cover
Contact Name
Usman Malik
Contact Email
 usman.malik@lecturer.unri.ac.id
Phone
+62811756227
Journal Mail Official
kfi@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan FMIPA Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru Pekanbaru
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Komunikasi Fisika Indonesia
Published by Universitas Riau
ISSN : 14122960     EISSN : 2579521X     DOI : 10.31258/jkfi
KFI mempublikasikan artikel hasil penelitian dan review pada bidang fisika, namun tidak terbatas, yang meliputi fisika murni, geofisika, plasma, optik dan fotonik, instrumentasi, dan elektronika, dan fisika terapan (aplikasi fisika).
Articles 390 Documents
PEMBUATAN FILM TIPIS BARIUM STRONTIUM TITANAT (Ba0,6Sr0,4TiO3) MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL DAN KARAKTERISASI MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI IMPEDANSI Rahmi Dewi; Satri Siswanto; Krisman Krisman
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.531 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.955-960

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan film tipis dari bahan Barium Strontium Titanat (Ba0,6Sr 0,4TiO3) yang diannealing pada temperatur 600°C dan 650°C. Sampel dibuat dengan menggunakan metode Sol-Gel kemudian dikarakterisasi menggunakan FESEM dan Spektroskopi Impedansi. Hasil karakterisasi menggunakan FESEM untuk sampel 600°C dan 650°C masing-masing ketebalannya adalah 102,7 nm dan 245,7 nm. Karakterisasi spektroskopi impedansi menggunakan frekuensi sebesar 100 Hz sampai 1 MHz untuk memperoleh nilai impedansi real dan nilai impedansi imajiner yang digunakan untuk menentukan nilai impedansi kompleks, Kapasitansi kompleks dan konstanta dielektrik. Nilai impedansi kompleks pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 2061,4 Ω dan 4684,3 Ω. Nilai kapasitansi kompleks pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 7,72x10-7 F dan 3,4x10-7 F dan Nilai konstanta dielektrik pada suhu 600°C dan 650°C masing-masing adalah 52,9 dan 55,6.
PENGUKURAN OKSIGEN TERLARUT DARI FOTOSINTESIS ALGA CHLORELLA VULGARISDENGAN BIOCHIP-G Toni Albertus Sinaga; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.632 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1103-1108

Abstract

Alga dapat memproduksi oksigen terlarut (dissolved oxygen, DO) melalui proses fotosintesis dan menjadikannya sebagai indikator penting dalam menentukan kualitas air berdasarkan perubahan kadarDO. Penelitian ini membahas biosensor berbasis biochip-G untuk mengukur DO. Alga chlorella vulgaris yang ditumbuhkan dalam media tumbuh alga dideteksi dengan menggunakan pencahayaan buatan sebagai pengganti cahaya matahari pada proses fotosintesis. Perlakuan gelap terang dengan durasi gelap 1 jam dan terang 1 jam dilakukan untuk mendeteksi aktivitas fotosintesis. Pada kondisi gelap 60 menit pertama menunjukkan terjadinya penurunan kadarDO sementara pada kondisi lampu menyala selama 60 menit berikutnya terjadi kenaikan produksi oksigen dari proses fotosintesis alga. Selama proses fotosintesis, alga chlorella vulgaris berkembang biak sehingga penurunan tegangan yang terjadi pada durasi gelap mengalami perbedaan. Hubungan tegangan dan kadarDO yang dihasilkan dari proses kalibrasi adalah berbanding terbalik.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PENGERING SURYATIPE KABINET BERPENUTUP MIRING MENGGUNAKANKACA DAN PLASTIK TRANSPARAN Maksi Ginting; Antonius Surbakti; Nurhaili '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.06 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.845-851

