cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025" : 7 Documents clear
Potensi Kehilangan Ekonomi akibat Food Loss dan Food Waste di Kalangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember Nadiroh, Siti; Prawitasari , Saptya; Fathiyah Fauzi, Nurul
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53704

Abstract

Food loss dan food waste (FLFW) menjadi isu penting yang ada di Indonesia, dimana Indonesia menduduki angka yang tinggi terkait sampah makanan. Dalam pemenuhan makanan setiap harinya rentan akan menyebabkan pemborosan dan mubazir makanan, baik oleh mahasiswa, rumah tangga dan cave, perilaku FLFW memiliki dampak negatif seperti ekonomi, lingkungan dan sosial. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi jenis food loss dan food waste yang sering dibuang per  harinya oleh mahasiswa  UNMUH Jember, (2) Menakar jumlah  food loss dan  food waste yang terbuang per hari, (3) Menganalisis potensi kehilangan (ekonomi) food loss dan food waste per hari. Penelitian ini menggunakan metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan food records  dan perhitungan kehilangan ekonomi food loss dan food waste oleh BAPPENAS (2021). Jumlah sampel penelitian yaitu 150 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jenis food loss dan food waste yang ditemukan dikalangan mahasiswa UNMUH Jember adalah jenis buah-buahan, sayuran, dan lauk,susu dan Sumber Karbohidrat. (2) Temuan jumlah food loss dikalangan mahasiswa UNMUH Jember sebesar 3108,5 gram/hari, dengan nilai rata-rata 20,72 gram per hari dan temuan jumlah food waste sebesar 6727,5 gram/hari, dengan nilai rata-rata 44,85 gram per hari. (3) Potensi kehilangan ekonomi yang diakibatkan oleh food loss dikalangan mahasiswa UNMUH Jember bernilai Rp 68.833/hari dan potensi kehilangan ekonomi yang diakibatkan oleh food waste dikalangan mahasiswa UNMUH Jember sebesar Rp 133.892/ hari.    
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Toleran Logam Berat sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) Khairiyah, Yaumil; Maulidi Firlandiana; Rizki Estiningtyas; Safira Eka Aprianti; Iwan Perala; Laudy Arrisa Arumsari Sahana; Eka Lupitasari; R.A. Chairunnisya; Retno L Lubis; Guruh Mayka Putra
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53713

Abstract

Pencemaran logam berat, khususnya merkuri (Hg) dan timbal (Pb), telah menjadi masalah lingkungan yang serius akibat sifatnya yang persisten dan toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri toleran logam berat dari tanah tercemar di area penambangan emas dan kawasan industri di Banten dan Bogor, serta mengevaluasi potensi patogenitasnya. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Luria Bertani (LB) yang diperkaya dengan HgCl₂ dan PbCl₂, diikuti dengan karakterisasi morfologi dan uji patogenitas pada media blood agar. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 27 isolat toleran Hg dan 30 isolat toleran Pb. Sebagian besar isolat menunjukkan karakteristik morfologi adaptif berupa koloni kecil, transparan, dan tidak berpigmen. Uji patogenitas mengungkapkan bahwa 55,56% isolat toleran Hg (15 isolat) dan 73,33% isolat toleran Pb (22 isolat) bersifat patogen (β-hemolisis), sedangkan 12 isolat toleran Hg dan 3 isolat toleran Pb tergolong non-patogen (γ-hemolisis). Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa isolat memiliki potensi sebagai agen bioremediasi, aspek keamanan biologis perlu diperhatikan sebelum aplikasinya di lingkungan sebagai strategi bioremediasi logam berat secara aman dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Biochar Tempurung Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kailan (Brassica oleracea L.) Erlina Rahmayuni; Lilik Yulianti; Elfarisna; Welly Herman
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53715

Abstract

Kailan (Brassica oleracea L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan. Namun, produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk sintesis secara berlebihan. Biochar sebagai bahan organik hasil pirolisis biomassa, berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam sistem budidaya berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian biochar tempurung kelapa yang dikombinasikan dengan 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, serta menentukan dosis biochar yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (100% NPK), P1 (50% NPK + 120 g biochar), P2 (50% NPK + 240 g), P3 (50% NPK + 360 g), dan P4 (50% NPK + 480 g) per polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 50% NPK + 120 g biochar memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (27,41 cm), jumlah daun (8,87 helai), panjang akar (11,63 cm), dan bobot basah (32,87 g), serta estimasi produksi 3,65 ton/ha. Sementara itu, peningkatan dosis biochar di atas 240 g tidak memberikan hasil lebih tinggi. Kesimpulannya, kombinasi 50% pupuk NPK dan 120 g biochar tempurung kelapa merupakan perlakuan paling efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Pemberian Ekstrak Daun Mahoni dan Herbisida Paraquat dalam Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Hotbes Richardo Simatupang; Angely Audiartha Sembiring; Jodi Arman Sinaga; Renhard Sihol Marito Pasaribu; Sitinjak, Rama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53711

