cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): November" : 180 Documents clear
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY RECEPTIONISTS AT "PURI BAGUS HOTEL" ., Ni Kadek Fiona Yunita Dewi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken, M.A.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi kesantunan yang di gunakan oleh resepsionis di Hotel Puri Bagus. Peneliti dalam penelitian ini merupakan instrument utama yang di gunakan dalam mengumpulkan data. Dengan merekan percakapan antara reseptionis dan tamu hotel, mencatat informasi terkait situasi penelitian, dan mewawancarai subjek penelitian. Strategi kesantunan di analisis berdasarkan teori kesantunan Brown & Levinson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kesantuanan yang di gunakan oleh resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel adalah tanpa strategi, strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kasantunan negative/formalitas, dan strategi tidak langsung/tersamar. Umumnya, tanpa strategi, startegi kesantunan positi/keakraban, strategi kesantunan negative/formalitas lebih sering di gunakan dibandingkan dengan startegi tidak langsung/tersamar. Adapun berbagai alsan yang di ungkapkan mengapa resepsionis menggunakan strategi-strategi tersebut. Adapun alasan resepsionis ketika berbicara dengan tamu hotel cenderung tidak menggunakan strategi, menggunakan strategi kesantunan positif/keakraban, strategi kesantunan negatif/formalitas di bandingkan dengan strategi tidak langsung/tersamar di karenakan ketika mereka dapat berbicara secara lugas, langsung dan tanpa adanya ambuguitas para tamu hotel akan merasa puas dan nyaman untuk berkomunikasi namun jika mereka menggunakan strategi tidak langsung/tersamar akan membuat tamu hotel merasa tidak puas dan tidak nyaman ketika berbicara dengan resepsionis hotel. Kata Kunci : Tidak menggunakan strategi, Strategi Kesantunan, Resepsionis. This study aimed at explaining the types of politeness strategies used by receptionists at Puri Bagus Hotel. The researcher was the key instrument in this study that collected the data. By audio-recording the conversation between receptionists and guests, taking note of the phenomena and interviewing the subjects of the study. The subjects of the study were the receptionists who talked to hotel guests. The politeness strategies used by receptionists were analyzing based on Brown & Levinson’s theory of politeness. The results of this study show that the strategies used by receptionists when talk to hotel guests are bald on record politeness, positive politeness, negative politeness, and off record. Mostly, bald on record politeness, positive politeness strategy, and negative politeness are often used in similar frequency and off record strategy are rarely use when they talked to hotel guests. There are many reasons why the receptionists use those strategies. The receptionists ‘reasons of using the bald on record, positive politeness and negative politeness most frequently than off record because when they could speak directly and politely without any ambiguity they could make guests satisfy but if they used off-record it made the guests uncomfortable in doing communication with the receptionists and the guests felt unsatisfied.keyword : Bald on record, Politeness Strategies, Receptionists.
TYPES OF FIGURES OF SPEECH USED IN THE TOURISM COMPANIES'WEB ADVERTISEMENT ., I Kadek Yogi Sancaya; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10628

Abstract

Studi ini merupakan sebuah studi deskriptif kualitatif yang menganalisa tentang penggunaan majas (figure of speech) oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata dalam penulisan headline iklannya yang ditemukan pada alamat website perusahaan tersebut. 75 headline yang berasal dari 72 perusahaan jasa pariwisata terkemuka di Bali dipilih sebagai obyek penelitian dalam studi ini. Seluruh data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan analisis dari isi iklan tersebut dan tabel persentase yang bertujuan untuk menentukan jenis majas yang paling banyak digunakan pada headline iklan-iklan pariwisata yang dimaksud. Kategori majas yang digunakan sebagai acuan penelitian pada studi ini adalah berdasarkan klasifikasi majas yang dikemukakan oleh Corbett (1961). Hasil studi menunjukkan bahwa kebanyakan dari perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan majas dalam penulisan headlinenya. Kategori trope dan grammatical structure/scheme banyak muncul pada data. 48% majas yang yang digunakan pada headline tergolong kedalam kategori tropes, sedangkan 52% merupakan kategori schemes. Kategori majas yang banyak digunakan iklan tersebut adalah tropes khususnya metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), dan personification (6.7%). Jenis majas lain yang juga sering digunakan adalah schemes seperti asyndeton (6.7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), dan ellipsis (4%). Faktor penentu yang menyebabkan majas sering digunakan pada penulisan headline oleh para penerbit iklan adalah karena majas dapat memberi efek ‘prosaik’ yang dapat mempengaruhi pikiran para pembaca. Hal ini dipercaya dapat menarik minat pembaca untuk membeli produk yang diiklankan. Sebagai unsur penting dalam penulisan headline sebuah iklan, majas dianjurkan untuk diteliti