cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
RESPON TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMUPUKAN BORON Tri Sudaryono
Agrika Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.979 KB) | DOI: 10.31328/ja.v11i2.485

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang sangat strategis. Selain bernilai ekonomi tinggi, bawang merah merupakan salah satu diantara jenis sayuran yang berkontribusi terhadap inflasi, mengingat harganya yang sangat fluktuatif dan permintaannya yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Produktivitas bawang merah di tingkat petani yang rendah, salah satunya disebabkan oleh pemupukan yang kurang tepat. Salah satu unsur hara mikro esensial yang selalu dibutuhkan oleh tanaman adalah boron (B). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemupukan unsur boron terhadap produksi tanaman bawang merah. Untuk mengetahui respon tanaman bawang merah terhadap pemupukan boron (dosis 0 – 12 kg/ha) telah dilakukan penelitian yang dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada MK II (bulan Agustus sampai Nopember) 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan boron mempengaruhi pertumbuhan dan produksi bawang merah. Pemberian pupuk boron pada dosis 6 kg/ha menghasilkan tanaman bawang merah dengan pertumbuhan optimal, jumlah umbi per rumpun 15,13 siung, dan produksi paling tinggi, yakni 25,20 ton/ha umbi basah serta 22,83 ton/ha umbi kering Kata Kunci : Bawang merah, pupuk, boron, pertumbuhan, produksi
MINIMALISASI RISIKO USAHA PETANI PADI DI DUSUN WATUGAJAH, KECAMATAN BERGAS, KABUPATEN SEMARANG Ade Teya Trisna Dwi Gundariawanti; Sony Heru Priyanto
Agrika Vol 12, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.374 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i2.761

Abstract

Dalam setiap usahatani selalu ada risiko. Risiko merupakan ketidakpastian dan dapat menimbulkan terjadinya peluang kerugian terhadap pengambilan keputusan. Keberhasilan usahatani sangat  bergantung dengan musim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan risiko serta upaya dalam menangani risiko dan menggambarkan harapan petani tentang usahatani padi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2018 di Dusun Watugajah, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dan dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi beberapa risiko dalam usahatani padi yaitu risiko produksi, harga, teknologi, dan sosial hukum. Risiko usahatani padi termasuk risiko spekulatif. Kata kunci: alternatif, harapan, risiko, usahatani
FITOREMEDIASI MERKURI DARI TANAH TERCEMAR LIMBAH BEKAS TAMBANG EMAS RAKYAT DENGAN RUMPUT TEKI (Cyperus kyllingia) Yudha Ade Candra; suslam Pratamaningtyas; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.169 KB) | DOI: 10.31328/ja.v13i1.988

Abstract

Polusi lingkungan akibat kegiatan penambangan dapat dikurangi dengan fitoremediasi. Cyperus kyllingia adalah salah satu tanaman hyperaccumulator yang dapat mengurangi kadar logam berat seperti Hg di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menanam C. kyllingia dalam polybag 5 kg dengan perbandingan 70%: 30% tanah dan tailing emas. Tailing emas dibagi menjadi dua jenis, Sianidasi (T1) dan Amalgamasi (T2). Pada 53 DAP, ligan natrium sianida (NaCN) ditambahkan dengan 2 ligan berbeda, 4g dan 8g dalam tanah. Cyperus kyllingia menyerap 89,97 mg / kg Hg pada kanopi dan 78,21 mg / kg Hg pada akar. Penambahan ligan Natrium sianida (NaCN) dapat meningkatkan penyerapan Hg oleh C. kyillinga. Penyerapan Hg pada tanaman dengan penambahan ligan lebih tinggi daripada tanaman tanpa penambahan ligan.
STRATEGI PENGUATAN EKONOMI PROVINSI DIY BERBASIS SEKTOR UNGGULAN D Darmadji
Agrika Vol 8, No 2: Nopember 2014
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.634 KB) | DOI: 10.31328/ja.v8i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor ekonomi unggulan ditinjau dari: (1) total output, (2) nilai tambah bruto, , (3) nilai ekspornya, (4) nilai dampak pengganda output, dan (5) nilai indek daya penyebaran dan derajat kepekaan. Penelitian ini menggunaka nanalisis Input Output yang dikembangkan oleh Wassily Leontief. Metode penggalian data dilakukan dengan metode non surve, yaitu memanfaatkan data IO yang diterbitkan oleh BPS Provinsi DIY tahun 2010. Berdasarkan hasil analisis dapat ditunjukkan. (A) sektor ekonomi potensial berdasarkan outputnya adalah: (1) sektor konstruksi gedung & bangunan sipil, (2) jasa pendidikan, (3) penyedia makan minum, (4) administrasi pemerintah, pertahanan & jaminan sosial wajib, (5) informasi dan komunikasi, (6) perdagangan eceran besar dan eceran selain mobil/motor, (7) real estate, (8) konstruksi khusus, (9) industri makanan dan minuman lainnya, (10) jasa kesehatan dan kegiatan sosail. (b) sektor ekonomi potensial berdasarkan NTB adalah: (1) sektor jasa pendidikan, (2) perdagangan besar dan eceran (3) informasi dan komunikasi, (4) penyedia makanan dan minuman, (5) konstruksi gedung dan bangunan. (c) sektor ekonomi potensial berdasarkan ekspor  adalah: (1) kebudayaan hiburan dan rekreasi, (2) industri furnitur, (3) industri pakaian jadi, (4) real estat, (5) jagung,         (6) industri makanan dan minuman lainnya, (7) industri tekstil selain tenun dan batik, dan (8) angkutan rel (d) sektor ekonomi potensial berdasarkan penyerapan tenaga kerja adalah: (1) grosir dan eceran di samping mobil / motor, (2) padi, (3) pelayanan pendidikan, (4) administrasi pemerintahan, pertahanan dan wajib jaminan sosial, (5) penyediaan makanan dan minuman, (6) konstruksi bangunan dan bangunan sipil, (7) unggas dan hasil, (8) singkong, (9) industri makanan dan minuman lainnya, dan (10) buah . (e) sektor-sektor ekonomi potensial berdasarkan dampak pengganda output adalah: (1) industri beras, (2) asuransi dan dana pensiun, (3) industri tepung terigu dan tepung lainnya, (4) jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (5) industri barang kimia kecuali pupuk dan pestisida, (6) konstruksi khusus, (7) industri barang dan barang lainnya dari karet, (8) industri biji-bijian kupas, coklat dan kembang gula (9) jasa keuangan lainnya, (10) angkutan jalan raya. (f) sektor potensial berdasarkan nilai indek daya penyebaran adalah: (1) industri beras nilainya sebesar, (2) asuransi dan dana pensiun, (3) industri tepung terigu dan tepung lainnya kode 26 sebesar 1,2794, (4)    jasa kesehatan dan kegiatan sosial, (5) industri barang kimia kecuali pupuk dan pestisida, (6) konstruksi khusus, (7) industri barang dan barang lainnya dari karet, (8) industri biji-bijian kupas, coklat dan kembang gula, (9) jasa keuangan lainnya, dan (10) angkutan jalan raya. (g) sektor potensial berdasarkan nilai indek derajat kepekaan adalah: (1) sektor perdagangan besar dan eceran selain mobil/motor (2) sektor informasi dan komunikasi 7, (3) sektor penyedia makan dan minum, (4) angkutan jalan raya, (5) listrik, (6) padi, (7) jasa keuangan lainnya, (8) jasa lainnya, (9) administrasi pemerintahan, pertahanan & jaminan sosial wajib, (10) real estat. Kata kunci : analisis IO, pengganda output, tenaga kerja, indek daya penyebaran dan                            derajat kepekaan
SUBSTITUSI JAMUR TIRAM PUTIH UNTUK PENINGKATAN SIFAT FISIK DAN KIMIA FLAKE DARI MAIZENA Suprihana -; Enny Sumaryati; Rozika Hawa Ekayanti
Agrika Vol 4, No 2: Nopember 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.003 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i2.139

Abstract

Jamur tiram putih (Plerotus ostreatus)  mempunyai kandungan zat gizi antara lain : protein, karbohidrat, lemak, serat, vitamin dan mineral. Jamur tiram memiliki daya tahan yang rendah terhadap kerusakan(2-3hari). Untuk mengatasi masalah daya tahan jamur ini  salah satunya dengan digunakan sebagai bahan substitusi  dalam pembuatan  flake dari  maizena. Penelitian  dilakukan  dengan metode eksperimen, dengan menggunakan    Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK) dengan 2 faktor, faktor pertama  adalah  proporsi tepung  jamur  tiram  :  maizena terdiri dari 3 level (10%  :  90%,  15%  :  85%,  20%  :  80%)  dan  faktor kedua  adalah  waktu  pengukusan  (5  menit,  10  menit,  15 menit), sehingga ada 9 perlakuan, dan tiap  perlakuan dengan tiga ulangan. Dari pengamatan diketahui bahwa kadar air 4,906 - 6,264%,kadar pati 60,987-68,726%, kadar protein 2,867-3,665%, kadar  serat  kasar  2,168-3,159%,  daya  reabsorpsi  26,799-41,949%, daya patah 9,032-12,301  N/m2,   sedang dari analisis  statistik  di  ketahui  proporsi  tepung  jamur  tiram  :  maizena berpengaruh  nyata  terhadap  kadar  pati,  kadar  protein,  kadar  serat,  daya  rehidrasi dan  daya  patah,  sedangkan  waktu  pengukusan  berpengaruh  nyata  terhadap  kadar air.  ). Kata kunci : flake,  jamur tiram putih, maizena.
PENINGKATAN KETAHANAN TANAMAN ANGGUR DI MUSIM HUJAN DENGAN APLIKASI NANO-SILIKON DAN KALSIUM UNTUK MENUNJANG USAHATANI TANAMAN ANGGUR Sulis Dyah Candra; Ida Sugeng Suyani; Judi Suharsono
Agrika Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.442 KB) | DOI: 10.31328/ja.v11i1.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan tingkat kerusakan tanaman anggur di musim hujan akibat serangan hama dan patogen, dan untuk mengetahui produktivitas dalam melakukan usahatani anggur di musim hujan. Salah satu upaya untuk mengendalikan serangan hama pada tanaman dengan aman adalah meningkatkan ketahanannya dengan metode yang ramah lingkungan. Hal ini dapat diperoleh melalui pemberian suplai hara selain pupuk dasar sesuai dengan proporsi hara yang dibutuhkan tanaman, terutama pengaturan asupan unsur nano-silikon dan kalsium pada tanaman anggur. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh perlakuan, maka dilakukan Uji F berdasarkan rancangan acak kelompok faktorial dengan tiga kali ulangan. Jika dari analisa didapatkan perbedaan pengaruh yang nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Ca yang berupa aplikasi kapur Dolomit memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tingkat serangan penyakit dan parameter jumlah tandan per tanaman dengan hasil terbaik ditunjukkan pada dosis dolomit 1 ton.ha-1. Sementara pada parameter berat buah per tanaman hasil terbaik ditunjukkan pada dosis 1,5 ton ha-1. Pendapatan usahatani tanaman anggur dengan B/C ratio tahun ke-2 telah mencapai kisaran 4,2, dan 4,9 pada tahun ke-3 sehingga usaha tani ini sangat layak untuk dilaksanakan. Aplikasi kombinasi Ca dan Si belum menunjukkan pengaruh interaksi yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman anggur, sehingga perlu dilaksanakan percobaan lanjutan terhadap peningkatan intensitas dan dosis aplikasi nano-silikon agar dapat mendapatkan hasil yang signifikan untuk meningkatkan ketahanan tanaman, dalam upaya untuk meningkatkan hasil produksi anggur dan keuntungannya secara ekonomi.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG TERHADAP KINERJA DAN TINGKAT KEPENTINGAN PENGUNJUNG PADA OBJEK WISATA AGRO HORTIMART AGRO CENTER BAWEN, KABUPATEN SEMARANG Trie Venny Pratiwi; Y Yuliawati
Agrika Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.861 KB) | DOI: 10.31328/ja.v13i1.990

Abstract

Objek wisata agro adalah produk jasa yang ditawarkan oleh perusahaan untuk menarik banyak pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pengunjung dengan tingkat kinerja dan kepuasan pengunjung terhadap Agro Hortimart Agro Center. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan metode survei dan kuesioner sebagai alat penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan 40 orang sebagai responden. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA) dan Cartesian Diagram. Hasil analisis tingkat kepuasan pengunjung dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa tingkat kinerja lebih tinggi dari kepentingan pengunjung (performance > importance) dengan skor rata-rata tingkat kinerja 4,06 dan skor rata-rata kunjungan pengunjung 4.02. Diagram kartesius menunjukkan bahwa kuadran I dan III membutuhkan perhatian khusus untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengunjung puas dengan kinerja yang dilakukan oleh Hortimart Agro Center.
PENGARUH LAMA PENUNDAAN DAN SUHU INKUBASI TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA YOGHURT DARI SUSU SAPI KADALUWARSA Suprihana -
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.19 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.132

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama penundaan susu kadaluwarsa dan suhu inkubasi terhadap sifat fisika dan kimia pada proses pembuatan yoghurt. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), disusun secara factorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah lama penundaan susu 1, 2 dan 3 hari, sedang faktor kedua adalah suhu inkubasi 45 dan 25oC. Analisis dilakukan terhadap viskositas, prosentase pemisahan, protein, total padatan terlarut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi kedua faktor terhadap variable yang diamati, lama penundaan susu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap lima variable tersebut, sedang suhu inkubasi berpengaruh nyata pada viskositas. Kata kunci: yoghurt, lama penundaan, suhu inkubasi
PERUBAHAN FISIOLOGIS BUAH KELAPA SELAMA GERMINASI Moh. Su'i
Agrika Vol 4, No 1: Mei 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.402 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i1.150

Abstract

Penelitian ini akan mempelajari perubahan biokimia buah kelapa selama germinasi. Kelapa ditunaskan 0, 15, 30, 45 dan 60 hari ditempat gelap pada suhu kamar (19 – 20 oC). Pada setiap lama germinasi, masing-masing bagian kelapa yaitu tunas, kentos dan daging buah diukur dan ditimbang beratnya. Kentos diisolasi enzim lipasenya.  Ekstrak lipase kasar diuji aktivitasnya. Aktivitas lipase tertinggi pada kentos kelapa umur 30 hari yaitu sebesar  3,700 u mol/jam/ml enzim kasar. Kata Kunci : Biokimia,  Kelapa, Germinasi
EFEKTIVITAS FUNGISIDA BAHAN AKTIF MANKOZEB UNTUK MENGENDALIKAN HAWAR DAUN KENTANG (Phytopthora infestans) Riza Ulil Fitria
Agrika Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.452 KB) | DOI: 10.31328/ja.v13i2.1192

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektifitas fungisida berbahan aktif mankozeb 80% terhadap serangan patogen Phythopthora infestans pada kentang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Sumberbrantas, Kota Batu mulai bulan Oktober – Desember 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari A.Mankozeb 80% dosis 4gr/lt, B. Mankozeb 80% dosis 3gr/lt, C. Mankozeb 80% dosis 2 gr/lt D. Mankozeb 80% dosis 1 gr/lt, E.Kontrol (Tanpa perlakuan).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Di lokasi Sumberbrantas- Batu, Mankozeb 80% dengan dosis yaitu 4 gr/l dan 3 gr/l  efektif terhadap penyakit hawar daun kentang (P.insfestans) pada tanaman kentang dengan kemampuan menekan serangan masing-masing sebesar 77,99% dan 66,578%, dengan produksi 6,9 ton/ha dan 7,9 ton/ha. Di lokasi Nongkojajar-Pasuruan, fungisida Mankozeb 80% kurang efektif terhadap penyakit hawar daun kentang P.infestans .

Page 9 of 24 | Total Record : 236