cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
The Correlation between Frequency of Use and Students’ Long Term Memory of Words Meanings and Usages at SMP N 5 Singaraja in Academic Year 2013/2014 ., Ni Kadek Swadnyani; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3297

Abstract

dan frekwensi penggunaan makna dan penggunaan kata. Tiga masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah tentang jumlah makna dan penggunaan kata yang siswa ingat, frekwensi siswa menggunakan makna dan penggunaan kata di dalam empat keterampilan berbahasa, dan hubungan antara memori dan frekwensi penggunaan makna dan penggunaan kata. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 5 Singaraja dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas tujuh yang terdiri atas 62 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan kuesioner. Hasil tes menunjukkan bahwa jumlah makna dan penggunaan kata yang mampu diingat oleh siswa adalah paling banyak 115 kata (90%) dari jumlah total kata yaitu 128 kata. Sementara jumlah makna dan penggunaan kata yang paling sedikit diingat oleh siswa adalah 64 kata (50%). Kelas kata yang paling banyak siswa ingat tentang makna dan penggunaan kata adalah noun yaitu sebanyak 75% dan kelas kata yang paling sedikit diingat oleh siswa yaitu adverb sebanyak 42%. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa mempergunakan makna dan penggunaan kata paling sering di dalam keterampilan membaca yaitu 62 siswa (100%) dan siswa tersebut sering menggunakan makna dan penggunaan kata dalam hal kelas kata yaitu noun, verb, adjective, and adverb di dalam keterampilan yang sama yaitu membaca. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat suatu hubungan yang positif antara memori dan frekwensi penggunaan makna dan penggunaan kata. Hal ini dibuktikan dengan melihat Point-Biserial Correlation koefisien r yaitu 0.564. Kata Kunci : memori, frekwensi penggunaan makna dan penggunaan kata The objective of this research was to know whether there is any correlation between memory and uses of the words meanings and usages. There are there research problems were examined. It is about the total words meanings and usages remembered by the students, the uses of the words meanings and usages in the four language skills, and the correlation between memory and uses of the words meanings and usages. This research conducted at SMP N 5 Singaraja and the sample used was students in the seven grade consisted of 62 students. The data were collected using test and questionnaire. The result of test shows that the highest total number of words meanings and usages remembered by the students is 115 words (90%) from the total number of words is 128 words while the lowest total number of words meanings and usages remembered by the students is 64 words (50%). The most word class remembered by students in terms of word meanings and usages is noun that is 75% and word class adverb is 42% remembered by the students. The result of questionnaire shows that students used words meanings and usages frequently in reading. In reading, 62 students (100%) used words meanings and usages in terms of word class noun, verb, adjective, and adverb. The result of data analysis shows that there is a significant correlation between memory and uses of words meanings and usages. It could be seen by looking at the result of Point-Biserial Correlation coefficient r that is 0.564.keyword : memory, uses of words meanings and usages
Improving Students' Competency of Writing Narrative Paragraph Through Process-Oriented Scaffolding Technique at SMAN 2 Singaraja in the Academic Year 2013/2014 ., Made Dewi Suparwati; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3298

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa yang ditemukan pada kategori rendah dengan menggunakan teknik process-oriented scaffolding di SMAN 2 Singaraja pada tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitan ini adalah kelas XI IPA3 di SMAN 2 Singaraja Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas dua sesi. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dn refleksi berdasarkan Hopkins (2002). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata siswa dalam menulis paragraf narasi mengalami peningkatan. Terlihat dari siklus pertama diperoleh nilai 72.60 yang masih berada pada kategori di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan berhasil mencapai KKM di siklus kedua dengan rerata 84. Persentase siswa yang mampu mencapai KKM pun mengalami peningkatan dari 60% di siklus pertama menjadi 90% di siklus kedua yang berarti bahwa ketuntasan klasikal yaitu 75% telah tercapai. Pencapaian tersebutdiasumsikan terjadi karena kombinasi process approach based writing oleh Harmer (2004) dengan berbagai jenis scaffolding yang dimasukkan ke tiap tahapan menulis. Kombinasi teknik ini meliputi kegiatan drafting (teknik berkelopmpok dan pemberian feedback), revising (konsultasi individu) dan final version (penggunaan scaffolded-instrument dan penggunaan teacher’s corrective feedback). Berdasarkan peneuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik scaffolding mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narasi. Kata Kunci : menulis, paragraf narasi, teknik process-oriented scaffolding This study was a classroom-based action research which aimed at improving the students’ competency of writing narrative paragraph which was found low by using process-oriented scaffolding technique at SMAN 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The subjects of this study were XI IPA3 students of SMAN 2 Singaraja. The study was carried out in two cycles; each cycle consisted of two sessions. Each cycle involved four steps: planning, action, observation and reflection following Hopkins (2002). The data gained were analyzed descriptively. The results showed that the students’ competency of writing narrative paragraph successfully improved from 72.60 in Cycle I which was still below the success indicator to 84 in Cycle II. The percentage of the students who passed the success indicator of 75% also increased from 60% in Cycle I to 90% in Cycle II which meant the classical success indicator was successfully achieved. The achievement was assumed occurred due to the combination of Harmer’s process approach based writing and the scaffolding embedded to each stage of writing. It involved the activities of drafting (grouping technique and providing feedback), revising (individual consultation) and final version (distribution of scaffolded-instruments and the teacher’s corrective feedback). The findings of this study led to a conclusion that the students’ competency of writing narrative paragraph could be improved by using process-oriented scaffolding technique.keyword : writing, narrative paragraph, process-orientred scaffolding technique
THE EFFECT OF CLUSTERING TECHNIQUE COMBINED WITH PEER ASSESSMENT UPON STUDENTS’ WRITING COMPETENCY OF GRADE VIII SMP NEGERI 4 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Wayan Adnyani; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari teknik clustering yang dikombinasikan dengan teknik penilaian sejawat terhadap kemampuan menulis siswa. Ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest-only control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Singaraja yang bejumlah sebanyak 208 orang, dimana dua kelas yang terdiri dari 47 orang siswa dipilih sebagai sampel penelitian dari delapan kelas regular yang ada, yang ditentukan dengan teknik random sampling. Kelas VIII B4 adalah kelompok eksperimen dan diperlakukan dengan teknik clustering yang dikombinasikan dengan teknik penilaian sejawat, sedangkan kelas VIII B5 adalah kelompok kontrol dan diperlakukan hanya dengan menggunakan teknik clustering. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan menulis, dan data yang diperoleh dianalisis melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan Independent Samples t -test yang dibantu oleh SPSS 16.0. Dari hasil analisis data, ditemukan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah sebesar (60,58), lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar (47.47), yang menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Selain itu hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa thitung adalah 3,179 lebih tinggi dari nilai ttabel 2,014 pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam kompetensi menulis pada siswa yang diajar dengan menggunakan teknik clustering yang dikombinasikan dengan teknik penilaian sejawat dan siswa yang diajar hanya dengan menggunakan teknik clustering.Kata Kunci : Kompetensi Menulis, Penilaian Sejawat, Teknik Clustering This study aimed at investigating the effect of clustering technique combined with peer assessment upon students’ writing competency. It was an experimental study with posttest-only control group design. The population of the study was 208 eighth grade students of SMP Negeri 4 Singaraja, wherein two classes consisted of 47 students were taken from eight regular classes as sample of the study through random sampling. Class VIII B4 was the experimental group and treated by clustering technique combined with peer assessment, while class VIII B5 was the control group and treated by clustering technique only. The instrument used in this study was writing competency test, and the obtained data were analyzed through descriptive analysis and inferential analysis by using Independent Samples t-test assisted by SPSS 16.0. From the result of data analysis, it was found that the mean score of experimental group (60.58) was higher than the mean score of the control group (47.47), which showed that the experimental group performed better than the control group. Moreover the result of inferential analysis showed that the tobserved was 3.179 and it higher than the value of tcritical value 2.014 at level significance of 0.05. It can be concluded that there was significant difference in the students’ writing competency who were taught by using clustering technique combined with peer assessment and students who were taught by using clustering technique only.keyword : Clustering Technique, Peer Assessment, Writing Competency.