lebih mendalam dalam penelitian-penelitian yang sama selanjutnya, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kegiatan promosi produk-produk pariwisata. Hal ini dipercaya dapat memberi keuntungan bagi pengguna jasa iklan dan praktisi yang bergerak dibidang pariwisata.Kata Kunci : headline, iklan ,majas This present study was a descriptive qualitative study which concerned in analyzing the used of figures of speech in tourism companies’ advertisement found in web-sites. There were 75 ads-headlines which randomly selected from 72 leading tourism companies in Bali were used as the objects of the study. The data were analyzed descriptively by providing content analysis and a percentage table which were intended to find out the executional factors and the prominent types of figures used in the headlines. The figures examined in this study, were based on Corbett’s (1961) classification. The results showed that most of tourism companies in Bali used various types of figures in their headline. The figures of trope and grammatical structure/ scheme appeared almost evenly in the data. There were 48% figures belonged to the category of tropes, while the rest, 52% belonged to the schemes. The most prominent figures used on the advertisements were the category of tropes, particulary metaphor (10.7%), hyperbole (9.3%), and personification (6.7%). Other figures, as the part of schemes were also frequently used, such as asyndeton (6,7%), assonance (5.3%), end rhyme (5.3%), internal rhyme (4%), polyptoton (4%), and ellipsis (4%). The executional factor by which the figures commonly applied by the ads-publishers in headline was determined by the extended ‘prosaic’ effect of those kinds of figurative language to the reader’s mind. This phenomenon might impact on the readers’ curiosity to get in the products sale. As the most pominent element used in headline advertisement, figures of speech were recommended to be intensely examined by further researchers or tourism practitioners, especially in dealing with promotional activities or products campaign. It is believed that this concern might give benefits to ads users and practitioners of tourism industry. keyword : advertisement, figures of speech, headline
An analysis of jargon used by waiters and waitresses in food and beverage at Krisna Beach Street Singaraja. ., Putu Sutarma; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan jenis jargon, makna dan fungsi jargon yang digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Jalan Pantai Krisna Singaraja. Dalam menganalisa jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina (2010) dan Yule (2006). Analisis ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pelayan laki-laki dan pelayan wanita di departemen makanan dan minuman di Krisna Beach Street Singaraja. Teknik pengumpulan data adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Ditemukan jenis jargon yang digunakan oleh pelayan dan pramusaji, seperti singkatan 6 (26%), pinjaman 5 (21%) dan kata 17 (73%). Ditemukan bahwa artinya 28 jargon digunakan oleh para pelayan dan pramusaji di Krisna Beach Street. Dalam fungsi jargon, teori ini didukung oleh teori Allan & Burridge (2006) dan Ivess (1999) menemukan dua jargon fungsi yang digunakan oleh pelayan dan pelayan, (1) jargon sebagai bahasa yang efisien dan efektif dalam komunikasi dan (2) Jargon sebagai Identifikasi kelompokKata Kunci : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street This study aimed at analyzing and describing the types of jargon, meaning and function of jargon used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street Singaraja. In analyzing jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge (2006), Chaer & Agustina ( 2010) and Yule (2006). This analysis used qualitative method. The subjects of this study were waiters and waitresses of the food and beverage department at Krisna Beach Street Singaraja. The technique of data collection was observation, documentation and interview. It was found types of jargon used by waiters and waitresses, such as abbreviation 6 (26 %) , borrowing 5 (21 %) and word 17 (73 % ). It was found that meaning 28 jargons used by the waiters and waitresses in Krisna Beach Street. In function of jargon, it was supported by theories from Allan & Burridge ( 2006) and Ivess( 1999) it found two functions jargons used by waiters and waitresses, (1) jargon as efficient and effective language in communication and ( 2) Jargon as group identification. keyword : jargon, food and beverage department , waiters and waitresses dan Krisna Beach Street
