cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
Instructional and assessment Strategies Used by the English Teachers in English Language Teaching at Aura Sukma Insani Kindergarten School in Academic Year 2013/2014 ., Desak Putu Ayu Arsarianti; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3332

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui jenis strategi pembelajaran dan strategi evaluasi yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dalam pengajaran Bahasa Inggris di TK Aura Sukma Insani pada tahun ajaran 2013/2014. Dalam penelitian ini, penulis mengobservasi proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di empat kelas yang berbeda, yaitu A1, A2, B1, dan B2. Data dikumpulkan menggunakan check list observasi dan wawancara yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga belas jenis strategi pembelajaran yang diaplikasikan oleh guru Bahasa Inggris anatara lain, TPR, TPR songs and finger-plays, syllable clapping, minimal pairs, drill, dialogue, sticking picture, look and say, connecting vocabulary to young learners’ lives through personalization, what’s missing?, bingo, guessing game, dan song. Sedangkan untuk strategi evaluasi, ada satu jenis yang muncul. Strategi itu adalah nonverbal responses.Kata Kunci : pengajaran Bahasa Inggris, strategi evaluasi, strategi pembelajaran. This study is descriptive qualitative study which aims at finding out kinds of instructional and assessment strategies used by the English teachers in English language teaching at Aura Sukma Insani Kindergarten School in the academic year 2013/2014. In this study, the researcher observed teaching learning process done by the English teachers in four different classes, such as A1, A2, B1, and B2. The data were obtained using observation check list and interview guide and were analyzed descriptively. The result of this study showed that there were thirteen instructional strategies conducted by the teachers, such as TPR, TPR songs and finger-plays, syllable clapping, minimal pairs, drill, dialogue, sticking picture, look and say, connecting vocabulary to young learners’ lives through personalization, what’s missing?, bingo, guessing game, and song. Meanwhile for assessment strategy, there was one strategy which was observable. That strategy was nonverbal responses.keyword : assessment strategy, English language teaching, instructional strategy.
THE PHONOLOGICAL SYSTEM OF PELAGA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., Gusti Ngurah Rai Dwijantara; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs.Gede Batan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3333

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mendiskripsikan jumlah fonem dari dialek Pelaga. Penelitian deskriptif ini di desain dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga narasumber di pilih berdasarkan beberapa kriteria. Data di kumpulkan berdasarkan tiga word list, yaitu Swadesh, Budasi, and Holle. Data yang diperoleh di analisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan PD memiliki 55 fonem, yaitu: 6 vowel: /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, dan /∂/. 4 geminate vowels: /ʌʌ/, /II/,/ɔɔ/, and /ʊʊ/, 19 Consonants: /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /ʧ/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 19 Consonant clusters: /kl/,/pl/, /bl, /ml/, /tl/, /kr/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/,/nj/, /nc/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋg/, /ŋw/, and /ŋky/. Tidak semua distribusi fonem PD ada di tiga posisi (initial. middle and final). Kata Kunci : Kata Kunci: Penelitian deskriptif kualitatif, sistem fonologi ,dialek Pelaga, fonem, vokal, diftong, konsonan and kelompok konsonan. The study aimed at describing the number of phonemes of Pelaga Dialect (PD). This descriptive study was designed by using a descriptive qualitative research. Three informant samples of PD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three word lists: Swadesh, Budasi, and Holle’s Word Lists. The obtained data were analyzed descriptively. The result of the study shows that PD has 55 phonemes, namely: 6 vowels; /ʌ/, /i/, /u/, /e/, /o/, and /∂/. 9 Dipthongs; /ʌi/, /iʌ/, /ʌu/, /uʌ/, /ʌ∂/, /ʌe/, /ʌɔ/, /iu/, and /ɔʌ/, 4 geminate vowels; /ʌʌ/, /II/,/ɔɔ/, and /ʊʊ/, 19 Consonants; /p/, /b/, /t/, /d/, /k/, /g/,/ʔ/,/s/, /ʧ/,/j/, /l/, /r/, /h/, /m/, /n/, /ñ/, / ŋ/, /w/, and /y/, and 19 Consonant clusters; /kl/,/pl/, /bl, /ml/, /tl/, /kr/, /mp/, /mb/, /nt/, /nd/,/nj/, /nc/, /ŋk/, /ŋs/, /ŋg/, /ŋw/, and /ŋky/. Not all of phonemes distribute in three positions (initial, middle, and final position). keyword : Key Words: Descriptive qualitative study, the phonological system, Pelaga dialect, phonemes, vowel, diphthong, consonant cluster and consonant.
