cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
KEMAMPUAN PREDIKSI TERHADAP PENDAPATAN DAN ARUS KAS OPERASIONAL LANCAR UNTUK ARUS KAS OPERASIONAL MASA DEPAN Aliamin -; Jen Surya
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate ability prediction of earnings and current operating cash flows to future operating cash flows, the profit report use  are  firms  reporting  positive  profit  and  firms  reporting  negative  profit. There are several  prior study indicates a strengthening relationship between earnings and future operating cash flows for both firms profit reporting and losses reporting, while relationship between current and future operating cash flows are neither increasing nor decreasing. The result of research indicates that both earnings and cash flows have ability to predict future operating cash flow for positive profit reporting. On the other hand, negative profit reporting, earnings are not significant to predict future operating cash flows while current operating cash flows still have ability to predict future operating cash flows.  Key words:   earnings, current operating cash flows, future operating cash flows, positive profit reporting, negative profit reporting
KONSELING ISLAMI SEBAGAI PENDEKATAN PARIPURNA DALAM MENJAWAB PERUBAHAN NILAI Muharrir Asy'ari
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah swt. menciptakan makhluk dengan bentuk yang paling baik dibandingkan dengan makhluk lain. Di dalam dirinya terdapat dua unsur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, yaitu unsur jasmani dan rohani. Dengan dua unsur inilah manusia menjalankan tugasnya sebagai khalifah di atas dunia ini, memberdayakan kehidupan untuk kesejahteraan hidupnya di dunia dan akhirat.Di dalam menjalankan fungsinya, manusia menghadapi ujian dan tantangan yang berat. Ujian tersebut dapat berupa nikmat atau musibah. Di dalam pandangan Islam, hal ini merupakan ujian keimanan. Allah swt. berfirman di dalam Alquran surat Alankabut, ayat 2-3, yang artinya “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi.”Masyarakat Aceh pascatsunami patut bersyukur atas nikmat, yaitu banyaknya fasilitas yang dibangun, situasi keamanan kondusif, aktivitas sosial meningkat. Namun, di sisi lain, kita perlu bertanya pada diri kita, sudahkah kita menjadi orang yang bersyukur dan dapat menggunakan nikmat itu dengan baik?Aceh dalam situasi global saat ini, kehidupan semakin kompetitif dan membuka peluang untuk mencapai status dan tingkat kehidupan yang lebih baik. Dampak positif dari kondisi global telah mendorong manusia untuk terus berpikir dan meningkatkan kemampuan. Namun, globalisasi itu juga mempunyai dampak negatif.Syamsu Yusuf[1] dalam bukunya, Landasan Bimbingan dan Konseling mengatakan dampak negatif dari globalisasi adalah (1) keresahan hidup di kalangan masyarakat yang semakin meningkat karena banyaknya konflik, stress, kecemasan, dan frustasi. (2) adanya kecenderungan pelanggaran disiplin, kolusi dan korupsi, makin sulit ditegakkannya ukuran baik, jahat, benar, salah secara tegas. (3) adanya ambisi kelompok yang dapat menimbulkan konflik, tidak saja konflik psikis, tetapi juga konflik fisik. (4) pelarian dari masalah melalui jalan pintas yang bersifat sementara dan adiktif seperti penggunaan obat-obatan terlarang.Agaknya, apabila kita renungkan, di tengah-tengah masyarakat, terjadi pergeseran nilai, yaitu (1)  dari kehidupan yang religius bergeser ke arah kehidupan materialistik. Masyarakat cenderung hidup hedonistik dan konsumtif, mengejar kepuasan, mengabaikan aspek ruhaniyahnya. (2) masyarakat kita dahulu dikenal dengan masyarakat yang cinta kebersamaan, saling tolong menolong, sekarang bergeser ke arah hidup individualistik dan kontrol sosial lemah. (3) pengalaman ritual keagamaan mulai kendor, ada saja di tengah-tengah masyarakat orang yang tidak salat, tidak puasa, bahkan salat jumat pun ditinggalkannya. (4) konflik individu, keluarga, dan sosial meningkat, kekerasan terhadap anak, sehingga ada anak yang kabur dari rumahnya, kekerasan rumah tangga yang mengakibatkan peningkatan perceraiaan, tawuran antar warga desa yang hanya disebabkan oleh maslah kecil. (5) pergaulan bebas merangkak naik. Akibatnya, penyakit aids naik kuantitasnya dari tahun ke tahun, ada kasus bayi dari hasil hubungan gelap yang tak berdosa dibuang begitu saja, serta banyak kasus lainnya di tengah-tengah masyarakat yang sangat meresahkan dan memprihatinkan. Dengan demikian, banyak manusia sekarang ini yang sebenarnya tidak menemukan lagi makna hidupnya dan mengindap gangguan psikis.Ahmad Mubarak, sebagaimana dikutip Erhamwilda, dalam bukunya Konseling Islami, mengatakan bahwa ada beberapa gangguan kejiwaan manusia modern. Gangguan dimaksud adalah: (1) kecemasan, (2) kesepian, (3) kebosanan, (4) perilaku menyimpang, dan (5) psikosomatik.[2][1] Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan   dan Konseling, 2006, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, Cet. 2,  hlm. 1. [2] Erhamwilda, Konseling Islami, 2009, Graha Ilmu, Yogyakarta, Cet. 1,  hlm. 53. 
