cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,873 Documents
THE DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL PROCESSES OF LOLOAN DIALECT SPOKEN BY THE PEOPLE IN LOLOAN VILLAGE ., Ida Bagus Putu Kusuma Adi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan awalan dan akhiran pada Dialek Loloan (DL) yang termasuk proses derivasional dan infleksional yang digunakan oleh masyarakat di desa Loloan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga awalan dalam DL yang termasuk proses derivasional: awalan {n-}, {mê-}, {pê-} dan tiga awalan dalam DL yang termasuk proses infleksional: awalan {mê-}, {N-} and {di-}. Ada dua akhiran dalam DL yang termasuk proses derivasional: akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran yang termasuk proses infleksional: akhiran {-i} and {-an}. Ada dua akhiran di DL yang termasuk proses derivasional; akhiran {-i} and {-an} dan dua akhiran di DL yang termasuk proses infleksional; akhiran {-i} and {-an}.Kata Kunci : Proses Derivasional, Proses Infleksional, Dialek Loloan (DL) This study aims at describing the prefixes and suffixes in Loloan Dialect (LD) that belong to the derivational and inflectional processess spoken by the people in Loloan village. This study is a descriptive qualitative research. Three informants were chosen as the sample of this study. The data were collected by means of three techniques, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are three prefixes in LD that belong to a derivational process; prefix {n-}, {me-}, {pe-} and three prefixes in LD that belong to an inflectional process; prefix {me-}, {n-} and {di-}. There are two suffixes in LD that belong to a derivational process; suffix {-i} and {-an} and two suffixes in LD that belong to an inflectional process; suffix {-i} and {-an}.keyword : Derivational process, Inflectional process, Loloan Dialect (LD)
PREFIXATION IN NUSA PENIDA DIALECT: A QUALITATIVE STUDY OF MORPHOLOGICAL PROCESS ., I Putu Sidiasa; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan awalan yang terdapat dalam Dialek Nusa Penida (DNP) dan awalan yang mengalami proses morfofonemik. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Tiga informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman dan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada enam jenis awalan di Dialek Nusa Penida (DNP): awalan {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} dan{sə-}. Diantara keenam awalan tersebut, ada empat awalan yang ditemukan mengalami proses morfofonemik. Awalan tersebut adalah awalan {mə-}, {n-}, {pə-} dan{kə-}.Kata Kunci : proses awalan, awalan, proses morfofonemik, Dialek Nusa Penida (DNP) This study aims at describing the prefixes that exist in Nusa Penida Dialect (NPD) and the prefixes that take morphophonemic process. This research was a descriptive qualitative study. Three informants were chosen as the samples of the study based on certain criteria. The data were collectedby using three techniques, namely: observation, recording technique, and interview technique. The results of the study show that there are six kinds of prefixes in NPD:prefix {mə-}, {n-}, {Λ-}, {pə-}, {kə-} and {sə-}.Among the six prefixes, four prefixes were found to undergo morphophonemic process. They are prefix {mə-}, {n-}, {pə-} and{kə-}.keyword : prefixation, prefix,morphophonemic process,Nusa Penida Dialect (NPD)
THE IMPLEMENTATION OF SCRIPTED SONGS AS INNOVATIVE TEACHING TECHNIQUE UPON STUDENTS’ ENGLISH COMPETENCY IN FOURTH GRADE STUDENTS OF SDN 1 SEMARAPURA TENGAH IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Made Wahyu Mahendra; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dr. I Gede Budasi,M.Ed,Dip.App.Lin
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ada atau tidaknya perbedaan yang signifikan dalam pemanfaatan scripted songs sebagai strategi belajar terhadap kompetensi bahasa Inggris siswa. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Untuk menentukan sample, peneliti menggunakan teknik cluster random sampling dimana dua kelas terpilih setelah melalui proses lotre. Hasil lotre menunjukkan bahwa kelas IV C ditetapkan sebagai grup eksperimen dan IVB sebagai grup kontrol. Kedua kelompok ini kemudian diberikan perlakuan berbeda dimana grup eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan lagu, sedangkan grup kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan teknik konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan post test sebagai instrumen. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial. Hasil dari statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari grup eksperimen adalah 76.89, sedangkan nilai grup kontrol adalah 70.11. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan lagu memberikan efek yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan teknik konvensional. Secara inferensial, didapatkan bahwa nilai tob adalah 2.16, sedangkan nilai tcv adalah 1.99. Dari perbandingan keduanya, didapati bahwa nilai tob lebih besar dari tcv . Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan lagu dan yang diberi perlakuan dengan teknik konvensional. Dapat disimpulkan juga bahwa hipotesis alternatif dapat diterima.Kata Kunci : Scripted Songs, Kompetensi Bahasa Inggris Siswa This study aimed at investigating whether or not there was a significant difference in students’ English competency between students who were taught by scripted songs as innovative teaching technique and conventional technique. The population in this study was the students of grade four in SDN 1 Semarapura Tengah, Klungkung. Cluster random sampling was applied to obtain the sample of study, and two classes were taken by using lottery. The result of lottery shows that IVC was chosen as the experimental group, and IVB as the control group. In order to obtain the required data, the two groups were given treatments. The experimental group was taught by using scripted songs, while the control group was taught by using conventional technique. The instruments used in this study were teaching scenario and post test. The obtained data were analysed through descriptive and inferential statistics. From the descriptive statistics, it was shown that the mean score of the experimental group was 76.89, while the mean score of the control group was 70.11. It means that songs as technique in teaching affects better than conventional technique. From the inferential statistics, it was found that the value of t observed ( to ) was 2.16. While, the critical value of t (tcv) is 1.99. From the comparison of these two values, it was clear that the to exceeded the tcv. It means that there was a significant difference in students’ English competency for those who were taught by using songs and conventional technique. Thus, the alternative hypothesis was accepted.keyword : Scripted Songs, Students’ English Competency
THE USE OF SCRIPTED SONGS AS AN INNOVATIVE STRATEGY FOR TEACHING STUDENTS’ ENGLISH COMPETENCE: AN EXPERIMENTAL STUDY ON THE FOURTH GRADE STUDENTS AT PRIMARY SCHOOL IN SUB-DISTRICT TEGALLALANG, GIANYAR - BALI ., Ni Wayan Karmini; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah ada atau tidaknya perbedaan yang terjadi pada kompetensi bahasa Inggris siswa-siswa yang diajarkan dengan pengajaran naskah lagu-lagu dan pengajaran konvensional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa-siswa kelas 4 SD di Sub-Kecamatan Tegallalang, Gianyar - Bali. Penelitian ini menggunakan desain post test only control group design. Dengan menggunakan random sampling dipilih dua sekolah sebagai sampel penelitian yaitu SD N 1 Kedisan dan SD N 2 Kedisan. Kemudian, dengan menggunakan teknik lotre ditentukan bahwa SD N 1 Kedisan sebagai kelompok eksperimen yang diajarkan dengan pengajaran naskah lagu dan SD N 2 Kedisan sebagai kelompok control yang diajarkan dengan pengajaran konvensional. Data yang diperoleh yaitu dari hasil post test yang kemudian di analisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari hasil analysis menunjukan bahwa kelompok eksperimen mencapai nilai yang lebih baik dalam kompetensi bahasa Inggris daripada kelompok kontrol. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh oleh kelompok ekperimen adalah 86 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh oleh kelompok konvensional adalah 66. Selain itu, hasil dari statistik inferensial diperoleh nilai t observed (tobs) adalah 12.97 lebih besar dari nilai t critical value t (tcv) yang menunjukkan 1.99 pada level 0.05. Hasil nilai statistik inferensial membuktikan bahwa ada perbedaan yang sangat jelas terjadi pada kompetensi bahasa Inggris siswa-siswa yang diajarkan dengan menggunakan pengajaran naskah lagu-lagu dan pengajaran konvensional. Sehingga null hipotesis (Ho) pada penelitian ini ditolak. Kata Kunci : Kompetensi bahasa Inggris, naskah lagu-lagu This study was intended to investigate whether or not there was a significant difference in the students’ English competence which was taught by using scripted songs and conventional teaching. The population of this study was the four grade students at primary school in sub-district Tegallalang, Gianyar – Bali. Post test only control group design was used in this study. Through random sampling, the two schools were taken as sample in this study, namely SD N 1 Kedisan and SD N 2 Kedisan. Then, by implementing lottery technique was determined that SD N 1 Kedisan was assigned as experimental group and SD N 2 Kedisan was assigned as control group. The experimental group was taught by using scripted songs, while control group was taught by using conventional teaching. The data was obtained from post test then were analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics. The result of data analysis showed that experimental group obtained better achievement in English competence than control group. It had been proven from the mean score of the experimental group was 86 while the mean score of control group was 66. Moreover, the result of the inferential statistics was found that the value of t observed (tobs) was 12.97 higher than the critical value of t (tcv) was 1.99 at 0.05 level significant. This proved that there was a significant difference in the students’ English competence which was taught by using scripted songs and conventional teaching. Therefore the null hypothesis (Ho) was rejected. keyword : English competence, scripted songs
THE EFFECT OF LEXICAL COLLOCATION UPON STUDENTS’ READING COMPREHENSION ACHIEVEMENT AT SMAN 4 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEARS 2013/2014 ., Ni Putu Veni Venikagitayani; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., Putu Eka Dambayana S., S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3569

