cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AN ANALYSIS OF ENGLISH TEXTBOOK AND STUDENT WORKSHEET USED FOR ENGLISH SUBJECT FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3371

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan pandangan guru, siswa, dan kriteria materi belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan penelaah ahli, guru, dan siswa tentang kualitas bahan ajar ini. Subyek penelitian ini adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA, 2 guru pengajar dan 100 siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan ceklist dan kuesioner. Data dikumpulkan melalui ceklist oleh penelaah ahli dan guru, dan kuesioner oleh guru dan siswa. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja telah memenuhi kriteria dari bahan ajar yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Kemudian, guru dan siswa juga menunjukkan bahwa bahan ajar ini “Baik” untuk digunakan. Seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada subyek yang mebuat adanya penilaian subyektifitas karena persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik untuk proses belajar mengajar. Kata kunci: buku ajar, LKS, materi pembelajaran, perbedaan pandangan dan persepsi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan pandangan guru, siswa, dan kriteria materi belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan penelaah ahli, guru, dan siswa tentang kualitas bahan ajar ini. Subyek penelitian ini adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA, 2 guru pengajar dan 100 siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan ceklist dan kuesioner. Data dikumpulkan melalui ceklist oleh penelaah ahli dan guru, dan kuesioner oleh guru dan siswa. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja telah memenuhi kriteria dari bahan ajar yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Kemudian, guru dan siswa juga menunjukkan bahwa bahan ajar ini “Baik” untuk digunakan. Seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada subyek yang mebuat adanya penilaian subyektifitas karena persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik untuk proses belajar mengajar. Kata Kunci : buku ajar, LKS, materi pembelajaran, perbedaan pandangan dan persepsi. This research was conducted to analyze English Textbook and Student worksheet used by the seventh grade students in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 based on the perspective of teachers, students, and good learning materials criteria. The purpose was to describe the quality as well as to find out the discrepancy in the perceptions of experts, teachers, and students about quality of these learning materials. The subjects of this research were 2 lecturers of English Education Department of UNDIKSHA, 2 teachers and 100 seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaires. The data collected from the expert and user judges’ checklist, as well as teachers’ and students’ questionnaire. The data obtained were descriptively analyzed. The findings of the research showed the English Textbook and Students Worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja met the criteria of a good material used for teaching English according to theory proposed by Nitiasih et al (2010). Then, teachers and students perceived those learning materials were “Good”. As Sharma (2008) said there were four factors affecting personal perception. Consequently, some discrepancies occurred between the subjects that demonstrate subjectivity of personal perception. Thus, there was a need to equip teachers with ability and the authority to do effort in the attempt to established good quality learning materials. It could be done by providing guidelines to select and use good learning materials for teaching and learning process. keyword : discrepancy, learning materials, perception, student worksheet, and textbook.
An Analysis of the Implementation of the 2013 Curriculum among the Tenth Grade English Teachers of SMAN 1 Tabanan ., Ni Luh Putu Elly Trikayanti; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013, (2) menganalisis penerapan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan RPP yang mereka dibuat, (3) menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan selama penerapan Kurikulum 2013. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan adalah lembar observasi dan panduan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa RPP yang disusun oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan meliputi identitas subjek, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode, media dan sumber pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, penilaian. Penerapan kegiatan belajar mengajar meliputi kegiatan awal; kegiatan inti menggunakan Pendekatan Saintifik yang meliputi mengobservasi, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan; kegiatan akhir. Permasalahan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan adalah dalam hal penerapan Pendekatan Saintifik dan penilaian otentik. Kesimpulannya adalah bahwa guru Bahasa Inggris telah menyusun RPP dan menerapkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013. Namun mereka masih mempunyai permasalahan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Guru Bahasa Inggris, Implementasi This study aims at (1) analyzing the lesson plan arranged by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan based on the 2013 Curriculum criteria, (2) analyzing the implementation of teaching and learning activities based on the lesson plan they have arranged, (3) analyzing the problems encountered by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan during the implementation of the 2013 Curriculum. The subjects of this study were