cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
Pengaruh Perlakuan Tanaman Azolla (Azolla microphylla) dan Bakteri Akuatik (Nitrobacter) Sebagai Fitoremediator pada Kontaminan Logam Berat Timbal (Pb) Hanifah, Dian Ummu Abi; Candra Setiawati, Tri
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.44294

Abstract

Produk pertanian merupakan sumber pokok utama untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang berasal dari kegiatan budidaya. Kegiatan budidaya mengalami permasalahan yaitu adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi tempat industri. Kegiatan industri menghasilkan limbah yang mengandung logam berat dan dapat terakumulasi pada lahan pertanian melalui penggunaan air untuk irigasi. Logam berat timbal terkandung pada bahan input pertanian seperti pupuk kimia dan pestisida kimia. Bahan input pertanian yang mengandung timbal yaitu pupuk NPK sebesar 116,03 mg/kg. Timbal dapat terakumulasi pada air, tanah, dan jaringan tanaman. Tanaman yang mengandung timbal jika dikonsumsi menyebabkan keracunan, mengganggu kerja syaraf, hingga menyebabkan kematian dini. Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui proses fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman hiperakumulator Azolla microphylla dan Bakteri akuatik (Nitrobacter). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 1 faktor berupa Azolla microphylla, Nitrobacter, dan kombinasi Azolla microphylla + Nitrobacter dengan konsentrasi Timbal 10 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Azolla microphylla mampu menyerap logam baik yang ditunjukkan dengan kadar Pb pada media sebesar 1,009 ppm, dan pada jaringan tanaman 1,94 ppm. Perlakuan Nitrobacter mampu menurunkan kadar pb yang ditunjukkan pada media sebesar 0,795 ppm. Perlakuan kombinasi Azolla microphylla + Nitrobacter meninggalkan kadar Pb pada media sebesar 1,092 ppm dan pada jaringan 1,8 ppm. Proses penyerapan dan penguaraian Pb oleh Azolla microphylla dan Nitrobacter dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti nutrisi, suhu dan pH selama proses fitoremediasi. Kata Kunci: Azolla microphylla, Bakteri Akuatik (Nitrobacter), Fitoremediasi dan Timbal
Respon Pertumbuhan Bibit Single Bud Tanaman Aglaonema Varietas Donna Carmen Terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Pupuk Daun Munandar, Denna Eriani; Rifeni, Meyga Ridi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.42226

Abstract

Ornamental plants now become a trend among the public. The hobby of growing ornamental plants causes the demand for ornamental plant is increased day by day, especially the Aglaonema ornamental plant. In general, the propagation of Aglaonema plants is carried out by using separation of tillers and stem cuttings of 4-7 segments. Due to the high demand for Aglaonema plants, a new method of plant propagation is needed, in order to produce more plants in a short time, by using the single bud nursery method. Aglaonema stem cuttings are difficult to do because Aglaonema plants has bud's dormancy period. Dormancy of Aglaonema plant buds is triggered by apical dominance. The way to break bud dormancy on Aglaonema cuttings is using zpt auxin (Rootone-f). In addition, plants also need nutrients to grow, by providing fertilizer. Fertilization for ornamental plants generally uses foliar fertilizer (Gandasil D). This research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) which consisted of 2 factors, the first factor zpt auxin (Rootone-f) which consisted of 4 levels (0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm), and the second factor was Gandasil D foliar fertilizer which consisted of 3 treatment levels (0 g/l, 1 g/l, 2 g/l) so there are 12 treatment combinations. Each combination was repeated 3 times, thus forming 36 experimental units. The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment and those whose effects were significantly different were further tested using the Ducan Multiple Range (DMRT) with a 95% confidence level. The combination of auxin zpt treatment (Rootone-f) with a concentration of 200 ppm and Gandasil D foliar fertilizer with a concentration of 2 g/l showed the best treatment combination on the parameters of observing fresh weight of Aglaonema plants. The concentration of zpt auxin (Rootone-f) 200 ppm gave the highest average value of shoot length, number of leaves, root length, and number of roots of Aglaonema plants. The concentration of Gandasil D 2 g/l foliar fertilizer gave the highest average leaf length and leaf width of Aglaonema plants.
Pengaruh Lama Penyinaran Cahaya Led Terhadap Induksi Pembungaan dan Hasil Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Izzulhaq, Arief Jelang; Usmadi, Usmadi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.41188

