cover
Contact Name
Muhammad Farkhan
Contact Email
farkhan@uinjkt.ac.id
Phone
+6285881159046
Journal Mail Official
alturats@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Tarumanegara, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Banten, Indonesia 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Buletin Al-Turas
ISSN : 08531692     EISSN : 25795848     DOI : https://dx.doi.org/10.15408/bat
JOURNAL BULETIN ALTURAS (ISSN 0853-1692; E-ISSN: 2579-5848) is open access journal that is published by Faculty of Adab and Humanities, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. It serves to disseminate research and practical articles that relating to the current issues on the study of history, literature, cultures, and religions. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines by using Bahasa Indonesia, English, and Arabic.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 600 Documents
Kemajuan Ekonomi dan Politik Kerajaan Melayu Patani Pada Masa Pemerintahan Raja Ungu (Tahun 1624-1635) Dida Nuraida
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.793 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3829

Abstract

AbstrakPatani memiliki sebuah kerajaan yang berjaya yaitu Kerajaan Melayu Patani, terbentuk di abad ke 16. Sebelumnya kerajaan ini bernama Langkasuka, Kerajaan Langkasuka berada di pedalaman, yang membuat perdagangan dan perniagaan merosot. Dengan hal itu maka Phya Tuk Naqpa atau Sultan Ismail Syah memindahkan ibukota Kerajaan Langkasuka ke pesisir. Ia adalah Raja yang pertama kali memeuluk Islam dan orang yang membuka negeri Patani.Kerajaan Patani bertambah maju perniagaannya dikarenakan memiliki letak yang strategis dan memiliki alam yang sangat mendukung, pelabuhannya membuat kapal-kapal yang datang terlindungi dari ombak dan angin. Kerajaan Patani mencapai puncak kegemilangannya saat dipimpin oleh raja-raja perempuan, salah satunya adalah Raja Ungu (1624-1635). Ia adalah permaisuri dari Sultan Pahang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah kerajaan Patani dan perkembangan Islam di Patani, menguraikan apa saja kemajuan ekonomi dan politik yang dicapai Kerajaan Melayu Patani saat di pimpin oleh Raja Ungu,  dapat mengetahui apa saja hal yang menyebabkan kerajaan Patani mengalami kemunduran. Penelitian ini menggunakan metode historis yang bersifat deskriftif analitis. Tahapan yang di tempuh dalam penelitian ini terdapat 4 tahapan, diantaranya: Heuristik (Pengumpulan data), Verifikasi (Kritik Sumber), Interpretasi (Analisis sejarah) dan Historiografi (Penulisan Sejarah).---AbstractFarmers have a successful government, namely the Malay Kingdom, formed in the 16th century named Langkasuka Earlier this kingdom, the kingdom of Langkasuka is located in the interior, who make trade and business declined. With it then Phya Tuk Naqpa or Sultan Ismail Shah moved the capital of the Kingdom of Langkasuka to coast. It is the King who first memeuluk Islam and people who open Patani. Patani kingdom prospered because its business has a strategic location and natural features that strongly supports, harbors make ships coming protected from waves and wind. Patani kingdom reached the peak of its glory when, led by the kings daughters, one of whom was King Purple (1624-1635). It is the consort of the Sultan of Pahang.This study aims to clarify how the history of the kingdom of Patani and the development of Islam in Patani, outlines whatever economic and political progress achieved Malay Kingdom currently led by Raja Ungu, can know what things cause Patani government suffered a setback. This study uses descriptive analysis of historical nature. The step which is taken in this study there are 4 stages, including: Heuristics (data collection), Verification (Source Criticism), interpretation (of history) and historiography (history writing).
Zhaahirat Tahwiil al-Syafrah fi al-Muhaadatsah Cahya Buana
Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.825 KB) | DOI: 10.15408/bat.v18i2.4301

Abstract

In all areas of life, human beings will not be separated from the language in the process of communication with each other. Everthing will go well as it can be arranged with the language associated with social conditions (sociolingusitic) is a very interesting study. This paper will discuss one of the objects of languages study, it's the code switching occurs in some forms of speech of speakers who  speak Arabic and Indonesian. The author specialized in the analysis of the causes of code switching in five forms of conversations, namely a desire of speaker to demonstrate his proficiency of bilingual and trying to make the audience believe hismastery, the emotional expression, accelerating the delivery of messages, making the limit between jokes and serious conversation, continuityof using the mother tongue because it is easier, limiting the audience, keep he distance of social status, the awareness that the second languageis also a mother tongue, adopt the foreign sentence, and reinforce the speech.
Information Literacy Kelayakan Kompetensi Lulusan Sekolah dan Pengembangannya di Universitas Riset Rizal Syaiful Haq
Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4297.704 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i1.4215