the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan. Instruments used in gathering the required data were observation sheet and interview guide. The data were collected through classroom observation and interview. The methods used in this research were observing and interviewing. The results of the analysis showed that the lesson plan that have been arranged by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan involved subject identity, Core Competency, Basic Competency, indicator, learning objective, learning material, method, media and resources, teaching and learning activities, assessment. The implementation of teaching and learning activities involved pre-activities; whilst-activities which used Scientific Approach involving observing, questioning, experimenting, associating, networking; post-activities. The problems encountered by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan were in the case of the implementation of Scientific Approach and authentic assessment. The conclusions were that the English teachers had arranged the lesson plan, and conducted teaching and learning activities based on the 2013 Curriculum criteria. However they still had problems in implementing the 2013 Curriculum.keyword : The 2013 Curriculum, English Teacher, Implementation
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA OF CLASSROOM MANAGEMENT AND LEADING SMALL GROUP DISCUSSION SKILLS FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Putu Reuni Yuliana; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran linear untuk keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di kelas microteaching di jurusan Pendidikan Bahas Inggris UNDIKSHA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Dick and Carey diadaptasi dalam penelitian ini. Langkah yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan lingkungannya, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, melakukan penilaian formatif, dan revisi produk. Hasil multimedia pembelajaran memperlihatkan bahwa multimedia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah multimedia pembelajaran yang isi pada simulasi mengenai pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai ahasa penghantar, and tingkatan siswa pada simulasi adalah tingkat SMA. Lalu kualifikasi multimedia pembelajaran linear yang dihasilkan adalah “sangat baik” dengan presentase keseluruhan 87.00% untuk multimedia pembelajaran keterampilan mengelola kelas dan 87.03% untuk keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, multimedia pembelajaran linear, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. This research is an Education Research and Development which aimed at developing linear instructional multimedia of classroom management skill and leading small group discussion skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA. To develop the instructional multimedia, the Research and Development (R&D) design by Dick & Carey was adapted. The steps done in developing the product were started with identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learners and contexts, writing performance objectives, developing assessment instruments, developing instructional strategy, developing instructional materials, conducting formative evaluation, and the last revising product. Moreover, the result showed that the linear instructional multimedia which is suitable for the English Education Department UNDIKSHA students’ needs is an instructional multimedia by which the content in the illustration/simulation of the skill components is about English language learning, the level of the students (setting) in the simulation is senior high school level, and the instructional language used is English. Then, the linear instructional multimedia has very good qualification with whole percentage (F/N) of 87.00% for classroom management skill and 87.03% for leading small group discussion skill linear instructional multimedia.keyword : research and development, linear instructional multimedia, classroom management skill, small group discussion skill
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT UNITE TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS: A COMPARATIVE STUDY ., Ni Wayan Desi Ariani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Tambakan (DT) dengan dialek Pelaga (DP). Objek dari penenlitian ini adalah dialek Tambakan dan Pelaga. Tiga orang penutur dari masing-maasing dialek dipilih sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini membandingkan dua dialek, yaitu dialek Tambakan dan dIalek Pelaga. Data yang didapatkan dalam bentuk leksikon yang diidentifikasi menggunakan Daftar Kata Swadesh, Daftar Kata Budasi, dan Daftar Kata Holle yang dikumpulkan menggunakan teknik merekam, mendengarkan, dan mencatat. Dalam penelitian ini, sistem fonologi dari kedua dialek dideskripsikan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DT dan DP memiliki persamaan fonologis dan leksikon yang relatif banyak. Terdapat 38 fonem yang sama di posisi awal, tengah, dan akhir pada leksikon kedua dialek tersebut. Fonem yang sama tersebut meliputi: a) enam vokal yang sama: //, /i/, /u/, /e/, // dan /o/; b) lima diftong yang sama: /i/, /u/, //, //, dan /u/; c) dua vokal rangkap yang sama: // and //; d) sembilan belas konsonan yang sama: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, dan /ñ/; e) enam konsonan kluster yang sama: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, dan /kr/. Dari tiga Daftar Kata yang terdiri dari 1.716 leksikon, ditemukan bahwa terdapat 946 leksikon yang sama dan 495 leksikon yang serupa sebagai bukti-bukti kualitatif yang menyatukan kedua dialek tersebut.Kata Kunci : metode perbandingan, aspek fonologis, leksikon, dialek Tambakan, dialek Pelaga This study aimed at describing the