cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Penurunan Tingkat Depresi pada Pasien dengan Intervensi Minfulness Spiritual Islam Asiah, Asiah; Dwidiyanti, Meidiana; Wijayanti, Diyan Yuli
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 7, No 3 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.237 KB) | DOI: 10.26714/jkj.7.3.2019.267-274

Abstract

Gangguan depresi salah satu masalah kejiwaan yang sering ditemukan, menyebabkan gangguan kualitas hidup yang berat hingga dapat membuat penderitanya melakukan percobaan bunuh diri.Intervensi mindfulness spiritual islam merupakan suatu latihan yang melibatkan Allah SWT dalam setiap proses dengan tujuan membantu individu untuk secara sadar memahami kondisi atau pengalaman yang dihadapi bukan sebagai kebetulan tetapi peristiwa dibuat oleh Allah SWT. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh mindfulness spiritual islam terhadap tingkat depresi pada pasien di RSJ. Quasi experimental with control group pre test -post testdesign. Populasi 195, purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi, jumlah sampel 50 responden. Pengukuran tingkat depresi dengan BDI, Kelompok Intervensi menggunakan SOP mindfulness spiritual islam sebanyak 6 kali. Analisa bivariate menggunakan uji statistik Mann Witney U Test. Pada uji Mann-Whitney Test terdapat perbedaan tingkat depresi sesudah diberikan intervensi (p = 0,000 < 0,05), sehingga ada pengaruh intervensi Mindfulness dalam menurunkan tingkat depresi pada pasien diRSJ. Kata kunci: mindfulness spiritual islam, depresi REDUCE DEPRESSION LEVEL IN PATIENTS  WITH ISLAMIC SPIRITUAL MINFULNESS INTERVENTION ABSTRACTDepressive disorder is one of the psychiatric problems that is often found, causing severe quality of life disorders that can make sufferers carry out suicide attempts. Islamic spiritual mindfulness interventions are exercises that involve Allah SWT in every process intending to help individuals to consciously understand the conditions or experiences encountered not as coincidences but events created by Allah SWT. The purpose of this study was to analyze the influence of Islamic spiritual mindfulness on the level of depression in patients at the Mental Hospital. Quasi-experimental with control group pre-post test design. Population 195, purposive sampling with inclusion and exclusion criteria, sample of 50 respondents. Measuring the level of depression using the BDI questionnaire, the Intervention Group used the Standard Operating Procedure of Islamic spiritual mindfulness 6 times. Research at Dr. Amino Gondohutomo Mental Hospital, Central Java Province in 2019. The results of the study were analyzed using the Mann-Whitney test, there were differences in the degree of depression after being given an intervention (p = 0,000 <0.05), there was an influence of the Mindfulness intervention in reducing the level of depression in patients at the Mental Hospital. Keywords: islamic spiritual mindfulness, depression
Pelaksanaan Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga terhadap Ansietas pada Klien Penyakit Kronik dengan Pendekatan Model Konsep Adaptasi Roy Widuri, Endang; Keliat, Budi Anna; Daulima, Novi Helena Catharina
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.953 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.1.2015.1-5

Abstract

Ansietas merupakan salah satu dampak yang sering ditemukan pada klien dengan penyakit kronik. Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ini adalah diketahui hasil penerapan Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga pada klien ansietas menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy. Tindakan keperawatan ansietas pada penyakit kronik berupa tindakan generalis klien dan keluarga serta terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga diberikan terhadap 12 responden pada kelompok pertama menunjukan hasil dampak penurunan tanda dan gejala dan peningkatan kemampuan yang lebih besar 78,02% dibandingkan pada 9 responden pada kelompok kedua yang diberikan tindakan keperawatan generalis klien dan keluarga serta terapi kognitif saja sebesar 71,05%. Hasil karya ilmiah ini direkomendasikan pada klien ansietas di Rumah Sakit Umum.
Hubungan Keberadaan Pasangan Hidup dengan Harga Diri pada Lansia Nauli, 1Fathra Annis; Ismalinda, Wan; Dewi, Ari Pristiana
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.118 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.24-30

