cover
Contact Name
febrialismanto
Contact Email
febrialisman@gmail.com
Phone
+6281365060583
Journal Mail Official
educhild.journal@gmail.com
Editorial Address
Prodi PD PAUD FKIP UNRI Kampus Bina Widya Simpang Baru - Pekanbaru - Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial
Published by Universitas Riau
ISSN : 20897510     EISSN : 27219909     DOI : http://dx.doi.org/10.33578/jpsbe.v1i1
Core Subject : Education, Social,
The Educhild Journal accepts articles about the following studies: 1. Social science education 2. Mathematics education in 3. Language education 4. Science education 5. Arts and culture education 6. Citizenship education 7. Religious education 8. Sports education 9. Learning and teaching 10. Psychology Education 11. Learning media 12. Management of education 13. Learning media and educational technology 14. Music education 15. Dance and drama education 16. Environment education 17. Early Childhood Education
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
PEMAHAMAN KONSEP LITERASI IPA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR Tursinawati Tursinawati
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5112

Abstract

Literasi IPA di Indonesia masih rendah di bandingkan negara lain, salah satu faktornya adalahkurangnya pemahaman literasi IPA, salah satunya oleh mahasiswa Pendidikan Guru SekolahDasar sebagai calon guru. Rumusan masalah yaitu bagaimanakah pemahaman konsep literasiIPA pada mahasiswa PGSD Universitas Syiah Kuala. Pendekatan penelitian adalah studydeskriptif. Subjeknya adalah mahasiswa semester ganjil 2017/2018 PGSD FKIP berjumlah 24mahasiswa. Pengumpulan data adalah tes. Tehnik analisis rumus persentase. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebahagian mahasiswa PGSD Unsyiah telah memahami konsep literasiIPA. Pada komponen konsep dasar literasi IPA mencapai 61% (tinggi), proses IPA adalah 58%(cukup tinggi), konten IPA 54% (cukup tinggi), dan konteks aplikasi IPA 38% (rendah). Pemahamanmahasiswa masih rendah pada konsep tujuan literasi IPA; cara mengaplikasikan beberapapengetahuan ilmiah dan kemampuan mempertimbangkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapunkesimpulannya bahwa pemahaman konsep literasi IPA pada mahasiswa PGSD UniversitasSyiah Kuala mencapai 53% berada pada kategori cukup tinggi. Perlu adanya peningkatanpenerapan pembelajaran berbasis literasi IPA pada perkuliahan pembelajaran IPA yangmenekankan pada aspek proses IPA, konten IPA, konteks aplikasi IPA melalui pengamatanlangsung, merancang teknologi sederhana, menulis laporan-laporan dari kegiatan pembelajaranIPA.IPA literacy in Indonesia is still low compared to other countries, one of the factors is the lack ofunderstanding of science literacy, one of them is by elementary school teacher education as ateacher candidate. The formulation of the problem is how to understand the concept of scienceliteracy in PGSD students of Syiah Kuala University. The research approach is descriptive study.The subject is an odd semester student 2017/2018 PGSD FKIP totaling 24 students. Data collectionis a test. Technique of analysis of percentage formula. The results showed that some students ofPGSD Unsyiah have understood the concept of IPA literacy. In IPA literacy basic concept componentsreach 61% (high), IPA process is 58% (high enough), IPA content 54% (high enough), and 38%(low) IPA application context. Understanding of students is still low on the concept of IPA literacypurposes; how to apply some scientific knowledge and the ability to consider in everyday life. Theconclusion that the understanding of the concept of science literacy in PGSD students SyiahKuala University reached 53% is in the category high enough. There needs to be an increase inthe application of IPA-based lecture learning to science lectures that emphasize aspects of theIPA process, IPA content, the context of IPA applications through direct observation, designingsimple technology, writing reports from science learning activities.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TALKING STICK SISWA KELAS IV SD NEGERI 004 KEMPAS JAYA Sumini Sumini
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5106

