cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
THE ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERROR IN SPEAKING BY EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., I Putu Surya Anggana; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11459

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis kesalahan gramatikal dan untuk mengetahui jenis kesalahan tata bahasa yang sering dilakukan oleh siswa SMP dalam berbicara dala, bahasa Inggris. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan siswa kelas VIII semester dua SMP Negeri 4 Singaraja sebagai populasi dipilih dengan menggunakan cluster random sampling dan terdiri dari 33 siswa, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah perekam Video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam omission, addition, misformation, dan misordering. Total kesalahan mencapai 61 kali. Frekuensi error tertinggi adalah omission dimana jumlah persentasenya mencapai 62,30%. Frekuensi error kedua adalah misordering dimana jumlah prosentase mencapai 18,4%. Frekuensi error ketiga adalah addition yaitu 14,75%. Frekuensi error yang terakhir adalah misformation yang memiliki angka rendah 4,91%.Kata Kata Kunci : Kesalahan tata bahasa, Berbicara, The purposes of this study are to analyze the types of grammatical errors and to know the types of grammatical error which are frequently made by the junior high school students in speaking English. This research design in this study was descriptive qualitative design with the eighth grade students in second semester of SMP Negeri 4 Singaraja as the population was chosen by using cluster random sampling and consist of 33 students, the instruments that were used to collect the data ware a video recorder. The result showed that students made error in omission, addition, misinformation, and misordering. The total of errors reaches 61 times. The highest frequency of error is omission which the number of percentage achieves 62.30%. The second frequency of error is misordering which the number of percentage achieves 18,4%. The third frequency of error is addition which is 14,75%. The last frequency of error is misformation which has low number 4,91%.keyword : Grammatical error, Speaking,
The Reinforcement Used By English Teacher In Eighth Grade Students Of SMP N 1 Kintamani ., NI WAYAN YULI ERAYANTI; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marhaeni; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18796

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian case study deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis penguatan yang digunakan oleh guru bahasa Inggris, (2) alasan guru menggunakan penguatan tersebut, dan (3) keefektifan penguatan guru pada siswa. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas delapan SMP N 1 Kintamani. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi serta wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris siswa di kelas delapan SMP N 1 Kintamani lebih banyak menggunakan penguatan positif (79.39%) dan diikuti oleh penguatan negatif (20.61%) selama proses belajar mengajar. Penguatan positif yang diberikan oleh guru adalah tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), dan privilege reinforcement (0.55 %). Penguatan negatif yang digunakan oleh guru menyebut nama siswa (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) dan kontak mata (4.25%). Alasan guru menggunakan penguatan itu adalah karena penguatan itu bisa memotivasi siswa serta membuat siswa tetap memperhatikan pelajaran. Penguatan positif yang diberikan oleh guru efektif pada siswa karena dapat membuat siswa aktif di kelas. Sementara, untuk penguatan negatif, tidak semua dari mereka efektif.Kata Kunci : penguatan, sekolah menengah pertama This research was a descriptive case study study aimed at describing (1) kinds of reinforcement used by english teacher, (2) the reason of teacher using those reinforcements, and (3) the effectiveness of the teacher’s reinforcements on students. The subject of the study was an english teacher and the eighth grade students of SMP N 1 Kintamani. The method of data collection were observation and documentation as well as interview. The data were analyzed quantitatively and qualitatively. The result of the study showed that the english teacher in eighth grade students of SMP N 1 Kintamani mostly used positive reinforcement (79.39%) followed by negative reinforcement (20.61%) during the teaching and learning process. Positive reinforcement given by the teacher were tangible reinforcement (72.38%), social reinforcement (27.07%), and privilege reinforcement (0.55 %). Negative reinforcement used by the teacher were mention students’ name (46.81%), reminders, prompt and cues (21.28%), proximity (17.02%), gesture (10.64%) and eye contact (4.25%). The reason of teacher using those reinforcement was because those reinforcement could motivate the students as well as keep them on track. Positive reinforcement given by the teacher was effective on students because it could make students active in the classroom. While, for the negative reinforcement, not all of them were effective.keyword : junior high school, reinforcement
THE ANALYSIS OF SPEECH ACTS IN CLASSROOM MANAGEMENT APPROACH (A CASE STUDY ON ENGLISH TEACHER AT SDN 1 PEMARON) ., Ni Luh Sukareni; ., Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd; ., A.A. Gede Yudha Paramartha, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11081

