cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 271 Documents clear
DEVELOPING E-LEARNING BASED ENGLISH MATERIALS WITH THE INSERTION OF BALINESE LOCAL FOOD FOR THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF FOOD & BEVERAGE PRODUCT DEPARTMENT AT SMK N 2 SINGARAJA ., Luh Komang Sani Cahyani; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11180

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan materi bahasa Inggris berbasis e-learning dengan menambahkan materi tentang makanan local khas Bali untuk siswa kelas 11 jurusan Jada Boga di SMK N 2 Singaraja; (2) mengukur kualitas produk e-learning. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owen (2004). Data penelitian dikumpulkan melalui analisis wawancara, observasi, dokumen, angket, uji ahli dan uji lapangan. Hasil data dari analisis wawancara, observasi, dokumen, dan angket dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, data dari uji ahli dianalisis dengan menggunakan Interrater Agreement Model, dan data dari studi lapangan dianalisis melalui hasil angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa jasa boga membutuhkan materi Bahasa Inggris khusus berbasis e-learning dengan tambahan materi tentang makanan local khas Bali dan dapat diintegrasikan dengan menggunakan Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK); (2) materi Bahasa Inggris khusus berbasis e-learning dikategorikan sebagai materi berkualitas tinggi berdasarkan validitas isi dan uji lapangan.Kata Kunci : R & D, e-learning, Jasa Boga, Food & Beverage Product, Balinese Local Food This study is research and development study. This study aimed at developing good E-Learning based English materials with the insertion of Balinese local food for Eleventh Grade Students at SMKN 2 Singaraja, and knowing the quality of e-learning product. This study was done by using the research and development design of Lee & Owen (2004). The data of the research was collected by using interview analysis, observation analysis, document analysis, questionnaire, expert judgments, and field test. The result of interview analysis, observation analysis, document analysis, and questionnaire were analyzed by using descriptive analysis, the data of expert judgments were analyzed by using Inter-rater Agreement Model, and the result of field study were analyzed by using questionnaire result. The study showed that (1) the students need English material that appropriate with their major department and appropriate with their career target in the future; (2) the e- learning based English materials with the insertion of Balinese local food for eleventh grade students categorized as high quality based on content validity and field test.keyword : R & D, e-learning, Jasa Boga, Food & Beverage Product, Balinese Local Food
THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Putu Kusumawati; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.829 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13324

Abstract

THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 Oleh Putu Kusumawati, NIM 1312021225 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Ganesha, ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh signifikan media digital flashcard pada pembelajaran Vocabulary terhadap siswa kelas 4 di SD Negeri 1 & 2 Paket Agung dalam tahun akademik 2016/2017. Desain dari penelitian ini menggunakan Post test only control group dari model Quasi Experimental Research. Adapun populasi dari penelitian ini melibatkan siswa SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. Selain itu sampel dari penelitian tersebut terdiri dari 38 siswa kelas 4 di SD Negeri Paket Agung sementara SD Negeri 2 Paket Agung terdiri dari 40 siswa yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dari penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan descriptive and inferential statistical analysis. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis (independent t-test) menunjukkan bahwa hasil dari tobs = 3754>tcv = 2.000 sementara nilai signifikan data tersebut adalah .000 yang nilainya lebih rendah dari ɑ = 0.05. Hasil analisis data tersebut mengindikasikan bahwa ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media Digital Flashcard terhadap penguasaan kosakata. Kata Kunci : Anak-anak, Kosakata, Media Digital Flashcard THE EFFECT OF DIGITAL FLASHCARD ON STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY OF THE FOURTH GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 1 & 2 PAKET AGUNG IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 by Putu Kusumawati, NIM 1312021225 English Education Department, Ganesha University of Education, ABSTRACT The aim of this study was to investigate the significance effect of digital flashcard media on the vocabulary mastery of the fourth grade students at SD Negeri 1 & 2 Paket Agung in the academic year 