cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and humanities at a regional, national, and global scale. The writings at JISH will significantly contribute to critical thinking in the area of society and humanities. The scope of the fields contained in JISH covers the following areas: social work, social welfare, social change, and social policy; humanism and human rights; corporate governance, and community studies; crosscultural and multiculturalism studies; population, and development studies; ethics, and intergroup relations; war, conflict, and international relations; linguistics, literature, and media studies; performing arts (music, theatre, and dance); studies of inequality (class, race and gender studies); and other related areas. Articles published on research results and literature review with acceptable research methodologies, qualitative studies, quantitative studies, or a combination of both, statistical analysis, case studies, field research, and historical studies. JISH received manuscripts from various related circles, such as relevant researchers, professors, students, policy-makers, scientists, and others.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2022)" : 15 Documents clear
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL KABUPATEN BONDOWOSO MELALUI KAJIAN POTENSI KLASTER INDUSTRI KECIL Nian Riawati; Rachma Fitriati; Dina Suryawati; Suji Suji; Selfi Budi Helpiastuti
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.34175

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Bondowoso yang berfokus pada pemanfaatan dan optimalisasi sumberdaya serta kompetensi daerah dalam menggerakkan perekonomian daerah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis industri kecil dan menengah yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Kabupaten Bondowoso serta strategi yang sesuai untuk pengembangannya. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Bondowoso, Biro Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian berdasarkan hasil perhitungan LQ menunjukkan bahwa kelompok usaha kecil menengah yang memiliki kontribusi terbesar pertama berada pada kelompok yang berasal dari sektor makanan dan minuman yang berlokasi di Kecamatan Tapen, yang kedua adalah usaha kecil menengah dari sektor selep/penggilingan yang berlokasi di Kecamatan Bondowoso, dan ketiga adalah usaha kecil menengah dari sektor alat rumah tangga dan mainan di Kecamatan Curahdami. Strategi pengembangan UKM di Kabupaten Bondowoso yang tepat adalah dengan pemberiaan fasilitas pembinaan, pengembangan SDM, bantuan peralatan dan pemasaran melalui promosi.
Strategi Pemerintah Daerah Dalam Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat Firda Rizky Ananda; Eko Priyo Purnomo; Aqil Teguh Fathani; Lubna Salsabila
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.34698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguraikan upaya pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran hutan dan lahan terjadi pada tahun 2019 dan menyebabkan banyak dampak terhadap ekosistem alam, satwa, lingkungan, udara dan kesehatan masyarakat. Kasus yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan yang memakan banyak korban dan derita warga di Kotawaringin Barat. Pada kasus ini masyarakat berharap pemerintah dapat mengatasi dengan cepat agar kasus kebakaran hutan dapat berkurang, sehingga kedepannya Kotawaringin Barat dapat terbebas dari polusi kabut asap kebakaran yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pernapasan pada bayi, anak-anak, dewasa bahkan lanjut usia. Metode penelitian kualitatif eksploratif dengan data sekunder dilakukan untuk menguraikan dan mendeskripsikan penelitian. Data dikumpulkan dari jurnal, buku dan media online terkait kebakaran hutan di Kotawaringin Barat. Teknik analisis dilakukan dengan mode interaktif yang dirangkai berdasarkan alur pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Tiga upaya itu terdiri dari, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan, patroli terpadu pencegahan karhutla, serta pelatihan dasar penanggulangan bencana karhutla. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat telah melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Namun, dari ketiga upaya yang dilakukan ada yang belum efektif yaitu kegiatan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan karena faktor geografis dan kebiasaan masyarakat yang sulit untuk di awasi. Dalam penelitian ini, upaya dari Pemerintah Kabupaten dalam menanggulangi bencana Karhutla dapat dilaksanakan dengan baik, tetapi terdapat beberapa isu yag masih menjadi kendala untuk kebaikan hutan kedepannya di Provinsi Kalimantan Tengah.
RESOLUSI KONFLIK PENGGUNAAN LAHAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI DESA SAJANG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Andi Chairil Ichsan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.35105