phonological and lexical similarities between Tambakan dialect (TD) and Pelaga dialect (PD). The objects of this study were Tambakan and Pelaga dialects. Three speakers from each dialect were chosen as the informants in this study. This study compared two dialects: Tambakan dialect and Pelaga dialect. The obtained data in the form of lexicons identified using Swadesh Wordlists, Budasi Wordlists, and Holle Wordlists were collected through recording, listening, and noting techniques. In this study, the phonological systems of both dialects were firstly described. The results of the study show that TD and PD actually have relatively many phonological and lexical similarities. The study has found that there are 38 same phonemes in the initial, middle and final positions of the words. Those phonemes were: a) six the same vowels phonemes: //, /i/, /u/, /e/, // and /o/; b) five the same diphthongs: /i/, /u/, //, //, and /u/; c) two the same geminate vowels: // and //; d) nineteen the same consonants: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, and /ñ/; and e) six same consonant clusters: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, and /kr/. From the three wordlists containing 1,716 lexicons, it has been found that there are 760 exactly the same lexicons and 546 similar lexicons as the qualitative evidences that unite those two dialects.keyword : comparative method, phonological aspect, lexicon, Tambakan dialect, Pelaga dialect
THE DEVELOPMENT OF LINEAR MULTIMEDIA IN TEACHING OPENING-CLOSING SKILL AND GIVING REINFORCEMENT SKILL IN MICROTEACHING CLASS AT ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT ., Putu Chintya Dewi; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3375

Abstract

Desain penelitian dari abstrak ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan multimedia linear dalam mengajarkan keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap; a) penelitian dan pengumpulan data, b) perencanaan, c) pembuatan prototipe d) penilaian awal produk, dan e) peningkatan produk. Instrument daripada penelitian ini adalah kuisioner penilaian ahli dan kuisioner penilaian pengguna. Semua data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa multimedia linear yakni dalam bentuk video dimana Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran dan bahasa pengantar dalam video dan menggunakan murid SMP sebagai model murid di simulasi. Isi daripada video microteaching dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Lebih lanjut, multimedia linear dalam mengajar keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan indicator keberhasilan oleh Tegeh and Kirna (2010). Berdasarkan hasil dari penilaian ahli dan pengguna, kualitas linear multimedia ini sangat bagus.Kata Kunci : Keterampilan Membuka-Menutup Pelajaran, Keterampilan Memberikan Penguatan, Keterampilan Microteaching, Multimedia Linear, Video This resreach and development research design was aimed at studying and developing linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill. This research consisted of six phases: a) research and data collection, b) planning, c) creating product d) product testing, e) evaluating result of product testing, and f) upgrading product. The instrument of this research was expert judgment form and user form. All data were both analyzed descriptively and quantitatively. The result of this research was a linear multimedia which is video that contains English as subject material in teaching the microteaching skills, use English as the language instruction and use Junior High School students as the model in the simulation. The content of the microteaching video was developed based on the need analysis of English Education Department Students. Furthermore, linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill was developed by considering the indicator of success from Tegeh (2010). Based on the result of experts’ judgment and users, the quality of linear multimedia was excellent. keyword : Giving Reinforcement Skill, Linear multimedia, Microteaching Skill, Video, Opening-Closing skill
INFLECTIONAL AND DERIVATIONAL MORPHEMES OF PELAGA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Wayan Adi Wiweka; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3376

Abstract

Penelitian ini ada sebuah penelitian deskiptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan prefik dan suffik dari dialect Pelaga yang tergolong inflectional dan derivational. Dua narasumber sampel dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga tehnik, yaitu: tehnik observasi, merekam dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasilnya dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis prefik ditemukan pada dialek Pelaga. Prefik tersebut ialah: [si-], [pa-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Selain itu juga terdapat enam jenis sufik yaitu: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n]. Selanjutnya ada empat jenis prefik yang tergolong kedalam jenis prefik derivational yaitu: [si-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Terdapat dua jenis sufik yang tergolong kedalam jenis sufik derivational yaitu: [-in] dan [-ang]. Sementara itu, prefik yang tergolong jenis inflectional ialah: [ma-], [n-], dan [pa-] an sufik inflectional adalah [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n].Kata Kunci : morfem derivational, morfem inflectional, dialek Pelaga This research is a descriptive qualitative research which aimed at describing the prefixes and suffixes in Pelaga Dialect (PD) which belong to derivational and inflectional. Two informants sample of PD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were four types of prefix found in Pelaga dialect. Those prefixes are: [si-], [pa-], [ma-], [n-] and [ka-]. Also there were six types of suffixes found existing in Pelaga dialect. Those suffixes are: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]. Moreover there are four prefixes belong to derivational prefix, they are: [si-], [ma-], [n-] and [ka-] and There were two kind of suffixes found in PD that is classified as derivational suffix, they are: [-in] and [-ang]. Meanwhile inflectional prefix are [ma-], [n-], and [pa-] and inflectional suffix are [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]keyword : drivational morpheme, inflectional morpheme, Pelaga Dialect (PD)