Abstract

Studi ini bertujuan uantuk menganalisis penggunaan tindak tutur dalam pengaturan kelas oleh guru bahasa Inggris di SDN 1 Pemaron. subjek dalam studi ini yaitu guru bahasa inggris dan siswa SDN 1 Pemaron pada akademik 2016/2017. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian deskripsi studi kasus yang focus pada kualitative data. Data dari studi ini dikumpulkan melalui observasi, perekaman, pencatatan, dan data transkrip. Studi ini menemukan empat tipe speech acts yaitu assertive, directive, expressive, and commissive yang muncul pada pengaturan kelas oleh guru bahasa inggris di SDN 1 Pemaron. 229 ungkapan telah dianalisis sebagai kategori tindak tutur. Dalam studi ini, tindak directive adalah penggunaan terbanyak dalam pengaturan kelas yaitu 161 ungkapan. Ungkapan-ungkapan tersebut berdampak mengurangi penyimpangan perilaku siswa ketika belajar mengajar.Kata Kunci : pengaturan kelas, tindak tutur This study aimed to analyze the speech acts used in classroom management approach that applied by the English teacher on SDN 1 Pemaron. The subject was the English teacher and students at SDN 1 Pemaron in the academic year of 2016/2017. This research was categorized as descriptive case-study research in which this research focuses on qualitative data. The data of this study were collected through observation, recording, note taking, and data transcription. This study found four types of speech acts namely assertive, directive, expressive and commisive which appeared on classroom management by the English teacher at SDN 1 Pemaron. 229 utterances were analyzed as speech acts category. In this study, directive acts were the most use in classroom management which was 161 utterances.Those utterances reduced student’s misbehaviour during teaching and learning.keyword : classroom management approaches,speech acts
LANGUAGE USE: AN ANALYSIS OF ASSERTIVE ACTS USED BY THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Made Githa Swami Mardawati; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.849 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa jenis-jenis tindak tutur asertif dan gaya ujaran yang digunakan oleh siswa kelas sebelas di SMA Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa, yang terdiri dari 13 perempuan dan 17 laki-laki. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data penelitian ini diperoleh melalui metode elisitasi data, merekam dan wawancara. Data yang terkumpulkan selanjutnya ditranskripsi dan digolongkan berdasarkan 6 kategori tindak tutur asertif menurut Searle. Hasil analisa menunjukkan bahwa tindak tutur asertif siswa dapat dihadirkan secara berurutan, sebagai berikut: menyatakan (38.0%), mengeluh (27.12%), menyarankan (16.60%), melaporkan (11.64%), menuntut (3.70%), lalu diikuti oleh membual (3.01%) dari 730 ujaran. Masing-masing tindak tutur aserif didapati menggunakan lebih dari satu pola kalimat yang berbeda-beda, contohnya, ada 21 jenis pola yang digunakan dalam tindak tutur asertif menyatakan. Analisa gaya ujaran menunjukkan bahwa gaya ujaran yang paling sering digunakan siswa adalah tidak resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyatakan (36.98%), sementara gaya ujaran yang paling sedikit digunakan adalah resmi yang digunakan dalam tindak tutur menyarankan (0.13%).Kata Kunci : deskriptif kualitatif, tindak tutur asertif, gaya ujaran The intention of this research was to analyze the types of assertive acts and the speech styles used by the eleventh grade students of SMA Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were 30 students, consisting of 13 females and 17 males. This research was a qualitative research, in which the data of the research were obtained through data elicitation, recording and interview. The data gathered were then transcribed and classified based on the 6 categories of assertive acts according to Searle. The results of the analysis showed that the assertive acts used by the students can sequentially be presented, as follows: to state (38.00%), to complain (27.12%), to suggest (16.60%), to report (11.64%), to claim (3.70%), then followed by to boast (3.01%) out of 730 speeches. Each of the assertive acts was realized by using more than one different sentence patterns, for instance, 21 kinds of patterns were used in to state. The analysis of speech styles showed that the most style frequently used by the students was informal that was used in to state (36.98%), meanwhile the less style was formal that was used in to suggest (0.13%). keyword : descriptive qualitative, assertive acts, speech styles
DEVELOPING ENGLISH LITERACY-BASED ACTIVITIES FOR THE FIRST SEMESTER OF 4TH GRADE ELEMENTARY STUDENTS ., Dewa Ayu Novi Kusumawardani; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Luh Gd Rahayu Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris di kelas 4 SD semester ganjil; (2) lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD sesmeter ganjil yang tervalidasi ; (3) menguji kualitas lembar kerja berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model Design & Development (D&D). Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara: 1). Observasi; 2). Studi dokumen; 3). Kuisioner (Checklist); dan 4). Uji lapangan di Sekolah Dasar. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif (uji-t). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) deskripsi produk akhir berupa Lembar kerja Kegiatan Peserta Didik berbasis kegiatan literasi bahasa Inggris untuk siswa kelas 4 SD semester ganjil; (2) produk akhir yang dihasilkan dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli sebesar 140,0 yang tergolong kategori sangat baik; (3) hasil uji lapangan terbukti efektif meningkatkan keterampilan literasi bahasa Inggris siswa yang ditunjukkan melalui hasil uji-t, yaitu sebesar 6.43. Nilai uji t yang diperoleh adalah 0,000
Classroom Interaction Analysis Viewed from Information Sources at SMAN 2 Singaraja ., Ni Made Budi Artati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.802 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13461