Abstract

Penelitian Experimen ini bertujuan untuk meneliti efek dari Lexical Collocation pada kemampuan membaca siswa. Untuk melakukan penelitian, 72 siswa telah dipilih sebagai sample. Mereka adalah siswa kelas X MIPA di SMAN 4 Singaraja. Kelompok siswa diberikan lotere, dan hasinya adalah siswa kelas X MIPA 2 terpilih sebagai kelompok Eksperiemen, dan X MIPA 3 sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design. KElompok Eksperimental diberikan perlakuan berupa Collocation dan kelompok kontrol diberikan perlakuan berupa metode pembelajaran konvensional. Di akhir penelitian, kedua kelompok diberikan post test. Post test yang diberikan berupa tes kemampuan membaca, yang berisi 20 buah test objektif. Data yang didapatkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Penelitian ini menggunakan hipotesis alternatif. Hasil dari t test yaitu t observasi lebih tinggi daripada t tabel dengan nilai 2.03, yaitu 5.14. Dari hasil ini, hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Hipotesis nol yang ditolak berarti ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan Lexical Collocation dan yang tidak.Kata Kunci : Lexical Collocation, Pembelajaran membaca konvensional, kemampuan membaca. This experimental research aimed at investigating the effect of Lexical Collocation on students’ reading comprehension achievement. To conduct the research, 72 students were selected as the samples. They were the tenth grade students of science major at SMAN 4 Singaraja. The group of students were given the lottery, and the result showed that the X MIPA 2 was experimental group and X MIPA 3 was the control group. The design used in this research was Post Test Only Control Group Design. The experimental group was given collocation as treatment and the control group was taught by using a conventional teaching method. At the end, both experimental and control groups were given the post test. The post test was a reading comprehension test, consist of 20 multiple choices. The data obtained by the post test were analyzed by using Descriptive and Inferential Statistic Analyses. This study used alternative hypothesis. The result of t test in which t observed was higher than t critical value 2.03 was 5.14. Based on the result, the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. The rejected null hypothesis means that there is significant difference on reading comprehension between the students who were taught by using collocation and who were not. keyword : Lexical Collocation, Conventional teaching reading, Reading comprehension
An Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes in Javanese Surakarta Dialect ., Anis Azizah Hidayati; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3570