Abstract

Aspek sosial merupakan aspek yang mengalami perubahan cukup signifikan pada masa lansia. Perubahan sosial yang terjadi dan dapat berpengaruh dalam kesejahteraan sosial lansia pada masa tuanya adalah keberadaan pasangan hidup. Keberadaan pasangan hidup didefinisikan sebagai ada atau tidaknya pasangan hidup (karena bercerai, meninggal, maupun tidak pernah menikah). Pasangan hidup memiliki fungsi sebagai supporting dalam berbagai hal misalnya emosi, problem solving, keuangan, maupun pengasuhan (Carstensen, Gilford, dalam Papalia, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara keberadaan pasangan hidup dengan harga diri pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster sampling dengan total sampling sebanyak 121 orang lansia yang berada di Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner harga diri yang dikembangkan oleh Ronsenberg (1995) yaitu Rosenberg Self Esteem Scale. Analisa yang dilakukan adalah analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian tentang harga diri menunjukkan bahwa sebagian besar lansia yang mempunyai pasangan hidup 61 orang (92,4%) mempunyai harga diri tinggi dan yang tidak mempunyai pasangan hidup 54 orang (81,8%) sama-sama mempunyai harga diri yang tinggi. Dari hasil uji statistik (Chisquare) dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan keberadaan pasangan hidup dengan harga diri pada lansia (p 0,137 > α 0,05). Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada keluarga lansia agar dapat memberikan dukungan agar lansia dapat meningkatkan harga dirinya untuk tercapai integritas diri pada lansia.
TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-5 TAHUN YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Septiani, Rizki; Widyaningsih, Susana; Iqomh, Muhammad Khabib Burhanuddin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.495 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.2.2016.114-125

Abstract

Anak pada periode pra sekolah perlu untuk mencapai tugas-tugas perkembangan mereka yang mencakup : keterampilan motorik, sosial dan bahasa. Pendidikan anak usia dini (PAUD) akan membantu pencapaian tugas-tugas perkembangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan tingkat perkembangan anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD. Terdapat 61 anak yang tidak mengikuti PAUD dan 79 anak dari tiga sekolah PAUD di Desa Protomulyo Kabupaten Kendal. Subyek diukur menggunakan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) pada satu kali periode. Diantara mereka yang tidak mengikuti PAUD, 41% (25 anak) didiagnosis suspect, sementara 8,9% (7 anak) dari PAUD yang tidak bisa mencapai tugas perkembangan. Tujuh puluh dua anak yang telah mengikuti minimal 3 bulan program PAUD, mampu mencapai tugas-tugas perkembangan mereka sepenuhnya. Oleh karena itu, ada perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak yang mengikuti dan tidak mengikuti PAUD, dengan p value (p =0,000). Program  PAUD mempunyai peran yang sangat penting untuk merangsang perkembangan anak. Orangtua dapat meyediakan permainan yang mendidik di rumah dan bagi petugas kesehatan harus aktif dalam memberikan screening pengembangan menggunakan DDST II untuk semua anak di masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan anak usia dini (PAUD), perkembangan, anak pra sekolah LEVEL OF DEVELOPMENT OF 3-5 YEAR PRA SCHOOL CHILDREN WHO FOLLOWS AND DOES NOT FOLLOW EARLY CHILDREN EDUCATION ABSTRACTChildren in the pre-school period need to achieve their developmental tasks which include: motor, social and language skills. Early childhood education (PAUD) will help achieve the tasks of this development. This study aims to measure differences in the level of development of children who follow and do not participate in PAUD. There were 61 children who did not attend PAUD and 79 children from three PAUD schools in Protomulyo Village, Kendal Regency. Subjects were measured using the Denver Developmental Screening Test II (DDST II) at one time period. Among those who did not attend Early childhood education (PAUD), 41% (25 children) were diagnosed suspect, while 8.9% (7 children) of Early childhood education (PAUD) were unable to achieve developmental tasks. Seventy-two children who have participated in at least 3 months of the Early childhood education (PAUD) program are able to fully accomplish their development tasks. Therefore, there are differences in the level of development between children who follow and do not participate in PAUD, with p value (p = 0,000). The Early childhood education (PAUD) program has a very important role in stimulating children's development. Parents can provide educational games at home and health workers must be active in providing development screening using DDST II for all children in the community.  Keywords: Early childhood education (PAUD), development, pre-school children
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN KELUARGA MENCEGAH KEKAMBUHAN PERILAKU KEKERASAN PASIEN PASCA HOSPITALISASI RSJ Emi Wuri Wuryaningsih; Achir Yani S. Hamid; Novy Helena C.D
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 2 (2013): November 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.47 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.2.2013.%p

