cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
jurkep.jiwa@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
jurkep.jiwa@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Nursing and Health Sciences | University of Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmundu Raya No. 18 Semarang Gedung NRC University of Muhammadiyah Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ISSN : 23382090     EISSN : 26558106     DOI : 10.26714/jkj
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan Jiwa publishes articles in the scope of mental nursing broadly but is limited, especially in the field of mental nursing in healthy groups, risks, and disorders. Articles must be the result of research, case studies, results of literature studies, scientific concepts, knowledge and technology that are innovative and renewed within the scope of mental nursing science both on a national and international scale.
Articles 819 Documents
Gambaran Pola Makan Ibu Hamil Rotua Sumihar Sitorus; Eva Latifah Nurhayati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.121-126

Abstract

Angka kesakitan dan kematian masa kehamilan salah satunya disebabkan pola makan kurang baik. Keluarga terutama ibu harus memahami dan mengkonsumsi berbagai jenis dan frekuensi makanan mengandung gizi baik dengan harga tidak perlu mahal dan mudah diperoleh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis dan frekuensi pola makan. Jenis penelitian deskriptif. Populasi adalah ibu hamil 40 orang (termasuk menderita Kekurangan Energi Kronis) di Desa Lama wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu dilakukan Juli-Agustus 2019. Temuan bahwa jenis makanan pokok yang sering dikonsumsi sehari-hari adalah beras 100%. Jenis makanan hewani yang dikonsumsi adalah ikan dencis sebesar 55%, disusul ikan kembung 52,5% dan telur 47,5%. Jenis nabati, bayam 42,5% dan kacang panjang 40%. Jenis minuman teh manis 40% dan makanan ringan lainnya kerupuk 40% dan bubur 32,5%. Frekuensi makanan yang dikonsumsi 1-3 kali per hari pada makanan pokok beras adalah 92,5%, telur 40% dan ayam diikuti 27,5%. Sedangkan ikan gurame dan nila jarang dikonsumsi atau 1-3x per bulan dengan proporsi 22,5% karena harganya cukup mahal. Jenis sawi dan kacang panjang dengan proporsi 22,5% dan buah yang dikonsumsi dengan frekuensi 1-3x per minggu sebanyak 32,5% jeruk. Simpulan jenis makanan sehari-hari nasi, ikan dencis, ikan gembung dan telur, bayam, kacang panjang, teh manis dan makanan selingan kerupuk dan bubur. Frekuensi makanan 1-3 kali per hari nasi  telur, ayam, sawi dan kacang panjang dan frekuensi 1-3x per minggu jeruk.
Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pada Masyarakat Selama Pandemi Covid-19 Triyana Harlia Putri; Zahwa Randa Salsabila
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.729-738

Abstract

COVID-19 menjadi berita yang mengkhawatirkan bagi seluruh negara di dunia. Dalam pengendaliannya pemerintah mengambil serangkaian tindakan yang termasuk penguncian. Sebagian besar negara yang terkena dampak dan berjuang dengan penyebaran pandemi COVID-19 dan memengaruhi kualitas hidup selama masa pandemi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor sosiodemografis dengan kualitas hidup masyarakat selama pandemi COVID-19. Penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional-Online. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner sosiodemografis dan WHOQOL pada 384 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Untuk menguji korelasi digunakan uji Chi-Square. Hasil studi menunjukan kualitas hidup masyarakat baik 249 (64,8%), dengan uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor sosiodemografis termasuk usia, gender, agama, suku, pekerjaan dan pendidikan dengan kualitas hidup masyarakat.
Gambaran Kecenderungan Cabin Fever pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Aulia Sugianti; Efri Widianti; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.29-36

Abstract

Pandemi COVID-19 mengakibatkan mahasiswa harus membatasi kegiatan di luar rumah dan melakukan pembelajaran secara daring. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya perasaan negatif karena terlalu lama berada di dalam bangunan yang disebut dengan cabin fever. Cabin fever dapat berakibat negatif pada tugas perkembangan dan peran mahasiswa saat ini yang nantinya akan menjadi perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecenderungan cabin fever pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020 (N=850). Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dan response rate (70.35%). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Cabin Fever Scale yang terdiri dari 10 pertanyaan dan dibagikan secara online. Uji validitas telah dilakukan menggunakan face validity. Uji reliabilitas pada instrumen asli memiliki nilai Cronbach alpha 0.908 (gejala emosional) dan 0.768 (gejala perilaku). Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan mencari nilai mean, minimum, maksimum, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor cabin fever scale pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran adalah (15±5.26453), yang artinya tingkat cabin fever Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran cenderung tinggi.
Genetika terhadap Penyakit Bipolar Raden Ajeng Aprida Putri Kumala Ayu
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.911-918

