cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mentari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
STRATEGI DAKWAH BAGI MASYARAKAT GAMPONG Maimun Yusuf
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan suatu keharusan dalam rangka pengembangan agama Islam. Aktivitas dakwah yang maju akan membawa pengaruh bagi terhadap kemajuan agama. Sebaliknya, aktivitas dakwah yang lesu akan berakibat pada kemunduran agama. Karena adanya hubungan timbal balik seperti itu, maka dapat dimengerti jika agama Islam meletakkan kewajiban dakwah di atas pundak setiap pemeluknya.Sebagai agama dakwah, Islam melahirkan nilai dan panduan moral yang tidak hanya melulu menganjurkan penganutnya menyampaikan kebenaran ajaran Islam dengan ajakan lisan atau mulut semata, tetapi juga harus dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan nyata (amal saleh) yang berintikan “keteladanan”. Sebagai kitab dan sumber dakwah, Alquran dan Alsunnah–menekankan kepada kaum Muslim agar memiliki integritas diri, keserasian dan keseimbangan antara berbicara dan bekerja, berkhutbah dan beramal, mengajak dan merangkul sesama manusia untuk menciptakan prestasi kerja (bukan prestise) yang bermanfaat bagi kesejahteraan manusia dan lingkungannya, lahir dan batin.            Berbagai etnis/suku bangsa di Indonesia memiliki budaya adat istiadatnya masing-masing, yang dalam pelaksanaan berada dan dikendalikan oleh lembaga-lembaga adat sesuai dengan kewenangan lingkungannya, seperti nagari di Minangkabau, huta di Tapanuli, subak di Bali, desa di Jawa dan gampong di Aceh. Masyarakat Aceh dikenal sebagai sebuah masyarakat yang memiliki adat dan budaya yang mengandung nilai dan kearifan yang sangat komprehensif. Dikatakan demikian, karena kehidupan masyarakat Aceh seakan tidak lepas dari norma adat dan kearifan budaya lokal (local wisdom) yang diwariskan secara turun-temurun. Tatanan adat dan budaya Aceh ini merangkum hampir semua aspek kehidupan masyarakat Aceh, bahkan sejak dulu adat Aceh ini sudah melembaga dalam masyarakat dengan wilayah kerja yang sangat sistematis mulai dari tingkat gampong, mukim dan sagoe.            Dalil historis membuktikan bahwa budaya masyarakat Aceh identik dengan budaya Islam – yang merupakan perwujudan iman dan amal saleh. Budaya Aceh berbasis Syariat Islam karena penjelmaan iman dan amal salih dalam kehidupan masyarakatnya. Dengan demikian, segala bentuk aktivitas yang berhubungan dengan masyarakat dalam interaksi sosial, idealnya diformat dan berwujud sesuai dengan Syariaat Islam yang berlaku di Aceh.            Pada dasarnya, hubungan dakwah Islam dengan masyarakat gampong di Aceh saling mengisi dan melengkapi. Kalau dicermati dengan seksama, dari dahulu sampai sekarang, masyarakat gampong adalah masyarakat yang paling antusias dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan dakwah Islam, walaupun dalam cara dan pendekatan yang khas tradisional.  Dalam kesempatan ini, penulis akan mengkaji tentang strategi dakwah bagi masyarakat gampong.
PEMBERDAYAAN KEMAMPUAN BERPIKIR METAKOKNITIF MELALUI PEMBELAJARAN READING QUESTIONING AND ANSWERING PADA MATAKULIAH TAKSONOMI TUMBUHAN Hasanuddin -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu mendasar  perlunya dosen  untuk mengajarkan berpikir  adalah karena banyaknya mahasiswa yang tidak mampu  mengaplikasikan  pengetahuan yang diperoleh  ke dunia nyata. Mengajarkan mahasiswa berpikir  metakognitif  menjadi  penting dalam era  informasi dan globalisas agar mampu menjaring informasi yang penting dan yang tidak relevan.  Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) sarat dengan upaya pemberdayaan kesadaran metakognitif secara sistematis dan terencana. Sintaks pembelajaran RQA yakni membaca (Reading), membuat pertanyaan substansial (Questioning) kemudian menjawabnya sendiri (Answering) adalah termasuk kegiatan yang memberdayakan kesadaran dan keterampilan  metakognitif, yaitu: strategi perencanaan, strategi monitoring, dan strategi evaluasi.  Strategi metakognitif tersebut diaplikasi secara luas pada situasi yang berbeda. Batasan matakuliah taksononomi tumbuhan adalah: pencirian, identifikasi, klasifikasi, dan tatanama. Semua aspek tersebut akan dapat dipahami dengan baik jika mahasiswa mampu menggunakan strategi belajar metakognitif.  Kata kunci: berpikir metakognitif, pembelajaran RQA, taksonomi tumbuhan
MEMBANGUN KEBIASAAN MENULIS DI SEKOLAH Subadiyono -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran menulis yang perlu dilakukan oleh guru  bukan sekedar menginstruksikan agar pemelajar membiasakan diri menulis dan menulis, tetapi lebih dari itu. Guru perlu memfasilitasi apa yang akan ditulis, bagaimana cara mengungkapkan gagasan dalam kalimat atau paragraf, bagaimana, mengembangkan gagasan, dan bagaimana mengorganisasi gagasan sesuai dengan konvensi tata tulis yang berlaku. Tahapan inilah yang perlu dibangun dalam membiasakan menulis di sekolah. Kata kunci:  gagasan, pengungkapan, pengembangan,          dan pengorganisasian dalam menulis
