cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013): May" : 206 Documents clear
A STUDY ON THE USE OF CODE SWITCHING AS A COMMUNICATIVE TEACHING STRATEGY BY THE ENGLISH TEACHERS AT SMK NEGERI 2 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Dita Pratiwi; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, fungsi, dan alasan penggunaan alih kode oleh guru Bahasa Inggris kelas XI di SMK Negeri 2 Singaraja pada tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan Modified Analytic Induction sebagai rancangan peenelitiannya. Data diperoleh melalui observasi di dalam kelas saat pelajaran berlangsung. Peneliti juga melakukan wawancara bagi setiap guru Bahasa Inggris kelas XI untuk kelengkapan penelitian. Data akumulasi menunjukkan bahwa jenis alih kode yang paling dominan digunakan oleh Guru Bahasa Inggris adalah intra-sentential code switching (39,5%), kemudian yang berikutnya adalah inter-sentential code switching (36,5%), dan yang paling jarang digunakan adalah inter-personal code switching (24,0%). Fungsi dari penggunakan alih kode adalah untuk meminta informasi lebih lanjut, menekankan informasi tertentu, meminta siswa mengklarifikasi jawabannya, memberikan instruksi, memberikan penjelasan yang lebih rinci, membenarkan pemahaman siswa, mengatur giliran menjawab, membenarkan jawaban siswa, memberikan kesempatan, mengklarifikasi jawaban yang benar, memberikan pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, mengelola kelas, membuat lelucon, menanyakan hal-hal terkait materi, dan meminta pendapat. Alasan guru menggunakan alih kode adalah sebagai bahasa pengantar dan sebagai strategi pengajaran yang komunikatif, khususnya untuk meningkatkan pemahaman siswa, membantu guru untuk menarik perhatian siswa, serta membangun suasana nyaman di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru untuk menggunakan alih kode sebagai strategi pengajaran komunikatif sehingga siswa mampu memahami materi pembelajaran dengan lebih baik.Kata Kunci : alih kode, strategi pengajaran komunikatif This study aimed at analyzing the types of code switching, the functions of code switching, and the reasons of using code switching by the English teachers of grade XI at SMK Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. It was a qualitative study which used Modified Analytic Induction as the design. The data was obtained through classroom observation. The researcher also did an interview to each English teacher in order to complete the data. The data accumulation showed that the most dominant type of code switching used by the English Teachers of grade XI is intra-sentential code switching (39.5%), and then followed by inter-sentential code switching (36.5%), and the last is inter-personal code switching (24.0%). The functions of using code switching were for asking further information, emphasizing certain information, asking for clarification, giving instruction, giving clear explanation, confirming students’ understanding, regulating turn taking, confirming students’ answer, giving chance, making clarification, giving brainstorming, managing the classroom, helping the teacher to make a joke, delivering question, and asking opinion. The reasons of using code switching were as an introductory language and as a communicative teaching strategy especially to increase students’ understanding, to help the teacher attracting students’ attention, and establishing a comfort atmosphere in the classroom. Based on the result of this study, it is suggested for the teacher to use code switching as a communicative teaching strategy in order to reach a better understanding of the students.keyword : code switching, communicative teaching strategy
AN ANALYSIS OF INDONESIAN ENGLISH CODE MIXING USED BY THE CHARACTERS IN THE NOVEL TRILOGY OF JENDELA-JENDELA, PINTU AND ATAP BY FIRA BASUKI ., Fitria Ningtyas; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe campur kode yang digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Penelitian ini juga bertujuan untuk menginvestigasi tipe campur kode yang sering digunakan oleh karakter-karakter pada novel trilogi Jendela-Jendela, Pintu dan Atap karya Fira Basuki. Desain penelitian ini adalah desain analisis konten yang mengacu pada segala prosedur sistematis dan objektif dalam pengambilan kesimpulan dengan cara menemukan pesan dari buku-buku atau dokumen-dokumen. Analisis data dilakukan berdasarkan dua kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Ho (2007) dan Kannaovakun (2003). Kerangka klasifikasi oleh Ho (2007) terdiri atas huruf abjad (letters of alphabet), bentuk singkat (short forms), kata benda (proper nouns), kata-kata leksikon (lexical words), frase (phrase), kalimat tidak sempurna (incomplete sentence) dan kalimat sempurna (single full sentence). Sementara itu, kerangka klasifikasi yang diaplikasikan oleh Kannaovakun (2003) terdiri dari bentuk singkat (truncation) , hibridisasi (hybridization), konversi (conversion), pergeseran makna (semantic shift), reduplikasi (reduplication) and pergeseran susunan kata (word order shift). Berdasarkan klasifikasi oleh Ho (2007), ditemukan bahwa kata-kata leksikon (lexical words) merupakan tipe campur kode yang memiliki frekuensi terbesar (34%), diikuti oleh kalimat tidak komplit (incomplete sentence) 29 %, frase (16%), kalimat komplit (12%), kata benda (5.8%), dan bentuk singkat (1.7%). Sementara itu, tipe campur kode huruf abjad (letters of alphabet)memiliki frekuensi terendah yaitu sebesar 0.6 %. Di sisi lain, berdasarkan klasifikasi oleh Kannaovakun (2003) ditemukan bahwa tipe pergeseran susunan kata (word order shift)merupakan tipe campur kode yang memiliki persentase tertinggi yaitu sebesar 46 %, kemudian diikuti oleh hibridisasi (33%), konversi (10%), dan bentuk singkat (7.7 %). Sementara itu tipe campur kode pengulangan (reduplication) memiliki persentase terendah yaitu sebesar 2.6 %. Kata Kunci : campur kode, Fira Basuki, novel, trilogi The study aimed to analyze the types of code mixing which are used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The study also aimed to investigate the types of code mixing which frequently used by the characters of trilogy novel Jendela-Jendela, Pintu and Atap by Fira Basuki. The design of this research was content analysis design which refers to any procedure for drawing conclusion by finding given message from the books or documents systematically and objectively. The analysis of the data was done based on two classification frameworks applied by Ho (2007) and Kannaovakun (2003). Ho’s (2007) classification framework consist of letters of alphabet, short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentence and single full sentence. Meanwhile, Kannaovakun’s (2003) classification framework comprised truncation, hybridization, conversion, semantic shift, reduplication and word order shift. According to Ho’s (2007) classification framework, it was found that lexical words as the most frequently used code mixing (34%), followed by incomplete sentences (29%), phrases (16%), single full sentences (12%), proper nouns (5.8%), and short forms (1.7%) respectively. Meanwhile, code mixing type letters of alphabet was used at the lowest frequency (0.6%). On the other hand, based on Kannaovakun’s (2003) classification framework, the word order shift was found as the most frequently used (46 %), followed by hybridization (33 %), conversion (10 %), and truncation (7.7 %) respectively. Meanwhile, the nativized feature reduplication was found as the least occurrence at 2.6 %. keyword : code mixing, Fira Basuki, novel, trilogy
AMORPHOLOGICAL STUDY ON THE USE OF REVERSED WORDS IN BALINESE LANGUAGE USED BY THE PEOPLE IN TIANYAR TIMUR ., Ni Made Astiti Sari; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3961

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bentuk kata terbalik digunakan oleh orang-orang di Tianyar Timur dalam proses morfologi dan untuk menggambarkan fungsi kata terbalik dalam percakapan sehari-hari. Obyek penelitian terbalik kata-kata sebuah studi morfologi dilakukan dalam bahasa Bali yang digunakan dalam Tianyar Timur. Mereka adalah tiga jenis pembentukan kata yang ditemukan dalam kata-kata terbalik yang digunakan dalam Tianyar Timur: 1) tipe pertama pembentukan kata dibentuk dengan mengucapkan suku kata dari kata dari suku kata kembali ke suku kata depan, 2) jenis kedua kata formasi dibentuk dengan mengucapkan huruf dari kata dari huruf terakhir dengan huruf depan, 3) jenis ketiga adalah suara vokal: A, I, U, E, O, e yang konstanta, dan suara konsonan harus diubah menjadi: BJ, CD, F, P, V NY, GW, HR, Q, KN, LT, Y NG, MS, Z. Kata akan berubah karena; kata ini memiliki suara yang sama dan suara dari kata yang penting. Kata Kunci : Kata Terbalik, studi morfologi, Pidato Community. ABSTRACT This study attempted to describe the forms of the reversed word used by people in Tianyar timur in morphological process and to describe the function of the reversed word in daily conversation. The objects of study were reversed words a morphological study conducted in the Balinese language used in Tianyar Timur. They were three types of word formation found in the reversed words used in Tianyar Timur: 1) the first type of word formation was formed by uttering the syllable of the word from the back syllable to the front syllable, 2) the second type of word formation was formed by uttering the letter of the word from the last letter to the front letter, 3) the third type is the vocal sound: A,I,U,E,O,e are constants, and the consonant sound must be changed to become: B J, C D, F,P,V NY, G W, H R, Q,K N, L T, Y NG, M S,Z. The word changes because; this word has a same sound and the sound of the word which is important. Key Words: Reversed word , Morphological study, Speech Community. keyword : Key Words: Reversed words , Morphological study, Speech Community