VARIASI PEMBELAJARAN KESENIAN DI SMA LAB SCHOOL BANDA ACEH TAHUN AJARAN 2012/2013 Ramdiana -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to determine teacher competence Culture Arts Lab School High School Syiah Kuala University held a variety of teaching and learning in teaching both theoretical and practical learning. Subjects were two teachers Cultural Arts Lab School High School Syiah Kuala University who teach in class VII, VIII and IX. Data collection techniques used were observation of learning activities using video. The method selected for video recording with video recording makes it possible to analyze the complexity of learning activities gradually and more accurate. Learning activities are recorded in full without audited. For the purposes of video analysis initially transferred to a CD. The next step for the preparation of the analysis was transcribing video.  After that video recordings were analyzed using categories defined as follows: 1) variations in the way of teaching; 2) variations in the use of media and teaching tools; 3) variations in patterns of interaction and student activities. The results observation of learning activities using video two teachers Cultural Arts Lab School High School Syiah Kuala University who teach in class VII, VIII and IX it can be concluded that: (1) hold a variety of teacher competence in teaching including both categories and the need for improvement in aspects of focusing students; (2) hold a variety of teacher competence in the use of media and teaching tools include both categories; (3) the competence of teachers held a variety of interaction patterns and student activities include both categories, there is need for improvement in aspects of students' patterns of interaction and activity between the teacher-student and patterns of teacher-student-teacher. Keyword: observation, data collection, analysis, and concluded 
PROSPEK PEMBANGUNAN KAWASAN KOPERASI PERTANIAN TERPADU DI ACEH (Integrasi Semangat Kooperatif dalam Meningkatkan Kemandirian Produksi dan Ekspor Komoditas Pertanian) Ishak Hasan
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional subsektor pertanian masih berjalan terpisah satu sama lain, termasuk juga dengan sektor-sektor lainnya. Kondisi ini juga  terjadi di Provinsi Aceh, padahal sektor ini memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola secara terintegratif dan bersifat kooperatif. Sektor pertanian yang terdiri dari subsektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan jika disatukan mulai dari kegiatan di hulu sampai ke hilir dalam wadah koperasi akan memiliki kekuatan yang besar dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Gagasan ini menjadi sangat penting di masa depan, mengingat persaingan global semakin ketat yang berakibat buruk pada kemampuan sektor pertanian berkompetisi dengan negara lain. Apabila semua subsektor pertanian ini berjalan secara terpadu maka nilai tambah menjadi meningkat. Di sisi lain ketidakmampuan sektor pertanian berorientasi ekspor juga menjadi masalah yang penting dalam menghadapi persaingan. Hal ini sangat penting karena sebagian besar rakyat kita bergantung hidup pada sektor ini. Koperasi memegang peranan penting dalam menyatukan kekuatan yang tercerai-berai tersebut sehingga memiliki bargaining positon yang kuat dalam menghadapi persaingan. Kawasan terpusat tersebut dapat direncanakan dalam bentuk pilot proyek sedemikian rupa agar sub sektor dimaksud terkait satu sama lain. Apabila gagasan ini dapat diwujudkan secara nyata di lapangan maka diperkirakan pendapatan masyarakat dapat meningkat dan dengan demikian kantong-kantong kemiskinan di Aceh dapat dientaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama.   Kata kunci: koperasi pertanian terpadu, temanidirian sektor pertanian.