Abstract

erilaku kekerasan merupakan masalah yang sering muncul pada pasien gangguan jiwa berat termasuk skizofrenia. Alasan keluarga membawa pasien ke RSJ adalah ketidakmampuan mengatasi perilaku kekerasan pasien di rumah. Keluarga berusaha mencegah kekambuhan perilaku kekerasan pasien pasca rawat inap karena perilaku kekerasan menimbulkan beban bagi keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman keluarga mencegah kekambuhan pasien dengan riwayat risiko perilaku kekerasan pasca rawat inap di RSJ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologideskriptif. Sampel penelitian berjumlah 8 partisipan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian yaitu terdapat 5 tema yang menggambarkan pengalaman keluarga tersebut yaitu: 1) pengetahuan keluarga terhadap adanya riwayat perilaku kekerasan; 2) kepekaan keluarga terhadap pencetus kekambuhan, 3) cara pengendalian pasien untuk mencegah kekambuhan; 4) kepedulian keluarga sebagai upaya pencegah kekambuhan, 5) kepasrahan dalammenerima kondisi pasien. Perawat jiwa dapat memberikan pendidikan kesehatan pencegahan dan manajemen perilaku kekerasan kepada pasien dan keluarga. Pelatihan perawat tentang terapi supportif sehingga dapat memfasilitasi terapi supportif pada pasien dan keluarga.
Gambaran Self-Efficacy Ibu dengan Anak yang sedang menjalani Pengobatan Tuberkulosis di Poliklinik Spesialis Anak Rsud Cibabat Cimahi Nabilah, Nabilah; Mardhiyah, Ai; Widianti, Efri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.452 KB) | DOI: 10.26714/jkj.4.1.2016.21-30

Abstract

Introduction: One of important thing of treatment on children tuberculosis is a parent’s existence as a taking medicine guard (PMO) with their roles and tasks. Therefore, it’s important that PMO has a good self-efficacy. The purpose of this research is to describe self-efficacy of mother with children in tuberculosis treatment at paediatric’s polyclinic of RSUD Cibabat Cimahi. Method: The research used descriptive quantitative method with purposive sampling and involving 84 mothers as participant. The data was collected by using closed questionnaire based on self-efficacy theory from Albert Bandura. Results: The result showed that several of participant have a low self-efficacy (53,6%) and the other have a high self-efficacy (46,4%). The result of this research give suggestion to the hospital for creating an appropriate program with phsycosocial approachement , and for nurses, it can be a suggestion that the nurses must give a comprehensive and holistic nursing intervention then doing an accurate nursing intervention, from assessment until the interventions.
Faktor Yang Mempengaruh Penurunan Kemampuan Pasien Skizofrenia Dalam Melakukan Perawatan Di Rumah Sakit Jiwa Jalil, Abdul
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.415 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.70-77