USING SCRIPTED SONGS AS AN INNOVATIVE TEACHING STRATEGY FOR TEACHING ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS ., Kadek Kusumadewi; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3315

Abstract

Abstract Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lagu-lagu kreasi sebagai sebuah strategi mengajar yang inovatif terhadap kompetensi berbahasa Inggris anak-anak. Melalui tekhnik cluster-random sampling, dua kelompok di dalam populasi dipilih menjadi sample dari penelitian ini. SD Negeri 3 Sulahan sebagai kelompok eksperimen, sementara SD Negeri 3 Susut sebagai kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen, treatments yang diberikan adalah dengan menggunakan lagu-lagu kreasi. Dilain pihak, kelompok kontrol diajarkan dengan menggunakan strategi konvensional. Posttest diberikan kepada kedua kelompok saat pemberian treatments berakhir. Hasil dari posttest menunjukkan bahwa siswa di kelompok eksperimen mencapai hasil yang lebih baik dibadingkan dengan siswa di kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 80.00 sedangkan nilai rata-rata dari kelompok kontrol adalah 72.00. Selain itu, hasil dari analisis dengan menggunakan t-test menunjukkan bahwa t-observed (to) adalah 5.456 pada derajat kebebasan 64. Nilai ini lebih besar dari t-critical value yaitu 1.9973 pada nilai alpha 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa alternative-hypothesis (Ha) diterima. Kesimpulannya, strategi mengajar dengan menggunakan lagu-lagu kreasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pebelajar anak-anak. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar kelompok eksperimen yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini memiliki implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Inggris untuk pebelajar anak-anak (TEYL) khususnya dengan menggunakan strategi mengajar yang inovatif.Kata Kunci : Kata kunci : lagu kreasi, TEYL, kompetensi berbahasa Inggris Abstract This experimental study was aimed to investigate whether there was a significant effect of using scripted songs as an innovative teaching strategy toward the students’ English competence. Through cluster random sampling technique, two groups within the population were chosen to become the samples of the study. SD Negeri 3 Sulahan was regarded as the experimental group, while SD Negeri 3 Susut was selected as the control group. For the experimental group, the treatments were given by means of Scripted Songs strategy. On the contrary, the control group was taught by using Conventional Teaching strategy. By the end of the treatments, the posttests were administered to check the students’ English competence. The result shows that the students in experimental group obtained better achievement than the students in control group. It was proven by the mean score of experimental group which was 80.00 while the mean score of control group was 72.00. Moreover, the result of t-test analysis showed that the t-observed (to) was 5.456 at the degree of freedom 64. It was higher than the t-critical value that was 1.9973 at level significance 0.05. It indicated that the alternative hypothesis (Ha) was accepted. In conclusion, the Scripted Songs strategy gave a significant effect toward the young learners’ English competence. It could be noticed that the students who were taught by using this strategy had better performance than those in control group. These findings have an implication on TEYL particularly on using innovative teaching strategy. keyword : Keywords: Scripted Songs, TEYL, English Competence
AN ANALYSIS OF TOPICS AND SPEECH FEATURES IN THE ACTIVITY OF GOSSIPING BY FEMALE PARTICIPANTS IN INTERMEDIATE LEVEL OF SANTHI BUDAYA ART FOUNDATION NORTH BALI IN YEAR 2014/2015 ., I Gusti Made Gari Mahardika; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembicaraan tentang fitur-fitur sosiolinguistik dan topik gosip yang digunakan oleh wanita dalam kehidupan sehari-hari. Objek dari penelitian ini adalah perempuan-perempuan yang tergabung dalam komunitas Santhi Budaya, umur 14-17 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple-case yang memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena dalam penelitian. Terdapat 13 percakapan yang dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan: partisipan perempuan di Santhi Budaya menggunakan empat kategori gossip, yaitu: house-talk, scandal, bitching, dan chatting. Sementara itu, dari 10 fitur-fitur pembicaraan yang diajukan dalam penelitian ini, hanya lima yang muncul dalam data, diantaranya lexical hedges, intensifiers, tag question dan swear words. Semua topik itu muncul 21 kali dari 13 percakapan dan fitur-fitur pembicaraan muncul 99 kali. Dari hasil penelitian ini, dapat dikatakan jika partisipan dari percakapan ini cenderung mengganti topik dari satu ke yang lainnya ketika mereka bergosip.Kata Kunci : Fitur