cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE ANALYSIS OF GRAMMATICAL COHESIVE DEVICES IN THE EIGHTH GRADE STUDENTS’ WRITING OF SMP N 1 SINGARAJA ., I Komang Oka Agustiyana; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe Grammatical Cohesive Devices dan Error yang ditemukan dalam karangan Recount siswa kelas delapan SMP N 1 Singaraja. Karangan siswa dianalisa menggunakan teori Halliday dan Hasan (1976). dalam jumlah terbatas, sejumlah enam belas karangan Recount siswa dianalisis dalam penggunaan grammatical cohesive devices. Terdapat 339 penggunaan grammatical cohesive devices dalam karangan siswa. Siswa sebagian besar menggunakan Conjunction (Kata Pennghubung) dalam karangan recount untuk membuat karangan yang cohesive. Penggunaan kata penghubung merupakan yang terbayak. Sebesar 49.85%, dengan penggunaan sebanyak 169 penggunaan. Penggunaan Reference (Kata Acuan) sebesar 41.30% atau 140 temuan penggunaan. Penggunaan Ellipsis (Elipsis) sebesar 8.85%, atau 30 kali penggunaan. Namun demikian, penggunaan Substitution (Substitusi) tidak ditemukan penggunaannya dalam karangan siswa. Hasil temuan menunjukkan dari 339 penggunaan, 94.40% atau 320 penggunaan grammatical cohesive devices digunakan dengan tepat. Sedangkan 5.60% atau 19 error ditemukan dalam karangan Recount siswa. Error yang ditulis oleh siswa berupa penggunaan Reference 47.37%, atau sebanyak 9 penggunaan. Error dalam penggunaan Ellipsis dan Conjunction masing-masing 5 penggunaan yang sebanding dengan 52.63%.Kata Kunci : reference, substitution, ellipsis, conjunction, grammatical cohesive devices The purposes of the study were to identify kinds of grammatical cohesive devices and errors found in the eighth grade students’ recount writing of SMP N 1Singaraja. The analysis was based on Halliday and Hasan’s theory (1976). There were sixteen students’ recount writings analyzed restrictively on the grammatical cohesive devices use. There were 339 grammatical cohesive devices occurrences found in the students’ writing. The students used Conjunction dominantly in Recount to create cohesion in their writing. The use of conjunction was the biggest one. It was 49.85%, with 169 occurrences. The use of reference was 41.30%, or 140 occurrences. The use of ellipsis was found 8.85%, or 30 occurrences. However, the use of Substitution was not found in the students’ writing. The results of the findings show from the 339 occurrences, the appropriately used grammatical cohesive devices are 94.40% or 320 occurrences. Meanwhile, there are 5.60% or 19 errors appeared on the students’ recount writing. The errors are produced in the use of Reference 47.37%, or equal to 9 occurrences. The error use of Ellipsis and Conjunction contribute 5 errors each which are equal to 52.63%.keyword : reference, substitution, ellipsis, conjunction, grammatical cohesive devices
AN ANALYSIS OF COMMUNICATION STRATEGIES IN EFL TEACHING AND LEARNING AT XI IPA 1 IN SMA NEGERI 1 KUTA UTARA ., Ni Wayan Novita Yuliantari; ., Prof. Dr.I Ketut Seken,MA; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3369

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menemukan (1) tipe dari communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar mengajar Bahasa Inggris, (2) tipe communication strategies yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa, (3) alasan dalam menggunakan communication strategies di proses belajar dan mengajar. Subyek penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris dan siswa dari kelas XI IPA 1 di SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sementara itu, obyek penelitian adalah communication strategies yang digunakan oleh guru dan siswa selama proses belajar dan mengajar Bahasa Inggris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan sembilan tipe dari communication strategies berdasarkan Dornyei’s theory sebagai berikut message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, dan time-gaining strategy. Sementara itu, ada sebelas tipe dari communication strategies yang digunakan oleh siswa, antara lain message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, dan time-gaining strategy. Communication strategy yang paling banyak digunakan oleh guru dan siswa adalah code switching dan time-gaining strategy. Ada dua alasan utama guru dalam penggunaan communication strategies yaitu untuk membantu siswa memahami pelajaran dan menghindari kesalahpahaman dalam penguasaan materi. Sementara itu siswa menggunakan communication strategies dikarenakan oleh kesulitan bahasa dan ketakutan untuk membuat kesalahan. Kata Kunci : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL This descriptive qualitative study aimed at finding out (1) the types of communication strategies which were used by the teacher and the students during English as Foreign Language (EFL) teaching and learning, (2) the types of communication strategies used most frequently by the teacher and the students, (3) the reasons of using the