Abstract

penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginvestigasi morfem derivasi dan infleksi yang ada di Bahasa Jawa dialek Surakarta. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara dengan informan dan observasi. Dalam penelitian ini melibatkan tiga informan yang dipilih berdasarkan kriteria yang berlaku. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan ada lima morfem derivasi dan dua morfem infleksi yang ada dalam dialek Surakarta. Derivasi morfem yang ditemukan adalah {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} dan { dipun-/-ʌkɘn }, morfem infleksi adalah {dipun-} dan {-ipun}.Kata Kunci : morfem derivasi, morfem infleksi, dialek Surakarta The research is conducted to find out the derivational and inflectional morphemes existing in Javanese Surakarta dialect. The study was designed with descriptive method. The data observed in this study were obtained by interview the informants and observation. Three informants sample in this study were selected based on a number of criterias. The results of the study showed that there were five derivational morphemes and two inflectional morphemes in Surakarta dialect. The derivational morphemes were {n-}, {n-/-i}, {n-/-ʌkɘn}, {dipUn-/-i} and { dipun-/-ʌkɘn }, the inflectional morphemes were {dipun-} and {-ipun}.keyword : Derivational Morphemes, Inflectional Morphemes, Surakarta Dialect
A COMPARATIVE STUDY OF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) AND THINK PAIR SHARE (TPS) IN THE STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT THE ELEVENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 KUBU IN ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., I Gede Okta Santikacahya; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3687

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk menemukan apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca siswa antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan NHT dan TPS. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap teknik NHT dan TPS. Populasi penelitian ini adalah siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Kubu di tahun akademik 2013/2014. Teknik Cluster Random Sampling digunakan untuk memilih sampel di mana kelas XI IPA 1 diajarkan dengan teknik TPS dan kelas XI IPA 3 diajarkan dengan teknik NHT. Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Posttest-Only Two Group Design. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelompok NHT adalah 78,23 dan nilai rata-rata kelompok TPS adalah 75,19. Ini berarti bahwa nilai rata-rata kelompok NHT lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok TPS. Kemudian, analisis inferensial yang menggunakan t-test menunjukkan to adalah 2,418. Ini melebihi tcv yang mencapai 2,00 (taraf signifikansi 5%). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pemahaman membaca siswa antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan NHT dan TPS. Selain itu, dari kuesioner yang diberikan kepada siswa menunjukkan bahwa 20 (66,7%) siswa memberikan respon yang sangat positif, dan 10 (33,3%) siswa memberikan respon positif terhadap teknik NHT. Sementara itu, 4 (12,5%) siswa memberikan respon yang sangat positif, 19 (59,4%) siswa memberikan respon positif, dan 9 (28,1%) siswa memberikan respon biasa saja terhadap teknik TPS.Kata Kunci : Kemampuan membaca, teknik NHT dan teknik TPS. This study was an experimental study which aimed at finding whether there was any significant difference in students’ reading comprehension between the students who were taught by using NHT and TPS. This study also aimed at knowing the students response toward NHT and TPS techniques. The population of this study was students at the eleventh grade of SMA Negeri 1 Kubu in academic year 2013/2014. Cluster Random Sampling technique was administered to select sample in which class XI IPA 1 treated by TPS technique and class XI IPA 3 treated by NHT technique. The research design used was Randomized Posttest-Only Two Group Design. The result of descriptive analysis showed that the mean score of NHT group was 78.23 and then the mean score of TPS group was 75.19. It means that the mean score of NHT group was higher than the mean score of TPS group. Then, the inferential analysis which used t-test showed that to was 2.418. It exceeded the tcv which was 2.00 (significance level 5%). It indicated that there was a significant difference among the students’ reading comprehension between students taught by using NHT and TPS. In addition, the questionnaire that given to the students showed that 20 (66.7%) students gave very positive response, and 10 (33.3%) students gave positive response toward NHT technique. Meanwhile, 4 (12.5%) students gave very positive response, 19 (59.4%) students gave positive response, and 9 (28.1%) students gave moderate response toward TPS technique.keyword : Reading Comprehension, NHT technique and TPS technique
AN ANALYSIS OF POLITENESS STRATEGIES USED BY INDONESIAN POLITICIANS ON TWITTER ., Adex Palos Agustin Dwicahya; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3688