A STUDY ON THE STUDENTS' WRITING ERRORS IN CLASS VIII H AT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 SUKASADA ., Made Mesy Dwimantari; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra,Dip.,App.; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe dan sumber kesalahan menulis pada siswa dan meningkatkan kompetensi menulis siswa melalui Pendekatan Proses. Penelitian ini dirancang dalam bentuk analisis deskriptif dan penelitian berbasis tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII H, SMP N 1 Sukasada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan melalui pemunculan data, rancangan pembelajaran, tes tertulis, lembar observasi, dan kuesioner. Ada dua jenis data yang dikumpulkan, yaitu pertama, statistik deskriptif dan analisis kesalahan, kedua yaitu kuantitatif dan kualitatif data. Hasil dari analisis pertama menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menulis teks bahasa Inggris, yaitu omission error, addition error, misformation error, dan misordering error. Analisis data kedua menunjukkan bahwa kompetensi menulis siswa meningkat seiring dengan penerapan pendekatan proses. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase siswa yang lulus passing grade kompetensi menulis dari pra-observasi, siklus 1, dan siklus 2. Selain itu, peningkatan juga terlihat dari persentase siswa dalam setiap teks dan tujuh indikator kompetensi menulis. Peningkatan tersebut juga bisa dilihat dari hasil kuesioner yang menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap penerapan pendekatan proses. Dengan demikian, disarankan kepada guru untuk menggunakan pendekatan proses dalam pengajaran menulis, dimana pendekatan proses dapat memfasilitasi siswa untuk menulis sebuah paragraf yang baik di SMP Negeri 1 SukasadaKata Kunci : Analisis Kesalahan, Kompetensi Menulis, Pendekatan Proses The study aimed at analyzing types and sources of the students’ writing errors and improving students’ writing competency through Process Approach. The study was designed in the form of descriptive analysis and action-based research. The subjects of the study were 30 students in class VIII H of SMP N 1 Sukasada in the academic year 2013/2014. The data were collected through data elicitation, teaching scenario, writing tests, observation checklist, and questionnaire. There were two kinds of gathered data, first, descriptive statistics and error analysis data, second, qualitative and quantitative data. The result of the first analysis shows there are four types of errors committed by the students in writing English texts. They are omission errors, addition errors, misformation errors, and misordering errors. The second data analysis shows that the students’ writing competency improved along with the implementation of process approach. It could be seen from the improvement of percentage of students who had passed the passing grade of writing competency from pre-observation, cycle 1, to cycle 2. Moreover, the improvement involved the students’ percentage in each text and seven indicators of writing competency. The improvement also could be seen from the result of questionnaires in which it indicated that the students gave positive response toward the application of process approach. Thus, it is suggested to teachers to use the process approach in teaching writing since the approach could facilitate the students to write a good paragraph in SMP Negeri 1 Sukasadakeyword : Errors Analysis, Writing Competency, Process Approach
Indonesian-English Code Mixing Used by Characters in Films Written by Raditya Dika ., I Ketut Agus Widhi Yoga Nugraha; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3338