Abstract

Tanaman buah naga termasuk tanaman hari panjang sehingga untuk menginduksi pembungannya setidaknya diperlukan penyinaran lebih dari 12 jam atau lebih dari waktu normal matahari muncul hingga terbenam. Buah naga umumnya berbunga pada bulan Oktober sampai Maret dan di luar bulan tersebut tanaman tidak berbunga atau memasuki masa off-season. Kondisi off-season akan menjadi peluang bagi petani buah naga untuk meningkatkan pendapatan dikarenakan harga jual buah naga di masa off-season relatif lebih mahal dibanding harga normal pada musimnya. Sebagi upaya untuk mengatasi kondisi off season pada tanaman buah naga perlu dilakukan induksi pembungaan dengan memperpanjang lama penyinaran menggunakan cahaya lampu LED. Diharapkan akan diperoleh lama penyinaran tertentu yang mampu menginduksi pembungaan serta meningkatkan hasil panen buah naga guna memenuhi pasokan buah naga di masa off season. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juli 2022. Lokasi peneitian di lahan buah naga di Desa Lidah RT 03 RW 08 Dusun Lidah Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas empat perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan percobaan terdiri atas : 1. Kontrol (tanpa pencahayaan) (S0), 2. Pemberian cahaya LED tambahan 3 jam per hari (S1), 3. Pemberian cahaya LED tambahan 5 jam per hari (S2), 4. Pemberian cahaya LED tambahan 7 jam per hari (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian tambahan cahaya menggunakan lampu LED selama 29 hari sudah mampu mendorong terbentuknya bunga pada tanaman buah naga dan pemberian cahaya tambahan berpengaruh sangat nyata terhadap variabel jumlah muncul bunga, jumlah bunga rontok, Fruit-set, jumlah buah, berat buah dan grade buah.
Pengaruh Penyemprotan Monokalium Fosfat dan Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) pada Hidroponik Sistem Dutch Bucket Setyadi, Farhad Dwi; Fanata, Wahyu Indra Duwi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.44847

Abstract

Cayenne pepper plant (Capsicum frustences L.) is a plant that is synonymous with its spicy taste, so consumption needs are increasing. However, production of cayenne pepper plants has decreased due to a decrease in land conversion and climate influences. Application of hydroponic dutch bucket system and monopotassium phosphate (MKP) spraying as well as shoot pruning techniques at certain times to increase production. This research aims to determine the effect of MKP spraying and shoot pruning on the growth and production of cayenne pepper plants using the dutch bucket hydroponic system. The experimental design used two factorsthree test. The first factor is variation in concentration of MKP administration, with 3 levels. The second factor is the pruning time with 3 levels so that there are 27 experimental units. The data is then analyzed and evaluated using analysis of Variance (ANOVA). Each observed variable is analyzed separately and significant differences between average values are based on tests Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95%. The results show for the stem diameter variable, the monopotassium phosphate spraying treatment gave very significantly different results and shoot pruning gave significantly different results.The combination of monopotassium phosphate spraying treatment with a dose of 4 g/liter and a shoot pruning time of 21 days after planting (M3N2) gave the highest results for the variables of stem diameter, number of flowers to fruit, number of fruit, and fruit weight.
Pengaruh Penambahan Monokalium Fosfat Dan Media Tanam Terhadap Produktivitas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Pada Hidroponik Sistem Tetes Hartono, Budi; Fanata, Wahyu Indra Duwi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.42173

Abstract

Mentimun merupakan komoditas hortikultura yang sering dikonsumsi dan dibudidayakan di Indonesia. Tingkat produksi mentimun di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2018 hingga tahun 2021, namun pada tahun 2022 produksi mentimun mengalami penurunan. Tahun 2018 produksi ketimun sebanyak 433.931 ton, tahun 2019 sebanyak 435.975 ton, tahun 2020 sebanyak 441.286 ton, tahun 2021 sebanyak 471.941 ton. Pada tahun 2022 produksi akan turun menjadi 444.057 ton (BPS, 2022). Peningkatan produksi mentimun juga dapat menggunakan urban farming yang salah satunya menggunakan sistem hidroponik. Sistem hidroponik sangat membutuhkan media tanam sebagai tempat tumbuhnya sistem perakaran tanaman agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal dengan menggunakan media tanam yang tepat. Penelitian ini menggunakan media tanam berupa cocopeat, arang sekam, dan arang kayu. Selain menggunakan media tanam, penelitian ini menggunakan konsentrasi MKP 270 ppm, 420 ppm, dan 570 ppm. Penambahan konsentrasi monopotassium fosfat dengan semua perlakuan tidak berpengaruh terhadap hasil produksi mentimun. Media tanam berpengaruh nyata terhadap semua variabel penelitian kecuali diameter buah. Cocopeat berpengaruh nyata terhadap produksi mentimun dibandingkan dengan media arang sekam dan media arang kayu. Interaksi antara penambahan konsentrasi monopotassium fosfat dan media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap produksi mentimun. Kata Kunci: Mentimun, Hidroponik, Media tanam, MKP
Pengaruh Pupuk Hayati Jamur Mikoriza Dan Pupuk Rock Phosphate Terhadap Serapan P, Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rinindra, Riza Jihan; Hermiyanto, Bambang
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.42530

