cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-5 TAHUN YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Septiani, Rizki; Widyaningsih, Susana; Iqomh, Muhammad Khabib Burhanuddin
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.495 KB)

Abstract

Anak pada periode pra sekolah perlu untuk mencapai tugas-tugas perkembangan mereka yang mencakup : keterampilan motorik, sosial dan bahasa. Pendidikan anak usia dini (PAUD) akan membantu pencapaian tugas-tugas perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan tingkat perkembangan anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD. Terdapat 61 anak yang tidak mengikuti PAUD dan 79 anak dari tiga sekolah PAUD di Desa Protomulyo Kabupaten Kendal. Subyek diukur menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) pada satu kali periode. Diantara mereka yang tidak mengikuti PAUD, 41% (25 anak) didiagnosis suspect, sementara 8,9% (7 anak) dari PAUD yang tidak bisa mencapai tugas perkembangan. Tujuh puluh dua anak yang telah mengikuti minimal 3 bulan program PAUD, mampu mencapai tugas-tugas perkembangan mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, ada perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD, dengan p value (p =0,000). Program  PAUD mempunyai peran yang sangat penting untuk merangsang perkembangan anak. Orangtua dapat meyediakan permainan yang mendidik di rumah dan bagi petugas kesehatan harus aktif dalam memberikan screening pengembangan menggunakan DDST II untuk semua anak di masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan anak usia dini (PAUD), perkembangan, anak pra sekolah LEVEL OF DEVELOPMENT OF 3-5 YEAR PRA SCHOOL CHILDREN WHO FOLLOWS AND DOES NOT FOLLOW EARLY CHILDREN EDUCATION ABSTRACTChildren in the pre-school period need to achieve their developmental tasks which include: motor, social and language skills. Early childhood education (PAUD) will help achieve the tasks of this development. This study aims to measure differences in the level of development of children who follow and do not participate in PAUD. There were 61 children who did not attend PAUD and 79 children from three PAUD schools in Protomulyo Village, Kendal Regency. Subjects were measured using the Denver Developmental Screening Test II (DDST II) at one time period. Among those who did not attend Early childhood education (PAUD), 41% (25 children) were diagnosed suspect, while 8.9% (7 children) of Early childhood education (PAUD) were unable to achieve developmental tasks. Seventy-two children who have participated in at least 3 months of the Early childhood education (PAUD) program are able to fully accomplish their development tasks. Therefore, there are differences in the level of development between children who follow and do not participate in PAUD, with p value (p = 0,000). The Early childhood education (PAUD) program has a very important role in stimulating children's development. Parents can provide educational games at home and health workers must be active in providing development screening using DDST II for all children in the community.  Keywords: Early childhood education (PAUD), development, pre-school children
KONSEP DIRI ANAK JALANAN USIA REMAJA DI WILAYAH SEMARANG TENGAH Kumalasari, Pangestika Putri Wahyu; Wijayanti, Diyan Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.526 KB)

Abstract

Konsep diri anak jalanan merupakan cara pandang atau persepsi mengenai dirinya dan berpengaruh ketika berhubungan dengan orang lain. Perkembangan konsep diri anak jalanan perlu untuk diketahui karena mereka memiliki kehidupan yang berbeda. Perubahan yang terjadi selama masa remaja akan mempengaruhi terbentuknya konsep diri. Penelitian yang dilakukan oleh Yudit Oktaria. K. P tahun 2007menunjukkan bahwa konsep diri yang dimiliki anak jalanan usia remaja adalah konsep diri yang negatif.Hal ini terlihat dari sebagian besar anak jalanan memandang dirinya secara negatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan gambaran konsep diri beserta komponen konsep diri anak jalanan usia remaja di Wilayah Semarang Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dengan cara konsekutif sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% anak jalanan berjenis kelamin laki-laki dengan tingkat pendidikan 72% anak jalanan lulusan sekolah dasar dan 56% nya bekerja sebagai pengamen.Komponen konsep diri 66% anak jalanan memiliki citra diri yang cukup, 77% anak jalanan dengan ideal diri cukup, 80% anak jalanan memiliki harga diri yang cukup, 67% anak jalanan memiliki peran yang cukup baik, dan 61% anak jalanan memiliki identitas diri yang cukup. Secara umum, sebagian besar anak jalanan yaitu 69% anak jalanan memiliki konsep diri yang cenderung cukup baik. Hal ini sudah menunjukkan hasil yang baik bagi anak jalanan sesuai dengan kondisi yang mereka alami. Pelayanan bagi anak jalanan perlu ditingkatkan terutama yang berkaitan dengan bimbingan atau pengasuhan yang bersifat psikologis. Selain itu anak jalanan agar dapat meningkatkan kemampuan dalam menilai diri.
Faktor Yang Mempengaruh Penurunan Kemampuan Pasien Skizofrenia Dalam Melakukan Perawatan Di Rumah Sakit Jiwa Jalil, Abdul
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.415 KB)