2016/2017. The design of this study used post test only control group of quasi experimental research. Therefore the population of this study was SD Negeri 1 & 2 Paket Agung. The samples of this study were 38 students of fourth grade in SD Negeri 1 Paket Agung and 40 students of fourth grades in SD Negeri 2 Paket Agung selected by using simple random sampling technique. The data were analysed by using descriptive and inferential statistical analysis. The result of the hypothesis testing (independent t-test) showed that the tobs = 3754>tcv = 2.000 and the significance value of the data was .000 lower than ɑ = 0.05. It indicated that there is a significance effect of digital flashcard towards students’ vocabulary mastery. keyword : Digital flashcard media, Vocabulary mastery, Young learners
THE EFFECT OF PICTIONARY GAME INTEGRATED WITH BOARD RACE GAME ON STUDENTS' GRAMMAR MASTERY IN SD NEGERI 1 AND SD NEGERI 3 LOKAPAKSA IN THE ACADEMIC YEAR 2016/2017 ., Denok Admila Suci; ., Dr. Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa yang diajar dengan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Sampel penelitian diperoleh dengan cara cluster random sampling dan diperoleh kelas V di SD Negeri 1 Lokapaksa sebagai kelompok kontrol dan SD Negeri 3 Lokapaksa sebagai kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game, sedangkan kelompok kontrol diajar dengan menggunakan strategi konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skenario pengajaran dan post-test. Penelitian experimen ini mengimplementasikan desain penelitian post-test only control group. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa di kelas eksperimen mampu menunjukkan hasil yang lebih baik daripada kelompok siswa kelas control. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil t-test dimana nilai tobs adalah 2.816, sedangkan nilai tcv adalah 1.666 (tobs > tcv). Hal ini berarti bahwa penggunaan Pictionary game yang diintegrasikan dengan Board Race game mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada kemampuan menguasai grammar Bahasa Inggris pada siswa kelas lima SD.Kata Kunci : Board Race game, strategi konvensional, penguasaan grammar, Pictionary game This study aimed at investigating whether or not there was a significant effect on the use of Pictionary game integrated with Board Race game as a learning strategy towards the fifth grade students’ grammar mastery. This study was a quasi experimental one. The sample of this study was selected by using cluster random sampling technique and SD Negeri 1 Lokapaksa was decided as a control group while SD Negeri 3 Lokapaksa as an experimental group. The experimental group was taught by using Pictionary game integrated with Board Race game, while the control group was taught by using conventional strategy. The instrument used in this study were teaching scenario and post-test. This experimental research implemented post-test only control group design. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially. The result showed that the group of students in experimental group could perform a better result rather than the group of students in the control group. It could be proven from result of the t-test in which the tobs was 2.816, meanwhile the tcv was 1.666 (tobs > tcv). It means that the use of Pictionary game integrated with Board Race game give significant effect toward the fifth grade primary school students’ English grammar mastery.keyword : Board Race game, Conventional strategy, Grammar Mastery, Pictionary game
DEVELOPING ENGLISH LEARNING MATERIALS SUPPLEMENTED BY E-LEARNING FOR THE TENTH GRADE NURSING DEPARTMENT STUDENTS OF SMK NEGERI 1 KUBUTAMBAHAN ., Eva Agustino; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12152

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk (1) mengembangkan materi Bahasa Inggris yang dibutuhkan oleh siswa kelas X Jurusan Keperawatan di SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) mengidentifikasi desain materi Bahasa Inggris; dan menentukan (3) kualitas materi Bahasa Inggris yang dikembangkan berdasarkan kriteria dari materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada desain penelitian dan pengembangan oleh Lee & Owens (2004). Desain ini meliputi: need analysis, design dan development. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman, interview, dan uji ahli. Data yang didapatkan dari hasil observasi, rekaman dan interview selama proses need analysis, telah dianalisis secara deskriptif, sedangkan data yang didapatkan dari hasil uji ahli, dianalisis secara kuantitatif dengan mengikuti rumus dari Candiasa (2010). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa; (1) siswa kelas X Jurusan Keperawatan membutuhkan materi Bahasa Inggris yang spesifik sesuai dengan target pekerjaan yang mereka lakukan di masa depan; (2) materi Bahasa Inggris telah didesain menjadi beberapa unit, yaitu: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, dan Dimensions of Symptom; (3) dari hasil uji ahli yang berdasarkan dengan kriteria materi ESP yang baik dan kriteria e-learning yang baik, materi yang dikembangkan tergolong sangat bagus. Kata Kunci : need analysis, e-learning, materi bahasa inggris, R&D This study was a research and development (R&D) was aimed at (1) developing English learning material that are needed by the tenth grade of Nursing Department students at SMK Negeri 1 Kubutambahan; (2) describing the design of English learning material; and finding out (3) the quality of the developed material based on the criteria of good ESP material and good e-learning. This study followed the R&D design by Lee and Owens. This design involves: need analysis, design, and development. This study was conducted at SMK Negeri 1 Kubutambahan, the subjects of the study being the tenth grade of Nursing Department students. The data were collected through observation, recording, interview, and expert judgment. The data from the result of observation, interview and recording during the need analysis process were analyzed descriptively; the data from expert judge were analyzed quantitatively. The result of this study shows that: (1) the tenth grade of Nursing Department students need specific English materials that are related to their future job. The existing syllabus and material did not cover their needs; (2) the materials were designed into some unit based on the data gathered from the need analysis. Those units are: General Assessment, Handling Patients, Patient’s Hygiene, Checking Vital Signs, and Dimensions of Symptom; (3) from the result of the expert judgment based on the criteria of good ESP material and good e-learning material, the developed material was categorized into an excellent material.keyword : need analysis, e-learning, English learning material, R&D
An Analysis of Subtitling Strategy in the La La Land Movie (2016) ., Putu Wita Pradnya Dhari; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Dr. Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd, M.Hu
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.282 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land, dan (2) mengelompokkan kesalahan dalam terjemahan lirik-lirik lagu pada film La La Land. Penelitian ini di desain secara deskriptif kualitatif. Ada lima buah lagu yang digunakkan sebagai subjek dari penelitian ini yang berjudul Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). Kesalahan-kesalahan yang terdapat pada terjemahan lirik-lirik lagu merupakan objek dari penelitian ini. Untuk mengambil data digunakan beberapa metode seperti menonton film, membuat catatan, dan mebuat transkripsi. Setelah itu data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif. Hasilnya adalah, ditemukan 186 kesalahan pada makna, kealamian, irama dan sajaknya. Terdapat 25 atau 20% kesalahan pada maknanya, 39 atau 31% kesalahan pada kealamiannya, 107 atau 86% kesalahan pada iramanya, dan 15 atau 12% kesalahan pada sajaknya. Secara terperinci, pada lagu Another Day of Sun, ditemukan 10 or 33% kesalahan pada maknanya, 17 atau 56% kesalahan pada keaalamiannya, 29 or 97% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 16% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu Someone in the Crowd, ditemukkan 6 atau 24% kesalahan pada maknanya, 7 or 28% kesalahan pada kealamiannya, 25 atau 96% kesalahan pada iramanya, dan 5 atau 20% kesalahan pada sajaknya. Kemudian, pada lagu A Lovely Night, ditemukkan 2 atau 5% kesalahan pada maknanya, 5 atau 14% kesalahan pada kealamiannya, 32 atau 74% kesalahan pada iramanya, dan 2 or 5% kesalahan pada sajaknya. Pada lagu City of Stars, ditemukkan 1 atau 12% kesalahan pada maknanya, 1 atau 12% kesalahan pada kealamiannya, 8 atau 62% kesalahan pada iramanya, dan 0 atau 0% kesalahan pada sajaknya. Yang terkahir pada lagu Audition (The Fools Who Dream), ditemukkan 5 atau 22% kesalahan pada maknanya, 9 atau 33% kesalahan pada kealamiannya, 24 atau 88% kesalahan pada iramanya, dan 3 atau 11% kesalahan pada sajaknya. Permasalah terbanyak dapat ditemukkan pada irama dari lirik- lirik lagu film La La Land dengan 107 (86%) kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa penerjemah lirik lagu pada film La La Land tidak berhasil mempertahankan irama lagu yang menjadi nilai penting pada terjemahan lagu karena adanya perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Kata Kunci : Terjemahan Audiovisual, terjemahan lagu, subtitle, kesalahan pada terjemahan This study aimed at (1) identifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie, and (2) classifying the errors in the translation of song lyrics in La La Land movie. This study was designed descriptive qualitatively. There were five songs used as the subjects of the study, namely Another Day of Sun, Someone in the