Abstract

Penelitian ini menganalisa jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh politisi Indonesia di twitter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan jenis strategi kesantunan yang digunakan oleh para politisi Indonesia sebagai tanggapan terhadap pertanyaan, dukungan atau kritik dari followers mereka di Twitter. Selain itu, penelitian ini juga menggambarkan konteks situasi di mana jenis strategi tertentu digunakan oleh politisi Indonesia di Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis dua puluh tujuh tweets yang dikirim oleh tujuh politisi sebagai tanggapan terhadap pengikut mereka di Twitter. Data diunduh dari internet dan disimpan menggunakan aplikasi printscreen dan MS Word. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Strategi kesantunan dianalisis menurut teori kesantunan Brown dan Levinson (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa politisi Indonesia menggunakan berbagai strategi kesantunan, termasuk penggunaan strategi positive politeness, strategi negative politeness dan strategi off-record. Mereka cenderung menggunakan strategi yang meminimalkan jarak dengan para pengikut mereka. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan strategi didominasi oleh strategi positive politeness (74%). Sebagai perbandingan, penggunaan strategi off-record hanya 15% dan diikuti oleh strategi negative politeness (11%). Melihat konteks situasi, di mana latar komunikasi adalah di media yang bersifat publik (situs jejaring sosial) dan waktu komunikasi adalah selama masa kampanye pemilu legislatif dan presiden, politisi Indonesia tampaknya menggunakan strategi yang meminimalisir ‘jarak’ dengan pendengar. Ini mungkin saja disebakan karena mereka harus menjaga citra mereka di khalayak umum dan terlebih lagi mereka ingin lebih 'dekat' ke pendengar.Kata Kunci : Strategi kesantunan, Politisi Indonesia, Konteks situasi, Twitter. This study analyzes the types of politeness strategies used by Indonesian politicians on twitter. The purpose of this study is to reveal the types of politeness strategies used by the Indonesian politicians as the responses to the questions, supports or critiques from their followers on Twitter. Moreover, this study also describes the contexts of situations in which particular types of strategies are used by Indonesian politicians on Twitter. This study used descriptive qualitative approaches to analyze twenty seven tweets posted by seven politicians as the responses to their followers on Twitter. The data were downloaded from the internet and saved using ‘printscreen’ and MS Word application. The methods of data collection were observation and documentation. The politeness strategies were analyzed according to Brown and Levinson’s (1987) politeness theory. The findings show that Indonesian politician used various politeness strategies, including the use of positive politeness, negative politeness and off-record strategy. They tend to use the strategy that minimizes the distance with their followers. It can be seen from the use of strategy dominated by positive politeness (74%). As comparison, the use of off-record strategy was only 15% and followed by negative politeness (11%). Looking at the context of situation, where the setting was in public media (social networking site) and the time of the communication was during the campaign period of the legislative and president election, Indonesian politicians seem to use the strategies that minimize the distance with the hearer. It may because they have to maintain their image in public and moreover they want to ‘come closer’ to the hearer.keyword : Politeness strategies, Indonesian Politicians, Context of Situation, Twitter.
AN ANALIYSIS OF GRAMMATICAL ERROR IN SPEAKING COMMITTED BY THE TOUR GUIDE IN LOVINA SINGARAJA ., I Kadek Putra Ari Jaya; ., Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3689