Abstract

Dalam sistem pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak lepas dari adanya  interkasi masyarakat dengan kawasan yang berimplikasi pada munculnya permasalahan pokok seperti perambahan, pencurian kayu, perburuan liar, dan  pengembalaan ternak dalam kawasan yang sampai saat ini masih sering ditemui.Penelitian ini secara spesifik bertujuan untuk merumuskan resolusi konflik penggunaan lahan yang terjadi pada wilayah Desa Sajang Taman Nasional Gunung Rinjani. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan beberapa teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, studi dokumen dan FGD.  Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengadaptasi konsep analisis gaya bersengketa untuk memetakan sikap para aktor konflik dalam menghadapi sengketa. Sikap atau gaya tersebut berupa gaya menghindar, gaya akomodasi, gaya kompromi, gaya kompetisi dan gaya kolaborasi. Hasil penelitian dapat mengkasifikasikan  aktor yang terlibat kedalam tiga kategori resolusi yaitu kompromi, negosiasi dan kolaborasi. Hasil analisis juga mendeskripsikan bahwa masih terjadi perbedaan pendapat terkait dengan bentuk bentuk pemanfaatan yang diperbolehkan pada wilayah tersebut. Hal ini berimplikasi pada tingginya potensi kesalahpahaman antar-pihak, sehingga dibutuhkan sebuah kejelasan mekanisme terkait teknis penyelesaian konflik seperti membangun kesepahaman bersama, serta penguatan proses kolabroasi maupun fasilitasi ditingkat masyarakat.
Safety, Quality, and Religion on the Consumption of Halal Cosmetic Products: Views of Female Muslim University-Students Talitha Andra Prakasita; Amika Wardana
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.39251

Abstract

The awareness of halal cosmetics has been rising among Muslim consumers, particularly female youths in Indonesia, for years. However, it has always been contentious whether this trend is stimulated by the increasing religiosity and Islamic religious understanding among the populace. The study aims to investigate the reasons behind the consumption and its links to the understanding of halal cosmetic products among female Muslim university students, particularly those living in Yogyakarta. For the study, 105 female Muslim students were questioned via a google-form survey, followed by in-depth qualitative phone interviews with 12 of them to gather the required data. The study presents that even though valuing more the safety, quality, and Halal certification status of cosmetic products they have been consuming, female Muslim students prefer to put first the two factors before the third one, followed by others, including the price, adverts, friends’ recommendation. It is revealed that they have shown good knowledge and understanding to look out carefully the ingredients, how to use and safety warning of cosmetic products rather than simply choosing them for religious reasons. Various understanding regarding the halal certification of cosmetic products and its social and religious implications for Muslims have played essential roles in influencing the preference of these female Muslim students.
STRATEGI TRANSFORMASI DIGITAL UMKM KERAJINAN TANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN GIANYAR, BALI Ni Luh Wayan Sayang Telagawathi; Ni Made Suci; Komang Krisna Heryanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.39734

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memperdalam strategi yang dilakukan oleh UMKM kerajinan tenun dalam beradadaptasi dengan dunia digital pada masa pandemic Covid-19 ini. Transformasi digital bagi UMKM menjadi keniscayaan masa masa pandemic sekarang, namun juga tidak terlepas dari tantangan yang menyertainya. Para pelaku UMKM kerajinan tenun di lapangan memiliki strategi untuk beradaptasi saat situasi krisis. Artikel ini berargumen bahwa UMKM akan diuji resiliensinya (kebertahannya) di tengah krisis untuk untuk mengeksploitasi sumber daya yang dimilikinya dan melakukan langkah-langkah inovatif. Artikel ini menjadikan para pengerajin tenun di Kabupaten Gianyar sebagai subyek penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam. Klasifikasi dan analisis data dilakukan dengan kaidah metode kualitatif. Studi ini menemukan bahwa pelaku UMKM kerajinan tenun menghadapi kesulitan dalam melakukan adaptasi dengan teknologi digital, terutama pada pemasaran dalam jaringan (daring). Implikasinya, UMKM harus merancang strategi masuk dalam ekosistem digital.
NILAI EKOLOGIS DALAM UPACARA MAMAPAS LEWU SUKU DAYAK NGAJU Tahan Mentria Cambah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.40880