EVALUASI BUKU PEULAJARAN BASA ACEH (Keu Murit Sikula Dasa Glah 4) Ramli -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku “Peulajaran Basa Aceh (Keu Murid Sikula Dasa)”, yang selanjutnya disingkat dengan PBA, merupakan buku pelajaran bahasa Aceh yang telah lama digunakan. Oleh karena itu, isi buku terkesan tidak menarik lagi. Terlepas dari kelemahan yang ada, sampai saat ini, buku tersebut masih tetap digunakan di sekolah-sekolah. Berkaitan dengan fenomena ini, tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan (mengevaluasi) isi buku, baik berhubungan dengan pengembangan isi buku maupun tampilannya. Buku PBA ini terdiri atas enam jilid, yaitu jilid 1 s.d. 6.  Sebagai sampel, dievalusi buku PBA jilid 4. Buku ini terdiri atas 18 pelajaran dengan tema yang bervariasi. Karena pelajarannya banyak, evaluasi hanya dibatasi pada lima pelajaran, yaitu 1) “Tujoh Blah Agustus” (Memperingati Tujuh Belas Agustus), 2) “Syeedara Baro” (Saudara Baru),  3) “Seudati” (Tarian Seudari), 4) Rambu Jalan (Rambu-Rambu Jalan), dan 5) “Peu-Ek Glayang” (Bermain Layang-layang). Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa buku PBA jilid 4 ditulis/dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan bahan ajar (buku) yang benar. Kelebihan buku terletak pada tema/topik/materi yang bervariasi, tugas dan konsep beragam, tidak bertentangan dengan keamanan nasional, dan bahasanya jelas. Namun, kekurangan buku, antara lain, terletak pada  kurangnya keterlibatan siswa, mengutamakan satu keterampilan berbahasa saja, informasi sudah ditinggal zaman, keotentikan teks kurang, dan warna/ilustrasi juga kurang. Di samping itu, buku PBA ini belum pernah direvisi. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar segera direvisi dengan meyesuaikan isi buku dengan perkembangan masyarakat saat ini. Tema/topik materi tentang kearifan lokal perlu dimasukkan untuk memperkenalkan nilai-nilai lokal kepada murid dalam menghadapi pengaruh budaya global yang sangat gencar akhir-akhir ini.   Kata kunci: evaluasi buku, “peulajaran basa Aceh”  
KETERAMPILAN BERMAIN BOLA BASKET MELALUI METODE DUPLIKASI DENGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH -, Bustamam
Mentari Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas metode duplikasi dengan menggunakan multimedia di dalam peningkatan keterampilan dalam permainan Bola basket. Penelitian ini merupakan suatu bentuk penelitian berkaitan dengan hubungan sebab-akibat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan menggunakan pretest dan postest design. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Banda Aceh yang berjumlah 36 orang siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setelah diuji dengan t-test diperoleh t-hitung tes keterampilan bermain bola basket sebesar 2,40 dan t-tabel pada taraf signifikansi 95% sebesar 2,04. Dengan demikian, t-hitung lebih besar daripada t-tabel. Oleh karena itu, terdapat pengaruh yang signifikan antara latihan dengan menggunakan metode duplikasi terhadap peningkatan keterampilan bermain bola basket. Metode pembelajaran duplikasi dengan menggunakan multimedia sangat efektif untuk meningkatkan keterampilan bermain bola basket. Kata Kunci:    Keterampilan bermain bola basket, metode Duplikasi, penggunaan multimedia
VISION AND MISSION STATEMENTS OF HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS Mahdi, Sayed
Mentari Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah kampus, visi dan misi yang aspiratif dan realistis sangatlah penting dalam menyatukan pandangan dan energi semua stake holder dalam mewujudkan institusi perguruan tinggi yang diharapkan pada masa datang. Visi dan Misi merupakan bagian integral yang penting dalam sebuah rencana starategi untuk bisa diimajinasikan, baik oleh mahasiswa, dosen dan stakeholder lainya supaya segala aktivitas mereka bisa sejalan dengan baik.  Oleh karena itu, artikel ini mengeksplorasi tentang pernyataan visi dan misi yang di implementasikan dalam dunia perguruan tinggi. Hal penting ini dikembangkan untuk menghasilkan dampak bagi perguruan tinggi yang bersangkutan.  Pernyataan visi dan misi yang efektif harus menjadi bagian inti dalam sebuah perencanaan strategis  universitas yang dapat dijadikan rujukan bagi setiap unit kerja untuk mencapai tujuan-tujuan lebih khsus.  Keywords: vision, mission, and academia 