Abstract

This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.Kata Kunci : Classroom Interaction, Information Sources This study aimed at analyzing the implementation of classroom interaction characteristics in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources and the description of constrains were found in implementing multi-way interaction in writing at SMAN 2 Singaraja viewed from information sources. The subject of the study were a teacher and 34 students.keyword : Classroom Interaction, Information Sources
THE DIFFERENCES OF TIGAWASA DIALECT AND DENCARIK DIALECT VIEWED FROM PHONOLOGICAL AND LEXICAL VARIATION ., I Ketut Satria Adiguna; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12115

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan fonologis dan variasi leksikal pada dialek di desa Tigawasa dan dialek di desa Dencarik. Penelitiaan ini di disain secara deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan 3 informan di tiap-tiap desa. Dimana diantaranya, 3 informan di desa Tigawasa dan 3 informan di desa Dencarik. Semua informan dipilih sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Penelitian ini menggunakan 3 instrumen di dalam mengumpulkan data. 1. Peneliti, 2. Lis kata atau daftar kata dari Swadesh dan Nothofer, dan 3 .Perekam suara. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan 4 teknik dalam mengumpulkan. 1. Observasi, 2. Merekam, 3. Mencatat, dan 4. Interview. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 6 indikasi variasi fonologis, yaitu syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge, dan haplology. Hasil selanjutnya adalah adanya 4 indikasi variasi leksikal, yaitu semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. Kata Kunci : dialek, variasi fonologi, variasi leksikal Abstract This study aimed at exploring the differences of Tigawasa and Dencarik dialect viewed from phonological and lexical variation. This research was a descriptive qualitative research. In this research, there were 3 informant samples from Tigawasa village and 3 informant samples from Dencarik village. All of the informants were chosen based on a set of criteria. The obtained data were collected based on three instruments, namely: researcher, word lists (swadesh and nothofer) and recorder. This study also used four techniques namely: observation, recording, note-taking, and interview. The results of the study show that, 1) there were 6 indications of phonological variarion, such as; syncope, apocope, prothesis, epenthesis, paragoge and haplology, 2) there were 4 indications of lexical variation, such as; semasiological variation, onomasiological variation, formal variation and contextual variation. keyword : dialect, phonological variation, lexical variation.
READING INTEREST AND THE STUDENTS’ READING COMPETENCY IN THE JUNIOR SECONDARY SCHOOL ., Ketut Sintya; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Gede Mahendrayana, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat membaca dan kompetensi membaca pada deskriptif teks serta hubungan antara dua variable yang dilakukan di SMP N 1 Kubutambahan. Terdapat dua kelas yang terlibat sebagai subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII C dan VII F. Penelitian ini dirancang dalam metodologi kuantitatif korelasional dengan menggunakan dua instrumen untuk mengukur minat membaca dan kompetensi membaca siswa pada teks bahasa inggris. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut terdiri dari angket minat membaca dan tes kompetensi membaca pada teks deskriptif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah deskriptif dan koefisien korelasi pearson?s product moment. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa minat membaca dan kompetensi membaca siswa masing-masing dikategorikan baik dan tinggi. Temuan penelitian menyiratkan pentingnya mengembangkan minat membaca sebagai kegiatan belahjar sehari-hari dirumah dan disekolah, hal ini akan meningkatkan kompetensi membaca pada waktunya. Kata Kunci : Minat Membaca, Kompetensi Membaca, dan Koefisien Korelasi. The current research objectives were focused on the students? reading interest and reading competency on descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMPN 1 Kubutambahan, while the sample of this study was the students of class VII C and VII F. This research was designed in a correlation quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students? reading interest and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading interest questionnaire and reading competency test. Data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson?s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings disclose that the students? reading interest and reading competency are categorized as good and high respectively. The research findings imply the importance of developing reading interest as a day-to-day learning activities at home and/or at school, which will enhance reading competency in due times.keyword : Reading Interest, Reading Competency, and Correlation Coefficient
A STUDY ON THE TEACHER’S FEEDBACK IN THE CLASSROOM IN RELATION TO STUDENTS’ MOTIVATION AND ACHIEVEMENT IN LEARNING ENGLISH LANGUAGE FOR VII GRADE AT SMP NEGERI 1 BANJAR ., Ni Wayan Wita Astiti S.; ., Drs.Gede Batan,MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11300