Abstract

Dilihat dari nilai Ulangan Harian pada pembelajaran bahasa Indonesia, masih banyak siswamendapat nilai rendah, di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan dalampembelajaran bahasa Indonesia yaitu ( 65 .Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkanHasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Model Kooperatif Tipe Talking Stick siswa Kelas IV SDNegeri 004 Kempas Jaya TP 2016/2017. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 004 KempasJaya, Kabupaten Indragiri Hilir. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 004Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, yang mana jumlah siswanya 26 orang. Penelitian inidilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2013 / 2014, terhitung dari waktu perencanaansampai penulisan laporan hasil penelitian. Pembelajaran dengan metode Kooperatif Tipe TalkingStick dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar kelompok. Terdapat peningkatan rataratahasil ulangan akhir siklus dengan nilai e” 65.Judging from the value of Daily Deuteronomy in Indonesian language learning, there are stillmany students get low score, under the Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM) specified inIndonesian language learning that is (65) .The aim of this research is to improve the LearningOutcomes of Indonesia through Talking Type Co-operative Model Stick student of Class IV SDNegeri 004 Kempas Jaya TP 2016/2017 This research was conducted at SD Negeri 004 KempasJaya, Indragiri Hilir Regency The subjects in this research are the fourth grade students of SDNegeri 004 Kempas Jaya, Indragiri Hilir Regency, where the number of students 26 orang.Penelitianconducted in the second semester of academic year 2013/2014, from the time of planning untilthe writing of the research results. Telaborative Learning Talking Type Stick can increase students’activity in group learning average score of end result cycle with value e” 65.
MOTIVASI GURU PAUD BERTAHAN MENGAJAR DI DAERAH TERPENCIL Fransiska Fransiska
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsikguru PAUD bertahan mengajar di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang guru PAUDBuah Rindang Desa Umin Jaya Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang. Objek penelitian ini adalahmotivasi guru PAUD bertahan mengajar di daerah terpencil. Instrumen penelitian ini adalahpeneliti sendiri dengan menggunakan pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknikanalisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian meliputi: (1)Motivasi intrinsik yang muncul adalah cognitive motives yang berupa rasa tanggung jawab,kepedulian serta rasa senang guru dengan pekerjaannya, (2) motivasi ekstrinsik yang munculadalah faktor suasana yang tercipta karena adanya rasa nyaman dalam bekerja sama antaraKepala TK dengan guru-guru serta lingkungan kondusif yang mendukung proses pembelajaranyang tercipta antara Kepala PAUD dan guru-guru dengan orang tua siswa/siswi PAUD BuahRindang.This study aims to know and understand intrinsic motivation and extrinsic motivation of earlychildhood teachers to teach in remote areas. This research uses qualitative approach withdescriptive research type. Research subjects consisted of 5 teachers of PAUD Buah RindangUmin Jaya Village Dedai Subdistrict Sintang District. The object of this study is the motivation ofearly childhood teachers to hold teaching in remote areas. The instrument of this study is theresearcher himself by using observation guidelines, interviews, and documentation. Data analysistechniques using qualitative descriptive analysis techniques. The results of the research include:(1) intrinsic motivation that emerges is cognitive motives in the form of sense of responsibility,care and pleasure of teachers with their work, (2) extrinsic motivation that arises is the atmospherefactor created by the sense of comfort in cooperation between Head of kindergarten with teachersand a conducive environment that supports the learning process created between PAUD Headand teachers with parents of students PAUD Buah Rindang.
PERBEDAAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PG PAUD KABUPATEN SIAK DENGAN KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Febrialismanto Febrialismanto; Hukmi Hukmi
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5114