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUSKESMAS KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Raihani -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the institutions that society is always associated with the clinic, each institution has always wanted to be the best by the community, as well as health centers Blang Bintang district of Aceh Besar district. The higher and better the service given employee, the higher the public interest in the health center services, and the better the welfare of the public health. So the point of balance that benefits both parties can be realized. The problem of this research is how the public's perception of health center services Blang Bintang district of Aceh Besar district. This study uses a quantitative approach. Type of research is a descriptive study. The research was conducted at Blang Bintang district of Aceh Besar district. Population in this research is all the people in the District of Blang Bintang ever treated three times at Blang Bintang Health Center is spread across 26 villages. While the sample is as many as 50 people. Sampling was done by cluster sampling (ie taking a few clusters of the population at random, then take it all or partly elements of each clump is chosen to be sampled). Data collection techniques such as library research and field research in the form of questionnaires and interviews. Data processing techniques used are descriptive statistics (percentages). Research results show that the public's perception of health center services Bintang district of Aceh Besar regency star overall was 4.28. With reference to the opinion Ruaida (in chapters in point 3.4) then this figure can be categorized into the very good category. Thus we can conclude that the public's perception of health center services Blang Bintang district of Aceh Besar district is very good. Key words: public perception, care, health center
TRANSDISIPLINARITAS DALAM PEDAGOGIK MODERN Marwan, Edi
Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Mentari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor sosiologi, politik dan ekonomi telah mengubah pandangan mengenai manusia dalam proses pendidikan. Pandangan pendidikan yang sempit yang dikenal sebagai pedagogisme berubah menjadi pendidikan sebagai suatu gejala sosial, ekonomi, politik dan bahkan pula meliputi gejala-gejala biologis dalam neuro science. Keseluruhan perkembangan ilmu pengetahuan tersebut juga mempengaruhi perkembangan ilmu pendidikan. Dan pendekatan pedagogik yang sempit diganti dengan pendekatan "transdisipliner" atau multidisipliner mengenai ilmu pendidikan. Kata kunci : Transdisiplinaritas, pedagogik
URGENSITAS KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK BAHASA INGGRIS DALAM KONTEKS PERSAINGAN GLOBAL Yuniarti -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Seperti kita ketahui, pendidikan adalah proses membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik.  Suatu negara yang tidak melihat pendidikan akan mengalami ketertinggalan dari negara lain dan masyarakatnya sendiri tidak mampu bersaing dengan dunia luar.  Menilik dari pengalaman Negara lain, Jepang dan Korea menjadi negara maju dan mereka dihargai di dunia karena kekreatifitasan, keinofatifan dan kemajuan di bidang pengetahuan.  Kedua negara tersebut ternyata berkomitmen terhadap penguasaan ilmu dan bahasa Inggris sebagai suatu keharusan. Hingga saat ini, kedua negara tersebut dapat bersaing di berbagai sektor. Penguasaan ilmu dan bahasa Inggris adalah kunci utama.   Mengapa bahasa Inggris? Berbicara tentang bahasa Inggris, sejarah telah membuktikan bahasa Inggris lebih dominan sebagai bahasa yang didalamnya terdapat banyak ilmu dan peradaban.  Dominasi bahasa Inggris terjadi ketika kolonialisme barat berhasil melakukan perluasaan politik, ekonomi, ilmu teknologi, dan budaya. Itulah sebabnya mengapa bahasa Inggris diakui dan digunakan sebagai alat dalam mengembangkan pengetahuan, bernegosiasi bisnis, dan berkomunikasi dengan dunia luar.  Seperti yang diungkapkan oleh Naisbitt berikut ini: “There are, in the world today, more than one billion English speakers-people who speak English as a mother tongue, as a second language, or as a foreign language.  