Crowd, A Lovely Night, City of Stars, and Audition (The Fools Who Dream). The errors in the translation of song lyrics were the object of this study. Several methods, namely streaming, note taking, and transcribing were used in gaining the data. The data finding were analyzed qualitatively. It was found that there are 186 errors in terms of sense, naturalness, rhythm, and rhyme that can be identified from the songs. There are 25 or 20% errors in terms of sense, 39 or 31% errors in terms of naturalness, 107 or 86% errors in terms of rhythm, and 15 or 12% errors in terms of rhyme. In detail, in Another Day of Sun, there are 10 or 33% errors found in terms of sense, 17 or 56% errors in terms of naturalness, 29 or 97% errors in terms of rhythm, and 5 or 16% errors in terms of rhyme. In Someone in the Crowd, there are 6 or 24% errors in terms of sense, 7 or 28% errors in terms of naturalness, 25 or 96% errors in terms of rhythm, and 5 or 20% errors in terms of rhyme. Then, in A Lovely Night, there are 2 or 5% errors in terms of sense, 5 or 14% errors in terms of naturalness, 32 or 74% errors in terms of rhythm, and 2 or 5% errors in terms of rhyme. In City of Stars, there are 1 or 12% errors in terms of sense, 1 or 12% errors in terms of naturalness, 8 or 62% errors in terms of rhythm, and 0 or 0% error in terms of rhyme. Last, in Audition (The Fools Who Dream), there are 5 or 22% errors in terms of sense, 9 or 33% errors in terms of naturalness, 24 or 88% errors in terms of rhythm, and found 3 or 11% errors in terms of rhyme. The highest errors can be found in the rhythm of song lyrics with 107 (86%) errors. It can be concluded that the translator was unsuccessful in retain the rhythm of the song that becomes the essential value in song translation because of the gap between Indonesian and English Language.keyword : Audiovisual translation, song translation, subtitle, translation error
DEVELOPING A STANDARD ENGLISH LANGUAGE FINAL ACHIEVEMENT TEST INSTRUMENT FOR 8TH GRADE STUDENTS BASED ON THE IMPLEMENTATION OF CURRICULUM 2013 IN KARANGASEM AND BULELENG REGENCY IN 2014/2015 SCHOOL YEAR ., Ni Wayan Aristiya Dewi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11241

Abstract

Penelitian R&D ini bertujuan untuk menyajikan spesifikasi dan pengembangan instrumen tes ulangan kenaikan kelas Bahasa Inggris untuk menilai kompetensi pengetahuan siswa kelas 8 berdasarkan penerapan Kurikulum 2013. Spesifikasi tes dirancang berdasarkan 15 kompetensi dasar bidang pengetahuan dalam silabus kurikulum 2013. Pengembangan tes mengikuti enam prosedur pengembangan tes bahasa standar oleh Brown dan Abeywickrama (2010). Akan tetapi, karena keterbatasan penelitian maka pengembangan tes hanya mengikuti 4 prosedur yaitu 1) menentukan objektif dan tujuan tes, 2) merancang kisi-kisi, 3) merancang tes, dan 4) membuat evaluasi yang sesuai terhadap butir soal (validasi, try-out, dan analisis butir). Proses validasi tes melibatkan dua orang ahli yang hasilnya menyatakan tes tersebut memiliki validitas konstruk dan tampilan yang sangat baik. Uji coba dilakukan dua kali dan analisis buti dilakukan terhadap skor tes siswa untuk mendapatkan hasil tingkat kesusahan, daya pembeda, keefektifan pengecoh, dan homogenitas butir soal. Uji reliabilitas dihitung dengan metode Split half dan hasilnya adalah 0,93. Dari 100 butir soal yang awalnya dirancang, 65 butir soal dinyatakan layak untuk test.Kata Kunci : tes ulangan kenaikan kelas, pengembangan tes, analis butir soal, kurikulum 2013 This R&D study was aimed to present the specification and the development of a standard English Language final achievement test instrument to assess the 8th grade students knowledge competency based on the implementation of Curriculum 2013. The specification of the test was designed based on the 15 basic competencies of knowledge competence in the curriculum 2013 syllabus. The test development followed six procedures of developing standard language test by Brown and Abeywickrama (2010). However, because of the limitation of the study the test development only followed 4 procedures namely 1) determining the objective and purpose of the test, 2) designing the test specification, 3) designing the test, and 4) make appropriate evaluation of different kinds of items (validation, try-outs, and item analysis). The test validation process involved two experts and the result showed that the test has a very good construct and face validity. Try out tests were conducted twice and item analysis was conducted on the students’ test score to get the result of the item facility, item discrimination, distractor efficiency, and item homogeneity. The reliability of the test was calculated with Split half method and found to be 0.93. From 100 questions item that initially designed, 65 question items were accepted for the test. keyword : achievement test, test development, item analysis, curriculum 2013