Abstract

Gangguan mood yang paling umum adalah gangguan depresi mayor dan gangguan bipolar. Patofisiologi gangguan bipolar bersifat kompleks, multifaktorial, dan tidak sepenuhnya dipahami. Beberapa penelitian terbaru membuka wawasan dan untuk menemukan biomarker baru untuk Gangguan Bipolar. Sebaliknya, biomarker baru memfasilitasi tidak hanya diagnosis gangguan dan pemantauan efek biologis pengobatan, tetapi juga perumusan hipotesis baru tentang penyebab dan patofisiologi Gangguan Bipolar. Gangguan Bipolar ditandai oleh beberapa asosiasi antara perkembangan otak yang terganggu, neuroplastisitas, dan kronobiologi, yang disebabkan oleh: faktor genetik dan lingkungan; gangguan pada apoptosis, inflamasi imun, neurotransmitter, neurotropin, dan jalur pensinyalan kalsium; stres oksidatif dan nitrosatif; bioenergi seluler; dan transportasi membran atau vesikular. Penelitian gangguan bipolar saat ini dikaji, termasuk proses patofisiologis terkait dan biomarker kunci, yang telah dikaitkan dengan perubahan genetika. Penyakit Bipolar dinilai dapat membahayakan jiwa sehingga pengobatan yang tepat dapat berhasil jika diagnosis yang dibuat tepat dan pengobatan dimulai sejak dini. Akibatnya, upaya besar telah dilakukan. Tinjauan pustaka ini membahas peran genetika terhadap penyakit bipolar dengan cara mengidentifikasi faktor risiko genetik atau biomarker yang akan mengidentifikasi individu yang berisiko. Didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan genetika, struktur, fungsi, fisiologi, dan neurokimia otak pada gangguan Bipolar, terutama perubahan neuroplastisitas, peradangan saraf, jalur pensinyalan intraseluler, bioenergi, stres oksidatif dan nitrosatif, apoptosis dan proteolisis, pensinyalan kalsium, dan transportasi membran atau vesikular dan diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan potensi genetika dalam hubungannya dengan bipolar.
Efektivitas Coaching Handover dengan Teknik Komunikasi SBAR sebagai Metode Meningkatkan Pasien Safety pada Perawat Herni Sulastien; Siti Zuraida Muhsinin; Putu Widhi Sudariani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.803-808

Abstract

Perawat diharapkan mampu melakukan komunikasi efektif dalam pemberian asuhan keperawatan. Salah satu bentuk komunikasi tersebut adalah hand-over. Dampak apabila tidak diterapkan Teknik komunikasi saat hand-over akan terjadi insiden patient safety. Penyampaian hand-over bisa dilakukan dengan metode SBAR. Sehingga, penting seorang Perawat memperoleh metode tersebut dengan diberikan coaching. Coaching merupakan metode bimbingan yang diberikan untuk mencapai kinerja terbaik. Tujuan penelitian ini Teknik komunikasi Hand-over menggunakan SBAR akan mendukung patient-safety. Polusi seluruh Perawat Pelaksana di RSUD Kota Matarm dengan sampel 22 Perawat Pelaksana diruang rawat inap. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dan termasuk penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan pre test post test with control group. Data dikumpulkan dengan responden diberikan kuesioner pre dan post dilakukan intervensi. Kemudian dilakukan uji statistic dengan uji Wilcoxon untuk melihat efektifitas coaching handover dengan teknik komunikasi SBAR didapatkan p Value : 0.003, artinya coaching handover dengan teknik komunikasi SBAR efektif untuk peningkatan patient safety pada perawat.
Media Edukasi Flashcard dan Audio Visual Kesehatan Reproduksi pada Anak Disabilitas Intelektual Fathimah Kelrey; Kusbaryanto Kusbaryanto
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 9, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.9.4.2021.833-842