Abstract

Application of mycorrhizal fungi biological fertilizers and rock phosphate fertilizers can increase plant P uptake, growth and yield of cayenne pepper (Capsicum frutescens L.). The purpose of this study was to determine the effect of the interaction between mycorrhizal fungi biofertilizer and rock phosphate fertilizer on P uptake, growth and yield of cayenne pepper. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) factorial with 2 factors and 3 replications. The first factor was the application of 0 gr (M0), 10 g (M1) and 20 g (M2) mycorrhizal fungal biofertilizers and the second factor was the application of 0 kg rock phosphate fertilizer or the equivalent of 0 g (R0), 150 kg or 1 g (R1) and 300 kg or 2.6 g (M2). The variables observed were plant height, number of fruit planted, fruit fresh weight, plant fresh weight, root volume, root infection, plant dry weight, root shoot ratio and P uptake. The observed data were tested using analysis of variance (ANOVA) and tested further. using Duncan multiple range test (DMRT) at 95% confidence level. The results showed that there was no interaction between the application of mycorrhizal fungi biofertilizers and rock phosphate fertilizers. Application of mycorrhizal fungal biofertilizer (M1) can increase the degree of root infection by 72.22%, the number of fruit planted, fruit fresh weight, plant fresh weight, plant dry weight, root volume, root infection, P uptake and root shoot ratio. Application of rock phosphate fertilizer can also increase the number of fruit plants, plant fresh weight, plant dry weight, root volume and P uptake.
Pengaruh Aplikasi Beberapa Jenis dan Dosis Bahan Organik Terhadap Populasi Trichoderma Sp Dalam Menekan Intensitas Penyakit Moler Bawang Merah Guswantoro, Dicky Ade; Masnilah, Rachmi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.40608

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan nilai tinggi dengan permintaan yang terus meningkat. Peningkatan produksi bawang merah belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga dianggap masih belum optimal dalam hal budidaya bawang merah. Permasalahan selama proses budidaya bawang merah tidak terlepas dari gangguan penyakit penyakit moler oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp cepae yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Tujuan penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui interaksi dan pengaruh antara jenis bahan organik dengan pemberian dosis yang beragam terhadap populasi Trichoderma sp., intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman Pangan dan Hortikultura Jember dan Lahan Budidaya di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember mulai bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari 2 perlakuan yaitu P1 (kompos jerami) dan P2 (vermikompos) dan faktor kedua terdiri dari 4 perlakuan yaitu: N0 = 0kg/ha, N1 = 15 ton/ha (0,48 kg/petak), N2 = 20 ton/ha (0,64 kg/petak), dan N3 = 25 ton/ha (0,80 kg/petak). Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANNOVA). Variabel yang diamati meliputi populasi Trichoderma sp, intensitas penyakit moler, dan hasil berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara jenis bahan organik dan dosis bahan organik pada semua variabel pengamatan. Pengaruh faktor tunggal aplikasi dosis bahan organik berpengaruh sangat nyata terhadap populasi Trichoderma sp., masa inkubasi penyakit, intensitas penyakit moler dan bobot segar umbi bawang merah. Dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Sarumaha, Yoseph Lutern; Hariyono, Kacung
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.44647

Abstract

Kacang buncis merupakan salah satu sayuran kelompok kacang-kacangan yang digemari masyarakat karena merupakan salah satu sumber protein nabati dan kaya akan vitamin A, B dan C. Permasalahan yang sering dihadapi dalam membudidayakan tanaman buncis yaitu penggunaan media tanam dan pupuk yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kombinasi jenis media tanam dengan pupuk N terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu jenis media tanam dengan 3 taraf dan faktor kedua yaitu dosis pupuk N dengan 5 taraf. Faktor pertama yaitu tanah (P1), tanah + pasir (P2) dan tanah + arang sekam (P3). Faktor kedua yaitu Kontrol-Tanpa N (U1), Urea 1,25 gram/tanaman (U2), Urea 2,5 gram/tanaman (U3), Urea 3,75 gram/tanaman (U4) dan Urea 5 gram/tanaman (U5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara media tanam dengan dosis pupuk nitrogen (N) sangat berbeda nyata pada variabel pengamatan luas daun tanaman buncis. Perlakuan jenis media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang polong per tanaman, sedangkan berpengaruh nyata terhadap volume akar. Media tanam yang terbaik adalah tanah (P1) dan Tanah + Pasir (P2) dengan perbandingan media 1:1. Tanah (P1) menghasilkan volume akar (12,01 cm3), jumlah polong per tanaman (101,33 buah). Sedangkan pada Tanah + Pasir (P2) menghasilkan panjang polong per tanaman (15,47 cm) dan bobot polong per tanaman (252,5 gram). Dosis pupuk nitrogen (N) yang terbaik adalah 1,75 gram/tanaman (U2) pada volume akar (13,36 cm2), klorofil (40,59 unit) dan panjang polong per tanaman (15,47 cm).
Pengaruh Pemberian Kompos dan ZPT Nabati dari Ekstrak Jagung Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Sandi, Akmalia; Hariyono, Kacung
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.44383

Abstract

Tomato (Solanum lycopersicum) is a plant that is widely grown in Indonesia. Market demand for tomatoes is high when compared to other fruit and vegetable commodities. Price instability can be caused by several factors, including decreased crop productivity. Providing nutrition that is considered safe is by using organic materials on agricultural land, which is one solution to the problem of land degradation. Providing compost and vegetable PGR from corn extract are organic additives that are safe to use in cultivation activities. VegetablePGR from corn extract contains the cytokinin hormone which plants need for the growth process. This research was conducted in a Greenhouse located in Martopuro Village, Pasuruan Regency. The experiment was carried out factorially using the basic pattern of Completely Randomized Design (CRD). The observed variables included plant height, leaf area index, percentage of flowers becoming fruit, number of fruit, fruit diameter, fruit weight, vitamin C content. The data obtained through measurements were then analyzed using Analysis of Variance (ANNOVA). If the results of the ANNOVA analysis show significantly different results, it is necessary to carry out further tests using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95%. The research results showed that the interaction of compost and vegetable PGR from corn extract showed very significantly different results on plant height variables. The single compost treatment showed significantly different results on the variables of plant height, leaf area index and number of fruit. The single plant PGR factor from corn extract showed significantly different results on the leaf area index variable.
Pengaruh Lama Perendaman Zat Pengaruh Tumbuh Hormax Terhadap Petumbuhan Bibit Single Bud dari Tiga Bagian Batang Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Pradana, Rieski Ega; Subroto, Gatot; Arum, Ayu Puspita; Rosyadi, Muhammad Ghufron
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.51008

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mengambil peran penting sebagai produksi gula. Namun, ketersediaan tebu yang rendah menjadikan Indonesia masih harus mengimpor guka dari negara lain. Penyebabnya dikarenakan teknologi budidaya yang kurang mendukung. Salah satu permasalahan dalam budidaya tebu yaitu, penyediaan bibit bagal yang biasa dilakukan petani tebu kurang memenuhi target % bibit bertunas dan mutu bibit relatif rendah. Salah satu solusinya yaitu dengan berganti cara pembibitan dengan metode single bud planting (SBP). Pada penelitian ini menggunakan tiga sumber batang tebu yaitu bagian pucuk, tengah, dan bawah. Untuk mempercepat pertumbuhan perakaran dan pertunasan pada tebu ini adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hormax. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara aplikasi lama perendaman ZPT Hormax dengan 3 sumber bagian batang bibit tebu dengan metode SBP. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama perendaman ZPT Hormax terdiri dari 4 taraf yaitu 0 menit (W0), 30 menit (W1), 60 menit (W2), 90 menit (W3). Faktor II yaitu penggunaan beda bagian batang tebu untuk bahan tanam dengan metode SBP yang terdiri dari 3 taraf yaitu bagian pucuk, tengah dan bawah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara lama perendaman ZPT Hormax dan perbedaan bagian batang sebagai bahan tanam yang berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah akar, diameter batang, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Kombinasi perlakuan lama perendaman ZPT 60 menit dan bagian batang atas (W2B1) memberikan nilai terbaik pada seluruh variabel pengamatan.