Abstract

Alat pengering yang telah dibuat digunakan untuk mengeringkan singkong dan pisang yang diiris dengan ketebalan 2 mm. Pada penelitian ini sebagai alat penguat panasnya digunakan kolektor tipe kabinet berpenutup miring dengan penutup plastik dan kaca transparan. Udara masuk dari samping kolektor rmengalir ke ruang pengering berisi bahan yang diatasnya dipasang cerobong. Penelitian setiap hari pengamatan dimulai dari jam 00.90-13.00 WIB dengan selang waktu pengamatan 1 (satu) jam. Massa kering rata-rata bahan untuk pisang dan singkong menggunakan penutup kaca dan plastik setelah tiga hari pengamatan adalah 138,93 dan 163,26 sedangkan menggunakan penutup plastik adalah 146,13 dan 173,06 gr serta secara konvensional adalah 167,33 dan 185,23 dari 500 gram bahan yang dikeringkan.
PENGARUH TEMPERATURTERHADAP RADIATIVE FORCING OZON (O3) PERMUKAAN DI GLOBAL ATMOSPHERE WEATHER (GAW) STATION BUKIT KOTO TABANG Tengku Emrinaldi; Sugianto Sugianto; Defra Afriana Aryan
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.162 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.986-992

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis radiative forcing ozon (O3) permukaan pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 di Global Atmospheric Weather (GAW) Station Bukit Kototabang (Kabupaten Agam, Sumatera Barat) berdasarkan metode IPCC (Intergovernmental Panel on Climate). Konsentrasi O3 permukaan memiliki pola kecenderungan yang sama dengan radiative forcing O3 permukaan meningkatnya konsentrasi O3 permukaan akan mempengaruhi radiative forcing O3 permukaan yang mengidentifikasikan terjadinya peningkatan energi bumi yang mengarah kepada pemanasan di Bukit Kototabang. Hasil perhitungan nilai radiative forcing O3 permukaan, pada tahun 2009 diperoleh 0,93 Wm-2 , tahun 2010 diperoleh 0,90 Wm-2 , tahun 2011 mencapai 1,05 Wm-2 , kemudian pada tahun 2012 diperoleh 1,03 Wm-2 , Selisih temperatur berdasarkan metode IPCC dari tahun 2009 sampai dengan 2012 berkisar antara 0,40 K hingga 0,60 K, sedangkan melaui pengukuran Instrumen Automatic Weather Station berkisar antara 0,1 0 C hingga 2,4 0 C dan selisih temperatur berdasarkan pengukuran Automatic Weather Station yang dipengaruhi oleh radiative forcing O3 menggunakan software IBM SPSS STATISTICS 19 diperoleh koefisien regresi liniear 0,031 yang mengidentifikasikan korelasi yang rendah antara radiative forcing O3 permukaan dengan selisih temperatur Automatic Weather Station sebesar 3,1% di Bukit Kototabang, hasil ini menunjukkan bahwa ada beberapa subtansi atau faktor lain yang mempengaruhi konsentrasi O3 permukaan terhadap temperatur permukaan bumi.
KARAKTERISASI DAN REKONSTRUKSI KURVA R(T) SENSOR SUHU POSITIVETEMPERATURE COEFFICIENT (PTC) DARI KURVA I(V) MENGGUNAKANMODUL I-V CHARACTERIZER BERBASIS ARDUINO Elsa Maulina; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.804 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.933-937

Abstract

Studi tentang sensor suhu PTC biasanya dilakukan dengan mengukur resistensi atas suhusekitarnya dan digunakan untuk menggambarkan sensor karakteristik (kurva R-T). Metodekonvensional untuk mengkarakterisasi parameter sensor membutuhkan waktu yang cukuplama untuk menjaga suhu pada permukaan sensor. Penelitian ini menyajikan suatu metodeuntuk menentukan parameter sensor dari Siemens B59050 D1120 menggunakan I-V ModulCharacterizer berbasis Arduino. Proses karakterisasi dilakukan dalam keadaan self-heatingdengan tegangan diprogram dari Modul I-V di 1s dan kenaikan tegangan 10mV, sementarasuhu lingkungan TM diukur secara bersamaan dan dipertahankan konstan dalam ruangadiabatis Fa. Heraus T6060. Pengaruh suhu variasi pada kurva I(V) sensor diselidiki denganmenempatkan sensor pada berbagai suhu 303K, 313K, 323K dan 333K. Kurva I(V)menunjukkan hasil parameter sensor RT0, R0, B, RW, TC dengan nilai masing-masing230.98Ω, 117.01Ω, 63,99, 219.09K/W, 402.67K pada daerah kesetimbangan termal denganmenggunakan MathCad. Karakteristik sensor disajikan oleh kurva R(T) yang direkonstruksimenggunakan parameter yang diperoleh pada suhu sensor Ts simulasi dari 398,87K sampaidengan 409,68K dan hasil menunjukkan kesalahan kurang dari 2%.
Aplikasi Fisika menggunakan alat peraga Sederhana Sebagai Media Pembelajaran Fisika Secara Asyik dan Menyenangkan Zulkarnain Zulkarnain; Ona Lestary Tondang; Wita Yulia; Andri Saputra; Siti Nurul Alifah; Reeky Fardinata
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.781 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1073-1080

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang ditakuti dan dianggap sulit oleh siswa. Hal ini dibuktikan dengan sedikitnya siswa yang berminat untuk memilih pelajaran fisika di ujian nasional tahun 2017 serta rendahnya nilai yang diperoleh oleh siswa. Pola pikir siswa yang membuat fisika menjadi tidak asyik dan tidak menyenangkan padahal pada kenyataannya fisika merupakan mata pelajaran yang sangat penting dalam membuka dan menjabarkan fenomena fenomena alam yang ada disekitar kita. Permasalahan diatas yang mendasari untuk melakukan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengubah pola fikir siswa terhadap fisika sehingga siswa menjadi tertarik. Alat peraga digunakan sebagai media pembelajaran yang digunakan. Alat peraga dibuat dari bahan bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar kita. Siswa dapat menggunakan alat peraga dalam pembelajaran sebagai salah satu bentuk aplikasi fisika sehingga belajar fisika menjadi asyik dan menyenangkan. Hasilnya, dengan menggunakan metode aplikasi alat peraga sederhana, 50 persen siswa menyatakan bahwa fisika menjadi asyik dan menyenangkan. Ini dibuktikan dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan pre-test dan post-test serta kuisioner yang diisi oleh siswa.
PENERAPAN METODA MATRIK TRANSFER UNTUK MENENTUKANENERGI PRIBADI DARI PERSAMAAN GELOMBANGSCHRODINGER POTENSIAL SUMUR SEMBARANG Salomo '; Defrianto '; Nuraina Fika Lubis
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.574 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.876-882

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan energi pribadi persamaan Schrodinger untuk kasus potensial sumur sembarang melalui metode matriks transfer. Sebelum kode program MATLAB metode matriks transfer pada potensial sumur sembarang dibuat, dilakukan pembuatan program matriks transfer pada potensial sumur persegi. Hasil perhitungan tersebut diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,02860 eV, 0,11282 eV dan 0,24589 eV. Program matriks transfer pada potensial ini dianggap benar jika hasil energi pribadi tidak berbeda jauh dengan hasil energi pribadi pada rumusan analitik. Pada rumusan analitik, diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,02854 eV, 0,11185 eV dan 0,24579 eV. Perbandingan hasil energi pribadi yang diperoleh melalui kedua rumusan tersebut berbeda tipis, dimana persentase perbedaan lebih kecil dari 0,01%. Pada potensial sumur sembarang, diperoleh tiga tingkat energi pribadi yang masing-masing bernilai 0,10001 eV, 0,19001 eV dan 0,36999 eV.
PERUBAHAN KUAT MEDAN MAGNET SEBAGAI FUNGSI JUMLAH LILITAN PADA KUMPARAN HELMHOLTZ Salomo '; Erwin '; Ginisa Ardiyani
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.327 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.814-819