Abstract

Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman industri andalan bagi perekonomian Indonesia. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit adalah gulma. Gulma merupakan tumbuhan yang memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman budidaya, Dalam penelitian ini, pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara ekstrak daun mahoni dengan paraquat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi ekstrak daun mahoni dan paraquat yang terbaik dalam mengendalikan gulma diperkebunan kelapa sawit. Pada penelitian ini digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I dosis ekstrak daun mahoni terdiri dari 4 taraf,yaitu: Kontrol (M0), Ekstrak daun mahoni 2,5% (M1), Ekstrak daun mahoni 5% (M2), Ekstrak daun mahoni 7,5% (M3). Faktor II dosis paraquat terdiri dari 4 taraf, yaitu: kontrol (P0), paraquat 1 ml (P1), paraquat 1,5 ml (P2), paraquat 2 ml (P3). Penelitian ini mempunyai 16 perlakuan dengan 2 ulangan, Maka diperoleh 32 plot. Data dianalisis dengan uji analisis varians, dan dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun mahoni kontrol (M0) dengan konsentrasi paraquat 1 ml (P1) efektif mematikan gulma sebesar 98,9%. Kata Kunci: Ekstrak, Daun Mahoni, Paraquat, Gulma
Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor R Ayu Chairunnisya; Retno Purnama Sari; Silfi Indrasari; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Iskandar; Dyah Tjahyandari Suryaningtyas
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53714

Abstract

Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1. Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi. Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif. Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah. Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei. Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.  
Pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) Limbah Kulit Pisang Kepok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) silvana apriliani; Husain, Indriati; Silviana Arsyad; Hasna Dama
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53717

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan, sehingga penelitian peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan mengetahui dosis yang terbaik dari mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan dilahan milik petani Desa Pulubala, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Percobaan dilakukan pada bulan November 2024 hingga Januari 2025. penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat taraf setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga total satuan percobaan didapatkan 12 satuan percobaan, adapun taraf perlakuan yang digunakan yaitu P0: 0 ml L-1 , P1: 50 ml L-1 , P2: 100 ml L-1, P3: 150 ml L-1 . variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, jumlah umbi, Panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal limbah kulit pisang kapok tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah umbi, bobot basah akar, dan jumlah akar. Tetapi dapat memengaruhi variabel jumlah umbi dan Panjang akar. Dosis 100 mL L-1 menghasilkan jumlah umbi tertinggi, sedangkan perlakuan dosis 50 ml L-1 menghasilkan parameter panjang akar lebih tinggi.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk Kasgot terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Rihanah, Siti; Nuniek Hermita; Widia Eka Putri; Andi Apriany Fatmawaty
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53721

Abstract

Sawi pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan salah satu jenis sawi yang belum banyak dibudidaya di Indonesia dan produksinya masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat. Penggunaan media tanam yang baik dan pemupukan dapat meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten pada bulan November 2024 – Januari 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor, yaitu komposisi media tanam (arang sekam, serbuk gergaji, dan cocopeat) dan dosis pupuk kasgot (0 g, 50 g, 100 g, 150 g, dan 200 g). Hasil penelitian menunjukkan komposisi media tanam yang ditambahkan serbuk gergaji memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter jumlah daun umur 21 Hari Setelah Tanam (HST) dan 35 HST, berat tanaman, dan berat segar konsumsi. Pemberian pupuk kasgot memberikan pengaruh terbaik dengan dosis 150 g terhadap parameter tinggi tanaman umur 35 HST dan 42 HST. Interaksi terbaik pada kombinasi media yang ditambahkan arang sekam dan pupuk kasgot 150 g terhadap parameter tinggi tanaman umur 21 HST dan 28 HST serta jumlah daun umur 14 HST.

Page 1 of 1 | Total Record : 7