communication strategies in EFL teaching and learning process. The subjects were the English teacher and the students of XI IPA 1 of SMA Negeri 1 Kuta Utara. Meanwhile, the object of this study was communication strategies used by the teacher and the students during EFL teaching and learning. The results of this study showed that the teacher applied nine types of communication strategies based on Dornyei’s theory, namely, message abandonment, circumlocution, approximation, use of all-purpose words, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, and time-gaining strategy. Meanwhile, there were eleven types of communication strategies which were used by the students, namely message abandonment, topic avoidance, circumlocution , approximation, word coinage, prefabricated patterns, non-linguistic signals, literal translation, code switching, appeal for help, and time-gaining strategy. The communication strategies that were most frequently used by the teacher and the students, i.e. code switching and time-gaining strategy. There were two main reasons of the teacher using communication strategies, namely in order to help the students to comprehend the lesson and to avoid misunderstanding or misconception. On the other hand the students’ reasons were because of language difficulty and anxiety in making mistakes. keyword : communication strategies, Dornyei’s theory, EFL
ENGLISH TEXTBOOK AND STUDENT WORKSHEET USED FOR ENGLISH SUBJECT FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014: AN ANALYSIS FROM THEORIES, TEACHERS’ AND STUDENTS’ PERCEPTION ., Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3370

Abstract

Penelitian ini dilaksankan untuk mengidentifikasi tentang buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan untuk siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 sebagai materi pembelajaran yang baik berdasarkan analisis teori, persepsi guru dan siswa dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan tentang kualitas dari buku ajar dan LKS tersebut. Sedangkan, subyek penelitian ini adalah 2 orang penelaah ahli (mereka adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA), 2 orang penelaah pengguna (dalam hal ini 2 guru pengajar kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja) dan pengguna (100 siswa yang dipilih dari selurus siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan dilakukan diluar pelajaran dalam kelas. Data dikumpulkan melalui pengisian ceklist oleh kedua penilai, pengisian kuesioner oleh guru dan siswa. Data yang diperoleh merupakan hasil ceklist dari para ahli, dan kuesioner dari pengguna. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 telah memenuhi kriteria dari materi pembelajaran yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Berdasarkan persepsi dari ahli, guru dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa materi pembelajaran ini “Baik” untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Akan tetapi, seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang seperti: diri sendiri, situasi dan lingkungan, pengalaman, dan juga keinginan dan harapan seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada beberapa aspek diantara para ahli, guru dan siswa. Ini menunjukkan adanya penilaian subyektifitas karena pandangan yang menyebabkan persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik bagi siswanya. Kata Kunci : materi pembelajaran, buku ajar, LKS, persepsi, dan perbedaan pandangan This study was conducted to identify about the English Textbook and Student worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 as good learning materials according to the theories, teachers’ and students’ perception and also to find out the discrepancy in the perceptions about quality of the textbook and student worksheet. The subjects of this study were two expert judges (they were 2 lecturers of English Education Department of UNDIKSHA), two user judges (they were 2 teachers who taught the seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja) and users (100 students of the seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014). This study was a qualitative study and was conducted outside of the classroom. The data were obtained through filling the checklist by both judges and the questionnaires for user judges and users. The data collected were the result of judges’ checklist and users’ questionnaire. Then, the data obtained were descriptively analyzed. The findings of the study showed the English Textbook and Students Worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 met the criteria of a good material according to theories proposed by Nitiasih et.al (2010). According to the two experts, teachers and students, the result showed those learning materials were “Good” to be used for teaching English. However, as Sharma (2008) said there were four factors affecting personal perception, such as: the perceiver itself, the situation and environment, past experience, and also the personal target and desire. It made some discrepancies occured between experts, teachers and students. It made there was a demonstration of subjectivity because personal view caused personal perception. Thus, there is a need to equip teachers with ability and the authority to do effort in the attempt to established good quality learning. It could be done by having guidance to select and use good learning materials to the students. keyword : learning materials, textbook, student worksheet, perception, and discrepancy
