cover
Contact Name
Rendy Anggriawan
Contact Email
bipfapertaunej@gmail.com
Phone
+6285946410007
Journal Mail Official
bipfapertaunej@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kalimantan, Sumbersari, Universitas Jember.
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pertanian
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 23388331     DOI : https://doi.org/10.19184
Berkala Ilmiah PERTANIAN (BIP) is an electronic journal (e-journal) that established in August 2013 and publishes scientific articles, especially research results of students in the University of Jember in agriculture in general which includes Agriculture (Fields of Cultivation, Soil and Pests and Plant Diseases), Agricultural Technology (Agricultural Engineering and Technology) and Agricultural Socio-Economics. In addition, BIP also receives manuscript of research-based articles from outside the University of Jember through the OJS acceptance system (Open Journal System). The submitted article should not been submitted or published in any other scientific journals or is being review by a reviewer. This e-journal (BIP) publishes quarterly for August, November, February, and May.
Articles 215 Documents
Pengaruh Dosis Kotoran Kambing Dan Konsentrasi Paclobutrazol Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Mentimun (Cucumis Sativus L.) Kanzana, Gebina; Munandar, Denna Eriani; Purnamasari, Ika; Kurnianto, Agung Sih
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47784

Abstract

Produktivitas tanaman mentimun di Indonesia umumnya masih rendah, salah satu penyebabnya adalah kondisi tanah yang keras akibat pemupukan anorganik yang terus, menerus. Bunga jantan pada mentimum juga banyak sehingga jumlah buah yang dihasilkan sedikit. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik kotoran kambing yang dapat memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah serta zat pengatur tumbuh (ZPT) paclobutrazol yang dapat meningkatkan jumlah bunga betina. Penelitian untuk mendapatkan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT paclobutrazol yang tepat dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jember, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kotoran kambing terdiri dari: 0, 10, 20 dan 30 ton/ha. Faktor kedua konsentrasi paclobutrazol terdiri dari : 0; 0,250 ; 0,375 dan 0,500 ml/l, dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan dan hasil tanaman di analisis dengan analisis varian dan uji t dengan tingkat kepercayaan 95 %, apabila berbeda nyata di uji dengan uji jarak berganda Duncan dengan α,5 %. Hasil penelitian membuktikan bahwa dosis pupuk kotoran kambing 10 - 30 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, berat segar dan berat kering total tanaman. Pemberian Paclobutrazol 0,250 - 0,500 ml/liter menurunkan tinggi tanaman, luas daun, berat segar dan berat kering total tanaman serta jumlah bunga jantan. Konsentrasi paclobutrazol 0,375 ml/l berpengaruh terbaik pada jumlah bunga betina dan jumlah buah. Terdapat interaksi perlakuan dosis kotoran kambing dan konsentrasi ZPT Paclobutrazol terhadap bobot buah pertanaman dan potensi produksi dengan perlakuan terbaik : dosis kotoran kambing 20 hingga 30 ton/ha dan Paclobutrazol 0,375 ml/l yang menghasilkan bobot buah pertanaman sebesar : 4200,13 -4338,63 g dan potensi produksi mentimun sebesar : 138,61-143,14 ton/ha.
Analisis Korelasi Karakter Agronomi Kuantitatif Terhadap Penentu Hasil Biji Kacang Kratok (Phaseolus Lunatus) Subekti, Andri Oktavian; Adie, Moch Muchlish; Fanata, Wahyu Indra Duwi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.41196