Abstract

Information literacy is an academic competency for all students with their indicators in any levels of education in INdonesia from Elementary School (SD) untill University (PT). Even more in research university like UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, in order every student to have competency in his/her major and minor.
Makna dan Pencarian Padanan Dalam Penerjemahan Lintas Budaya Frans Sayogie
Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v11i2.6777

Abstract

This article aims at conveying meaning and lexical-meaning in the cross-cultural translation of a given-cultural discourse from one language to another, for this case, English into Bahasa Indonesia or vice-versa. The meaning of a given word or set of words is best understood as the contribution that word or phrase can make tothe meaning or the whole sentence or linguistic and cultural utterance where that word or phrase occurs.
Yasadipura I (1729-1803) Biografi dan Karya- Karyanya Hamid Nasuhi
Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.93 KB) | DOI: 10.15408/bat.v12i3.4224

Abstract

Yasadipura's (I) works was wll known by Javanese noble (priyayi) since 19th until the beginning of 20th, much of them are re-written, analyzed, and re-interpretated. His works need to be analyzed and understood morelike what Ricklefs has done soundly in analyzing of the authenticity of the Java manuscripts which much spread in manylibraries and museum both in Indonesia and abroad
Menjadi Juru Kunci Islam Nusantara: Peran Perpustakaan dalam Melestarikan Naskah Islam Nusantara Parhan Hidayat
Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.333 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i2.3842

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan komunitas Muslim terbanyak di dunia. Corak keislaman di Indonesia juga memilik kekhasan tersendiri, yang berbeda dengan sumber aslinya di Timur Tengah. Salah satu cara memahami corak keislaman Indonesia adalah dengan mempelajari naskah-naskah Islam Nusantara yang tersebar di Indonesa, sampai ke negara-negara tetangga. Keberadaan naskah itu tentu menjadi kekayaan tak ternilai untuk bangsa kita, sehingga sangat perlu untuk dilestarikan. Perpustakaan sebagai lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, dan menyebarkan informasi, perannya dalam pelestarian naskah Islam Nusantara sudah pasti sangat diperlukan. Perpustakaan bahkan dapat menjadikan kekayaan naskah Islam Nusantara tersebut sebagai strategi branding untuk bersaing dengan perpustakaan lainnya. Selain mengumpulkan informasi tentang naskah, mengolah dan menyebarkan informasi tentang naskah Islam Nusantara, perpustakaan juga harus memiliki pustakawan-pustakawan yang handal dan mumpuni dalam melestarikan naskah Islam Nusantara. Keberadaan Database Sumber Primer Islam Nusantara yang nantinya akan diintegrasikan dengan sistem otomasi di perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta, akan menjadikan perpustakaan FAH sebagai perpustakaan yang memiliki distingsi dan keunggulan tersendiri dibanding perpustakaan lainnya.---AbstractIndonesia is the country with the largest Muslim community in the world. Islamic pattern in Indonesia also picks its own peculiarities, which is different from the original source in the Middle East. One way to understand the Indonesian Islamic style is by studying Islamic texts of archipelago scattered Indonesa, even to neighboring countries. The existence of the manuscript that will become invaluable wealth for our nation needs to be preserved. The library as an institution whose function is to collect, manage, and disseminate information, its role in the preservation of Islamic manuscripts archipelago is definitely indispensable. Libraries can even make the wealth of the archipelago of Islamic texts as a branding strategy to compete with other libraries. In addition to collecting information about the script, process and disseminate information on Islam Nusantara manuscripts, the library must also have librarians who are reliable and qualified in preserving texts of Islam Nusantara.  The existenceof primary source databases of Islam Nusantara which will be integrated into the automation system in the library of the Faculty of Adab and Humanities (FAH) UIN Jakarta, will make FAH library as a library that has its own distinctions and advantages compared to other libraries.
Asmaul Husna Antara Bentuk Linguistik dan Makna Teologis Nurul Mutardho
Buletin Al-Turas Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.891 KB) | DOI: 10.15408/bat.v5i8.4351