Abstract

Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisa kesalahan tatabahasa dalam berbicara yang dilakukan oleh tour guide di Lovina, Singaraja. Dalam penelitian ini, kesalahan tatabahasa difokuskan pada kesalahan tata bahasa yang dilakukan oleh tour guide pada saat berbicara. Data dikumpulkan melalui rekaman suara dari tour guide. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat sebanyak 95 kesalahan yang dilakukan oleh tour guide dalam berbicara. kesalahan tersebut antara lain sebanyak 46 (48,42%) verb form error, 15 (15,78%) article error, 5 (5,26%) subject-verb agreement error, 10 (10,52%) word order error, 8 (8,42%) noun error, 7 (7,36%) preposition error, 4 (4,21%) pronoun error, dari hasil tersebut terlihat verb form error merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh tour guide saat berbicara. Lebih jauh lagi, hasil penelitian juga menunjukan beberapa faktor penyebab terjadinya kesalahan dalam kemampuan berbicara tour guide berasal dari intralingua transfer, interlingua transfer dan context of learning. Secara khusus kesalahan tata bahasa tersebut dipengaruhi karena the tour guides’ first language, the incorrect translation, the avoidance committed by the tour guide, kurangnya pemahaman dalam bentuk tense dan latar belakang pendidikan secara informal.Kata Kunci : Grammar eror, berbicara, penyebab eror This study was a descriptive qualitative research, which aimed at analyzing the grammatical errors in speaking committed by the tour guides in Lovina, Singaraja. In this study, grammatical errors referred to the errors of using grammar committed by the tour guides in their speaking. This study also concerned with analyzing the factors which caused the grammatical error. The data were collected from the records of the tour guides’ speaking. The results showed that there were 95 errors found in the tour guides’ speaking. Those errors were 46 (48,42%) verb form errors, 15 (15,78%) article errors, 5 (5,26%) subject-verb agreement errors, 10 (10,52%) word order errors, 8 (8.42%) noun errors, 7 (7,36%) preposition errors, 4 (4,21%) pronoun errors in which the most committed error in the tour guides’ speaking was verb form error. Further, it was found the factors which caused grammatical errors came from intralingua transfer, interlingua transfer and context of learning. In specific, the tour guides’ errors were caused by the tour guides’ first language, the incorrect translation, the avoidance committed by the tour guide, misunderstanding of tense form and informal educational background. keyword : grammatical error, speaking, cause of error
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ATTITUDE TOWARD FEEDBACK STRATEGIES USED BY THE LECTURER IN WRITING I CLASS IN THE ACADEMIC YEAR OF 2013/2014 ., Anak Agung Gede Bawa Mehendra; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., Ni LP. Eka Sulistia Dewi, S.Pd. M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3690

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui ( 1 ) jenis-jenis strategi umpan balik yang diberikan pada tulisan siswa di kelas Writing I tahun akademik 2013/2014, dan ( 2 ) sikap siswa terhadap strategi umpan balik yang diberikan pada tulisan siswa di kelas Writing I tahun akademik 2013/2014. Subjek dari penelitian ini adalah siswa Jurusan Pendidikan bahasa Inggris di kelas 2D dan 2H yang mengambil mata kuliah Writing I tahun akademik 2013/2014 yang berjumlah 56 siswa. Objek dari penelitian ini adalah sikap siswa terhadap strategi umpan balik yang digunakan oleh dosen di kelas Writing I. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, angket/kuesioner, wawancara, dan data yang yang sudah dikumpulkan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) jenis-jenis strategi umpan balik yang digunakan di kelas Writing I adalah Conferencing and Teacher’s Comment; (2) siswa menunjukkan sikap positif terhadap strategi umpan balik di kelas Writing I. Ini dibuktikan dengan tingginya skor skiap siswa terhadap strategi umpan balik.Kata Kunci : sikap, strategi umpan balik, menulis This Descriptive Qualitative research aims to find out (1) the kinds of feedback strategy given on the students’ writing in Writing I Class in the academic year of 2013/2014, and (2) the students’ attitude towards the feedback strategy given on students’ writing in Writing I Class in the academic year of 2013/2014. The subject of this study were the students of English Education Department in class 2D and 2H who study Writing I in academic year 2013/2014 which are 56 students in total. The object of this research was the students’ attitudes toward the feedback strategies used by the Lecturer in Writing I class. The data collection methods used in this study were observation, questionnaires, interview, and the data collected were analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that, (1) the kinds of feedback strategies which were used in Writing I class were conferencing and teacher’s comment; (2) the students showed positive attitudes toward the feedback strategies in Writing I class. It was proven from the high score of students’ attitude toward the feedback strategy.keyword : attitude, feedback strategy, writing

Page 96 of 188 | Total Record : 1873