CULTURE SHOCK EXPERIENCED BY DUTCH TOURISTS IN KALIBUKBUK VILLAGE ., Gede Ari Suyasna Putra; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti fenonema gegar budaya yang dialami oleh turis Belanda dan bagaimana cara mereka mengatasi gegar budaya mereka di Desa Kalibukbuk. Peneliti membatasi pada penelitian gegar budaya yang berhubungan dengan komunikasi lisan dan komunikasi tidak lisan. Penelitian sekarang ini adalah sebuah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga turis Belanda yang tinggal di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara yang terstruktur dan tidak struktur dari tiga turis Belanda di Desa Kalibukbuk. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri, pedoman wawancara, perekam suara dan catatan. Teori dari Pederson yang digunakan didalam menganalisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sepuluh fenomena gegar budaya didalam komunikasi lisan dan sepuluh didalam komunikasi tidak lisan. Dari semua gegar budaya, sebagian besar turis Belanda mengalami gegar budaya tentang transportasi. Selain itu, ada empat cara dari turis Belanda untuk mengatasi gegar budaya seperti meminta orang lokal untuk menjelaskan, mencoba untuk melakukan hal yang sama, berpikir solusi dengan cara mereka dan menghormati perbedaan budaya. Data dari observasi dan wawancara menyatakan masalah dari turis Belanda didalam meniru budaya baru di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi tidak lisan, komunikasi lisan This study aimed at investigating the culture shock phenomena experienced by Dutch tourists and how the way they overcome their culture shock in Kalibukbuk village. The researcher limited on investigating the culture shock that related with verbal communication and non-verbal communication. This present study was a case study with qualitative research design. The subjects of this research were three Dutch tourists who stay in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. The researcher collected the data based on semi structure interview and semi unstructured interview from three Dutch tourists in Kalibukbuk village. The main instrument of this study was the researcher itself, interview guide, voice recorder and note. Pederson’s theory that used in analyzes the data. The result of this research shows that there were ten culture shock phenomena in verbal communication and ten in non-verbal communication. From all the culture shock, the most Dutch tourists experienced culture shock about transportation. Moreover, there were four ways of Dutch tourists to overcome the culture shock such as asked the local people to explain, tried to do the same thing, thought the solution their own and respect the difference culture. The data from observation and interview reveals the Dutch tourists’ problems in copying the new culture in Kalibukbuk village, Buleleng regency, Bali. keyword : culture shock, non-verbal communication, verbal communication
TEACHING ENGLISH VOCABULARY BY USING PUPPET TO THE FOURTH GRADERS OF SD INSAN MANDIRI AMLAPURA ., Ni Wayan Widiasih; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., G.A.P. Suprianti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.10959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka kepada siswa sekolah dasar. Pengajaran kosakata bahasa Inggris dianalisis dari (1) cara guru mengajar kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka, dan (2) cara guru menilai prestasi siswa. Penelitian ini merupakan studi kasus kualitatif yang menganalisis fenomena pengajaran kosakata bahasa Inggris dengan menggunakan boneka oleh guru di SD Insan Mandiri Amlapura. Subjek penelitian ini adalah seorang guru SD Insan Mandiri Amlapura. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Berdasarkan temuan pada penelitian tersebut, diperoleh data sebagai berikut (1) guru mengajarkan kosakata bahasa Inggris kepada siswa dengan menggunakan suara yang berbeda untuk setiap wayang dan dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar, (2) guru menilai prestasi siswa melalui penilaian secara holistik yang meliputi dua bagian yaitu: tertulis (tugas yang diberikan selama proses pembelajaran di ruang kelas, dan pekerjaan rumah), dan lisan (berbicara) siswa disuruh kedepan kelas untuk berdialog bersama temannya. Dapat disimpulkan bahwa guru SD Insan Mandiri Amlapura dapat menggunakan boneka untuk mengajarkan kosa kata bahasa Inggris kepada siswa untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan pembelajaran yang menarik, dan menyenangkan. Sehingga siswa mudah memahami materi yang sampaikan.Kata Kunci : Boneka, kosa kata bahasa inggris, siswa. This research aimed at studying the teaching of English vocabulary by using puppet to elementary school students. The teaching of English vocabulary was analyzed from (1) the way the teacher teaches English vocabulary using puppet, and (2) the way the teacher assess the students’ achievement. This study was a qualitative case study which analyzed the phenomenon of teaching English vocabulary by using puppets by the teacher in SD Insan Mandiri Amlapura. The subject of this study was one teacher of SD Insan Mandiri Amlapura. The data were collected through observation, document analysis, and interview. Based on the findings of the study, the following data were obtained (1) the teacher taught students English vocabulary using different voice for each puppets, and can make students 'learning motivation (2) the teacher assesses the students’ achievement through a holistic assessment which covered two parts namely: written (assignment given during the learning process in the class room, and home work) and oral (speaking) the student came front of the class to dialogued with his friends. It can be concluded that the teachers of SD Insan Mandiri Amlapura can use puppets to teach English vocabulary to students to improve students' learning motivation with interesting, fun and enjoyable learning. So that students easily understand the material conveyed.keyword : Puppet, English vocabulary, young learners.
