cover
Contact Name
M. Hery Yuli Setiawan
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalwidyawacana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Wacana : Jurnal Ilmiah
ISSN : 19075928     EISSN : 26217414     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
THE USE OF WORD HUNTS TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY Wahyuningtyas, Annisa
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v12i2.3462

Abstract

ABSTRACTVocabulary is essential component of all use of language. When the students acquaint new vocabulary, they must know the meaning of words. They must also know how to arrange  individual  words  within  the  sentence.  Vocabulary  helps  the  students  to express their ideas fluently and effectively. The aims of this study were to know whether Word Hunts can improve students vocabulary mastery and to find out how Words Hunts improve the vocabulary mastery of the eighth grade students of SMP N 1  Mojogedang  in  2017/2018  Academic  Year.  This  study  was  conducted  at  the eleventh grade of   SMPN 1 Mojogedang. The method of the study was classroom action research which was conducted from November 2017 until January 2018. The data were collected through test (oral test) and non-test (observation, interview, and documentation). While, to analyze the data was used t-test. The result of this study showed  that  the implementation  of  Word  Hunts  was  succsessful  to  improve  the students‟ vocabulary  mastery.  The  mean  score  increased  from  52.09  in  pre-test became 75.55 in post-test 1 and became 86.61 in post-test 2. It can be concluded that Word Hunts was appropriate to improve the students‟ vocabulary mastery in teaching and learning process. Moreover, the class condition were more attractive and more fun during teaching and learning process. Keywords: Word Hunts, Classroom Action Research, Vocabulary Mastery. ABSTRAKKosakata adalah komponen penting dari semua penggunaan bahasa. Ketika siswa memperkenalkan kosa kata baru, mereka harus tahu arti kata-kata. Mereka juga harus tahu bagaimana mengatur kata-kata individual dalam kalimat. Kosakata membantu siswa untuk mengekspresikan ide-ide mereka dengan lancar dan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Word Hunts dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa dan untuk mengetahui bagaimana Words Hunts meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas delapan SMP N 1 Mojogedang pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMPN 1 Mojogedang. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dari November 2017 hingga Januari 2018. Data dikumpulkan melalui tes (tes lisan) dan non-tes (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Sedangkan untuk menganalisis data digunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Word Hunts berhasil meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Skor rata-rata meningkat dari 52,09 pada pre-test menjadi 75,55 pada post-test 1 dan menjadi 86,61 pada post-test 2. Dapat disimpulkan bahwa Word Hunts tepat untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kondisi kelas lebih menarik dan lebih menyenangkan selama proses belajar mengajar. Kata kunci: Perburuan Kata, Penelitian Tindakan Kelas, Penguasaan Kosakata. 
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN INFORMASI TERHADAP PENURUNAN KEBIASAAN BERMAIN GAME Kurnia Ade Utama, Muhammad Bogy; Kusumaningtyas, Lydia Ersta
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v12i2.3463

Abstract

ABSTRACTThe aim of this researcher is to find out whether there is an influence of information guidance services on the decline in game playing habits in class X students at SMA N 6 Surakarta 2017/2018 Academic Year. The population in this study were all students of class X in SMA N 6 Surakarta in the Academic Year 2017/2018, amounting to 361 students. while the sample used was 33 students, the data collection technique used a questionnaire to decrease the habit of playing games in class X students at SMA N 6 Surakarta to students through two stages, namely before and after being given information guidance then to analyze the data using the t-test formula. Based on the results of data analysis about the effect of information guidance services on decreasing game playing habits in class X students at SMA N 6 Surakarta in the Academic Year of 2017/2018, it was obtained that the t value was = 7.224, then consulted with t table with db = (N-1) = (33-1) = 32 in the significance level of 5% and 1%. So it can be concluded that t count is greater than t table or 2.037 <7.224> 2.738. Thus the hypothesis that reads "There is an influence of information guidance services on decreasing game playing habits in class X students at SMA Negeri 6 Surakarta in the Academic Year of 2017/2018" is proven to be true at the significance level of 5% and 1%. Keywords: Information Guidance Services, Playing Games ABSTRAKTujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh layanan bimbingan informasi terhadap penurunan kebiasaan bermain game pada siswa kelas X di SMA N 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA N 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 361 siswa. sedangkan sempel yang digunakan adalah 33 siswa, teknik pengumpulan datanya menggunakan angket penurunan kebiasaan bermain game pada siswa kelas X di SMA N 6 Surakarta kepada siswa melalui dua tahap, yaitu sebelum dan sesudah diberikan bimbingan informasi maka untuk menganalisis data menggunakan rumus t-tes. Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh layanan bimbingan informasi terhadap penurunan kebiasaan bermain game pada siswa kelas X di SMA N 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018 diperoleh nilai t hitung sebesar = 7,224, kemudian dikonsultasikan dengan t tabel dengan d.b = (N-1) = (33-1) = 32 dalam taraf signifikansi 5% dan 1%. Jadi dapat disimpulkan t hitung lebih besar dari t tabel atau 2,037 < 7,224 > 2.738. Dengan demikian hipotesis yang berbunyi  “Ada pengaruh layanan bimbingan informasi terhadap penurunan kebiasaan bermain game pada siswa kelas X di SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Pelajaran 2017/2018” terbukti kebenarannya pada taraf signifikansi 5% dan 1%..Kata kunci : Layanan Bimbingan Informasi, Bermain Game
IMPROVING SPEAKING SKILL USING SHADOW PUPPET Winarsih, Ayu
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v12i2.3464