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk meneliti tingkatan umpan balik yang digunakan oleh guru di dalam kelas dalam mengajar bahasa Inggris dan meneliti hubungan antara umpan balik yang diberikan oleh guru dengan motivasi dan prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dan melibatkan seorang guru bahasa Inggris yang mengajar tujuh puluh empat siswa dari dua kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner. Berdasarkan temuan, guru menggunakan empat tingkatan umpan balik sesuai dengan teori dari Hattie&Timperley (2007); task level, process level, self-regulation level, dan self-level. Task level digunakan 10.76% di VII E dan 6.13% di VII F, process level digunakan 78.49% di VII E dan 65.31% di VII F, self-regulation level digunakan 7.69% di VII E dan 7.14% di VII F, dan self-level digunakan 3.06% di VII E dan 21.42% di VII F. Umpan balik dari guru berhubungan dengan motivasi dan prestasi siswa. Hal ini terbukti dari persentase motivasi dan prestasi siswa. 51.35% siswa memiliki motivasi yang tinggi, 48.65% siswa memiliki motivasi sedang, 63.5% siswa memiliki prestasi yang tinggi dan 36.5% siswa memiliki prestasi yang sedang. Kata Kunci : umpan balik, empat tingkatan umpan balik, motivasi, prestasi This study intends to investigate the level of feedback used by the teacher in the classroom in teaching English language and the relationship between the teacher?s feedback and students? motivation and their achievement. It utilized a descriptive case study and involved an English teacher who thought seventy-four students from two classes. The data were collected from an observation, an interview, a documentation, and a questionnaire. The findings showed that the teacher provided four levels of feedback as proposed by Hattie & Timperley (2007); task level, process level, self-regulation level, and self-level. Task level was used 10.76% in VII E and 6.13% in VII F, process level was used 78.49% in VII E and 65.31% in VII F, self-regulation level was used 7.69% in VII E and 7.14% in VII F, and self-level was used 3.06% in VII E and 21.42% in VII F. The teacher?s feedback had relationship with the students? motivation and achievement. It showed from the percentage of students? motivation and achievement. There were 51.35% students who had high motivation, 48.65% students who had moderate motivation, there were 63.5% students who had high achievement and 36.5% students who had moderate achievement.keyword : feedback, four levels of feedback, motivation, achievement
DEVELOPING CAMTASIA-BASED TEACHING MEDIA TO ENRICH KINDERGARTEN STUDENTS’ VOCABULARY ., Putu Nita Handayani; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd., M.Pd.; ., Ni Putu Astiti Pratiwi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran melalui aplikasi camtasia dalam bentuk video pembelajaran (2) menganalisis kelayakan produk guna memperkaya kosakata pelajar di Taman Kanak-Kanak. Subjek penelitian ini yakni para siswa dan guru di TK Lab. Undiksha, Singaraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain dan pengembangan (DDR) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), yang pengimplementasiannya terbatas pada tahap uji coba produk dan hanya menggunakan evaluasi formatif. Instrument yang digunakan pada penelitian ini yakni interview awal dan interview akhir, silabus analisis, rubrik validitas instrument, rubrik penilaian ahli, serta lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan kualitatif serta kualitatif teknik. Media pembelajaran yang dikembangkan yakni enam topic atau tema pada semester dua. Hasil dari penilitian ini adalah media pengajaran berbasis camtasia dalam bentuk video pembelajaran. Kualitas produk dari evaluasi ahli menunjukan bahwa skor yang didapatkan dari ahli media yakni 38 yang dikategorikan sebagai ?excellent? kualitas media. Skor yang diperoleh dari ahli materi 1 terhadap produk yakni 39.8 yang dikategorikan sebagai kualitas media yang ?excellent?. Terlebihlagi, skor yang diperoleh dari ahli materi 2 yakni 38.3 yang juga dikategorikan sebagai media yang berkualitas ?excellent?. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis camtasia layak digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci : camtasia, media pembelajaran, pelajar anak usia dini This research is intended to (1) produce a suitable teaching media through camtasia in the form of learning video (2) analyze the eligibility of the products to enrich the kindergarten students? vocabulary. The subject of this research were the students and the teachers in TK Lab. Undiksha, Singaraja. This Design and Development Research (DDR) used ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which the implementation limited to the tryout of the product and used formative evaluation only. The instruments used in this study were preliminary interview and post interview, syllabus analysis, instruments validity rubrics, expert judgment rubrics and observation sheet. The data were analyzed both qualitatively and quantitatively. The learning media that developed were six topics/theme in the second semester. The result of this present research are camtasia-based teaching media in the form of learning video. The quality of the media form the experts? evaluation reveals that the average score from the media expert is 38 which categorize as an excellent media quality. Then the score from the material expert 1 is 39.8 that categorize as an excellent media quality. Moreover, the score from the material expert 2 is 38.3 which also categorize as an excellent media quality. Therefore, this research conclude that the camtasia-based teaching media in the form of learning videos is worthy to be used as teaching media for the young learners. keyword : camtasia, teaching media, young learners