Abstract

Dalam bentuk scan
Representasi Keindonesiaan dalam Fatimah (1938) Karya Hoesin Bafagih Sayidatul Ummah
Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1964.466 KB) | DOI: 10.15408/bat.v25i2.11745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap narasi keindonesiaan sebagai respon dari gerakan nasionalisme Indonesia di kalangan keturunan Hadrami yang ditawarkan dalam naskah drama Fatimah (1938).  Fatimah merupakan naskah drama pesanan yang ditulis untuk menyemarakkan kongres Persatuan Arab Indonesia (PAI) ketiga di Semarang pada tahun 1938. Fatimah kerap disebut sebagai salah satu bukti keterlibatan etnis Hadrami dalam menyongsong lahirnya negara Indonesia dan menjadi bagian penting dari PAI. Penelitian ini menggunakan metode analisis tekstual dengan sudut pandang kajian post-kolonial dalam kerangka konsep nasionalisme sebagai sense of belonging dari Anderson (1991). Hasil analisis menunjukkan bahwa drama Fatimah (1938) merupakan salah satu teks sastra yang turut menyuarakan gagasan keindonesiaan di kalangan keturunan Hadrami. Keindonesiaan sebagai sense of belonging mewujud dalam gagasan Indonesian Dream dan juga kritik terhadap kemapanan yang dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonial. Kendatipun memperlihatkan kecenderungan pada narasi keindonesiaan, Fatimah tetap memberi ruang pada kehadramian. Namun, alih-alih memberi ruang pada tanah air leluhur, teks justru semakin menegaskan keberpihakan pada keindonesiaan.  This study aims to discuss the Indonesianness narrative in response to the Indonesian nationalism movement among Hadrami leaders offered in the drama script Fatimah (1938). Fatimah is a drama script, written to enliven the third Persatuan Arab Indonesia (PAI) congress in Semarang in 1938. Fatimah is often referred to as one proof of ownership of Hadrami ethnic groups in welcoming the birth of the Indonesian state and an important part of PAI. This study used the method of textual analysis with the postcolonial perspective of Anderson ‘sense of belonging’ in the discussion of the concept of nationalism. The result of the analysis shows that the drama of Fatimah (1938) was one of the literary texts that voiced the contribution of Indonesianism among the Hadrami generation. Indonesianness, as a sense of belonging, embodied the vision of Indonesian Dream and also criticism of establishment which was interpreted as a form of resistance to colonialism. Besides prioritizing the Indonesianness narrative, Fatimah still gave space to the Hadrami. However, instead of giving space to ancestral homeland, the text took side with the Indonesianness. 
Faithful Translation in Sapardi Djoko Damono’s Poetry Translated by Harry Aveling Ina Mutmaina
Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v20i2.3766

Abstract

AbstraksPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerjemahan puisi yang menjelaskan kesamaan efek antara pembaca bahasa sasaran dan sumber. Penelitian ini membahas tentang penerjemahan puisi Sapardi Jokodamono yang berjudul Sihir Hujan dan Yang Fana adalah Waktu ke dalam puisi berbahasa Inggris dengan judul Black Magic Rain dan Time is Meaningless yang diterjemahkan oleh Harry Avelling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif analisis serta komponensial analisis berdasarkan teori Peter Newmark. Selain menggunakan metode penerjemahan setia yang diajaukan oleh Peter Newmark, penelitian ini juga menggunakan kriteria penilaian penerjemahan yang diajukan oleh Nababan, Akurasi, Keberterimaan, dan Keterbacaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 99,3 % puisi ini menggunakan metode penerjemahan setia dengan membandingkan struktur gramer, kata, dan frasa. Sedangkan 0,63% dalam puisi yang berjudul Sihir Hujan tidak terlalu menggunakan penerjemahan setia. ---AbstractThe study in this paper aims to show that a good translation of poetry provides the reader with a similar effect to that gained by reading the original text. It draws upon the importance of faithful translation in Sapardi Djoko Damono’s poetry: Sihir Hujan and Yang Fana adalah Waktu translates into Black Magic Rain and Time is Meaningless that translated by Harry Aveling. The method used in this paper is descriptive qualitative analysis in which the writer describes the method of translator to transfers the poetry from Indonesian into English and componential analysis based on Newmark theories about faithful translation and the criteria of translation poetry assessment used by Nababan that used three instrument such as: Accuracy-rating instrument, Readability-rating instrument, and Instruments for measuring the acceptability of a text that used by the writer to measure the quality of translation from data analysis. From the analysis concludes that 99,37% of lines-stanza in this poetry is faithful translation by comparing the structure grammar, word, and phrase is accurate, readability, and acceptable. Then, 0,63% of other lines in poetry of Sihir Hujan are not conveyed as faithful translation and not meet the three criteria instrument of translation assessment.
VOC dan Dampaknya Terhadap Indonesia Tarmizy Idris
Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1853.749 KB) | DOI: 10.15408/bat.v18i2.4292