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter kuantitatif yang memiliki korelasi yang erat dengan karakter hasil yaitu berat biji per tanaman dan dapat dijadikan karakter seleksi efektif penentu hasil biji kacang kratok (Phaseolus lunatus). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Aksesi yang digunakan merupakan aksesi benih dari kacang kratok (Phaseolus lunatus) sebanyak 20 aksesi. Penelitian ini dilakukan dengan 3 kali ulangan sehingga total tanaman yaitu 60 tanaman. Pertama data hasil karakter kuantitatif dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan apabila terdapat karakter menunjukkan hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) atau Tukey dengan taraf 5 %. Kedua data karakter kuantitatif dianalisis dengan analisis korelasi dan dilanjutkan dengan menggunakan analisis lintas untuk mencari karakter kuantitatif yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap hasil yaitu karakter berat biji per tanaman. Hasil ANOVA didapatkan karakter yang memperlihatkan hasil berbeda nyata yaitu hari berbunga dan berbeda sangat nyata yaitu karakter jumlah cabang dan panjang polong. Hasil analisis korelasi didapatkan karakter yang memiliki korelasi dengan karakter berat biji per tanaman yaitu karakter jumlah polong sebesar 0,655 (kuat), karakter berat polong sebesar 0,898 (sangat kuat) dan karakter berat 100 biji sebesar 0,578 (cukup kuat). Kemudian dilakukan analisis lintas terhadap ketiga karakter tersebut. Berdasarkan hasil analisis lintas dari ketiga karakter tersebut, karakter yang menunjukan pengaruh paling besar dan signifikan yaitu karakter berat polong dengan nilai total pengaruh yang signifikan sebesar 0,871 atau 87,1%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa karakter berat polong dapat dijadikan karakter seleksi yang efektif untuk menentukan hasil biji tanaman kacang kratok (Phaseolus lunatus).
Respon Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Stevia (Stevia Rebaudiana Bert) Terhadap Pemberian Air Kelapa Tua dan Perbedaan Jenis Irigasi Fahima, Sahidatun; Regar, Arthur Frans Cesar
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.37818

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui respon dan hasil tanaman stevia terhadap perbedaan konsentrasi air kelapa tua dan dikombinasikan dengan dua jenis irigasi yang berbeda, yaitu irigasi tetes dan irigasi curah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu pola rancangan petak terbagi (RPT) dengan pola rancangan dasar RAK dengan dua faktor penelitian. Faktor pertama yaitu penggunaan jenis irigasi yang berbeda yaitu terdiri dari jenis irigasi tetes dan irigasi curah. Faktor kedua yaitu konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 5 taraf, yaitu A0 = konsentrasi air kelapa 0%, A1 = konsentrasi air kelapa 25%, A2 = konsentrasi air kelapa 50%, A3 = konsentrasi air kelapa 75%, dan A4 = konsentrasi air kelapa 100%. Variabel pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah daun, berat basah tanaman, berat kering daun, dan panjang akar. Analisis data yang digunakan yaitu uji T untuk mengetahui pengaruh jenis irigasi dan ANOVA untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa tua dengan uji F pada taraf α= 0,05. Jika F-Hitung lebih besar dari F-Tabel maka hal itu menunjukkan adanya pengaruh beda nyata yang selanjutnya dilakukan uji lanjut DMRT dengan taraf kepercayaan p = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya interaksi antara perbedaan jenis irigasi dan pemberian air kelapa dan faktor tunggal air kelapa tua terhadap semua variabel pengamatan. Penggunaan jenis irigasi yang berbeda memberikan hasil berbeda sangat nyata, berbeda nyata, dan berbeda tidak nyata. Pemberian air kelapa tua memberikan hasil yang berbeda pada setiap percobaan.
Pengaruh Pemberian Hormon Auksin Dan Asam Humat Terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Kopi Robusta (Coffea canephora) helwandi, insan sabri; Subroto, Gatot
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode aplikasi konsentrasi auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor 1 yaitu konsentrasi IBA yang terdiri dari 4 taraf. Faktor 2 yaitu dosis asam humat yang terdiri dari 4 taraf. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis ragam, jika terdapat perbedaan yang nyata maka akan dilakukan uji jarak berganda duncan pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat interaksi antara aplikasi konsentrasi hormon auksin IBA dan dosis asam humat terhadap pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan berpengaruh nyata pada variabel pengamatan panjang akar. (2) Pemberian hormon auksin IBA pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan diameter batang dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman (3) Pemberian asam humat pada pertumbuhan bibit stek kopi robusta berpengaruh sangat nyata terhadap variabel pengamatan volume akar dan panjang akar namun berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun
Kajian Efektifitas Bacillus Sp dengan Penambahan Pupuk Kompos dalam Mengendalikan Busuk Hitam (Xanthomonas Campestris) pada Tanaman Kubis Bunga Muslimah, Syafira Ayu; Masnilah, Rachmi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.38168

