak terjauh berdasarkan sudut elevasi gerak parabola.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ADEL (ACTIVE AND DELIGHTFUL LEARNING) PADA MATERI ORGANEL SEL KELAS VII SMP
Adella Putri Kasih;
Heru Nurcahyo
EDUSAINS Vol 12, No 1 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/es.v12i1.14041
DEVELOPMENT OF THE ADEL LEARNING MODEL ON CELL ORGANELLE TOPIC FOR GRADE 7 JUNIOR HIGH SCHOOL AbstractThis study aims to create the ADEL learning model on the subject of cell organelles for grade 7 students of junior high school. This ADEL learning model is a combination of two learning approaches, the SAVI approach and accelerated learning. This research was conducted in four stages: define, design, develop, disseminate. Data collected were using instruments, including product assessment sheets in the form (aspects of content validity, construction, and practicality) and student questionnaire responses. Product trials are conducted with limited trials and large group trials. The test subjects were 35 students of grade 7 SMPN 15 Yogyakarta. The results of the analysis of the aspects of the validity of the ADEL learning model reach valid criteria, the practical aspects of the ADEL learning model have very good criteria and show that the ADEL learning model is quite practical. Moreover, students' responses to the ADEL learning model received good responses. The ADEL learning model on cell organelle material for 7th-grade junior high school students has valid and practical criteria so that it can be implemented in the learning process. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran ADEL pada materi organel sel kelas VII SMP. Model pembelajaran ADEL ini merupakan kombinasi dari 2 pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan SAVI dan Accelerated Learning. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model 4-D yang terdiri atas Tahap define, design, develop, disseminate. Pengambilan data menggunakan lembar angket penilaian produk yang berupa (aspek validitas isi & konstruk serta kepraktisan) dan angket respon peserta didik. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba terbatas dan uji coba kelompok besar. Subjek uji coba yaitu 34 peserta didik kelas VII SMP N 15 Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: model pembelajaran ADEL pada materi organel sel kelas VII SMP layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis aspek validitas model pembelajaran ADEL mencapai kriteria valid, aspek praktis model pembelajaran ADEL memiliki kriteria sangat baik dan menunjukkan bahwa model pembelajaran ADEL cukup praktis. dan tanggapan peserta didik terhadap model pembelajaran ADEL mendapatkan tanggapan yang baik. Model pembelajaran ADEL pada materi organel sel untuk peserta didik kelas 7 SMP memiliki kriteria yang valid dan praktis. sehingga dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.