AN ANALYSIS OF ENGLISH TEXTBOOK AND STUDENT WORKSHEET USED FOR ENGLISH SUBJECT FOR THE SEVENTH GRADE STUDENTS IN SMP NEGERI 3 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3371

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan pandangan guru, siswa, dan kriteria materi belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan penelaah ahli, guru, dan siswa tentang kualitas bahan ajar ini. Subyek penelitian ini adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA, 2 guru pengajar dan 100 siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan ceklist dan kuesioner. Data dikumpulkan melalui ceklist oleh penelaah ahli dan guru, dan kuesioner oleh guru dan siswa. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja telah memenuhi kriteria dari bahan ajar yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Kemudian, guru dan siswa juga menunjukkan bahwa bahan ajar ini “Baik” untuk digunakan. Seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada subyek yang mebuat adanya penilaian subyektifitas karena persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik untuk proses belajar mengajar. Kata kunci: buku ajar, LKS, materi pembelajaran, perbedaan pandangan dan persepsi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 berdasarkan pandangan guru, siswa, dan kriteria materi belajar yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas dan juga untuk mengidentifikasi perbedaan pandangan penelaah ahli, guru, dan siswa tentang kualitas bahan ajar ini. Subyek penelitian ini adalah 2 dosen dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA, 2 guru pengajar dan 100 siswa kelas 7 di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan ceklist dan kuesioner. Data dikumpulkan melalui ceklist oleh penelaah ahli dan guru, dan kuesioner oleh guru dan siswa. Lalu data-data tersebut dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa buku ajar dan LKS Bahasa Inggris yang digunakan di SMP Negeri 3 Singaraja telah memenuhi kriteria dari bahan ajar yang baik yang dibuat oleh Nitiasih, dkk. (2010). Kemudian, guru dan siswa juga menunjukkan bahwa bahan ajar ini “Baik” untuk digunakan. Seperti Sharma (2008) katakan bahwa terdapat 4 faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang. Itulah yang memunculkan perbedaan persepsi pada subyek yang mebuat adanya penilaian subyektifitas karena persepsi pribadi sesorang. Sehingga, sangatlah diperlukan agar guru memiliki kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pembelajaran dengan kualitas baik. Itu dapat dilakukan dengan memiliki acuan untuk memilih dan menggunakan materi pembelajaran yang baik untuk proses belajar mengajar. Kata Kunci : buku ajar, LKS, materi pembelajaran, perbedaan pandangan dan persepsi. This research was conducted to analyze English Textbook and Student worksheet used by the seventh grade students in SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year of 2013/2014 based on the perspective of teachers, students, and good learning materials criteria. The purpose was to describe the quality as well as to find out the discrepancy in the perceptions of experts, teachers, and students about quality of these learning materials. The subjects of this research were 2 lecturers of English Education Department of UNDIKSHA, 2 teachers and 100 seventh grade students at SMP Negeri 3 Singaraja. This research was a descriptive qualitative research which was utilizing checklist and questionnaires. The data collected from the expert and user judges’ checklist, as well as teachers’ and students’ questionnaire. The data obtained were descriptively analyzed. The findings of the research showed the English Textbook and Students Worksheet used in SMP Negeri 3 Singaraja met the criteria of a good material used for teaching English according to theory proposed by Nitiasih et al (2010). Then, teachers and students perceived those learning materials were “Good”. As Sharma (2008) said there were four factors affecting personal perception. Consequently, some discrepancies occurred between the subjects that demonstrate subjectivity of personal perception. Thus, there was a need to equip teachers with ability and the authority to do effort in the attempt to established good quality learning materials. It could be done by providing guidelines to select and use good learning materials for teaching and learning process. keyword : discrepancy, learning materials, perception, student worksheet, and textbook.