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN AN ENGLISH CLASS: THE CASE AT ELEVENTH GRADE OF AN IMMERSION CLASS IN SMA NEGERI BALI MANDARA ., Ni Putu Rika Amanda Putri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas pada kelas immersi dengan menggunakan Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system dibagi menjadi 22 kategori, yaitu: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and (14) Nonverbal. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA I SMA Negeri Bali Mandara yang terdiri dari dua puluh dua siswa. Penelitian ini dirancang dengan menngunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdapat lima instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, peneliti, kamera video, catatan lapangan, panduan wawancara dan daftar kategori.Data dikumpulkan dengan cara merekam interaksi kelas di kelas XI IPA I sebanyak empat kali. Kemudian, data ditranskrip dan dikategorikan berdasarkan FLINT system. Hasil analisis data menunjukan bahwa semua kategori interaksi kelas berdasarkan FLINT system terjadi di kelas. Jumlah interaksi yang dihasilkan oleh siswa 53.57 % sedangkan interkasi guru sebanyak 46.42%. Ini berarti bahwa interaksi guru dan siswa cukup seimbang dan siswa telah diberikan kesempatan terbaik untuk berpartisipasi di kelas.Kata Kunci : Kata kunci: Interaksi kelas, Foreign Language Interaction (FLINT) system, kelas immersi Abstract This study was aimed at finding the classroom interaction categories in an immersion class by using Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system is divided into 22 categories, namely: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and(14) Nonverbal. This study was conducted in XI Science I class of SMA Negeri Bali Mandara which consists of twenty two students. This study was designed by using descriptive qualitative approach. There were five instruments used in this study namely the researcher, video camera, observation sheet, interview guide and checklist. The data was collected by recording the classroom interaction in XI Science I class for four times. After that, the records were transcribed and categorized based on the FLINT system. The result of the data analysis shows that all categories of classroom interaction based on FLINT system occurred in classroom. The total interaction produced by the students was 53.57 % while the teacher produced 46.42%. It means that the interaction between teacher and students is quite balance and students are given best possible opportunity to participate in classroom. keyword : Keywords: Classroom interaction, Foreign Language Interaction (FLINT) system, Immersion class
AN ANALYSIS OF METAPHOR USED IN THE NEWS ITEMS OF JAKARTA POST NEWSPAPER ., Ni Made Lia Kesumayanti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis metafora yang digunakan pada teks berita di koran Jakarta Post, (2) mengidentifikasi jenis metafora yang paling banyak digunakan, dan (3) mendeskripsikan bagaimana metafora digunakan di setiap segmen berita di koran Jakarta Post. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah metafora. Subjek penelitian ini adalah empat koran Jakarta Post yang dipilih secara purposive dengan menggunakan teknik snowball. Dalam mengidentifikasi metafora, metode yang digunakan adalah MIP (Metaphor Identification Procedure). Peneliti, catatan, dan checklist digunakan sebagai instrumen dalam proses pengumpulan data. Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam jenis metafora yang digunakan pada teks berita di koran Jakarta Post yang meliputi (1) structural, (2) orientational, (3) ontological, (4) anthropomorphic, (5) animal, dan (6) synaesthesia mentaphor. Structural metaphor adalah jenis metafora yang paling banyak digunakan. Structural metaphor juga mendominasi di tiap segmen berita yaitu Headlines, Business Headlines, National, Archipelago, City, World, Business, World Business, Sports, Life Lines, People, dan Bali Daily.Kata Kunci : metafora, teks berita, koran Jakarta Post This study aimed to (1) identify the kinds of metaphor used in the news items of the Jakarta Post newspapers, (2) identify which kind of metaphor that is mostly used, and (3) describe how the metaphors are used among the news segments in the Jakarta Post newspapers. This research was a qualitative study. The object of this study was metaphor. The subjects of the study were four Jakarta Post newspapers selected purposively by using snowball technique. In identifying the metaphor, the method used was MIP (Metaphor Identification Procedure). The researcher, notes, and checklists were used as the instruments in the data collection process. The data were analysed descriptively by using Miles and Huberman model. The results of this study showed that there were six kinds of metaphor used in the newspapers studied. They were (1) structural, (2) orientational, (3) ontological, (4) anthropomorphic, (5) animal, and (6) synaesthesia metaphor. Among those metaphors, structural metaphor was mostly used in the news items of the Jakarta Post newspapers. It was also dominantly used in each of the twelve news segments of the newspapers which included Headlines, Business Headlines, National, Archipelago, City, World, Business, World Business, Sports, Life Lines, People, and Bali Daily.keyword : metaphor, news items, Jakarta Post newspaper