Abstract

Ketidakmampuan atau keterbatasan kecerdasan pada anak tunagrahita membuat mereka rentan terhadap masalah, termasuk masalah kesehatan reproduksi yang meliputi kecemasan saat pubertas dan pelecehan/kekerasan seksual. Salah satu upaya penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi melalui flashcard dan media edukatif audio visual. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi dengan media flashcard dan audio visual dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tunagrahita.Metode yang digunakan adalah pre-experiment dengan pendekatan pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi, kartu flashcard dan media audio visual. Analisa data menggunakan uji wilcoxon, mann whitney-U, nilai delta. Kegiatan ini dilakukan pada anak tunagrahita di SLB Bangun Putra Kasihan Bantul dan Rela Bhakti Gamping 1 Sleman. Sampel sebanyak 48 orang yang terdiri dari 24 kelompok flashcard dan 24 kelompok audio visual. Hasil analisa menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi dengan menggunakan media flashcard nilai p value flashcard 0,00 < 0,05 dan nilai p value audio visual 0,00 < 0,05. Nilai delta atau nilai selisih pada kelompok intervensi media flashcard pengetahuan = 33,48 dan sikap 30,15 sedangkan pada kelompok media audio visual untuk pengetahuan 15,52 dan sikap 18,85. Kesimpulan yang didapat yaitu Pendidikan kesehatan reproduksi dengan media flashcard lebih berpengaruh dibandingkan dengan media audio visual dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap anak tunagrahita.
Faktor Risiko Angka Kejadian Depresi dan Kecemasan pada Caregiver Anak dengan Disabilitas Intelektual Alfadea Irbah Allizaputri; Bintang Arroyantri Prananjaya; Puji Rizki Suryani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.163-172

Abstract

Caregiver anak dengan disabilitas intelektual memiliki stressor yang lebih banyak dan berisiko mengalami terjadinya gangguan psikologi yang lebih banyak dibandingkan dengan anak normal. Gangguan psikologi yang paling banyak terjadi pada caregiver diantaranya adalah depresi dan cemas. Gangguan psikologis tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko terhadap angka kejadian depresi dan cemas pada caregiver anak dengan disabilitas intelektual di SLB-B Negeri Pembina Palembang. Penelitian dilakukan dengan desain studi analitik observasional dilakukan pada 89 orang caregiver anak dengan disabilitas intelektual menggunakan desain studi potong lintang. Depresi dan cemas diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Hasil pengumpulan data dianalisis dengan uji Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis.  Terdapat 89 orang caregiver anak dengan disabilitas intelektual di SLB-B Negeri Pembina Palembang. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 24 orang (27%) caregiver mengalami depresi ringan hingga sangat berat dan 42 orang (47,2%) caregiver mengalami cemas ringan hingga sangat berat. Jenis kelamin, status sosioekonomi, derajat disabilitas intelektual anak dan penyakit komorbiditas pada anak merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang bermakna secara statistik terhadap depresi dan cemas (p<0,05). Dapat disimpulkan beberapa faktor risiko seperti jenis kelamin, status sosioekonomi, derajat disabilitas intelektual anak dan penyakit komorbiditas pada anak memiliki pengaruh terhadap kejadian depresi dan cemas pada caregiver anak dengan disabilitas intelektual.
Fenomenologi Circle Pergaulan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Sawiji Sawiji; Gusti Abimanyu Putra; Ike Mardiati Agustin
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.81-90

Abstract

Remaja yang mampu memahami dirinya dapat dikatakan berhasil melalui tahap perkembangan yang dinamis dalam hidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa circle pergaulan teman sebaya pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Gombong. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik purposive sampling kemudian dilanjutkan dengan snow ball sampling dengan metode wawancara mendalam (indepth interview) dengan jumlah sampel dua belas mahasiswa tingkat akhir di Universitas Muhammadiyah Gombong. Hasil penelitian menyebutkan circle pergaulan teman sebaya memberikan dampak perubahan pada kehidupan mahasiswa tingkat akhir. Seorang individu dapat berfikir kritis tentang pilihan hidup dan membuat keputusan. Dengan adanya pergaulan membantu seorang mahasiswa mudah beradaptasi dengan lingkungan. Begitu juga pada usia remaja akhir hingga dewasa seorang individu mulai menginginkan adanya pengakuan diri baik dari lingkungan pergaulan. Hasil keempat menunjukkan circle pergaulan dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan potensi dengan mengikuti aktivitas kelompok pergaulannya. Hasil terakhir yang didapatkan adalah circle pergaulan menjadi penyemangat mahasiswa dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti paparkan mengenai fenomenologi circle pergaulan teman sebaya pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Muhammadiyah Gombong, peneliti menyimpulkan circle pergaulan dapat memberikan pengaruh pada seseorang dalam menentukan sebuah pilihan, beradaptasi, mencari pengakuan diri, pengembangan diri dan penyemangat hidup.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kontrol Berobat Orang Dengan Gangguan Jiwa Arya Ramadia; Ari Rahmat Aziz; Mimi Eri; Jannaim Jannaim
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.1-10