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON FOURTH-GRADE STUDENTS' ENGLISH ACHIEVEMENT ., I Wayan Agus Budiarta; ., Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12489

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ICT-based interactive game memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas empat di gugus IV kecamatan Sukasada. Penelitian ini merupakan penelitian semu yang menggunakan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah 174 siswa dari delapan sekolah dasar di gugus IV kecamatan Sukasada. Sampel dalam penelitian ini adalah 23 siswa dari SDN 3 Sukasada dan 23 siswa dari SDN 4 Sukasada yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari uji hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa to=2,838>tcv = 2,015 dan nilai signifikasi dari data adalah 0,007 lebih rendah dari α = 0,05. Dapat dibuktikan bahwa ICT-based interactive game memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar Bahasa Inggris siswa kelas empat. Kesimpulannya, ICT-based interactive game merupakan media pembelajaran yang efektif. Kata Kunci : prestasi siswa, ICT-based interactive game, pelajar usia dini The aim of this study was to justify whether ICT-based interactive game gave the significant effect on fourth grade students’ English achievement in cluster four in Sukasada district. It was a quasi-experimental research which used post-test only control group design. The population of this study was 174 students from eight elementary schools in cluster four in Sukasada district. The samples of this study were 23 students from SDN 3 Sukasada and 23 students from SDN 4 Sukasada which were selected by using cluster random sampling technique. The data were analyzed quantitatively by using descriptive and inferential statistics analysis. The result of hypothesis testing (independent t-test) shows that to=2.838>tcv = 2.015 and the significance value of the data was 0.007 lower than α = 0.05. It can be proved that ICT-based interactive game gives a significant effect towards students’ English achievement. In conclusion, ICT-based interactive game is an effective teaching media.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
DEVELOPING BILINGUAL STORYBOOKS AS SUPPLEMENTARY MATERIALS FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR ELEMENTARY STUDENTS GRADE 4 AT SDN 6 BANYUNING ., Gusti Ayu Yulia Andarini; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan bilingual storybooks sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris untuk kelas 4 SDN 6 Banyuning, dan (2) menganalisis kualitas dari pengembangan bilingual storybooks. Desain penelitian ini mengadaptasi dari model Dick dan Carey (2001). Prosedur yang digunakan adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menganalisis pembelajaran, menganalisis pelajar dan konteks, menulis tujuan kinerja, mengembangkan instrumen penilaian, mengembangkan desain produk, mengembangkan produk, melaksanakan penilaian formative dan merevisi produk. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas 4 yang berjumlah 23 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar observasi, panduan wawancara, kuisioner dan rubrik. Bilingual storybooks dikembangkan berdasarkan 5 tema, sehingga, terdapat 5 buah prototype produk di akhir penelitian ini. Bilingual storybooks dikembangkan dalam format small book (A5) dengan full-text translation. Validasi dari uji ahli menentukan bahwa pengembangan bilingual storybooks sebagai kategori yang baik. Sedangkan dari penilaian pengguna, buku dikategorikan sangat baik. Analisis dari kuisioner siswa menyatakan bahwa buku mudah untuk dibaca dan memotivasi mereka untuk belajar. Sehingga, bilingual storybooks cocok digunakan sebagai materi tambahan untuk mengajar kosa kata bahasa Inggris bagi siswa kelas IV di SDN 6 Banyuning. Kata Kunci : bilingual storybooks, mengajar kosa kata, pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak This study aimed at (1) developing bilingual storybooks as supplementary materials for teaching English vocabulary for Grade 4 SDN 6 Banyuning, and (2) analyze the quality of bilingual storybooks developed. This research was R & D (research and development) which adapted from Dick and Carey model (2001). The procedures used namely, identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learner and context, writing performance objective, developing assessment instrument, developing design product, developing the product, conducting formative evaluation and revise the product. The subject of this research was 23 students comprising 14 males and 9 females. The data of this research were obtained by using observation sheet, interview guide, questionnaire and rubric. There were 5 prototype products which were developed based on 5 themes in the end of this research. Bilingual storybooks were developed in the form of small book (A5) and presented with full-text translation. Expert judge’s validation found that developed bilingual storybooks were in a good category. Meanwhile, from the user judges, the books were categorized into very good category. The analysis of students questionnaire reveals that the books were easy to read and motivating to learn. Thus, the bilingual storybooks were proper to be used as supplementary materials for teaching vocabulary for fourth Grade students at SDN 6 Banyuning. keyword : bilingual storybooks, teaching vocabulary, teaching English for young learners
