cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Dimensi Filosofis dalam Nahwu Tradisional Abdullah Abdullah
Buletin Al-Turas Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v7i11.6896

Abstract

dalam file scanAda dua pertimbangan awal yang ingin penulis kedepankan, sebelum membahas judul di atas. Pertama, menyangkut penggunaan kata filosofis. Kata filosofis di sini mengekspresikan sifat kajian yang dikedepankan nuhat (para tatabahasawan) dengan bertumpu pada logika mantik. Kedua, menyangkut penggunaan kata tradisionalKata tradisional tidak kemdian dipahami dari perspektif sosiologis yang biasanya mengkontradiksikannya dengan kata modern. Penggunaan istilah tradisional merupakan konsekuensi logis dari digunakannya logika Aristoteles oleh kalangan nuhat untuk mengkaji pemikiran pemikiran yang berkembang dalam disiplin ilmu nahwu.
Budaya Pangan Anak Singkong dalam Himpitan Modernisasi Pangan : Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kampung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat Amir Fadhilah
Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.295 KB) | DOI: 10.15408/bat.v20i1.3742

Abstract

Abstrak Perspektif budaya memandang makanan bukanlah sesuatu yang dipandang semata-mata berhubungan dengan aspek fisiologis dan biologis manusia melainkan secara menyeluruh terserap dalam suatu sistem budaya pangan. Sistem budaya pangan (makanan) mencakup kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi makanan yang di dalamnya tersirat pemenuhan kebutuhan manusia- -primer, sosial, dan budaya dalam rangka melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan diri, keluarga, dan masyarakatnya, Tradisi kuliner berbasis pangan lokal merupakan bentuk kearifan local sebagai gambaran pola-pola hidup masyarakat yang mampu menghadirkan identitas kolektivitas dan representasi sosial budaya dalam mengkonsepkan makanan, fungsi sosial makanan di tengah-tengah himpitan dan pengaruh modernisasi pangan dari budaya luar.---Abstract Perspective view of food culture is not something that is seen solely associated with physiological and biological aspects of humans but thoroughly absorbed in a system of food culture. Culture system of food (food) includes production, distribution, and consumption of food in it the fulfillment of human needs-implied-primary, social, and culture in order to sustain life and improve the well-being of self, family, and community, local food-based culinary tradition is forms of local knowledge as a picture of life patterns that can deliver a collective identity and social representation in conceptualizing food culture,  the social function  of food in the middle  of the crush and modernization of food from foreign cultures.
Keserasian antar Bunyi dalam Konsep Fonologi Bahasa Arab al-Khalil Ibn Ahmad al-Farahidi Akhmad Saehudin
Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2346.491 KB) | DOI: 10.15408/bat.v16i1.4269

Abstract

This article is focus on the Arabic phonological concept wich was proposed by al-khalil Ibn Ahmad al-Farahidi in order to introduce the fluency of pronouncing Arabic words. According to al-farahidi the fluency of prononcing the Arabic words are formed through the grammatically arranged sentences, wich are built through the correct words. Mean while correct words are formed trough the exact placement of the sounds. This article will expose al-Farahidi's efforts in identifying the harmonious sound of Arabic words which finally form fluency of pronouncing the words.
SOCIO PSYCHOLOGICAL ANALYSIS ON NIKKI-ROSSA'S CONTEMPORARY POEM (by NIKKI GIOVANNI A BLACK AMERICAN POET) Danti Pudjianti
Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.925 KB) | DOI: 10.15408/bat.v10i1.4131

Abstract

Reading short stories, novels, poems, or watching the play performance Is a very clear example of literary appreciation found in neighboring daily life. Producing and writing about literary topics or work is entitled a crea­tive activity. It Is called a creative one because of writing whose the meaning of composing so­mething in written needs much thinking to complete. Appreciating the literary works me­ans doing the action to have intercourse with the creation of literature wholeheartedly.
Mengapa Khalifah Al-Mansur Mendirikan Kota Baghdad Udjang Tholib
Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v2i4.6870