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu dari masalah kesehatan terbesar yang terjadi selain penyakit degeneratif, kanker dan kecelakaan. Salah satu faktor utama penatalaksanaan terapi penyakit gangguan jiwa adalah kepatuhan kontrol dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kontrol berobat orang dengan gangguan jiwa di UPTD Puskesmas Polak Pisang. Penelitian di lakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Polak Pisang yang terletak di Desa Simpang Kota medan kecamatan Kelayang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga orang dengan gangguan jiwa yang berjumlah 45 orang . Jumlah sampel dalam penelitian adalah 45 responden dengan teknik total sampel. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga (p-value=0,000), Jarak rumah (p-value=0,000), pengetahuan keluarga (p-value=0,014) dengan kepatuhan kontrol berobat orang dengan gangguan jiwa di UPTD puskesmas Polak Pisang. 
Terapi Bermain Lilin dan Musik terhadap Kecemasan Anak Akibat Hospitalisasi Marthalena Simamora; Adventy Riang Bevy Gulo; Jek Amidos Pardede; Raisya Aulia Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.1.2022.211-216

Abstract

Rawat inap (hospitalisasi)  merupakan situasi krisis yang dihadapi anak ketika anak dirawat di rumah sakit untuk memulihkan kesehatan anak dengan menjalani berbagai jenis perawatan seperti pemeriksaan kesehatan, pemasangan infus dan pemberian obat sampai anak dikatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, hal ini dapat mengakibatkan ketakutan dan kecemasan bagi anak serta mempengaruhi perubahan psikologis anak.  Terapi bermain lilin adalah jenis permainan keterampilan bermain yang cocok untuk anak usia pra sekolah dan dapat memberikan kesempatan anak untuk berkreasi dengan imajinasinya sendiri, yang tujuannya untuk mengalihkan perhatian anak pada permainan sehingga anak tidak fokus. terlalu banyak pada kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lilin dan terapi musik terhadap kecemasan anak prasekolah yang menjalani rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia pra sekolah pada bulan Januari-Maret 2019 dengan rata-rata 69 pasien setiap bulannya dengan sampel yang diambil sebanyak 19 responden. penelitian ini menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian ini didapatkan tingkat kecemasan anak sebelum intervensi sebesar 39,32 dan setelah intervensi sebesar 34,37 yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan anak pra sekolah setelah diberikan intervensi dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Ada pengaruh yang signifikan bermain lilin dan terapi musik terhadap kecemasan anak menjalani rawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025 Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025 Vol 12, No 4 (2024): November 2024 Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024 Vol 12, No 2 (2024): Mei 2024 Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11, No 4 (2023): November 2023 Vol 11, No 3 (2023): Agustus 2023 Vol 11, No 2 (2023): Mei 2023 Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10, No 4 (2022): November 2022 Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022 Vol 10, No 2 (2022): Mei 2022 Vol 10, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9, No 4 (2021): November 2021 Vol 9, No 3 (2021): Agustus 2021 Vol 9, No 2 (2021): Mei 2021 Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8, No 4 (2020): November 2020 Vol 8, No 3 (2020): Agustus 2020 Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020 Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020 Vol 7, No 3 (2019): November 2019 Vol 7, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 7, No 1 (2019): Mei 2019 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 2 (2018): November 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 2 (2017): November 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 5, No 1 (2017): Mei 2017 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 2 (2016): November 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 4, No 1 (2016): Mei 2016 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 2 (2015): November 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 3, No 1 (2015): Mei 2015 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 2 (2014): November 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 2 (2013): November 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 1 (2013): Mei 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan Jiwa More Issue