cover
Contact Name
Fathiah Alatas
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
edusains-fitk@uinjkt.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
EDUSAINS
ISSN : 19797281     EISSN : 24431281     DOI : 10.15408/es
Core Subject : Education,
EDUSAINS is a journal publishing the Natural Science Education, Biology Education, Physics Education, and Chemistry Education Journal. Edusains is published by Center for Science Education (CSE) which is located in Departement of Natural Science Education, Faculty of Education and Teachers' Training, Islamic State University (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER PADA MATA KULIAH FISIKA DASAR Fathiah Alatas
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.292 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i1.1103

Abstract

Salah satu model alternatif untuk memfasilitasi mahasiswa mencapai pemahaman dan keterampilan berpikir kritis yakni menerapkan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Pendidikan IPA FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mulai bulan September-November 2012.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one shot case study. Penelitian dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan dan analisis data. Hasil penelitian keterlaksanaan model pembelajaran Treffinger materi pokok fluida statis dilihat berdasarkan aktivitas dosen selama proses pembelajaran. Aktivitas dosen dan keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuannya kategori sangat baik. Aktivitas mahasiswa termasuk dalam kategori sangat baik. Pemahaman konsep mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes hasil belajar yaitu sebesar 6,35 berada pada kategori cukup. Keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis dilihat dari nilai rata-rata tes keterampilan berpikir kritis yaitu sebesar 6,57 berada pada kategori cukup. Terdapat hubungan pemahaman konsep dengan keterampilan berpikir kritis mahasiswa melalui model pembelajaran Treffinger pada sub materi pokok fluida statis berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi menunjukan hubungan signifikan dengan kategori korelasi sedang.
UJI KETERPAHAMAN DAN KELAYAKAN BAHAN AJAR IPA TERPADU Nurul Ashri; Lilik Hasanah
EDUSAINS VOL 8, NO 2 (2016): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.904 KB) | DOI: 10.15408/es.v8i2.1818

Abstract

Abstract This study aimed to develop the teaching material for integrated natural science learning in junior high school using 4 steps teaching material development (4STMD) method. There were four steps that should be conducted comprised of selection, structuring, characterization, and didactic reduction. The method used in this study was Research and Development (R&D), so that understanding test was conducted more then once, which are before and after didactic reduction step. The first understanding test result in the average of percentage that are 53,7% and 53,8%. After didactic reduction, the second understanding test result in the average of percentage that is 65,8%. The next test was the feasability test of the teaching material that result in the average of percentage 76,9%, which is in the very good category. Keywords: teaching material; understanding; feasibility Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran IPA terpadu di SMP menggunakan metode 4 Steps Teaching Material Development (4STMD). Ada empat tahapan yang harus dilakukan pada metode pengembangan bahan ajar tersebut yaitu seleksi, strukturisasi, karakterisasi dan reduksi didaktik. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D), sehingga pengujian keterpahaman dilakukan lebih dari satu kali yaitu sebelum dan sesudah dilakukannya tahapan reduksi didaktik. Uji keterpahapaman tahap pertama menghasilkan nilai rerata persentasi 53,7% dan 53,8%. Setelah reduksi didaktik, dilakukan uji keterpahaman kedua yang menghasilkan rerata persentasi 65,8%. Uji selanjutnya merupakan uji kelayakan bahan ajar yang menghasilkan rerata persentasi 76,9% yang berada pada kategori sangat baik. Kata Kunci: bahan ajar; keterpahaman; kelayakan  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i2.1818  
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU Sahri Ramdan; Ida Hamidah
EDUSAINS Vol 7, No 2 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v7i2.1782