Abstract

Setelah menduduki singgasana kekhalifahan, khalifah Abbasiyah yang pertama Abu al-Abbas al-Saffah  meninggalkan Kufah dan tinggal pada suatu tempat yang yang berhadapan dengan istana Ibn HUbayra di mana ia mendirikan  di mana ia mendirikan sebuah kota dan menamakannya al-hashimiyah (untuk mengenang nenek moyangnya Hashim n. 'Abd Manaf atau untuk mengenang Abu Hashim yang menyerahkan kepemimpinan kepada Abbasiyah). sebelum mendirikan Hasmiyyah ia sebenranya telah mulai mendirikan kota di sekitar istana Ibn Hubayra, tetapi kemudian pembangunan itu ditinggalkan karena penduduknya tetap memanggil kota tersebut dengan nama pendirinya yang pertama gubernur Umayyah yang terakhir di 'Iraq, Yazid b. Hubayra. Pada tahun 134H/ 752 M al saffah sekali lagi pindah dan mndirikan ibu kotanya dekat al- Anbar, bekas kota Persia Firuz Sabur, tetapi ia meninggal sebelum menyelesaikan pembangunannya.
Otoritas Sanad Keilmuan Ibrahim Al-Khalidi (1912-1993): Tokoh Pesantren di Lombok NTB Suhailid Suhailid
Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.94 KB) | DOI: 10.15408/bat.v22i1.2929

Abstract

Abstrak Hubungan intlektual ulama-ulama Haramayn dan  Nusantara telah terjalin sejak abad ke-17 bahkan semenjak masa Wali Songo. Masyarakat muslim Lombok sejak abad ke-18 telah menjalin kontak hubungan dengan ulama-ulama Haramayn, terbukti dengan adanya sejumlah tuan guru yang mengenyam pendidikan di kota suci tersebut dan menjadi khalifah tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah,hinggamembentuk komunitas yang bercorak fiqh-sufistik.Hubungan sanad keilmuan Ibrahim Al-Khalidi dengan ulama Haramayn dapat di buktikan melalui dua sanad tertulis yang diterimanya, yaitu: (1) Sanad ilmiyah salah seorang ulama Nusantara, KH. Mahfudz Al-Tirmasi (w. 1338 H/1919) dalam kitab Kifayah al-Mustafid diterima  dari dua orang gurunya di Haramayn, (2)  Ijazah Syekh Hasan Muhammad Al-Masyath (w. 1399 H) dalam karyanya Al-Irsyad bi Dzikr Ba’dh Mả li Min Al-Isnảd pada tahun 1370 H. Di Makkah al-Mukarramah, seorang ulama yang punya otoritas sanad keilmuan di tanah Hijaz abad XX. Akurasi mata rantai dan kaitan sanad satu sama lain antara seorang ulama dan pemberian ijazah (sertifikasi) yang menjelaskan kredensial akademik pemegangnya, menjadikanIsnadmenjadi kredensial terpenting dan menjadi pengakuan guru terhadap otoritas muridnya. Kata Kunci: Ulama, Keilmuan, Sanad, Lombok, Haramayn.  ------- Abstract The intelectual relation of Ulemas in Haramayn and Nusantara had been connected to each other during the 17th century, since Walisongo era.  Moslem society in Lombok during the 18th century had also been connected to ulemas in Haramayn. It can be proved by the evidences of the great teachers (mahaguru) who had finished studying in the holy city (Haramayn) and the existence of Qadariyah and Naqsabandiyah misticism untill it forms fiqh-sufistics community.The knowledge relationship speakers of Ibrahim Al-Khalidi with Ulemas in Haramayn can be proved through two written sanad (speakers relationship)received, such as: (1) Scholarly sanad, one of ulemas in Nusantara, KH. Mahfudz Al-Tirmasi (d. 1338 H/1919) in Kifayah al-Mustafid accepted from his two teachers in Haramayn, (2) the special permission (ijazah) of Syekh Hasan Muhammad Al-Masyth (d.1399 H) in his work Al-Irsyad bi Dzikr Ba’dh Ma li Min Al-Isnad in 1370 H. in Makkah Mukarramah, an ulemas who owns the authority of knowledge speaker relationship (sanad) in Hijaz during XX century. The chains acuracy and sanad relationship between one ulama and another ulemas who gave the authority explaining the holder of the academic credential and creating isnad become the most credential which produce teacher’s confession to his students authority. Kata Kunci: Ulama, Keilmuan, Sanad, Lombok, Haramayn.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan di masa Dinasti Umayyah (41-132 H/661-750 M) Nurhasan Nurhasan
Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.871 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i2.4233

Abstract

The Omayyad Dynasty is not only well known by its military power but also its development of science, such as Al-Qur'an studies (ulum al-Qur'an), language, history, islamic law (fiqh), Hadis, literature. medical. and chemistry
Muslim Kamboja di Bawah Rezim Komunis Khmer Merah 1975-1979 Dirga Fawakih
Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.499 KB) | DOI: 10.15408/bat.v22i2.4044