Abstract

Penurunan kemampuan melakukan perawatan diri sering dijumpai pada sebagian besar klien skizofrenia. Upaya mengatasi masalah keperawatan defisit perawatan diri perlu strategi khusus, karena beda pemicu pasti beda cara atau pendekatannya. Para perawat dalam mengatasi masalah defisit perawatan diri kurang memperhatikan faktor pemicunya, hal ini berdampak pada hasil yang dicapai. Tidak jarang perawat menjadi frustasi setelah beberap hari membantu klien tetapi tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri klien skizofrenia yang dirawat di RSJ Prof. Dr Soeroyo Magelang. Desain Crossectional. Sampel 284 diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis data dengan analisis Regresi logistik. Hasil penelitian: Faktor yang mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri klien skizofrenia adalah isolasi sosial (p=0,001), Waham (p=0,033), Risiko perilaku kekerasan (p=0,004), Halusinasi (p=0,006). Faktor yang paling dominan mempengaruhi penurunan kemampuan perawatan diri adalah isolasi sosial (P=0,001) dengan OR=2,755. Penurunan kemampuan perawatan diri du mediasi oleh peningkatan level kecemasan yang menyertai, isolasi sosial, halusinasi, risiko perilaku kekerasan dan waham. Direkomendasikan perawat: mengajarkan keterampilan perawatan diri memperhatikan adanyanya masalah keperawatan lain dan melakukan upaya untuk menurunkan kecemasan sebelum mengajarkan perawatan diri.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KECEMASAN LANSIA YANG TINGGAL DI BALAI REHABILITASI SOSIAL “MANDIRI” PUCANG GADING SEMARANG Siti Azizah; Puji Lestari; Liya Novitasari
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.589 KB) | DOI: 10.26714/jkj.1.1.2013.%p

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan lansia yang terjadi secara terus-menerus dalam waktu lama, dapat menyebabkan kelelahan yang sangat berat bahkan kematian.  Penurunan derajat kecemasan pada lansia dapat dilakukan dengan psikoterapi. Salah satunya yaitu menggunakan komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik memiliki empat fase yaitu prainteraksi, orientasi, kerja dan fase terminasi. Serta sikap komunikasi terapeutik dan teknik komunikasi terapeutik yang dapat membantu penurunan derajat kecemasan lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kecemasan lanisa yang tinggal di Balai Rehabilitasi Sosial “Mandiri” PucangGading Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment. Jenis penelitian ini post test only  control group design. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang berjumlah 115 yang berada di Balai Rehabilitasi Sosial “Mandiri” Pucang Gading Semarang. Jumlah sampel sebanyak 30 responden, 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Menggunakan teknik populasi purposive sampling,alat pengambilan data menggunakan quesioner HRS-A (hamilton rating scale for anxiety). Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kecemasan post kelompok intervensi sebagian besar dalam katagori cemas ringan yaitu 10 responden (66,7%), sedangkan padapost kelompok kontrol dalam katagori cemas berat yaitu 7 responden (46,7%). Uji analisis menggunakan t-tes independen yaitu post intervensi dan post kontrol menunjukkan hasil ada pengaruh  komunikasi terapeutik terhadap kecemasan lansia yang tinggal di Balai Rehabilitasi Sosial “Mandiri”  Pucang Gading Semarang dengan (p-value 0,000 < � (0,05)). Kesimpulan Dan Saran : Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan kepada pengurus Panti untuk melakukan penerapan komunikasi terapeutik dalam penatalaksanaan keperawatan dalam menurunkan derajat kecemasan, terutama pada lansia yang tinggal  Balai Rehabilitasi. Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Kecemasan, Lansia
Perbandingan Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan Program Transfer Semester I dan Semester III dalam Mengikuti Sistem Pembelajaran Blok Ozafina Martaviani; Yufitriana Amir; Yesi Hasneli
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.1.2020.53-60