Abstract

AbstractThis research was conducted to get an idea of science process skills improvement among students who learn using model levels of inquiry with students who learn to use conventional learning model-based verification lab. The study was conducted in one of the private SMP-based modern boarding school in Tangerang Regency, using methods quasy experimental research design matching only pretest-posttest design. Data was collected using observation sheet to enforceability of learning model, the initial test and final test for the science process skills related to the concept of refraction of light and sense organ of vision and attitude scale to determine the students' attitudes toward learning model levels of inquiry. The results shows that students who learn to use the levels of inquiry learning model has an average N-gain of 0.57. The score higher than students who learn to use conventional learning model-based verification lab which has an average N-gain 0.45. The result showed that the levels of inquiry learning model can significantly improve the science process skills of students compared to conventional learning modelbased verification lab. Similarly, students' attitudes toward learning model levels of inquiry are generally positive. AbstrakPenelitian ini dilakukan untukmendapatkan gambaran peningkatan keterampilan proses sains antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran levels of inquiry dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbasis praktikum verifikasi. Penelitian dilakukan di salah satu SMP Swasta berbasis pondok pesantren modern di Kabupaten Tangerang, menggunakan metode quasy experiment dengan desain penelitian matching only pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi untuk keterlaksanaan model pembelajaran, tes awal dan tes akhir untuk keterampilan proses sains terkait konsep pembiasan cahaya dan alat indera penglihatan, dan skala sikap untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran levels of inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yag belajar menggunakan model pembelajaran levels of inquiry memiliki rata-rata N-gain 0,57. Skor tersebut lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional berbasis praktikum verifikasi yang memiliki rata-rata N-gain 0,45. Hasil analisis data menunjukkan bahwa model pembelajaran levels of inquiry secara signifikan dapat lebih meningkatkan keterampilan proses sains siswa dibandingkan model pembelajaran konvensional berbasis praktikum verifikasi. Demikian pula sikap siswa terhadap model pembelajaran levels of inquiry pada umumnya positif.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i2.1782
POLA PEMBINAAN INTERNATIONAL JUNIOR SCIENCE OLYMPIAD (IJSO) IPA DI TINGKAT NASIONAL Y Yunita
EDUSAINS Vol 6, No 1 (2014): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.696 KB) | DOI: 10.15408/es.v6i1.1095

Abstract

Tujuan International Juniors Science Olympiad (IJSO) adalah : 1) Meningkatkan minat para siswa terhadap mata pelajaran sains (Fisika, Kimia dan Biologi) dan Matematika sejak mereka duduk di tingkat SMP, 2) Memberikan Motivasi kepada para siswa agar mereka semakin giat belajar, 3) Sebagai wahana pembinaan berkelanjutan dari lomba sains nasional untuk berkompetisi pada lomba tingkat internasional, 4) Memberikan kesempatan pada siswa untuk lebih memahami arti persaingan yang sehat dan kompetitif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan  metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus.  Subjek penelitian  sebanyak  45 orang siswa SMP kelas VII dan VIII . Rancangan penelitian pada tahap awal berupa seleksi siswa yang meliputi: Sekolah, ketingkat kabupaten/kota, propinsi, nasional, dan internasional, Tingkat nasional siswa diseleksi yang terbaik, dan  Pembinaan siswa dikarantina selama beberapa bulan melalui seleksi jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN) dari mulai tingkat sekolah, kabupaten/kota, propinsi hingga tingkat nasional untuk keajang internasional sebanyak 6 siswa. Pada tahap kedua  tahap pelaksanaan pembinaan (proses)  yang  bertujuan untuk melatih keberanian  Metode pengumpulan data yang terdiri dari: penguasaan Materi Kimia  (tes harian) dan tes simulasi. Lingkup materi disampaikan secara bertahap dari konsep sederhana sampai ke tingkat yang sulit,  materi setingkat SMA di Indonesia (KTSP), dan tingkat SMA di Inggris A level.  Evaluasi kesiapan simulasi diberikan secara internal oleh tim pembina dan tim independen yang kompeten dan berpengalaman. Tahap simulasi dilakukan tiga kali. Metode pengolahan data dilakukan oleh tim pembina olimpiade yang terdiri dari tim pengajar pada di tahap awal dan tim independen di tahap akhir. Hasil akhir  diperoleh 15 medali   yang terdiri dari: 3 Emas,  5 Perak,  4 Perunggu.
THE IMPACT OF TEAMWORK SKILLS TO LEARNING ACHIEVEMENT IN FORCE CONCEPTUAL FOR JUNIOR HIGH SCHOOL yosan setyo utomo
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.151 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.9112

Abstract

PENGARUH KETERAMPILAN KERJASAMA TERHADAP PRESTASI BELAJAR KONSEP GAYA PADA PEMBELAJARAN IPA SMPAbstractThis study aims to determine the effect of high teamwork skills and low teamwork skills on student learning achievement on the concept of force. This research was conducted in SMP Negeri 2 Surakarta Academic Year 2018/2019. The sample used in this study were 61 students. This research was included in experimental research. Sampling is done using simple random sampling technique. Data retrieval is done by using multiple choice tests as many as 20 items to get learning achievement data on force concepts and observation sheets for data on teamwork skills. Analysis of the data used is non-parametric statistical test, namely the Mann-Whitney U test. With the statistical analysis performed, it is obtained that the sig. value 0,000. Because of the sig. value 0,000 <0.05, it can be concluded that Ho was rejected. This shows high and low teamwork skills affect the learning achievement of students on the concept of force. Students who have high teamwork skills who have higher learning achievement with a mean of 74.41 students who have low teamwork skills with a mean of 53.15.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterampilan kerjasama tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar peserta didik pada konsep gaya. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Surakarta Tahun Ajaran 2018/2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 61 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan  data dilakukan dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda sebanyak 20 butir soal untuk mendapatkan data prestasi belajar pada konsep gaya dan lembar observasi untuk mendapatkan data keterampilan kerjasama. Analisis data yang digunakan yaitu uji statistik non-parametrik dengan menggunakan uji Mann-Whitney U. Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan, diperoleh bahwa nilai sig. 0,000. Karena nilai sig. < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak. Hal ini menunjukkan keterampilan kerjasama tinggi dan rendah berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik pada konsep gaya. Hasilnya dapat dinyatakan bahwa peserta didikyang memiliki keterampilan kerjasama tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dengan rerata 74,41 daripada peserta didikyang memiliki keterampilan kerjasama rendah dengan rerata prestasi belajar 53,15.  
COSTA-KALLICK'S HABITS OF MIND IN PRACTICAL ACTIVITIES OF STUDENTS AS BIOLOGY’S TEACHER CANDIDATES Ria Yulia Gloria; Sudarmin .; Wiyanto .; Dyah Rini Indriyanti
EDUSAINS Vol 10, No 1 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.78 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i1.7208

Abstract

COSTA-KALLICK’S HABITS OF MIND DALAM KEGIATAN PRAKTIKUM PADA MAHASISWA CALON GURU BIOLOGIAbstract The purpose of education is not only to improve thinking ability but also to form habits of mind. Therefore it is important to form ideal habits of mind. One of lessons that is often accepted by prospectivebiology teacher is practicum. The problem is whether the practicum is able to form students’shabits of mind? In this study an analysis is conducted of whether the practicum which is obtained by prospective biology teachers can form students’shabits of mind. The method is survey method with 100 students who have been following the practicums for 5 semesters. Data obtained through questionnaire ofCosta and Kallick’shabits of mind which contains 16 categories. The result is 85% of students have habits of mind with strong criteria, 13% very strong criteria, and 2% have enough criteria. And also, 75% of students have strong criteria, 12.5% ​​have enough criteria, and 12.5% ​​have very strong criteria. Very strong criteria is belong to habits of mind categorystriving for accuracy and interdependently thinking. Abstrak Tujuan pendidikan bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan berpikir tetapi juga untuk membentuk kebiasaan atau karakter berpikir cerdas (habits of mind). Oleh karena itu perlu upaya untuk melatih agar terbentuk habits of mind yang ideal. Salah satu pembelajaran yang sering diterima oleh mahasiswa calon guru biologi adalah pembelajaran praktikum. Permasalahannya adalah apakah praktikum yang diterima oleh mahasiswa mampu membentuk habits of mind mahasiswa? Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai apakah praktikum yang diperloleh oleh mahasiswa calon guru biologi dapat membentuk habits of mind mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan partisipan sebanyak 100 mahasiswa yang telah mengikuti praktikum setiap selama 5 semester. Data diperoleh melalui instrumen berupa angket habits of mind dari Costa dan Kallick yang memuat 16 kategori. Dari 16 kategori sebanyak 85% mahasiswa memiliki habits of mind dengan kriteria kuat, 13% kriteria sangat kuat, sisanya 2% memiliki kriteria cukup. Dari 16 kategorihabits of mind, 75% memiliki kriteria Kuat, 12,5% memiliki kriteria cukup, dan 12,5% memiliki kriteria sangat kuat. Kriteria sangat kuat dimiliki oleh kategori habits of mind striving for accuracy dan thinking interdependently. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v10i1.7208  
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPLEKS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN MIND MAPPING Nastitisari Dewi; R Riandi
EDUSAINS Vol 8, No 1 (2016): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v8i1.1805

Abstract

Abstract Complex thinking skills is a dynamic process that requires variety of complex ideas in order to increase student understanding. The purpose of this study was to analyze the complex thinking skills of grade VII students in the city of Sukabumi through problem-based learning using mind mapping. Complex thinking skills researched in this study consisted of problem solving skills, decision making skills, critical thinking skills, and creative thinking skills. This study used a quasi experiment method with 38 students. The instruments were a test of complex thinking skills, mind mapping assignment, and the observation sheet. The results showed that 1) the complex thinking skills of the students have increased after the implementation of problem-based learning using mind mapping, with the normalized gain of 50.60% (medium); 2) the skills that have increased the most were problem solving skills and decision making skills. Abstrak Kemampuan berpikir kompleks merupakan sebuah proses dinamis yang menuntut beragam ide kompleks sehingga terjadi peningkatan pemahaman siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan berpikir kompleks siswa SMP kelas VII di salah satu SMP di Kota Sukabumi melalui pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping.  Kemampuan berpikir kompleks yang diteliti meliputi kemampuan pemecahan masalah, kemampuan pengambilan keputusan, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan 38 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kompleks, penilaian mind mapping, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kemampuan berpikir kompleks siswa mengalami peningkatan setelah diterapkan pembelajaran berbasis masalah berbantuan mind mapping, dengan gain yang dinormalisasi sebesar 50,60% (sedang); 2) kemampuan berpikir kompleks yang mengalami peningkatan paling baik adalah pada kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan pengambilan keputusan. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v8i1.1805
KAJIAN LITERASI SAINS CALON GURU KIMIA PADA ASPEK KONTEKS APLIKASI DAN PROSES SAINS Evi Sapinatul Bahriah
EDUSAINS Vol 7, No 1 (2015): Edusains
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.942 KB) | DOI: 10.15408/es.v7i1.1395