Abstract

Produksi kubis bunga di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 ke 2017 terjadi penurunan, hal ini disebabkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi produksi kubis bunga dari kualitas maupun kuantitas. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan produksi kubis bunga adalah serangan penyakit pada tanaman. Penyakit yang menyerang tanaman kubis bunga yaitu busuk hitam (Xanthomonas campestris) yang merusak sayuran terutama famili Brassicaceae. Pengendalian penyakit menggunakan pestisida kimia dapat menimbulkan dampak negatif bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Cara efektif pengendalian serangan penyakit dapat melalui pemanfaatan agen hayati. Strategi pengendalian yang banyak dikembangkan yaitu pengendalian yang mengarah pada pemanfaatan potensi mikroorganisme. Salah satu agen pengendali hayati yang berguna bagi tanaman yaitu Bacillus sp. pengendalian penyakit dengan menambahakan pupuk kompos sebagai bahan pembawa dan menguntungkan antara tanaman dengan mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu P0: kontrol, P1: Bacillus sp., P2: Bacillus sp. + Pupuk kompos, P3: Bacillus sp + Pupuk vermikompos, P4: Bacillus sp. + Pupuk Bokashi. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Variabel pengamatan meliputi masa inkubasi, keparahan penyakit, laju infeksi, populasi Bacillus sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Bacillus sp. dengan penambahan pupuk vermikompos merupakan perlakuan terbaik dalam menekan perkembangan penyakit, meningkatkan populasi Bacillus sp. dan jumlah daun tanaman dengan masa inkubasi 12 HSI, keparahan penyakit 23,44%, laju infeksi 0,067 unit/hari, efektifitas 72,30%, populasi Bacillus sp. 1,92x109 cfu/ml, dan jumlah daun tanaman 23 daun.
Pengaruh Pupuk NPK Terhadap Karakter Agronomi Tiga Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L) Setyo Nugroho, Dion Yera
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.46853

Abstract

Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman penghasil beras yang menjadi bahan pangan pokok masyarakat Indonesia. Tanaman padi merupakan tanaman yang penting dalam menjaga ketahanan pangan, hal tersebut disebabkan karena belum terdapat tanaman pangan yang mampu menggntikan padi sebagai makanan pokok masyarakat. pengembangan budidaya padi gogo di Indonesia memiliki potensi yang tinggi karena didukung oleh sumber daya alam yang ada. Peningkatan produktivitas padi gogo dapat dilakukan dengan cara menggunakan varietas unggul serta pemberian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk NPK dengan varietas terhadap fisiologis tanaman padi gogo. Metode penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (split plot) yang diulang sebanyak 3 kali dengan faktor utama yaitu dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf antara lain P1 (150 kg/ha), P2 (200 kg/ha), dan P3 (250 kg/ha). Faktor kedua yaitu varietas yang terdiri dari V1 (varietas Inpago 13 Fortiz), V2 (varietas Situbagendit), dan V3 (varietas Towuti). Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi pemberian dosis pupuk NPK dengan tiga varietas padi gogo tidak berbeda nyata, pada seluruh variabel pengamatan.
Respon Fisiologi Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Pada Berbagai Formulasi Pupuk Organik Padidi, Nober; Wisdawati, Eka; Baba, Basri
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.47487

Abstract

Produk samping tanaman kopi berupa limbah kulit kopi, masih dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk organik berkualitas yang diperkaya dengan tanaman penghasil nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian berbagai formulasi pupuk organik dari bahan utama limbah kulit kopi terhadap fisiologi tanaman kopi robusta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berbagai formulasi pupuk organik dari limbah kulit kopi, yaitu tanpa pupuk organik (tanah) atau kontrol (P0), pupuk organik tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen (P1), pupuk organik dengan penambahan tanaman babadotan (P2), pupuk organik dengan penambahan tanaman mucuna (P3) dan pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro (P4). Dosis yang diberikan per tanaman adalah 300 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan penambahan tanaman lamtoro menghasilkan rata-rata luas daun terbesar, tetapi tidak berbeda nyata dari perlakuan dengan penambahan mucuna dan tanpa penambahan tanaman penghasil nitrogen. Pada variabel jumlah stomata, kerapatan stomata dan volume akar, perlakuan formulasi dengan penambahan tanaman lamtoro juga menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.
Aplikasi Nutrisi AB Mix pada Konsentrasi yang Berbeda dengan Sistem Hidroponik terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Dua Varietas Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Wardhana, Septian Kusuma; Arif Budiman, Subhan
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i1.42348

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi aplikasi nutrisi AB Mix dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah (Allium Ascalonicum L.) dengan sistem hidroponik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari petak utama yaitu konsentrasi AB Mix (P) dan anak petak varietas bawang merah (V). Pemberian konsentrasi AB Mix terdiri dari beberapa taraf, yaitu kontrol 1500 ppm, P1 (1000 ppm), P2 (1300 ppm), P3 (1600 ppm), dan P4 (1900 ppm). Varietas bawang merah yang digunakan yaitu Varietas Sanren dan Thailand Nganjuk. Terdapat tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri 10 sampel tanaman yang diambil tiap minggunya. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, panjang akar, jumlah daun, jumlah umbi, berat brangkasan, berat akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil pengamatan setiap variabel pengamatan kemudian akan dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur pada taraf 5%. Kombinasi antara perlakuan dengan dua varietas bawang merah memberikan pengaruh beda nyata terhadap semua variabel pengamatan, dengan perlakuan terbaik 1900 ppm pada berat kering. Varietas Thailand Nganjuk merupakan bawang merah terbaik pada hasil produksi, namun varietas Sanren memiliki kelebihan yaitu tahan terhadap penyakit.
Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Serta Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Afriyanto, Muhlis; slameto, Slameto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i3.37712

Abstract

Padi (Oryza Sativa L.) merupakan tanaman yang mengandung kadar karbohidrat tinggi pada biji padi menjadikan salah satu bahan pokok masyarakat sedangkan jumlah konsumsi beras meningkat menyebkan kebutuhan konsumsi nasional tidak terpenuhi. Solusi dari permasalah tersebut dapat dilakukan dengan penanaman varietas ataupun jenis dan dosis pupuk yang sesuai agar hasil tanaman maksimal. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan merupakan anjuran dari kementrian pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara varietas dengan jenis dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan padi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor, yaitu varietas (Mantap, Inpari 32,Way apo buru) dan jenis dan dosis pupuk (Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP- 36 50kg/ha, KCl 50kg/ha, NPK I 225 kg/ha Urea 175 kg/ha, ZA 100 kg/ha, NPK II 175 kg/ha Urea 150 kg/ha, ZA 100 kg/ha, Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP- 36 50kg/ha, KCl 50kg/ha + pupuk organik 5 ton/ha). Perlakuan diulangi 3 kali sehingga didapatkan sebanyak 36 percobaan. Data yang diperoleh dianalisi dengan sidik ragam (ANOVA). Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan varietas dengan jenis dan dosis pupuk terhadap kehijauan daun pada pertumbuhan tanaman padi. Perlakuan terbaik dijumpai pada varietas Inpari 32 dan perlakuan jenis dan dosis pupuk Urea 250kg/ha, ZA 100kg/ha, SP-36 50kg/ha, KCl 50kg/ha + pupuk organik 5 ton/ha.
Pengaruh Dosis Kompos dan Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kembang Kol (Brassica oleracea var. Botrytis L.) Dataran Rendah Adityo, Vega Danar; Tri Haryadi, Nanang
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 7 No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v7i2.44716

Abstract

Produktivitas kembang kol pada tahun 2020 mencapai 13,03 ton/ha dan 13,42 ton/ha pada tahun 2021, namun mengalami penurunan pada tahun 2022 yang hanya mencapai 12,54 ton/ha. Produktivitas tersebut masih tergolong cukup rendah, Salah satu permasalahan budidaya kembang kol yaitu penggunaan pupuk anorganik yang berdampak pada kualitas tanah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman adalah penambahan pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah dan penambahan Trichoderma sp. untuk mempercepat tersedianya hara sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan dosis Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama dosis kompos yang terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 (tanpa kompos), K1 (75 g), K2 (100 g) dan K3 (125 g), sedangkan faktor kedua dosis Trichoderma sp. terdiri dari 4 taraf yaitu, T0 (tanpa Trichoderma sp.), T1 (15 g), T2 (25 g) dan T3 (35 g). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara kompos dan Trichoderma sp. Perlakuan kompos memberikan pengaruh berbeda nyata. Perlakuan dosis 100 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, berat kering kembang kol, diameter kembang kol dan kandungan klorofil. Perlakuan Trichoderma sp. pada dosis 15 g/tanaman hanya memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter volume akar.