An Analysis of the Implementation of the 2013 Curriculum among the Tenth Grade English Teachers of SMAN 1 Tabanan ., Ni Luh Putu Elly Trikayanti; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013, (2) menganalisis penerapan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan RPP yang mereka dibuat, (3) menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan selama penerapan Kurikulum 2013. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan adalah lembar observasi dan panduan wawancara. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa RPP yang disusun oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan meliputi identitas subjek, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode, media dan sumber pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, penilaian. Penerapan kegiatan belajar mengajar meliputi kegiatan awal; kegiatan inti menggunakan Pendekatan Saintifik yang meliputi mengobservasi, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan; kegiatan akhir. Permasalahan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris kelas X SMAN 1 Tabanan adalah dalam hal penerapan Pendekatan Saintifik dan penilaian otentik. Kesimpulannya adalah bahwa guru Bahasa Inggris telah menyusun RPP dan menerapkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kriteria Kurikulum 2013. Namun mereka masih mempunyai permasalahan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Guru Bahasa Inggris, Implementasi This study aims at (1) analyzing the lesson plan arranged by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan based on the 2013 Curriculum criteria, (2) analyzing the implementation of teaching and learning activities based on the lesson plan they have arranged, (3) analyzing the problems encountered by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan during the implementation of the 2013 Curriculum. The subjects of this study were the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan. Instruments used in gathering the required data were observation sheet and interview guide. The data were collected through classroom observation and interview. The methods used in this research were observing and interviewing. The results of the analysis showed that the lesson plan that have been arranged by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan involved subject identity, Core Competency, Basic Competency, indicator, learning objective, learning material, method, media and resources, teaching and learning activities, assessment. The implementation of teaching and learning activities involved pre-activities; whilst-activities which used Scientific Approach involving observing, questioning, experimenting, associating, networking; post-activities. The problems encountered by the tenth grade English teachers of SMAN 1 Tabanan were in the case of the implementation of Scientific Approach and authentic assessment. The conclusions were that the English teachers had arranged the lesson plan, and conducted teaching and learning activities based on the 2013 Curriculum criteria. However they still had problems in implementing the 2013 Curriculum.keyword : The 2013 Curriculum, English Teacher, Implementation
THE DEVELOPMENT OF LINEAR INSTRUCTIONAL MULTIMEDIA OF CLASSROOM MANAGEMENT AND LEADING SMALL GROUP DISCUSSION SKILLS FOR MICROTEACHING CLASS IN ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT UNDIKSHA ., Putu Reuni Yuliana; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia pembelajaran linear untuk keterampilan mengelola kelas dan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil di kelas microteaching di jurusan Pendidikan Bahas Inggris UNDIKSHA. Desain penelitian dan pengembangan (R&D) oleh Dick and Carey diadaptasi dalam penelitian ini. Langkah yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, analisis pembelajaran, analisis siswa dan lingkungannya, merumuskan tujuan khusus, mengembangkan instrument penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran, mengembangkan materi pembelajaran, melakukan penilaian formatif, dan revisi produk. Hasil multimedia pembelajaran memperlihatkan bahwa multimedia yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNDIKSHA adalah multimedia pembelajaran yang isi pada simulasi mengenai pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai ahasa penghantar, and tingkatan siswa pada simulasi adalah tingkat SMA. Lalu kualifikasi multimedia pembelajaran