SUMBER DAYA MANUSIA YANG TANGGUH DALAM MEMBANGUN KOPERASI (Sebuah Tinjauan Praktis) TM Jamil
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unability of cooperative to be the solution of the mainstay institution of SMEs empowerment was not because of the wrong basic concept of cooperative institution but it was because of development approach which is directly influenced by political policy and economy of the world. Globalization is one of the factor which should encourage cooperative development (it is a challenge so that SMEs group to be united in the frame of enhancing the scale of business and efficiency), nevertheless its tendency becomes a constraint to the sustainability of cooperative development. Solution which is needed to empower cooperative is a strong and real commitment by revitalizing cooperative activities and enforcement of financing. Alternative in purifying cooperative institution could be done by way of: 1) Improving and completing cooperative law (accelerate the ratification of cooperative bill); 2) Giving extention, training and education to cooperative board of directors, managers and method so as they could really know and understand about cooperative completely and genuinely:                       3) Appropriate, directed, planned and sustainable socialization/ promotion through media; 4) Preparing appropriate standard and method of cooperative subject to support cooperative cadres forming on the basic, medium and high education; and 5) Giving most of promotion and responsibility on cooperative development to cooperative movement itself.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII SMP 1 KUTA BARO ACEH BESAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL TPS DENGAN PENDEKATAN CTL Khairiah -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa aspek berbicara diupayakan melalui pengimplementasian salah satu model pembelajaran aktif dan pendekatan kontekstual. Berdasarkan kriteria tersebut, rumusan masalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah “Bagaimanakah implementasi model TPS (Think Pair and Share) dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) yang dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII SMP? PTK ini dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 1 Kuta Baro Aceh Besar pada tahun 2010, dengan jumlah siswa 20 orang. PTK yang dilaksanakan selama dua siklus ini telah behasil meningkatkan keterampilan berbicara siswa, dengan hasil  yang diperoleh sebagai berikut: (1) Jumlah siswa yang aktif berbicara meningkat dari 60% pada siklus pertama menjadi 90% pada siklus kedua, (2) Banyaknya siswa yang berpersepsi positif terhadap kegiatan pembelajaran berbicara pada akhir siklus pertama tercatat 61,67% dan pada akhir siklus kedua meningkat menjadi 72,78%, (3) Skor rata-rata keterampilan berbicara pada pertemuan pertama siklus pertama adalah 56,5 dengan jumlah siswa yang tuntas 35%, pada pertemuan kedua, skor rata-rata mereka meningkat menjadi 66,4 dengan jumlah siswa yang tuntas 55%, dan pada akhir siklus kedua skor rata-rata kelas menjadi 68,5 dengan jumlah siswa yang tuntas 70%. Sungguhpun keterampilan berbicara siswa meningkat, namun jumlah siswa yang tuntas belum mencapai 85% sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Kata kunci: aspek berbicara, model TPS, pendekatan CTL,                      penelitian tindakan kelas.
OUTCOMES-BASED ASSESSMENT Hendra -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan telah menjadi prioritas yang utama bagi setiap negara dan pemerintah. Hal ini menjadi penting karna suatu negara dapat berkembang dengan cepat jika didukung oleh ketersedian sumber daya manusia yang memiliki sejumlah kompetensi dan keterampilan ( life skill) yang baik dan handal sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya; yang tujuan nya agar dapat memenuhi kebetuhan pasar tenaga kerja serta mampu mengelolah sumber daya alam yang ada dengan baik. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualiatas dan terampil salah satu nya dapat dilakukan melalui sistim pendidikan yang menekankan pada hasil pembelajaran dimana hasil kemajuan dan prestasi yang dicapai oleh peserta didik dapat diukur dan diamati oleh seorang guru. Oleh karna itu, dalam hal ini pemerintah perlu membuat suatu sistim penilain dan evaluasi (assessment/evaluation) yang memuat sejumlah standar atau kompetensi tertentu yang harus dicapai atau dimiliki oleh seorang peserta didik dari suatu hasil proses pembelajaran.  Kata Kunci: outcomes-based assessment
ISLAM DAN DUNIA KEPARIWISATAAN DI ACEH Aslam Nur
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