CODE-SWITCHING: AN ANALYSIS OF BROADCASTER'S SPEECH IN PHOENIX RADIO BALI ., Luh Made Astiti Partama; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3966

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mencari tahu pergantian pola bahasa yang dihasilkan oleh ungkapan penyiar radio di Phoenix Radio. Penilitian lebih mencari persentasi perubahan pola, jenis perubahan pola dan alasan penyiar melakukannya. Data dijelaskan dengan menggunakan cara penjelasan qualitative. Penelitian menggunakan rekaman, wawancara dan observasi untuk memecahkan masalah yang ada. Penelitian di analisis dengan menyalin data, mengkodekan,mengkelompokan dan menghitung data yang di dapat dan di masukan ke dalam table. Peneliti menemukan 0.42% (1) adalah pola pergantian menambahkan diposisi terendah. Yang paling banyak adalah pola pergantian kata 81.78% (193) dan pola perubahan kalimat 17.80% (42) dari 236 pola perubahan dari 946 kalimat. Ada beberapa alasan yang telah di hasilkan sesuai dengan Holmes seperti ciri-ciri istimewa dan topic. Ciri-ciri istimewa dibagi menjadi spesifikasi lawan bicara, tanda pengenal, sopan santun dan status sosial. Pola pergantian bahasa bisa membantu orang untuk belajar bahasa lain melalui memahaminya dalam bentuk konteks kata lalu kalimat.Kata Kunci : Pola pergantian bahasa, ciri-ciri keistimewaan, topik The study aimed to find out switching that produced broadcaster’s speech in Phoenix Radio. The study was focus to find out the percentage of the switching, the types of code switching produced and the reasons underlying the switching. The data explained in the descriptive qualitative research. This study used recording, interviewing and observing to solve the problem. The study was analyzed by transcribing the data, codifying, classifying and calculating the data and inserting to the table. The research was found that the broadcasters were produced 0.42% (1) was tag switching as the less dominant switching. The most dominant was from the intrasentential switching that was 81.78% (193) and intersentential switching was 17.80% (42) from the 236 switching in 946 utterances. There are some reasons that underlying the switching was produced accordance to Holmes such as participant’s features and topic. The participant features involved addressee specification, ethnic identity marker, express solidarity and assert social status. Code switching can help people to learn others language through mastering in the form of word context and then utterance.keyword : Code switching, participants features, topic
ENGLISH FOR SALES AND MARKETING: A NEED ANALYSIS TOWARDS ESP INSTRUCTION ., Ratu Gistri Oqania; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan yang berhubungan dengan bahasa inggris yang digunakan untuk bisnis dalam penjualan dan pemasaran di PT HM Sampoerna Tbk Singaraja dan juga dalam merancang silabus yang berhubungan dengan kebutuhan. Penelitian ini dirancang dengan pendekatan deskriptif. Untuk mendapatkan infromasi, observasi, kuisioner, wawancara dan dokumnetasi dilakukan. Observasi dilaksanakan di PT HM Sampoerna Tbk. Kuisioner diberikan kepada 14 responden yang sekaligus sebagai subyek dari penelitian ini. Di sesi wawancara, penyelia sebagai pemilik otoritas dalam divisi ini dipilih sebagai subyek dalam penbelitian. Lalu informasi digabungkan dan di analisis secara desriptif. Beberapa temuan ditemukan dalam penelitian ini. Semua subjek dalam penelitian ini adalah pembelajar dewasa dimana motivasinya adalah peningkatan karir. Komunikasi verbal dan tertulis juga dirasa penting untuk dipelajari dalam pembelajaran bahasa ini. Menulis laporan dan juga presentasi dipilih sebagai materi autentik. Disini ditemukan adanya keharusan untuk menjembatani perbedaan aktifitas yang dipilih oleh pekerja dan juga penyelia. Penggunaan permainan dirasa penting oleh pekerja untuk merasakan suasana kelas yang menyenangkan, sedangkan untuk penyelia hal itu dirasa hanya sebagai tambahan. Karena isi dari pembelajaran haruslah berdasarkan dari tugas, tugas dengan pendekatan yang bermanfaat untuk merancang silabus nantinya. Kata Kunci : analisis kebutuhan, bahasa inggris untuk penjualan dan pemasaran The current study was aimed at analyzing the needs with regards to to English for business for sales and marketing at PT.HM Sampoerna Tbk Singaraja as well as designing the syllabus related to the needs. This study was designed on a descriptive research approach. In order to gain the related information, observation, questionnaire, interview, and documentation were conducted. The observations were conducted at the PT. HM. Sampoerna, Tbk. The questionnaires were delivered to the students of English for Business course as one of the subjects in this study. There were 14 respondents participated in the study. In the interview sessions, the Supervisor as the authority in this division was chosen as the subject. The gathered information was then analyzed descriptively. There were some findings revealed in the study. All of the students were adult learners in which their main motivation was career improvement. Oral and written forms of communications were considered important to be practiced in the course by the students and the stakeholder. The content of the course should be based on real tasks. The use of written report and presentation as authentic materials were choosen. There was a need to facilitate the differences in the activities, since each party stated different preferences. The use of games was considered important for the employees to make the classrom enjoyable, while for the stakeholder it should be only an additional. Since the content was based on the task, a Task-Based Approach was beneficial in designing the syllabus. keyword : needs analysis, english for sales and marketing