linear yang dihasilkan adalah “sangat baik” dengan presentase keseluruhan 87.00% untuk multimedia pembelajaran keterampilan mengelola kelas dan 87.03% untuk keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, multimedia pembelajaran linear, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. This research is an Education Research and Development which aimed at developing linear instructional multimedia of classroom management skill and leading small group discussion skill for microteaching class in English Education Department UNDIKSHA. To develop the instructional multimedia, the Research and Development (R&D) design by Dick & Carey was adapted. The steps done in developing the product were started with identifying instructional goals, conducting instructional analysis, analyzing learners and contexts, writing performance objectives, developing assessment instruments, developing instructional strategy, developing instructional materials, conducting formative evaluation, and the last revising product. Moreover, the result showed that the linear instructional multimedia which is suitable for the English Education Department UNDIKSHA students’ needs is an instructional multimedia by which the content in the illustration/simulation of the skill components is about English language learning, the level of the students (setting) in the simulation is senior high school level, and the instructional language used is English. Then, the linear instructional multimedia has very good qualification with whole percentage (F/N) of 87.00% for classroom management skill and 87.03% for leading small group discussion skill linear instructional multimedia.keyword : research and development, linear instructional multimedia, classroom management skill, small group discussion skill
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT UNITE TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS: A COMPARATIVE STUDY ., Ni Wayan Desi Ariani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Tambakan (DT) dengan dialek Pelaga (DP). Objek dari penenlitian ini adalah dialek Tambakan dan Pelaga. Tiga orang penutur dari masing-maasing dialek dipilih sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini membandingkan dua dialek, yaitu dialek Tambakan dan dIalek Pelaga. Data yang didapatkan dalam bentuk leksikon yang diidentifikasi menggunakan Daftar Kata Swadesh, Daftar Kata Budasi, dan Daftar Kata Holle yang dikumpulkan menggunakan teknik merekam, mendengarkan, dan mencatat. Dalam penelitian ini, sistem fonologi dari kedua dialek dideskripsikan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DT dan DP memiliki persamaan fonologis dan leksikon yang relatif banyak. Terdapat 38 fonem yang sama di posisi awal, tengah, dan akhir pada leksikon kedua dialek tersebut. Fonem yang sama tersebut meliputi: a) enam vokal yang sama: //, /i/, /u/, /e/, // dan /o/; b) lima diftong yang sama: /i/, /u/, //, //, dan /u/; c) dua vokal rangkap yang sama: // and //; d) sembilan belas konsonan yang sama: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, dan /ñ/; e) enam konsonan kluster yang sama: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, dan /kr/. Dari tiga Daftar Kata yang terdiri dari 1.716 leksikon, ditemukan bahwa terdapat 946 leksikon yang sama dan 495 leksikon yang serupa sebagai bukti-bukti kualitatif yang menyatukan kedua dialek tersebut.Kata Kunci : metode perbandingan, aspek fonologis, leksikon, dialek Tambakan, dialek Pelaga This study aimed at describing the phonological and lexical similarities between Tambakan dialect (TD) and Pelaga dialect (PD). The objects of this study were Tambakan and Pelaga dialects. Three speakers from each dialect were chosen as the informants in this study. This study compared two dialects: Tambakan dialect and Pelaga dialect. The obtained data in the form of lexicons identified using Swadesh Wordlists, Budasi Wordlists, and Holle Wordlists were collected through recording, listening, and noting techniques. In this study, the phonological systems of both dialects were firstly described. The results of the study show that TD and PD actually have relatively many phonological and lexical similarities. The study has found that there are 38 same phonemes in the initial, middle and final positions of the words. Those phonemes were: a) six the same vowels phonemes: //, /i/, /u/, /e/, // and /o/; b) five the same diphthongs: /i/, /u/, //, //, and /u/; c) two the same geminate vowels: // and //; d) nineteen the same consonants: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, and /ñ/; and e) six same consonant clusters: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, and /kr/. From the three wordlists containing 1,716 lexicons, it has been found that there are 760 exactly the same lexicons and 546 similar lexicons as the qualitative evidences that unite those two dialects.keyword : comparative method, phonological aspect, lexicon, Tambakan dialect, Pelaga dialect