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis tipe dari campur kode Indonesia-Inggris yang digunakan oleh para karakter dalam film yang ditulis oleh Raditya Dika berdasarkan kerangka klassifikasi Ho (2007). Penelitian ini juga berfokus untuk menganalisis faktor penyebab penggunaan campur kode dalam film. Dalam kerangka klasifikasi Ho, terdapat tujuh tipe campur kode, yaitu (1) huruf alfabet, (2) bentuk pendek, (3) kata benda sesuai, (4) kata leksikal. (5) frasa, (6) kalimat tidak lengkap, dan (7) kalimat lengkap. Penelitian ini menggunakan tiga film yang ditulis oleh Raditya Dika sebagai objek penelitian, dengan judul Kambing Jantan (2009) Cinta Brontosaurus (2013) dan Manusia Setengah Salmon (2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 139 bentuk campur kode yang digunakan dalam tiga film yang ditulis oleh Raditya DIka. Berdasarkan kerangka klasifikasi Ho, hasil penelitian mengindikasikan bahwa jenis campur kode yang paling sering digunakan adalah kata leksikal, diikuti oleh frasa, kata benda sesuai, kalimat tidak lengkap, huruf alfabet, dan kalimat lengkap. Sementara itu, jenis campur kode dengan frekuensi penggunaan terkecil adalah bentuk pendek. Terdapat enam faktor yang mempengaruhi penggunaan campur kode oleh karakter dalam film, yaitu (1) kurangnya perbendaharaan kata, (2) domain komunikasi, (3) jarak sosial dan status karakter, (4) situasi komunikasi, (5) martabat karakter, dan (6) tujuan dari interaksi.Kata Kunci : Campur kode, film yang ditulis oleh Raditya Dika, karakter. This study was a descriptive qualitative research, which aimed at investigating the types of Indonesian-English code mixing used by characters in films written by Raditya Dika based on classification framework used by Ho (2007). This study was also concern with analyzing the factors motivating the use of the code mixing. Ho’s classification framework covers seven types of code mixing, namely: (1) letters of alphabet, (2) short forms, (3) proper nouns, (4) lexical words, (5) phrases, (6) incomplete sentences, and (7) single full sentences. This study examined three films written by Raditya Dika as the objects of the study, entitled respectively: Kambing Jantan (2009), Cinta Brontosaurus (2013), and Manusia Setengah Salmon (2013). The result of the study indicated that there were 139 code mixing items used in the three films. Based on Ho’s classification framework, the finding showed the most frequently used code mixing pattern was lexical words, followed by phrases, proper nouns, single full sentence, incomplete sentences, and letters of alphabets. The least frequently used pattern of code mixing was short form. There were six factors to be the causes of code mixing based on Holmes’ (2000) and Napitupulu’s (2010) conceptions, namely: (1) lack of vocabulary, (2) domain of the communication, (3) social distance and status of the characters (4), situation of the communication, (5) prestige of the characters, and (6) goal of interaction.keyword : Code mixing, film written by Raditya Dika, characters.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS IN RECOUNT TEXT WRITTEN BY GRADE-XI STUDENTS OF SMA N 1 SERIRIT IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Komang Yudi Sulistiani; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan tata bahasa yang ditulis oleh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa dan mendeskripsikan penyebab dari kesalahan yang dilakukan siswa. Subyek penelitian ini terdiri dari 32 orang siswa kelas XI IPA 3. Data dikumpulkan melalui pengumpulan teks recount yang ditulis oleh siswa dan hasil wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa masih melakukan empat jenis kesalahan berhubungan dengan, (1) kesalahan dalam penggunaan kata kerja, (2) kesalahan dalam penggunaan preposisi, (3) kesalahan dalam penggunaan artikel, dan (4) kesalahan dalam penggunaan kata ganti. Total dari seluruh kesalahan yang ditemukan dalam teks recount adalah 716 kesalahan. Sejumlah 512 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata kerja. Sejumlah 112 kesalahan ditemukan dalam penggunaan preposisi. Kesalahan yang ditemukan dalam penggunaan artikel berjumlah 55 kesalahan dan sejumlah 37 kesalahan ditemukan dalam penggunaan kata ganti. Kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yakni intralingual transfer (overgeneralisasi, kesalahan dalam memahami konsep, kelalaian dalam penggunaan batasan aturan tata bahasa, dan penggunaan tata bahasa yang tidak lengkap) dan interlingual transfer (pengaruh bahasa pertama). Interlingual transfer merupakan penyebab utama siswa melakukan kesalahan dalam menulis. Jadi dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Seririt masih melakukan banyak kesalahan dalam penggunaa kata kerja, kata ganti, preposisi dan artikel.Kata Kunci : kesalahan penggunaan tata bahasa, teks