Abstract

tugasnya. Dari hasil perbedaan kompetensi profesional yang dapat dilihat dari kabupaten Siakdan kabupaten Kampar dapat diketahui indikator kompetensi profesionalnya berikut ini,Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaranyang diampu (Konsep dasar matematika, sains, bahasa, pengetahuan sosial, agama, seni,pendidikan jasmani, kesehatan dan gizi sebagai sarana pengembangan untuk setiap bidangpengembangan anak TK/PAUD) guru kabupaten Siak 72.69 (Cukup Tinggi) dan guru kabupatenKampar 66.85 (Cukup Tinggi). Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yangmendukung mata pelajaran yang diampu (Penggunaan berbagai alat permainan untukmengembangkan aspek fisik, kognitif, sosial emosional, nilai moral, sosial budaya, dan bahasaanak TK/PAUD) guru kabupaten Siak 78.24 (Cukup Tinggi) dan guru kabupaten Kampar 80.48(Tinggi). Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung matapelajaran yang diampu (Menguasai berbagai permainan anak) guru kabupaten Siak 87.50 (Tinggi)dan guru kabupaten Kampar 93.06 (Tinggi). Menguasai standar kompetensi dan kompetensidasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu guru kabupaten Siak 61.42 (CukupTinggi) dan guru kabupaten Kampar 64.92 (Cukup Tinggi). Mengembangakan materipembelajaran yang diampu secara kreatif guru kabupaten Siak 70.83 (Cukup Tinggi) dan gurukabupaten Kampar 61,67 (Cukup Tinggi). Mengembangakan keprofesionalan secaraberkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif guru kabupaten Siak 78.82 (Cukup Tinggi)dan guru kabupaten Kampar 49.29 (Rendah). Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasiuntuk berkomunikasi dan mengembangkan diri guru kabupaten Siak 84.72 (Tinggi) dan gurukabupaten Kampar 72.86 (Cukup Tinggi). Dari hasil penelitian dapat diketahui dari tabelIndependent Samples Test nilai sig. (2-tailed) 0.000 sehingga dapat interpretasi bahwa Hoditolak dan Ha diterima. rtinya terdapat perbedaan antara kompetensi profesional guru PAUDKabupaten Siak dengan Kabupaten Kampar Provinsi Riau.From the result of different professional competence which can be seen from Siak and Kamparregency can be known the following professional competency indicator, Mastering the materials,structure, concept and thinking pattern of science that support the subjects that taught (Basicconcepts of math, science, language, social knowledge, religion, art, physical education, healthand nutrition as a means of development for every area of development of kindergarten children)Siak Regency teacher 72.69 (High enough) and Kampar Regency teacher 66.85 (High enough).Mastering the materials, structures, concepts and scientific thinking patterns that support thesubjects that are being taught (Use of various game tools to develop the physical, cognitive,social, emotional, moral, socio-cultural, and language aspects of Kindergarten children) SiakRegency teachers 78.24 High) and Kampar regency teachers 80.48 (High). Mastering thematerials, structures, concepts and mind-set of scholarship that support the subjects that aretaught (Mastering various children’s games) Siak regency teachers 87.50 (High) and Kamparregency teachers 93.06 (High). Master the standard of competence and basic competence ofsubject / field of development which is supported by Siak regency teacher 61.42 (High enough)and Kampar regency teacher 64.92 (High enough). Developing creativity-enhanced learningmaterials of Siak regency teachers 70.83 (High enough) and Kampar regencyteachers 61.67(High enough). Developing professionalism in a sustainable manner by doing the reflectiveaction of Siak regency teachers 78.82 (High enough) and Kampar Regency teacher 49.29 (Low).Utilizing information and communication technology to communicate and develop themselvesSiak regencyt eachers 84.72 (High) and Kampar regency teachers 72.86 (High enough). Fromthe research results can be seen from the Independent Samples Test table sig value. (2-tailed)0.000 so it can be interpretation that Ho is rejected and Ha accepted. there is a differencebetween the professional competence of Eearly Childhood teachers in Siak Regency and KamparRegency of Riau Province.