The Analysis of Terms of Address Used in the Debate Situations in the Indonesia Lawyers Club TV Program (A Sociolinguistics Study) ., Putu Indah Partami Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi debat dalam program TV Indonesia Lawyers Club, (2) menggambarkan representasi dari kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi perdebatan di program TV Indonesia Lawyers Club. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kata sapaan. Subjek penelitian ini adalah 62 peserta program TV Indonesia Lawyers Club yang mengucapkan kata sapaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan laptop, pemutar video, notebook, dan checklist. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah metode kualitatif dan desain yang digunakan adalah desain kualitatif. Implikasi dari penelitian ini yang mengungkapkan jenis kata sapaan yang digunakan seperti: Nama seperti I Wayan Koster; Istilah kekerabatan seperti Ibu Theresia, dan Saudara AW; Istilah yang samar seperti Pemirsa dan Hadirin; Gelar seperti Mayor Jendral; Istilah kata benda yang abstrak seperti Johan Budi Yang saya hormati; Istilah pekerjaan seperti Penjaga Keamanan; Istilah panggilan sayang seperti Aunty; Selain itu, istilah Teknonyms seperti Anak saya. Dari delapan tipe, sapaan kekerabatan yang paling sering digunakan oleh peserta sebesar 38,19% dari total presentase. Representasi sapaan berdasarkan strategi kesantunan yang digunakan oleh peserta dalam program TV ILC seperti untuk bersikap sopan, pujian, mengekspresikan kealamian, menunjukkan rasa hormat, dan membuat malu seseorang.Kata Kunci : Kata Sapaan, Situasi Debat, Indonesia Lawyers Club This study aimed at: (1) describing types of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program, (2) describing the representation of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program. The study was a descriptive study. The objects of this study were terms of address. The subjects of this study were 62 participants of Indonesia Lawyers Club TV program who produced terms of address. The data were collected by using laptop, video player, notebook, and checklist. The method applied for analyzing the data obtained was qualitative method and the design used was qualitative design. The findings of this study that revealed the types of terms of address used were: name terms such as I Wayan Koster; kinship terms such as Ibu Theresia, and Saudara AW; vague terms such as Pemirsa and Hadirin; title terms such as Major Jendral; abstract noun terms such as; Johan Budi yang saya hormati; occupational terms such as Penjaga Keamanan; endearment terms such as Aunty; and teknonyms terms such as Anak saya. Kinship terms of address type from eight types were most widely used by the participants in ILC TV program amounting to 38,19% of the total percentage. There are several reasons used by the participants in order to represent terms of address such as being-polite, complimenting, expressing naturalness, losing-other’s-face context and expressing-neutralness context.keyword : Terms of Address, Debate Situations, Indonesia Lawyers Club
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF BALINESE SPOKEN BY BUNUTAN VILLAGERS: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Gede Tawa Utara Jaya; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah fonem Bahasa Bali yang diucapkan oleh penduduk desa Bunutan (BB). Selain itu, untuk mengetahui proses fonologi yang terjadi pada bahasa itu sendiri. Penelitian sinkronis ini dirancang dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat rekaman, daftar kata, dan daftar kalimat. Dua daftar kata yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Swadesh dan Daftar Kata Nothofer. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BB memiliki 31 fonem, yaitu: 6 vokal; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, dan //. 3 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, dan /ʌԑ/, 1 vokal rangkap; //, 19 Konsonan; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, /ŋ/, /w/, dan /y/, dan 2 gugus konsonan; /kl/ dan /sl/. Tidak semua distribusi fonem terjadi pada tiga posisi (awal, tengah, dan posisi akhir). Ada juga jenis proses fonologi yang ditemukan yaitu proses struktur suku kata meliputi penyisipan konsonan dan penyisipan vokal.Kata Kunci : Sistem fonologi, proses fonologi, Bahasa Bali yang diucapkan oleh Penduduk Desa Bunutan. The study aimed at describing the number of phonemes of Balinese spoken by Bunutan villagers (BB). Also, to find out the phonological process that happened in the language itself. This synchronic study was designed by using a descriptive qualitative research. The data were collected using the recording tools, word lists, and sentence list. Two word lists used in this research namely: Swadesh and Nothofer’s Word Lists. The obtained data were analyzed descriptively. The result of the study shows that BB has 31 phonemes, namely: 6 vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, and //. 3 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, and /ʌԑ/, 1 geminate vowel; //, 19 Consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/, /ʔ/, /s/, /c/, /j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 2 Consonant cluster; /kl/ and /sl/. Not all of phonemes distribute in three positions (initial, middle, and final position). There was also found type of phonological process of syllable structure process namely consonant insertion and vowel insertionkeyword : Phonological System, Phonological process, Balinese Spoken by Bunutan Villagers.

Page 8 of 188 | Total Record : 1873