cover
Contact Name
Armeida Dwi Ridhowati Madjid
Contact Email
armeida@uin-malang.ac.id
Phone
+6281233402334
Journal Mail Official
alchemy@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Gedung BJ Habibie Lt 2 Jl. Gajayana 50 Malang 65144 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Alchemy : Journal of Chemistry
ISSN : 20861710     EISSN : 24606871     DOI : http://dx.doi.org/10.18860/al
ALCHEMY: Journal of Chemistry (eISSN 2460-6871) is a scientific journal that focus on chemistry. This journal publishes a scientific article that cover research and review articles. Research topics for this journal such as natural science, physical chemistry, inorganic chemistry, organic chemistry, environment, biochemistry, marine, energy and other related-sciences. ALCHEMY: Journal of Chemistry also accepts article about halal products and chemistry on Islamic perspectives.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "ALCHEMY (Vol.3, No.1" : 12 Documents clear
UJI ANTITOKSOPLASMA EKSTRAK KASAR ALKALOID DAUN PULAI (Alstonia scholaris, (L.) R. BR) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) BALB/C YANG TERINFEKSI Toxoplasma Gondii STRAIN RH Abraham, Ali; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum; Adi, Tri Kustono
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.896 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2896

Abstract

Tumbuhan pulai (Alstonia scholaris, L.R.Br) merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat. Hampir seluruh bagian dari tumbuhan pulai mengandung senyawa alkaloid. Ekstraksi daun pulai bertujuan unutk mengambil senyawa alkaloid yang telah diketahui sebagai antitoksoplasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan dosis terbaik dari ekstrak alkaloid terhadap daya hidup mencit yang terinfeksi parasit serta mereduksi Toxoplasma gondii yang nantinya berpotensi sebagai obat antitoksoplasma.Ekstraksi dilakukan secara maserasi dan ekstraksi asam basa untuk pengambilan senyawa alkaloid dalam ekstrak etanol. Hasil ekstrak dilakukan Uji antitoksoplasma menggunakan mencit Balb/C jantan dengan variasi dosis yaitu 25 mg/Kg BB, 50 mg/Kg BB dan 75 mg/Kg BB mencit dengan melihat parameter daya hidup mencit yang didukung dengan jumlah takizoit intraperitoneal selama masa terapi 8 hari. Ekstrak kasar alkaloid selanjutnya di uji fitokimia serta diidentifikasi dengan KLT.Hasil penelitian menunjukan kadar alkaloid dari ekstrak etanol sebesar 0,37 % dan hasil uji fitokimia menunjukan ekstrak positif mengandung alkaloid. Ekstrak kasar alkaloid baik pada dosis 25 mg/Kg BB, 50 mg/Kg BB dan 75 mg/Kg BB dapat memperpanjang daya hidup mencit hingga hari terapi ke-8. Dosis 25 mg/Kg BB memberikan daya hidup dengan sisa mencit 3 ekor dengan didukung jumlah takizoit intraperitoneal sebesar 737,5 x 103. Ekstrak kasar alkaloid diidentifikasi dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan eluen etil asetat : metanol : air (6 : 4 : 2) yang menghasilkan 6 noda.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM, H-ZEOLIT ALAM DAN Ti-H-ZEOLIT ALAM MALANG SEBAGAI KATALIS REAKSI ISOMERISASI GLUKOSA Erlynata, Aisyah; Amalia, Suci; Adi, Tri Kustono; Khalifah, Susi Nurul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.349 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2898

Abstract

Pemanfaatan zeolit alam, H-zeolit alam dan Ti-H-zeolit alam Malang sebagai katalis reaksi isomerisasi glukosa telah berhasil dilakukan untuk mengetahui pengaruh keasaman dan efektivitas katalis zeolit alam, H-zeolit alam dan Ti-H-zeolit alam Malang pada reaksi isomerisasi glukosa. Zeolit alam diaktivasi dengan menggunakan larutan asam NH4NO3 2 M sehingga dihasilkan H-zeolit. Logam Ti diimpregnasikan pada H-zeolit dengan konsentrasi TiO2 0,2 M. Metode yang digunakan adalah proses hidrotermal menggunakan suhu 90 ºC selama 12 jam dilanjutkan dengan kalsinasi pada suhu 500 ºC selama 4 jam. Isomerisasi glukosa dilakukan menggunakan metode batch dengan variasi waktu reaksi 30, 60, 90 dan 120 menit dan dianalisis menggunakan polarimeter. Karakterisasi katalis meliputi keasaman menggunakan metode adsorpsi amoniak dan metode adsorpsi piridin yang dianalisis menggunakan FTIR serta kristalinitas katalis menggunakan XRD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keasaman adsorpsi amoniak katalis zeolit alam, H-zeolit dan Ti-H-zeolit alam Malang berturut-turut adalah sebesar 0,188; 0,281 dan 0,387 mmol/g. Untuk keasaman adsorpsi piridin katalis Ti-H-zeolit alam Malang memiliki sisi asam Brønsted sebesar 0,153 mmol/g. Hasil karakterisasi XRD diketahui bahwa proses modifikasi pada zeolit tidak menyebabkan perubahan struktur dan Ti telah berada pada permukaan katalis. Aktivitas katalis Ti-H-Zeolit terhadap reaksi isomerisasi glukosa pada 110 ºC selama 120 menit dengan konversi glukosa sebesar 22,09 %.
PENENTUAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL EKSTRAK KASAR TERIPANG PASIR (Holothuriascabra) DARI PANTAI KENJERAN SURABAYA Wafa, Juliyantoro Ali; Adi, Tri Kustono; Hanapi, Ahmad; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.468 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2901

Abstract

Kapasitas antioksidan dan fenolik total ekstrak teripang pasir (Holothuriascabra) dari Pantai Kenjeran, Surabaya telah dianalisis. Ekstrak kasar diperoleh dengan maserasi-partisi menggunakan metanol dan n-heksana. Penentuan kapasitas antioksidan dari kedua ekstrak kasar metanol dan n-heksana dilakukan menggunakan uji DPPH, sedangkan fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteau. Uji reagen dan Kromatografi Lapisan Tipis (KLT) juga dilakukan untuk identifikasi awal dan pemisahan senyawa yang tidak diketahui dari ekstrak keduanya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan n-heksana memiliki kapasitas antioksidan 78,92% dan 94,82%. Fenolik total ekstrak metanol dan n-heksan yang diperoleh sebesar 69,09 mg EAG/g sampel dan 58.01 mg EAG/g sampel. Identifikasi awal dari ekstrak kasar menunjukkan adanya senyawa triterpenoid pada ekstrak metanol dan senyawa saponin pada ekstrak n-heksana. KLT pada ekstrak metanol menggunakan n-butanol:NH4OH (4:1) diperoleh empat spot.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL MIKROALGA Chlorella sp. PADA FASE STASIONER HASIL KULTIVASI DALAM MEDIUM EKSTRAK TAUGE (MET) khamidah, Umi; Fasya, Ahmad Ghanaim; Romaidi, Romaidi
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.478 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2893

Abstract

Chlorella sp. is one of microalgae Chlorophyta that containing kinds of important compound such as flavonoid, tanin, phenolic compound, terpenoid, chlorophyll and karotenoid. The purpose of this research are to know antibacterial activity from methanol extract of microalgae Chlorella sp. at stationary phase and to know contains of active compound group in extract of microalgae Chlorella sp. Chlorella sp. was cultivated in Tauge Extract Medium (TEM) 4 % and harvesting of stationary phase. Extraction microalgae Chlorella sp. was performed by maceration with methanol solvent. Methanol extract from stationary phase were tested antibacterial activity with concentration variation 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, and 25 % used diffusion method toward E. coli and S. aureus bacterium. Identification of active compound was estimated by reagent tested on qualitative scale include alkaloid, falvonoid, steroid, triterpenoid, and tanin. The result showed that methanol extract of Chlorella sp. in stationary phase in concentration %, 10 %, 15 %, 20 %, and 25 % with inhibition zone as follows 1,0 mm, 3,7 mm, 6,9 mm, 16,5 mm and 12,1 mm toward E. coli bacterium and 2,2 mm, 4,9 mm, 3,0 mm, 7,4 mm, and 13,1 mm toward S. aureus bacterium. The results of the identification of the compound methanol extract of microalgae Chlorella sp.contains a steroid and tanin compound class
EKSTRAKSI, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA AKTIF ALGA MERAH Eucheuma spinosum DARI PERAIRAN BANYUWANGI Mardiyah, Ulfatul; Fasya, Ahmad Ghanaim; Amalia, Suci
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.77 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2895

Abstract

Pengujian aktivitas antioksidan dan identifikasi senyawa aktif ekstrak alga merah Eucheuma spinosum telah dilakukan. Ekstraksi senyawa aktif dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol. Pemisahan metabolitnya dilakukan dengan proses hidrolisis dengan HCl 2 N, dilanjutkan dengan ekstraksi partisi menggunakan pelarut 1-butanol, etilasetat, kloroform, petroleum eterdan n-heksana. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan menentukan nilai EC50. Aktivitas antioksidan tertinggi pada fraksi petroleum eter, diikut ioleh fraksi kloroform, metanol, etilasetat, 1-butanol dan n-heksanadengan nilai EC50 masing-masing 12,65 ppm, 19,23 ppm, 22,13 ppm, 41,94 ppm, 73,02 ppm dan 80,32 ppm. Kandungan golongan senyawa yang terdapat dalam ekstrak petroleum eter adalah flavonoid, triterpenoid, alkaloid dan asam askorbat.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKUADES (SUHU KAMAR) DAN AKUADES PANAS (70 oC) DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach Anwar, Syaiful; Yulianti, Eny; Hakim, Abdul; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum; Muti'ah, Roihatul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.628 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2900

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lamk.) adalah tanaman yang kaya nutrisi. Kandungan nutrisi tersebar pada seluruh bagian tanaman kelor, mulai dari daun, kulit batang, bunga, buah (polong), sampai akarnya. Kelor (Moringa oleifera Lamk.) mempunyai banyak manfaat, misalnya digunakan sebagai koagulan, nutrisi, vitamin, dan sebagai obat. Selama ini kelor di Indonesia hanya digunakan sebagai tanaman pagar dan sayuran  dan masih jarang ada penelitian tentang bioaktivitas daun kelor dan pemanfaatannya  sebagai antikanker. Penelitian ini mempelajari toksisitas ekstrak akuades (suhu kamar) dan akuades panas (70 oC) daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT. Pemilihan pelarut akuades sangat menguntungkan karena ekonomis dan mudah diperoleh, sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akuades (suhu kamar) dan akuades panas (70 oC) daun kelor memiliki tingkat toksisitas terhadap Artemia salina Leach yang ditunjukkan dengan nilai LC50 kurang dari 1000 ppm. Ekstrak akuades panas (70 oC) memiliki toksisitas lebih baik dari pada ekstrak akuades (suhu kamar) karena dihasilkan nilai LC50 berturut-turut 163,979 ppm dan 265,977 ppm. Kandungan golongan senyawa pada ekstrak akuades panas (70 oC) adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan triterpenoid. Berdasarkan hasil tersebut bahwa daun kelor mempunyai potensi sebagai tanaman sediaan herbal yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antikanker.
THE STUDY OF ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ETHANOL FRACTION FROM BLACK CUMIN (Nigella sativa, L.) Yuliani, Dewi; Hayati, Elok Kamilah; Adi, Tri Kustono
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.982 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2897

Abstract

Black cumin (Nigella sativa, L.) is a plant with a lot of advantages. Many research have been conducted on this plant and most of them use nonpolar, such as petroleum ether and chloroform, as a solvent in extraction process. In this research, extraction of black cumin using ethanol was applied.Black cumin extraction started with maceration using ethanol p.a. and partition using chloroform (1:1). The antioxidant activity of ethanol fraction of black cumin was examined by DPPH method. To identify the composition, phytochemical screening, including test for terpenoid, flavonoid, saponin, tannin and alkaloid, was also conducted.The result showed that the scavenging ability on DPPH method was 22.483% with IC50 2743.59. Phytochemical screening on ethanol fraction showed the presence of flavonoid, tannin and alkaloid. The study concluded that polar fraction of black cumin has small antioxidant activity.
THE STUDY OF ADSORPTION ON Cr(VI) IN NATURAL CLAY SURFACE MODIFIED WITH SURFACTANT CTAB (Cetyltrimethylammonium Bromide) Maksum Maksum; Susi Nurul Khalifah; Anton Prasetyo
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.425 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2899

Abstract

Clay is a mineral particles composed of silica-alumina base frame, has a layered structure and a hollowed space causing surface becomes very widespread and effective as an adsorbent. Adsorbent of clay is very effective to adsorb cation for having negatively charged surfaces, but its ability to adsorb anion is very low, such as Cr(VI) formed in HCrO4- at pH 2. This research has been conducted in the clay of activation process chemically with the variation of H2SO4 0,5, 1,0, 1,5 and 2,0 M and physically with the variation in the temperature of 200, 300, 400­°C as well as modifying the surface with the variation of CTAB surfactant 25, 50, 75, and 100 mM to enhance the adsorption of Cr(VI). The results of study showed that the treatment on the activation and modification of natural clay can increase the adsorption capacity of Cr(VI) is greater. Adsorption capacity (Qe) before activating the natural clay is 0,0971 mg/g, while the Na-clay increased adsorption of Cr(VI) at 7,85 % as indicated by Qe = 0,1756 mg/g of natural clay. The use of 0,5 M H2SO4 activation of adsorption increased by 21,44 % to the value of Qe = 0,3115 mg/g. The treatment of physically activation after activating the best chemical showed at a temperature of 200°C with an increase of 29,82% adsorption of value Qe = 0,3953 mg/g. While modification to the clay treatment results in the best physical activation get CTAB 25 mM concentration with increased adsorption of 94,54 % with a value of Qe = 1,0425 mg/g.
FERMENTASI TETES TEBU DARI PABRIK GULA PAGOTAN MADIUN MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae UNTUK MENGHASILKAN BIOETANOL DENGAN VARIASI pH DAN LAMA FERMENTASI Hartina, Fitri; Jannah, Akyunul; Maunatin, Anik
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.246 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2907

Abstract

Tetes tebu merupakan limbah pengolahan gula yang mengandung gula cukup tinggi sehingga sangat potensial dimanfaatkan sebagai media fermentasi. Fermentasi tetes tebu untuk menghasilkan bioetanol menjadi salah satu upaya megurangi jumlah limbah dan memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pH dan lama fermentasi terhadap produksi bioetanol dari tetes tebu (molase) dengan cara fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini meliputi proses fermentasi dan pemisahan bioetanol dari media fermentasi. Proses fermentasi dilakukan dengan variasi pH 4, 4,5, dan 5, sedangkan variasi lama fermentasi dilakukan selama 3, 4, 5, dan 6 hari. Bioetanol hasil fermentasi dipisahkan dari media fermentasi dengan metode destilasi fraksinasi dan untuk mengukur kadar bioetanol digunakan metode kromatografi gas. Data yang diperoleh pada setiap perlakuan dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 5 %. Kadar bioetanol tertinggi diperoleh sebesar 7,76 %, nilai yield tertinggi 89,89 %, dan nilai efisiensi 78,62 %. Hasil analisis menggunakan uji ANOVA (α=5 %) menunjukkan bahwa pH dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar bioetanol hasil fermentasi. Uji BNT menyatakan bahwa perlakuan A3T4 (pH 5 dan lama fermentasi 6 hari) dengan kadar bioetanol 7,76 % , nilai efisiensi 78,62 %, dan kadar gula sisa 5,52 %  merupakan perlakuan yang berbeda nyata.
IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA DAN UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL 95 % DAUN, KULIT BATANG DAN AKAR PULAI (Alstonia scholaris (L.) R. Br.) TERHADAP MENCIT BALB/C Ismiyah, Fadhilatul; Fauziyah, Begum; Fasya, Ahmad Ghanaim; Muti'ah, Roihatul
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.625 KB) | DOI: 10.18860/al.v0i0.2894

Abstract

Pemakaian obat tradisional yang berasal dari bahan aktif beberapa macam tumbuhan lebih dipilih oleh masyarakat dalam mengobati beberapa macam penyakit. Salah satu tumbuhan yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat adalah tumbuhan Pulai (Alstonia scholaris (L.) Br.). Penelitian ini dilakukan untuk mendukung akan potensi Pulai sebagai obat dengan memberikan informasi bahwa tumbuhan Pulai aman dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa dan nilai LD50 dari ekstrak etanol 95 % daun, kulit batang dan akar Pulai. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak sampel daun, kulit batang dan akar Pulai dengan etanol 95 %. Ekstrak yang diperoleh digunakan uji fitokimia dan identifikasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. Selanjutnya uji toksisitas akut terhadap mencit BALB/C. Hasil dari uji fitokimia ekstrak etanol 95 % daun Pulai memberikan hasil positif alkaloid dan saponin; ekstrak etanol 95 % kulit batang Pulai memberikan hasil positif pada alkaloid, saponin, dan terpenoid ekstrak etanol 95 % akar Pulai memberikan hasil positif pada alkaloid dan terpenoid. Nilai LD50 dari ekstrak etanol 95 % daun, kulit batang dan akar adalah 5.000 mg/Kg BB yang menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan Pulai adalah praktis tidak toksik dan aman untuk dikonsumsi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12