THE ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE TIYINGTALI DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEME ., Ni Putu Anggie Orchidiani; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.071 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14959

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada dialek Tiyingtali BTD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Dua narasumber dari BTD dipilih berdasarkan ruang lingkup: keluarga, kekerabatan, dan tetangga. Data dikumpulkan berdasarkan dua teknik, yaitu: observasi dan wawancara. Beberapa instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu: peneliti sendiri, Daftar kosakata swadesh and nothofer daftar kata. Ada tiga proses dalam menganalisa data, yaitu: data reduction, data display and drawing conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis awalan pada BTD. Awalan itu adalah: {mә-}and {n-} dan ada tiga jenis akhiran yang ditemukan dalam dialek Tiyingtali . Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ}, {­mә}, and {­nә}. Selain itu, ada dua awalan yang mengalami derivasi yaitu {mә-} and {n-} dan ada dua macam akhiran ditemukan pada dialek Tiyingtali yang diklasifikasikan sebagai akhiran derivatif. Akhiran itu adalah : {­ᴧŋ} and {­In}. Sementara itu, awalan yang mengalami infleksi adalah {n-} dan akhiran yang mengalami infleksi adalah {­ᴧŋ}{­In}{­nә}Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksional, Tiyingtali Dialek (TD) This descriptive qualitative research aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Tiyingtali Dialect which belong to derivational and inflectional morphemes. Two informants sample of BTD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on two techniques, namely: observation and interview (listening and noting). The results of the study showed that there were six types of prefix found in Tiyingtali dialect. Those prefixes are: {mә-} and {n-}. Also there were three types of suffixes found existing in Tiyingtali dialect. Those suffixes are: {-ᴧŋ}, {-In}, and {-nә}. Moreover, there are two prefixes belong to derivational prefix, they are: {mә-} and {n-}. There were two kinds of suffixes found in TD that classified as derivational suffix. They are: {-ᴧŋ} and {-In}. Meanwhile, inflectional prefixes are {n-} and inflectional suffixes are {ᴧŋ-}, {In-}, {nә-}.keyword : derivational morpheme, inflectional morpheme, Tiyingtali Dialect (TD)
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL CLUSTER 5 IN SUKASADA DISTRICT ., I Gde Panji Naraswara; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment yang mengimplementasikan desain penelitian ¬post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di kluster V kecamatan Sukasada. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel pada penelitian ini. Hasil dari melaksanakan teknik tersebut yakni sample pada penelitian ini adalah 24 siswa kelas empat SD Negeri 2 Panji dan 24 siswa kelas empat SD Negeri 4 Panji. Independent sample t-test dilaksanakan guna memastikan kesetaraan dari dua gup tersebut. Maka dari itu, SD Negeri 2 Panji ditentukan sebagai grup eksperiment dan SD Negeri 4 Panji sebagai grup control. Perlakuan diberikan pada kedua grup yang mana grup eksperimen dibelajarkan menggunakan permainan interaktif berbasis ICT. Sedangkan grup control dibelajarkan dengan menggunakan media conventional. Pada akhir dari perlakuan, post-test dilaksanakan kepada kedua grup. Hasil dari post-test dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan mengaplikasikan independent sample t-test. Sesuai dengan hasil dari statistik deskriptif, hal tersebut membuktikan bahwa siswa yang berada dalam grup eksperimen mampu meraih pencapaian yang lebih baik daripada siswa yang berada dalam grup control. Selain itu, hasil dari statistik inferensial memperlihatkan bahwa berdasarkan hasil dari t-test yang mana tobs lebih besar daripada tcv. Hal ini berarti bahwa penggunaan permainan interaktif berbasis ICT mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar pada kluster 5 di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : prestasi bahasa Inggris, permainan interaktif berbasis ICT, pebelajar anak-anak This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT-based interactive game on students’ English