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menganalisa mengenai apa motif diskriminasi dan bagaimana kebijakan rezim Khmer Merah terhadap etnis dan agama minoritas di Kamboja,  di  mana  etnis  Cham-Melayu   yang  notabennya  beragama  Islam termasuk di dalamnya. Selain itu skripsi ini juga ingin melanjutkan tulisan P.B Lafont yang dalam artikelnya belum menjawab mengenai apa motif diskriminasi yang dilakukan Khmer Merah terhadap umat Islam di Kamboja. Penelitian ini bersifat analytical history, maka dari itu penulis menggunakan metode penelitian yang biasa digunakan dalam penelitian sejarah pada umumnya, yakni, heuristik, verifikasi, interpretasi,dan historiografi. Dalam penelitian ini penulis mendapatkan temuan-temuan baru terkait motif yang melatarbelakangi diskriminasi Khmer Merah  terhadap  umat  Islam  di  Kamboja.  Selain  itu  penulis  juga  menemukan fakta-fakta terkait kebijakan rezim Khmer Merah terhadap etnis dan agama minoritas di Kamboja. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat melengkapi penelitian-penelitian terdahulu yang belum sempat menjawab permasalahan yang menjadi fokus kajian tulisan ini.---AbstrakThis article aim at analyzing the descrimination motive and the policy of Cham regime toward the religion and etnique minority in Cambodia, where Cham-Malay  etnique are mostly muslims.  Besides, this article also wants to contoinue the previous article of P.B Lafont which still did’t answer about the descrimination motive done by the Cham toward muslims in Cambodia. This article uses historical approach, the writer uses the common methode mostly done by many historians, the heuristics, verivication, interpretation, and historiography. In this article, the writer found new findings relating to the motive supporting the Cham descrimination toward Muslims in Cambodia. In addition to this, the writer found new facts relating to the policy of Cham regime toward religion and etnique minority in Cambodia. Therefore, this article is expected to accomplish the previous research which couldn’t answer the problem which becomes the focus of this article. DOI : 10.5281/zenodo.556796
Yang Membedakan Kita dari Modern/Sekuler/Barat Ikranagara .
Buletin Al-Turas Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.852 KB) | DOI: 10.15408/bat.v5i8.4360

Abstract

Dalam bentuk scan
Ketaksaan Leksikal dalam Lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” Karya Rich Brian Frans Sayogie; Angga Ilham Perdana; Munawar Aidil; Shania Andre
Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2396.123 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i2.12058

Abstract

Tulisan ini membahas tentang ketaksaan leksikal dalam lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian. Ketaksaan leksikal dalam lagu  dapat menyebabkan penyampaian pesan mengalami kendala pemaknaan budaya, bahasa, sosiologis, dan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk leksikal yang digunakan di dalam lagu  tersebut apakah mengandung ketaksaan leksikal, dan kemudian menganalisis bentuk ketaksaan leksikal  dan makna kata-kata  dalam lirik lagu. Metode penelitian yang digunakan adalah  metode deksriptif kualitatif  dan metode non-participant observation sebagai teknik pengumpulan data. Data yang dianalisis diambil dari lirik lagu “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian yang kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori ketaksaan leksikal dan pemaknaannya.  Temuan penelitian yang diperoleh adalah ketaksaan leksikal yang terdapat di dalam lagu  “Glow Like Dat” dan “See Me” karya Rich Brian dapat diklasifikasikan sebagai homonimi berbentuk homofon, serta polisemi yang dikemas dalam bentuk kata slang. Kesimpulan penelitian ini adalah pemahaman terhadap pemaknaan leksikal dalam lagu berbahasa Inggris  sangat penting  bagi penutur bukan berbahasa Inggris agar memperoleh pemahaman makna lagu yang komprehensif. This paper discusses lexical ambiguities in the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian. Lexical ambiguities of the songs can cause the delivery of messages to experience constraints of meanings in cultural, language, sociological, and psychological aspects. The purpose of this study is to identify the lexical forms used in the songs whether they contain lexical ambiguities, and then to analyse the lexical ambiguities forms and meaning of words in song lyrics. The research method used is a qualitative descriptive method and a non-participant observation method as data collection techniques. The data analysed were taken from the lyrics of the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian, which were then classified into several categories of lexical ambiguities and their meaning. The research findings obtained are the lexical ambiguities contained in the songs "Glow Like Dat" and "See Me" by Rich Brian can be classified as homonymy in the form of homophones and polysemy which are packaged in slang words.  The conclusion of this study is that the understanding of lexical meanings in English songs is very important for non-English speakers to gain a comprehensive understanding of the meaning of the songs.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue