cover
Contact Name
Achmad Zainal Arifin, Ph.D
Contact Email
achmad.arifin@uin-suka.ac.id
Phone
+6281578735880
Journal Mail Official
sosiologireflektif@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Laboratorium Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, UIN Sunan Kalijaga Jl. Adisucipto 1, Yogyakarta, Indonesia, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Reflektif
ISSN : 19780362     EISSN : 25284177     DOI : https://doi.org/10.14421/jsr.v15i1.1959
JSR focuses on disseminating researches on social and religious issues within Muslim community, especially related to issue of strengthening civil society in its various aspects. Besides, JSR also receive an article based on a library research, which aims to develop integrated sociological theories with Islamic studies, such as a discourse on Prophetic Social Science, Transformative Islam, and other perspectives.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 17 No. 2 (2023)" : 11 Documents clear
BOOK REVIEW: IMPOVERISHMENT OF MADURESE SALT FARMERS Putut Jonggolelono
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2808

Abstract

 Title             : Sosiologi GaramAuthor         : Iskandar DzulkarnainEditor          : Ragil Cahya MaulanaPublisher     : Cantrik PustakaISBN            : 978-623-6063-87-3Year             : 2023  
RESISTANCE OF MUSLIMS TOWARD THE GOVERNMENT'S POLICY ON PROHIBITING CONGREGATIONAL WORSHIP DURING THE COVID-19 PANDEMIC Henky Fernando; Irwan Abdullah; Mohamad Yusuf
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2627

Abstract

During the 2020-2021 period in Indonesia, the stricter enforcement of worship practices amid the Covid-19 pandemic resulted in opposition from various Muslim community. Prior research on this phenomenon has solely concentrated on binary notions of opposition, and as such, has not provided a comprehensive explanation of the resistance stance. The objective of this study is to elucidate the shape and manner of resistance from various Muslim groups towards the stricter enforcement of religious practices amid the Covid-19 outbreak. Qualitative methods were employed in this study, which involved collecting data through in-depth interviews and observations conducted at Mataram Mosque in Kota Gede, Yogyakarta. The findings show that resistance by some Muslim communities comes in three forms: passive, active, and reactive resistance. These three forms of opposition represent a manifestation of the citizens' ideological consciousness as they object to government policies that contradict the knowledge and collective experiences they have accumulated thus far.Pada rentang 2020-2021, kebijakan pengetatan pelaksanaan ibadah di masa Covid-19 di Indonesia telah menimbulkan sejumlah resistensi dari beberapa segmen masyarakat muslim. Studi terdahulu yang membahas fenomena ini hanya terfokus pada konsep resistensi yang dikotomis, sehingga belum menjelaskan sikap resistensi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan pola resistensi beberapa segmen masyarakat Muslim terhadap kebijakan pengetatan kegiatan ibadah di masa pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi di Masjid Mataram Kota Gede, Yogyakarta. Temuan menunjukkan bahwa perlawanan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat Muslim tersebut muncul dalam tiga bentuk, yaitu: perlawanan secara pasif, aktif, dan reaktif. Ketiga bentuk resistensi tersebut merupakan wujud kesadaran ideologis warga karena ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah yang berseberangan dengan pengetahuan dan pengalaman kolektif yang mereka miliki selama ini. 
WOMEN IN THE SHADOW OF TERRORISM: EXPOSING THE DISCURSIVE AWARENESS BEHIND THE DIVORCE OF TERRORIST WIVES IN INDONESIA Ari Alfiatul Rochmah; Alanuari Alanuari
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2678