            Sebagaimana terefleksi pada judul di atas, fokus utama yang dibahas dalam makalah ini adalah tentang kesesuaian antara agama Islam dengan industri pariwisata. Tema ini menjadi penting untuk dibicarakan karena, pertama, ada pendapat dari sekelompok umat Islam yang mempertentangkan antara ajaran Islam dengan industri pariwisata. Kelompok ini berpendapat bahwa industri pariwisata tidak akan berkembang dan maju di sebuah masyarakat Islam yang menganut agama tersebut secara ketat dan kuat (kaffah).  Semangat Islam dengan etos dunia pariwisata bertolak belakang seratus delapan puluh derajat sehingga tidak mungkin dipertemukan. Ketika pendapat seperti ini diterima dan diyakini oleh suatu masyarakat, secara otomatis, industri pariwisata tidak akan berkembang di masyarakat tersebut.            Tema ini juga menjadi penting dibahas dalam konteks Aceh karena penduduk yang mendiami provinsi ini adalah mayoritas beragama Islam. Provinsi Aceh bukan saja dikenal dengan julukan “Serambi Mekkah” yang dengan julukan tersebut menunjukkan keeratan/keidentikan Aceh dengan Islam, juga karena sejak tahun 2002, Syariat Islam telah berlaku secara formal di provinsi ini. Pengembangan pariwisata di suatu wilayah selalu terkait dengan potensi dan karakteristik dasar yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah tersebut. Karenanya, tema tentang Islam dan dunia kepariwisataan menjadi sebuah topik penting untuk diperbincangkan dalam rangka mengembangan industri pariwisata di provinsi Aceh.            Tulisan ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama membahas tentang hubungan Islam dengan kebudayaan. Islam adalah sebuah agama yang berasal dari Allah swt. dan diajarkan oleh Rasul-Nya Muhammad saw. serta ajarannya telah final (tidak ada penambahan dan pengurangan). Sementara kebudayaan adalah keseluruhan produk yang dihasilkan oleh manusia, baik dalam wujud cultural ideas, cultural activities, maupun cultural artifacts. Bagian kedua dari tulisan ini akan membahas tentang kesesuaian ajaran Islam yang berkaitan dengan kepariwisataan. Kebudayaan merupakan faktor penting dalam kepariwisataan. Setiap perbincangan tentang kepariwisataan, perbincangan ini tidak terlepas dari aspek budaya masyarakat setempat. Karenanya, bagian kedua tulisan ini membahas tentang korelasi Islam dan budaya Aceh terhadap program pengembangan kepariwisataan di Aceh.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) BERBASIS BUDAYA ACEH PADA SISWA KELAS II SD 54 BANDA ACEH Usman -
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini maksudkan untuk mendeskripsikan keefektifan penerapan pembelajaran matematika realistik (PMR) berbasis budaya Aceh pada materi pengukuran di kelas II SD Negeri 54 Banda Aceh. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIA SD Negeri 54 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas siswa (LPAS), lembar pengamatan kemampuan guru (LPKG), dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Kriteria keefektifan PMR berbasis budaya Aceh yaitu hasil belajar siswa tuntas, aktivitas siswa selama pembelajaran efektif, kemampuan guru mengelola pembelajaran efektif, dan respon siswa terhadap pembelajaran positif. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian diperoleh pembelajaran matematika realistik (PMR) berbasis budaya Aceh efektif untuk mengajarkan materi pengukuran di kelas II SD Negeri 54 Banda Aceh.   Kata Kunci: PMR Berbasis Budaya Aceh
THE IMPLEMENTATION AND IMPACT OF E-RECRUITING WITHIN ACADEMIC CIRCLE Sayed Mahdi
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan institusi perguruan tinggI atau institusi bisnis lainyan dalam jangka panjang sangat di tentukan dengan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten.  Keunikan dari keunggulan SDM yang dipunyai organisasi merupkan fondasi utama sebuah institusi untuk memacu kinerja organisasi lebih baik secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu dikiranya di menemukan model perekrutan yang efektif sesuai dengan yang cocok dengan kultur organisasi tersebut, yang diharapkan untuk menjaring tenaga yang bernilai tambah bagi organisasi.  Oleh karena it,              E- Recruiting yang digambarkan dalam artikel adalah salah satu model yang popular yang banyak diterapkan pada banyak institusi dan publik dan swasta, di mana peneliti mengunakan survey literatur review terkini yang dikombinasikan dengan  in-depth interview dalam menggambarkan keefektifan E-Recruiting. Salah satu hasil menunjukan bahwa adanya dampak positif dari perekrutan tenaga kerja melalui internet dalam memenuhi kebutuhan perusahaan  dalam mendapatkan karyawan yang tepat dan efisien. Keywords : E-Recruiting, impact and effectiveness
KEWENANGAN PEMBENTUKAN PANITIA PENGAWAS PEMILU (PANWASLU) ACEH DITINJAU DARI ASPEK HUKUM ADMINISTRASI NEGARA Muhammad Iqbal
Mentari: Majalah Ilmiah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah dan kehidupan bangsa. Salah  satu lembaga yang terlibat dalam pemilu adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pembentukan Panwaslu Aceh tidak sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Pemilu. Keputusan Bawaslu memilki cacat hukum formal karena tidak sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Meskipun begitu Keputusan/ketetapan (beshikking) Harus dianggap sah sebelum adanya pembatalan dari lembaga negara. Ketetapan Bawaslu dianggap sah demi kepentingan umum  (doelmatigheid) Kata kunci: penetapan Bawaslu, cacat hukum formal,                     dan kepentingan umum