berbicara, gosip, topik, wanita This study aimed at analyzing speech in terms of sociolinguistic features and topics of gossiping which are usually shared by female participants in their daily conversations. The objects of this study were the female participants of Santhi Budaya, age 14-17 years in the intermediate level. This study used a qualitative approach and the design used multiple-case study which allowed the researcher to explore the phenomena under study. There were 13 conversations analyzed in this study. The findings showed that: The female participants of Santhi Budaya applied four categories of gossip, namely; house-talk, scandal, bitching and chatting. On the other side, from ten speech features proposed in this study, only five emerged in data. They are Lexical hedges, intensifiers, tag question, question intonation and swear words. All those topics emerged 21 times from 13 conversations and the speech features emerged 99 times. From these findings, it could be ascertained that the participants of the conversations occasionally tended to switch the topic from one to another while they were gossiping and more frequent a topic emerges in a conversation, the higher its chances of having various speech features.keyword : Female, Gossiping, Speech Features, Topics
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA IN QUESTIONING SKILL AND EXPLAINING SKILL FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Pande Putu Resita Wulan; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3317

Abstract

Kajian penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran linear yang membahas tentang keterampilan bertanya dan menjelaskan untuk kelas pengajaran mikro di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA dan menganalisis kualitas prototype yang dikembangkan. Penelitian ini menerapkan 5 langkah dalam penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Gall, Gall dan Borg (2003) oleh Sutopo (2009), antara lain: 1) penelitian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) pembuatan prototype, 4) uji prototype pertama, dan 5) perbaikan prototype. Instrumen yang digunakan untuk menggali data adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), naskah pengajaran, dan kuisioner untuk ahli dan pengguna produk yang telah divalidasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ditemukan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan berupa multimedia linear dalam bentuk video presentasi. Hasil kuantitatif analisis menyatakan kualitas video untuk keterampilan bertanya sebesar 82% sementara hasil untuk video keterampilan menjelaskan sebesar 88%. Angka-angka tersebut dikategorikan sebagai hasil yang sangat baik yang mana tidak diperlukannya revisi. Namun terdapat banyak komentar dan saran dalam analisis kualitatif dimana banyak kekurangan dalam bagian isi dan media. Maka dari itu, proses perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh ahli dan pengguna. Walaupun terdapat beberapa revisi untuk prototype tersebut, multimedia pembelajaran ini dianggap sebagai video yang baik untuk digunakan daam kelas pengajaran mikro.Kata Kunci : multimedia pembelajaran, multimedia linear, keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan, video pembelajaran mikro. This research and development study was aimed at developing a linear instructional multimedia of questioning skill and explaining skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA and analyze the quality of prototype have been developed. This study employed 5 steps in multimedia development which was adapted from Gall, Gall and Borg (2003) by Sutopo (2009), namely: 1) research and data collection, 2) planning, 3) creating prototype, 4) preliminary prototype testing and 5) upgrading prototype. The instrument used was lesson plan, validated teaching scenario and validated questionnaire for expert judges and users of the product. The data was analyzed through quantitative and qualitative analysis. In accordance to the need analysis, this study resulted in type of instructional multimedia to be developed which is linear multimedia in form of video presentation. Based on the quantitative analysis, the quality of microteaching video is 82% for questioning skill video and 88% for explaining skill. Those numbers are categorized as very good product where it does not need any revision. Indeed, qualitative analysis gained some suggestions and comments from the experts where there are some weaknesses in the area of content and media. Therefore, the upgrading process was decided to be done as the experts and users commented and suggested. Though there were some revisions for the prototype, the instructional multimedia was considered as a good video to be used in microteaching class. keyword : instructional multimedia, linear multimedia, questioning skill, explaining skill, microteaching video.