Abstract

Penurunan kemampuan melakukan perawatan diri sering dijumpai pada sebagian besar klien skizofrenia. Upaya mengatasi masalah keperawatan defisit perawatan diri perlu strategi khusus, karena beda pemicu pasti beda cara atau pendekatannya. Para perawat dalam mengatasi masalah defisit perawatan diri kurang memperhatikan faktor pemicunya, hal ini berdampak pada hasil yang dicapai. Tidak jarang perawat menjadi frustasi setelah beberap hari membantu klien tetapi tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri klien skizofrenia yang dirawat di RSJ Prof. Dr Soeroyo Magelang. Desain Crossectional. Sampel 284 diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan analisis Regresi logistik. Hasil penelitian: Faktor yang mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri klien skizofrenia adalah isolasi sosial (p=0,001), Waham (p=0,033), Risiko perilaku kekerasan (p=0,004), Halusinasi (p=0,006). Faktor yang paling dominan mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri adalah isolasi sosial (P=0,001) dengan OR=2,755. Penurunan kemampuan perawatan diri du mediasi oleh peningkatan level kecemasan yang menyertai, isolasi sosial, halusinasi, risiko perilaku kekerasan dan waham. Direkomendasikan perawat: mengajarkan keterampilan perawatan diri memperhatikan adanyanya masalah keperawatan lain dan melakukan upaya untuk menurunkan kecemasan sebelum mengajarkan perawatan diri.
HUBUNGAN LAMA HARI RAWAT DENGAN TANDA DAN GEJALA SERTA KEMAMPUAN PASIEN DALAM MENGONTROL HALUSINASI Rahayu, Prastiwi Puji; Utami, Retno
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.522 KB)