60 per cent of the radio broadcasts are in English. 70 per cent of the world’s mail is addressed in English.  80 per cent of all international telephone conversations are in English. 80 per cent of all data in the several 100 million computers in the world is in English”.[1]Saat ini, di dunia ada lebih dari satu milyar orang yang berbicara dalam bahasa Inggris sebagai bahasa ibu, sebagai bahasa kedua atau sebagai bahasa asing.  60% penyiaran radio menggunakan Bahasa Inggris. 70% surat-menyurat di dunia menggunakan Bahasa Inggris.  80% percakapan telepon internasional menggunakan Bahasa Inggris.  80% semua data dalam 100 juta computer di dunia menggunakan Bahasa Inggris.                Hal serupa diungkapkan Ferguson berdasarkan penelitian ilmiah bahwa sumber ilmu pengetahuan dan korporasi multinasional, terkenal dan ikonik menggunakan bahasa Inggris[2].             Singkatnya, tingkat penguasaan bahasa Inggris begitu penting karena era globalisasi tidak dapat dihindari dan dunia mengalami perubahan cepat dalam dimensi hubungan internasional tanpa sekat melalui web, internet, perjanjian, transaksi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan kesempatan.Menurut Indrawati, sebuah penelitian indeks pengembangan  sumber daya manusia (HDI) yang dilakukan UNDP telah mengeluarkan hasil bahwa dari 174 negara yang disurvei, sumberdaya manusia Indonesia berada di level 102.  Sumber daya manusia Indonesia tertinggal 50 tahun dari Singapore dan Malaysia. Kita masih tertinggal jauh khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris.[3]Hasballah mengungkapkan hanya beberapa orang Aceh yang memiliki posisi strategis dalam pekerjaan pada saat sesudah tsunami di Rehabilitasi-Rekonsialiasi Aceh-BRR dan internationals organizations (NGOs).  Itupun lebih dikarenakan faktor politik dan sosial-ekonomi bukan karena keahliannya atau kompeten dalam bekerja.  Posisi yang strategis tersebut banyak diduduki orang luar yang lebih kompeten dalam pengetahuan dan penguasaan bahasa Inggris.[4]               Berdasarkan fakta tersebut yang diungkap Hasballah, maka perlu kiranya para lulusan pada masa mendatang dipersiapkan untuk dapat bersaing dan mendapatkan pekerjaan yang ‘oriented-overseas job’ seperti di Timur Tengah, di negara-negara asia yang maju seperti Malaysia, Singapore, Japan, Korea atau Australia. Kesempatan kerja harus lebih mengarah pada pekerjaan yang bersifat keahlian atau ‘expert’ seperti ahli telekomunikasi, pedagang berbasis teknologi, dan di badan-badan internasional.[5]Lemahnya sumber daya Indonesia sangat bergantung dari para pendidik yang berkompeten dalam menghasilkan lulusan yang unggul.Yang ingin penulis diskusikan di sini adalah sejauh mana kompetensi pendidik bahasa Inggris secara profesi dan akademik?            Tujuan artikel ini adalah untuk mengupas indikator ketidakunggulan kompetensi pendidik Bahasa Inggris dan mencari solusi meningkatkan kompetensi para pendidik Bahasa Inggris.            Dalam kamus Webster New Collegiate (1981), profesi (profession) adalah panggilan dalam memperoleh spesialisasi pengetahuan melalui persiapan panjang dan intensif pada institusi.  Ketika seseorang sudah memiliki spesialisasi pengetahuan dan bekerja dengan ilmu tersebut maka seseorang tersebut di sebut ‘profesional’.[6]         [1] Naisbitt, John.  Global Paradox (NY: Avon Books, 1995).[2]. Alwasilah, Chaedar. Perspektif Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia dalam Konteks Persaingan Global (Bandung: Andira, 2004).[3]. Indrawati, Meningkatkan daya saing SDM Indonesia di era Pasar bebas (Bandung:           Andira, 2003). [4]. Saad, Hasballah. Kebijakan Meningkatkan Mutu Penddidikan di Aceh: sebuah Gagasan Alternatif. Makalah Seminar Peningkatan mutu Pendidikan (Banda Aceh: Dinas Pendidikan Provinsi Banda Aceh, 2009), pp.5  [5]. Saad, Hasballah. Kebijakan Meningkatkan Mutu Penddidikan di Aceh: sebuah Gagasan Alternatif. Makalah Seminar Peningkatan mutu Pendidikan (Banda Aceh: Dinas Pendidikan Provinsi Banda Aceh, 2009), pp.8.  [6]. Websters’ New Collegiate, Dictionary.  Definition of Profession at Http://www.webstercollegiate.org (1981).Â