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang bangun dan analisis kumparan Helmholtz yang dibuat dengan diameter 13 cm dan jumlah lilitan yang bervariasi yaitu dari : 50, 100, 150, 200 dan 250 lilitan. Medan magnetik yang ditimbulkan oleh kumparan ini diukur menggunakan probe magnetik pasco PS-2162 sebagai fungsi arus, jarak dan jumlah lilitan. Nilai maksimum medan magnetik yang dihasilkan pada pusat kumparan Helmholtz standar dengan arus sebesar 2 A adalah sebesar 7.156 x 10-5 T sedangkan untuk kumparan Helmholtz yang dibuat adalah 5.907 x 10-5T. Kenaikan jumlah lilitan dan kuat arus mengakibatkan medan magnetik juga semakin besar, untuk kumparan dengan jumlah lilitan 50 dan 250 yang dialiri arus sebesar 1.0 A menghasilkan medan magnetik masing-masing sebesar 5.241 x 10-5T dan 6.208 x 10-5T. Pertambahan ini sesuai dengan yang diharapkan dimana medan magnetik nilainya berbanding lurus dengan arus (I) dan jumlah lilitan (N). Nilai medan magnetik menurun ketika jarak semakin jauh dari pusat kumparan dalam arah horizontal dan vertikal.
PEMBUATAN DETEKTOR FREKUENSI TUNGGAL BERBASIS PRINSIP EDDY CURRENT UNTUK PENGUKURAN KETEBALAN LOGAM NON MAGNETIK CU DAN AL Santi T Sidabukke; Ari Sulistyo Rini; Tengku Emrinaldi; Lazuardi Umar
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.922 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1020-1025

Abstract

Metode-metode yang telah dilakukan dalam pengukuran ketebalan logam adalah metode manual (jangka sorong) dan metode ultrasonic thickness. Kelemahan dari kedua metode ini yaitu data yang dihasilkan kurang akurat karena sulitnya proses pembacaan dan harga yang relative mahal. Pengembangan teknologi di bidang sensor memungkinkan pembuatan detektor ketebalan logam yang dapat mengatasi kelemahan dari kedua metode tersebut yaitu menggunakan eddy current. Sensor eddy current dapat mengukur ketebalan lapisan logam non magnetik melalui hubungan tegangan dengan variasi ketebalan dimana ketebalan yang digunakan untuk Cu yaitu 0,4 mm, 1 mm, 1,5 mm, 2 mm, 4 mm, 4,2 mm, 5 mm, 5,1 mm sedangkan Al yang digunakan yaitu 0,25 mm, 0,4 mm, 0,5 mm, 0,6 mm, 1 mm, 1,2 mm, 1,5 mm, 2 mm, 2,2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm dengan frekuensi yang diperoleh 700 KHz, 1 MHz dan 1,33 MHz. Kurva tegangan vs ketebalan untuk alumunium dan tembaga memiliki hubungan eksponensial. Jarak antara sensor dengan material non magnetik dijaga konstan sebesar 2 mm.
PENGARUH KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA DAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO TERHADAP KUALITAS KARBON AKTIF DARI SERABUT TANDAN KELAPA SAWIT Rakhmawati Farma; Nurul Tania
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.341 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.961-967

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan karbon aktif sebagai bahan penyerap melalui proses prakarbonisasi dan aktivasi kimia menggunakan kalium hidroksida dengan bantuan daya iradiasi gelombang mikro. Proses pengaktifan menggunakan variasi konsentrasi KOH, yaitu 1 M, 2M, dan 3 M. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif melalui analisa daya serap karbon aktif terhadap metilen biru, morfologi karbon aktif. Hasil terbaik diperoleh pada konsentrasi KOH 2 M pada daya serap terhadap karbon aktif sebesar 90,60 mg/g, morfologi permukaan menunjukkan bahwa meningkatnya konsentrasi KOH yang digunakan akan menghasilkan pori-pori yang lebih banyak dan teratur dengan kandungan atom karbon sebesar 68,47%.

Page 9 of 39 | Total Record : 390