Abstract

Tingkat stres yang dialami mahasiswa keperawatan program transfer selain kuliah sambil bekerja, mahasiswa juga dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran blok yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres mahasiswa keperawatan program transfer semester I dan semester III dalam mengikuti sistem pembelajaran blok di Fakultas Keperawatan Universitas Riau dengan desain penelitian deskriptif komparatif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 81 orang yang diambil dengan mengunakan sampling jenuh.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk variabel tingkat stres yaitu Depression Anxiety Stress Scala 42 (DASS 42).Analisa yang digunakan adalah analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji man-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan umur 17-25 tahun sebanyak 54 orang (66,7%), jenis kelamin perempuan sebanyak 59 orang (72,8%) dan hampir seluruh responden tidak bekerja sebanyak 60 orang (74,1%). Hasil uji statistik diperoleh p value (0,02) < α (0,05). Hasil penelitian ini diketahui bahwa terdapat berbedaan signifikan antara tingkat stres mahasiswa program transfer semester I dan semester III dalam mengikuti sistem blok di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Kata kunci: mahasiswa, sistem blok, tingkat stres THE COMPARISONS OF STRESS LEVELS IN FIRST AND THIRD SEMESTER STUDENTS OF TRANSFER PROGRAM TAKING PART IN BLOCK LEARNING SYSTEM ABSTRACTStress levels among students of nursing department of transfer program are affected by not only having to work while studying but also adapting with block learning system that is used for their learning process. This study aimed at determining the comparisons of stress levels in first and third semester students taking part in block learning system at Nursing Faculty of University of Riau. It was a quantitative study using descriptive comparative design with cross sectional approach. A total sample of 81 participants for this study was selected using saturated sampling technique. The research instrument was questionnaire, with Depression Anxiety Stress Scala 42(DASS 42) applied to determine stress level variables. The univariate analysis was employed to determine frequency distribution, while the bivariate analysis used Mann Whitney test. The result depicted that 54 respondents (66.7%) were the age of 17-25, while 59 respondents (72.8%) were female, and almost all of the respondents 60 individuals, (74.1%) were not student-workers. The statistic test results showed that the p value was of (0.02) <α (0.05).The result that there were significant differences in stress levels between the first and third semester students taking part in block learning system at Nursing Faculty of University of Riau. Keywords: block curriculum system, stress levels, university students
Pengalaman Perawat Unit Perawatan Intensif Psikiatri dalam Merawat Klien dengan Risiko Bunuh Diri Khusnul Aini; Mariyati Mariyati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.8.1.2020.89-96

Abstract

Pasien gangguan jiwa berat memiliki risiko bunuh diri sebesar 90%. Membutuhkan kesiapan tenaga kesehatan jiwa, khususnya perawat yang memiliki waktu paling banyak dengan pasien, untuk memberikan manajemen asuhan yang tangkas, cermat dan professional di ruang akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perawat unit perawatan intensif psikiatri dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien gangguan jiwa dengan risiko bunuh diri. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan indepth interview pada 5 orang perawat di ruang Unit Perawatan Intensif Psikiatri (UPIP) RSJ dr. Amino Gondohutomo Semarang, pada bulan November-Desember 2018. Hasil penelitian ini menguraikan tentang  pengalaman perawat unit perawatan intensif psikiatri dalam merawat pasien dengan risiko bunuh diri. Penelitian ini menghasilkan 5 tema, yaitu:  1)Persepsi terhadap fenomena bunuh diri pada pasien gangguan jiwa, 2)Intervensi krisis pada pasien dengan risiko bunuh diri 3)Motivasi yang diberikan pada pasien dengan risiko bunuh diri, 4)Melibatkan keluarga dalam perawatan pasien dengan risiko bunuh diri, 5)Kendala dalam merawat pasien dengan risiko bunuh diri. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan keperawatan pada pasien dengan risiko bunuh diri di ruang unit perawatan intensif psikiatri. Kata kunci: perawat, unit perawatan intensif psikiatri,  risiko bunuh diri THE EXPERIENCE OF PSYCHIATRIC INTENSIVE CARE UNIT NURSES FOR CARING CLIENTS WITH SUICIDE RISK  ABSTRACTSevere mental patients have a suicide risk of 90%. Requires readiness of mental health personnel, especially nurses who have the most time with patients, to provide competent, careful and professional care management in the acute space.This study aims to determine experience of psychiatric intensive care unit nurses in providing nursing care to mental patients with suicide risk.The research method used qualitative with a phenomenological approach by conducting in-depth interviews of 5 nurses in the Psychiatric Intensive Care Unit (UPIP) at dr. Amino Gondohutomo hospital on November until December 2018. The results of this study described the experience of psychiatric intensive care nurses in caring patients at risk of suicide.The number of participants in this study were 5 nurses in psychiatric intensive care unit with 2 until 8 years experiences.This study resulted in five themes: 1) The perception of the phenomenon of suicide in patients with mental disorders, 2) Crisis intervention in patients at risk of suicide 3) Motivation given to patients at risk of suicide, 4) Involve the family in the care of patients withsuicide risk, 5) Constraints in treating patients at risk of suicide. From the results of this study are expected to improve nursing care in patients at risk of suicide in the psychiatric intensive care unit. Keywords: nurses, psychiatric intensive care unit, risk of suicide

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue