cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
AFFIXATION OF BUGBUG DIALECT: A DESCRIPTIVE STUDY ., I Wayan Agus Anggayana; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.2985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran infleksi dan awalan dan akhiran derivasi dari Dialek Bugbug di desa Bugbug. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua contoh informan dari Dialek Bugbug dipilih berdasarkan kriteria yang ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga jenis awalan di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi, awalan {mΛ-}, {m-}, dan {kɅ-}. Ada lima jenis awalan di Dialek Bugbug yang termasuk infleksi, awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} dan {Λ-}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi, akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Ada dua jenis akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk infleksi, akhiran {-ē} dan {-Ʌ}. Awalan dan akhiran di Dialek Bugbug yang termasuk derivasi adalah awalan {mΛ-}, {m-} dan {kɅ-} dan akhiran {-Λŋ} dan {-In}. Awalan dan akhiran di Dialek Bugbug yang temasuk infleksi adalah awalan {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, dan {Λ-} dan akhiran {-ē} dan {-Ʌ}.Kata Kunci : Awalan dan Akhiran Derivasi, Awalan dan Akhiran Infleksi, Dialek Bugbug The study aimed at describing inflectional prefixes and suffixes and derivational prefixes and suffixes of Bugbug Dialect in Bugbug village. This research is a descriptive qualitative research. Two informants sample of Bugbug Dialect were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were three kinds of derivational prefixes in Bugbug Dialect; prefix {mΛ-}, {m-}, and {kɅ-}. There were five kinds of inflectional prefixes in Bugbug Dialect; prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-} and {Λ-}. There were two kinds of derivational suffixes in Bugbug Dialect; suffix {-Λŋ} and {-In}. There were two kinds of inflectional suffixes; suffix {-ē} and {-Ʌ}. Prefixes and suffixes in Bugbug Dialect which belong to derivation: prefix {mΛ-}, {m-} and {kɅ-} and suffix {-Λŋ} and {-In}. Prefixes and suffixes in Bugbug Dialect which belong to inflection: prefix {n-}, {ŋ-}, {ñ-}, {m-}, and {Λ-} and suffix {-ē} and {-Ʌ}.keyword : Derivational Prefixes and Suffixes, Inflectional Prefixes and Suffixes, Bugbug Dialect
A STUDY ON REINFORCEMENT TOWARD STUDENTS SHOWING GOOD CHARACTER AT NORTH BALI BILINGUAL SCHOOL ., I Made Suta Wijana Giri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3109

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada penguatan yang digunakan oleh guru untuk mendorong karakter yang baik dari siswa. Penelitian ini dilakukan di North Bali Bilingual School. Berdasarkan temuan dari hasil pengamatan di North Bali Bilingual School ditemukan bahwa di sana menggunakan penguatan positif dan konsekuensi dalam mengembangkan karakter yang baik dari siswa. Para guru di North Bali Bilingual School banyak menggunakan penguatan positif berupa penguatan verbal dan non verbal. Penguatan verbal yang biasanya diberikan oleh guru di North Bali Bilingual School adalah dalam bentuk kata-kata seperti pekerjaan yang baik, bagus, dan menakjubkan. Penguatan non verbal yang diberikan oleh guru dalam bentuk chip, stiker, lima belas menit waktu tambahan untuk waktu perpustakaan, lima belas menit waktu tambahan untuk ruang kreativitas, lima belas menit waktu tambahan untuk beristirahat, super bonus waktu ekstra tiga puluh menit untuk melakukan apa yang mereka inginkan (ruang kreativitas, waktu perpustakaan, waktu istirahat), sertifikat, dan dalam bentuk gerakan tubuh seperti tersenyum, menjabat tangan, dan menyentuh bahu siswa. Di North Bali Bilingual School guru tidak menggunakan penguatan negatif. Para guru di North Bali Bilingual School menggunakan konsekuensi. Pandangan guru terhadap penggunaan penguatan untuk meningkatkan karakter siswa di North Bali Bilingual School yaitu seluruh guru sepakat bahwa penggunaan penguatan dalam mengembangkan karakter siswa sangatlah efektif. Para guru mengatakan bahwa ketika mereka diberikan penguatan para siswa terlihat senang. Pemberian reward jika siswa menunjukkan perilaku yang baik siswa akan membuat siswa mau untuk mengulangi perilaku tersebut.Kata Kunci : Penguatan, karakter This study focused on reinforcement that was used by the teachers to encourage good character of students. This research was conducted at North Bali Bilingual School. Based on the finding from the observation at North Bali Bilingual School it was found that positive reinforcement and consequence were used in developing the good characters. The teachers at North Bali Bilingual School mostly used positive reinforcement in the form of verbal and non verbal reinforcement. The verbal reinforcement which was usually given by the teacher at North Bali Bilingual School was in the form of words such as good job, nice, and amazing. Non verbal reinforcements given by the teachers were in the form of chip, sticker, fifteen minutes extra time for library time, fifteen minutes extra time for creativity room, fifteen minutes extra time for take a rest, super bonus extra time thirty minutes to do what they want (creativity room, library time, rest time), certificate, and in the form of body movement such as smile, shakes hand, and touches the students’ shoulder. The teachers at North Bali Bilingual School used consequence. The teachers view about the Implementation of character building by using reinforcement at North Bali Bilingual School was the entire teachers agreed that using reinforcement in developing the students’ characters is effective. The teachers said that when they reinforced the students, such as by giving reward if the students showed good behavior, the students would keep doing that behavior. keyword : Reinforcement, character
AN ANALYSIS OF INDONESIAN-ENGLISH CODE MIXING USED IN SONGS SUNG BY CINTA LAURA ., I Gusti Ngurah Edy Suwastrawan; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe campur kode Indonesia-Inggris dan menganalisis tipe campur kode Indonesia-Inggris mana yang dominan digunakan dalam lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Cinta Laura. Desain penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah desain deskriptif kualitatif. Subjek investigasi adalah penyanyi. Instrumen pokok adalah peneliti sendiri. Hasil analisis menemukan bahwa berdasarkan kerangka klasifikasi Ho (2007), hanya enam kelompok pola linguistik yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: bentuk pendek, kata benda, kata leksikal, frasa, kalimat tidak lengkap dan kalimat penuh tunggal. Sementara itu, berdasarkan klasifikasi Kannovakun dan Gunther (2003), ada lima dari enam kelompok fitur nativized yang diterapkan, yaitu: pemotongan, hibridisasi, konversi, reduplikasi dan pergeseran susunan kata. Berdasarkan kerangka klasifikasi Ho (2007), pola linguistik tertinggi yang sering digunakan adalah kalimat penuh tunggal (54,2 %) diikuti oleh kata-kata leksikal (22,9 %), frasa (8,3 %), kalimat tidak lengkap (8,3 %), kata benda (4,1 %), dan bentuk pendek (2 %). Pola linguistik huruf alfabet tidak ditemukan dalam lagu. Sementara itu, berdasarkan pada fitur nativized diterapkan oleh Kannovakun dan Gunther (2003), reduplikasi ditemukan pada tingkat tertinggi pada 38,5 %, diikuti dengan hibridisasi dan pergeseran susunan kata yang berada di 23 %, pemotongan dan konversi di 7,7 %. Fitur nativized pergeseran semantik tidak ditemukan dalam lagu.Kata Kunci : campur kode, lagu This study aimed at analyzing the types of Indonesian-English code mixing and analyzing which types of Indonesian-English code mixing are dominantly used in songs sung by Cinta Laura. The research design used in this research was a descriptive qualitative design. The subject of investigation was the singer. The main instrument was the researcher himself. The result of the analysis found that based on Ho’s (2007) classification framework, only six groups of linguistic patterns applied in this research, namely: short forms, proper nouns, lexical words, phrases, incomplete sentences and single full sentences. Meanwhile, based on Kannovakun and Gunther (2003)’s classification, there were five of six groups of nativized features applied, namely: truncation, hybridization, conversion, reduplication and word order shift. Based on Ho’s (2007) classification framework, the linguistic pattern which was highest frequently used was single full sentences (54.2%) followed by lexical words (22.9%), phrases (8.3%), incomplete sentences (8.3%), proper nouns (4.1%), and short forms (2%). The linguistic pattern of letters of the alphabet was not found in the song. Meanwhile, based on the nativized features applied by Kannovakun and Gunther (2003), reduplication was found at the highest level at 38.5%, followed by hybridization and word order shift which were at 23%, truncation and conversion at 7.7%. The nativized features of semantic shift were not found in the song.keyword : code mixing, song
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN WRITING COMMITTED BY THE STUDENTS OF XI IPB ., Ni Wayan Partini; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Luh Diah Surya Adnyani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa di dalam tulisan siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Susut tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Subyek penelitian ini adalah 55 siswa yang terdiri dari 28 orang siswa kelas XI IPB1 dan 27 orang siswa kelas XI IPB3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks narasi dan spoof yang ditulis oleh siswa, penyebaran kuesioner, dan wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan kesalahan terkait dengan penggunaan kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel. Kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yaitu kesalahan dalam penggunaan kata kerja, ditandai dengan ditemukannya 477 (62.27%) buah kesalahan di dalam teks narasi, dan 404 buah di dalam teks spoof (65.21%). Frekuensi kesalahan dalam penggunaan preposisi cenderung paling sedikit dilakukan karena hanya ditemukan 78 (10.18%) di dalam teks narasi, dan 40 buah ditemukan di dalam teks spoof. Sedangkan kesalahan dalam penggunaan kata ganti dan artikel hamper sama besarnya di dalam kedua teks, dimana masing-masing dari dua jenis kesalahan tersebut mencapai 13-15% dari keseluruhan jumlah kesalahan di masing-masing teks. Sementara itu, kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama), dan intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap). Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPB SMA Negeri 1 Susut paling banyak melakukan kesalahan pengguanaan kata kerja, sedangkan kesalahan penggunaan preposisi paling sedikit dilakukan siswa. Selain itu, sebagian besar kesalahan tersebut disebabkan oleh pengaruh bahasa pertama siswa. Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, transfer This study was aimed at analyzing grammatical errors in writing committed by the students of XI IPB in SMA Negeri 1 Susut in academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subject involved in this study was 55 students, in which twenty eight students were from XI IPB1 and the rest were from XI IPB3. The data were collected through collecting the students‘ narrative and spoof writings, distributing questionnaires, and conducting interview. The result of analysis revealed that the students commit errors in terms of verb form, pronoun, preposition, and article. The most committed errors are around the use of verb form, in which there are 477 (62.27%) in narrative texts, and 403(65.21%) in spoof texts. The frequency of preposition errors is at the least. This kind of errors are found as many as 78 (10.18%) in narrative texts, and 40 (5.83%) in spoof texts. Meanwhile, errors around the use of pronoun and article are both equally committed by the students, in which each error reaches 13-15% of the total errors in both texts. Those errors were caused by the intralingual transfer and interlingual transfer (overgeneralization, false concept of hypothesized, ignorance of rules restriction, and the incomplete application of rules). Therefore, it can be concluded that the students of XI IPB SMA Negeri 1 Susut still commit errors around the use of verb form, pronoun, preposition, and article, in which the most committed errors were verb form error.keyword : grammatical error, interlingual transfer, intralingual transfer
THE COMPARISON OF MALE AND FEMALE STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT IN RELATION TO LEARNING STYLE AT THE EIGHT GRADE OF SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., I Gst. Ayu Agung Mirah Meyliana; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3162

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian korelasi ex-post facto yang bertujuan untuk menguji: (1) ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar Bahasa Inggris siswa laki-laki dan perempuan pada kelas delapan sekolah menengah pertama (SMP) Laboratorium Undiksha Singaraja tahun akademik 2013/2014; (2) ada tidaknya korelasi yang signifikan antara prestasi belajar Bahasa Inggris siswa laki-laki dan perempuan terhadap gaya belajar mereka; dan (3) ada tidaknya korelasi yang signifikan antara prestasi belajar Bahasa Inggris siswa dengan gaya belajar mereka. Jumlah populasi adalah 93 siswa yang merupakan jumlah keseluruhan kelas delapan. Jumlah sampel sebesar 30 yang terdiri dari 15 siswa laki laki dan 15 siswa perempuan. Sampel penelitian dipilih melalui teknik proportional random sampling. Data gaya belajar siswa diperoleh dari PLSPQ (Reid,1984) sedangkan prestasi Bahasa Inggris siswa diperoleh dari dokumentasi yaitu nilai raport siswa. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferential. Statistik Deskriptif digunakan untuk menggambarkan data variabel yang diperoleh dan statistik Inferensial digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang siginifikan antara hasil belajar Bahasa Inggris siswa perempuan dan laki-laki, dengan nilai rata-rata Bahasa Inggris siswa perempuan yaitu 86,4 dan siswa laki-laki 81,4; (2) gaya belajar siswa perempuan berkolerasi negatif terhadap prestasi Bahasa Inggris mereka (ρ
A STUDY ON CLASSROOM INTERACTION IN THE PROCESS OF ENGLISH TEACHING AND LEARNING AT CLASS VIII.14 IN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Nengah Suastini; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3234

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi jenis interaksi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris dan siswa selama proses belajar mengajar di kelas VIII.14 di SMP Negeri 2 Singaraja dan bertujuan (2) mengidentifikasi tujuan dari jenis-jenis interaksi yang digunakan selama proses belajar dan mengajar. Objek penelitian ini adalah interaksi guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Data yang berupa interaksi antara siswa dan guru bahasa Inggris dikumpulkan melalui tehnik rekam, observasi, dan interview. Kemudian, data yang berhasil dikumpulkan dianalisis dengan model analisis Sinclair dan Coulthard. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa (1) terdapat enam jenis interaksi kelas yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar, yakni: pertanyaan, arah, tanggapan, dorongan, pengabaian, dan pengakuan. dan (2) terdapat delapan tujuan dari dilakukanya jenis-jenis interaksi tersebut, yakni: elisitasi (el), pemeriksaan (ch), pengarahan (d), balasan (rep), komentar (com), tawaran (b), petunjuk (cl), nominasi (n) penerimaan (acc).Kata Kunci : Interaksi Kelas , Sinclair dan Coulthard Teori , I-R-F This is a descriptive qualitative study which aimed at describing: (1) the types of classroom interaction used by the English teacher and students during teaching and learning process at class VIII.14 in SMP Negeri 2 Singaraja and describing (2) the purposes of those types of classroom interaction during teaching and learning process. In order to analyze the data, the model of classroom interaction study, I-R-F, proposed by Sinclair and Coulthard theory was used to identify the classroom interaction. Some methods were used in collecting the data, such as: video recording during the classroom interaction, observation, and interview. According to the results of this study (1) six types of classroom interaction were used by the teacher and students in teaching and learning process, which consisted of Questions, Direction, Response, Prompt, Ignoring, Acknowledgment and (2) eight types of acts were produced to identify the purposes of the types of classroom interaction in the process of teaching and learning which consisted of Elicitation (el), Check (ch), Directive (d), Reply (rep), Bid (b), Clue (cl), Nomination (n), Accept (acc).keyword : Classroom Interaction, Sinclair and Coulthard Theory, I-R-F
THE USE OF PARTS STRATEGY IN IMPROVING STUDENTS’ READING COMPETENCY OF XI IPA 7 CLASS IN SMA NEGERI 6 DENPASAR IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Made Rahayuni; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan strategi PARTS sebagai strategi mengajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 6 Denpasar yang terdiri atas 39 siswa, 20 laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Masing-masing siklus terdiri atas tiga sesi, di mana dua sesi digunakan untuk mengimplementasikan strategi PARTS dan satu sesi digunakan untuk mengevaluasi siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan buku harian peneliti, tes, dan kuisioner. Kemudian data tersebut dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Masalah yang muncul ditemukan dari hasil pre-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa 58.33 dan hanya 12,82% dari seluruh siswa yang mampu mencapai standar kentuntasan minimum yang disyaratkan sekolah, yaitu 75. Setelah siswa diberikan perlakuan dengan strategi PARTS di siklus pertama, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 70,51 dan 61,51% dari jumlah siswa mampu mencapai standar ketuntasan minimum. Sedangkan siswa yang masih menghadapi masalah dalam membaca dapat dibantu dalam siklus kedua. Nilai rata-rata siswa dalam tes membaca di siklus kedua adalah 79,87 dan seluruh siswa mampu mencapai standar ketuntasan minimum. Peningkatan nilai siswa tersebut menunjukkan bahwa pengimplementasian strategi PARTS dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Kata Kunci : strategi PARTS, kemampuan membaca, Penlitian Tindakan Kelas This study was aimed at improving students’ reading competency through the use of PARTS strategy. The subjects of this study were XI IPA 7 students of SMA Negeri 6 Denpasar which consisted of 39 students that included 20 females and 19 males. This research was in the form of classroom based action research which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of three sessions, in which two sessions were intended for implementing the PARTS strategy and one session was intended for evaluating the students. The data were collected by using researcher’s diary, test and questionnaire. Then the data were analyzed quantitatively and qualitatively. The existing problem was found from the result of pre-test. It was showed that the mean score was 58.33 and there were only 12.82% of the students could pass the standard passing score required by the school, which is 75. After the students were given the treatment of PARTS strategy in the first cycle, the mean score increased to 70.51 and 61.51% of the students could pass the standard passing score. Meanwhile reading problem that still faced by the rest of students could be overcome on cycle II. The mean score of reading test on cycle II was 79.87 and all of the students could pass the standard passing score. That improvement showed that the implementation of PARTS strategy can successfully improve students’ reading competency. keyword : PARTS strategy, reading competency, Classroom based Action Research
IMPROVING STUDENTS’ READING COMPETENCY THROUGH GROUP WORK ACTIVITY WITH MEDIA (CALF) FOR FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 2 TANGKUP IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ni Putu Kusni Ratna Cari; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., Ni Wayan Surya Mahayanti, S.Pd, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3252

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas lima SD Negeri 2 Tangkup tahun ajaran 2013/2014 dengan menggunakan Aktifitas Belajar Berkelompok dengan Media (CALF). Dalam penelitian ini terdapat 27 siswa yang terdiri dari 10 laki-laki dan 17 perempuan. Nilai ketuntasan minimum ditentukan dari Kriteria Ketuntasan Minimal yang digunakan sekolah, yaitu 57. Terdapat dua siklus dan tiga sesi untuk setiap siklus; dua sesi untuk memberikan tindakan dan satu sesi untuk memberikan tes evaluasi dan kuesioner. Data diperoleh melalui tes, buku harian peneliti dan kuesioner. Pada tes awal, hanya 26% siswa yang dapat mencapai nilai ketuntasan minimum. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terdapat 66,6% siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimum. Jumlah siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimum menikat pada siklus II menjadi 100% siswa. Hasil dari buku harian peneliti menunjukkan respon postitif siswa terhadap aktifitas belajar mengajar. Dari hasil kuesioner, Aktifitas Belajar Berkelompok dengan Media (CALF) dapat membantu siswa dalam memahami teks. Dari hasil tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa Aktifitas Belajar Berkelompok dengan bantuan media (CALF) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa khususnya dalam memahami teks untuk siswa kelas lima SD Negeri 2 Tangkup tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Membaca, Aktifitas Belajar Berkelompok, Media (CALF) This study was designed in the form of classroom action research which aimed at improving the students’ competency in comprehending text of fifth grade students at SD Negeri 2 Tangkup in academic year 2013/2014 by Group Work Activity with Media (CALF). There were 27 students with 10 males and 17 females. The success indicator was 57 (the standard passing score used by the school). There were two cycles and three sessions for each cycle; two sessions for giving the treatment and one session for giving the post-test and questionnaire. The data were collected through tests, researcher’s diary and questionnaire. From the pre-test, it was found that there were only 26% students could pass the success indicator. After the action given in Cycle I, the students who could pass the success indicator were 66.6% students. The number of students who could pass the success indicator also increased in the Cycle II became 100% students. The result of researcher’s diary showed students’ positive responses toward the activity. From the questionnaire, it was found that group work activity with media (CALF) could help the students in comprehending reading passages. From the result above it could be concluded that Group Work Activity with Media (CALF) could improve the students’ reading competency especially in reading comprehension of fifth grade students at SD Negeri 2 Tangkup in academic year 2013/2014.keyword : Reading Competency, Group Work Activity, Media (CALF)
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE APPROACH COMBINED WITH INTENSIVE REHEARSAL IN READING ON THE EIGHTH GRADE AT SMP KATOLIK SANTO PAULUS SINGARAJA ., I Wayan Adi Eka Sunu; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3261

Abstract

Berdasarkan data yang ditemukan pada observasi awal, menyatakan bahwa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja memiliki kompetensi membaca yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa dan untuk menyebutkan hambatan yang ditemukan dalam penerapan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian yaitu 20 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Data dikumpulkan melalui evaluasi, observasi dan kuesioner. Setelah diberi tindakan dari siklus I ke siklus II, perubahan strategi siswa dalam membaca yaitu, para siswa mampu membaca teks dengan menggarisbawahi bagian penting dalam teks, memberi cek, nomor atau simbol, mencatat informasi spesifik setiap paragraf, menghubungkan informasi spesifik ke informasi lain pada paragraf lain. Hasil kompetensi membaca siswa meningkat sejalan dengan pemberian latihan secara intensif. Persentase peningkatan hasil belajar siswa yang telah lulus pada observasi awal berjumlah 4 siswa (20%), pada siklus I berjumlah 11 siswa (55%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa (85%). Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan strategi ini antara lain, para siswa tidak terbiasa dengan strategi yng digunakan peneliti, keadaan kelas yang diluar kendali, beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan dikelas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif dapat mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja dan hambatan-hambatan yang ditemukan selama penelitian.Kata Kunci : Kompetensi membaca, Pendekatan komunikatif, Penugasan secara intensif The findings of pre-observation indicated that student class VIIIB of SMP Katolik Santo Paulus Singaraja had low reading competency. The present study was intended to change the students’ reading strategy, to improve students reading competency and to find the obstacles conducting the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal. The study was designed in the form of classroom action research. It was conducted in two cycles. The subjects of study were 20 students consisting of 8 males and 12 females. The data were collected through reading evaluation, observation checklist and questionnaires. After given the treatment from cycle I to Cycle II, students’ strategy in reading changed, they read the text by underlining the important part in the text, gave check, number or symbol, noted the specific information each paragraph and connected the specific information to specific information each paragraph. The data of students reading competency improved along with the implementation of intensive rehearsal. The percentage of students who had passed the passing score of reading in pre-observation were 4 students (20%), in cycle I were 11 students (55%), meanwhile in cycle II were improved into 17 students (85%). The obstacles were, the students were unfamiliar with the strategy, class become noise, some students inactive in classroom. It could be concluded that the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal could change the students’ reading strategy and improve reading competency of students class VIIIB SMP Katolik Santo Paulus Singaraja. However, some obstacles found during the implementation of this strategy.keyword : Communicative approach, Intensive rehearsal, Reading competency
THE IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE APPROACH COMBINED WITH INTENSIVE REHEARSAL IN READING ON THE EIGHTH GRADE AT SMP KATOLIK SANTO PAULUS SINGARAJA ., I Wayan Adi Eka Sunu; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3262

Abstract

Berdasarkan data yang ditemukan pada observasi awal, menyatakan bahwa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja memiliki kompetensi membaca yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa dan untuk menyebutkan hambatan yang ditemukan dalam penerapan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Subyek penelitian yaitu 20 siswa yang terdiri dari 8 laki-laki dan 12 perempuan. Data dikumpulkan melalui evaluasi, observasi dan kuesioner. Setelah diberi tindakan dari siklus I ke siklus II, perubahan strategi siswa dalam membaca yaitu, para siswa mampu membaca teks dengan menggarisbawahi bagian penting dalam teks, memberi cek, nomor atau simbol, mencatat informasi spesifik setiap paragraf, menghubungkan informasi spesifik ke informasi lain pada paragraf lain. Hasil kompetensi membaca siswa meningkat sejalan dengan pemberian latihan secara intensif. Persentase peningkatan hasil belajar siswa yang telah lulus pada observasi awal berjumlah 4 siswa (20%), pada siklus I berjumlah 11 siswa (55%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 17 siswa (85%). Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan strategi ini antara lain, para siswa tidak terbiasa dengan strategi yng digunakan peneliti, keadaan kelas yang diluar kendali, beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dalam kegiatan dikelas. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Pendekatan Komunikatif dikombinasikan dengan penugasan secara intensif dapat mengubah strategi membaca siswa, meningkatkan kompetensi membaca siswa kelas VIIIB di SMP Katolik Santo Paulus Singaraja dan hambatan-hambatan yang ditemukan selama penelitian.Kata Kunci : Kompetensi membaca, Pendekatan komunikatif, Penugasan secara intensif The findings of pre-observation indicated that student class VIIIB of SMP Katolik Santo Paulus Singaraja had low reading competency. The present study was intended to change the students’ reading strategy, to improve students reading competency and to find the obstacles conducting the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal. The study was designed in the form of classroom action research. It was conducted in two cycles. The subjects of study were 20 students consisting of 8 males and 12 females. The data were collected through reading evaluation, observation checklist and questionnaires. After given the treatment from cycle I to Cycle II, students’ strategy in reading changed, they read the text by underlining the important part in the text, gave check, number or symbol, noted the specific information each paragraph and connected the specific information to specific information each paragraph. The data of students reading competency improved along with the implementation of intensive rehearsal. The percentage of students who had passed the passing score of reading in pre-observation were 4 students (20%), in cycle I were 11 students (55%), meanwhile in cycle II were improved into 17 students (85%). The obstacles were, the students were unfamiliar with the strategy, class become noise, some students inactive in classroom. It could be concluded that the implementation of Communicative Approach combined with Intensive Rehearsal could change the students’ reading strategy and improve reading competency of students class VIIIB SMP Katolik Santo Paulus Singaraja. However, some obstacles found during the implementation of this strategy.keyword : Communicative approach, Intensive rehearsal, Reading competency

Page 87 of 188 | Total Record : 1873