Abstract

In 2022, the National Counter-Terrorism Agency released data that over the last 10 (ten) years the involvement of women in terrorism activism has increased by 10%. The increase was coupled with an increase in divorce cases among spouses of perpetrators of terrorism. The objective of this study is to elucidate the reasons and mechanisms behind the correlation between the surge in women's involvement in terrorism and the phenomenon of divorce. The data were collected through in-depth interviews, observations, and tracing of data from the National Counter-Terrorism Agency. The data collected were then analyzed using Anthony Giddens' Structural Theory. According to the findings, multiple factors contributed to the divorce of terrorist couples, such as insufficient financial resources, pressure from peer groups to end the marriage due to differences in supporting the Islamic State, and the realization of no longer wanting to be associated with husbands engaged in terrorist activities. By applying Giddens' framework, these results formed a compelling argument that the wives of terrorists possessed a discursive awareness of the societal context in which they lived, leading them to make the decision to divorce their husbands.Tahun 2022, BNPT merilis data bahwa selama 10 (sepuluh) tahun terakhir pelibatan perempuan dalam aktivisme terorisme telah meningkat 10%. Peningkatan tersebut telah diiringi dengan peningkatan kasus perceraian di kalangan pasangan suami-istri pelaku terror. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana fenomena perceraian tersebut menggejala seiring dengan peningkatan pelibatan perempuan dalam terorisme. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelusuran data BNPT. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Teori Strukturasi dari Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa factor yang menyebabkan perceraian di kalangan pasangan teroris, diantaranya: faktor ketidakterpenuhinya kebutuhan ekonomi, dorongan peer-group untuk bercerai karena sudah tidak sepemahaman dalam menegakkan Daulah Islamiyah, dan adanya kesadaran untuk tidak lagi terikat dengan suami yang terlibat terorisme. Melalui Strukturasi Giddens, temuan ini kemudian menjadi argumen kuat bahwa istri teroris memiliki kesadaran diskursif akan realitas sosial yang mengelilinginya, dan kemudian mendorongnya untuk memutuskan bercerai dengan suaminya.
COMPREHENDING THE ESSENSE OF THE PARSAHUTAON COMMUNITY IN NURTURING INTERFAITH SOLIDARITY IN TARUTUNG CITY, NORTH SUMATRA Gideon Hasiholan Sitorus
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2701

Abstract

Interreligious relations become an integral part of the discourse of social parity. The creation of harmony between individuals and groups is very important to review, given that human existence is filled with dynamic aspects, such as culture, situation, and context. This study aims to describe and examine the essence of the existence of Parsahutaon social associations in building social solidarity between religious people in Tarutung City, North Sumatra. A descriptive qualitative methodology was utilized in this research, with literature review serving as the primary data collection technique. The results showed that a prosocial essence was present in the Parsahutaon community. First, it becomes the foundation for realizing compliance in the midst of plurality. Second, the means of implementation in the construction of social solidarity amidst the diversity of faith traditions in the city of Tarutung.Relasi antar umat beragama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wacana paritas sosial. Terciptanya harmoni antar individu dengan kelompok sangat penting untuk dikaji ulang, mengingat bahwa eksistensi manusia dipenuhi dengan aspek dinamis, seperti: budaya, situasi dan konteks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menelisik esensi dari keberadaan asosiasi sosial Parsahutaon dalam membangun solidaritas sosial antar umat beragama di Kota Tarutung, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komunitas Parsahutaon memuat esensi yang prososial.  Pertama, menjadi basis terwujudnya konformitas di tengah pluralitas. Kedua, sarana sarana aplikatif dalam membangun solidaritas sosial di tengah keberagaman tradisi iman di Kota Tarutung.
JAVANESE ISLAM AND GLOBALIZATION: A STUDY ON THE SUSTAINABILITY THE ABOGE ISLAM COMMUNITY IN INDONESIA M Ali Sofyan; Tri Wahyuni; Win Listyaningrum Arifin
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2690

Abstract

The indigenous religion of Java has a longer historical existence compared to the currently recognized state religions. Similarly, Javanese Islam has evolved through religious syncretism with Javanese culture. Javanese Islam has served as a means to reconcile the two opposing poles of this entity, as well as a way to attract followers. Aboge Islam in Purbalingga, Central Java is one form of Javanese Islam. The existence of Aboge Islam is facing increasing threats, particularly in the era of globalization. This article will provide an overview of the current reality, obstacles, and threats faced by the Aboge Islamic community, and discuss their future. This research is conducted using the qualitative ethnographic method. Data was collected through in-depth interviews with members of the Aboge Muslim community, as well as observations and document studies. The findings revealed that the Aboge Muslim community has undertaken various adaptation processes as a survival strategy to maintain its existence amidst the challenges posed by globalization. This form of adaptation is the inheritance of community values by passing down their traditional values to the younger generation, which includes 'ngormati leluhur' (the practices of ancestor worship), "melu gawe" (a Javanese term for working together), and "Turki" (Tuturan Kaki, oral transmission of knowledge and advice from parents or elders). Through this process, they hope their community will survive in the future.Religi lokal di Jawa memiliki usia lebih tua dari agama yang sekarang diakui oleh negara. Begitu juga Islam Jawa yang merupakan hasil sinkretisme religi dengan kultur Jawa. Islam Jawa menjadi jalan untuk mendamaikan dua kutub ekstrim entitas ini, sekaligus sebagai ‘jalan’ untuk mendapatkan pengikut. Islam Aboge di Purbalingga Jawa Tengah merupakan salah satu bentuk dari Islam Jawa tersebut. Keberadaan Islam Aboge semakin hari kian terancam terutama di era globalisasi. Tulisan ini akan menguraikan keberadaan komunitas Islam Aboge di masa depan, dengan melihat realitas, hambatan dan ancaman yang terjadi sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pemeluk Islam Aboge, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menjaga eksistensi komunitasnya di tengah pusaran globalisasi, mereka telah melakukan sejumlah proses adaptasi sebagai pilihan untuk bertahan. Bentuk adaptasi tersebut adalah pewarisan nilai-nilai komunitas melalui pengajaran kepada anak-anak mereka, seperti ngormati leluhur, melu gawe, dan Turki (Tuturan Kaki, nasehat orangtua). Melalui proses ini mereka berharap komunitas mereka akan tetap bertahan di masa depan.
THE REPRESENTATION OF MADURESE ISLAM ON YOUTUBE: SEMIOTICS ANALYSIS ON THE COMEDY SHOW 'DHE'REMMAH CONG' Aditya Fahmi Nurwahid; Citra Safira
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2688

Abstract

Madurese Islam is one of the cultural treasures of Islam in Indonesia. Madurese culture is intimately intertwined with Islam and reflects diverse perspectives on matters of politics, society, culture, and economics. The emergence of new media has resulted in the digitalization of Madurese Islam, exemplified by its presence on the Tretan Universe YouTube channel. The objective of this study is to provide a semiotic analysis of the Madurese Islamic da'wah content portrayed in the satirical comedy show "Dhe'remmah Cong" featured on the Tretan Universe YouTube channel. This research was carried out using a qualitative approach using the ethnography methodology. Data for this study was gathered through a combination of dialogue narratives and netizen comments obtained from two episodes of the "Dhe'remmah Cong" comedy series. The data was strengthened through literature studies and further analyzed using Charles Sanders Pierce's semiotics. The findings indicated that the "Dhe'remmah Cong" comedy series served as a platform for cultural acculturation between Islam and Madurese culture. Thus, in the subsequent phase, the Madurese Islamic identity can be disseminated into a novel cultural sphere familiar to the Indonesian populace via this YouTube channel.Salah satu khasanah budaya lokal yang dimiliki Islam di Indonesia adalah Islam Madura. Nilai budaya Madura sangat dekat dengan Islam dan mengekspresikan berbagai sudut pandang isu politik, sosial, budaya, atau ekonomi. Perkembangan new media saat ini telah membawa Islam Madura ke dalam platform digital, salah satuya melalui channel Youtube Tretan Universe. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan analisis semiotika dalam konten dakwah Islam Madura yang ditampilkan dalam komedi satir bertajuk 'Dhe’remmah Cong' di channel Youtube Tretan Universe.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran 2 (dua) seri komedi 'Dhe’remmah Cong' berupa narasi dialog dan komentar netizen. Data diperkuat melalui kajian pustaka dan selanjutnya dianalisis menggunakan semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa serial komedi ini menjadi ruang akulturasi budaya dalam Islam dan budaya Madura. Sehingga pada tahap selanjutnya, melalui channel youtube ini, identitas Islam Madura ini dapat menyebar menjadi budaya baru yang dikenal publik Indonesia.
'RAINWATER SHOLAWAT': THE THEO-ECOLOGICAL MOVEMENT OF THE JOMBANG COMMUNITY IN COMBATING THE CLEAN WATER CRISIS Siti Mariyam; A Zahid
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2693

Abstract

Theo-ecology has long been one of the alternative solutions to environmental problems, including in Indonesia. The Rainwater Sholawat program represents an alternative theological movement aimed at utilizing rainwater as a solution to address the scarcity of clean water sources and flood issues in East Java, particularly in Karangwinongan Village. The purpose of this article is to elucidate the theological movement behind the Rainwater Sholawat program implemented by the Air Kita Foundation in Winongan Jombang Village, East Java. This study was conducted using a qualitative research method. Data collection techniques through in-depth interviews, observations, and literature review. The findings revealed that the religious approach surrounding the Rainwater Sholawat method successfully raised awareness among the residents about the advantages of rainwater as a viable source of clean water. The Rainwater Sholawat Program is implemented through the organization of festivals, educational initiatives, and supportive studies.Teo-ecology telah lama menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah lingkungan, termasuk di Indonesia. Program Sholawat Air Hujan adalah salah satu diantara alternatif gerakan teo-ekologi yang berupaya memanfaatkan air hujan sebagai solusi atas minimnya sumber air bersih dan persoalan banjir di Jawa Timur, khususnya di Desa Karangwinongan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan gerakan teo-ekologi pada program Sholawat Air Hujan yang dilakukan oleh Yayasan Air Kita di Desa Winongan Jombang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekataan keagamaan melalui metode Sholawatan Air Hujan mampu menyadarkan warga atas manfaat air hujan sebagai sumber air bersih. Program Sholawatan Air Hujan ini dilakukan melalui penyelenggaraan festival, edukasi dan pendampingan dalam bentuk pengajian.
INTERFAITH SOCIAL SOLIDARITY: A SOCIO-THEOLOGICAL ALTERNATIVE TO POST-PANDEMIC COMMUNITY EMPOWERMENT Fitriatul Hasanah
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2692

Abstract

The welfare of citizens, particularly in Sukoreno Village, Jember, East Java, has been adversely affected by the Covid-19 pandemic in Indonesia over the past 2 (two) years. Efforts based on socio-theological principles and interfaith civil society have emerged as alternative solutions to address this issue. The purpose of this article is to elucidate the manifestations of interfaith social solidarity in Sukoreno Village, Jember, East Java, as a means of overcoming the economic challenges faced by the community in the post-Covid-19 pandemic. This study employed a qualitative method. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and document review. The findings indicated that this form of interfaith solidarity was fostered through the utilization of social capital within the community. Examples of such solidarity include social services, heightened Covid-19 awareness, and the optimization of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and local village resources. While these efforts may not directly lead to significant improvements in the economic welfare of the community, they do highlight that community empowerment can be achieved through an interfaith approach.Pandemi Covid-19 di Indonesia selama 2 (dua) tahun terakhir telah menurunkan tingkat kesejahteraan warga, khususnya di Desa Sukoreno, Jember, Jawa Timur. Upaya berbasis sosio-teologi masyarakat sipil lintas agama menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi problem tersebut. Artikel ini bermaksud untuk menjelaskan bentuk-bentuk solidaritas sosial lintas agama di Desa Sukoreno, Jember, Jawa Timur dalam mengatasi problem ekonomi masyarakat pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk solidaritas lintas agama ini muncul melalui pemanfaatan modal sosial yang ada di masyarakat. Diantaranya dalam bentuk bakti sosial, sigap Covid-19, dan optimalisasi UMKM dan potensi lokal desa. Upaya ini meskipun tidak dapat menjustifikasi peningkatan kesejahteraaan ekonomi warga, namun dapat merefleksikan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan lintas agama.
FROM ANTI-ESTABLISHMENT POPULISM MOVEMENT TO POLITICAL PARTY: REVISITING UMMAT PARTY IN INDONESIA Fairuz Arta Abhipraya; Fasih Raghib Gauhar; Ilham Agustian Candra
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2698

Abstract

The rise of populist movements in Indonesia's political culture and democracy is influenced by the pragmatic ideologies of Muslim figures and perspectives that represent the majority group in the country. The formation of the Ummat Party represents one of the manifestations of the populist movement. The objective of this research is to elucidate the evolution of anti-establishment populist movements that have manifested as the Ummat Party, which has been initiated by Islamic populist figures in Indonesia, specifically Amien Rais. This study was conducted using a qualitative research method. Data collection techniques were carried out through observation and literature review. The findings revealed that Amien Rais employed anti-establishment populist narratives to create a movement of resistance, resulting in the establishment of the Ummat Party in Indonesia. By utilizing this narrative, the Ummat Party aims to challenge the socio-political status quo within Indonesia's democratic culture, advocating for change. Moreover, the Ummat Party exhibits a political agenda in utilizing the anti-establishment movement as a strategy to attain power and as a form of opposition against the current government in Indonesia.Gerakan populisme dalam budaya politik dan demokrasi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh pemikiran praktis tokoh dan pandangan Muslim yang menjadi kelompok mayoritas di Indonesia. Munculnya Partai Ummat adalah salah satu dari bentuk gerakan populisme tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses munculnya gerakan populisme anti-kemapanan yang bertransformasi menjadi Partai Ummat yang digagas oleh tokoh populis Islam di Indonesia, yakni Amien Rais. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amien Rais menggunakan narasi populis anti kemapanan guna membentuk gerakan perlawanan dengan mendirikan Partai Ummat di Indonesia. Melalui narasi ini pula, Partai Ummat berupaya untuk mengubah struktur sosial politik dalam budaya demokrasi di Indonesia. Lebih lanjut, terdapat kepentingan politik Partai Ummat untuk mengambil isu gerakan anti kemapanan ini sebagai sarana mencapai kekuasaan dan sebagai bentuk resistensi terhadap pemerintah Indonesia saat ini.
HOW DOES ZAKAT EMPOWER SOCIETY? A CASE STUDY OF THE KHAIRPUR DISTRICT, PAKISTAN Safiullah Junejo; Saba Anwar
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v17i2.2694

Abstract

Poverty is a worldwide issue of concern to the international community, including Pakistan. Khairpur is a rural region in Pakistan where a significant proportion of the population lives below the poverty threshold. This research aims to describe the practice of zakat and its implications for the residents of the Khairpur district in Pakistan, using qualitative research techniques. The methods employed to collect data in this study involved conducting interviews with Khairpur residents, observations, and reviewing relevant literature. The findings indicated that in Khairpur, the local community perceives the practice of zakat as a means of providing socio-economic security for the elderly by allocating zakat funds to healthcare facilities. Donating Zakat to educational institutions can also provide assistance to economically vulnerable groups of children. Zakat initiatives can aid women's groups in funding their wedding expenses and dowries. Nevertheless, this research also exposed that the transparency of zakat management has been inadequate and requires further improvement to ensure that a larger portion of the Khairpur population can reap the benefits of zakat.Problem global kemiskinan telah lama menjadi perhatian masyarakat dunia, termasuk di Pakistan. Khairpur adalah salah satu daerah pedesaan Pakistan yang memiliki banyak segmen masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan praktik zakat dan refleksinya bagi masyarakat di distrik Khairpur Pakistan melalui metode kualitatif.  Teknik pengumpulan data dilakukan melalui sejumlah wawancara dengan penduduk Khairpur, observasi, dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik zakat di Khairpur telah dianggap oleh masyarakat setempat dapat memberikan jaminan sosial ekonomi untuk orang lanjut usia melalui zakat yang dialokasi ke dalam fasilitas kesehatan. Zakat yang dialokasikan ke dalam fasilitas pendidikan juga mampu membantu kelompok anak-anak yang memiliki kerentanan ekonomi. Sedangkan bagi bagi kelompok perempuan, program zakat dapat membantu mereka dalam pembiayaan mahar maupun upacara pernikahan. Meski demikian, pada sisi lain, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa praktik pengelolaan zakat belum transparan dan masih perlu ditingkatkan lagi jumlahnya agar semakin banyak segmen penduduk Khairpur yang merasakan manfaat zakat tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 11