Abstract

Mamapas lewu adalah salah satu upacara penting dalam komunitas suku Dayak Ngaju. Upacara ini biasaya melibatkan seluruh penduduk desa atau kampung. Tujuannya adalah agar desa atau kampung tersebut dihindarkan dari bencana. Upacara Mamapas lewu tersebut sarat dengan nilai ekologis.Tujuan penelitian ini adalah menemukan nilai-nilai ekologis yang terdapat dalam upacara Mamapas lewu yang dilakukan oleh suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah. Nilai-nilai tersebut dapat mendorong kepedulian masyarakat dalam memelihara lingkungan hidup. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari sumber literatur yang berhubungan dengan topik dan dari hasil wawancara serta pengamatan terlibat dengan kelompok suku Dayak Ngaju. Penelitian ini menunjukkan bahwa upacara Mamapas lewu mengandung nilai kepedulan ekologis yang berguna untuk masyarakat ikut serta secara aktif memelihara alam semesta. Kepedulian tersebut terlihat dalam pemahaman bahwa alam adalah saudara, alam adalah subyek yang memiliki entitas, dan adanya pengakuan bahwa manusia dan alam saling bergantung. Hubungan tersebut tidak dibahas secara jelas dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan sebelumnya lebih banyak menggambarkan jalannya upacara dan kaitannya dengan ritual suku Dayak Ngaju. Selain itu, penelitian sebelumnya juga lebih menggali nilai ekologis secara umum. Penelitian ini justru membuktikan bahwa ada potensi besar dalam upacara Mamapas lewu yang dapat mendorong kepedulian masyarakat, khususnya orang Dayak Ngaju terhadap alam semesta.
EKSISTENSI MASYARAKAT HUKUM ADAT DAN DINAMIKA TANAH ULAYAT DI MANGGARAI TIMUR Wasyilatul Jannah; M. Nazir Salim; Dian Aries Mujiburohman
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.41006

Abstract

Masyarakat Hukum Adat (MHA) Manggarai merupakan komunitas yang terdiri atas puluhan atau bahkan ratusan suku yang berbeda-beda. Hampir seluruh wilayah Manggarai didiami oleh MHA. Setiap persoalan yang terjadi dalam kehidupan MHA memiliki potensi menimbulkan dampak luas. Kondisi tersebut membutuhkan perlindungan terhadap MHA Manggarai yang juga bermakna perlindungan terhadap masyarakat Manggarai secara luas termasuk tanah Ulayat. Atas situasi tersebut, tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika MHA Manggarai Timur dan problematika tanah Ulayat khususnya di Desa Nanga Labang, Rondo Woing, dan Satar Punda, Manggarai Timur. Dengan metode kualitatif dan pendekatan sosial antropologi khususnya etnografi serta kajian yuridis normatif yang dilakukan di tiga Desa di atas, tulisan ini mampu menggambarkan eksistensi dan dinamika MHA dan hubungannya dengan tanah Ulayat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa MHA di Manggarai Timur eksistensinya cenderung melemah dan memiliki pola perubahan yang berbeda di tiap daerah. Keberadaan tanah Ulayat masih ada namun jumlahnya semakin terbatas bahkan terdapat beberapa wilayah yang tidak lagi memiliki tanah Ulayat. Studi ini menawarkan skema perlindungan oleh negara agar agar eksisitensi MHA dan tanah Ulayat tetap eksis karena hal itu merupakan kearifan lokal yang mampu membendung arus globalisasi dan individualisasi tanah Ulayat. Idealnya, MHA dan tanah Ulayat mendapat perlindungan, dengan melindungi pranata adat maupun tanah Ulayatnya, minimal pengakuan dari pemerintah setempat agar eksistensi MHA Manggarai tetap bertahan.
HUBUNGAN PEMAHAMAN VAKSIN COVID-19 TERHADAP PERILAKU KESEDIAAN DIVAKSIN DAN SIKAP MENGHADAPI NEW NORMAL DI MALANG Siti Kholifah
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.41861

Abstract

Keberadaan vaksin Covid-19 di tengah pandemi menjadi salah satu harapan untuk mengatasi krisis dan kembali pada kehidupan normal. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman masyarakat di Kota Malang terkait vaksin Covid-19 (variabel X), pola perilaku kesediaan untuk divaksin (variabel Y1) dan pola sikap pada new normal (variabel Y2), serta melakukan uji korelasi pada 3 variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-eksplanatif dengan uji statistik rank kendall. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner pada 148 responden. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel X dengan Y1 dengan koefisien korelasi 0,085, maupun variabel X dengan Y2 koefisien korelasi 0,051. Tingginya pemahaman responden tentang vaksin tidak berpengaruh pada kesediaan divaksin dengan alasan terkait keamanan vaksin, takut efek samping, kurang yakin dengan efektivitas vaksin, serta berkaitan dengan keyakinan agama. Dalam menghadapi new normal yang paling penting adalah mematuhi Prokes, bukan melakukan vaksinasi. Penelitian ini menegaskan masih perlunya sosialisasi tentang vaksin terutama terkait efek samping dan efektivitas vaksin.
Indigenous Community Participation in Ecotourism Development: The Case of Bukit Tigapuluh National Park Musadad Musadad; Mariaty Ibrahim; Chelsy Yesicha
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.42012

Abstract

Previous studies have explored community participation in ecotourism. However, only a few have addressed indigenous people concerning their participation in ecotourism development, specifically within the context of a national park. Therefore, this study examined how and why indigenous people are participating in ecotourism development by taking a case study of a village in Bukit Tigapuluh National Park, Indonesia. This study collected data through semi-structured interviews and field observations using a qualitative method. Four forms of indigenous people’s participation in ecotourism development are found in this study, including discovering tourist attractions, conserving the forest, working in the ecotourism sites, and managing ecotourism attractions. Furthermore, this study discovered two factors encouraging their participation, i.e., community empowerment by the national park office and perceived positive impacts of ecotourism.
PERAN PERUSAHAAN SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN Yerik Afrianto Singgalen
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v11i2.43024

Abstract

Pemberdayaan di bidang ekonomi dapat mendukung keberlanjutan penghidupan komunitas. Secara kelembagaan, program pemberdayaan masyarakat dapat diakomodir oleh sektor publik maupun swasta dengan target luaran yang beragam. Dalam Perkembangan kajian akademik, riset tentang kontribusi perusahaan sosial dalam pemberdayaan masyarakat menunjukkan adanya ceruk yang perlu dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kontekstual, kontribusi perusahaan sosial dalam pemberdayaan komunitas dalam perspektif penghidupan berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif interpretatif melalui studi kasus program pemberdayaan komunitas  perusahaan sosial. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, studi dokumen dan FGD. Adapun, teknik trianggulasi digunakan untuk memperoleh informasi yang valid dan kredibel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi utama perusahaan sosial bagi komunitas ialah mobilisasi akses terhadap sumber daya dalam bentuk modal manusia, modal finansial, modal sosial, modal fisik, modal alam untuk mereduksi pelbagai konteks kerentanan seperti kemiskinan, termasuk keterbatasan lain seperti penyandang disabilitas dan status narapidana. Dengan demikian, diperlukan sinergitas antara perusahaan sosial dan pemerintah untuk bersama mewujudkan penghidupan komunitas yang berkelanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15