An Analysis of the Cohesive Devices Used by the Students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in Their Narrative Writings ., Ni Made Christina Wijaya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis piranti kohesif yang digunakan oleh siswa kelas XI IA 1 di SMA Negeri 1 Melaya dalam tulisan naratif mereka. Studi ini juga meneliti frekuensi pemakaian pada setiap jenis piranti kohesif yang digunakan ,dan kesalahan yang dibuat oleh mereka . Ada tiga puluh tulisan naratif dari tiga puluh siswa yang dianalisis. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis dokumen . Ada 1.362 penggunaan piranti kohesif yang ditemukan dalam penelitian ini . Referensi adalah perangkat kohesif yang paling sering digunakan oleh siswa yang berjumlah 954 atau 70,04 %. Sementara itu, penggunaan substitusi merupakan yang terendah , yaitu , hanya dua kali atau 0,14 %. Penggunaan ellipsis adalah 34 kali atau 1,98 % . Penggunaan tertinggi kedua adalah penggunaan kata hubung dengan jumlah 370 atau 27.16 % . Jenis terakhir dari piranti kohesif yaitu kohesif leksikal digunakan 9 kali atau 0,66 % . Jumlah penggunaan yang benar dari piranti kohesif adalah 1.313 atau 96.40 % , dan jumlah piranti kohesif yang salah digunakan berjumlah 49 atau 3,60 %. Oleh karena itu, guru harus memperkenalkan dan menjelaskan penggunaan piranti kohesif , untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penggunaan perangkat kohesif tersebut dalam tulisan mereka nantinya.Kata Kunci : piranti kohesif, tulisan naratif This study aimed at analyzing the cohesive devices used by the students of XI IA 1 at SMA Negeri 1 Melaya in their narrative writings. It also investigated the frequency of each type of cohesive devices used, and the errors made by them. There were thirty narrative writings analyzed from thirty students. The data gathered were qualitative and they were analyzed descriptively using document analysis technique. There were 1,362 uses of cohesive devices found in this study. References were the cohesive devices most frequently used by the students with 954 occurrences or 70.04 % from total frequency. Meanwhile, the occurrence of substitution was the lowest one, that is, it occurred only twice or 0.14% from total frequency. The occurrence of ellipsis was 34 times or 1.98 %. The second highest occurrences were the use of conjunction with 370 occurrences or 27.16 %. The last type of cohesive devices which was lexical cohesion was utilized 9 times or 0.66 %. The total number of the correct use of cohesive devices was 1,313 or 96.40%, and the number of cohesive devices erroneously used was 49 or 3.60% from total frequency. The errors that they made were considered as not demanded items. Thus, teachers should introduce and explain the uses of cohesive device, in order to improve the students’ understanding about the use of cohesive devices in writings.keyword : cohesive devices, narrative writings
USING SCRIPTED SONGS AS A TEACHING STRATEGY AND ITS EFFECT ON THE STUDENTS’ ENGLISH COMPETENCE ., Ni Ketut Ria Megawati; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan lagu kreasi (scripted songs) sebagai strategi mengajar memiliki efek yang signifikan terhadap kompetensi berbahasa Inggris siswa. Penelitian ini berjenis eksperimental yang menggunakan Post-Test Only Control Group Design. Ada dua grup: eksperimental dan kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Grup eksperimental diajar dengan menggunakan lagu kreasi (scripted songs) dan grup kontrol diajar dengan menggunakan strategi mengajar konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat di SD Negeri 1,2,5 Banyuasri, Buleleng-Bali pada tahun akademik 2013/2014. Sampel dari penelitian ini adalah kelas IV A sebagai grup eksperimental dan kelas IV B sebagai grup kontrol yang ditentukan dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil posttest yang diberikan setelah perlakuan selesai.Hasil dari analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata grup eksperimen adalah 79.76 dan nilai rata-rata dari grup kontrol adalah 71.68. Hal ini mengindikasikan bahwa grup eksperimen memiliki pencapaian yang lebih baik dari grup kontrol. Sementara itu, hasil dari analisis inferensial dengan menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai to adalah 3.287, yang lebih tinggi daripada nilai tcv pada 1.99 (level signifikansi 5%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lagu kreasi (scripted songs) sebagai strategi mengajar mempunyai efek yang signifikan terhadap kompetensi berbahasa Inggris siswa. Kata Kunci : lagu kreasi, kompetensi berbahasa Inggris The current study aimed at investigating whether or not the use of scripted songs as teaching strategy had significant effect toward the students’ English competence. This study was an experimental research which used Post-Test Only Control Group Design. There were two groups: experimental and control group, in this study. The experimental group was taught by using scripted songs, and the control group was taught by using conventional teaching strategy. The population of this study was all the fourth grade students of SD Negeri 1, 2, 5 Banyuasri, Buleleng-Bali in the academic year 2013/2014. The samples of this study were class IV A as the experimental group and class IV B as the control group which were determined by using Cluster Random Sampling. The data of this study were obtained from the result of posttest after the treatments had been conducted. The result of descriptive statistic analysis shows that the mean score obtained by the experimental group was 79.76 and the mean score obtained by the control group was 71.68. This indicates that the experimental group achieved better than the control group. Meanwhile, the result of inferential statistic analysis through independent sample t-test shows that the value of to was 3.287, which was higher than the value of tcv at 1.99 (significance level 5%). Therefore, it can be concluded that the use of scripted songs as a teaching strategy had significant effect toward the students’ English competence.keyword : scripted songs, English competence
The Verb- Forming Affixation in Cempaga Dialect of Balinese: A Morphophonemic Analysis ., Ni Komang Yuli Arisma Dewi; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis imbuhan pembentuk kata kerja yang mengalami perubahan secara morfofonemik pada dialek Bahasa Bali Cempaga. Penelitian ini merupakan analisis bahasa deskriptif. Enam narasumber di pilih berdasarkan kriteria tertentu. Alat-alat yang digunakan yaitu: peneliti, 2 daftar kata yaitu: Swadesh dan Northofer, dan daftar kalimat. Data di kumpulkan melalui rekaman percakapan, daftar kata, dan daftar kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Awalan {N-} memiliki 4 anggota morpheme yaitu: ŋ-|, |ñ-|, |n-| dan |m-|. Pembentukan kata kerja yang melibatkan prefix {ma-} menghasilkan perubahan secara morfofonemik ketika ditambahkan dengan kata yang berawalan dengan /u/, /i/, and /e/.Pembentukan kata kerja yang melibatkan suffix {-aŋ} menghasilkan perubahan secara morfofonemik. Phoneme /h/ dilesapkan, sementara kombinasi dari // dan /ʌ/ menghasilkan phoneme /ɔ/. Pembentukan kata kerja yang melibatkan suffix {-a} menghasilkan perubahan secara morfofonemik. Suffix {-a} membentuk kata kerja ketika ditambahkan dengan kata yang berakhiran /t/, /r/, /s/, kata yang berakhiran dengan /ʌ/ berubah menjadi /ɔ/. Pembentukan kata kerja oleh awalan dibentuk dengan penambahan kata kerja dan kata benda pada dialek Bahasa Bali Cempaga, sedangkan pembentukan kata kerja oleh akhiran dibentuk dengan penambahan kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Makna dari awalan ketika ditambahkan dengan kata dasar tertentu yaitu: 1).mengerjakan sesuatu dengan menggunakan alat, 2).Menyatakan sebuah perbuatan yang berhubungan dengan kata dasar. Makna dari akhiran ketika ditambahkan dengan kata dasar tertentu yaitu: 1).menyatakan sebuah perbuatan yang dilakukan untuk orang lain, 2).Meminta untuk merubah posisi seseorang dan benda yang berhubungan dengan kata dasar. Kata Kunci : Afiksasi, Morfofonemik, Imbuhan, Kata kerja. This study aimed at finding out the verb- forming affixation that involves morphophonemic changes in Cempaga Dialect of Balinese. This study was designed in a descriptive qualitative research. There were six informants chosen based on a set of criteria. The instruments used were the researcher, two word lists namely: Swadesh and Northofer, and sentence lists. The data collected through the record of conversation, word lists, and sentence lists. Prefix {N-} has four allomorphs namely: |ŋ-|, |ñ-|, |n-| and |m-|. The verb- forming process that involves the prefix {ma-} results in a morphophonemic change when it is added to the bases which have the initial vowels /u/, /i/, and /e/. The verb- forming process that involves the suffix {-aŋ} results the morphophonemic changes. Phoneme /h/ was omitted, meanwhile the combination between // and /ʌ/ results /ɔ/. Suffix {-a} forms a verb when it is added to the bases ended by /t/, /r/, /s/, /ʌ/ in the base is changed into /ɔ/. The verb- forming process that involves the prefixes is formed by adding verbs and nouns. The verb- forming process that involves the suffixes is formed by adding verbs, nouns, and adjective. The semantic contents of the prefixes when they are added to the particular bases are: 1). doing something with some tools, 2). stating an action that is related to the bases. The semantic contents of suffixes when they are added to the particular bases are: 1). Stating an action that is done for others, 2). Asking to move the position of someone and things which is related to the bases. keyword : Affixation, Morphophonemic process, Affixes, verb.
THE EFFECT OF DIARY WRITING TECHNIQUE TOWARD THE STUDENTS’ WRITING COMPETENCY ., I Made Ekki Pramana Supardi; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah implementasi teknik diary writing mempunyai efek yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa. Penelitian ini berjenis experimental yang menggunakan Posttest Only Control Group Design. Dalam penelitian ini, populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP LAB UNDIKSHA Singaraja, Buleleng-Bali pada tahun akademik 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol yang ditentukan melalui Random Sampling Technique. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil dari posttest menulis yang dilaksanakan setelah perlakuanselesai dilakukan.Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diperoleh hasil bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 84,19 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 76,11. Ini mengindikasikan bahwa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dalam menulis karena memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi. Sementara, hasil dari analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa nilai to adalah 2,247, yang lebih tinggi daripada nilai tcv pada 2,00 (level signifikansi 5%). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi teknik diary writing mempunyai efek yang signifikan terhadap kompetensi menulis siswa. Kata Kunci : diary writing, kemampuan menulis siswa This study aimed to investigate whether the implementation of diary writing technique had significant effect toward the students’ writing competency. This study was an experimental research which used Posttest Only Control Group Design. In this study, the population was all the grade VIII students at SMP LAB UNDIKSHA Singaraja in the academic year 2013/2014. The samples of this study were class VIII-3 as the experimental group and class VIII-4 as the control group which were determined by using Random Sampling Technique. The data of this study were obtained from the result of writing posttest conducted after the treatments were finished. Based on the result of descriptive statistic analysis, it showed that the mean score of Experimental group was 84.19 and the mean score of control group was 76.11. This indicated that the experimental group performed better than the control group due to the higher mean score. Meanwhile, the result of inferential statistic analysis through independent sample t-test showed that the value of to was 2.247, which was higher than the value of tcv at 2.00 (significance level 5%). Thus, it can be concluded that the implementation of diary writing technique had the significant effect toward the students’ writing competency.keyword : diary writing, writing competency

Page 89 of 188 | Total Record : 1873