The Morphological Processes of Balinese Dialect By Villagers of Tajen: A Descriptive Study ., Ni Putu Wahyuni Sri Rahayu Cahyani; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.033 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13330

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses morpologi Dialek Bahasa Bali yang digunakan di Desa Tajen Tabanan. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif. Data dibagi menjadi tiga domain bahasa, yaitu domain keluarga, domain persahabatan, dan domain lingkungan. Data dikumpulkan berdasarkan metode observasi dan metode wawancara (mendengar dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua macam proses prefiksasi dan sufiksasi. Prefiksasi adalah proses yang mengalami tambahan awalan. Awalannya adalah {a -}, {ke-}, {me}, dan {N-}. Sementara sufiksasi adalah proses yang mengalami tambahan akhiran. Akhirannya adalah {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, dan {-n}. Prefiks dan sufiks yang melewati proses derifatif, yaitu: prefik {a-}, {me-}, {N-}: dan sufiks {-an}, {-ang}, dan {-in}. Prefiks dan sufiks yang melewati proses inflektif, yaitu: prefiks {a-}, {me-}, {N-}: dan sufiks {-e}, {-an}, {-in}, {-n}.Terpisah dari ini, ada juga proses morpologi dalam bentuk kata ulang dan kata majemukKata Kunci : prefiks dan sufiks, proses derivatif dan inflektif, kata ulang, kata majemuk This study aimed at describing morphological processes of Balinese Dialect in Tajen village Tabanan. This study was a descriptive qualitative research. The data were divided into three language domains, namely: family domain, friendship domain, and neighborhood domain. The data were collected based on three techniques, namely: observing, recording, and interviewing (listening and noting) .The results of the study show that there are two kinds prefixation and suffixation. Prefixation is a process which undergoes an additional prefixes.The prefixes are {a-},{ke-}, {me-}, and {N-}. Meanwhile suffixation is a process which undergoes additional suffixes. The suffixes are {-e}, {-an}, {-ang}, {-in}, and {-n}. The prefixes and suffixes that undergo derivation process include: prefix {ke-}, {me-}, and {N-}; and suffix {-an}, {-ang}, {-in}. The prefixes and suffixes that undergo inflection process include: prefix {a-}, {me-}, {N-}; and suffix {-e}, {-an}, {-in}, {-n}. Apart from this, there are also morphological processes in the form of reduplicative words ‘kata ulang’ and compound words ‘kata majemuk.keyword : prefixes and suffixes, derivational and inflectional processes, reduplicatives, compound word
AN ANALYSIS OF INSTRUCTIONAL MEDIA USED BY MALE AND FEMALE ENGLISH TEACHERS IN TEACHING SPEAKING AT JUNIOR HIGH SCHOOLS IN SINGARAJA ., Komang Dita Amanda Febriawati; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Dr. Sudirman, M.L.S
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan instruksional media dari guru laki-laki dan perempuan bahasa Inggris pada saat mengajar speaking di kelas 7 di SMP Negeri 2 Singaraja dan SMPN 4 Singaraja. Skripsi ini deksriptif kualitatif, yang di bagi menjadi dua guru laki-laki dan dua guru perempuan bahasa Inggris. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teory dari Vernon. Di dalam teori tersebut terdapat lima kategori, diantaranya (1) Drawing, (2) Still Picture, (3) Audio Recording, (4) Motian Picture and TV, (5) Real Object, Simulation, and Models. Metode yag digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, catatan, dan interview untuk melengkapi data yang di dapat. Adapun penemuan akhir dalam penelitian ini adalah adanya perbedaan antara guru laki-laki dan perempuan di kedua sekolah tersebut dalam menggunakan media. di SMPN 2 Singaraja, guru laki-laki lebih dominan menggunakan media dalam proses belajar dan mengajar. Kemudian di SMPN 4 Singaraja guru perempuan yang lebih dominan menggunakan media dibandingkan guru laki-lakinya. Guru laki-laki di SMPN 2 Singaraja menggunakan tiga jenis tipe media, diantaranya still picture, audio recording, dan real object, simulation and models. Sedangkan guru perempuannya hanya menggunakan satu jenis media saja yaitu real object, simulation, dan models. Hal itu juga sama seperti guru laki-laki di SMPN 4 Singaraja hanya menggunakan satu jenis media yaitu real object, simulation, dan models. Untuk guru perempuannya menggunakan dua jenis media diataranya still picture, real object, simulation, dan models. Kata Kunci : intruksional media, sekolah, guru laki-laki dan guru perempuan This study aimed describing the instructional media used by male and female English teachers’ in teaching speaking in grade 7 at SMPN 2 Singaraja and SMPN 4 Singaraja. This research was qualitative descriptive, which involved 2 males and 2 females English teachers. This qualitative descriptive research used the theory by Vernon. There were