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effectiveness of problem based learning to increase scientific literacy chemistry teacher candidates on aspects of the application context and the process of science. The method used was weak experimental with the One-Group Pretest-Posttest Design. The subject were student of chemistry education department Semester 2 in 2013/2014 FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Research instrument is scientific literacy test in the form of essays. Based on data from the pretest and postest calculated value of N-Gain (%). The trial results demonstrate scientific literacy of students after learning with problem based learning has increased On aspects of the application context (42.49%) and on aspects of the process (50.29%). AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan literasi sains calon guru kimia pada aspek konteks aplikasi dan proses sains. Metode penelitian yang digunakan adalah metode weak experimental dengan desain the One-Group PretestPostest Design. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Semester 2 Tahun Ajar 2013/2014 FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Instrumen penelitian berupa lembar tes literasi sains dalam bentuk soal esai. Data yang diperoleh berupa nilai rata-rata N-Gain (%). Hasil uji coba menunjukkan literasi sains calon guru kimia setelah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) mengalami peningkatan. Pada aspek konteks aplikasi sains terjadi peningkatan sebesar 42,49% (kategori sedang) dan pada aspek proses sains terjadi peningkatan sebesar 50,29% (kategori sedang).Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v7i1.1395
THE STRATEGY OF METACOGNITION TO IMPROVE PROBLEM SOLVING COMPETENCY IN KINETIC THEORY OF GASES Nur Arviyanto Himawan; Winarti Winarti
EDUSAINS VOL 10, NO 2 (2018): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.084 KB) | DOI: 10.15408/es.v10i2.8021

Abstract

STRATEGI METAKOGNISI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI TEORI KINETIK GASAbstractMetacognition is the most important part of problem solving, in which students control consciously the cognition activity in planning, monitoring and evaluating the physics problem solving. The purpose of this research is to know the influence of metacognition strategies to problem solving ability. This research is quasi experiment with nonequivalent control grup design. The sample consist of class XI MIPA 1 as a control class and XI MIPA 2 as experiment class. The test technique used is form of a description sheet to obtain problem solving skill data, while the nontest technique used is form of an observation sheet to obtain learning activity data. Problem solving skill data is analyzed by quantitative method using descriptive statistic. The result of  research indicates that there is an influence of metacognition strategies to student problem solving skill. There is an increase in problem solving ability in experiment class with 0.61 of N-Gain grade (medium), which is higher than control class. Observation result indicates that student learning activity in experiment class is higher than that in control class.AbstrakMetakognisi merupakan bagian penting dalam proses pemecahan masalah, dimana siswa secara sadar mengontrol aktivitas kognisi dalam merencanakan, memantau serta mengevaluasi pemecahan masalah fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan nonequivalent control grup design. Sampel terdiri dari kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen. Digunakan teknik tes berupa lembar soal uraian untuk memperoleh data kemampuan pemecahan masalah, dan teknik non tes berupa lembar observasi untuk memperoleh data tentang aktivitas belajar. Data kemampuan pemecahan masalah dianalisis dengan metode kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh strategi metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen dengan nilai N-Gain sebesar 0,61 (sedang), yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil observasi menunjukkan aktivitas belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. 
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONFIDENCE AND STUDENTS PERFORMANCE ‎IN BIOLOGY LAB EXCERCISE Dina Rahma Fadlilah; Mieke Miarsyah; Eka Putri Azrai
EDUSAINS Vol 9, No 2 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.622 KB) | DOI: 10.15408/es.v9i2.5363

Abstract

Biology lab exercise are an important aspect on learning process. However, the outcome of the lab activity might not come as the curriculum goals expected. It is due to several reasons. This paper try to measure the relationship between students’ character and students’ performance in Biology lab exercise. This study used self-confidence as a proxy of students’ character. A unique Indonesian high school datasets and simple regression analysis were used for this research. Evidence shows that pupils’ self-confidence 3% among other variables that determine students’ performance and it has positive but insignificant impacts on students performance. The evidence demonstrates there is a weak relationship between self-confidence and students performance in lab practice. Keyword: self confidence; performance of students; Biology practice

Page 11 of 31 | Total Record : 303