cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
INTEGRASI USAHATANI DAN DIVERSIFIKASI KOMODITAS DALAM RANGKA PENANGGULANGAN DAMPAK KETERPURUKAN EKONOMI PASCA SERANGAN HAMA KELAPA Aspidiotus destructor DI KECAMATAN KEI BESAR KABUPATEN MALUKU TENGGARA Hidayah, Ismatul
Agrika Vol 4, No 2: Nopember 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.16 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i2.136

Abstract

Coconut crop is main cost of economics of public in district of Kei Besar Maluku Tenggara. But in the year 2002, pest raid Aspidiotus destructor at coconut crop causes ugly chartered investment counsel impact to public. Handling of chartered investment counsel social impact as result of depressed [by] it effort for plantation of coconut faces various constraints, between of knowledge and skilled of limited public and government programs that is unsatisfying comprehends sometimes not effective. This article aim to determine alternative of effort for agriculture in integrating farming and diversification [by] commodity for the planning of overcomes of economic depressing impact post coconut pest raid . Based on opportunity, local constraint and agroecosystem character, there is 12 alternative of effort for agriculture suggested, that is ( 1) Rejuvenation of Coconut In, ( 2) Farm of cashew, ( 3) Mix crop farming, ( 4) Pulses and feed forage, ( 5) Orange and Pineaple farm ( 6) Duck and native chicken farm ( 7) local cow farm ( 8) goad and sheep farm ( 9) Fishery of Demersal Rock, ( 10) Fishery of Lobster and crap, ( 11) Fishery of Small Pelagis, and ( 12) Fishery of Green Cockle.   Key word : Farming integration, commodity diversification, Aspidiotus destructor
Analisis Prioritas Komoditas Unggulan Perkebunan Daerah Kabupaten Buru (Pre-eminent Commodity Preference Analysis of Plantation of Sub-Province Buru) Hidayah, Ismatul
Agrika Vol 4, No 1: Mei 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.311 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i1.143

Abstract

As component of in development planning in level of Propinsi/kabupaten is required [by] region potency analysis either in aspect biofisik and also economic social included in of determination of pre-eminent commodity of area with approach LQ ( Location Quotient). Determination is important with consideration that availability and capability Resource ( nature, legal capital and man) to yield and markets all commodities which can be produced in a region in simultan relatively limited. Result of research indicates that there is 5 plantation commodity in sub-province Buru which included in bases sector mean the commodity in  Maluku province has comparability excellence ( LQ > 1) that is cacao ( LQ = 5,80) , cashew ( LQ = 5,27), Clove ( LQ = 3,48), Nutmeg ( LQ = 1,87 ), and coffee ( LQ = 1,74).   Key word : Pre-eminent commodity, Plantation, LQ (Location Quotient)
PENGEMBANGAN DESA WISATA SENDURO BERBASIS BUDAYA Wijayanti, Dyah Ayu
Agrika Vol 10, No 2: November 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.627 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i2.459

Abstract

Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Terdapat salah satu kegiatan yang dapat menarik perhatian wisatawan adalah festival Orok-orok. Festival orok-orok dilaksanakan sangat meriah di Desa Senduro Kabupaten Lumajang pada malam hari. Orok-orok memiliki nama arti yang sama dengan festifal Ogoh-ogoh di Bali. Orok-orok adalah festival arakan Ogoh-ogoh yang dilakukan setahun sekali untuk menyambut Hari Raya Nyepi. Orok-Orok adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Pada festival ini terdapat sekitar 20-an orok-orok yang akan di tampilkan dengan patung dan gaya berbeda-beda yang berkumpul di depan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Warga menyiapkan pertunjukan orok-orok dengan kreatifitas yang unik. Arakan orok-orok di mulai pukul 19.00 WIB. Arah arakan orok-orok di mulai dari Pura Mandara Giri Semeru Agung melewati jalan Raya Senduro, kecamatan Senduro, jalan Burno dan berakhir untuk di bakar di Ireng-Ireng Burno.Pembakaran Orok-orok di lambangkan sebagai pemusnahan iblis. Tradisi festifal Orok-orok menjelang Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan setiap tahun di Senduro tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara hal ini menunjukkan bahwa tradisi Orok-orok dapat diterima oleh masyarakat mulai dari skala lokal, nasional hingga internasional. Prosesi arak-arakan Orok-orok ini sangat bernilai untuk menambah wawasan budaya dan mampu menjadi daya tarik yang mengesankan bagi wisatawan domestik maupun asing. Bersamaan dengan malam yang semakin larut, beberapa lampu rumah warga yang beragama Hindu sudah mulai dimatikan. Hal ini seolah sebagai pertanda dimulainya prosesi Nyepi keesokan harinya. Kata Kunci: Desa Wisata, Senduro, Budaya, Mandara Giri Semeru Agung, Festival Orok- orok.
Analisis fungsi produktivitas dan fungsi pendapatan usahatani Jagung Arjuna di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang Joan, Andria Pereira; Nugroho, Iwan; Suwarta, S
Agrika Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.49 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i1.547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: a. mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani jagung Arjuna, b. mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung Arjuna. Lokasi penelitian di desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut termasuk salah satu penghasil jagung Arjuna di Malang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Alat analisis menggunaan model regeresi liniar berganda dalam bentuk natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Pupuk urea berpengaruh positif terhadap produktivitas usahatani jagung Arjuna. Sementara itu variabel lain, yaitu bibit, pestisida, jumlah tenaga kerja dan luas lahan, tidak berpengaruh terhadap produktivitas usahatani jagung arjuna. 2. Pendapatan usahatani jagung Arjuna dipengaruhi secara negatif oleh upah tenaga kerja dan pajak. Sementara itu, pendapatan usahatani jagung Arjuna dipengaruhi secara positif oleh umur petani. Kata kunci: Faktor-faktor, pendapatan, produktivitas, usahatani Jagung Arjuna
PENGARUH KONSENTRASI GARAM DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP MUTU MANISAN CARICA (Carica pubescens) Wulan, Sekar Sari; Su’i, Moh.; Sumaryati, Enny
Agrika Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.614 KB) | DOI: 10.31328/ja.v13i1.987

Abstract

Buah carica merupakan buah yang mengandung vitamin C dan asam oksalat tinggi. Untuk meningkatkan daya guna buah carica dilakukan diversifikasi pangan dengan membuat manisan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi garam terbaik dan lama perendaman dalam pembuatan manisan carica. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental 2 faktor yang disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama adalah konsentrasi garam terdiri dari 3 level yaitu 3%, 6%, 9%. Faktor kedua yaitu lama perendaman yang terdiri dari 2 level yaitu 15 menit dan 30 menit. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin C 24.35mg/100g-31.48mg/100g, total asam 0.21-0.27%, kalsium oksalat 2550- 3750mg/100g, tekstur 267.167-391.975  g/mm2 dan organoleptik pada level suka terdiri atas rasa  3-4.1, warna 3.3-3.9, aroma 3.4-3.6, tekstur 3-3.6, rasa gatal 2.5-3.2. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh nyata terhadap vitamin C, total asam, kalsium oksalat, rasa, aroma, warna, tekstur, rasa gatal.
PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRAT PROTEIN DAUN KELOR TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK BERAS MOCAF Wahyuni, Rekna; Nugroho, Matheus
Agrika Vol 8, No 2: Nopember 2014
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.4 KB) | DOI: 10.31328/ja.v8i2.122

Abstract

Nasi adalah makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu cara untuk menanggulangi usia pendek produktivitas padi Indonesia adalah untuk membuat nasi analog. Analog Beras tepung mocaf berdasarkan lebih dikenal sebagai moca friceis satu produk yang telah dikembangkan Badan Ketahanan Pangan (FSA) untuk Jawa Timur untuk mengantisipasi krisis pangan akibat cuaca ekstrem. Dalam rangka memenuhi nilai gizi kebutuhan protein dari konsumen akan memerlukan penambahan sumber protein dalam pembuatan beras mocaf. Salah satu alternatif sumber protein adalah konsentrat protein dari daun kelor. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu penelitian tentang pengaruh penambahan sifat Moringaleaf concentratesonphy sicochemical dan organoleptik beras mocaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pada sifat fisik kimia daun kelor dan organoleptik moca FRICE. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pada sifat fisikokimia daun kelor dan mocafrice organoleptik. Desain eksperimental yang digunakan adalah arandomized rancangan dengan asingle (RAT). Dalam penelitian ini terdiri dari perbedaan satu pengobatan factoris dalam penambahan moringaleaf konsentrat (A) dengan penambahan lima sub-faktor berkonsentrasi Moringa daun 0%, 2%, 4%, 6%, 8% / dan 10% (w / w). Analisis data dilakukan dengan ANOVA interval kepercayaan 5% dan 1%. Jika ditemukan pengaruh pada satu variebelthen diikuti oleh sedikitnya uji perbedaan yang signifikan (LSD). Untuk uji organoleptik menggunakan uji Friedman. Pengobatan terbaik menggunakan methodde dimodifikasi Garmo Susrini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan protein daun kelor berkonsentrasi efek yang sangat signifikan pada chemicall fisik dan sifat organoleptik mocaf beras. Pengobatan terbaik adalah penambahan ekstrak kelor protein daun konsentrat sebesar 4% (w / w) adalah penambahan 4 g protein daun kelor berkonsentrasi di 100 gram tepung mocaf dengan karakteristik sebagai berikut kadar air 12,06%; kadar protein 3,66%; abu konten 1,84%; kadar serat kasar 2,86%; waktu memasak 127,64 sandaver kedua usia warna 4,5; merasakan 4.30 dan bau 3,50.
PENGARUH ION LOGAM (Fe, Na dan Ca) TERHADAP AKTIVITAS LIPASE KASAR DARI KENTOS KELAPA Su'i, Moh.
Agrika Vol 4, No 2: Nopember 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.83 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i2.138

Abstract

Penelitian ini  mempelajari pengaruh ion Fe, Ca dan Na terhadap aktivitas lipase.  Ekstrak kasar lipase diambil dari kentos kelapa yang telah ditunaskan selama 45 hari di tempat gelap pada suhu ruang. Ion Fe, Ca atau Na ditambahkan dalam substrat PNPL (Para Nitro Phenil Laurat) pada pH optimal dengan konsentrasi 0 sampai 10 mM. Kemudian ditambah lipase 0,1 ml setiap 0,9 ml substrat dan diinkubasi pada suhu optimal selama 1 jam.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa, FeCl3 pada konsentrasi  0,006 mM bersifat menghambat aktivitas enzim menjadi  52,16 %  dari aktivitas maksimumnya. NaCl  pada konsentrasi 0,005 mM  juga bersifat menghambat aktivitas enzim menjadi 57,64 %. Sedangkan ­CaCl­2 pada konsentrasi 0,1 mM,  meningkatkan aktivitas lipase menjadi 180,98 %. Kata Kunci : Lipase, Kentos, Kelapa, Fe, Na, Ca
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MANGROVE JENIS LINDUR (Bruquiera gymnorrhiza) TERHADAP KARAKTERISTIK NUGGET IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ernawati, Ernawati; Nugroho, Matheus
Agrika Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.565 KB) | DOI: 10.31328/ja.v11i1.451

Abstract

Buah mangrove jenis lindur (Bruquiera gymnorrhiza) mengandung energi dan karbohidrat cukup tinggi melampaui berbagai jenis pangan seperti beras, jagung singkong atau sagu. Nugget lindur merupakan alternatif diversifikasi olahan yang belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung lindur terhadap karakteristik nugget ikan yang dihasilkan, serta mengetahui konsentrasi tepung lindur yang tepat untuk menghasilkan nugget yang mempunyai karakteristik baik sesuai dengan standar nasional tentang nugget (SNI 01-6683-2002). Penelitian menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 5 perlakuan kombinasi penambahan tepung lindur dan tepung panir dengan konsentrasi : P1 = 0% dan 30%, P2 = 10% dan 20%, P3 = 15% dan 15%, P4 = 20% dan 10%, P5 = 30% dan 0%, dengan 3 kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Penelitian meliputi analisis fisiko kimia tepung lindur dan nugget lindur ikan lele dumbo yaitu intensitas warna menggunakan Chromameter, kadar air, karbohidrat, lemak, protein, dan serat kasar. Analisis organoleptik meliputi rasa, warna, aroma dan tekstur. Hasil analisis tepung lindur adalah kadar air 9,24%, lemak 2,97%, protein 2,79%, karbohidrat 84,20%, serat kasar 23,83%, sedangkan intensitas warna L (Lightness), a+ (kemerah-merahan) dan b+ (kekuning-kuningan) berturut-turut adalah: 53,00; 23,00; dan 9,60. Perlakuan kombinasi tepung lindur dan panir pada konsentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada nilai kadar karbohidrat, intensitas warna L, dan a+, berbeda nyata pada nilai warna b+, tapi tidak berbeda nyata pada nilai kadar air, protein, dan lemak. Kadar karbohidrat dan serat kasar cenderung meningkat dengan penambahan konsentrasi tepung lindur, sedangkan kadar air, protein, dan lemak menunjukkan nilai yang variatif.
POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI GREEN CANYON, KABUPATEN PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Kartikasari, Retna
Agrika Vol 10, No 1: Mei 2016
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.718 KB) | DOI: 10.31328/ja.v10i1.440

Abstract

Pertumbuhan ekonomi suatu daerah dapat meningkat pesat melalui sub-sektor pariwisata. Pengembangan sub-sektor ini telah meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga kesejahteraannya meningkat. Salah satu alternatif destinasi wisata alam di Provinsi Jawa Barat adalah Green Canyon di Pangandaran. Destinasi ini terkenal dengan keunikan alamnya berupa aliran Sungai Cijulang yang berwarna hijau tosca dengan tebing bebatuan di tepian sungai dan gua karst di hulu sungai serta tebing tinggi yang membentuk jembatan di atas aliran sungai. Berdasarkan studi-studi yang telah dilakukan terhadap kawasan Green Canyon, dapat diketahui bahwa pengelolaan destinasi wisata ini belum mengarah pada ekowisata. Pengelola lebih berfokus pada kegiatan promosi untuk menarik minat kunjungan ke obyek wisata Green Canyon. Partisipasi masyarakat belum dilakukan secara optimal sehingga belum semua lapisan masyarakat menerima manfaat dari adanya destinasi wisata ini. Untuk itu, diperlukan upaya memperkenalkan ekowisata kepada pengelola guna menerapkan prinsip dasar ekowisata, yaitu pendidikan, kesejahteraan masyarakat, dan konservasi, sehingga akan terwujud keberlanjutan destinasi wisata “Green Canyon” ini.
PENGARUH VARIETAS DAN TEKNIK PERBANYAKAN BIBIT TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN MATA TUNAS TANAMAN TEBU Prasadhana Deka Sukoco; Tri Wardhani; Suslam Pratamaningtyas
Agrika Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.456 KB) | DOI: 10.31328/ja.v11i2.490

Abstract

Dalam pengolahan tebu menjadi gula dibutuhkan tanaman tebu yang berkualitas dan tanaman tebu yang berkualitas diperoleh dari bibit tebu yang berkualitas dan kuantitasnya mencukupi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh metode pembibitan tebu pada tiga varietas tebu. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) Faktor pertama yaitu varietas (V) yang terdiri dari tiga varietas yang berbeda umur panennya, yaitu V1: varietas yang memiliki umur genjah (varietas PS 881); V2: varietas yang memiliki umur tengah (varietas PSJK 922); dan V3: varietas yang memiliki masa panen akhir (varietas Bulu Lawang). Faktor kedua adalah teknik perbanyakan bibit yang terdiri dari 3 level, yaitu T1 (single bud planting), T2 (bagal mata) dan T3 (bud set). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Interaksi perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati, tetapi teknik perbanyakan bibit berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun dan kecepatan tumbuh tunas pada 15 HST, serta berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada umur 29 HST. Kata kunci: bibit tebu, perbanyakan tunas, varietas

Page 8 of 24 | Total Record : 236