Abstract

Before the European invaded Indonesia, the capitalistic trade system in Indonesia had grown up. But such kind of system strongly related to political issues which caused the birth of bureaucratic capitalism. The situation didn't enable the free capitalistic trade system to grow up rapidly. The arrival of VOC had made seious change in Indonesia capitalistic system that time. The predominance of VOC's bureaucracy and military had blessed it the power to uphold monopoly system in Indonesia trade and destroy its capitalistic system. Basically, the downfall of Indonesian capitalistic system was caused by its weak cultural system which didn't have a strong foundation for capitalism. The Indonesian cultural values didn't protect the property right of people. Moreover, the absolute power of Kings didn't give conducive opportunities to the people to accumulate their capital and develop thier business. ----------- AbstrakSebelum kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara. Di Indonesia telah berkembang perdagangan dengan kapitalisme yang kuat. Tetapi perdagangan itu selalu terkait erat dengan permasalahan politik, sehingga memunculkan kapitalisme birokrat. Situasi ini tidak memungkinkan berkembangnya kapitalisme yang memiliki etos perdagangan bebas. Kedatangan VOC telah membawa dampak sangat serius terhadap kapitalisme Indonesia. Keunggulan VOC dalam bidang birokrasi dan militer memberikan kekuatan kepadanya untuk menegakkan sistem monopoli dalam perdagangan di Indonesia, yang menghancurkan kapitalisme Indonesia. Kehancuran kapitalisme Indonesia pada dasarnya lebih disebabkan sebagai akibat kerapuhan sistem budaya Indonesia yang tidak memberikan pijakan kuat terhadap perkembangan kapitalisme. Nilai-nilai budaya Indonesia tidak memiliki perlindungan yang kuat terhadap hak milik pribadi rakyat. Disamping itu, kekuasaan absolut para raja dengan tindakannya yang sewenang-wenang tidak memberikan peluang kondusif untuk perkembangan perdagangan dan akumulasi modal pada rakyat.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol. 31 No. 1 (2025): Buletin Al-Turas Vol 30, No 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 2 (2024): Buletin Al-Turas Vol. 30 No. 1 (2024): Buletin Al-Turas Vol 29, No 2 (2023): Buletin Al-Turas Vol 29, No 1 (2023): Buletin Al-Turas Vol 28, No 2 (2022): Buletin Al-Turas Vol 28, No 1 (2022): Buletin Al-Turas Vol 27, No 2 (2021): Buletin Al-Turas Vol 27, No 1 (2021): Buletin Al-Turas Vol 26, No 2 (2020): Buletin Al-Turas Vol 26, No 1 (2020): Buletin Al-Turas Vol 25, No 2 (2019): Buletin Al-Turas Vol 25, No 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol. 25 No. 1 (2019): Buletin Al-Turas Vol 24, No 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 2 (2018): Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas Vol 23, No 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol. 23 No. 2 (2017): Buletin Al-Turas Vol 23, No 1 (2017): Buletin Al-Turas Vol 22, No 2 (2016): Buletin Al-Turas Vol 22, No 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol. 22 No. 1 (2016): Buletin Al-Turas Vol 21, No 2 (2015): Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas Vol 20, No 2 (2014): Buletin Al-Turas Vol 20, No 1 (2014): Buletin Al-Turas Vol 19, No 2 (2013): Buletin Al-Turas Vol 19, No 1 (2013): Buletin Al-Turas Vol 18, No 2 (2012): Buletin Al-Turas Vol 17, No 1 (2011): Buletin Al-Turas Vol 16, No 3 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 2 (2010): Buletin Al-Turas Vol 16, No 1 (2010): Buletin Al-Turas Vol 15, No 3 (2009): Buletin Al-Turas Vol 15, No 1 (2009): Buletin Al-Turas Vol 14, No 2 (2008): BULETIN AL-TURAS Vol 14, No 1 (2008): Buletin Al-Turas Vol 13, No 2 (2007): Buletin Al-Turas Vol 13, No 1 (2007): Buletin Al-Turas Vol 12, No 3 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 2 (2006): Buletin Al-Turas Vol 12, No 1 (2006): Buletin Al-Turas Vol 11, No 3 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 2 (2005): Buletin Al-Turas Vol 11, No 1 (2005): Buletin Al-Turas Vol 10, No 3 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 2 (2004): Buletin Al-Turas Vol 10, No 1 (2004): Buletin Al-Turas Vol 9, No 2 (2003): Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS Vol 8, No 1 (2002): Buletin Al-Turas Vol 7, No 2 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS Vol 6, No 1 (2000): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 2 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 5, No 1 (1999): BULETIN AL-TURAS Vol 4, No 1 (1998): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 3 (1996): Buletin Al-Turas Vol. 2 No. 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 2 (1996): BULETIN AL-TURAS Vol 2, No 1 (1996): Buletin Al-Turas Vol 1, No 2 (1995): Buletin Al-Turas Vol 1, No 1 (1995): Buletin Al-Turas More Issue