Abstract

AbstractSpeaking is one of productive skills in which it is used to communicate with others. The purpose of speaking is to share knowledge, information and ideas. However, the eight grade of SMP N 1 Kedawung still found it difficult. The aims of this research were to know whether Shadow Puppet could improve students  speaking  skill  and  to  describe  the  class  condition  when  Shadow Puppet was implemented in teaching learning process at the eight grade students of SMP N 1 Kedawung in 2017/2018 Academic Year. This research was conducted at the eight grade of SMP N 1 Kedawung. The method of the study was classroom action research which was conducted from January up to February 2018. The data were collected through test (oral test) and non-test (observation, interview, and documentation). While, to analyze the data t-test was used. The result of this study showed that the implementation of Shadow Puppet was succsessful to improve the students’ speaking skill. The mean score increased from 54.3 in pre-test became 63.1 in post-test 1 and became 75.48 in post-test 2. The analyzing score using t table was 2,645 <115,324> 2,756 meanwhile, cycle 2 was 2,045 <12,236> 2,756. It can be concluded that Shadow Puppet was appropriate to improve the students’ speaking skill in teaching and learning process. Moreover, the class condition were more attractive and more fun during teaching and learning process. Keywords: Speaking Skill, Shadow Puppet, Classroom Action Research. ABSTRAKBerbicara adalah salah satu keterampilan produktif yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan berbicara adalah untuk berbagi pengetahuan, informasi, dan ide. Namun, kelas delapan SMP N 1 Kedawung masih merasa kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Shadow Puppet dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dan untuk menggambarkan kondisi kelas ketika Shadow Puppet diterapkan dalam proses belajar mengajar di delapan siswa kelas SMP N 1 Kedawung pada Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini dilakukan di kelas delapan SMP N 1 Kedawung. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dari Januari hingga Februari 2018. Data dikumpulkan melalui tes (tes lisan) dan non-tes (observasi, wawancara, dan dokumentasi). Sedangkan untuk menganalisis data digunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Shadow Puppet berhasil meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Skor rata-rata meningkat dari 54,3 pada pre-test menjadi 63,1 pada post-test 1 dan menjadi 75,48 pada post-test 2. Skor analisis menggunakan t tabel adalah 2,645 <115,324> 2,756 sementara itu, siklus 2 adalah 2,045 <12,236> 2,756. Dapat disimpulkan bahwa Shadow Puppet tepat untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kondisi kelas lebih menarik dan lebih menyenangkan selama proses belajar mengajar. Kata kunci: Keterampilan Berbicara, Wayang Kulit, Penelitian Tindakan Kelas.
PRINTED MASS MEDIA TO IMPROVE READING COMPREHENSION OF VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS Islamiyati, Dian Ayu
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v12i2.3465

Abstract

ABSTRACTReading is one of the language skills needed to be taught in the classroom. Reading is also needed to be mastered by the students, in order to get some information from English text to increase their knowledge. The purpose of reading process is understanding what has been read. Therefore, it cannot be separated from comprehension. The aims of this research were to know whether the use of printed mass media can improve the reading comprehension and to describe the class condition when printed  mass  media  were implemented at  the  eleventh grade of SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo in Academic Year of 2017/2018. This research was conducted at the Eleventh grade of SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo. The method of the study was classroom action research which was conducted from August until October 2017. The data were collected through test and non-test. The tests consisted of pre-test and post-tests. While, non-tests consisted of observation, interview, field notes and documentation.  Furthermore,  the  researcher  used  qualitative  and  quantitative  data analysis to analyze the data. The results of the research showed that printed mass media improved the students’ reading comprehension. The mean score of pre-test was 51.46, post-test 1  was 69.96 and  post-test 2  was 79.96. T-test  was  used  to  compare the significance of teaching reading comprehension with df = n-1 = 25. In t-table values, significance 5% was 2.060 and significance 1% was 2.787. The result of pre-test and post-test 1 was significance which 2.060 < 17.452 > 2.787. Then t-test between post-test 1  and post-test 2  the result  was higher which 2.060  < 16.025 > 2.787. It can be concluded that using of printed mass media especially C’ n S Magazine improved students’ reading comprehension. Moreover, the class condition was more conducive after  they  used  texts  from  C’  n  S  Magazine.  A  lot  of  students  were  excited  and motivated during teaching learning process. Keywords: Reading Comprehension; Printed Mass Media; Classroom Action Research  ABSTRAKMembaca adalah salah satu keterampilan bahasa yang perlu diajarkan di kelas. Membaca juga perlu dikuasai oleh siswa, untuk mendapatkan beberapa informasi dari teks bahasa Inggris untuk menambah pengetahuan mereka. Tujuan dari proses membaca adalah memahami apa yang telah dibaca. Karena itu, tidak dapat dipisahkan dari pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media massa cetak dapat meningkatkan pemahaman membaca dan untuk menggambarkan kondisi kelas ketika media massa cetak dilaksanakan di kelas sebelas SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo di Tahun Akademik 2017/2018. Penelitian ini dilakukan di kelas XI SMK Plus Bhakti Oetama Gondangrejo. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2017. Data dikumpulkan melalui tes dan non-tes. Tes terdiri dari pre-test dan post-test. Sedangkan non-tes terdiri dari observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Selanjutnya, peneliti menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa cetak meningkatkan pemahaman membaca siswa. Nilai rata-rata pre-test adalah 51,46, post-test 1 adalah 69,96 dan post-test 2 adalah 79,96. Uji-t digunakan untuk membandingkan pentingnya membaca pemahaman mengajar dengan df = n-1 = 25. Dalam nilai t-tabel, signifikansi 5% adalah 2.060 dan signifikansi 1% adalah 2.787. Hasil pre-test dan post-test 1 adalah signifikansi yaitu 2,060 <17,452> 2,787. Kemudian uji-t antara post-test 1 dan post-test 2 hasilnya lebih tinggi yaitu 2.060 <16.025> 2.787. Dapat disimpulkan bahwa menggunakan media cetak, terutama Majalah C 'n S meningkatkan pemahaman membaca siswa. Selain itu, kondisi kelas lebih kondusif setelah mereka menggunakan teks dari Majalah C 'n S. Banyak siswa yang bersemangat dan termotivasi selama proses belajar mengajar. Kata kunci: Pemahaman Membaca; Media Massa Cetak; Penelitian Tindakan Kelas
SLANG IN AREAS OF EVERYDAY LIFE IN A MOVIE ENTITLED 8 MILE Fanani, Faiz Iqbal
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v12i2.3466

Abstract

ABSTRACTSlang is a part of sociolinguistic and slang it self elaborated in a social life of human being. Slang ussualy used by a person or a group in dialy life to interact each other. As a person who learn English, word of slang may hard to understand by a non native speakers. Movie with English language where ussualy have content of sociolinguistic like a slang phenomena. Hence, the aims of this research to find out the kind of slang in areas in everyday life in 8 Mile movie.This research was conducted and the method of the research study used qualitative method. The data was collected through watch the movie, read the script of the movie, determining the character which will be analyzed, making notes for aspect in slang language elaborated by some events eses by main character which contained in the movie, classifying the aspects in slang language elaborated by some events and effects related slang language uses by major character which contained in the movie.The results of the research showed the kind of slang in 8 Mile movie such as insult, the human body, sex, work, euphemisms, relationships,  and  unemployment  slang.  The  result  of  each  slang  is  insult  slang  16  words, relationships slang 6 words, the human body 1 word, euphemisms 2 words, unemployment 1 words, sex 3 words and work slang 1 words the total of the slang was Jimmy utered in 8 Mile movie is 30 words. Key words: Slang; 8 Mile movie, Qualitative method, Sociolinguistic study, Slang in 8 Mile movie, Slang in area of everyday life  ABSTRAKBahasa gaul adalah bagian dari sosiolinguistik dan bahasa gaul itu dielaborasi dalam kehidupan sosial manusia. Slang biasanya digunakan oleh seseorang atau kelompok dalam kehidupan dialy untuk berinteraksi satu sama lain. Sebagai orang yang belajar bahasa Inggris, kata slang mungkin sulit dimengerti oleh penutur asli. Film dengan bahasa Inggris dimana biasanya memiliki konten sosiolinguistik seperti fenomena gaul. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahasa gaul dalam kehidupan sehari-hari dalam film 8 Mile. Penelitian ini dilakukan dan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui menonton film, membaca skrip film, menentukan karakter yang akan dianalisis, membuat catatan untuk aspek dalam bahasa gaul yang diuraikan oleh beberapa peristiwa oleh karakter utama yang terkandung dalam film, mengklasifikasikan aspek dalam bahasa gaul bahasa yang dielaborasi oleh beberapa peristiwa dan efek terkait bahasa slang digunakan oleh karakter utama yang terkandung dalam film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan jenis slang dalam film 8 Mile seperti penghinaan, tubuh manusia, seks, pekerjaan, eufemisme, hubungan, dan gaul pengangguran. Hasil dari setiap gaul adalah penghinaan gaul 16 kata, hubungan gaul 6 kata, tubuh manusia 1 kata, eufemisme 2 kata, pengangguran 1 kata, seks 3 kata dan kerja gaul 1 kata total gaul yang diucapkan Jimmy dalam film 8 Mile adalah 30 kata. Kata kunci: Slang; Film 8 Mile, Metode Kualitatif, Studi Sosiolinguistik, Slang in 8 Mile film, Slang di bidang kehidupan sehari-hari
IMPROVING STUDENTS’ READING COMPREHENSION THROUGH PREVIEW QUESTION READ SUMMARIZE AND TEST (PQRST) TECHNIQUE Putri, Ima Rachmawati Sutrisna; Al Hakim, Luqman
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v13i1.3467

Abstract

ABSTRACTThe  research  aims:  (1)  to  find  out  whether  PQRST  technique  can improve the students‟ reading comprehension at ninth grade student of SMP 27 Surakarta in the academic year of 2017/2018, and (2) to know how far the improvement students‟ of reading comprehension using PQRST at ninth grade of SMP  27 Surakarta in  the academic  year of  2017/2018.  The researcher conducted  a  classroom  action  research  at  the  ninth  grade  of  SMP  N  27 Surakarta from September up to October 2017. This research was conducted in class  IX  F  which  consisted  of  27  students.  The  research  concerned  in improving students‟ reading comprehension on narrative texts using Preview Question Read Summarize and Test (PQRST) Technique. The research consisted  of  two  cycles.  The  procedure  of  action  research  consisted  of planning, implementation of the action, observation, and reflection. In collecting the data, the researcher used observation, interview and document. In analyzing the data, the researcher used quantitative and qualitative data analysis. The result of this research showed that Preview Question Read Summarize  and  Test  (PQRST)  Technique  can  improve  students‟ reading comprehension on narrative texts at ninth grade of SMP N 27 Surakarta in the academic year of 2017/2018. The improvement can be seen from the result of the test. It was 65.8 in pre-test, then it became 72.6 in post-test 1 and it became higher in post-test 2 (82.8). From the result above, it can be concluded that Preview Question Read Summarize and Test (PQRST) Technique can improve students‟ reading comprehension on narrative texts at the ninth grade of SMP N 27 Surakarta. Keywords:   Classroom   Action   Research,   Preview   Question   Read Summarize Test (PQRST), Reading Comprehension. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui apakah teknik PQRST dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa pada siswa kelas sembilan SMP 27 Surakarta pada tahun akademik 2017/2018, dan (2) untuk mengetahui sejauh mana peningkatan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca. pemahaman membaca menggunakan PQRST di kelas sembilan SMP 27 Surakarta pada tahun akademik 2017/2018. Peneliti melakukan penelitian tindakan kelas di kelas sembilan SMP N 27 Surakarta dari September hingga Oktober 2017. Penelitian ini dilakukan di kelas IX F yang terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini berkaitan dengan meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks naratif menggunakan Teknik Preview Question Read Summarize and Test (PQRST). Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Prosedur penelitian tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teknik Preview Question Read Summarize and Test (PQRST) dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks naratif di kelas sembilan SMP N 27 Surakarta pada tahun akademik 2017/2018. Peningkatan itu bisa dilihat dari hasil tes. Itu 65,8 di pre-test, kemudian menjadi 72,6 di post-test 1 dan itu menjadi lebih tinggi di post-test 2 (82,8). Dari hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa Teknik Preview Question Read Summarize and Test (PQRST) dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks naratif di kelas sembilan SMP N 27 Surakarta. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Preview Pertanyaan Read Summarize Test (PQRST), Reading Comprehension.
WRITTEN CUED RETELL STRATEGY CAN IMPROVE STUDENTS’ WRITING SKILL AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMPN 7 SURAKARTA Setyoningsih, Lina
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v13i1.3468

Abstract

ABSTRACTThis  research  concerned  on  improving  students’  writing  skill  using Written Cued Retell Strategy. The objectives of this research are as follows: 1) to know that Written Cued Retell Strategy can improve students’ writing skill at the eighth grade students of SMPN 7 Surakarta especially class 8G in academic year 2017/2018, and 2) to know how the implementation of Written Cued Retell Strategy at the eighth grade students of SMPN 7 Surakarta especially class 8G in academic year 2017/2018 is. In this research, the researcher used qualitative and quantitative methods. The qualitative method consisted of observation, interview, and documentation. While the quantitative method was calculating the mean score of pre test, post test 1 and 2, and t-test. The result of this research showed that Written Cued Retell Strategy could improve students’ writing skill in recount text at the eighth grade students of SMP N 7 Surakarta especially class 8G. The improvement could be seen from the result of the tests. The mean score of pre test was 54, post test 1 was 71,50, and post test 2 was 85,50. Based on the result of the analysis  using  t-test,  the  t-table  in  significance  5%=2.042  and  significance 1%=2.750. It could be concluded that t0 > tt in significance 5% and 1% (2.042 < 6.07  >  2.750).  It  meant  that  there  was  significant  improvement  in  students’ writing skill using Written Cued Retell Strategy in pre test and post tests. Keywords: Classroom Action Research, Students’ Writing Skill, Written CuedRetell Strategy. ABSTRAKPenelitian ini berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis siswa menggunakan Strategi Menceritakan Kembali Cued yang Ditulis. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) untuk mengetahui bahwa Strategi Retell Cued Retell dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa pada siswa kelas delapan SMPN 7 Surakarta khususnya kelas 8G pada tahun akademik 2017/2018, dan 2) untuk mengetahui bagaimana Implementasi Strategi Menceritakan Kembali Cued Tertulis pada siswa kelas delapan SMPN 7 Surakarta khususnya kelas 8G pada tahun akademik 2017/2018 adalah. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan metode kuantitatif menghitung skor rata-rata pre test, post test 1 dan 2, dan t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Menulis Kembali Cued dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam teks recount pada siswa kelas delapan SMP N 7 Surakarta khususnya kelas 8G. Peningkatan itu bisa dilihat dari hasil tes. Nilai rata-rata pre tes adalah 54, post test 1 adalah 71,50, dan post test 2 adalah 85,50. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji-t, t-tabel signifikansi 5% = 2,042 dan signifikansi 1% = 2,750. Dapat disimpulkan bahwa t0> tt signifikansi 5% dan 1% (2,042 <6,07> 2,750). Ini berarti bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis siswa menggunakan Strategi Menceritakan Kembali Cued Tertulis dalam tes awal dan post tes. Kata kunci: Penelitian Tindakan Kelas, Keterampilan Menulis Siswa, Cued TertulisMenceritakan kembali strategi. 
IMPROVING READING COMPREHENSION THROUGH JIGSAW TECHNIQUE Pamungkas, Nurmacaca Gilang
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v13i1.3469

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research: to find out whether Jigsaw technique can increase student's reading comprehension at the eighth grade students of SMP N 3 Wonogiri in the academic year of 2017/2018; to describe the implementation of Jigsaw technique to increase student's reading comprehension at the eighth grade students of SMP N 3 Wonogiri in the academic year of 2017/2018.The researcher used classroom action research as the research method. The research was conducted from November 2017 until January 2018. In collecting data, the researcher used test and non-test. In test, the researcher used pre-test, post-test I, and post-test II. In non-test, the researcher used observation, interview, questionnaire, and documentation. Techniques that used by the researcher to analyze the data were Qualitative Data and Quantitative Data. The result of improving reading comprehension through Jigsaw technique showed thatJigsaw technique could improve the students’ reading comprehension. There was improvement of students’ reading comprehension based on the result of pre-test(63.55), post-test 1(65.78), and post-test 2 (79.74). Teaching reading comprehension by using Jigsaw technique can motivate students in learning English. It could be seen from the result of t-test between post-test I and post-test 2 was 24,38. Then t-test between post-test 1 and post-test 2 the result was higher which 2.021<24,38>2.704.  Therewere significant improvement in students’ reading comprehension. In teaching and learning process using Jigsaw technique made the students more focus, confident, and independent. They also practiced how to share their knowledge which they got. So that, they could more understand about the material.Based on the result above, it can be concluded that Jigsaw technique can improve the students’ reading comprehension. Keywords: Jigsaw Technique, Reading Comprehension, Classroom Action Research ABSTRAKTujuan dari penelitian ini: untuk mengetahui apakah teknik Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa pada siswa kelas delapan SMP N 3 Wonogiri pada tahun akademik 2017/2018; untuk menggambarkan penerapan teknik Jigsaw untuk meningkatkan pemahaman membaca siswa di siswa kelas delapan SMP N 3 Wonogiri pada tahun akademik 2017 / 2018. Peneliti menggunakan penelitian tindakan kelas sebagai metode penelitian. Penelitian ini dilakukan dari November 2017 hingga Januari 2018. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan tes dan non-tes. Dalam tes, peneliti menggunakan pre-test, post-test I, dan post-test II. Dalam non-tes, peneliti menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data adalah Data Kualitatif dan Data Kuantitatif. Hasil meningkatkan pemahaman membaca melalui teknik Jigsaw menunjukkan bahwa teknik jigsaw dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa. Ada peningkatan pemahaman membaca siswa berdasarkan hasil pre-test (63,55), post-test 1 (65,78), dan post-test 2 (79,74). Pengajaran membaca pemahaman dengan menggunakan teknik Jigsaw dapat memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Itu bisa dilihat dari hasil uji-t antara post-test I dan post-test 2 adalah 24,38. Kemudian uji-t antara post-test 1 dan post-test 2 hasilnya lebih tinggi yaitu 2,021 <24,38> 2,704. Ada peningkatan yang signifikan dalam pemahaman membaca siswa. Dalam proses belajar mengajar menggunakan teknik Jigsaw membuat siswa lebih fokus, percaya diri, dan mandiri. Mereka juga mempraktikkan bagaimana berbagi pengetahuan yang mereka dapatkan. Sehingga, mereka dapat lebih memahami tentang materi tersebut. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa. Kata kunci: Teknik Jigsaw, Pemahaman Membaca, Penelitian Tindakan Kelas
STUDENTS’ MOTIVATION IN LEARNING ENGLISH AS THE FIRST FOREIGN LANGUAGE IN INDONESIA TROUGH THE ARCS Martasari, Yustika Monika
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v13i1.3470

Abstract

ABSTRACTThe goals of the research are to find out: 1) the factors that might influence students’ motivation in class VIII-E of SMP Kristen 1 Surakarta in 2016/2017 academic years. 2) To motivate the students’ in learning English in class VIII-E of SMP Kristen 1 Surakarta in 2016/2017 academic years. This researcher used case study research (single case embedded design). This case study research was conducted in SMP Kristen 1 Surakarta on September until October 2016. Data collecting techniques were observation, interview, and documentation. The analysis data, the researcher got the data from interviewing students and teacher; and observing the teacher’s method while delivering the English material. The researcher used methodological triangulation to gain the validity of the data. The ARCS is one of using suitable ways can use by teacher and school to give a good motivation to students. In this research, the researcher found that students’ in class VIII-E of SMP Kristen 1 Surakarta in 2016/2017 academic years, came from various family background; which were: 11 students who came from unsupported family and 10 students who came from supported family in learning English. Both of students’ group needed motivation to learn English as the first foreign language in Indonesia. Base on the explanation, The ARCS can use as tools to increase the students’ motivation in learning English. So, the students would interest in teaching and learning process and  they could motivate themselves to be active in learning English. Keywords: Motivation, English Foreign Language, Case Study Research, ARCSmethod, ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi siswa di kelas VIII-E SMP Kristen 1 Surakarta pada tahun akademik 2016/2017. 2) Untuk memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris di kelas VIII-E SMP Kristen 1 Surakarta pada tahun akademik 2016/2017. Peneliti ini menggunakan penelitian studi kasus (desain kasus tunggal). Penelitian studi kasus ini dilakukan di SMP Kristen 1 Surakarta pada bulan September hingga Oktober 2016. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data, peneliti mendapatkan data dari mewawancarai siswa dan guru; dan mengamati metode guru saat menyampaikan materi bahasa Inggris. Peneliti menggunakan triangulasi metodologis untuk mendapatkan validitas data. ARCS adalah salah satu dari penggunaan cara yang sesuai yang dapat digunakan oleh guru dan sekolah untuk memberikan motivasi yang baik kepada siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa siswa di kelas VIII-E SMP Kristen 1 Surakarta pada tahun akademik 2016/2017, berasal dari berbagai latar belakang keluarga; yaitu: 11 siswa yang berasal dari keluarga yang tidak didukung dan 10 siswa yang berasal dari keluarga yang didukung dalam belajar bahasa Inggris. Kedua kelompok siswa membutuhkan motivasi untuk belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama di Indonesia. Berdasarkan penjelasannya, ARCS dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris. Jadi, para siswa akan tertarik dalam proses belajar mengajar dan mereka dapat memotivasi diri mereka untuk aktif dalam belajar bahasa Inggris. Kata kunci: Motivasi, Bahasa Asing Bahasa Inggris, Penelitian Studi Kasus, ARCSmetode, 
Optimistic View of Life Reflected In the Style of Paulo Coelho’s THE ALCHEMIST (1988) Suwasono, Danang Wiratnoko; Thoyibi, M.; Candraningrum, Phil.Dewi
Widya Wacana: Jurnal Ilmiah Vol. 14 No. 2 (2019): Agustus : Jurnal Widya Wacana
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/j.w.wacana.v14i2.3471

Abstract

AbstractThis study aims at explaining the symbols used in the novel and describing the values of optimistic of life reflected in the symbols used in Coelho’s The Alchemist. This research is classified as a descriptive qualitative method. The primary data source of this study is the novel The Alchemist by Paulo Coelho. The collecting data process is a note-taking technique. This study is also categorized as library research. Based on the findings and discussion, the researcher draws the conclusion such follows. First, there are six elements or values which characterize someone as the one who has an optimistic view of life and these ones are reflected as the symbols used in this novel. They are the values of hope, faith, power, struggle, positive-thinking, and respect. Second, that there are twelve symbols used in The Alchemist, those symbols are divided into three groups which consist of four symbols of characters, two symbols of events or concepts and six symbols of things. The result of the study shows that the twelve symbols in The Alchemist are how the author addresses Optimistic through a story of self-quest of the author. According to the whole finding, the symbols lead the readers to understand the message of Paulo Coelho that everybody can find their happiness in themselves.  Keywords: Concept of optimistic of life, Symbol, Self-quest. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan simbol-simbol yang digunakan dalam novel dan menggambarkan nilai-nilai optimistis kehidupan yang tercermin dalam simbol-simbol yang digunakan dalam Coelho's The Alchemist. Penelitian ini diklasifikasikan sebagai metode deskriptif kualitatif. Sumber data primer dari penelitian ini adalah novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Proses pengumpulan data adalah teknik mencatat. Penelitian ini juga termasuk penelitian kepustakaan. Berdasarkan temuan dan diskusi, peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut. Pertama, ada enam elemen atau nilai-nilai yang mencirikan seseorang sebagai orang yang memiliki pandangan hidup yang optimis dan yang tercermin sebagai simbol yang digunakan dalam novel ini. Mereka adalah nilai-nilai harapan, iman, kekuatan, perjuangan, pemikiran positif, dan rasa hormat. Kedua, bahwa ada dua belas simbol yang digunakan dalam The Alchemist, simbol-simbol itu dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari empat simbol karakter, dua simbol peristiwa atau konsep dan enam simbol benda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua belas simbol dalam The Alchemist adalah bagaimana penulis membahas Optimistic melalui kisah pencarian diri penulis. Menurut seluruh temuan itu, simbol-simbol itu mengarahkan para pembaca untuk memahami pesan Paulo Coelho bahwa setiap orang dapat menemukan kebahagiaan mereka dalam diri mereka sendiri. Kata kunci: Konsep optimistis kehidupan, Simbol, Self-quest.

Filter by Year

2006 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Widya Wacana Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Widya Wacana Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Widya Wacana Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Widya Wacana Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Widya Wacana Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Widya Wacana Vol. 17 No. 1 (2022): Widya Wacana Vol. 16 No. 2 (2021): August : Jurnal Widya Wacana Vol. 16 No. 1 (2021): February: Jurnal Widya Wacana Vol. 15 No. 2 (2020): Agustus : Jurnal Widya Wacana Vol 15, No 2 (2020): Agustus : Jurnal Widya Wacana Vol 15, No 1 (2020): February: Jurnal Widya Wacana Vol. 15 No. 1 (2020): February: Jurnal Widya Wacana Vol 14, No 2 (2019): Agustus : Jurnal Widya Wacana Vol. 14 No. 2 (2019): Agustus : Jurnal Widya Wacana Vol 14, No 1 (2019): February, Jurnal Widya Wacana Vol. 14 No. 1 (2019): February, Jurnal Widya Wacana Vol 13, No 2 (2018): Agustus : Widya Wacana Vol. 13 No. 2 (2018): Agustus : Widya Wacana Vol. 13 No. 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana Vol 13, No 1 (2018): February, Jurnal Widya Wacana Vol. 12 No. 2 (2017): Agustus : Widya Wacana Vol 12, No 2 (2017): Agustus : Widya Wacana Vol 12, No 1 (2017): February, Jurnal Widya Wacana Vol. 12 No. 1 (2017): February, Jurnal Widya Wacana Vol. 11 No. 2 (2016): Widya Wacana Vol 11, No 2 (2016): Widya Wacana Vol. 11 No. 1 (2016): Widya Wacana Vol 11, No 1 (2016): Widya Wacana Vol. 10 No. 2 (2015): Widya Wacana Vol 10, No 2 (2015): Widya Wacana Vol 10, No 1 (2015): Widya Wacana Vol 10, No 1 (2015): Widya Wacana Vol 9, No 2 (2014): Widya Wacana Vol 9, No 1 (2014): Widya Wacana Vol 9, No 1 (2013): Widya Wacana Vol 9, No 1 (2013): Widya Wacana Vol 8, No 3 (2012): Widya Wacana Vol 8, No 3 (2012): Widya Wacana Vol 8, No 2 (2012): Widya Wacana Vol 8, No 1 (2012): Widya Wacana Vol 7, No 3 (2011): Widya Wacana Vol 7, No 2 (2011): Widya Wacana Vol 7, No 1 (2011): Widya Wacana Vol 6, No 3 (2010): Widya Wacana Vol 6, No 1 (2010): Widya Wacana Vol 5, No 2 (2009): Widya Wacana Vol 5, No 1 (2009): Widya Wacana Vol 4, No 1 (2008): Widya Wacana Vol 3, No 3 (2007): Widya Wacana Vol 3, No 1 (2007): Widya Wacana Vol 2, No 1 (2006): Widya Wacana More Issue