THE DEVELOPMENT OF LINEAR MULTIMEDIA IN TEACHING OPENING-CLOSING SKILL AND GIVING REINFORCEMENT SKILL IN MICROTEACHING CLASS AT ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT ., Putu Chintya Dewi; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3375

Abstract

Desain penelitian dari abstrak ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan multimedia linear dalam mengajarkan keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap; a) penelitian dan pengumpulan data, b) perencanaan, c) pembuatan prototipe d) penilaian awal produk, dan e) peningkatan produk. Instrument daripada penelitian ini adalah kuisioner penilaian ahli dan kuisioner penilaian pengguna. Semua data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini berupa multimedia linear yakni dalam bentuk video dimana Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran dan bahasa pengantar dalam video dan menggunakan murid SMP sebagai model murid di simulasi. Isi daripada video microteaching dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Lebih lanjut, multimedia linear dalam mengajar keterampilan membuka-menutup pelajaran dan keterampilan memberikan penguatan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan indicator keberhasilan oleh Tegeh and Kirna (2010). Berdasarkan hasil dari penilaian ahli dan pengguna, kualitas linear multimedia ini sangat bagus.Kata Kunci : Keterampilan Membuka-Menutup Pelajaran, Keterampilan Memberikan Penguatan, Keterampilan Microteaching, Multimedia Linear, Video This resreach and development research design was aimed at studying and developing linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill. This research consisted of six phases: a) research and data collection, b) planning, c) creating product d) product testing, e) evaluating result of product testing, and f) upgrading product. The instrument of this research was expert judgment form and user form. All data were both analyzed descriptively and quantitatively. The result of this research was a linear multimedia which is video that contains English as subject material in teaching the microteaching skills, use English as the language instruction and use Junior High School students as the model in the simulation. The content of the microteaching video was developed based on the need analysis of English Education Department Students. Furthermore, linear multimedia in teaching opening-closing skill and giving reinforcement skill was developed by considering the indicator of success from Tegeh (2010). Based on the result of experts’ judgment and users, the quality of linear multimedia was excellent. keyword : Giving Reinforcement Skill, Linear multimedia, Microteaching Skill, Video, Opening-Closing skill
INFLECTIONAL AND DERIVATIONAL MORPHEMES OF PELAGA DIALECT: A DESCRIPTIVE QUALITATIVE STUDY ., I Wayan Adi Wiweka; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3376

Abstract

Penelitian ini ada sebuah penelitian deskiptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan prefik dan suffik dari dialect Pelaga yang tergolong inflectional dan derivational. Dua narasumber sampel dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga tehnik, yaitu: tehnik observasi, merekam dan wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasilnya dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat jenis prefik ditemukan pada dialek Pelaga. Prefik tersebut ialah: [si-], [pa-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Selain itu juga terdapat enam jenis sufik yaitu: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n]. Selanjutnya ada empat jenis prefik yang tergolong kedalam jenis prefik derivational yaitu: [si-], [ma-], [n-] dan [ka-]. Terdapat dua jenis sufik yang tergolong kedalam jenis sufik derivational yaitu: [-in] dan [-ang]. Sementara itu, prefik yang tergolong jenis inflectional ialah: [ma-], [n-], dan [pa-] an