five categories of this theory, they are (1) Drawing, (2) Still Picture, (3) Audio Recording, (4) Motion Picture and TV, (5) Real Object, Simulation, and Models. This study used the instruments of observation sheet, field note and interview guide to supported the data. The finding reveals that there is a difference between male and female in used media in both schools. At SMPN 2 Singaraja, male teacher more dominant used instructional media in the teaching and learning process. But, at SMPN 4 Singaraja female teacher more dominant in used instructional media. Male teacher at SMPN 2 Singaraja used three instructional media that was still picture, audio recording, and real object, simulation, models. While female teacher only used one instructional media that was real object, simulation, and models. It seemed like male teacher at SMPN 4 Singaraja also only used instructional media, that was real object, simulation, and models. For a female teacher at that school used two instructional media, that are still picture and real object, simulation, and models. keyword : Instructional media, schools, male and female teacher
The Comparison of Culture Shock between Dutch and Danish Tourists during Their Staying in Singaraja ., I Gusti Bagus Widi Darmadi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.101 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13389

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan gegar budaya yang dialami turis Belanda dan turis Denmark selama tinggal di Singaraja. Penelitian ini menganalisis gegar budaya terkait dengan komunikasi lisan dan tidak lisan. Data dianalisis berdasarkan teori dari Pederson (1995). Penelitian ini mengacu pada peneilitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga turis Belanda dan tiga turis Denmark. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam komunikasi lisan, ada lima persamaan gegar budaya dialami turis Belanda dan Denmark yaitu menyapa, perkenalan, pertanyaan pribadi, merekomendasikan, dan membuat janji. Dalam komunikasi tidak langsung yaitu tersenyum, kontak mata, interaksi sentuhan, jarak, bersendawa, dan gerak-gerik kepala. Perbedaan keduanya adalah turis Belanda mengalami enam gegar budaya, diantaranya mengingatkan, berterima kasih, menawarkan, meminta maaf, mengundang, dan bersiul. Sementara turis Denmark mengalami lima gegar budaya dalam menyarankan, menghakimi, melarang, menolak, dan memotong pembicaraan. Dalam komunikasi tidak lisan, turis Belanda mengalami lima gegar budaya, diantaranya dengan dua tangan menyapa, menggeretakkan jari tangan, tersenyum, makan dengan tangan, dan mengedipkan mata. Sedangkan, turis Denmark mengalami tujuh gegar budaya, yaitu melambai, penguatan, bersalaman, mencangkupkan tangan, memeluk, dan penggunaan tangan kiri kanan. Untuk mengatasi gegar budaya, mereka menayakan informasi kepada pemandu atau orang local, meniru, dan menyesuaikan diri sesuai aturan yang ada di Bali. Masalah dari turis Belanda dan Denmark adalah meniru budaya baru. Kata Kunci : gegar budaya, komunikasi lisan, komunikasi tidak lisan This descriptive qualitative study aimed at analyzing the comparison of culture shock experienced by Dutch and Danish tourists during staying in Singaraja. This study analyzed the culture shock which is related to verbal and non-verbal communications. The data were analyzed based on Pederson’s theory (1995). The subjects of this study were three Dutch and Danish tourists. The data were collected based on semi structure and unstructured interview. The result of this study shows that in verbal communication, there are five similarities of culture shock experienced by Dutch and Danish tourists, namely: greeting, introducing, asking personally, recommending, and making appointment. In non-verbal communication, there are five similarities of culture shock phenomena, namely: smiling, eye contact, touch interaction, space, belch, and head movement. However, Dutch tourists experienced six culture shock, namely: reminding, thanking, offering, apologizing, inviting, and whistling, while Danish tourists experienced five culture shock, namely: suggesting, judging, prohibiting, refusing, and interrupting. In non-verbal communication, Dutch tourists experienced five culture shock, namely: two hands greeting, snapping fingers, smiling, use hand in eating, and winking. Danish tourists experienced seven culture shock, namely: waving hands, thumb reinforcement, smiling, shaking hand, covering hands, hugging, and the right and left hand. To overcome the culture shock phenomena, they conducted something as follows: asking information to their tour guide or local people, imitating the local people’s habits, and organizing themselves based on the rule in Bali. Dutch and Danish tourists’ problems were in copying the communications of new culture. keyword : Culture shock, differences, similarities.
