cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
VISIKES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2021): VISIKES" : 25 Documents clear
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TERHADAP KEJADIAN SAKIT PADA ANAK USIA SEKOLAH DI KABUPATEN BANYUMAS WINDRI LESMANA RUBAI; PRAMESTHI WIDYA HAPSARI; KATRI ANDINI SURIJATI
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4204

Abstract

ABSTRAKMunculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, umumnya berkaitan dengan pemahaman anak tentang apa itu hidup bersih dan sehat, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehatan (PHBS) dan pemahaman anak tentang apa itu hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan PHBS anak sekolah dasar terhadap kejadian sakit yang di alami di  masa pandemi Covid-19 ini. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi potong lintang dilakukan dengan melibatkan 58 anak sekolah dasar yang berada di wilayah perkotaan dan pedesaan Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan tentang gizi dan kesehatan yang masih rendah (62,1%), meski demikian, siswa yang menerapkan PHBS dengan baik sudah lebih banyak (63,8%). Uji chi-square antara pengetahuan siswa dengan kejadian sakit diperoleh nilai p=0.051, dan antara penerapan PHBS siswa dengan kejadian sakit nilai p = 0.478. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan PHBS terhadap kejadian sakit anak sekolah dasar di wilayah perkotaan dan pedesaan Kabupaten Banyumas.Kata kunci: Anak Sekolah Dasar, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pedesaan. ABSTRACTVarious diseases that often attack school-age children, are generally related to children's understanding of what is clean and healthy living, as well as the application of clean and healthy living habits (PHBS) and children's understanding of what is clean and healthy living. This study aims to see the relationship between knowledge and PHBS of elementary school children on the incidence of illness during the pancemic of Covid-19. A quantitative approach with a cross-sectional study design was carried out involving 58 elementary school children in urban and rural areas of Banyumas Regency. The results showed that most students had low knowledge of nutrition and health (62.1%), however, there were already more students who had implemented PHBS properly (63.8%). Chi-square test between students 'knowledge and the incidence of illness obtained p value = 0.051, and between the application of students' PHBS and the incidence of illness p = 0.478. It can be concluded that there is no significant relationship between knowledge and PHBS on the incidence of illness in primary school children in urban and rural areas of Banyumas Regency. Keywords: School-age children, Cleand and Healthy Living Habits (PHBS), urban, rural area. 
Kandungan Logam Berat (Pb dan Hg) pada Sayuran di Desa Kopeng Kabupaten Semarang dan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungannya Indira Casheila Anindityo; Nur Endah Wahyuningsih; Yusniar Hanani Darundiati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4274