recount dan tulisan This study aimed at analyzing the grammatical errors in writing that were committed by the students of XI IPA at SMA Negeri 1 Seririt in the academic year 2013/2014. This study also analyzed and described the causes of the errors committed by the students. The subjects of this study were 32 students of class XI IPA 3. The data were collected through collecting the students’ recount texts and also interview. The result of analysis showed that the students committed four kinds of errors, namely, (1) errors in the use of verbs, (2) errors in the use of prepositions, (3) errors in the use of articles, and (4) errors in the use of pronouns. The total errors in recount text were 716 errors. A number of 512 errors were found in the students’ use of verbs. A number of 112 errors were found in the students’ use of prepositions. Errors in the use of article were 55 errors and a number of 37 errors were found in the students’ use of pronouns. Those errors occurred because of intralingual transfer (overgeneralization, false concept hypothesized, ignorance of rules restriction, the incomplete application of rules), and interlingual transfer (interference of mother tongue). Interlingual transfer was the most dominant causes the students committed errors in writing. It can be concluded that the students of XI IPA SMA 3 Negeri 1 Seririt still committed lots of errors around the use of verb, pronoun, preposition, and article. keyword : grammatical error, recount text and writing.
An Analysis on Communication Strategy Used by Front Office Staff In Puri Saron Baruna Hotel ., Luh Putu Widianingsih; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office, tipe dari strategi berkomunikasi yang paling sering digunakan oleh staf ketika berkomunikasi dengan tamu, dan alasan dalam penggunaan strategi tersebut. Data dikumpulkan melakui observasi langsung dan wawancara. Alat perekam, catatan, dan lembar pengamatan juga digunakan dalam pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu; (1) Tipe-tipe dari strategi berkomunikasi yang digunakan oleh staf front office adalah message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing atau time-gaining strategies, non linguistic signals, dan literal translation. (2) Strategi stealing atau time gaining merupakan strategi yang digunakan paling sering oleh staf. (3) Ada beberapa alasan yang menyebabkan para staf menggunakan strategi tersebut seperti untuk memperlancar komunikasi dengan tamu walaupun staf memiliki keterbatasan dalam penguasaan bahasa tertentu, untuk memberikan penekanan terhadap ujaran dari staf, untuk membantu staf dalam menjelaskan sesuatu kepada tamu, dan menghindari kesalahan dalam memberikan informasi.Kata Kunci : staf front office, strategi berkomunikasi The purposes of this study were to investigate the types of communication strategy used by front office staff, the types of communication strategy used most frequently, and the reasons of the staff in using those types of communication strategies. The data was collected through doing direct observation and interview. Besides, mobile recorder, field note, and observational sheet were also used in gaining the data. The data was analysed both qualitatively and quantitatively. The result of this study are: (1) there are ten types of communication strategies utilized by the staff in communicating with the guests, they are message abandonment, topic avoidance, language switch, approximation, word coinage, circumlocution, appeals for assistance, stealing or time-gaining strategies, non linguistic signals, and literal translation. (2) Stealing or time gaining strategy is found as the most frequent strategy used by the staff. (3) There are some factors that cause the staff to apply those strategies such as to make the conversation keep running although the staff have lack of language ability, to give emphasize on staff’s utterances so that the guest understand what the staff said, to help the staff explain something easier to the guests, and to avoid mistakes while giving information to the guests. keyword : communication strategy, front office staff