achievement of the fourth grade of primary school. This was quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the fourth grade of primary school in cluster 5 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 24 students of fourth grade students in SD Negeri 2 Panji and 24 students of fourth grade in SD Negeri 4 Panji. The independent sample t-test as part of the preliminary research administered to examine the equality of both groups. Therefore, SD Negeri 2 Panji became the experimental group and SD Negeri 4 Panji as the control group. The treatment was given to both group in which the experimental group treated by using ICT-based interactive game. Meanwhile, the control group was treated by using conventional teaching media. At the end of the treatment, the post-test was administered to both groups. The result of the post-test was analyzed using descriptive and inferential statistics by applying independent sample t-test. Based on the result of the descriptive analysis, the result revealed that the students in experimental group could gain better achievement than the students in control group. Moreover, the result of inferential analysis shows that the result of the independent sample t-test which tobs was higher than tcv. It means that the use of ICT-based interactive game contributes significant effect to students’ English achievement of fourth grade of primary school cluster 5 in Sukasada district, Buleleng regency in academic year 2016/2017.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
AN ANALYSIS OF JARGON USED BY RECEPTIONISTS IN FRONT OFFICE AT VILLA SEMANA RESORT AND SPA UBUD ., I Gusti Ngurah Bagus Aryana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggambarkan bentuk-bentuk linguistik, makna, dan fungsi jargon yang digunakan oleh resepsionis di kantor depan di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Jargon yang digunakan oleh resepsionis dianalisis masing-masing dengan menggunakan teori Allan & Burridge (2006) yang didukung oleh teori Yule's (2006), dan teori Chaer & Agustina (2010). Penelitian ini dilakukan dengan metode qulitatif. Jargon kantor depan diselidiki dalam bentuk lisan dan tulisan mereka. Subjek penelitian ini adalah resepsionis di departemen front office di Villa Semana Resort and Spa Ubud. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini menemukan bahwa 186 jenis jargon digunakan oleh resepsionis di kantor depan. Ditemukan bahwa jargon dalam bentuk frase kata benda dengan jumlah total 60 item (32,3%), kata benda 40 item (21,6%), singkatan 29 item (15,6%), kata kerja 13 item (7%), pinjaman 12 item (6,5%), afiksasi 8 item (4,3%), kata sifat 6 item (3.2%), kliping 4 item (2,2%), akronim 3 item (1,6%), koin 3 item (1,6%), frase preposisi 3 item (1,6%), konversi 2 item (1%), frase kata 2 item (1%), dan pencampuran 1 item (0,5%). Arti dari 186 jargon diidentifikasi dengan menyelidiki makna teknis. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa ada dua fungsi jargon. Pertama, menyediakan bahasa spesialis teknis untuk membuat komunikasi lebih efisien. Kedua, hal itu mendorong solidaritas kelompok. Kata Kunci : jargon, resepsionis, departemen front office, vila semana resort dan spa ubud This study aimed at identifying and describing the linguistic forms, the meanings, and the functions of jargons used by receptionists in front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The jargons used by the receptionists were analyzed respectively using Allan & Burridge’s (2006) theory which is supported by Yule’s (2006) theory, and Chaer & Agustina’s (2010) theory. This study was conducted in qulitative method. The front office jargons were investigated in their spoken and written forms. The subjects of this study were receptionists of the front office department at Villa Semana Resort and Spa Ubud. The methods of data collection were observation, interview, and documentation. This study found that 186 types of jargon were used by receptionists in front office department. It was found that the jargons were in the form of noun phrase with the total number of 60 items (32.3%), noun 40 items (21.6%), abbreviation 29 items (15.6%), verb 13 items (7%), borrowing 12 items (6.5%), affixation 8 items (4.3%), adjective 6 items (3.2%), clipping 4 items (2.2%), acronym 3 items (1.6%), coinage 3 items (1.6%), preposition phrase 3 items (1.6%), conversion 2 items (1%), verb phrase 2 items (1%), and blending 1 item (0.5%). The meanings of 186 jargons were identified by investigating technical meaning. Besides, this study found that there were two functions of the jargons. First, it provides a technical specialist language to make communication more efficient. Second , it encourages group solidarity.keyword : jargon, receptionist, front office department, villa semana resort and spa ubud

Page 2 of 18 | Total Record : 180