Abstract

Abstrak : Desa Kopeng, Kabupaten Semarang merupakan kawasan pertanian sayuran. Kegiatan pertanian seperti penggunaan pestisida dapat menyebabkan kontaminasi logam berat pada sayuran dan dapat mengganggu kesehatan yang bersifat karsinogenik pada logam berat timbal dan non-karsinogenik pada logam berat merkruri pada setiap orang yang mengkonsumsinya secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi timbal dan merkuri pada sayuran di Desa Kopeng dan mengetahui risiko kesehatannya yang merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode uji laboratorium menggunakan spektrometri serapan atom dan analisis risiko kesehatan lingkungan. Sampel penelitian sebanyak 15 diambil secara proporsional random sampling. Terdiri dari sayuran kubis, brokoli dan selada. Perhitungan risiko kesehatan non-karsinogenik dan karsinogenik meliputi estimated daily intake (EDI); hazard quotients (HQ) dan hazard index (HI); serta lifetime risk cancer (LCR) untuk logam berat Pb. Diperoleh rata-rata kandungan Pb pada seluruh sayuran sebesar 0,069 dan Hg <0,002 mg/kg. Hasil tersebut berada di bawah nilai ambang batas logam berat sayuran yaitu 0,5 untuk Pb dan 0,03 mg/kg untuk Hg. Perhitungan risiko kesehatan karsinogenik pada konsumsi kubis, brokoli dan selada di Desa Kopeng belum memberikan risiko kesehatan, namun pada perhitungan risiko kesehatan non-karsinogenik HI pada anak-anak sudah berisiko. Sebaiknya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang beragam dan dan dicuci menggunakan air bersih dan mengalir sebelum dikonsumsi.Kata Kunci: sayuran; timbal; merkuri; risiko kesehatan; KopengAbstract: Kopeng in Distric Semarang is a vegetables agricultural area. Agricultural activities such as the use of pesticides can cause heavy metal contamination of vegetables and can cause health problems which are carcinogenic to heavy metal lead and non-carcinogenic to heavy metal mercury in everyone who consumes them regularly. This study aims to determine the concentration of lead and mercury in vegetables in Kopeng and to determine their health risks. This research is a quantitative descriptive study using laboratory test methods using atomic absorption spectrometry and environmental health risk analysis. The research sample 15 was taken by proportional random sampling. Consisting of cabbage vegetables, broccoli and lettuce. Calculations of non-carcinogenic and carcinogenic health risks include estimated daily intake (EDI); hazard quotients (HQ) and hazard index (HI); and lifetime risk cancer (LCR) for heavy metal Pb. Results an average Pb content in all vegetables of 0.069 and Hg <0.002 mg/kg. These results are below the threshold values for heavy metals in vegetables, namely 0.5 for Pb and 0.03 mg/kg for Hg. Calculation of carcinogenic health risks in the consumption of cabbage, broccoli and lettuce in Kopeng Village has not provided a health risk, but the non-carcinogenic health risk of HI in children is already at risk. We recommend that you eat a variety of vegetables and fruits and wash them using clean and running water before consumption.Keywords: vegetables; lead; mercury; health risk; Kopeng
Kelengkapan Informasi Medis Untuk Mendukung Kodefikasi Penyakit Jantung Guna Mewujudkan Kualitas Data Informasi Medis Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Ratna Rifatul Ulya; Dyah ernawati; Arif Kurniadi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4647

Abstract

Kelengkapan informasi medis yang terdapat dalam Dokumen Rekam Medis (DRM), khususnya padakasus penyakit jantung, sangat diperlukan karena kesinambungan informasi medis untuk melihatdiagnosis mana yang paling banyak menghabiskan resource selama episode perawatan di RumahSakit, dan selanjutnya untuk dasar penetapan kode diagnosis utama dengan menggunakan ICD-10.Hasil observasi di RS Islam Sultan Agung Semarang, ditemukan adanya informasi dalam lembaranamnesis yang tidak lengkap, serta dokter dalam melakukan pencatatan penulisan diagnosis utama,terdapat lebih dari satu diagnosis. Sehingga petugas coder harus melakukan analisis lembar-lembarrekam medis, untuk menentukan mana yang kode utama dan kode sekunder dengan menggunakanaturan re-seleksi jika dokter tidak dapat dikonfirmasi. Temuan tersebut dapat berdampak padapelaporan, dimana diagnosis utama hanya tertulis 1 diagnosis, sedangkan diagnosis sekunder bolehditulis lebih dari 1 diagnosis. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kelengkapan dokumen rekammedis yang mendukung penetapan kode penyakit jantung di Rumah Sakit Islam Sultan AgungSemarang.Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Objek penelitian adalah dokumenrekam medis rawat inap pasien BPJS penyakit jantung, dan subyek penelitian adalah coder rawatinap. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara pada dan observasi DRM denganmenggunakan lembar checklist diagnosis jantung. Data dianalisis menggunakan teknik analisisdeskriptif yang didukung dengan teknik validitas konten.Hasil review analisis kuantitatif pada 27 sampel DRM pada pasien BPJS penyakit jantung,menunjukkan kelengkapan terbesar analisis kuantitatif terletak pada review identifikasi yaitu 22(81,5%) dokumen dan ketidaklengkapan terbesar pada review autentikasi yaitu 15 (55,6%) dokumen.Kekonsistenan terbesar pada analisis kualitatif terdapat pada review informed consent yaitu 27 (100%)DRM dan ketidakkonsistenan terbesar pada review konsistensi pencatatan hal-hal yang dilakukansaat pengobatan dan perawatan yaitu 7 (25,9%) DRM. Saran untuk tenaga medis sebagai pelaksanaasuhan kesehatan pada pasien, khususnya pasien BPJS, penyakit jantung, agar memperhatikanpengisian kelengkapan dokumen rekam medis untuk meningkatkan mutu pelayanan rekam medisdan menunjang pelaporan Rumah Sakit.Kata kunci: Dokumen Rekam Medis, Review Kuantitatif, Review Kualitatif, Penyakit Jantung, pasienBPJS
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KADAR SGOT DAN SGPT DALAM DARAH PADA PETANI PADI Iga Maliga; Rafi&#039;ah Rafi&#039;ah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4286

Abstract

The use of personal protective equipment (PPE) when spraying pesticides is a must in agricultural activities. It greatly affects the long-term health conditions of farmers. This study aimed to see the relationship between the use of PPE with SGOT and SGPT levels in the blood of rice farmers. This study used quantitative research with an analytic observational research design using a cross-sectional approach. Blood samples were taken for farmers and carried out the process of filling out questionnaires and observation sheets. The results of the questionnaire were processed with SPSS 16.0, with Fisher's exact test. The sample of the study was 40 rice farmers taken purposively. The results showed that the levels of SGOT and SGPT were more in the normal category. The analysis showed that there was no relationship between AST and ALT levels with the use of PPE. It can be seen from the significance value of more than 0.05. As many as 38.5% complained about recurring complaints. After spraying, dizziness, dizziness, watery eyes, frequent spitting, namely vision, coughing, and ergonomic complaints in the form of back pain and lumbago. The conclusion in this study is that there is no relationship between the use of PPE with AST and ALT levels in the blood.
EVALUASI MANAJEMEN DOKUMEN REKAM MEDIS DI FILING AKTIF RUMAH SAKIT SWASTA KABUPATEN SEMARANG Bobby Anggara Laksana; Retno Astuti Setijaningsih
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4522

Abstract

Missfile can inhibit medical services provided to patients without information about history. From the initial survey, it found 90 missile incidents (4.7%) from 2000 medical record documents, the second survey found 578 incidents from 7000 medical record documents with 9.0% missfile. This study aims to identify the medical records management in the outpatient filing section of The Private Hospital, Semarang Regency in 2019. This research is a mix methode study. Data collection by observation and interview methods with a cross-sectional approach. The research subjects were 3 filing officers. The research objects to the management of medical record documents in the outpatient filing section. The research instrument used in this research were interview and observation guidelines.The number of polyclinics at The Private Hospital in Semarang Regency is 20 polyclinics. There should be a submission terminal so staff will not be tired. The hospital management facilities were adequate but have not been properly utilized by the officers, the officers should use these facilities to facilitate document tracking. The Hospital should make a policy regarding the management of medical record documents and use colour codes on the documents so that the staff can understand and carry out their duties properly.Key Word : medical record management, storage systems, management standards
PERBEDAAN POLA MAKAN PADA BALITA STUNTING DAN TIDAK STUNTING DI KECAMATAN TEON NILA SERUA (TNS) KABUPATEN MALUKU TENGAH Trixie Leunupun; Ani Margawati; Annastasia Ediati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.3596

Abstract

Stunting is a condition that describes the growth of children due to long-term malnutrition. Stunting according to WHO is based on the index of the body length compared to age (PB/U) or height compared to the age (TB/U) with the Z-score limit of less than-2 SD. The age of toddlers is an age where child growth and development happens very quickly. In that age toddlers often experience health problems especially nutritional problems. Insufficient nutritional intake can cause stunting and can inhibit children's development. Design of observational analytic research with case-control design in toddlers aged 2-3 years. The population of this research is all toddlers who reside in the working area of Puskesmas Layeni subdistrict of Central Maluku district. Sample research is done using the Lameshow formula. The study used the ratio of 1:1 so that the number of research subjects in the case group was equivalent to the number of research subjects in the control group (i.e. 30 children per group), resulting in a total subject of 60 children. Analysis of the data used to see the difference between variables using the chi-square test. Variable dependent events are stunting and independent dietary variables. The results of the chi-square test show that there is no difference between the diet (the level of energy and protein adequacy) in a stunting toddler and not stunting the value (p > 0.05). The conclusion of the diet (adequacy of energy and protein) respectively in the group of cases is not too much of a significant difference. But in the control group more toddlers with good energy and protein adequacy levels. Keywords: toddler, diet, stunting
IDENTIFIKASI RISIKO GANGUAN MUSKULOSKLETAL PADA PEKERJA PERCETAKAN DENGAN METODE NORDIC BODY MAP moch sahri; Octavianus Hutapea; Rustam - Basuki
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4046

Abstract

An increase in the amount of production in the printing industry will positively impact economic and social aspects. Economic and social aspects that can be directly felt include the increase in individual income and employment in the printing industry sector. Apart from having a positive impact, this also has a negative impact, especially on the health and protection aspects of workers related to occupational safety and health. The type of work in the printing industry is one that has a risk of musculoskeletal disorders. This study aims to determine the prevalence of complaints of musculoskeletal disorders among workers in the printing industry. The method used is a survey using a Nordic body map using a questionnaire. The results showed that 8% of workers experienced complaints on the musculoskeletal system. Complaints of disorders of the skeletal muscles experienced by workers complained of back pain (32%), complained of pain in the forearm and right shoulder (28%), complained of pain in the left shoulder, back and right upper arm (24%), complained pain in the neck, left upper and lower arm, right calf and left toe (20%).
ANALISIS PELAKSANAAN PISPK DALAM CAPAIAN INDEKS KELUARGA SEHAT DI KABUPATEN BREBES Rizky Aprilianti Lestari; dr. Antono Suryoputro, MPH., Ph.D; Dr. dr. Apoina Kartini. M., Kes
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4251

Abstract

Kabupaten Brebes merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang telah mengimplementasikan progam PISPK sejak tahun 2016, dalam beberapa tahun dilaksanakan program PISPK Kabupaten Brebes menempati urutan ke-6 dalam hal cakupan kunjungan keluarga. Puskesmas Kluwut merupakan salah satu Puskesmas yang sudah melaksanakn program PISPK sejak diterbitkan program tersebut, sampai dengan saat ini pendataan jumlah keluarga (KK) di Puskesmas Kluwut mencapai 90%. Tetapai untuk capaian jumlah Indeks Keluarga Sehat (IKS) belum sesuai dengan target. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga PISPK dengan melihat capaian Indeks Keluarga Sehat (IKS) di Puskesmas Kluwut Kabupaten Brebes tahun 2019 dengan menggunakan metode kualitatif dengan observasi dan wawancara mendalam (in-depth interviews). Informan utama adalah pemegang program PISPK, petugas pelaksanaan program PISPK di Puskesmas Kluwut. Informan triangulasi adalah kepala Puskesmas Kluwut. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek input meliputi kurangnya SDM kesehatan, belum fokusnya alokasi penggunaan dana, pemanfaatan sistem apilkasi yang terbatas dapat berdampak pada aspek proses, yaitu kurang maksimalnya pelaksanaan penyuluhan kesehatan menyebabkan masih banyaknya masalah kesehatan yang ditemukan. Sehingga menyebabkan aspek output yaitu cakupan indeks keluarga sehat (IKS) di Puskesmas Kluwut belum tercapai sesuai dengan target nasional. Dukungan aktif lintas sektor juga dapat mempengaruhi dan mempermudah proses pelaksanaan program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga. Rekomendasi kepada Puskesmas adalah agar dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan lintas sektor serta menambah ketersediaan SDM kesehatan terutama untuk melakukan pendataan dilapangan.Keywords: Analisis, Indeks Keluarga Sehat, Puskesmas
RISK FACTORS OF STUNTING EVENTS IN CHILDREN IN THE WORKING AREA OF PANDAN PUBLIC HEALTH CENTER, SINTANG REGENCY Elvi Juliansyah Jamari; Agustini - Elisabet
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4505

Abstract

Stunting is a nutritional problem seen from the inappropriate length or height according to age. Nutritional status was monitored through the TB / U index. From the data from the Puskesmas Pandanus, the prevalence of stunting is 31.71% in 2018 of the total 719 children under five. This research aims to determine the risk factors for stunting in the work area of the Pandan Community Health Center, Sintang District. This type of research is quantitative using a cross sectional approach with a population of mothers who have children under five as many as 719 and this sample is 257 mothers under five. The primary data collection tool used a questionnaire using a survey method for mothers of toddlers who were used as samples in this study to obtain primary data. The results of this study are based on statistical tests known that associated with the incidence of stunting in children under five is parenting (p = 0.011), tradition (p = 0.001), and access to information (p = 0.003). All parties related to the incidence of stunting in toddlers teach good parenting by reducing traditions that have an impact on the health of toddlers, and constantly convey the importance of toddler health for the future.
Tingkat Pengetahuan Gizi Seimbang dan Profil Kesehatan Sopir Bus Antar Kota Vilda Ana Veria, S.Gz, M.Gizi; Bayu Yoni Setyo Nugroho
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 1 (2021): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i1.4441

Abstract

Sopir mengkonsumsi makanan lebih banyak di luar rumah tanpa kontrol dari keluarganya. Apa yang mereka konsumsi sebatas untuk memenuhi rasa lapar. Tidak jarang jenis makanan yang dikonsumsi gizi hanya memberi dampak buruk bagi kesehatannya pada jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dengan profil kesehatan pada sopirPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 67 sopir Bus yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel bebas yang diambil adalah pengetahuan gizi, sedangkan variabel terikatnya adalah profil kesehatan yang diukur dari dua variabel, yaitu status gizi dan status hipertensi. Analisis data statistic disajikan secara deskriptif dan bivariate menggunakan software SPSS. Uji bivariate yang dipakai yaitu rank spearman.Sebagian besar sopir yang aktif bekerja pada usia produktif (83,6%). Sedangkan untuk jam kerja harian, 95,5% lebih dari 8 jam per hari. Sebagian besar sopir memiliki status gizi yang normal berdasarkan indeks massa tubuh (58,2%). Hasil yang negative ditunjukkan pada pengetahuan gizi, status gizi dan kebiasaan merokok yang sebagian besar buruk. Sopir dengan pra hipertensi 65,7%, pengetahuan gizi yang kurang 82,1%, dan sopir yang merokok 73,1%.Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status kesehatan sopir bus. Sebagian besar pengetahuan gizinya rendah, status gizinya normal, dan mengalami pra hipertensi.Sopir mengkonsumsi makanan lebih banyak di luar rumah tanpa kontrol dari keluarganya. Apa yang mereka konsumsi sebatas untuk memenuhi rasa lapar. Tidak jarang jenis makanan yang dikonsumsi gizi hanya memberi dampak buruk bagi kesehatannya pada jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dengan profil kesehatan pada sopirPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 67 sopir Bus yang diambil dengan teknik accidental sampling. Variabel bebas yang diambil adalah pengetahuan gizi, sedangkan variabel terikatnya adalah profil kesehatan yang diukur dari dua variabel, yaitu status gizi dan status hipertensi. Analisis data statistic disajikan secara deskriptif dan bivariate menggunakan software SPSS. Uji bivariate yang dipakai yaitu rank spearman.Sebagian besar sopir yang aktif bekerja pada usia produktif (83,6%). Sedangkan untuk jam kerja harian, 95,5% lebih dari 8 jam per hari. Sebagian besar sopir memiliki status gizi yang normal berdasarkan indeks massa tubuh (58,2%). Hasil yang negative ditunjukkan pada pengetahuan gizi, status gizi dan kebiasaan merokok yang sebagian besar buruk. Sopir dengan pra hipertensi 65,7%, pengetahuan gizi yang kurang 82,1%, dan sopir yang merokok 73,1%.Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status kesehatan sopir bus. Sebagian besar pengetahuan gizinya rendah, status gizinya normal, dan mengalami pra hipertensi.

Page 1 of 3 | Total Record : 25