An Analysis of Balinese Swear Words Used in Sawan Village, Buleleng Regency ., I Gede Soni Restiadi; ., Dr. I Gede Budasi, M.Ed.; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa kasar di Desa Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kwalitatif, yang dimana dilaksanakan dengan cara mengobservasi, merekam suara, and mewawancarai narasumber. Narasumber yang digunakan adalah 10 masyarakat Desa Sawan, Buleleng Regency. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bahasa kasar yang digunakan di Desa Sawan, Kabupaten Buleleng mempunyai bentuk, referensi, dan fungsi masing-masing. Ada tiga bentuk dari bahasa kasar: (1) bentuk kata yang dimana dibagi menjadi dua bagian: monomofemik (contoh: pirate ‘ancestor’) dan polymorfemik (contoh: matan ‘eyes’). (2) bentuk frasa yang dimana dibagi menjadi tiga bagian: frasa kata benda (contoh: jeleme cicing ‘human dog’), frasa kata sifat (contoh: jaruh gati ‘very wicked), frasa kata sifat (contoh: mekatukan gen ‘always having sex’). (3) bentuk klausa (contoh: naskleng iba ‘you are bastard’). Referensi dari bahasa kasar dibagi berdasarkan (a) agama, (b) bagian tubuh, (c) kotoran badan, (d) binatang, (e) aktivitas, (f) latar belakang pribadi, (g) keadaan jiwa, (h) makhluk halus, (i) kekerabatan. Berdasarkan fungsinya: (a) untuk menarik perhatian, (b) untuk mengurangi rasa susah, (c) untuk memprovokasi, (d) untuk membuat identitas perorangan, (e) integratif, (f) agresif, (g) pemungutan, (h) perhatian Kata Kunci : bentuk, fungsi, referensi, bahasa kasar This study aimed at analyzing swear words used in Sawan Village, Buleleng Regency. This study used a descriptive qualitative research, which was conducted by observing, audio recording, and interviewing the informants. The informants were 10 people from Sawan Village, Buleleng Regency. The results of the study showed that the swear words used in Sawan Village, Buleleng Regency have their forms, references, and functions. There are three forms of swear words: (1) in the form of words which are divided into two types: monomorphemic (i.e. pirate ‘ancestor’) and polymorphemic (i.e. matan ‘eyes’). (2) in the form of phrases which are divided into three types: noun phrases (i.e. jeleme cicing ‘human dog’), adjective phrases (i.e. jaruh gati ‘very wicked), and verb phrases (i.e. mekatukan gen ‘always having sex’). (3) in the form of clauses (i.e. naskleng iba ‘you are bastard’). The references of swear words are related to (a) religion, (b) body function, (c) excrement, (d) animal terms, (e) activity (f) personal background, (g) mental illness, (h) devils, and (i) kinship. The function of swear words are (a) to draw attention, (b) to provide catharsis, (c) to provoke, (d) to create interpersonal identity, (e) integrative, (f) aggressive, (g) regressive, and (h) emphasis.keyword : forms, functions, references, swear words

Page 8 of 28 | Total Record : 271