THE EFFECT OF SCRIPTED SONGS TECHNIQUE ON STUDENTS' ENGLISH COMPETENCE (An Experimental Study of Fourth Grade Students of SD Negeri No 6 Dalung, Kuta Utara Sub-District, Badung in Academic Year 2013/2014) ., Putu Wulandari Tristananda; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3355

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk menemukan efek yang signifikan dari penggunaan teknik Scripted Songs dengan teknik pembelajaran konvensional terhadap siswa kelas 4 SD Negeri No 6 Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Tahun Ajaran 2013/2014. Desain penelitian ini adalah post-test only control group design. Penggunaan teknik cluster random sampling menunjukan bahwa kelas 4A dipilih sebagai kelas control yang diajarkan dengan menggunakan teknik pembelajaran konvensional sedangkan kelas 4C dipilih sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan teknik Scripted Songs. Kedua kelompok tersebut masing-masing terdiri dari 40 siswa. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan menerapkan teknik Scripted Songs tampil lebih baik daripada siswa yang diajarkan dengan menerapkan teknik pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata dari kelas eksperimen adalah 79,1 dan kelas control 75,5. Hasil analisis uji-t menunjukan bahwa thitung adalah 3.755. Nilai itu lebih tinggi daripada ttabel 1,99085 (α = 0,05). Selain itu, hasil kuisioner mengindikasikan bahwa penerapan teknik Scripted Songs membuat siswa termotivasi dalam memahami kompetensi berbahasa inggris. Dengan demikian, hipotesis dari penelitian ini diterima. Kesimpulannya, teknik lagu kreasi berkontribusi dalam memberikan efek yang signifikan pada kompetensi berbahasa inggris siswa. Kata Kunci : Scripted Songs, kompetensi bahasa inggris This experimental study aimed at finding out the significant effect of Scripted Songs technique and conventional teaching technique towards English competences of fourth grade students of SD Negeri No 6 Dalung, Kuta Utara Sub-District, Badung in academic year 2013/2014. The design of this study was post-test only control group design. The implementation of cluster random sampling technique showed that class 4.A as the control group which was taught by using conventional teaching technique and class 4.C as the experimental group which was taught by using Scripted Songs technique. Both groups consisted of 40 students each. The results of data analysis showed that the students who were taught by implementing Scripted Songs technique performed better than those who were taught by implementing conventional teaching technique. The mean score of experimental group was 79.1 and the control group was 75.5. The results of t-test analysis showed that the tobs was 3.755. It was higher than the value of the tcv at 1.99085 (α = 0.05). Moreover, the result of questionnaire indicated that the implementation of Scripted Songs technique motivated the students in comprehending English competences. In conclusion, Scripted Songs technique contributed in giving highly significant effect to students’ English competence.keyword : Scripted songs, English competence
AN ANALYSIS OF AFFIXATION IN BALINESE SERAYA DIALECT: DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESS ., I Gede Novan Giri Prabawa; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Dialek Bali Seraya (BSD) yang termasuk derivasi dan infleksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Beberapa informan dari BSD dipilih berdasarkan tiga ruang lingkup: keluarga, kekerabatan dan ketetanggaan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga tehnik, yaitu: observasi, tehnik perekaman dan tehnik wawancara. Beberapa instrumen digunakan dalam mengumpulkan data, yaitu: peneliti itu sendiri, Swadesh dan Nothofer daftar kata, kamera, alat perekam digital dan tekts wawacara. Ada tiga proses dalam menganalisa data, data reduction, data display dan conclusion drawing. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ada dua jenis awalan pada BSD: awalan {me-} dan {N-}. Ada tiga jenis akhiran pada BSD: akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}. Awalan dan akhiran pada BSD yang termasuk derivasi adalah awalan {me-} dan {N-} dan akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}. Awalan dan akhiran pada BSD yang termasuk infleksi adalah awalan {N-} dan akhiran {-ang}, {-in} dan {-nye}.Kata Kunci : Morfem Derivasi, Morfem Infleksi, Dialek Bali Seraya The study aimed at describing the prefixes and suffixes in Balinese Seraya Dialect (BSD) which belonged to derivation and inflection process. This research was a descriptive qualitative research. There were some informants of BSD were chosen based on three domain: family, friendship and neighborhood. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The data were collected by some instruments, those were the researcher himself, Swadesh and Nothofer word lists, digital recorder, camera, and interview guide. There were three processes in analyzing the data, data reduction, data display and conclusion drawing.The results of the study showed that there were two kinds of prefixes in BSD; prefix {me-} and {N-}. There were three kinds of suffixes in BSD; suffix {-ang}, {-in} and, {-nye}. Prefixes and suffixes in BSD which belonged to derivation were prefix {me-}, {N-} and suffix {-ang}, {-in}. Prefixes and suffixes in BSD which belonged to inflection were prefix {N-}and suffix {-ang}, {-in} and, {-nye}.keyword : Derivational Morpheme, Inflectional Morpheme, Balinese Seraya Dialect (BSD)
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT DIFFERENTIATE PELAGA AND TAMBAKAN DIALECTS: A CONTRASTIVE STUDY ., Putu Bagus Mahardika; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Drs. Asril Marjohan,MA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedakan sistem fonologi antara dialek Pelaga (PD) dan Tambakan (TD) dan pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Subjek dari penelitian ini adalah dialek Pelaga dan Tambakan. Penelitian ini merupakan jenis dari penelitian konstrastif. Sistem fonologi dari kedua dialek dipaparkan pertamanya. Data dipaparkan menggunakan 3 jenis wordlist (Swadesh, Budasi, dan Holle) yang dikumpulkan menggunakan teknik perekaman dan pencatatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kedua dialek. Dalam hal fonem, PD memiliki 55 dan TD memiliki 48. Sementara itu, distribusi dari vokal kedua dialek menunjukkan perbedaan, walaupun jumlah keduanya sama. PD dan TD memiliki jumlah diftong yang sama, yakni 9. Dari 19 konsonan kedua dialek, kebanyakan memiliki distribusi yang lengkap. Namun, konsonan /ʔ/ dalam PD muncul di posisi tengah dan akhir, sementara dalam TD hanya muncul di posisi akhir. Dalam hal gugus konsonan, PD memiliki 17 dan TD hanya 11. Dalam pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, fonem bahasa Inggris /ӕ/, /ɒ/, /ɜ/, /ɑ/, /ɑI/, /ɑʊ/, /f/, /v/, /ɵ/, /ð/, /z/, /ʃ/, /ʤ/ dan semua triftong menjadi kendala dalam pengucapannya oleh orang-orang Pelaga dan Tambakan.Kata Kunci : bukti-bukti kualitatif, dialek Pelaga, dialek Tambajan, penelitian kontrastif The study aimed at contrasting the phonological systems of Pelaga Dialect (PD) and Tambakan Dialect (TD) and its implication to learning English as a foreign language. The subjects of this study were Pelaga and Tambakan dialects. This study was a contrastive research. The phonological systems of both dialects were firstly described. The obtained data in the form of wordlists (Swadesh, Budasi, and Holle) were collected through recording and listening and noting techniques. The result of the study shows that PD and TD have differences. In terms of phonemes, it was found that PD had 55 phonemes and TD had 48 phonemes. In term of vowel, the distribution of the vowels is different, although they have the same number of it. PD has 9 diphthongs and TD also has 9 diphthongs. From the 19 consonants of both dialects, most of the consonant have complete distribution. There is only the distribution of consonant /ʔ/ that differentiates both dialects in which in PD consonant /ʔ/ appears in the middle and final position, while in TD it appears in the final position only. In term of consonant cluster, PD has 17 consonant clusters and TD only has 11 consonant clusters. On the implication to learning English as a foreign language, English phonemes /ӕ/, /ɒ/, /ɜ/, /ɑ/, /ɑI/, /ɑʊ/, /f/, /v/, /ɵ/, /ð/, /z/, /ʃ/, /ʤ/ and all of the English triphthong are difficult to be pronounced by people in Pelaga and Tambakan.keyword : qualitative evidences, Pelaga dialect, Tambakan dialect, contrastive study

Page 91 of 188 | Total Record : 1873