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA PAUD DALAM MEMBELAJARKAN SAINS UNTUK ANAK DINI MENGGUNAKAN PERCOBAAN SAINS DI STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG Suryameng Suryameng
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesulitan mahasiswa PAUDmembelajarkan Sains untuk Anak Dini menggunakan Percobaan Sains di STKIP PersadaKhatulistiwa Sintang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa program studi PG-PAUD STKIP PersadaKhatulistiwa Sintang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Alat yang diguanakan dalam pengumpulan data di lapanganadalan pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan Hasilpenelitian yaitu hasil observasi, dan wawancara diperoleh suatu gambaran bahwa kesulitanmahasiswa PAUD dalam membelajarkan Sains untuk Anak Dini menggunakan Percobaan Sainsmerupakan hal yang utama. Pada tahap pelaksanaan terdapat 65% mahasiswa kurangmemahami makna sains bagi anak usia dini, penguasaan materi pelajaran dalammembelajarkan sains serta keterampilan sains menunjukkan beberapa mahasiswa kurangmemahami cara-cara membelajarkan sains pada anak usia dini; faktor penghambat dalammembelajarkan Sains untuk Anak Dini menggunakan Percobaan Sains 50% mahasiswa kesulitanmengajarkan sains karena keterbatasan waktu dalam melakukan kegiatan sains; danKemampuan guru tersebut sebagai salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan yangsering muncul tentang kompetensi yang harusnya dimiliki siswa khususnya anak usia dini tidaktercapai. Upaya mengatasi kesulitan kontrol waktu mahasiswa melakukan kegiatan sains secarademontrasi, sehingga lebih mudah dalam mengawasi siswa melakukan kegiatan sains.The study aimed to know and to describe the analysis of the difficulties of PAUD students to teachScience for Early Childhood using Science Experiments at STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.The qualitative method was used in this study. The study subject were students of PG-PAUDDepartment STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. The tehnique of the study used observation,interview, dan the documentation tehnique. Data collection used the tool of the observationguidance, interview guidance, dan the documentation guidance. Based on the result of the studythat was the the result of the observation, and the interview obtained a description that thedifficulties of PAUD students to teach Science for Early Childhood using Science Experimentswas a primary things. On the implementation there are 65% of students lack understanding of themeaning of science for early childhood, mastery of learning materials in learning science, as wellscience skills show some students do not understand how to teach science in early childhood,the inhibiting factors in learning Science for Early Childhood using Science Experiments 50% ofstudents have difficulty teaching science because of time constraints in doing science activities,and the ability of the teacher as one of the effort in overcoming the problems that often arise aboutthe competence that should have students, especially early childhood is not achieved. Efforts toovercome the difficulties of control as well as teacher’s time to conduct science activities indemonstration, so that teachers easier in supervising students doing science activities.
Persepsi Guru Terhadap Kinerja Komite Sekolah Israwati Israwati; Diana Marsyadilla; Putry Julia
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5508