Abstract

Dampak adanya halusinasi dapat mengakibatkan seseorang mengalami ketidakmampuan untuk berkomunikasi atau mengenali realitas yang menimbulkan kesukaran dalam kemampuan seseorang untuk berperan sebagaimana mestinya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak bagi keluarga halusinasi sulit diterima oleh masyarakat, individu dan dipandang negatif oleh lingkungan.Mengetahui hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala serta kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi di RSJ Grhasia Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan menggunakan Desain penelitian studi korelasional (Corrrelation study). Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 45 pasien halusinasi yang ada diruang inap Rumah Sakit Jiwa Grhasia Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan adalah uji statistik menggunakan kendal Tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan lama hari rawat pasien halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan  paling banyak lebih dari 30 hari sebanyak 42 responden, tanda dan gejala pasien halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan paling banyak kategori kurang sebanyak 30 responden, dan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi Di RSJ Grhasia Yogyakarta didapatkan paling banyak  kategori cukup sebanyak 27 responden.Tidak ada  hubungan lama hari rawat dengan tanda dan gejala dilihat dari nilai p-value sebesar 0,170<0,05, dan terdapat hubungan lama hari rawat dengan kontrol halusinasi dilihat dari nilai p-value sebesar 0,030<0,05 dengan nilai keeratan hubungan 0,325 dalam kategori rendah. Bagi pimpinan RS agar memberikan pengembangan pelayanan kesehatan pada pasien dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam lama hari rawat dengan tanda dan gejala kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Alahkah baiknya ada perbandingan antara tanda dan gejala sebelum di teliti dan sesudah di teliti. Kata kunci: Lama hari rawat, tanda dan gejala, kemampuan mengontrol halusinasi THE CORRELATION BETWEEN INPATIENT DURATION, AND SIGNS, SYMPTHOMS AND PATIENT’S ABILITY TO CONTROL HALLUCINATIONS ABSTRACTHallucinations can cause disability to communicate or recognize the reality that creates difficulties to act properly in everyday life. The impact of hallucinations on the family is hard to accept by society and individuals, and it is viewed as negative thing by the environment. The study aims to identify the correlation between inpatient duration and signs, symptoms and patient's ability to control the hallucinations at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta. This study used correlational study design. This study used total sampling technique. The samples were 45 hallucination patients at impatient wards at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta. The analytical method used statistical test using Tau constraints. The results of this study indicated that based on the hallucination of inpatient duration at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta, there were 42 respondents who had 30 days of inpatient duration; there were 30 respondents of hallucination patients at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta who have signs and symptoms in low category; there were 27 respondents at Grhasia Mental Hospital of Yogyakarta who had the ability in controlling hallucinations in moderate category. There was not any correlation between inpatient duration and signs and symptoms that can be seen from the p-value of 0.170 <0.05, and there was correlation between the inpatient duration and the control of hallucinations that can be seen from the p-value of 0.030 <0.05 with the closeness value 0.325 in low category. Hospital boards are suggested to provide the development of health services to patients in improving the quality of care, especially about inpatient duration and signs and symptoms of the patient's ability to control hallucinations. Is it better to have a comparison between the signs and symptoms before and after being studied. Keywords: Inpatient Duration, signs and symptoms, ability to control hallucinations
LEVEL KECEMASAN SISWA MENJELANG UJIAN NASIONAL Casmi, Casmi; Anggraeni, Rina; Santoso, Dona Yanuar Agus
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.967 KB)

Abstract

ABSTRAKKecemasan sering terjadi pada semua orang, khususnya pada siswa sekolah ketika menjelang ujian nasional, sehingga mereka mengalami berbagai respon kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui level kecemasan pada siswa sekolah dasar ketika menjelang ujian nasional. Peneltian ini menggunakan metode peneltian deskkriptif kualitatif  dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas VI SDN 02 Bandengan Kendal.Pengumpulan data menggunakan Zung Anxiety Scale. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan inferensial statistik. Hasil penelitian menunjukkan 82,50%  responden mengalami kecemasan ringan. penelitian lebih lanjut diharapkan melengkapi dengan variabel lain seperti tingkat prestasi siswa. Kata kunci :  Kecemasan, siswa , ujian nasional LEVEL OF ANXIETY OF STUDENTS APPROACHING THE NATIONAL EXAM ABSTRACTAnxiety were often occurs in elementary school students when they have an national examination,  with various  responses.  The purpose of this study is to determine the level of anxiety in elementary school students  who facing a national examination. This study uses a qualitative descriptive research method and uses cross sectional approach. The subject of this research is the sixth grade students in SDN 02 Bandengan Kendal  Collecting data uses the Zung Anxiety Scale. Analysis of the data in this study uses inferential statistics. The results showed 82.50% respondents had a light anxiety. further research is expected to complement with other variables such as the level of student achievement. Keywords: Anxiety, students, national exam
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISA Suwanti, Suwanti; Wakhid, Abdul; Taufikurrahman, Taufikurrahman
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.352 KB)