sufik inflectional adalah [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] dan [-n].Kata Kunci : morfem derivational, morfem inflectional, dialek Pelaga This research is a descriptive qualitative research which aimed at describing the prefixes and suffixes in Pelaga Dialect (PD) which belong to derivational and inflectional. Two informants sample of PD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study showed that there were four types of prefix found in Pelaga dialect. Those prefixes are: [si-], [pa-], [ma-], [n-] and [ka-]. Also there were six types of suffixes found existing in Pelaga dialect. Those suffixes are: [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]. Moreover there are four prefixes belong to derivational prefix, they are: [si-], [ma-], [n-] and [ka-] and There were two kind of suffixes found in PD that is classified as derivational suffix, they are: [-in] and [-ang]. Meanwhile inflectional prefix are [ma-], [n-], and [pa-] and inflectional suffix are [-in], [-ne], [-ang], [-an], [-a] and [-n]keyword : drivational morpheme, inflectional morpheme, Pelaga Dialect (PD)
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION IN AN ENGLISH CLASS: THE CASE AT ELEVENTH GRADE OF AN IMMERSION CLASS IN SMA NEGERI BALI MANDARA ., Ni Putu Rika Amanda Putri; ., Drs. Asril Marjohan,MA; ., I G A Lokita P Utami, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori interaksi kelas pada kelas immersi dengan menggunakan Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system dibagi menjadi 22 kategori, yaitu: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and (14) Nonverbal. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA I SMA Negeri Bali Mandara yang terdiri dari dua puluh dua siswa. Penelitian ini dirancang dengan menngunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Terdapat lima instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, peneliti, kamera video, catatan lapangan, panduan wawancara dan daftar kategori.Data dikumpulkan dengan cara merekam interaksi kelas di kelas XI IPA I sebanyak empat kali. Kemudian, data ditranskrip dan dikategorikan berdasarkan FLINT system. Hasil analisis data menunjukan bahwa semua kategori interaksi kelas berdasarkan FLINT system terjadi di kelas. Jumlah interaksi yang dihasilkan oleh siswa 53.57 % sedangkan interkasi guru sebanyak 46.42%. Ini berarti bahwa interaksi guru dan siswa cukup seimbang dan siswa telah diberikan kesempatan terbaik untuk berpartisipasi di kelas.Kata Kunci : Kata kunci: Interaksi kelas, Foreign Language Interaction (FLINT) system, kelas immersi Abstract This study was aimed at finding the classroom interaction categories in an immersion class by using Foreign Language Interaction (FLINT) system. FLINT system is divided into 22 categories, namely: (1) Deals with Feeling, (2) Praise or Encouraging, (2a) Jokes, (3) Uses Ideas of Students, (3a) Repeats Student Response Verbatim, and (4) Asks Questions (5) Gives information, (5a) Corrects without Rejection, (6) Gives Directions, (6a) Direction Pattern Drills, (7) Criticizes Student Behaviour, and (7a) Criticizes Student Response (8) Student Response Specific, (8a) Student Response Choral, (9) Student Response Open-Ended or Student-Initiated, (10) Silence, (10a) Silence AV, (11) Confusion Work-Oriented, (11a) Confusion Non Work-Oriented, (12) Laughter, (13) Uses of the Native Language, and(14) Nonverbal. This study was conducted in XI Science I class of SMA Negeri Bali Mandara which consists of twenty two students. This study was designed by using descriptive qualitative approach. There were five instruments used in this study namely the researcher, video camera, observation sheet, interview guide and checklist. The data was collected by recording the classroom interaction in XI Science I class for four times. After that, the records were transcribed and categorized based on the FLINT system. The result of the data analysis shows that all categories of classroom interaction based on FLINT system occurred in classroom. The total interaction produced by the students was 53.57 % while the teacher produced 46.42%. It means that the interaction between teacher and students is quite balance and students are given best possible opportunity to participate in classroom. keyword : Keywords: Classroom interaction, Foreign Language Interaction (FLINT) system, Immersion class

Page 93 of 188 | Total Record : 1873