Abstract

Penelitian ini berjudul” Persepsi Guru terhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis BandaAceh”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Persepsi Guruterhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis B.Aceh dan tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui Persepsi Guru terhadap Kinerja Komite Sekolah di Gugus Manggis B.Aceh,Subjek Penelitian sebanyak 6 orang guru yang dipilih melalui teknik Purposive sampling.Pendekatan yang di pakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan menggunakanjenis penelitian deskriptif, kemudian menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi untukmengumpulkan data, data di analisis dengan reduksi data, kemudian penyajian data dandisimpulkan. Penelitian ini memberikan informasi bahwa persepsi guru terhadap kinerja komitesekolah selama ini adalah tidak maksimal, komite sekolah menurut persepsi guru jarangdatang ke sekolah apabila ada rapat atau acara besar dan penerimaan murid awal tahun,barulah komite sekolah akan hadir dan ikut berandil sehingga komite tidak memahamibagaimana keadaan dan perkembangan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kinerjakomite sekolah yang selama ini berlangsung tidak maksimal dan tidak sesuai dengan apa yangtertulis dalam Kepmendiknas nomor: 044/U/2002, komite sekolah selama ini kurang aktif dalamberbagai bidang seperti pemberian pertimbangan dalam pembangunan sekolah, pengontrolan,pemberian dukungan, dan mediator terhadap sekolah, perhatian serta komunikasi komite sekolahterhadap sekolahpun sangat kurang, sehingga arah dan tujuan sekolah tidak tercapai denganbaik, karena tidak adanya kerjasama yang baik antara komite sekolah, masyarakat dengansekolah.This research entitled “Teacher Perceptions on School Committee Performance in Banda AcehMangosteen Cluster”. The formulation of the problem in this study is How Teacher Perceptionson the Performance of School Committee in Manggis B.Aceh Cluster and the purpose of thisstudy is to know the Perception of Teachers to School Committee Performance in ManggisB.Aceh Cluster, Research Subject of 6 teachers selected by technique Purposive sampling. Theapproach used in this research is qualitative approach and using descriptive research type, thenusing interview and documentation technique to collect data, data in analysis with data reduction,then presentation of data and concluded. This study provides information that teachers ‘perceptionsof school committee performance so far are not maximal, school committees according toteachers’ perceptions rarely come to school if there is a meeting or big event and acceptance ofstudents beginning of the year, then the school committee will attend and contribute so that thecommittee does not understand how the school situation and progress. The conclusions of thisstudy are the performance of school committees that have been not maximized and not inaccordance with what is written in Kepmendiknas number: 044 / U / 2002, school committee hasbeen less active in various fields such as giving consideration in school construction, controlling,support and mediation of the school, the attention and communication of the school committeeto the school is very poor, so the direction and purpose of the school is not well achieved,because there is no good cooperation between the school committee, the community and theschool.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Bangun Ruang (Balok, Kubus) Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Pada Siswa Kelas IV Kota Pekanbaru Ratna Dewi
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5100

Abstract

Penelitian bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Apakah melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik dapat menigkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar 125 Pekanbaru  jumlah siswa 28 orang. Proses pengumpulan data menggunakan tehknik observasi. Teknik observasi dilakukan dengan mengunakan lembar observasi kegiataan guru, kegiatan siswa, kegiatan KBM dan tes belajar pada materi. Dibandingkan dengan setelah dilaksanakannya Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik terjadi kenaikan hasil belajar siswa  pada siklus I  75% (21 siswa) berhasil tuntas dan pada siklus II mengalami kenaikkan hasil belajar siswa 92,85% (26 siswa)  berhasil tuntas. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikkan dari siklus I ke siklus II sebesar 17,85 %. Hasil posttest, untuk mengetahui kemampuan siswa menguasai pelajaran pada siklus I memperoleh rata-rata kelas 72,46 sedangkan pada siklus II memperoleh rata-rata kelas sebesar 80,25. Penulis menyimpulkan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II mengalami kenaikkan  19,23 %.Research aims to improve student learning outcomes in mathematics subjects. Whether through Realistic Mathematics Education Approach can improve student learning outcomes. The study was carried out on the fourth grade students of 125 Pekanbaru Primary School students of 28 students. The process of collecting data using observation techniques. Observation technique is done by using observation sheet of teacher activity, student activity, KBM activity and learning test on the material. Compared with after the implementation of Realistic Mathematics Education Approach, the increase of students 'learning outcomes in the first cycle of 75% (21 students) was completed and in the second cycle, the students' learning achievement 92.85% (26 students) was completed. It can be concluded that students' learning outcomes have increased from cycle I to cycle II of 17.85%. The result of posttest, to know the ability of student to master lesson in cycle I get average class 72,46 whereas in cycle II get average class equal to 80,25. The authors concluded the student learning outcomes from cycle I to cycle II experienced an increase of 19.23%.
MEMAHAMI NILAI MORAL DAN SOSIAL DALAM KESENIAN BARONGAN SEBAGAI PERTUNJUKAN YANG LAYAK DITONTON ANAK USIA DINI Nurul Agustin; Muhammad Lukman Haris Firmansah
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5117