Abstract

Kualitas hidup merupakan keadaan dimana seseorang mendapatkan kepuasan atau kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Indikator dari kualitas hidup diantaranya yaitu, dimensi kesehatan fisik, dimensi kesejahteran pisikologis, dimensi hubungan sosial, dan dimensi kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Ambarawa. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan populasi81 respondendan jumlah sampel 41 responden diambil menggunakan metode accidental sampling. Alat pengambilan data menggunakan skala kualitas hidup dari WHOQOL-BREF. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dilihat dari dimensi kesehatan fisik memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 23 orang (56,1%). Dimensi kesehatan psikologi memiliki kualitas hidup buruk, yaitu sebanyak 24 orang (58,5%). Dimensi hubungan sosial memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 21 orang (51, 2%). Dimensi lingkungan memiliki kualitas hidup baik, yaitu sebanyak 22 orang (53,7. Gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 25 orang (61,0%), sedangkan 16 orang responden (39, 0%) memiliki kualitas hidupbaik. Keluarga lebih mengetahui pentingnya dukungan dan motivasi keluarga maupun kerabat selama terapi hemodialisa sehingga dapat meningkatkan harapan dan kualitas hidup pasien yang lebih tinggi. Kata kunci: kualitas hidup, gagal ginjal kronik, hemodialisa DESCRIPTION OF LIFE QUALITY OF THE PATIENTS SUFFERING FROM CHRONIC RENAL FAILURE WHO WENT UNDERHEMODIALYSIS ABSTRACTQuality of life is a codition where a person gainssatisfaction or enjoyment in everyday life. The indicators of the quality of life, are dimension of physical health, dimension of psychological, social dimension, dimension of environmental health. The aim of the study to knowthe description of life quality of the patients suffering from chronic renal failure who went underhemodialysis inAmbarawa General Hospital. Method of the study used a descriptive method with population 81 respondent and 41 respondents as the samples taken by using accidental sampling method. The data collecting tool used the life quality scale of WHOQOL-BREF. Data analysis used SPSS version 23. 0. Finding of the study the description of the quality of life of patients with chronic renal failure seen from the physical health dimension had a poor quality of life, as many as 23 people (56.1%). Thedimension of psychology health had a poor quality of life, namely as many as 24 people (58.5%). The dimensions of social relations have a good quality of life, as many at 21 people (51.2%). The environmental dimension has a good quality of life, as many at 22 people (53.7%). The description of the quality of life of patients suffering from chronic renal failure undergoing hemodialysis have a poor quality of life of 25 people (61.0%). It is hoped that the family will be more aware about the importance of family support and motivation during hemodialyisistherapy so that it can improve the quality of life for the patients. Keywords: Quality of life, chronic renal failure, hemodialysis
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Indrawati, Putu Ari; Sulistiowati, Ni Made Dian; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB)

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
PERILAKU BULLYING SISWA USIA 10-12 TAHUN Wakhid, Abdul; Andriani, Nila Sari; Saparwati, Mona
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.13 KB)

Abstract

Bullying merupakan penyalahgunaan kekuatan yang menyebabkan ketidakbahagiaan pada anak sehingga anak tidak dapat mencapai potensinya secara penuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku bullying siswa usia 10-12 Tahun di Ungaran. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan survei. Populasi penelitian ini adalah siswa usia 10-12 tahun di Ungaran, yaitu sebanyak 117 siswa dengan sampel adalah 91 siswa menggunakan teknik proportional random sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan siswa usia 10-12 tahun sebagian besar tidak mengalami perilaku bullying (68,1%). Sebaiknya anak sekolah usia 10-12 tahun meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik. Kata Kunci: Perilaku Bullying, Siswa, Usia 10-12 Tahun THE BULLYING BEHAVIOR AND SOCIAL INTERACTION CAPABILITIES OF STUDENTS AGED 10-12 YEAR SOLD ABSTRACTBullying is an abuse of power that leads to unhappiness in children so that children can not reach their full potential. The purpose of this study was to describe bullying behaviorand social interaction capabilities of students aged 10-12 year sold in Ungaran. The study design was descriptive analytic with survey approach. This study population was the student saged 10-12 year sold in Ungaran, as many as 117 people where the samples were 91 students using proportionate random sampling technique. Data collecting tool used questionnaires. Analysis of the data used the frequency distribution.The results showed that students aged 10-12 years were mostly in the category of not bullying (68.1%). We recommend that school children aged 10-12 should improve mutual respect and appreciating so that the learning process can run well. Keywords           : Bullying Behavior, Students Aged  10-12 Years Old. 
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN BEBAN KERJA GURU DI SEKOLAH LUAR BIASA Muhbar, Fandi; Rochmawati, Dwi Heppy
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 5, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.028 KB)