THE USE OF PIDGIN ENGLISH BY THE BEACH VENDORS AT LOVINA TOURISM CENTER ., Ni Nyoman Manik Puspita; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4333

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisa bahasa Inggris pasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk, arti dan fungsi bahasa dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berkomunikasi dengan turis penutur bahasa Inggris. Penelitian ini diadakan di Pusat Pariwisata Lovina, Bali. Tiga pedagang acung pantai dipilih sebagai subyek penelitian ini berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif dimana pengumpulan data dianalisis secara kualitatif. Peneliti bertindak sebagai peninjau bukan peserta dimana data dikumpulkan dengan merekam percakapan yang diselesaikan oleh subyek-subyek sebanyak 12 kali. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dari bahasa Inggris pasaran yang digunakan oleh pedagang acung di pantai adalah beberapa kemunculan dari penyederhanaan dalam bentuk tata bahasa dan bentuk fonologi. Sedangkan, hasil dari analisis dari arti bahasa Inggris pasaran menunjukkan bahwa pencampuran ekspresi diantara bahasa Inggris, Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia yang digunakan oleh mereka bisa dimengerti. Fungsi bahasa yang digunakan oleh pedagang acung pantai ketika berinteraksi dengan turis penutur bahasa Inggris adalah salam, menawarkan barang dan jasa, memperkenalkan dan memberikan informasi, menanyakan informasi, menanyakan dan memberikan pilihan, menegaskan, menolak dan menerima tawaran, menanyakan jumlah barang, meminta, berterimakasih dan berpisah. Fungsi-fungsi bahasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan dari pedagang acung pantai untuk menyampaikan tujuan kepada turis penutur bahasa Inggris.Kata Kunci : Bahasa Inggris Pasaran, Pedagang Acung Pantai, Bentuk, Arti, Fungsi Bahasa This study focused on the analysis of pidgin English. The objectives of this study were to find out the forms, meaning and the language function of pidgin English used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists. This study was conducted at Lovina Tourism Center, Bali. Three beach vendors were chosen as the subjects of this study based on a set of criteria. This study was designed by using descriptive qualitative approach in which the data collected were analyzed qualitatively. The researcher acted as non-participant observer in which the data were gathered by recording the conversation done by the subjects for 12 times. The result of the data analysis showed that the form of Pidgin English used by the beach vendors were some emergences of simplification in grammatical form and phonological form. Meanwhile, the result of the meaning of pidgin English showed that the mixing expressions among English, Balinese, and Bahasa Indonesia which were used by them were understandable. The language functions used by the beach vendors when they communicated with the English-speaking tourists were greeting, offering goods and services, introducing and giving information, asking information, asking and stating choice, asserting, refusing and accepting the bargained, asking the amount of items, requesting, thanking and leave taking. Those language functions could fulfill the needs of the beach vendors to submit their purposes to the English-speaking tourists.keyword : Pidgin English, Beach Vendors, Form, Meaning, Language Function
THE EFFECT OF SELF ASSESSMENT ON STUDENTS’ ACHIEVEMENT IN WRITING DESCRIPTIVE PARAGRAPHS ., Putu Fika Andriani; ., Drs.Sudirman, M.L.S; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4334

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian eksperimen yang melibatkan dua variabel yaitu: self- assessment dan prestasi menulis dalam Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek teknik self –assessment pada kompetensi menulis siswa. Sebanyak empat puluh dua siswa kelas X SMA Negeri 1 Sawan tahun akademik 2013/2014 dipilih sebagai sampel penelitian melalui Cluster Random Sampling Technique. Post-Test Only Control Group Design diterapkan dalam penelitian yang berlangsung selama 8 kali. Dari data yang telah dianalisa secara deskriptif dan inferensial, ditemukan bahwa nilai rata-rata dari kelas eksperimental adalah 84.35 dan kelas kontrol sebesar 78.65. Sementara itu, nilai to sebesar 4.932 dan nilai tcv sebesar 2.0009. Hasil ini menunjukan bahwa siswa yang dievaluasi dengan menggunakan teknik self-assessment mendapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa yang dievaluasi dengan menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan signifikan dalam kemampuan menulis antara siswa yang dievaluasi menggunakan metode self-assessment dan siswa yang dievaluasi menggunakan teknik konvensional. Kata Kunci : Penelitian Eksperimental, Self-assessment, Kompetensi Menulis This article was written based on an experimental research involving two variables, namely: self-assessment, and English writing achievement. This research aimed at investigating the effect of self-assessment technique on students’ writing competency. Forty two students of tenth grade in SMA Negeri 1 Sawan in the academic year 2013/2014 were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. Post-Test Only Control Group Design was implemented in this experiment. The treatments were conducted 8 times, and after that the post test was administered in order to now the impact of the treatment toward the students’ writing competency. From the data which were analyzed descriptively and inferentially, it was obtained that the Mean score of the experimental group was 84.35 and the Control group was 78.65 while the value of to was 4.932 and tcv was 2.009. The students who were assessed by using self-assessment technique got better result than the students who were assessed by using conventional assessment technique. This research discovered that there was significant difference in writing competency between the students who were assessed by using self assessment technique and students who were assessed by using conventional assessment technique.keyword : Experimental Research, Self-assessment, Writing Competency
THE EFFECT OF USING “SIMULATION TECHNIQUE” FACILITATED BY PICTURE TOWARD STUDENTS’ SPEAKING ACHIEVEMENT OF THE TENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 2 TEJAKULA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Made Lia Indra Dewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh strategi pembelajaran dengan Tehnik Simulasi berbantuan gambar terhadap kemampuan berbicara siswa. Empat puluh orang siswa kelas X dari SMA Negeri 2 Tejakula dipilih sebagai sampel melalui tehnik Cluster Random. Randomized Posttest-only Control Group Design diterapkan dalam penelitian ini. Pos tes diberikan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan. Dikarenakan desain penelitian adalah Randomized Posttest-only Control Group, nilai pos tes diubah ke dalam gain skor ternormalisasi. Kemudian gain skor ternormalisasi dianalisis menggunakan uji-t. Data ini dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil nilai atau Sig.(2-tailed) dari 0.00 adalah lebih rendah dari 0.05. Nilai rata-rata dari kemampuan berbicara siswa yang diajarkan menggunakan tehnik Simulasi berbantuan gambar mencapai 78.40 yaitu lebih tinggi daripada nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa yang diajarkan menggunakan tehnik Conventional (66.55). Penelitian ini menemukan bahwa ada perbedaan nilai yang signifikan antara para siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran Conventional dan siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran Simulasi dalam kemampuan berbicara. Siswa yang diajarkan dengan strategi Simulasi memperoleh kemampuan berbicara yang lebih baik daripada siswa yang diajarkan menggunakan strategi Conventional. Kata Kunci : Tehnik Simulasi, Kemampuan Berbicara, Gambar, Tehnik Conventional. This experimental study aimed at investigating the effect of using simulation technique facilitated by pictures on the speaking achievement of the tenth grade students in SMA N 2 Tejakula. 40 tenth grade students of SMA N 2 Tejakula were chosen as the sample through Cluster Random Sampling. The Randomized Posttest-only Control Group Design was implemented in this study. Posttest was administrated to find out the impact of the treatment. Because the research design was The Randomized Posttest-only Control Group Design, the posttest scores were transformed into normalized gain score. The normalized gain score were then analyzed by using t-Test. The data were analyzed descriptively and inferentially. The probability value or Sig.(2-tailed) was 0.00 which is lower than 0.05. The mean score of the students’ speaking achievement taught by simulation technique facilitated by picture (78.40) which is higher than the mean score of the students’ speaking achievement taught by conventional technique (66.55). This study discovered that there is significant difference in speaking achievement between the students taught by using simulation technique facilitated by picture and those taught by using convention technique.keyword : Simulation Technique, Speaking Achievement, Picture, Conventional Technique.
Teenagers' Comprehension on Balinese Traditional Household Terms (An Ecolinguistics Study at English Education Department) ., Putu Dian Pratiwi; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengetahuan semester ketiga EED remaja 'tradisional istilah rumah tangga Bali dan pengaruh lingkungan terhadap pengetahuan tentang ketiga remaja semester EED. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester II Jurusan Bahasa Inggris Pendidikan. Mereka adalah dua kelas. Mereka adalah 2E dan 2H kelas. Jumlah siswa di kedua kelas adalah 54 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Instrumen penelitian ini adalah beberapa tes pilihan dan panduan wawancara. Jumlah pertanyaan adalah 35 pertanyaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapat skor lebih dari 60. Pada 2E kelas, 22 siswa mendapat skor lebih dari 60 dan 7 siswa mendapat nilai kurang dari 60. Di kelas 2H, 22 siswa juga mendapat skor lebih dari 60 dan tiga siswa mendapat nilai kurang dari 60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mereka akrab dengan istilah-istilah tersebut.Kata Kunci : Remaja, Kosakata, and Balinese traditional terms This research aimed at describing the third semester EED teenagers’ knowledge of Balinese traditional house hold terms and the influence of environment to the knowledge of the third semester EED teenagers. The subjects were the second semester students of English Education Department. They were two classes. They were 2E and 2H classes. The number of the students in both classes was 54 students. This research was a survey research. The instruments of this research were multiple choice test and an interview guide. The number of questions was 35 questions. The findings of this research showed that most of the students got score more than 60. In 2E class, 22 students got score more than 60 and 7 students got score less than 60. In 2H class, 22 students also got score more than 60 and three students got score less than 60. The result showed that mostly they were familiar with those terms. keyword : Teenagers, vocabulary, and Balinese traditional terms
A COMPARATIVE STUDY ON THE EFFECT OF JIGSAW AND STAD OF THE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT THE TENTH GRADE OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Irene Puspita Sari; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.4404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perbedaan antara prestasi pemahaman membaca siswa yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw dan diajarkan dengan menggunakan STAD. Populasi penelitian ini adalah siswa di kelas X SMA Negeri 2 Banjar pada tahun akademik 2013/2014. Enam puluh dua siswa terpilih menjadi sampel melalui Cluster Random Sampling di mana siswa kelas X 1 ditetapkan sebagai eksperimen kelompok-X diperlakukan dengan teknik Jigsaw dan siswa di kelas X 2 ditetapkan sebagai eksperimen berbeda. Rerata prestasi siswa dalam pemahaman membaca yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw adalah 78.71 dan rata-rata siswa dalam pemahaman membaca yang diajarkan dengan menggunakan STAD adalah 77.74.kelompok-Y diperlakukan dengan teknik STAD. Penelitian ini mempergunakan desain post test saja. Sebagai hasilnya, nilai probabilitas atau Sig. (2-tailed) adalah 0.682. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam prestasi pemahaman membaca antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan Jigsaw dan yang diajarkan dengan menggunakan STAD. Namun, nilai rata-rata dari masing-masing kelompok.Kata Kunci : Teknik Jigsaw, Teknik STAD dan Pemahaman Membaca This study aimed at investigating the different between students’ reading comprehension achievement taught by using Jigsaw and taught by using STAD. The population of this study was students at the tenth grade of SMA Negeri 2 Banjar in academic year 2013/2014. Sixty two students were selected to be the sample through Cluster Random Sampling in which students in class X 1 were assigned as the experimental group-X treated by Jigsaw technique and those at class X 2 were assigned as the experimental group-Y treated by STAD technique. This research applied post test only design. As the result, probability value or Sig. (2-tailed) was 0.682. It means that there was no significant difference in reading comprehension achievement between the students taught by using Jigsaw and those taught by using STAD. However, the mean score of each group is different. The mean of the students’ reading comprehension achievement taught by using Jigsaw was 78.71 and the mean of the students’ reading comprehension achievement taught by using STAD was 77.74. keyword : Jigsaw Technique, STAD technique and Reading Comprehension

Page 9 of 21 | Total Record : 206