Abstract

Kesenian daerah merupakan warisan dari leluhur. Beraneka ragam kesenian daerah yangberkembang di Indonesia. Di Kecamatan Blora Kabupaten Blora berkembang kesenian daerahyang bernama barongan. Kesenian barongan ditonton oleh semua kalangan mulai dari anakusia dini, remaja, hingga dewasa. Bagaimanapun juga, pertunjukkan hendaknya membatasiusia penonton. Penelitian ini dilakukan untuk memahami ada atau tidaknya nilai moral dansosial dalam keseningan barongan sebagai petunjukkan yang ditonton anak usia dini. Nilaimoral dan sosial merupakan nilai yang digunakan dalam berperilaku sehari-hari meliputikejujuran, kepatuhan, meniru, kerjasama dan berbagi. Metode penelitian yang digunakan dalampenelitian ini yakni penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan metode mendeskripsikansuatu kejadian secara nyata. Adapun hasil dari penelitian ni yakni : 1) nilai kejujuran memilikikriteria baik dan didukung data wawancara menjelaskan bahwa ada nilai kejujuran, 2) nilaikepatuhan dengan kriteria baik dan data wawancara menjelaskan ada, 3) Nilai peran yang dapatditiru memiliki kriteria kurang dan data wawancara menjelaskan ada,4) Nilai kerjasama memiikinilai kriteria baik dan data wawancara menjelaskan ada, dan 5) Nilai berbagi memiliki kriteriakurang dan data wawancara menjelaskan adaRegional art is the legacy of the ancestors. A wide range of local arts are developed in Indonesia.In Blora district, Blora regency develops arts area named barongan. Art barongan watched by allwalks ranging from early childhood, adolescence, to adulthood. However, the show should limitthe age of the audience. This study was conducted to understand the presence or absence ofmoral and social values in the barongan’s silence as a show that is watched early childhood.Moral and social values are the values used in everyday behavior including honesty, compliance,imitation, cooperation and sharing. The research method used in this research is descriptivequalitative research which is a method of describing a real event. The results of this research are:1) the value of honesty has good criteria and supported by interview data explains that there ishonesty value, 2) compliance value with good criteria and interview data explain exist, 3) Thevalue of the role that can be copied has less criteria and interview data explain there, 4) The valueof the cooperation has a good criterion value and the interview data explains there is, and 5) Theshare value has less criteria and the interview data explains there
ORANG TUA SEBAGAI PEMERAN UTAMA DALAM MENUMBUHKAN RESILIENSI ANAK Ria Novianti
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5101

Abstract

Kemajuan zaman menawarkan berbagai kemudahan, tapi sekaligus juga berbagai masalah. Berkaitan dengan anak, maka permasalahan yang mungkin muncul dapat berasal dari lingkungan rumah, sekolah, maupun lingkungan yang lebih luas. Untuk itu orang tua perlu mempersiapkan anak agar mampu menghadapi berbagai masalah dan hambatan dengan kemampuan bertahan yang baik dan bangkit kembali. Kemampuan ini disebut dengan resiliensi. Untuk membentuk resiliensi tersebut, orang tua perlu berempati, berkomunikasi dan bersikap positif pada anak, melatih anak agar dapat membuat keputusan dan memecahkan masalah, membantu anak bersikap realistis, menumbuhkan kedisiplinan, hingga melibatkan anak dalam berbagai kegiatan sosial. Peran orang tua dalam hal ini sangat penting. Karenanya orang tua tidak lagi bisa sekedar menggunakan cara tradisional dalam mendidik anak, tapi orang tua harus terbuka dengan cara-cara baru yang semuanya bertujuan untuk menumbuhkembangkan resiliensi pada anak.Progress of the times offers a variety of conveniences, but also various problems. In relation to children, problems may arise from the home, school, and wider environment. For that parents need to prepare children to be able to deal with various problems and obstacles with good survival and resurgence. This ability is called resilience. To shape the resilience, parents need to empathize, communicate and be positive to the child, train children to make decisions and solve problems, help children be realistic, foster discipline, to engage children in various social activities. The role of parents in this case is very important. Therefore parents can no longer simply use traditional ways of educating children, but parents should be open in new ways all aiming to cultivate resilience in children.
ANALISIS FAKTOR EFISIENSI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PG-PAUD FKIP UNIVERSITAS RIAU Zulkifli N
Jurnal Educhild : Pendidikan dan Sosial Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpsbe.v7i1.5118

Abstract

Analisis faktor efisiensi belajar mahasiswa merupakan langkah strategis dalam usaha penyiapancalon guru professional dan bermutu, termasuk penyiapan calon guru Pendidikan Anak UsiaDini (PG_PAUD). Sebab, peranan guru PAUD sangat penting dan menentukan dalam penyiapangenerasi emas sejak dini bagi bangsa Indonesia 45 tahun depan. Banyak faktor yang perludianalisis dan dipetakan tentang efisiensi belajar mahasiswa PG_PAUD, baik faktor internalmaupun ekternal. Tujuan penulisan atikel hasil penelitian pada jurnal ini adalah menggambarkanefisiensi belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada mahasiswa Prodi PG_PAUDFKIP Universitas Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dalam bentuk deskriptifkuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Prodi PGPAUD FKIP Universitas Riau semesterganjil 3 dan 5) sebanyak 182 orang dan sampel diambil secara acak sebanyak 129 orang. Datadikumpulkan dengan teknik angket melalui program aplikasi google drive. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa bahwa efisiensi belajar mahasiswa dalam aspek usaha belajar beradapada kategori tinggi (79,97%). Sedangkan, kategori IPK mahasiswa berada pada kategori baik(75,19%) dan sangat baik (24.03%). Adapun, faktor efisiensi belajar mahasiswa PG_PAUD FKIPUniversitas Riau lebih dominan dipengaruhi oleh faktor eksternal (71,1550 dibandingi faktorinternal (68,75). Peneliti merekomendasikan untuk melakukan studi lebih dalam tentang kontribusifaktor efisiensi belajar mahasiswa PG_PAUD terhadap hasil uji kompetensi dasar calon guruPAUD, khusus alumni Prodi PG_PAUD FKIP Universitas Riau.Analysis of student learning factors is strategic step in prepairing of professional teacher candidate,especially those of Early Childhood Education (ECE) preparation, because of their important anddeterminan role in preparing golden generation for the next 45 years of Indonesian peoplequalified and competitive. There are many factors much be analysed and described about studentlearning factors, both are internal and external factors. The purpose of these article is to describedof student learning factors thoses determinant to student achievement of PG_PAUD Student inFKIP Universitas Riau. The research methodology used is survey in quantitative descriptiveteachnique. The population are students of PGPAUD Study Program of FKIP Universitas Riau inOd Semester, 2017 as much as 182 people, and random sampling as much as 129 people. Datacollected by quistionners through google drive application program. The research found out thatthe student’s learning efficiency scores, in general, falls in the high category (79,97%), and thecumulative achievement index of the students is also in good and very good category (good=75,19%) dan excellent=(24.03%)). The external factors more dominant than internal factors. Thewriter recommend to be studied deeply about contribution of student learning factors to theteacher based competency test, especially those alumni of Early Childhood Education (ECE) ofFKIP Universitas Riau.

Page 1 of 2 | Total Record : 12