Abstract

Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang bisa mempengaruhi emosi seseorang, proses berpikir, khawatir, gelisah dan takut. Stres dapat terjadi pada siapa pun dan di mana pun, termaksud pada guru yang berada di SLB. Setiap guru mengalami stres dari berbagai macam sumber seperti beban kerja yang terlalu berat, sampai dengan kondisi kerja yang tidak memuaskan. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Jumlah responden sebanyak 30 orang dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan uji spearman. Penelitian dengan jumlah responden 30 guru di dapatkan hasil hubungan antara tingakat stres dengan beban kerja guru SLB, diperoleh significancy 0,044 (p value<0,05). Diharapkan ada upaya yang dapat diberikan untuk mengurangi tingkat stres dan beban kerja guru tersebut. Kata kunci: Tingkat stres, Beban kerja, SLB THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL STRESS WITH WORKLOAD OF TEACHERS IN EXTRAORDINARY SCHOOL ABSTRACTStress is a condition of tension that can make a person's emotions, thought process,worry, anxiety and fear. Stress can happen to anyone and anywhere, including on teachers in extraordinary schools.Every teacher under stress from a variety of sources such as the workload is too heavy, to the working conditions unsatisfactory. This is an analytical observational study with cross sectional design. The data were collected using questionnaire and interview. There were 30 respondents obtained using total sampling technique. The obtained data were analyzed statistically using Spearman correlational test. The research with respondents 30 teachers obtained the relationship between stress levels with the workload of teachers in extraordinary school obtained significant 0,44 (p value<0,05. Expected efforts can be given to reduce the stress level and the workload of the teacher. Keywords: Stress levels, workload, extraordinary schools
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING Anggoro, Wisnu Tri; Aeni, Qurrotul; Istioningsih, Istioningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.008 KB)

Abstract

Perilaku caring perawat penting dalam melakukan asuhan keperawatan, karena perawat  tidak hanya dituntut untuk melakukan skill atau keterampilan dan pengetahuan saja. Perilaku caring perawat kepada pasien berdampak besar bagi layanan rumah sakit karena akan menimbulkan kepuasan pasien. Caring pada dasarnya perilaku perawat yang dipengaruhi oleh karakteristik perawat. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat dengan perilaku caring perawat di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desainkorelasional dengan pendekatancross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan Proportionate Stratified Random Sampling  sebanyak132 perawat di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Alat penelitian menggunakan kuesionerkarakteristik danCaring Behavior Investment (CBI) Questionnaire yang dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara umur (pvalue= 0,000), dan masa kerja (pvalue= 0,001) dengan perilaku caring perawat, sedangkan jenis kelamin (pvalue= 0,107), pendidikan (pvalue= 0,055), dan status pernikahan (pvalue= 0,117) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Usia yang lebih dewasa dan semakin lama masa kerja perawat maka semakin baik perilaku caring perawat, sedangkan jenis kelamin, pendidikan, dan status pernikahan tidak membedakan perilaku caring perawat. Peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan faktor internal dan eksternal perawat. Kata kunci: Karakteristik Perawat, Perilaku Caring RELATIONSHIP OF CARE CHARACTERISTICS WITH CARING BEHAVIOR ABSTRACTNurses caring behavior important in nursing care, as nurses are not only required to perform the skill or skills and knowledge alone. The behavior of the nurses caring for patients with major implications for hospital services because it will cause the patient satisfaction. Caring nurse whose behavior is basically influenced by the characteristics of nurses. The purpose of this study to determine the characteristics of the relationship with the nurse caring behaviors of nurses in hospitals Dr. H. Soewondo Kendal. This study uses a correlational design with cross sectional approach. The sample in this study were taken by using Proportionate Stratified Random Sampling 132 nurses at the Hospital Dr. H. Soewondo Kendal. Research tool questionnaire characteristics and Caring Behavior Investment (CBI) Questionnaire were analyzed by univariate and bivariate using chi square test. The results showed no significant relationship between age (pvalue= 0.000), and the work period (pvalue = 0.001) with the nurse caring behaviors, whereas gender (pvalue = 0.107), education (pvalue = 0.055), and marital status (pvalue = 0.117) did not show a significant relationship. The more mature age and the longer the nurse's working period the better the caring behavior of the nurse, while the sex, education, and marital status do not distinguish the caring behavior of the nurse. The researcher is then expected to develop internal and external factors of the nurse. Keywords: Characteristics of Nurses, Caring Behaviors

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue